Hadiah Valentine

Bolehkah memberi atau menerima hadiah Valentine? Saat hari valentine, biasa saling memberi hadiah coklat atau bunga tujuannya dalam rangka kasih sayang. Hukum asal memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits, تَهَادَوْا تَحَابُّوا “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 594. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan sebagaimana dalam Irwaul Gholil no. 1601) Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir: هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka. Namun karena valentine adalah hari perayaan yang bermasalah karena meniru-niru budaya non-muslim (Nashrani), maka menerima hadiah ketika itu terlarang, begitu pula memberinya. Selengkapnya simak dan tonton nasihat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video berikut ini:   [youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=EoLxCSCL0pI” width=”400″ height=”225″]   — Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsvalentine

Hadiah Valentine

Bolehkah memberi atau menerima hadiah Valentine? Saat hari valentine, biasa saling memberi hadiah coklat atau bunga tujuannya dalam rangka kasih sayang. Hukum asal memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits, تَهَادَوْا تَحَابُّوا “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 594. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan sebagaimana dalam Irwaul Gholil no. 1601) Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir: هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka. Namun karena valentine adalah hari perayaan yang bermasalah karena meniru-niru budaya non-muslim (Nashrani), maka menerima hadiah ketika itu terlarang, begitu pula memberinya. Selengkapnya simak dan tonton nasihat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video berikut ini:   [youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=EoLxCSCL0pI” width=”400″ height=”225″]   — Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsvalentine
Bolehkah memberi atau menerima hadiah Valentine? Saat hari valentine, biasa saling memberi hadiah coklat atau bunga tujuannya dalam rangka kasih sayang. Hukum asal memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits, تَهَادَوْا تَحَابُّوا “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 594. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan sebagaimana dalam Irwaul Gholil no. 1601) Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir: هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka. Namun karena valentine adalah hari perayaan yang bermasalah karena meniru-niru budaya non-muslim (Nashrani), maka menerima hadiah ketika itu terlarang, begitu pula memberinya. Selengkapnya simak dan tonton nasihat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video berikut ini:   [youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=EoLxCSCL0pI” width=”400″ height=”225″]   — Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsvalentine


Bolehkah memberi atau menerima hadiah Valentine? Saat hari valentine, biasa saling memberi hadiah coklat atau bunga tujuannya dalam rangka kasih sayang. Hukum asal memberi hadiah adalah sunnah (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits, تَهَادَوْا تَحَابُّوا “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 594. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan sebagaimana dalam Irwaul Gholil no. 1601) Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir: هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka. Namun karena valentine adalah hari perayaan yang bermasalah karena meniru-niru budaya non-muslim (Nashrani), maka menerima hadiah ketika itu terlarang, begitu pula memberinya. Selengkapnya simak dan tonton nasihat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video berikut ini:   [youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=EoLxCSCL0pI” width=”400″ height=”225″]   — Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsvalentine

Kembangkan Lagi Pembangunan Masjid di Ambon (Maluku)

Selama empat hari (4-8 Februari 2016) kami berada di tiga pulau berbeda yaitu Ambon, Haruku (Ori) dan Masohi (Maluku) untuk safari dakwah. Saat safar tersebut kami mendapatkan beberapa kesan mendalam: Pertama: Ternyata di daerah timur sangat-sangat membutuhkan dakwah. Ditambah lagi sangat kurangnya da’i yang mengajak pada sunnah Rasul yang shahihah. Kedua: Sedikit da’i yang mau mengorbankan waktu dan tenaga untuk berdakwah di pedalaman, lebih-lebih untuk menyeberangi lautan dengan kapal atau perahu. Padahal para misionaris sangat semangat untuk menarik umat Islam pada agama mereka hingga di hutan-hutan dan pelosok Indonesia. Ketiga: Da’i banyak menumpuk di kota besar dibanding di daerah maupun pedalaman. Keempat: Banyak yang masuk Islam dalam konflik Maluku sejak 1999 hingga 2004. Sampai ada yang keluarganya mati, anak-anaknya tidak punya rasa dendam malah memilih masuk Islam. Bahkan ada cerita yang kami dengar, seorang cucu pendeta memiliki nama Rudi, masuk Islam dan sudah menghafal 16 juz. Ada lagi satu muallaf yang kami kenal bernama Abdul Kadir (dulu bernama: Stephen) walhamdulillah sudah menghafal 30 juz secara sempurna. Anak-anak tadi, kami berkenalan dengan mereka di Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam di daerah Liang. Kelima: Ada yang masih berpemahaman Atheis yang tidak punya agama terutama di Pulau Seram, yang bisa didakwahi untuk masuk Islam. Dan ini lebih mudah daripada mendakwahi yang dulunya Nashrani. Keenam: Dakwah sangat efisien dan mudah diterima jika disertai dengan memberi bantuan sosial seperti yang dilakukan lewat yayasan kami (Yayasan Darush Sholihin) dengan memberi bantuan mungkena (rukuh) yang sudah diberi label nama masjid, koko untuk pengurus masjid serta penyaluran zakat untuk warga pedalaman. Setelah kunjungan tersebut, karena pentingnya dakwah dengan memberi bantuan sosial, kami bermaksud membuka donasi untuk pembangunan tiga masjid: 1. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi, dengan menghabiskan anggaran sekitar 700 juta rupiah. 2. Masjid Nurul Husna terletak di Dusun Nepawutung, Desa Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupetan Flores Timur, NTT. Jumlah KK satu dusun adalau 44 KK atau terdiri dari 160 jiwa. Desember 2015 terkena Puting Beliung padahal Yayasan Darush Sholihin bekerjasama dengan Yayasan Hode Hama sudah membangun dari awal hingga bagian tengah atas. Rencana anggaran: 250 juta rupiah. 3. Masjid Jami Al-Adha yang merupakan masjid induk Pesantren Darush Sholihin, terletak di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini ingin diperluas di bagian utara, ke kediaman pemilik tanah wakaf (Bapak Muh Sariman). Bangunan baru akan dijadikan dua lantai. Lantai bawah yang sebelumnya rumah, diperluas menjadi sambungan masjid bagian bawah. Sedangkan bagian atas diganti sebagai rumah kediaman karena bagian bawah dipakai sebagai lahan masjid. Perluasan ini bertujuan untuk menampung santri TPA yang sudah mencapai 600-an santri, dan jamaah pengajian rutin Malam Kamis yang sudah mencapai 2000 jama’ah. Rencana anggaran awal: 500 juta rupiah. # Total rencana anggaran tiga masjid di atas adalah 1,45 Milyar rupiah. Bagi yang berminat untuk berdonasi, silakan ditransfer ke rekening: BCA: 8950093791 (Kode: 014) BSM: 3107011155 (Kode: 451) atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal. Setelah transfer diharapkan konfirmasi ke 082313950500 via SMS dengan format: Donasi Masjid DS # Nama Donatur # Alamat Donatur # Bank Tujuan Transfer # Tanggal Transfer # Besar Donasi Contoh konfirmasi: Donasi Masjid Masjid DS # Muhammad # Jogja # BSM # 14/01/2016 # Rp.100.000,- * Anggaran di atas juga akan digunakan untuk renovasi beberapa masjid yang membutuhkan di daerah timur Indonesia dan daerah Gunungkidul. Info Donasi bisa via WA/ SMS/ Telp: 0811267791 (Mas Jarot) Laporan donasi masjid, silakan cek di sini. — Bantuan Anda sangat mendukung sekali dalam dakwah di daerah pedalaman di negeri kita. Semoga Allah berkahi rezekinya. — DarushSholihin.Com Rumaysho.Com Channel Telegram @RumayshoCom • @DarushSholihin Pimpinan Pesantren Darush Sholihin: Muhammad Abduh Tuasikal SHARE YUK! Tagsrenovasi masjid

Kembangkan Lagi Pembangunan Masjid di Ambon (Maluku)

Selama empat hari (4-8 Februari 2016) kami berada di tiga pulau berbeda yaitu Ambon, Haruku (Ori) dan Masohi (Maluku) untuk safari dakwah. Saat safar tersebut kami mendapatkan beberapa kesan mendalam: Pertama: Ternyata di daerah timur sangat-sangat membutuhkan dakwah. Ditambah lagi sangat kurangnya da’i yang mengajak pada sunnah Rasul yang shahihah. Kedua: Sedikit da’i yang mau mengorbankan waktu dan tenaga untuk berdakwah di pedalaman, lebih-lebih untuk menyeberangi lautan dengan kapal atau perahu. Padahal para misionaris sangat semangat untuk menarik umat Islam pada agama mereka hingga di hutan-hutan dan pelosok Indonesia. Ketiga: Da’i banyak menumpuk di kota besar dibanding di daerah maupun pedalaman. Keempat: Banyak yang masuk Islam dalam konflik Maluku sejak 1999 hingga 2004. Sampai ada yang keluarganya mati, anak-anaknya tidak punya rasa dendam malah memilih masuk Islam. Bahkan ada cerita yang kami dengar, seorang cucu pendeta memiliki nama Rudi, masuk Islam dan sudah menghafal 16 juz. Ada lagi satu muallaf yang kami kenal bernama Abdul Kadir (dulu bernama: Stephen) walhamdulillah sudah menghafal 30 juz secara sempurna. Anak-anak tadi, kami berkenalan dengan mereka di Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam di daerah Liang. Kelima: Ada yang masih berpemahaman Atheis yang tidak punya agama terutama di Pulau Seram, yang bisa didakwahi untuk masuk Islam. Dan ini lebih mudah daripada mendakwahi yang dulunya Nashrani. Keenam: Dakwah sangat efisien dan mudah diterima jika disertai dengan memberi bantuan sosial seperti yang dilakukan lewat yayasan kami (Yayasan Darush Sholihin) dengan memberi bantuan mungkena (rukuh) yang sudah diberi label nama masjid, koko untuk pengurus masjid serta penyaluran zakat untuk warga pedalaman. Setelah kunjungan tersebut, karena pentingnya dakwah dengan memberi bantuan sosial, kami bermaksud membuka donasi untuk pembangunan tiga masjid: 1. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi, dengan menghabiskan anggaran sekitar 700 juta rupiah. 2. Masjid Nurul Husna terletak di Dusun Nepawutung, Desa Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupetan Flores Timur, NTT. Jumlah KK satu dusun adalau 44 KK atau terdiri dari 160 jiwa. Desember 2015 terkena Puting Beliung padahal Yayasan Darush Sholihin bekerjasama dengan Yayasan Hode Hama sudah membangun dari awal hingga bagian tengah atas. Rencana anggaran: 250 juta rupiah. 3. Masjid Jami Al-Adha yang merupakan masjid induk Pesantren Darush Sholihin, terletak di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini ingin diperluas di bagian utara, ke kediaman pemilik tanah wakaf (Bapak Muh Sariman). Bangunan baru akan dijadikan dua lantai. Lantai bawah yang sebelumnya rumah, diperluas menjadi sambungan masjid bagian bawah. Sedangkan bagian atas diganti sebagai rumah kediaman karena bagian bawah dipakai sebagai lahan masjid. Perluasan ini bertujuan untuk menampung santri TPA yang sudah mencapai 600-an santri, dan jamaah pengajian rutin Malam Kamis yang sudah mencapai 2000 jama’ah. Rencana anggaran awal: 500 juta rupiah. # Total rencana anggaran tiga masjid di atas adalah 1,45 Milyar rupiah. Bagi yang berminat untuk berdonasi, silakan ditransfer ke rekening: BCA: 8950093791 (Kode: 014) BSM: 3107011155 (Kode: 451) atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal. Setelah transfer diharapkan konfirmasi ke 082313950500 via SMS dengan format: Donasi Masjid DS # Nama Donatur # Alamat Donatur # Bank Tujuan Transfer # Tanggal Transfer # Besar Donasi Contoh konfirmasi: Donasi Masjid Masjid DS # Muhammad # Jogja # BSM # 14/01/2016 # Rp.100.000,- * Anggaran di atas juga akan digunakan untuk renovasi beberapa masjid yang membutuhkan di daerah timur Indonesia dan daerah Gunungkidul. Info Donasi bisa via WA/ SMS/ Telp: 0811267791 (Mas Jarot) Laporan donasi masjid, silakan cek di sini. — Bantuan Anda sangat mendukung sekali dalam dakwah di daerah pedalaman di negeri kita. Semoga Allah berkahi rezekinya. — DarushSholihin.Com Rumaysho.Com Channel Telegram @RumayshoCom • @DarushSholihin Pimpinan Pesantren Darush Sholihin: Muhammad Abduh Tuasikal SHARE YUK! Tagsrenovasi masjid
Selama empat hari (4-8 Februari 2016) kami berada di tiga pulau berbeda yaitu Ambon, Haruku (Ori) dan Masohi (Maluku) untuk safari dakwah. Saat safar tersebut kami mendapatkan beberapa kesan mendalam: Pertama: Ternyata di daerah timur sangat-sangat membutuhkan dakwah. Ditambah lagi sangat kurangnya da’i yang mengajak pada sunnah Rasul yang shahihah. Kedua: Sedikit da’i yang mau mengorbankan waktu dan tenaga untuk berdakwah di pedalaman, lebih-lebih untuk menyeberangi lautan dengan kapal atau perahu. Padahal para misionaris sangat semangat untuk menarik umat Islam pada agama mereka hingga di hutan-hutan dan pelosok Indonesia. Ketiga: Da’i banyak menumpuk di kota besar dibanding di daerah maupun pedalaman. Keempat: Banyak yang masuk Islam dalam konflik Maluku sejak 1999 hingga 2004. Sampai ada yang keluarganya mati, anak-anaknya tidak punya rasa dendam malah memilih masuk Islam. Bahkan ada cerita yang kami dengar, seorang cucu pendeta memiliki nama Rudi, masuk Islam dan sudah menghafal 16 juz. Ada lagi satu muallaf yang kami kenal bernama Abdul Kadir (dulu bernama: Stephen) walhamdulillah sudah menghafal 30 juz secara sempurna. Anak-anak tadi, kami berkenalan dengan mereka di Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam di daerah Liang. Kelima: Ada yang masih berpemahaman Atheis yang tidak punya agama terutama di Pulau Seram, yang bisa didakwahi untuk masuk Islam. Dan ini lebih mudah daripada mendakwahi yang dulunya Nashrani. Keenam: Dakwah sangat efisien dan mudah diterima jika disertai dengan memberi bantuan sosial seperti yang dilakukan lewat yayasan kami (Yayasan Darush Sholihin) dengan memberi bantuan mungkena (rukuh) yang sudah diberi label nama masjid, koko untuk pengurus masjid serta penyaluran zakat untuk warga pedalaman. Setelah kunjungan tersebut, karena pentingnya dakwah dengan memberi bantuan sosial, kami bermaksud membuka donasi untuk pembangunan tiga masjid: 1. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi, dengan menghabiskan anggaran sekitar 700 juta rupiah. 2. Masjid Nurul Husna terletak di Dusun Nepawutung, Desa Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupetan Flores Timur, NTT. Jumlah KK satu dusun adalau 44 KK atau terdiri dari 160 jiwa. Desember 2015 terkena Puting Beliung padahal Yayasan Darush Sholihin bekerjasama dengan Yayasan Hode Hama sudah membangun dari awal hingga bagian tengah atas. Rencana anggaran: 250 juta rupiah. 3. Masjid Jami Al-Adha yang merupakan masjid induk Pesantren Darush Sholihin, terletak di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini ingin diperluas di bagian utara, ke kediaman pemilik tanah wakaf (Bapak Muh Sariman). Bangunan baru akan dijadikan dua lantai. Lantai bawah yang sebelumnya rumah, diperluas menjadi sambungan masjid bagian bawah. Sedangkan bagian atas diganti sebagai rumah kediaman karena bagian bawah dipakai sebagai lahan masjid. Perluasan ini bertujuan untuk menampung santri TPA yang sudah mencapai 600-an santri, dan jamaah pengajian rutin Malam Kamis yang sudah mencapai 2000 jama’ah. Rencana anggaran awal: 500 juta rupiah. # Total rencana anggaran tiga masjid di atas adalah 1,45 Milyar rupiah. Bagi yang berminat untuk berdonasi, silakan ditransfer ke rekening: BCA: 8950093791 (Kode: 014) BSM: 3107011155 (Kode: 451) atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal. Setelah transfer diharapkan konfirmasi ke 082313950500 via SMS dengan format: Donasi Masjid DS # Nama Donatur # Alamat Donatur # Bank Tujuan Transfer # Tanggal Transfer # Besar Donasi Contoh konfirmasi: Donasi Masjid Masjid DS # Muhammad # Jogja # BSM # 14/01/2016 # Rp.100.000,- * Anggaran di atas juga akan digunakan untuk renovasi beberapa masjid yang membutuhkan di daerah timur Indonesia dan daerah Gunungkidul. Info Donasi bisa via WA/ SMS/ Telp: 0811267791 (Mas Jarot) Laporan donasi masjid, silakan cek di sini. — Bantuan Anda sangat mendukung sekali dalam dakwah di daerah pedalaman di negeri kita. Semoga Allah berkahi rezekinya. — DarushSholihin.Com Rumaysho.Com Channel Telegram @RumayshoCom • @DarushSholihin Pimpinan Pesantren Darush Sholihin: Muhammad Abduh Tuasikal SHARE YUK! Tagsrenovasi masjid


Selama empat hari (4-8 Februari 2016) kami berada di tiga pulau berbeda yaitu Ambon, Haruku (Ori) dan Masohi (Maluku) untuk safari dakwah. Saat safar tersebut kami mendapatkan beberapa kesan mendalam: Pertama: Ternyata di daerah timur sangat-sangat membutuhkan dakwah. Ditambah lagi sangat kurangnya da’i yang mengajak pada sunnah Rasul yang shahihah. Kedua: Sedikit da’i yang mau mengorbankan waktu dan tenaga untuk berdakwah di pedalaman, lebih-lebih untuk menyeberangi lautan dengan kapal atau perahu. Padahal para misionaris sangat semangat untuk menarik umat Islam pada agama mereka hingga di hutan-hutan dan pelosok Indonesia. Ketiga: Da’i banyak menumpuk di kota besar dibanding di daerah maupun pedalaman. Keempat: Banyak yang masuk Islam dalam konflik Maluku sejak 1999 hingga 2004. Sampai ada yang keluarganya mati, anak-anaknya tidak punya rasa dendam malah memilih masuk Islam. Bahkan ada cerita yang kami dengar, seorang cucu pendeta memiliki nama Rudi, masuk Islam dan sudah menghafal 16 juz. Ada lagi satu muallaf yang kami kenal bernama Abdul Kadir (dulu bernama: Stephen) walhamdulillah sudah menghafal 30 juz secara sempurna. Anak-anak tadi, kami berkenalan dengan mereka di Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam di daerah Liang. Kelima: Ada yang masih berpemahaman Atheis yang tidak punya agama terutama di Pulau Seram, yang bisa didakwahi untuk masuk Islam. Dan ini lebih mudah daripada mendakwahi yang dulunya Nashrani. Keenam: Dakwah sangat efisien dan mudah diterima jika disertai dengan memberi bantuan sosial seperti yang dilakukan lewat yayasan kami (Yayasan Darush Sholihin) dengan memberi bantuan mungkena (rukuh) yang sudah diberi label nama masjid, koko untuk pengurus masjid serta penyaluran zakat untuk warga pedalaman. Setelah kunjungan tersebut, karena pentingnya dakwah dengan memberi bantuan sosial, kami bermaksud membuka donasi untuk pembangunan tiga masjid: 1. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi, dengan menghabiskan anggaran sekitar 700 juta rupiah. 2. Masjid Nurul Husna terletak di Dusun Nepawutung, Desa Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupetan Flores Timur, NTT. Jumlah KK satu dusun adalau 44 KK atau terdiri dari 160 jiwa. Desember 2015 terkena Puting Beliung padahal Yayasan Darush Sholihin bekerjasama dengan Yayasan Hode Hama sudah membangun dari awal hingga bagian tengah atas. Rencana anggaran: 250 juta rupiah. 3. Masjid Jami Al-Adha yang merupakan masjid induk Pesantren Darush Sholihin, terletak di Dusun Warak, Desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini ingin diperluas di bagian utara, ke kediaman pemilik tanah wakaf (Bapak Muh Sariman). Bangunan baru akan dijadikan dua lantai. Lantai bawah yang sebelumnya rumah, diperluas menjadi sambungan masjid bagian bawah. Sedangkan bagian atas diganti sebagai rumah kediaman karena bagian bawah dipakai sebagai lahan masjid. Perluasan ini bertujuan untuk menampung santri TPA yang sudah mencapai 600-an santri, dan jamaah pengajian rutin Malam Kamis yang sudah mencapai 2000 jama’ah. Rencana anggaran awal: 500 juta rupiah. # Total rencana anggaran tiga masjid di atas adalah 1,45 Milyar rupiah. Bagi yang berminat untuk berdonasi, silakan ditransfer ke rekening: BCA: 8950093791 (Kode: 014) BSM: 3107011155 (Kode: 451) atas nama: Muhammad Abduh Tuasikal. Setelah transfer diharapkan konfirmasi ke 082313950500 via SMS dengan format: Donasi Masjid DS # Nama Donatur # Alamat Donatur # Bank Tujuan Transfer # Tanggal Transfer # Besar Donasi Contoh konfirmasi: Donasi Masjid Masjid DS # Muhammad # Jogja # BSM # 14/01/2016 # Rp.100.000,- * Anggaran di atas juga akan digunakan untuk renovasi beberapa masjid yang membutuhkan di daerah timur Indonesia dan daerah Gunungkidul. Info Donasi bisa via WA/ SMS/ Telp: 0811267791 (Mas Jarot) Laporan donasi masjid, silakan cek di sini. — Bantuan Anda sangat mendukung sekali dalam dakwah di daerah pedalaman di negeri kita. Semoga Allah berkahi rezekinya. — DarushSholihin.Com Rumaysho.Com Channel Telegram @RumayshoCom • @DarushSholihin Pimpinan Pesantren Darush Sholihin: Muhammad Abduh Tuasikal SHARE YUK! Tagsrenovasi masjid

PERCERAIAN !!

Oleh : As-Syaikh Ali Al-Hudzaifi hafizohullah(Khutbah Jum’at Mesjid Nabawi 3/5/1437 H – 12/2/2016 M)Khotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan segalanya berpasang-pasang, dari apapun yang tumbuh di bumi, dari diri mereka dan dari apa saja yang tidak mereka ketahui. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan berbuat kebajikan dan melakukan pebaikan serta melarang berbuat kerusakan dengan firmanNya :وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ“Dan lakukanlah perbaikan dan jangan ikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS Al-A’raf : 142)Allah Subhanahu wata’ala membuat perundang-undangan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kemanfaatan serta mencegah kerusakan dan kemudaratan  terhadap hak-hak manusia. Aku memuji Tuhanku dan bersyukur kepadaNya, aku bertobat dan memohon ampunNya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Dia yang Maha kaya, tidak membutuhkan mahluk semesta alam. Dan aku bersaksi bahawa nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hambaNya dan rasulNya yang jujur dan terpercaya. Ya Allah, sampaikanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya…Bertakwalah kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian. Tidak akan beruntung seseorang dalam kehidupannya dan sesudah matinya kecuali dengan ketakwaannya. Dan tidak ada seorang pun yang celaka dan merugi kecuali karena menuruti kemauan hawa nafsunya.Wahai manusia!Ingatlah kalian pada permulaan penciptaan diri kalian, membiaknya jumlah kalian baik lelaki maupun perempuan yang berasal dari satu jiwa. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan dari padanya pasangannya, sebagaimana firmanNya :يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ  [ النساء:1](Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak). Qs An-Nisa : 1هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَاۖ  [ الأعراف / 189](Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya). Qs Al-A’raf : 189Telah berlaku sunnatullah dan hukum syariat Allah bahwa lelaki berpasangan dengan perempuan melalui akad nikah secara sah untuk membina rumah tangga demi terpenuhinya tuntutan fitrah dan insting kemanusiaan melalui saluran pernikahan, bukan saluran lain di luar pernikahan.Maka pernikahan merupakan sarana terpeliharanya kehormatan, keberkahan, pertumbuhan, kesucian, bertambahnya rezeki, bersihnya hati, kesinambungan usia dengan keturunan yang shalih. Sementara hubungan di luar nikah dan perzinaan adalah suatu kebusukan,  penyakit hati, kerusakan mental pria dan wanita, kehinaan karena maksiat, petaka kehidupan, hilangnya keberkahan dan turunnya kualitas generasi.Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw ketika malam Isra’ dan Mi’raj, melihat berbagai keajaiban dan keanehan sebagaimana yang beliau tuturkan.ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ تُرضَخ رُءُوسُهُمْ بِالصَّخْرِ، كُلَّمَا رُضخت عَادَتْ كَمَا كَانَتْ، وَلَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ تَتَثَاقَلُ رُءُوسُهُمْ عَنِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ عَلَى أَقْبَالِهِمْ رِقَاعٌ، وَعَلَى أَدْبَارِهِمْ رِقَاعٌ يَسْرَحُونَ كَمَا تَسْرَحُ الْإِبِلُ وَالنَّعَمُ، وَيَأْكُلُونَ الضَّرِيعَ وَالزَّقُّومَ وَرَضْفَ جَهَنَّمَ وَحِجَارَتَهَا، قَالَ : ” مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ لَا يُؤَدُّونَ صَدَقَاتِ أَمْوَالِهِمْ، وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ شَيْئًا وَمَا اللَّهُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ لحم نضيج في قدر  ولحم نيئ في قدر خبيث، فجعلوا يأكلون من النيئ الْخَبِيثِ وَيَدَعُونَ النَّضِيجَ الطَّيِّبَ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” فَقَالَ: هَذَا الرَّجُلُ مِنْ أُمَّتِكَ، تَكُونُ عِنْدَهُ الْمَرْأَةُ الْحَلَالُ الطَّيِّبَةُ، فَيَأْتِي امْرَأَةً خَبِيثَةً فَيَبِيتُ عِنْدَهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَالْمَرْأَةُ تَقُومُ مِنْ عِنْدِ زَوْجِهَا حَلَالًا طَيِّبًا، فَتَأْتِي رَجُلًا خَبِيثًا فَتَبِيتُ مَعَهُ حَتَّى تُصْبِحَ .Nabi saw menghampiri suatu kaum yang membentur-benturkan kepala dengan batu besar, setiap kali hancur kembalilah kepala mereka itu seperti sedia kala, dan hal itu berlangsung terus menerus tidak henti-hentinya. Nabi saw bertanya kepada Jibril a.s. yang kemudian dijawabnya : Mereka adalah orang-orang yang terasa berat kepalanya ketika hendak melakukan shalat wajib. Kemudian Nabi saw menghampiri kaum yang lain, di qubul mereka ada tambalan dan di dubur mereka pun ada tambalan, mereka mengais-ngais makanan kayu berduri dan buah sangat pahit di atas batu panas neraka seperti lahapnya binatang ternak memakan. Aku bertanya : Apa yang terjadi pada mereka itu wahai Jibril ? Jawabnya : mereka adalah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta benda. Allah tidak menzalimi mereka, Allah tidak mungkin menzalimi para hamba.Kemudiam Nabi datang menghampiri sekelompok kaum lainnya; di depan mereka terdapat daging matang  dalam periuk dan lainnya daging mentah yang telah busuk, namun mereka dengan lahap memakan daging yang busuk itu dan meninggalkan daging yang matang dan sedap. Nabi- shallallahu alaihi wa sallam – bertanya : Wahai Jibril, siapakah sebenarnya mereka itu ? Jawabnya : Itu gambaran  lelaki dari kalangan umatmu yang beralih dari istrinya yang halal untuk mendatangi wanita yang asusila lalu bermalam (tidur) di tempatnya hingga pagi hari. Itu pula gambaran wanita yang meninggalkan suaminya yang sah / halal dan baik untuk mendatangi lelaki lain yang buruk perilakunya lalu tidur bersamanya hingga pagi hari” . HR Ibnu Jarir dalam Tafsirnya.Dalam hadis Sa’ad Bin Sinan Alkhudzri r.a. dari Nabi saw ketika Isra’ dan  mi’raj beliau bercerita :ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً ، فَإِذَا أَنَا بِأَخْوِنَةٍ عَلَيْهَا لَحْمٌ مُشَرَّحٌ لَيْسَ يَقْرَبُهَا أَحَدٌ، وَإِذَا أَنَا بأخْوِنَة أُخْرَى عَلَيْهَا لَحْمٌ قَدْ أَرْوَحَ وَأَنْتَنَ، عِنْدَهَا أُنَاسٌ يَأْكُلُونَ مِنْهَا، قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ مِنْ أَمَّتِكَ يَتْرُكُونَ الْحَلَالَ وَيَأْتُونَ  الْحَرَامَ.”قَالَ: “ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً، فَإِذَا أَنَا بِأَقْوَامٍ بُطُونُهُمْ أَمْثَالُ الْبُيُوتِ، كُلَّمَا نَهَضَ أَحَدُهُمْ خَرَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ، لَا تُقِمِ السَّاعَةَ”، قَالَ: “وَهُمْ عَلَى سَابِلَةِ آلِ فِرْعَوْنَ”. قَالَ: “فَتَجِيءُ السَّابِلَةُ فَتَطَؤُهُمْ”. قَالَ: “فَسَمِعْتُهُمْ يَضِجُّونَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ”. قَالَ: “قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ من أمتك {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ}“Lalu melanjutkan perjalanan sebentar, saat tiba-tiba aku melihat nampan berisi daging dendeng, sayangnya di situ tidak ada seorangpun yang mendekat, lalu aku melihat nampan lainnya berisi daging busuk dikerumuni banyak orang yang memakannya. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawab Jibril : Mereka adalah sekelompok umatmu yang meninggalkan sesuatu yang jelas halal tapi mereka memilih yang haram. Beliau melanjutkan kisahnya  : Tidak lama kemudian, tiba-tiba aku menjumpai suatu kaum yang perutnya seperti rumah, setiap kali salah seorang dari mereka hendak bangkit setiap itu pula tersungkur. Ia berkata : Ya Tuhan, Janganlah engkau datangkan hari kiamat.  Mereka itu di jalan yang akan ditempuh para pengikut Firaun.  Maka datanglah para pengikut Fir’aun lalu mereka terinjak-injak oleh para pengikut Fir’aun. Maka akupun mendengar mereka meraung-raung meminta pertolongan kepada Allah. Nabi bersabda : Aku bertanya,  wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawabnya :  Mereka adalah dari umatmu pemakan riba”.ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ  [ البقرة / 275 ](Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila). Qs Albaqarah 275. (HR al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah)Kehidupan rumah tangga merupakan wadah  untuk mengasuh keturunan, memberikan kasih sayang dan mendidik mereka, wahana curahan rasa kebapakan dan keibuan dalam mempersiapkan generasi penerus untuk memikul beban kehidupan, memberikan kemanfaatan dan memajukan masyarakat dalam segala urusan, menuju budi pekerti yang mulia, mencegah pekerti yang tercela, mendidik mereka beramal shalih untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.Dengan begitu anak-anak meneladani apa yang dilihatnya, dan mendapatkan terpengaruh dari apa yang disaksikan dan didengarnya meskipun mereka belum mampu membaca sejarah dan mengambil hikmah serta keteladanan dari yang tersirat dari sejarah.Akad pernikahan merupakan suatu janji setia yang amat agung,  ikatan yang sangat kuat dan hubungan yang erat dan kokoh. Firman Allah :وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٖ مَّكَانَ زَوۡجٖ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارٗا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡ‍ًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا . وَكَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُۥ وَقَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُكُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا  [ النساء / 20 – 21 ](Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata.Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah menggauli yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat ). Qs An-Nisa : 20-21Para pakar tafsir berkomentar, “Mitsaq” yang dimaksudkan adalah akad nikah yang di dalamnya tercakup berbagai kemaslahatan dan kemanfaatan bagi suami istri, bagi anak-anak, bagi kerabat dari pihak suami dan istri, bagi masyarakat luas dan berbagai kemaslahatan lainnya dalam kehidupan dunia dan akhirat yang tidak terhitung jumlahnya.Merusak akad nikah, membatalkan perjanjian setia dan memutuskan ikatan suami istri dengan perceraian akan menghancurkan seluruh kemaslahatan dan kemanfaatan tersebut, hal itu dapat menjerumuskan suami ke dalam kancah fitnah yang mengancam agamanya, dunianya dan kesehatannya, juga menjerumuskan istri yang diceraikan ke dalam fitnah yang lebih dahsyat dari pada yang dihadapi suami.  Lantaran wanita itu tidak mampu bangkit memulihkan kembali kehidupannya seperti semula, maka ia hidup dalam penyesalan terutama pada masa sekarang yang jarang ditemukan orang yang peduli terhadap kondisinya, anak-anak terlantar dan menghadapi kehidupan yang keras dan berbeda dengan kehidupan mereka sebelumnya ketika dalam pengayoman kedua orang tua, akhirnya mereka kehilangan keceriaan dan kegembiraan dalam kehidupan mereka. Di kala itulah mereka rawan terhadap berbagai penyimpangan dan terancam oleh aneka macam penyakit.Masyarakat pun terganggu oleh dampak negatif akibat perceraian yang muncul, demikian juga semakin kuat pemutusan tali kekerabatan.  Betapapun dilakukan penghitungan statistik tentang dampak negatif perceraian, tetap saja masih banyak yang tidak tercatat. Maka patutlah disadari dampak negatif perceraian itu dan kemunculan aneka ragam kemudaratan yang ditimbulkannya dalam skala sempit dan luas.Renungkanlah hadis Jabir r.a. dari nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ فَيَلْتَزِمهُ . رواه مسلم “Sesungguhnya iblis menempatkan singgasananya di atas air. Dia mengutus pasukan dan prajuritnya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling mampu menggoda. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan begini dan begitu.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya tidak biarkan dia sehingga saya berhasil menceraikannya dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu. maka syaitan tersebut menemani Iblis.” HR. Muslim.Sebagian orang menggampangkan perceraian (talak), dianggapnya enteng urusan perceraian itu, akhirnya dia terjerumus dalam kondisi yang membahayakan dengan berbagai keburukan, selain dapat menjerumuskan orang lain terjatuh pada seperti yang menimpa dirinya.Zaman sekarang banyak kasus perceraian hanya karena faktor yang remeh, atau karena alasan yang sepele. Pemicu perceraian zaman sekarang cukup banyak, yang paling dominan adalah kebodohan (ketidak tahuan) tentang hukum syariat terkait perceraian (talak) dan tidak adanya pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah, meskipun syariat Islam itu sendiri telah memberikan perhatian yang sedemikian rupa terhadap akad pernikahan untuk menjaganya, melindunginya dan memagarinya dengan baik agar tidak retak, tidak runtuh dan tidak goyah diterpa badai hawa nafsu.Karena bisa jadi penyebab perceraian itu datang dari pihak suami dan bisa jadi pula datang dari pihak istri, bahkan kemungkinan datangnya dari sebagian kerabat masing-masing. Maka syariat Islam dalam menangani setiap kasus perceraian melihat seluruh kemungkinan penyebabnya. Allah –subhanahu wa ta’ala- dalam Al-Qur’an memerintahkan pihak suami agar menghormati akad pernikahan. Firman Allah :وَلَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارٗا لِّتَعۡتَدُواْۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗاۚ [ البقرة / 231 ](Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan). Qs Al-Baqarah : 231Dan firman Allah  :وَلَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيۡهِنَّ دَرَجَةٞۗ  [ البقرة / 228]( Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan). Qs Albaqarah : 228Para pakar tafsir berkata : “Wanita (istri) berhak mendapatkan haknya dari lelaki (suami) sama dengan lelaki (suami) berhak mendapatkan haknya dari wanita (istri) terkait dengan kewajiban memberikan perlakuan yang baik satu sama lain, namun lelaki mengungguli wanita dalam kepemimpinan rumah tangga. Maka lelaki berkewajiban memberikan perlakuan yang ma’ruf dan baik kepada istrinya. Jika ada perilaku istri yang tidak berkenan di hati, maka hendaklah bersabar, bisa jadi kondisi akan berubah menjadi lebih baik, atau boleh jadi  ia akan dikaruniai dari istri tersebut keturunan yang shalih, di samping mendapatkan pahala atas kesabarannya bersamanya. Firman Allah :وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا [ النساء / 19 ]“Dan pergauilah mereka dengan cara yang sepatutnya. Kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19 )Dan wajib atas suami dan istri untuk menyelesaikan problematika mereka sejak awal munculnya, maka masing-masing berusaha melakukan apa yang paling disukai oleh pasangannya, dan masing-masing menjauhi perkara-perkara yang tidak disukai oleh pasangannya. Dan ini merupakan perkara yang mudah –sebagaimana tidak samar lagi-. Dan diantara sebab langgengnya kehidupan rumah tangga adalah turus sertanya orang-orang yang baik dan memperbaiki dalam mendamaikan antara pasangan suami istri, sehingga masing-masing pasangan memperoleh haknya yang wajib yang ditunaikan oleh pasangannya. Allah berfirman :وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا  [ النساء / 35 ]“Dan jika kamu khawatirkan ada persengkataan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga istri. Jika kedua orang hakam tersebut bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS An-Nisaa : 35)Diantara faktor yang melanggengkan pernikahan dan kebahagiaannya adalah sabar dan memaafkan. Maka pahitnya sedikit kesabaran akan mendatangkan manisnya kebahagiaan yang panjang. Dan tidak ada yang sehebat kesabaran dalam menghadapi perkara-perkara yang dibenci. Allah berfirman :إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ [ الزمر /10]“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS Az-Zumar : 10)Saling pengertian dan memaafkan akan menghiasi kehidupan dan memberikan pakaian kebahagiaan, kegembiraan, dan keindahan, serta menyembuhkan luka kehidupan rumah tangga. Saling pengertian dan memaafkan adalah perkara yang sangat penting (primer) dalam menjalani kehidupan terlebih lagi kehidupan rumah tangga. Dan jika pada kebutuhan-kebutuhan sekunder atau keperluan yang bisa ditunda maka pengertian dalam hal ini lebih bagi kedua pasutri.  Dan di zaman sekarang ini sungguh telah melelahkan banyak suami dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dan menjalankannya bahkan meskipun dalam kebutuhan-kebutuhan yang sekunder.Dan menuntut dipenuhinya seluruh hak masing-masing pasutri (pasangan suami istri) dan tidak adanya saling pengertian  dan saling memaafkan akan menimbulkan sikap menjauh dan saling membenci antara pasutri.Ruh dari kehidupan berumah tangga adalah adanya kerjasama dan saling mengasihi. Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [ التغابن / 14]“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taghobun : 14)Dan yang dimaksud dengan “musuh” dalam ayat ini adalah sikap memperlambat (menggembosi) dalam berbuat kebajikan, atau sang istri tidak membantunya atau mencegahnya dari berbuat kebajikan. Dan Allah berfirman :خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [ الأعراف / 199]“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang untuk mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS Al-A’roof : 199).Dan diantara sebabnya langgengnya kehidupan rumah tangga adalah seorang suami berusaha memperbaiki sikap-sikap istrinya yang bengkok dengan cara yang diperbolehkan dan diizinkan oleh syari’at. Allah berfirman :فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا [ النساء/34]“Sebab itu maka wanita-wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”(QS An-Nisaa : 34)Dan wajib bagi para hakim untuk mendamaikan pasutri pada kasus-kasus yang diangkat ke hadapan mereka sehingga tercapailah kesepakatan antara pasutri dan tidak terjadinya perceraian.Hak seorang istri atas suaminya adalah mempergaulinya dengan cara yang baik, menyiapkan tempat tinggal yang sepadan untuk selevel istrinya, memberi nafkah dan pakaian, berbuat baik kepadanya, tidak mengganggunya dan memberi kemudorotan kepadanya. Dan bisa jadi sebab perceraian adalah dari pihak istri yang buruk lisannya dan jelek akhlaknya serta kebodohannya. Maka wajib bagi sang istri untuk memperbaiki akhlaknya dan taat kepada suaminya serta berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anaknya dan tarbiah yang tepat.Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا : اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ،“Jika seorang wanita sholat lima waktu, dan puasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau sukai” (HR Ahmad dan ini adalah hadits yang hasan)Wajib bagi wanita untuk melayani suaminya dengan baik sebagai bentuk meneladani para shohabiyat –semoga Allah meridoi mereka-. Dan sungguh indah seorang istri ikut dalam merasakan kegembiraan suaminya, atau tatkala lagi sedihnya. Dan hendaknya ia membantu suaminya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.Diantara sebab perceraian adalah ikut campurnya kerabat salah satu dari pasutri dalam urusan rumah tangga mereka, atau kerabat dari kedua pasutri. Maka hendaknya mereka takut kepada Allah dan hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lurus. Dalam hadits :لَعَنَ اللهُ مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ زَوْجًا عَلَى زَوْجَتِهِ“Allah melaknat orang yang menipu (seingga merusak) seorang wanita terhadap suaminya atau merusak suaminya terhadap istrinya”Wajib atas istri untuk menunaikan hak kerabat suaminya, terlebih lagi kedua orang tua suaminya. Dan wajib atas suami untuk menunaikan hak kerabat istrinya. Dan sering sekali karena kurang dalam menunaikan hak kerabat istri menjadi sebab terjadinya perceraian.          Diantara sebab perceraian adalah terus menonton tayangan sinetron televisi yang merusak akhlak, atau melihat situs-situs yang haram yang menyebarkan kerusakan. Dan diantara sebab perceraian adalah keluarnya istri dari rumah tanpa izin suami, dan tidak halal bagi seorang istri untuk keluar rumah kecuali dengan izin suaminya, karena suaminya yang menimbang antara kemaslahatan dan kemudorotan.Jika tidak mungkin dilakukan sebab-sebab langgengnya kehidupan rumah tangga  maka Allah telah menghalalkan untuk melakukan perceraian. Dalam hadits :أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)”Maka sang suami menjatuhkan talak dengan talak yang sesuai syari’at setelah menimbang dan tidak terburu-buru, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ [ الطلاق/1]“Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu iddah itu” (QS At-Tholaq : 1)Para ahli tafsir berkata yaitu sang suami menceraikan istrinya pada saat sang wanita dalam kondisi suci dan belum ia gauli, dengan menjatuhkan talak satu. Jika sang suami mau kembali (rujuk) kepada sang istrinya di masa iddahnya, jika tidak maka ia tinggalkan sang wanita hingga selesai masa iddahnya lalu keluarlah sang wanita dari “status istrinya”.Dan menjatuhkan cerai dengan cara seperti ini membuka pintu harapan untuk adanya rujuk demi kelanggengan kehidupan rumah tangga, atau dengan akad nikah yang baru disertai mahar jika setelah selesai masa iddah. Maka lihatlah kepada penekanan penjagaan akad pernikahan dan penjagaannya dalam syari’at yang lurus ini, dan lihatlah dengan sikap meremehkan perceraian di zaman ini yang mendatangkan akibat-akibat yang menyedihkan.Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَ [ النور/21]“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (QS An-Nuur : 21)Semoga Allah memberi keberkahan bagiku dan bag kalian dalam al-Qur’an yang agung….===========Khotbah Kedua          Segala puji bati Allah Penguasa alam semesta, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah telah mensyari’atkan aturan-ataran dengan ilmu dan hikmah dan kasih sayangNya. Maka maha suci Allah Sesembahan Yang Agung. Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagiNya, Yang Maha berilmu dan Maha Bijak. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya yang mulia. Ya Allah curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang berpegang teguh dengan syari’atnya yang lurus.Selanjutnya…, Maka bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan berpeganglah dengan tali Islam yang kuat.Hamba-hamba Allah sekalian, Allah Azza wa Jalla berfirman :وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [المائدة/2]“Dan saling tolong menolonglah kalian dalak kebajikan dan ketakwaan dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya siksaanNya sangatlah pedih” (QS Al-Maidah : 2)Kaum muslimin sekalian,Sekarang ini perceraian menjadi suatu perkataan yang mengalir keluar dari mulut sebagian pemuda tanpa memperhatikan hak-hak anak dan kerabat, dan tanpa memandang seorangpun. Dan terkadang ia mengucapkan talak berulang-ulang dalam waktu yang berbeda-beda, dan terkadang ia jatuhkan talak berulang-ulang dalam satu waktu, setelah itu iapun mencari-cari fatwa-fatwa. Dan terkadang ia melakukan hilah (tipu muslihat)  dan terkadang seluruh jalan telah tertutup baginya lalu iapun menyesal dengan penyesalan yang tidak bermanfaat. Padahal Allah ta’ala berfirman :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب [ الطلاق/2-3]“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan akan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka” (QS At-Tholaq : 2-3)Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dalam menjatuhkan cerai sesuai dengan metode yang sesuai syari’at maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar.Barangsiapa yang menghormati akad tali pernikahan dan tidak meremehkannya maka Allah akan memberkahinya dalam pernikahannya serta ia akan meraih kesudahannya yang indah.Ada sebagian kondisi talak yang khusus dan dalam kondisi-kondisi tertentu dimana talak tersebut adalah dosa seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Ayyub :إِنَّ طَلاَقَ أُمَّ أَيُّوْبَ لَحُوْبٌ“Sesungguhnya menceraikan ummu Ayyub adalah dosa”Hamba-hamba Allah sekalian,Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian dan bersalamlah kepada Nabi.====  Doa  ====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

PERCERAIAN !!

Oleh : As-Syaikh Ali Al-Hudzaifi hafizohullah(Khutbah Jum’at Mesjid Nabawi 3/5/1437 H – 12/2/2016 M)Khotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan segalanya berpasang-pasang, dari apapun yang tumbuh di bumi, dari diri mereka dan dari apa saja yang tidak mereka ketahui. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan berbuat kebajikan dan melakukan pebaikan serta melarang berbuat kerusakan dengan firmanNya :وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ“Dan lakukanlah perbaikan dan jangan ikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS Al-A’raf : 142)Allah Subhanahu wata’ala membuat perundang-undangan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kemanfaatan serta mencegah kerusakan dan kemudaratan  terhadap hak-hak manusia. Aku memuji Tuhanku dan bersyukur kepadaNya, aku bertobat dan memohon ampunNya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Dia yang Maha kaya, tidak membutuhkan mahluk semesta alam. Dan aku bersaksi bahawa nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hambaNya dan rasulNya yang jujur dan terpercaya. Ya Allah, sampaikanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya…Bertakwalah kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian. Tidak akan beruntung seseorang dalam kehidupannya dan sesudah matinya kecuali dengan ketakwaannya. Dan tidak ada seorang pun yang celaka dan merugi kecuali karena menuruti kemauan hawa nafsunya.Wahai manusia!Ingatlah kalian pada permulaan penciptaan diri kalian, membiaknya jumlah kalian baik lelaki maupun perempuan yang berasal dari satu jiwa. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan dari padanya pasangannya, sebagaimana firmanNya :يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ  [ النساء:1](Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak). Qs An-Nisa : 1هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَاۖ  [ الأعراف / 189](Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya). Qs Al-A’raf : 189Telah berlaku sunnatullah dan hukum syariat Allah bahwa lelaki berpasangan dengan perempuan melalui akad nikah secara sah untuk membina rumah tangga demi terpenuhinya tuntutan fitrah dan insting kemanusiaan melalui saluran pernikahan, bukan saluran lain di luar pernikahan.Maka pernikahan merupakan sarana terpeliharanya kehormatan, keberkahan, pertumbuhan, kesucian, bertambahnya rezeki, bersihnya hati, kesinambungan usia dengan keturunan yang shalih. Sementara hubungan di luar nikah dan perzinaan adalah suatu kebusukan,  penyakit hati, kerusakan mental pria dan wanita, kehinaan karena maksiat, petaka kehidupan, hilangnya keberkahan dan turunnya kualitas generasi.Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw ketika malam Isra’ dan Mi’raj, melihat berbagai keajaiban dan keanehan sebagaimana yang beliau tuturkan.ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ تُرضَخ رُءُوسُهُمْ بِالصَّخْرِ، كُلَّمَا رُضخت عَادَتْ كَمَا كَانَتْ، وَلَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ تَتَثَاقَلُ رُءُوسُهُمْ عَنِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ عَلَى أَقْبَالِهِمْ رِقَاعٌ، وَعَلَى أَدْبَارِهِمْ رِقَاعٌ يَسْرَحُونَ كَمَا تَسْرَحُ الْإِبِلُ وَالنَّعَمُ، وَيَأْكُلُونَ الضَّرِيعَ وَالزَّقُّومَ وَرَضْفَ جَهَنَّمَ وَحِجَارَتَهَا، قَالَ : ” مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ لَا يُؤَدُّونَ صَدَقَاتِ أَمْوَالِهِمْ، وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ شَيْئًا وَمَا اللَّهُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ لحم نضيج في قدر  ولحم نيئ في قدر خبيث، فجعلوا يأكلون من النيئ الْخَبِيثِ وَيَدَعُونَ النَّضِيجَ الطَّيِّبَ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” فَقَالَ: هَذَا الرَّجُلُ مِنْ أُمَّتِكَ، تَكُونُ عِنْدَهُ الْمَرْأَةُ الْحَلَالُ الطَّيِّبَةُ، فَيَأْتِي امْرَأَةً خَبِيثَةً فَيَبِيتُ عِنْدَهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَالْمَرْأَةُ تَقُومُ مِنْ عِنْدِ زَوْجِهَا حَلَالًا طَيِّبًا، فَتَأْتِي رَجُلًا خَبِيثًا فَتَبِيتُ مَعَهُ حَتَّى تُصْبِحَ .Nabi saw menghampiri suatu kaum yang membentur-benturkan kepala dengan batu besar, setiap kali hancur kembalilah kepala mereka itu seperti sedia kala, dan hal itu berlangsung terus menerus tidak henti-hentinya. Nabi saw bertanya kepada Jibril a.s. yang kemudian dijawabnya : Mereka adalah orang-orang yang terasa berat kepalanya ketika hendak melakukan shalat wajib. Kemudian Nabi saw menghampiri kaum yang lain, di qubul mereka ada tambalan dan di dubur mereka pun ada tambalan, mereka mengais-ngais makanan kayu berduri dan buah sangat pahit di atas batu panas neraka seperti lahapnya binatang ternak memakan. Aku bertanya : Apa yang terjadi pada mereka itu wahai Jibril ? Jawabnya : mereka adalah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta benda. Allah tidak menzalimi mereka, Allah tidak mungkin menzalimi para hamba.Kemudiam Nabi datang menghampiri sekelompok kaum lainnya; di depan mereka terdapat daging matang  dalam periuk dan lainnya daging mentah yang telah busuk, namun mereka dengan lahap memakan daging yang busuk itu dan meninggalkan daging yang matang dan sedap. Nabi- shallallahu alaihi wa sallam – bertanya : Wahai Jibril, siapakah sebenarnya mereka itu ? Jawabnya : Itu gambaran  lelaki dari kalangan umatmu yang beralih dari istrinya yang halal untuk mendatangi wanita yang asusila lalu bermalam (tidur) di tempatnya hingga pagi hari. Itu pula gambaran wanita yang meninggalkan suaminya yang sah / halal dan baik untuk mendatangi lelaki lain yang buruk perilakunya lalu tidur bersamanya hingga pagi hari” . HR Ibnu Jarir dalam Tafsirnya.Dalam hadis Sa’ad Bin Sinan Alkhudzri r.a. dari Nabi saw ketika Isra’ dan  mi’raj beliau bercerita :ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً ، فَإِذَا أَنَا بِأَخْوِنَةٍ عَلَيْهَا لَحْمٌ مُشَرَّحٌ لَيْسَ يَقْرَبُهَا أَحَدٌ، وَإِذَا أَنَا بأخْوِنَة أُخْرَى عَلَيْهَا لَحْمٌ قَدْ أَرْوَحَ وَأَنْتَنَ، عِنْدَهَا أُنَاسٌ يَأْكُلُونَ مِنْهَا، قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ مِنْ أَمَّتِكَ يَتْرُكُونَ الْحَلَالَ وَيَأْتُونَ  الْحَرَامَ.”قَالَ: “ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً، فَإِذَا أَنَا بِأَقْوَامٍ بُطُونُهُمْ أَمْثَالُ الْبُيُوتِ، كُلَّمَا نَهَضَ أَحَدُهُمْ خَرَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ، لَا تُقِمِ السَّاعَةَ”، قَالَ: “وَهُمْ عَلَى سَابِلَةِ آلِ فِرْعَوْنَ”. قَالَ: “فَتَجِيءُ السَّابِلَةُ فَتَطَؤُهُمْ”. قَالَ: “فَسَمِعْتُهُمْ يَضِجُّونَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ”. قَالَ: “قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ من أمتك {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ}“Lalu melanjutkan perjalanan sebentar, saat tiba-tiba aku melihat nampan berisi daging dendeng, sayangnya di situ tidak ada seorangpun yang mendekat, lalu aku melihat nampan lainnya berisi daging busuk dikerumuni banyak orang yang memakannya. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawab Jibril : Mereka adalah sekelompok umatmu yang meninggalkan sesuatu yang jelas halal tapi mereka memilih yang haram. Beliau melanjutkan kisahnya  : Tidak lama kemudian, tiba-tiba aku menjumpai suatu kaum yang perutnya seperti rumah, setiap kali salah seorang dari mereka hendak bangkit setiap itu pula tersungkur. Ia berkata : Ya Tuhan, Janganlah engkau datangkan hari kiamat.  Mereka itu di jalan yang akan ditempuh para pengikut Firaun.  Maka datanglah para pengikut Fir’aun lalu mereka terinjak-injak oleh para pengikut Fir’aun. Maka akupun mendengar mereka meraung-raung meminta pertolongan kepada Allah. Nabi bersabda : Aku bertanya,  wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawabnya :  Mereka adalah dari umatmu pemakan riba”.ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ  [ البقرة / 275 ](Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila). Qs Albaqarah 275. (HR al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah)Kehidupan rumah tangga merupakan wadah  untuk mengasuh keturunan, memberikan kasih sayang dan mendidik mereka, wahana curahan rasa kebapakan dan keibuan dalam mempersiapkan generasi penerus untuk memikul beban kehidupan, memberikan kemanfaatan dan memajukan masyarakat dalam segala urusan, menuju budi pekerti yang mulia, mencegah pekerti yang tercela, mendidik mereka beramal shalih untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.Dengan begitu anak-anak meneladani apa yang dilihatnya, dan mendapatkan terpengaruh dari apa yang disaksikan dan didengarnya meskipun mereka belum mampu membaca sejarah dan mengambil hikmah serta keteladanan dari yang tersirat dari sejarah.Akad pernikahan merupakan suatu janji setia yang amat agung,  ikatan yang sangat kuat dan hubungan yang erat dan kokoh. Firman Allah :وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٖ مَّكَانَ زَوۡجٖ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارٗا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡ‍ًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا . وَكَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُۥ وَقَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُكُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا  [ النساء / 20 – 21 ](Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata.Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah menggauli yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat ). Qs An-Nisa : 20-21Para pakar tafsir berkomentar, “Mitsaq” yang dimaksudkan adalah akad nikah yang di dalamnya tercakup berbagai kemaslahatan dan kemanfaatan bagi suami istri, bagi anak-anak, bagi kerabat dari pihak suami dan istri, bagi masyarakat luas dan berbagai kemaslahatan lainnya dalam kehidupan dunia dan akhirat yang tidak terhitung jumlahnya.Merusak akad nikah, membatalkan perjanjian setia dan memutuskan ikatan suami istri dengan perceraian akan menghancurkan seluruh kemaslahatan dan kemanfaatan tersebut, hal itu dapat menjerumuskan suami ke dalam kancah fitnah yang mengancam agamanya, dunianya dan kesehatannya, juga menjerumuskan istri yang diceraikan ke dalam fitnah yang lebih dahsyat dari pada yang dihadapi suami.  Lantaran wanita itu tidak mampu bangkit memulihkan kembali kehidupannya seperti semula, maka ia hidup dalam penyesalan terutama pada masa sekarang yang jarang ditemukan orang yang peduli terhadap kondisinya, anak-anak terlantar dan menghadapi kehidupan yang keras dan berbeda dengan kehidupan mereka sebelumnya ketika dalam pengayoman kedua orang tua, akhirnya mereka kehilangan keceriaan dan kegembiraan dalam kehidupan mereka. Di kala itulah mereka rawan terhadap berbagai penyimpangan dan terancam oleh aneka macam penyakit.Masyarakat pun terganggu oleh dampak negatif akibat perceraian yang muncul, demikian juga semakin kuat pemutusan tali kekerabatan.  Betapapun dilakukan penghitungan statistik tentang dampak negatif perceraian, tetap saja masih banyak yang tidak tercatat. Maka patutlah disadari dampak negatif perceraian itu dan kemunculan aneka ragam kemudaratan yang ditimbulkannya dalam skala sempit dan luas.Renungkanlah hadis Jabir r.a. dari nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ فَيَلْتَزِمهُ . رواه مسلم “Sesungguhnya iblis menempatkan singgasananya di atas air. Dia mengutus pasukan dan prajuritnya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling mampu menggoda. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan begini dan begitu.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya tidak biarkan dia sehingga saya berhasil menceraikannya dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu. maka syaitan tersebut menemani Iblis.” HR. Muslim.Sebagian orang menggampangkan perceraian (talak), dianggapnya enteng urusan perceraian itu, akhirnya dia terjerumus dalam kondisi yang membahayakan dengan berbagai keburukan, selain dapat menjerumuskan orang lain terjatuh pada seperti yang menimpa dirinya.Zaman sekarang banyak kasus perceraian hanya karena faktor yang remeh, atau karena alasan yang sepele. Pemicu perceraian zaman sekarang cukup banyak, yang paling dominan adalah kebodohan (ketidak tahuan) tentang hukum syariat terkait perceraian (talak) dan tidak adanya pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah, meskipun syariat Islam itu sendiri telah memberikan perhatian yang sedemikian rupa terhadap akad pernikahan untuk menjaganya, melindunginya dan memagarinya dengan baik agar tidak retak, tidak runtuh dan tidak goyah diterpa badai hawa nafsu.Karena bisa jadi penyebab perceraian itu datang dari pihak suami dan bisa jadi pula datang dari pihak istri, bahkan kemungkinan datangnya dari sebagian kerabat masing-masing. Maka syariat Islam dalam menangani setiap kasus perceraian melihat seluruh kemungkinan penyebabnya. Allah –subhanahu wa ta’ala- dalam Al-Qur’an memerintahkan pihak suami agar menghormati akad pernikahan. Firman Allah :وَلَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارٗا لِّتَعۡتَدُواْۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗاۚ [ البقرة / 231 ](Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan). Qs Al-Baqarah : 231Dan firman Allah  :وَلَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيۡهِنَّ دَرَجَةٞۗ  [ البقرة / 228]( Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan). Qs Albaqarah : 228Para pakar tafsir berkata : “Wanita (istri) berhak mendapatkan haknya dari lelaki (suami) sama dengan lelaki (suami) berhak mendapatkan haknya dari wanita (istri) terkait dengan kewajiban memberikan perlakuan yang baik satu sama lain, namun lelaki mengungguli wanita dalam kepemimpinan rumah tangga. Maka lelaki berkewajiban memberikan perlakuan yang ma’ruf dan baik kepada istrinya. Jika ada perilaku istri yang tidak berkenan di hati, maka hendaklah bersabar, bisa jadi kondisi akan berubah menjadi lebih baik, atau boleh jadi  ia akan dikaruniai dari istri tersebut keturunan yang shalih, di samping mendapatkan pahala atas kesabarannya bersamanya. Firman Allah :وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا [ النساء / 19 ]“Dan pergauilah mereka dengan cara yang sepatutnya. Kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19 )Dan wajib atas suami dan istri untuk menyelesaikan problematika mereka sejak awal munculnya, maka masing-masing berusaha melakukan apa yang paling disukai oleh pasangannya, dan masing-masing menjauhi perkara-perkara yang tidak disukai oleh pasangannya. Dan ini merupakan perkara yang mudah –sebagaimana tidak samar lagi-. Dan diantara sebab langgengnya kehidupan rumah tangga adalah turus sertanya orang-orang yang baik dan memperbaiki dalam mendamaikan antara pasangan suami istri, sehingga masing-masing pasangan memperoleh haknya yang wajib yang ditunaikan oleh pasangannya. Allah berfirman :وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا  [ النساء / 35 ]“Dan jika kamu khawatirkan ada persengkataan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga istri. Jika kedua orang hakam tersebut bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS An-Nisaa : 35)Diantara faktor yang melanggengkan pernikahan dan kebahagiaannya adalah sabar dan memaafkan. Maka pahitnya sedikit kesabaran akan mendatangkan manisnya kebahagiaan yang panjang. Dan tidak ada yang sehebat kesabaran dalam menghadapi perkara-perkara yang dibenci. Allah berfirman :إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ [ الزمر /10]“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS Az-Zumar : 10)Saling pengertian dan memaafkan akan menghiasi kehidupan dan memberikan pakaian kebahagiaan, kegembiraan, dan keindahan, serta menyembuhkan luka kehidupan rumah tangga. Saling pengertian dan memaafkan adalah perkara yang sangat penting (primer) dalam menjalani kehidupan terlebih lagi kehidupan rumah tangga. Dan jika pada kebutuhan-kebutuhan sekunder atau keperluan yang bisa ditunda maka pengertian dalam hal ini lebih bagi kedua pasutri.  Dan di zaman sekarang ini sungguh telah melelahkan banyak suami dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dan menjalankannya bahkan meskipun dalam kebutuhan-kebutuhan yang sekunder.Dan menuntut dipenuhinya seluruh hak masing-masing pasutri (pasangan suami istri) dan tidak adanya saling pengertian  dan saling memaafkan akan menimbulkan sikap menjauh dan saling membenci antara pasutri.Ruh dari kehidupan berumah tangga adalah adanya kerjasama dan saling mengasihi. Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [ التغابن / 14]“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taghobun : 14)Dan yang dimaksud dengan “musuh” dalam ayat ini adalah sikap memperlambat (menggembosi) dalam berbuat kebajikan, atau sang istri tidak membantunya atau mencegahnya dari berbuat kebajikan. Dan Allah berfirman :خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [ الأعراف / 199]“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang untuk mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS Al-A’roof : 199).Dan diantara sebabnya langgengnya kehidupan rumah tangga adalah seorang suami berusaha memperbaiki sikap-sikap istrinya yang bengkok dengan cara yang diperbolehkan dan diizinkan oleh syari’at. Allah berfirman :فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا [ النساء/34]“Sebab itu maka wanita-wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”(QS An-Nisaa : 34)Dan wajib bagi para hakim untuk mendamaikan pasutri pada kasus-kasus yang diangkat ke hadapan mereka sehingga tercapailah kesepakatan antara pasutri dan tidak terjadinya perceraian.Hak seorang istri atas suaminya adalah mempergaulinya dengan cara yang baik, menyiapkan tempat tinggal yang sepadan untuk selevel istrinya, memberi nafkah dan pakaian, berbuat baik kepadanya, tidak mengganggunya dan memberi kemudorotan kepadanya. Dan bisa jadi sebab perceraian adalah dari pihak istri yang buruk lisannya dan jelek akhlaknya serta kebodohannya. Maka wajib bagi sang istri untuk memperbaiki akhlaknya dan taat kepada suaminya serta berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anaknya dan tarbiah yang tepat.Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا : اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ،“Jika seorang wanita sholat lima waktu, dan puasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau sukai” (HR Ahmad dan ini adalah hadits yang hasan)Wajib bagi wanita untuk melayani suaminya dengan baik sebagai bentuk meneladani para shohabiyat –semoga Allah meridoi mereka-. Dan sungguh indah seorang istri ikut dalam merasakan kegembiraan suaminya, atau tatkala lagi sedihnya. Dan hendaknya ia membantu suaminya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.Diantara sebab perceraian adalah ikut campurnya kerabat salah satu dari pasutri dalam urusan rumah tangga mereka, atau kerabat dari kedua pasutri. Maka hendaknya mereka takut kepada Allah dan hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lurus. Dalam hadits :لَعَنَ اللهُ مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ زَوْجًا عَلَى زَوْجَتِهِ“Allah melaknat orang yang menipu (seingga merusak) seorang wanita terhadap suaminya atau merusak suaminya terhadap istrinya”Wajib atas istri untuk menunaikan hak kerabat suaminya, terlebih lagi kedua orang tua suaminya. Dan wajib atas suami untuk menunaikan hak kerabat istrinya. Dan sering sekali karena kurang dalam menunaikan hak kerabat istri menjadi sebab terjadinya perceraian.          Diantara sebab perceraian adalah terus menonton tayangan sinetron televisi yang merusak akhlak, atau melihat situs-situs yang haram yang menyebarkan kerusakan. Dan diantara sebab perceraian adalah keluarnya istri dari rumah tanpa izin suami, dan tidak halal bagi seorang istri untuk keluar rumah kecuali dengan izin suaminya, karena suaminya yang menimbang antara kemaslahatan dan kemudorotan.Jika tidak mungkin dilakukan sebab-sebab langgengnya kehidupan rumah tangga  maka Allah telah menghalalkan untuk melakukan perceraian. Dalam hadits :أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)”Maka sang suami menjatuhkan talak dengan talak yang sesuai syari’at setelah menimbang dan tidak terburu-buru, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ [ الطلاق/1]“Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu iddah itu” (QS At-Tholaq : 1)Para ahli tafsir berkata yaitu sang suami menceraikan istrinya pada saat sang wanita dalam kondisi suci dan belum ia gauli, dengan menjatuhkan talak satu. Jika sang suami mau kembali (rujuk) kepada sang istrinya di masa iddahnya, jika tidak maka ia tinggalkan sang wanita hingga selesai masa iddahnya lalu keluarlah sang wanita dari “status istrinya”.Dan menjatuhkan cerai dengan cara seperti ini membuka pintu harapan untuk adanya rujuk demi kelanggengan kehidupan rumah tangga, atau dengan akad nikah yang baru disertai mahar jika setelah selesai masa iddah. Maka lihatlah kepada penekanan penjagaan akad pernikahan dan penjagaannya dalam syari’at yang lurus ini, dan lihatlah dengan sikap meremehkan perceraian di zaman ini yang mendatangkan akibat-akibat yang menyedihkan.Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَ [ النور/21]“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (QS An-Nuur : 21)Semoga Allah memberi keberkahan bagiku dan bag kalian dalam al-Qur’an yang agung….===========Khotbah Kedua          Segala puji bati Allah Penguasa alam semesta, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah telah mensyari’atkan aturan-ataran dengan ilmu dan hikmah dan kasih sayangNya. Maka maha suci Allah Sesembahan Yang Agung. Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagiNya, Yang Maha berilmu dan Maha Bijak. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya yang mulia. Ya Allah curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang berpegang teguh dengan syari’atnya yang lurus.Selanjutnya…, Maka bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan berpeganglah dengan tali Islam yang kuat.Hamba-hamba Allah sekalian, Allah Azza wa Jalla berfirman :وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [المائدة/2]“Dan saling tolong menolonglah kalian dalak kebajikan dan ketakwaan dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya siksaanNya sangatlah pedih” (QS Al-Maidah : 2)Kaum muslimin sekalian,Sekarang ini perceraian menjadi suatu perkataan yang mengalir keluar dari mulut sebagian pemuda tanpa memperhatikan hak-hak anak dan kerabat, dan tanpa memandang seorangpun. Dan terkadang ia mengucapkan talak berulang-ulang dalam waktu yang berbeda-beda, dan terkadang ia jatuhkan talak berulang-ulang dalam satu waktu, setelah itu iapun mencari-cari fatwa-fatwa. Dan terkadang ia melakukan hilah (tipu muslihat)  dan terkadang seluruh jalan telah tertutup baginya lalu iapun menyesal dengan penyesalan yang tidak bermanfaat. Padahal Allah ta’ala berfirman :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب [ الطلاق/2-3]“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan akan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka” (QS At-Tholaq : 2-3)Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dalam menjatuhkan cerai sesuai dengan metode yang sesuai syari’at maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar.Barangsiapa yang menghormati akad tali pernikahan dan tidak meremehkannya maka Allah akan memberkahinya dalam pernikahannya serta ia akan meraih kesudahannya yang indah.Ada sebagian kondisi talak yang khusus dan dalam kondisi-kondisi tertentu dimana talak tersebut adalah dosa seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Ayyub :إِنَّ طَلاَقَ أُمَّ أَيُّوْبَ لَحُوْبٌ“Sesungguhnya menceraikan ummu Ayyub adalah dosa”Hamba-hamba Allah sekalian,Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian dan bersalamlah kepada Nabi.====  Doa  ====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/
Oleh : As-Syaikh Ali Al-Hudzaifi hafizohullah(Khutbah Jum’at Mesjid Nabawi 3/5/1437 H – 12/2/2016 M)Khotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan segalanya berpasang-pasang, dari apapun yang tumbuh di bumi, dari diri mereka dan dari apa saja yang tidak mereka ketahui. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan berbuat kebajikan dan melakukan pebaikan serta melarang berbuat kerusakan dengan firmanNya :وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ“Dan lakukanlah perbaikan dan jangan ikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS Al-A’raf : 142)Allah Subhanahu wata’ala membuat perundang-undangan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kemanfaatan serta mencegah kerusakan dan kemudaratan  terhadap hak-hak manusia. Aku memuji Tuhanku dan bersyukur kepadaNya, aku bertobat dan memohon ampunNya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Dia yang Maha kaya, tidak membutuhkan mahluk semesta alam. Dan aku bersaksi bahawa nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hambaNya dan rasulNya yang jujur dan terpercaya. Ya Allah, sampaikanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya…Bertakwalah kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian. Tidak akan beruntung seseorang dalam kehidupannya dan sesudah matinya kecuali dengan ketakwaannya. Dan tidak ada seorang pun yang celaka dan merugi kecuali karena menuruti kemauan hawa nafsunya.Wahai manusia!Ingatlah kalian pada permulaan penciptaan diri kalian, membiaknya jumlah kalian baik lelaki maupun perempuan yang berasal dari satu jiwa. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan dari padanya pasangannya, sebagaimana firmanNya :يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ  [ النساء:1](Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak). Qs An-Nisa : 1هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَاۖ  [ الأعراف / 189](Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya). Qs Al-A’raf : 189Telah berlaku sunnatullah dan hukum syariat Allah bahwa lelaki berpasangan dengan perempuan melalui akad nikah secara sah untuk membina rumah tangga demi terpenuhinya tuntutan fitrah dan insting kemanusiaan melalui saluran pernikahan, bukan saluran lain di luar pernikahan.Maka pernikahan merupakan sarana terpeliharanya kehormatan, keberkahan, pertumbuhan, kesucian, bertambahnya rezeki, bersihnya hati, kesinambungan usia dengan keturunan yang shalih. Sementara hubungan di luar nikah dan perzinaan adalah suatu kebusukan,  penyakit hati, kerusakan mental pria dan wanita, kehinaan karena maksiat, petaka kehidupan, hilangnya keberkahan dan turunnya kualitas generasi.Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw ketika malam Isra’ dan Mi’raj, melihat berbagai keajaiban dan keanehan sebagaimana yang beliau tuturkan.ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ تُرضَخ رُءُوسُهُمْ بِالصَّخْرِ، كُلَّمَا رُضخت عَادَتْ كَمَا كَانَتْ، وَلَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ تَتَثَاقَلُ رُءُوسُهُمْ عَنِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ عَلَى أَقْبَالِهِمْ رِقَاعٌ، وَعَلَى أَدْبَارِهِمْ رِقَاعٌ يَسْرَحُونَ كَمَا تَسْرَحُ الْإِبِلُ وَالنَّعَمُ، وَيَأْكُلُونَ الضَّرِيعَ وَالزَّقُّومَ وَرَضْفَ جَهَنَّمَ وَحِجَارَتَهَا، قَالَ : ” مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ لَا يُؤَدُّونَ صَدَقَاتِ أَمْوَالِهِمْ، وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ شَيْئًا وَمَا اللَّهُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ لحم نضيج في قدر  ولحم نيئ في قدر خبيث، فجعلوا يأكلون من النيئ الْخَبِيثِ وَيَدَعُونَ النَّضِيجَ الطَّيِّبَ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” فَقَالَ: هَذَا الرَّجُلُ مِنْ أُمَّتِكَ، تَكُونُ عِنْدَهُ الْمَرْأَةُ الْحَلَالُ الطَّيِّبَةُ، فَيَأْتِي امْرَأَةً خَبِيثَةً فَيَبِيتُ عِنْدَهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَالْمَرْأَةُ تَقُومُ مِنْ عِنْدِ زَوْجِهَا حَلَالًا طَيِّبًا، فَتَأْتِي رَجُلًا خَبِيثًا فَتَبِيتُ مَعَهُ حَتَّى تُصْبِحَ .Nabi saw menghampiri suatu kaum yang membentur-benturkan kepala dengan batu besar, setiap kali hancur kembalilah kepala mereka itu seperti sedia kala, dan hal itu berlangsung terus menerus tidak henti-hentinya. Nabi saw bertanya kepada Jibril a.s. yang kemudian dijawabnya : Mereka adalah orang-orang yang terasa berat kepalanya ketika hendak melakukan shalat wajib. Kemudian Nabi saw menghampiri kaum yang lain, di qubul mereka ada tambalan dan di dubur mereka pun ada tambalan, mereka mengais-ngais makanan kayu berduri dan buah sangat pahit di atas batu panas neraka seperti lahapnya binatang ternak memakan. Aku bertanya : Apa yang terjadi pada mereka itu wahai Jibril ? Jawabnya : mereka adalah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta benda. Allah tidak menzalimi mereka, Allah tidak mungkin menzalimi para hamba.Kemudiam Nabi datang menghampiri sekelompok kaum lainnya; di depan mereka terdapat daging matang  dalam periuk dan lainnya daging mentah yang telah busuk, namun mereka dengan lahap memakan daging yang busuk itu dan meninggalkan daging yang matang dan sedap. Nabi- shallallahu alaihi wa sallam – bertanya : Wahai Jibril, siapakah sebenarnya mereka itu ? Jawabnya : Itu gambaran  lelaki dari kalangan umatmu yang beralih dari istrinya yang halal untuk mendatangi wanita yang asusila lalu bermalam (tidur) di tempatnya hingga pagi hari. Itu pula gambaran wanita yang meninggalkan suaminya yang sah / halal dan baik untuk mendatangi lelaki lain yang buruk perilakunya lalu tidur bersamanya hingga pagi hari” . HR Ibnu Jarir dalam Tafsirnya.Dalam hadis Sa’ad Bin Sinan Alkhudzri r.a. dari Nabi saw ketika Isra’ dan  mi’raj beliau bercerita :ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً ، فَإِذَا أَنَا بِأَخْوِنَةٍ عَلَيْهَا لَحْمٌ مُشَرَّحٌ لَيْسَ يَقْرَبُهَا أَحَدٌ، وَإِذَا أَنَا بأخْوِنَة أُخْرَى عَلَيْهَا لَحْمٌ قَدْ أَرْوَحَ وَأَنْتَنَ، عِنْدَهَا أُنَاسٌ يَأْكُلُونَ مِنْهَا، قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ مِنْ أَمَّتِكَ يَتْرُكُونَ الْحَلَالَ وَيَأْتُونَ  الْحَرَامَ.”قَالَ: “ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً، فَإِذَا أَنَا بِأَقْوَامٍ بُطُونُهُمْ أَمْثَالُ الْبُيُوتِ، كُلَّمَا نَهَضَ أَحَدُهُمْ خَرَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ، لَا تُقِمِ السَّاعَةَ”، قَالَ: “وَهُمْ عَلَى سَابِلَةِ آلِ فِرْعَوْنَ”. قَالَ: “فَتَجِيءُ السَّابِلَةُ فَتَطَؤُهُمْ”. قَالَ: “فَسَمِعْتُهُمْ يَضِجُّونَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ”. قَالَ: “قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ من أمتك {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ}“Lalu melanjutkan perjalanan sebentar, saat tiba-tiba aku melihat nampan berisi daging dendeng, sayangnya di situ tidak ada seorangpun yang mendekat, lalu aku melihat nampan lainnya berisi daging busuk dikerumuni banyak orang yang memakannya. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawab Jibril : Mereka adalah sekelompok umatmu yang meninggalkan sesuatu yang jelas halal tapi mereka memilih yang haram. Beliau melanjutkan kisahnya  : Tidak lama kemudian, tiba-tiba aku menjumpai suatu kaum yang perutnya seperti rumah, setiap kali salah seorang dari mereka hendak bangkit setiap itu pula tersungkur. Ia berkata : Ya Tuhan, Janganlah engkau datangkan hari kiamat.  Mereka itu di jalan yang akan ditempuh para pengikut Firaun.  Maka datanglah para pengikut Fir’aun lalu mereka terinjak-injak oleh para pengikut Fir’aun. Maka akupun mendengar mereka meraung-raung meminta pertolongan kepada Allah. Nabi bersabda : Aku bertanya,  wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawabnya :  Mereka adalah dari umatmu pemakan riba”.ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ  [ البقرة / 275 ](Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila). Qs Albaqarah 275. (HR al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah)Kehidupan rumah tangga merupakan wadah  untuk mengasuh keturunan, memberikan kasih sayang dan mendidik mereka, wahana curahan rasa kebapakan dan keibuan dalam mempersiapkan generasi penerus untuk memikul beban kehidupan, memberikan kemanfaatan dan memajukan masyarakat dalam segala urusan, menuju budi pekerti yang mulia, mencegah pekerti yang tercela, mendidik mereka beramal shalih untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.Dengan begitu anak-anak meneladani apa yang dilihatnya, dan mendapatkan terpengaruh dari apa yang disaksikan dan didengarnya meskipun mereka belum mampu membaca sejarah dan mengambil hikmah serta keteladanan dari yang tersirat dari sejarah.Akad pernikahan merupakan suatu janji setia yang amat agung,  ikatan yang sangat kuat dan hubungan yang erat dan kokoh. Firman Allah :وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٖ مَّكَانَ زَوۡجٖ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارٗا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡ‍ًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا . وَكَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُۥ وَقَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُكُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا  [ النساء / 20 – 21 ](Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata.Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah menggauli yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat ). Qs An-Nisa : 20-21Para pakar tafsir berkomentar, “Mitsaq” yang dimaksudkan adalah akad nikah yang di dalamnya tercakup berbagai kemaslahatan dan kemanfaatan bagi suami istri, bagi anak-anak, bagi kerabat dari pihak suami dan istri, bagi masyarakat luas dan berbagai kemaslahatan lainnya dalam kehidupan dunia dan akhirat yang tidak terhitung jumlahnya.Merusak akad nikah, membatalkan perjanjian setia dan memutuskan ikatan suami istri dengan perceraian akan menghancurkan seluruh kemaslahatan dan kemanfaatan tersebut, hal itu dapat menjerumuskan suami ke dalam kancah fitnah yang mengancam agamanya, dunianya dan kesehatannya, juga menjerumuskan istri yang diceraikan ke dalam fitnah yang lebih dahsyat dari pada yang dihadapi suami.  Lantaran wanita itu tidak mampu bangkit memulihkan kembali kehidupannya seperti semula, maka ia hidup dalam penyesalan terutama pada masa sekarang yang jarang ditemukan orang yang peduli terhadap kondisinya, anak-anak terlantar dan menghadapi kehidupan yang keras dan berbeda dengan kehidupan mereka sebelumnya ketika dalam pengayoman kedua orang tua, akhirnya mereka kehilangan keceriaan dan kegembiraan dalam kehidupan mereka. Di kala itulah mereka rawan terhadap berbagai penyimpangan dan terancam oleh aneka macam penyakit.Masyarakat pun terganggu oleh dampak negatif akibat perceraian yang muncul, demikian juga semakin kuat pemutusan tali kekerabatan.  Betapapun dilakukan penghitungan statistik tentang dampak negatif perceraian, tetap saja masih banyak yang tidak tercatat. Maka patutlah disadari dampak negatif perceraian itu dan kemunculan aneka ragam kemudaratan yang ditimbulkannya dalam skala sempit dan luas.Renungkanlah hadis Jabir r.a. dari nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ فَيَلْتَزِمهُ . رواه مسلم “Sesungguhnya iblis menempatkan singgasananya di atas air. Dia mengutus pasukan dan prajuritnya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling mampu menggoda. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan begini dan begitu.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya tidak biarkan dia sehingga saya berhasil menceraikannya dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu. maka syaitan tersebut menemani Iblis.” HR. Muslim.Sebagian orang menggampangkan perceraian (talak), dianggapnya enteng urusan perceraian itu, akhirnya dia terjerumus dalam kondisi yang membahayakan dengan berbagai keburukan, selain dapat menjerumuskan orang lain terjatuh pada seperti yang menimpa dirinya.Zaman sekarang banyak kasus perceraian hanya karena faktor yang remeh, atau karena alasan yang sepele. Pemicu perceraian zaman sekarang cukup banyak, yang paling dominan adalah kebodohan (ketidak tahuan) tentang hukum syariat terkait perceraian (talak) dan tidak adanya pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah, meskipun syariat Islam itu sendiri telah memberikan perhatian yang sedemikian rupa terhadap akad pernikahan untuk menjaganya, melindunginya dan memagarinya dengan baik agar tidak retak, tidak runtuh dan tidak goyah diterpa badai hawa nafsu.Karena bisa jadi penyebab perceraian itu datang dari pihak suami dan bisa jadi pula datang dari pihak istri, bahkan kemungkinan datangnya dari sebagian kerabat masing-masing. Maka syariat Islam dalam menangani setiap kasus perceraian melihat seluruh kemungkinan penyebabnya. Allah –subhanahu wa ta’ala- dalam Al-Qur’an memerintahkan pihak suami agar menghormati akad pernikahan. Firman Allah :وَلَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارٗا لِّتَعۡتَدُواْۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗاۚ [ البقرة / 231 ](Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan). Qs Al-Baqarah : 231Dan firman Allah  :وَلَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيۡهِنَّ دَرَجَةٞۗ  [ البقرة / 228]( Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan). Qs Albaqarah : 228Para pakar tafsir berkata : “Wanita (istri) berhak mendapatkan haknya dari lelaki (suami) sama dengan lelaki (suami) berhak mendapatkan haknya dari wanita (istri) terkait dengan kewajiban memberikan perlakuan yang baik satu sama lain, namun lelaki mengungguli wanita dalam kepemimpinan rumah tangga. Maka lelaki berkewajiban memberikan perlakuan yang ma’ruf dan baik kepada istrinya. Jika ada perilaku istri yang tidak berkenan di hati, maka hendaklah bersabar, bisa jadi kondisi akan berubah menjadi lebih baik, atau boleh jadi  ia akan dikaruniai dari istri tersebut keturunan yang shalih, di samping mendapatkan pahala atas kesabarannya bersamanya. Firman Allah :وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا [ النساء / 19 ]“Dan pergauilah mereka dengan cara yang sepatutnya. Kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19 )Dan wajib atas suami dan istri untuk menyelesaikan problematika mereka sejak awal munculnya, maka masing-masing berusaha melakukan apa yang paling disukai oleh pasangannya, dan masing-masing menjauhi perkara-perkara yang tidak disukai oleh pasangannya. Dan ini merupakan perkara yang mudah –sebagaimana tidak samar lagi-. Dan diantara sebab langgengnya kehidupan rumah tangga adalah turus sertanya orang-orang yang baik dan memperbaiki dalam mendamaikan antara pasangan suami istri, sehingga masing-masing pasangan memperoleh haknya yang wajib yang ditunaikan oleh pasangannya. Allah berfirman :وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا  [ النساء / 35 ]“Dan jika kamu khawatirkan ada persengkataan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga istri. Jika kedua orang hakam tersebut bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS An-Nisaa : 35)Diantara faktor yang melanggengkan pernikahan dan kebahagiaannya adalah sabar dan memaafkan. Maka pahitnya sedikit kesabaran akan mendatangkan manisnya kebahagiaan yang panjang. Dan tidak ada yang sehebat kesabaran dalam menghadapi perkara-perkara yang dibenci. Allah berfirman :إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ [ الزمر /10]“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS Az-Zumar : 10)Saling pengertian dan memaafkan akan menghiasi kehidupan dan memberikan pakaian kebahagiaan, kegembiraan, dan keindahan, serta menyembuhkan luka kehidupan rumah tangga. Saling pengertian dan memaafkan adalah perkara yang sangat penting (primer) dalam menjalani kehidupan terlebih lagi kehidupan rumah tangga. Dan jika pada kebutuhan-kebutuhan sekunder atau keperluan yang bisa ditunda maka pengertian dalam hal ini lebih bagi kedua pasutri.  Dan di zaman sekarang ini sungguh telah melelahkan banyak suami dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dan menjalankannya bahkan meskipun dalam kebutuhan-kebutuhan yang sekunder.Dan menuntut dipenuhinya seluruh hak masing-masing pasutri (pasangan suami istri) dan tidak adanya saling pengertian  dan saling memaafkan akan menimbulkan sikap menjauh dan saling membenci antara pasutri.Ruh dari kehidupan berumah tangga adalah adanya kerjasama dan saling mengasihi. Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [ التغابن / 14]“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taghobun : 14)Dan yang dimaksud dengan “musuh” dalam ayat ini adalah sikap memperlambat (menggembosi) dalam berbuat kebajikan, atau sang istri tidak membantunya atau mencegahnya dari berbuat kebajikan. Dan Allah berfirman :خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [ الأعراف / 199]“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang untuk mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS Al-A’roof : 199).Dan diantara sebabnya langgengnya kehidupan rumah tangga adalah seorang suami berusaha memperbaiki sikap-sikap istrinya yang bengkok dengan cara yang diperbolehkan dan diizinkan oleh syari’at. Allah berfirman :فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا [ النساء/34]“Sebab itu maka wanita-wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”(QS An-Nisaa : 34)Dan wajib bagi para hakim untuk mendamaikan pasutri pada kasus-kasus yang diangkat ke hadapan mereka sehingga tercapailah kesepakatan antara pasutri dan tidak terjadinya perceraian.Hak seorang istri atas suaminya adalah mempergaulinya dengan cara yang baik, menyiapkan tempat tinggal yang sepadan untuk selevel istrinya, memberi nafkah dan pakaian, berbuat baik kepadanya, tidak mengganggunya dan memberi kemudorotan kepadanya. Dan bisa jadi sebab perceraian adalah dari pihak istri yang buruk lisannya dan jelek akhlaknya serta kebodohannya. Maka wajib bagi sang istri untuk memperbaiki akhlaknya dan taat kepada suaminya serta berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anaknya dan tarbiah yang tepat.Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا : اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ،“Jika seorang wanita sholat lima waktu, dan puasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau sukai” (HR Ahmad dan ini adalah hadits yang hasan)Wajib bagi wanita untuk melayani suaminya dengan baik sebagai bentuk meneladani para shohabiyat –semoga Allah meridoi mereka-. Dan sungguh indah seorang istri ikut dalam merasakan kegembiraan suaminya, atau tatkala lagi sedihnya. Dan hendaknya ia membantu suaminya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.Diantara sebab perceraian adalah ikut campurnya kerabat salah satu dari pasutri dalam urusan rumah tangga mereka, atau kerabat dari kedua pasutri. Maka hendaknya mereka takut kepada Allah dan hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lurus. Dalam hadits :لَعَنَ اللهُ مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ زَوْجًا عَلَى زَوْجَتِهِ“Allah melaknat orang yang menipu (seingga merusak) seorang wanita terhadap suaminya atau merusak suaminya terhadap istrinya”Wajib atas istri untuk menunaikan hak kerabat suaminya, terlebih lagi kedua orang tua suaminya. Dan wajib atas suami untuk menunaikan hak kerabat istrinya. Dan sering sekali karena kurang dalam menunaikan hak kerabat istri menjadi sebab terjadinya perceraian.          Diantara sebab perceraian adalah terus menonton tayangan sinetron televisi yang merusak akhlak, atau melihat situs-situs yang haram yang menyebarkan kerusakan. Dan diantara sebab perceraian adalah keluarnya istri dari rumah tanpa izin suami, dan tidak halal bagi seorang istri untuk keluar rumah kecuali dengan izin suaminya, karena suaminya yang menimbang antara kemaslahatan dan kemudorotan.Jika tidak mungkin dilakukan sebab-sebab langgengnya kehidupan rumah tangga  maka Allah telah menghalalkan untuk melakukan perceraian. Dalam hadits :أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)”Maka sang suami menjatuhkan talak dengan talak yang sesuai syari’at setelah menimbang dan tidak terburu-buru, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ [ الطلاق/1]“Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu iddah itu” (QS At-Tholaq : 1)Para ahli tafsir berkata yaitu sang suami menceraikan istrinya pada saat sang wanita dalam kondisi suci dan belum ia gauli, dengan menjatuhkan talak satu. Jika sang suami mau kembali (rujuk) kepada sang istrinya di masa iddahnya, jika tidak maka ia tinggalkan sang wanita hingga selesai masa iddahnya lalu keluarlah sang wanita dari “status istrinya”.Dan menjatuhkan cerai dengan cara seperti ini membuka pintu harapan untuk adanya rujuk demi kelanggengan kehidupan rumah tangga, atau dengan akad nikah yang baru disertai mahar jika setelah selesai masa iddah. Maka lihatlah kepada penekanan penjagaan akad pernikahan dan penjagaannya dalam syari’at yang lurus ini, dan lihatlah dengan sikap meremehkan perceraian di zaman ini yang mendatangkan akibat-akibat yang menyedihkan.Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَ [ النور/21]“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (QS An-Nuur : 21)Semoga Allah memberi keberkahan bagiku dan bag kalian dalam al-Qur’an yang agung….===========Khotbah Kedua          Segala puji bati Allah Penguasa alam semesta, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah telah mensyari’atkan aturan-ataran dengan ilmu dan hikmah dan kasih sayangNya. Maka maha suci Allah Sesembahan Yang Agung. Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagiNya, Yang Maha berilmu dan Maha Bijak. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya yang mulia. Ya Allah curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang berpegang teguh dengan syari’atnya yang lurus.Selanjutnya…, Maka bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan berpeganglah dengan tali Islam yang kuat.Hamba-hamba Allah sekalian, Allah Azza wa Jalla berfirman :وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [المائدة/2]“Dan saling tolong menolonglah kalian dalak kebajikan dan ketakwaan dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya siksaanNya sangatlah pedih” (QS Al-Maidah : 2)Kaum muslimin sekalian,Sekarang ini perceraian menjadi suatu perkataan yang mengalir keluar dari mulut sebagian pemuda tanpa memperhatikan hak-hak anak dan kerabat, dan tanpa memandang seorangpun. Dan terkadang ia mengucapkan talak berulang-ulang dalam waktu yang berbeda-beda, dan terkadang ia jatuhkan talak berulang-ulang dalam satu waktu, setelah itu iapun mencari-cari fatwa-fatwa. Dan terkadang ia melakukan hilah (tipu muslihat)  dan terkadang seluruh jalan telah tertutup baginya lalu iapun menyesal dengan penyesalan yang tidak bermanfaat. Padahal Allah ta’ala berfirman :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب [ الطلاق/2-3]“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan akan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka” (QS At-Tholaq : 2-3)Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dalam menjatuhkan cerai sesuai dengan metode yang sesuai syari’at maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar.Barangsiapa yang menghormati akad tali pernikahan dan tidak meremehkannya maka Allah akan memberkahinya dalam pernikahannya serta ia akan meraih kesudahannya yang indah.Ada sebagian kondisi talak yang khusus dan dalam kondisi-kondisi tertentu dimana talak tersebut adalah dosa seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Ayyub :إِنَّ طَلاَقَ أُمَّ أَيُّوْبَ لَحُوْبٌ“Sesungguhnya menceraikan ummu Ayyub adalah dosa”Hamba-hamba Allah sekalian,Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian dan bersalamlah kepada Nabi.====  Doa  ====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/


Oleh : As-Syaikh Ali Al-Hudzaifi hafizohullah(Khutbah Jum’at Mesjid Nabawi 3/5/1437 H – 12/2/2016 M)Khotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan segalanya berpasang-pasang, dari apapun yang tumbuh di bumi, dari diri mereka dan dari apa saja yang tidak mereka ketahui. Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan berbuat kebajikan dan melakukan pebaikan serta melarang berbuat kerusakan dengan firmanNya :وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ“Dan lakukanlah perbaikan dan jangan ikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan”.(QS Al-A’raf : 142)Allah Subhanahu wata’ala membuat perundang-undangan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kemanfaatan serta mencegah kerusakan dan kemudaratan  terhadap hak-hak manusia. Aku memuji Tuhanku dan bersyukur kepadaNya, aku bertobat dan memohon ampunNya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Dia yang Maha kaya, tidak membutuhkan mahluk semesta alam. Dan aku bersaksi bahawa nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hambaNya dan rasulNya yang jujur dan terpercaya. Ya Allah, sampaikanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya…Bertakwalah kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian. Tidak akan beruntung seseorang dalam kehidupannya dan sesudah matinya kecuali dengan ketakwaannya. Dan tidak ada seorang pun yang celaka dan merugi kecuali karena menuruti kemauan hawa nafsunya.Wahai manusia!Ingatlah kalian pada permulaan penciptaan diri kalian, membiaknya jumlah kalian baik lelaki maupun perempuan yang berasal dari satu jiwa. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan dari padanya pasangannya, sebagaimana firmanNya :يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ  [ النساء:1](Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak). Qs An-Nisa : 1هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَاۖ  [ الأعراف / 189](Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya). Qs Al-A’raf : 189Telah berlaku sunnatullah dan hukum syariat Allah bahwa lelaki berpasangan dengan perempuan melalui akad nikah secara sah untuk membina rumah tangga demi terpenuhinya tuntutan fitrah dan insting kemanusiaan melalui saluran pernikahan, bukan saluran lain di luar pernikahan.Maka pernikahan merupakan sarana terpeliharanya kehormatan, keberkahan, pertumbuhan, kesucian, bertambahnya rezeki, bersihnya hati, kesinambungan usia dengan keturunan yang shalih. Sementara hubungan di luar nikah dan perzinaan adalah suatu kebusukan,  penyakit hati, kerusakan mental pria dan wanita, kehinaan karena maksiat, petaka kehidupan, hilangnya keberkahan dan turunnya kualitas generasi.Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw ketika malam Isra’ dan Mi’raj, melihat berbagai keajaiban dan keanehan sebagaimana yang beliau tuturkan.ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ تُرضَخ رُءُوسُهُمْ بِالصَّخْرِ، كُلَّمَا رُضخت عَادَتْ كَمَا كَانَتْ، وَلَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ تَتَثَاقَلُ رُءُوسُهُمْ عَنِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ عَلَى أَقْبَالِهِمْ رِقَاعٌ، وَعَلَى أَدْبَارِهِمْ رِقَاعٌ يَسْرَحُونَ كَمَا تَسْرَحُ الْإِبِلُ وَالنَّعَمُ، وَيَأْكُلُونَ الضَّرِيعَ وَالزَّقُّومَ وَرَضْفَ جَهَنَّمَ وَحِجَارَتَهَا، قَالَ : ” مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ لَا يُؤَدُّونَ صَدَقَاتِ أَمْوَالِهِمْ، وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ شَيْئًا وَمَا اللَّهُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ. ثُمَّ أَتَى عَلَى قَوْمٍ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ لحم نضيج في قدر  ولحم نيئ في قدر خبيث، فجعلوا يأكلون من النيئ الْخَبِيثِ وَيَدَعُونَ النَّضِيجَ الطَّيِّبَ، فَقَالَ: “مَا هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ ” فَقَالَ: هَذَا الرَّجُلُ مِنْ أُمَّتِكَ، تَكُونُ عِنْدَهُ الْمَرْأَةُ الْحَلَالُ الطَّيِّبَةُ، فَيَأْتِي امْرَأَةً خَبِيثَةً فَيَبِيتُ عِنْدَهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَالْمَرْأَةُ تَقُومُ مِنْ عِنْدِ زَوْجِهَا حَلَالًا طَيِّبًا، فَتَأْتِي رَجُلًا خَبِيثًا فَتَبِيتُ مَعَهُ حَتَّى تُصْبِحَ .Nabi saw menghampiri suatu kaum yang membentur-benturkan kepala dengan batu besar, setiap kali hancur kembalilah kepala mereka itu seperti sedia kala, dan hal itu berlangsung terus menerus tidak henti-hentinya. Nabi saw bertanya kepada Jibril a.s. yang kemudian dijawabnya : Mereka adalah orang-orang yang terasa berat kepalanya ketika hendak melakukan shalat wajib. Kemudian Nabi saw menghampiri kaum yang lain, di qubul mereka ada tambalan dan di dubur mereka pun ada tambalan, mereka mengais-ngais makanan kayu berduri dan buah sangat pahit di atas batu panas neraka seperti lahapnya binatang ternak memakan. Aku bertanya : Apa yang terjadi pada mereka itu wahai Jibril ? Jawabnya : mereka adalah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta benda. Allah tidak menzalimi mereka, Allah tidak mungkin menzalimi para hamba.Kemudiam Nabi datang menghampiri sekelompok kaum lainnya; di depan mereka terdapat daging matang  dalam periuk dan lainnya daging mentah yang telah busuk, namun mereka dengan lahap memakan daging yang busuk itu dan meninggalkan daging yang matang dan sedap. Nabi- shallallahu alaihi wa sallam – bertanya : Wahai Jibril, siapakah sebenarnya mereka itu ? Jawabnya : Itu gambaran  lelaki dari kalangan umatmu yang beralih dari istrinya yang halal untuk mendatangi wanita yang asusila lalu bermalam (tidur) di tempatnya hingga pagi hari. Itu pula gambaran wanita yang meninggalkan suaminya yang sah / halal dan baik untuk mendatangi lelaki lain yang buruk perilakunya lalu tidur bersamanya hingga pagi hari” . HR Ibnu Jarir dalam Tafsirnya.Dalam hadis Sa’ad Bin Sinan Alkhudzri r.a. dari Nabi saw ketika Isra’ dan  mi’raj beliau bercerita :ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً ، فَإِذَا أَنَا بِأَخْوِنَةٍ عَلَيْهَا لَحْمٌ مُشَرَّحٌ لَيْسَ يَقْرَبُهَا أَحَدٌ، وَإِذَا أَنَا بأخْوِنَة أُخْرَى عَلَيْهَا لَحْمٌ قَدْ أَرْوَحَ وَأَنْتَنَ، عِنْدَهَا أُنَاسٌ يَأْكُلُونَ مِنْهَا، قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ مِنْ أَمَّتِكَ يَتْرُكُونَ الْحَلَالَ وَيَأْتُونَ  الْحَرَامَ.”قَالَ: “ثُمَّ مَضَيْتُ هُنَيَّةً، فَإِذَا أَنَا بِأَقْوَامٍ بُطُونُهُمْ أَمْثَالُ الْبُيُوتِ، كُلَّمَا نَهَضَ أَحَدُهُمْ خَرَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ، لَا تُقِمِ السَّاعَةَ”، قَالَ: “وَهُمْ عَلَى سَابِلَةِ آلِ فِرْعَوْنَ”. قَالَ: “فَتَجِيءُ السَّابِلَةُ فَتَطَؤُهُمْ”. قَالَ: “فَسَمِعْتُهُمْ يَضِجُّونَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ”. قَالَ: “قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ من أمتك {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ}“Lalu melanjutkan perjalanan sebentar, saat tiba-tiba aku melihat nampan berisi daging dendeng, sayangnya di situ tidak ada seorangpun yang mendekat, lalu aku melihat nampan lainnya berisi daging busuk dikerumuni banyak orang yang memakannya. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawab Jibril : Mereka adalah sekelompok umatmu yang meninggalkan sesuatu yang jelas halal tapi mereka memilih yang haram. Beliau melanjutkan kisahnya  : Tidak lama kemudian, tiba-tiba aku menjumpai suatu kaum yang perutnya seperti rumah, setiap kali salah seorang dari mereka hendak bangkit setiap itu pula tersungkur. Ia berkata : Ya Tuhan, Janganlah engkau datangkan hari kiamat.  Mereka itu di jalan yang akan ditempuh para pengikut Firaun.  Maka datanglah para pengikut Fir’aun lalu mereka terinjak-injak oleh para pengikut Fir’aun. Maka akupun mendengar mereka meraung-raung meminta pertolongan kepada Allah. Nabi bersabda : Aku bertanya,  wahai Jibril, siapakah mereka itu ? Jawabnya :  Mereka adalah dari umatmu pemakan riba”.ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ  [ البقرة / 275 ](Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila). Qs Albaqarah 275. (HR al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwwah)Kehidupan rumah tangga merupakan wadah  untuk mengasuh keturunan, memberikan kasih sayang dan mendidik mereka, wahana curahan rasa kebapakan dan keibuan dalam mempersiapkan generasi penerus untuk memikul beban kehidupan, memberikan kemanfaatan dan memajukan masyarakat dalam segala urusan, menuju budi pekerti yang mulia, mencegah pekerti yang tercela, mendidik mereka beramal shalih untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.Dengan begitu anak-anak meneladani apa yang dilihatnya, dan mendapatkan terpengaruh dari apa yang disaksikan dan didengarnya meskipun mereka belum mampu membaca sejarah dan mengambil hikmah serta keteladanan dari yang tersirat dari sejarah.Akad pernikahan merupakan suatu janji setia yang amat agung,  ikatan yang sangat kuat dan hubungan yang erat dan kokoh. Firman Allah :وَإِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجٖ مَّكَانَ زَوۡجٖ وَءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارٗا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡ‍ًٔاۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا . وَكَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُۥ وَقَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُكُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ وَأَخَذۡنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا  [ النساء / 20 – 21 ](Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain , sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata.Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah menggauli yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat ). Qs An-Nisa : 20-21Para pakar tafsir berkomentar, “Mitsaq” yang dimaksudkan adalah akad nikah yang di dalamnya tercakup berbagai kemaslahatan dan kemanfaatan bagi suami istri, bagi anak-anak, bagi kerabat dari pihak suami dan istri, bagi masyarakat luas dan berbagai kemaslahatan lainnya dalam kehidupan dunia dan akhirat yang tidak terhitung jumlahnya.Merusak akad nikah, membatalkan perjanjian setia dan memutuskan ikatan suami istri dengan perceraian akan menghancurkan seluruh kemaslahatan dan kemanfaatan tersebut, hal itu dapat menjerumuskan suami ke dalam kancah fitnah yang mengancam agamanya, dunianya dan kesehatannya, juga menjerumuskan istri yang diceraikan ke dalam fitnah yang lebih dahsyat dari pada yang dihadapi suami.  Lantaran wanita itu tidak mampu bangkit memulihkan kembali kehidupannya seperti semula, maka ia hidup dalam penyesalan terutama pada masa sekarang yang jarang ditemukan orang yang peduli terhadap kondisinya, anak-anak terlantar dan menghadapi kehidupan yang keras dan berbeda dengan kehidupan mereka sebelumnya ketika dalam pengayoman kedua orang tua, akhirnya mereka kehilangan keceriaan dan kegembiraan dalam kehidupan mereka. Di kala itulah mereka rawan terhadap berbagai penyimpangan dan terancam oleh aneka macam penyakit.Masyarakat pun terganggu oleh dampak negatif akibat perceraian yang muncul, demikian juga semakin kuat pemutusan tali kekerabatan.  Betapapun dilakukan penghitungan statistik tentang dampak negatif perceraian, tetap saja masih banyak yang tidak tercatat. Maka patutlah disadari dampak negatif perceraian itu dan kemunculan aneka ragam kemudaratan yang ditimbulkannya dalam skala sempit dan luas.Renungkanlah hadis Jabir r.a. dari nabi –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً، يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا، قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ فَيَلْتَزِمهُ . رواه مسلم “Sesungguhnya iblis menempatkan singgasananya di atas air. Dia mengutus pasukan dan prajuritnya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling mampu menggoda. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan begini dan begitu.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya tidak biarkan dia sehingga saya berhasil menceraikannya dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu. maka syaitan tersebut menemani Iblis.” HR. Muslim.Sebagian orang menggampangkan perceraian (talak), dianggapnya enteng urusan perceraian itu, akhirnya dia terjerumus dalam kondisi yang membahayakan dengan berbagai keburukan, selain dapat menjerumuskan orang lain terjatuh pada seperti yang menimpa dirinya.Zaman sekarang banyak kasus perceraian hanya karena faktor yang remeh, atau karena alasan yang sepele. Pemicu perceraian zaman sekarang cukup banyak, yang paling dominan adalah kebodohan (ketidak tahuan) tentang hukum syariat terkait perceraian (talak) dan tidak adanya pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah, meskipun syariat Islam itu sendiri telah memberikan perhatian yang sedemikian rupa terhadap akad pernikahan untuk menjaganya, melindunginya dan memagarinya dengan baik agar tidak retak, tidak runtuh dan tidak goyah diterpa badai hawa nafsu.Karena bisa jadi penyebab perceraian itu datang dari pihak suami dan bisa jadi pula datang dari pihak istri, bahkan kemungkinan datangnya dari sebagian kerabat masing-masing. Maka syariat Islam dalam menangani setiap kasus perceraian melihat seluruh kemungkinan penyebabnya. Allah –subhanahu wa ta’ala- dalam Al-Qur’an memerintahkan pihak suami agar menghormati akad pernikahan. Firman Allah :وَلَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارٗا لِّتَعۡتَدُواْۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوٗاۚ [ البقرة / 231 ](Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan). Qs Al-Baqarah : 231Dan firman Allah  :وَلَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيۡهِنَّ دَرَجَةٞۗ  [ البقرة / 228]( Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma´ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan). Qs Albaqarah : 228Para pakar tafsir berkata : “Wanita (istri) berhak mendapatkan haknya dari lelaki (suami) sama dengan lelaki (suami) berhak mendapatkan haknya dari wanita (istri) terkait dengan kewajiban memberikan perlakuan yang baik satu sama lain, namun lelaki mengungguli wanita dalam kepemimpinan rumah tangga. Maka lelaki berkewajiban memberikan perlakuan yang ma’ruf dan baik kepada istrinya. Jika ada perilaku istri yang tidak berkenan di hati, maka hendaklah bersabar, bisa jadi kondisi akan berubah menjadi lebih baik, atau boleh jadi  ia akan dikaruniai dari istri tersebut keturunan yang shalih, di samping mendapatkan pahala atas kesabarannya bersamanya. Firman Allah :وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَيَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرٗا كَثِيرٗا [ النساء / 19 ]“Dan pergauilah mereka dengan cara yang sepatutnya. Kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19 )Dan wajib atas suami dan istri untuk menyelesaikan problematika mereka sejak awal munculnya, maka masing-masing berusaha melakukan apa yang paling disukai oleh pasangannya, dan masing-masing menjauhi perkara-perkara yang tidak disukai oleh pasangannya. Dan ini merupakan perkara yang mudah –sebagaimana tidak samar lagi-. Dan diantara sebab langgengnya kehidupan rumah tangga adalah turus sertanya orang-orang yang baik dan memperbaiki dalam mendamaikan antara pasangan suami istri, sehingga masing-masing pasangan memperoleh haknya yang wajib yang ditunaikan oleh pasangannya. Allah berfirman :وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا  [ النساء / 35 ]“Dan jika kamu khawatirkan ada persengkataan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga istri. Jika kedua orang hakam tersebut bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS An-Nisaa : 35)Diantara faktor yang melanggengkan pernikahan dan kebahagiaannya adalah sabar dan memaafkan. Maka pahitnya sedikit kesabaran akan mendatangkan manisnya kebahagiaan yang panjang. Dan tidak ada yang sehebat kesabaran dalam menghadapi perkara-perkara yang dibenci. Allah berfirman :إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ [ الزمر /10]“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas” (QS Az-Zumar : 10)Saling pengertian dan memaafkan akan menghiasi kehidupan dan memberikan pakaian kebahagiaan, kegembiraan, dan keindahan, serta menyembuhkan luka kehidupan rumah tangga. Saling pengertian dan memaafkan adalah perkara yang sangat penting (primer) dalam menjalani kehidupan terlebih lagi kehidupan rumah tangga. Dan jika pada kebutuhan-kebutuhan sekunder atau keperluan yang bisa ditunda maka pengertian dalam hal ini lebih bagi kedua pasutri.  Dan di zaman sekarang ini sungguh telah melelahkan banyak suami dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dan menjalankannya bahkan meskipun dalam kebutuhan-kebutuhan yang sekunder.Dan menuntut dipenuhinya seluruh hak masing-masing pasutri (pasangan suami istri) dan tidak adanya saling pengertian  dan saling memaafkan akan menimbulkan sikap menjauh dan saling membenci antara pasutri.Ruh dari kehidupan berumah tangga adalah adanya kerjasama dan saling mengasihi. Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ [ التغابن / 14]“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS At-Taghobun : 14)Dan yang dimaksud dengan “musuh” dalam ayat ini adalah sikap memperlambat (menggembosi) dalam berbuat kebajikan, atau sang istri tidak membantunya atau mencegahnya dari berbuat kebajikan. Dan Allah berfirman :خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [ الأعراف / 199]“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang untuk mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (QS Al-A’roof : 199).Dan diantara sebabnya langgengnya kehidupan rumah tangga adalah seorang suami berusaha memperbaiki sikap-sikap istrinya yang bengkok dengan cara yang diperbolehkan dan diizinkan oleh syari’at. Allah berfirman :فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا [ النساء/34]“Sebab itu maka wanita-wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”(QS An-Nisaa : 34)Dan wajib bagi para hakim untuk mendamaikan pasutri pada kasus-kasus yang diangkat ke hadapan mereka sehingga tercapailah kesepakatan antara pasutri dan tidak terjadinya perceraian.Hak seorang istri atas suaminya adalah mempergaulinya dengan cara yang baik, menyiapkan tempat tinggal yang sepadan untuk selevel istrinya, memberi nafkah dan pakaian, berbuat baik kepadanya, tidak mengganggunya dan memberi kemudorotan kepadanya. Dan bisa jadi sebab perceraian adalah dari pihak istri yang buruk lisannya dan jelek akhlaknya serta kebodohannya. Maka wajib bagi sang istri untuk memperbaiki akhlaknya dan taat kepada suaminya serta berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anaknya dan tarbiah yang tepat.Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda :إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا : اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ ،“Jika seorang wanita sholat lima waktu, dan puasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, serta taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau sukai” (HR Ahmad dan ini adalah hadits yang hasan)Wajib bagi wanita untuk melayani suaminya dengan baik sebagai bentuk meneladani para shohabiyat –semoga Allah meridoi mereka-. Dan sungguh indah seorang istri ikut dalam merasakan kegembiraan suaminya, atau tatkala lagi sedihnya. Dan hendaknya ia membantu suaminya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah.Diantara sebab perceraian adalah ikut campurnya kerabat salah satu dari pasutri dalam urusan rumah tangga mereka, atau kerabat dari kedua pasutri. Maka hendaknya mereka takut kepada Allah dan hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang lurus. Dalam hadits :لَعَنَ اللهُ مَنْ خَبَّبَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا أَوْ زَوْجًا عَلَى زَوْجَتِهِ“Allah melaknat orang yang menipu (seingga merusak) seorang wanita terhadap suaminya atau merusak suaminya terhadap istrinya”Wajib atas istri untuk menunaikan hak kerabat suaminya, terlebih lagi kedua orang tua suaminya. Dan wajib atas suami untuk menunaikan hak kerabat istrinya. Dan sering sekali karena kurang dalam menunaikan hak kerabat istri menjadi sebab terjadinya perceraian.          Diantara sebab perceraian adalah terus menonton tayangan sinetron televisi yang merusak akhlak, atau melihat situs-situs yang haram yang menyebarkan kerusakan. Dan diantara sebab perceraian adalah keluarnya istri dari rumah tanpa izin suami, dan tidak halal bagi seorang istri untuk keluar rumah kecuali dengan izin suaminya, karena suaminya yang menimbang antara kemaslahatan dan kemudorotan.Jika tidak mungkin dilakukan sebab-sebab langgengnya kehidupan rumah tangga  maka Allah telah menghalalkan untuk melakukan perceraian. Dalam hadits :أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ“Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)”Maka sang suami menjatuhkan talak dengan talak yang sesuai syari’at setelah menimbang dan tidak terburu-buru, sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ [ الطلاق/1]“Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi iddahnya yang wajar dan hitunglah waktu iddah itu” (QS At-Tholaq : 1)Para ahli tafsir berkata yaitu sang suami menceraikan istrinya pada saat sang wanita dalam kondisi suci dan belum ia gauli, dengan menjatuhkan talak satu. Jika sang suami mau kembali (rujuk) kepada sang istrinya di masa iddahnya, jika tidak maka ia tinggalkan sang wanita hingga selesai masa iddahnya lalu keluarlah sang wanita dari “status istrinya”.Dan menjatuhkan cerai dengan cara seperti ini membuka pintu harapan untuk adanya rujuk demi kelanggengan kehidupan rumah tangga, atau dengan akad nikah yang baru disertai mahar jika setelah selesai masa iddah. Maka lihatlah kepada penekanan penjagaan akad pernikahan dan penjagaannya dalam syari’at yang lurus ini, dan lihatlah dengan sikap meremehkan perceraian di zaman ini yang mendatangkan akibat-akibat yang menyedihkan.Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَ [ النور/21]“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (QS An-Nuur : 21)Semoga Allah memberi keberkahan bagiku dan bag kalian dalam al-Qur’an yang agung….===========Khotbah Kedua          Segala puji bati Allah Penguasa alam semesta, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah telah mensyari’atkan aturan-ataran dengan ilmu dan hikmah dan kasih sayangNya. Maka maha suci Allah Sesembahan Yang Agung. Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagiNya, Yang Maha berilmu dan Maha Bijak. Dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya yang mulia. Ya Allah curahkanlah shalawat, salam dan keberkahan kepada hambaMu dan rasulMu Muhammad, dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang berpegang teguh dengan syari’atnya yang lurus.Selanjutnya…, Maka bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan berpeganglah dengan tali Islam yang kuat.Hamba-hamba Allah sekalian, Allah Azza wa Jalla berfirman :وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [المائدة/2]“Dan saling tolong menolonglah kalian dalak kebajikan dan ketakwaan dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya siksaanNya sangatlah pedih” (QS Al-Maidah : 2)Kaum muslimin sekalian,Sekarang ini perceraian menjadi suatu perkataan yang mengalir keluar dari mulut sebagian pemuda tanpa memperhatikan hak-hak anak dan kerabat, dan tanpa memandang seorangpun. Dan terkadang ia mengucapkan talak berulang-ulang dalam waktu yang berbeda-beda, dan terkadang ia jatuhkan talak berulang-ulang dalam satu waktu, setelah itu iapun mencari-cari fatwa-fatwa. Dan terkadang ia melakukan hilah (tipu muslihat)  dan terkadang seluruh jalan telah tertutup baginya lalu iapun menyesal dengan penyesalan yang tidak bermanfaat. Padahal Allah ta’ala berfirman :وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِب [ الطلاق/2-3]“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan akan memberi rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka” (QS At-Tholaq : 2-3)Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dalam menjatuhkan cerai sesuai dengan metode yang sesuai syari’at maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar.Barangsiapa yang menghormati akad tali pernikahan dan tidak meremehkannya maka Allah akan memberkahinya dalam pernikahannya serta ia akan meraih kesudahannya yang indah.Ada sebagian kondisi talak yang khusus dan dalam kondisi-kondisi tertentu dimana talak tersebut adalah dosa seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Ayyub :إِنَّ طَلاَقَ أُمَّ أَيُّوْبَ لَحُوْبٌ“Sesungguhnya menceraikan ummu Ayyub adalah dosa”Hamba-hamba Allah sekalian,Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian dan bersalamlah kepada Nabi.====  Doa  ====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (2)

Berikut adalah kiat-kiat lanjutan untuk menghilangkan kecanduan dari nonton film porno.   6- Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik Sebagian menonton film porno di tengah malam saat yang lain telah tidur. Kebiasaan ini harus berusaha diubah dengan tidur di awal malam, agar dimudahkan pula untuk bangun shubuh. Kebiasaan ini lebih bermanfaat daripada kebiasaan begadang di malam hari. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang beraktivitas setelah Isya dalam hal yang tidak manfaat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththol, 3: 278, Asy Syamilah) Apalagi maksiat lebih mudah terjadi di kala sepi. Disebutkan dalam hadits, وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا “Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).”   7- Harus tulus dan jujur meninggalkan kebiasaan menonton film porno   8- Jangan merasa bangga karena sudah berhenti Jangan terlalu bangga kalau sudah berhenti. Kalau sudah berhenti dari melihat film porno satu bulan lamanya, itu belumlah cukup. Dua bulan belum juga cukup. Coba diteruskan hingga setahun lamanya bahkan seterusnya bisa istiqamah, baru bisa katakan sukses. Ingatlah kalau bisa istiqamah, itu benar-benar suatu karunia yang besar. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam Madarij As-Salikin, أَعْظَمُ الكَرَامَةِ لُزُوْمُ الاِسْتِقَامَةِ “Karamah yang paling besar adalah bisa terus istiqamah.”   9- Harus tahu akibat buruk jika kita terus menonton video porno Jika seseorang ingin berubah, coba ia tulis di wallpapernya, “Allah sedang melihat saya.” Ketika itu ditaruh di halaman muka laptop, computer atau handphone kita, kita pasti akan terus merasa diawasi oleh Allah sehingga akan sulit berbuat maksiat. Kalau tulisan itu terus ada, kita pasti akan terus merasa bahwa Allah tetap memperhatikan kita, termasuk saat kita sendiri. Apa lantas seperti itu mau bermaksiat dengan membuka-buka video porno? Apalagi ia tahu bahwa ada malaikat yang selalu mencatat gerak-gerik kita semua. Allah Ta’ala berfirman, مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18) Ditambah lagi, kita harus tahu bahwa amalan itu dilihat dari akhirnya. Sebagaimana kata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) Coba seseorang mengingat konsekuensi di atas, ia akan terus diawasi oleh Allah. Kalau-kalau ia berbuat maksiat, ia pun bisa saja mati dalam keadaan menutup amalannya dengan maksiat. Kalau seseorang ingat akibat buruk ini, ia pasti akan mengurangi maksiatnya.   10- Industri yang membuat film porno benar-benar jahat Kata Wael Ibrahim, seorang motivator yang memberikan kiat-kiat agar bisa berhenti dari menonton video porno, industri yang membuat video porno sama dengan industri yang membuat video penghinaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya sama yaitu untuk menghancurkan umat manusia. Bila kita tahu demikian, berarti kita tidak boleh menyupport mereka mengklik video mereka. Mereka akan semakin kaya dengan itu. — Banyak faedah digali dari penjelasan Wael Ibrahim di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (2)

Berikut adalah kiat-kiat lanjutan untuk menghilangkan kecanduan dari nonton film porno.   6- Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik Sebagian menonton film porno di tengah malam saat yang lain telah tidur. Kebiasaan ini harus berusaha diubah dengan tidur di awal malam, agar dimudahkan pula untuk bangun shubuh. Kebiasaan ini lebih bermanfaat daripada kebiasaan begadang di malam hari. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang beraktivitas setelah Isya dalam hal yang tidak manfaat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththol, 3: 278, Asy Syamilah) Apalagi maksiat lebih mudah terjadi di kala sepi. Disebutkan dalam hadits, وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا “Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).”   7- Harus tulus dan jujur meninggalkan kebiasaan menonton film porno   8- Jangan merasa bangga karena sudah berhenti Jangan terlalu bangga kalau sudah berhenti. Kalau sudah berhenti dari melihat film porno satu bulan lamanya, itu belumlah cukup. Dua bulan belum juga cukup. Coba diteruskan hingga setahun lamanya bahkan seterusnya bisa istiqamah, baru bisa katakan sukses. Ingatlah kalau bisa istiqamah, itu benar-benar suatu karunia yang besar. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam Madarij As-Salikin, أَعْظَمُ الكَرَامَةِ لُزُوْمُ الاِسْتِقَامَةِ “Karamah yang paling besar adalah bisa terus istiqamah.”   9- Harus tahu akibat buruk jika kita terus menonton video porno Jika seseorang ingin berubah, coba ia tulis di wallpapernya, “Allah sedang melihat saya.” Ketika itu ditaruh di halaman muka laptop, computer atau handphone kita, kita pasti akan terus merasa diawasi oleh Allah sehingga akan sulit berbuat maksiat. Kalau tulisan itu terus ada, kita pasti akan terus merasa bahwa Allah tetap memperhatikan kita, termasuk saat kita sendiri. Apa lantas seperti itu mau bermaksiat dengan membuka-buka video porno? Apalagi ia tahu bahwa ada malaikat yang selalu mencatat gerak-gerik kita semua. Allah Ta’ala berfirman, مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18) Ditambah lagi, kita harus tahu bahwa amalan itu dilihat dari akhirnya. Sebagaimana kata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) Coba seseorang mengingat konsekuensi di atas, ia akan terus diawasi oleh Allah. Kalau-kalau ia berbuat maksiat, ia pun bisa saja mati dalam keadaan menutup amalannya dengan maksiat. Kalau seseorang ingat akibat buruk ini, ia pasti akan mengurangi maksiatnya.   10- Industri yang membuat film porno benar-benar jahat Kata Wael Ibrahim, seorang motivator yang memberikan kiat-kiat agar bisa berhenti dari menonton video porno, industri yang membuat video porno sama dengan industri yang membuat video penghinaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya sama yaitu untuk menghancurkan umat manusia. Bila kita tahu demikian, berarti kita tidak boleh menyupport mereka mengklik video mereka. Mereka akan semakin kaya dengan itu. — Banyak faedah digali dari penjelasan Wael Ibrahim di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi
Berikut adalah kiat-kiat lanjutan untuk menghilangkan kecanduan dari nonton film porno.   6- Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik Sebagian menonton film porno di tengah malam saat yang lain telah tidur. Kebiasaan ini harus berusaha diubah dengan tidur di awal malam, agar dimudahkan pula untuk bangun shubuh. Kebiasaan ini lebih bermanfaat daripada kebiasaan begadang di malam hari. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang beraktivitas setelah Isya dalam hal yang tidak manfaat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththol, 3: 278, Asy Syamilah) Apalagi maksiat lebih mudah terjadi di kala sepi. Disebutkan dalam hadits, وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا “Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).”   7- Harus tulus dan jujur meninggalkan kebiasaan menonton film porno   8- Jangan merasa bangga karena sudah berhenti Jangan terlalu bangga kalau sudah berhenti. Kalau sudah berhenti dari melihat film porno satu bulan lamanya, itu belumlah cukup. Dua bulan belum juga cukup. Coba diteruskan hingga setahun lamanya bahkan seterusnya bisa istiqamah, baru bisa katakan sukses. Ingatlah kalau bisa istiqamah, itu benar-benar suatu karunia yang besar. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam Madarij As-Salikin, أَعْظَمُ الكَرَامَةِ لُزُوْمُ الاِسْتِقَامَةِ “Karamah yang paling besar adalah bisa terus istiqamah.”   9- Harus tahu akibat buruk jika kita terus menonton video porno Jika seseorang ingin berubah, coba ia tulis di wallpapernya, “Allah sedang melihat saya.” Ketika itu ditaruh di halaman muka laptop, computer atau handphone kita, kita pasti akan terus merasa diawasi oleh Allah sehingga akan sulit berbuat maksiat. Kalau tulisan itu terus ada, kita pasti akan terus merasa bahwa Allah tetap memperhatikan kita, termasuk saat kita sendiri. Apa lantas seperti itu mau bermaksiat dengan membuka-buka video porno? Apalagi ia tahu bahwa ada malaikat yang selalu mencatat gerak-gerik kita semua. Allah Ta’ala berfirman, مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18) Ditambah lagi, kita harus tahu bahwa amalan itu dilihat dari akhirnya. Sebagaimana kata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) Coba seseorang mengingat konsekuensi di atas, ia akan terus diawasi oleh Allah. Kalau-kalau ia berbuat maksiat, ia pun bisa saja mati dalam keadaan menutup amalannya dengan maksiat. Kalau seseorang ingat akibat buruk ini, ia pasti akan mengurangi maksiatnya.   10- Industri yang membuat film porno benar-benar jahat Kata Wael Ibrahim, seorang motivator yang memberikan kiat-kiat agar bisa berhenti dari menonton video porno, industri yang membuat video porno sama dengan industri yang membuat video penghinaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya sama yaitu untuk menghancurkan umat manusia. Bila kita tahu demikian, berarti kita tidak boleh menyupport mereka mengklik video mereka. Mereka akan semakin kaya dengan itu. — Banyak faedah digali dari penjelasan Wael Ibrahim di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi


Berikut adalah kiat-kiat lanjutan untuk menghilangkan kecanduan dari nonton film porno.   6- Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik Sebagian menonton film porno di tengah malam saat yang lain telah tidur. Kebiasaan ini harus berusaha diubah dengan tidur di awal malam, agar dimudahkan pula untuk bangun shubuh. Kebiasaan ini lebih bermanfaat daripada kebiasaan begadang di malam hari. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang beraktivitas setelah Isya dalam hal yang tidak manfaat. Diriwayatkan dari Abu Barzah, beliau berkata, أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari, no. 568) Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al-Bukhari, Ibnu Baththol, 3: 278, Asy Syamilah) Apalagi maksiat lebih mudah terjadi di kala sepi. Disebutkan dalam hadits, وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا “Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah, no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).”   7- Harus tulus dan jujur meninggalkan kebiasaan menonton film porno   8- Jangan merasa bangga karena sudah berhenti Jangan terlalu bangga kalau sudah berhenti. Kalau sudah berhenti dari melihat film porno satu bulan lamanya, itu belumlah cukup. Dua bulan belum juga cukup. Coba diteruskan hingga setahun lamanya bahkan seterusnya bisa istiqamah, baru bisa katakan sukses. Ingatlah kalau bisa istiqamah, itu benar-benar suatu karunia yang besar. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah disampaikan oleh muridnya Ibnul Qayyim dalam Madarij As-Salikin, أَعْظَمُ الكَرَامَةِ لُزُوْمُ الاِسْتِقَامَةِ “Karamah yang paling besar adalah bisa terus istiqamah.”   9- Harus tahu akibat buruk jika kita terus menonton video porno Jika seseorang ingin berubah, coba ia tulis di wallpapernya, “Allah sedang melihat saya.” Ketika itu ditaruh di halaman muka laptop, computer atau handphone kita, kita pasti akan terus merasa diawasi oleh Allah sehingga akan sulit berbuat maksiat. Kalau tulisan itu terus ada, kita pasti akan terus merasa bahwa Allah tetap memperhatikan kita, termasuk saat kita sendiri. Apa lantas seperti itu mau bermaksiat dengan membuka-buka video porno? Apalagi ia tahu bahwa ada malaikat yang selalu mencatat gerak-gerik kita semua. Allah Ta’ala berfirman, مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18) Ditambah lagi, kita harus tahu bahwa amalan itu dilihat dari akhirnya. Sebagaimana kata Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) Coba seseorang mengingat konsekuensi di atas, ia akan terus diawasi oleh Allah. Kalau-kalau ia berbuat maksiat, ia pun bisa saja mati dalam keadaan menutup amalannya dengan maksiat. Kalau seseorang ingat akibat buruk ini, ia pasti akan mengurangi maksiatnya.   10- Industri yang membuat film porno benar-benar jahat Kata Wael Ibrahim, seorang motivator yang memberikan kiat-kiat agar bisa berhenti dari menonton video porno, industri yang membuat video porno sama dengan industri yang membuat video penghinaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tujuannya sama yaitu untuk menghancurkan umat manusia. Bila kita tahu demikian, berarti kita tidak boleh menyupport mereka mengklik video mereka. Mereka akan semakin kaya dengan itu. — Banyak faedah digali dari penjelasan Wael Ibrahim di Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=1NCANZjlb8E   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (2)

Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (2)

Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Bagaimanakah kelakukan Nabi Luth? Mereka ingin melakukan tindakan homoseksual walaupun terhadap tamu yang mulia dari Nabi Luth yang sebenarnya adalah para malaikat yang berwujud laki-laki tampan. Lihat kisahnya berikut.   Malaikat pun berkata pada Ibrahim ketika Ibrahim berdialog dengan mereka, يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76). Maksudnya, walau Nabi Ibrahim berdo’a dan berjidal (berdebat) tetap saja azab akan turun menimpa kaum Luth. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Kalau azab Allah sudah ditetapkan turun karena kekufuran atau kemaksiatan, sulit ada yang bisa mencegahnya.   Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77). Malaikat mendatangi Nabi Luth dalam bentuk laki-laki. Luth merasa susah dan sempit hatinya karena kedatangan para malaikat. Karena ia khawatir dengan keadaan kaumnya yang masih punya perilaku suka sesame jenis, dan laki-laki tidak menyukai wanita. Luth pun menyatakan bahwa hari tersebut adalah hari yang amat sulit di mana ia khawatir kaumnya malah akan bercinta dengan tamunya tersebut (suka dengan tamu yang sesama jenis). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dijelaskan dalam kitab tafsir bahwa malaikat tersebut datang dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan dan sempurna. Itulah yang membuat Luth khawatir pada kaumnya. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Luth takut karena ia tahu keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Kaum Luth ternyata tetap datang menghampiri tamu Nabi Luth dengan tergesa-gesa. Karena memang mereka punya kesukaan yang jelek sejak dahulu, yaitu sama sekali tak suka dengan perempuan. Luth lantas mencegah kaumnya dengan mengatakan bahwa ini wanita dari kaum Luth, nikahilah mereka. Wanita-wanita itu lebih baik (lebih suci) daripada melakukan tindakan fahisyah (homoseksual). Mereka pun takut dari siksa Allah. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Dalam ayat disebutkan bahwa Luth menawarkan puteri-puterinya. Yang dimaksudkan adalah kaumnya yang wanita, bukan maksudnya puteri kandungnya. Karena seorang nabi dapat dianggap sebagai orang tua bagi kaumnya. Mujahid berkata, “Yang dikatakan Nabi Luth bukanlah puteri-puterinya, namun yang dimaksud adalah para wanita dari kaumnya. Karena setiap Nabi adalah bapak dari umatnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 462). Karena Allah menyatakan pula dalam ayat lainnya, النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS. Al-Ahzab: 6). Berarti seorang nabi adalah bapak bagi dari kaumnya berdasarkan ayat ini.   Pelajaran: Adapun Luth menunjukkan wanita dan menilainya lebih baik atau lebih suci, maksudnya wanita-wanita tersebut lebih manfaat di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah nyatakan pada ayat yang lain, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ ، وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 165-166) (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 461)   Pelajaran: Rojulun rosyid yang dimaksud dalam ayat adalah orang yang bisa mendakwahi dengan mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. (Tafsir Al-Jalalain, hlm. 239) Berarti penyimpangan seksual (lewat praktik homo) perlu diingatkan, bukan dibiarkan dan dibela seperti yang dilakukan oleh kaum Liberal saat ini.   Luth pun menyatakan, jangan buat ia malu karena tindakan kaumnya pada tamunya. Beliau katakan bahwa bukankah di tengah-tengah kaumnya masih mungkin ada orang yang lurus yang melarang dari tindakan keji (homoseksual). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Ternyata jawaban kaumnya, قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.” (QS. Huud: 79). Artinya, kaumnya tidak punya rasa (syahwat) sama sekali dengan wanita, yang mereka inginkan adalah sesama jenis yaitu sesama laki-laki. Nabi Luth berkata, قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آَوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ “Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak kalian) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga (qabilah) yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80). Maksudnya, Nabi Luth berangan-angan andai saja ia punya kekuatan untuk menghalangi kaumnya atau memiliki keluarga (qabilah) untuk menghalangi kaumnya agar tidak mengganggu tamunya dengan tindakan fahisyah (homo). (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230)   Pelajaran: Untuk menghalangi kaumnya tersebut, Luth menyebutkan sebab manusiawi. Namun, Nabi Luth tetap bersandar pada sebab terbesar yaitu Allah Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menghalangi kekuatan dari Allah. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 404) Ini menunjukkan pentingnya bersandar pada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk juga kesulitan dalam dakwah.   Masih bersambung insya Allah pada kisah yang berujung pada siksa yang menimpa kaum Luth.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Jalalain. Cetakan kedua, tahun 1422 H. Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi. Penerbit Darus Salam. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di pagi hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (1)

Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Kiat Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Porno (1)

Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi
Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi


Video dan film porno saat ini begitu mudah diakses. Ditambah lagi ada beberapa pembenaran yang menyatakan bahwa menontonnya masih lebih mending dibanding zina. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa postingan sebelumnya, sudah dibuktikan bahwa menonton film porno adalah suatu dosa atau maksiat sehingga mesti ditinggalkan. Bagi Anda yang jadi pecandu, silakan pelajari 10 tips ini. Moga manfaat untuk menghentikan kebiasaan menonton video atau film porno.   1- Berharap pertolongan Allah lewat do’a Yaitu kita bukan hanya melakukan sebab sebagaimana yang disebutkan dalam step-step selanjutnya. Yang utama adalah banyak berdo’a pada Allah supaya bisa disembuhkan dari kecanduan menonton film porno. Di antara do’a yang bisa diamalkan adalah do’a yang disebutkan dalam hadits berikut ini. Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah, اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى “Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi” (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) 2- Beritahukan pada seseorang biar merasa terus diawasi Itulah pentingnya pula punya teman yang dekat yang bisa terus mengingatkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; Ahmad, 2: 344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shahihul Jaami’ 3545). Apalagi yang terus mengingatkan adalah istri atau orang tua tentu akan lebih memudahkan dalam pertaubatan.   3- Kurangi memandang dan alihkan pandangan dari gambar-gambar porno di komputer, TV atau media lainnya Hati-hati dengan zina mata. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim, no. 6925). Segera palingkan pandangan jika melihat gambar yang tidak halal di pandang di Televisi, handphone atau laptop. Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)   4- Buat target yang realistis Misal, buat target satu minggu tidak mau menonton dulu film porno. Menetapkan target ini penting sehingga tidak kecanduan lagi. 5- Jangan buat kecewa orang sekitar gara-gara punya hobi menonton video porno Kalau kita punya kebiasaan seperti itu, baiknya kita sadar diri. Coba perhatikan kisah berikut. Sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Ada seorang pemuda yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah! Izinkanlah aku untuk berzina.” Spontan seluruh sahabat yang hadir menoleh kepadanya dan menghardiknya, sambil berkata kepadanya: “Apa-apaan ini!” Adapun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada pemuda itu, “Mendekatlah.” Pemuda itu segera mendekat ke sebelah beliau, lalu ia duduk. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda kepadanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa ibumu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa ibu-ibu mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa anak gadis mereka.” Selanjutnya beliau bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudarimu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpalinya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ayahmu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannnya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ayah mereka.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bertanya, “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa saudari ibumu (bibikmu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menimpali jawabannya, “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut, dan berdoa: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.” Semenjak hari itu, pemuda tersebut tidak pernah menoleh ke sesuatu hal (tidak pernah memiliki keinginan untuk berbuat serong atau zina).” (HR. Ahmad, 5: 256. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi shahih)   -bersambung insya Allah- —   Diselesaikan di saat hujan mengguyur Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagspornografi

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (3)

Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (3)

Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Bagaimanakah bentuk azab yang menimba kaum Luth?   Tentang azab bagi kaum Luth disebutkan dalam ayat berikut ini, قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ ، فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ ، مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ “Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?” Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 81-83)   Para malaikat berkata pada Luth, tak perlu khawatir dengan gangguan kaummu. Lantas malaikat memerintahkan Luth untuk keluar dari negerinya bersama kaumnya pada malam hari yang gelap. Jangan pula sampai menoleh ke belakang. Kecuali istri Luth, ia ditinggal dan nanti akan mendapatkan siksa. Istri Luth akan mendapatkan siksa yang sama seperti kaumnya. Waktu yang dijanjikan akan turunnya azab adalah pada waktu Shubuh. Ternyata waktu shubuh sudah dekat. Ketika datang waktu akan hancurnya kaum Luth, negeri kaum Luth dibalikkan, yang atas dijadikan ke bawah. Lantas kaumnya tersebut dihujani batu dari tanah yang panas dan dijatuhkan bertubi-tubi. Batu yang dijatuhkan tersebut adalah dari sisi Allah sebagai tanda khusus. Dan siksa semacam itu pula dapat dijatuhkan pada kaum Quraisy (di masa Nabi kalau berbuat kezaliman yang sama, pen.). Dan itu tidaklah jauh dijatuhkan pada orang-orang yang berbuat zalim. (Al-Muktashar fii At-Tafsir, hlm. 230-231)   As- Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam berkokok mereka. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat, وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى “dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53) Yang belum mati ketika dijatuhkan kembali ke muka bumi, dihujani batu oleh Allah dan mereka ketika itu berada di bagian bawah bumi. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 465)   Hukuman yang menimpa kaum Luth dapat saja dikenakan pada orang-orang yang menyerupai mereka. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ “Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah fa’il dan maf’ul bih (kedua pelakunya).”   (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)   Bentuk Siksa di Dunia bagi Pelaku Homoseksual Imam Syafi’i dan sekelompok ulama berpendapat bahwa pelaku homoseksual DIBUNUH, baik ia sudah menikah ataukah belum. Pendapat ini berdasarkan hadits yang dikemukakan di atas. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa ia dijatuhkan dari tempat yang tinggi, lantas diikuti dengan dilempar dengan batu sebagaimana siksa yang Allah lakukan pada kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 466) Semoga jadi renungan.   Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.   — Selesai disusun di siang hari @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 1 Jumadal Ula 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

3 Sifat Nabi Ibrahim yang Patut Ditiru

Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar

3 Sifat Nabi Ibrahim yang Patut Ditiru

Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar
Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar


Ada tiga sifat nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- yang bisa kita tiru. Apalagi bagi orang yang ditimpa musibah dan mengharap terus jalan keluar dari Allah, termasuk juga bagi yang berharap memiliki keturunan namun tak kunjung diberi. Ibrahim begitu menanti memiliki seorang anak. Ia sangat merindukannya. Ketika malaikat datang padanya untuk mengabarkan akan kelahiran puteranya, Ishaq, ia begitu kaget. Begitu pula dengan istrinya, begitu kaget karena istrinya sudah divonis mandul sedangkan Ibrahim pun sudah tua. Allah lantas menyifati Ibrahim dengan tiga sifat sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75). Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah: beliau sangat suka agar hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja, beliau begitu sangat tunduk pada Rabbnya dengan tak pernah putus asa dalam do’a, beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230) Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat: beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu, beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu beliau, beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403) Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru: Berakhlak yang mulia dan ingin agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda. Rajin beribadah dan berdo’a. Rajin bertaubat. Moga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim di atas. Wallahu waliyyut taufiq.     Referensi: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah. — Menjelang ‘Ashar, Selasa, 30 Rabi’uts Tsani 1437 H, di Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagsakhlak mandul sabar

Ebook Rumaysho Offline (Agustus 2015)

Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.

Ebook Rumaysho Offline (Agustus 2015)

Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.
Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.


Alhamdulillaah telah lebih dari 7 tahun website Rumaysho diluncurkan, dan hingga kini terus bertahan. Hanya dengan izin Allah Ta’ala semua hal ini bisa diraih. Kami berharap dengan keberadaan website ini bisa menjadi salah satu wasilah untuk lebih mencerdaskan kaum muslimin di Indonesia, membantu menyebarkan ilmu agama Islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan pemahaman yang insyaaAllah lurus. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk dapat terus membantu tersebarnya dakwah via internet melalui website Rumaysho ini. Akan tetapi seperti kita ketahui bersama bahwa ada juga saudara-saudari kita yang mungkin belum mendapat karunia koneksi internet yang “always on” dan stabil, karenanya alangkah baiknya jika ada sebuah copy dari website Rumaysho ini dalam bentuk offline yang bisa dinikmati oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, tanpa perlu tergantung dengan ketersediaan akses internet. Dan alhamdulillaah, ternyata sudah ada seorang Ikhwah yang berbaik hati untuk membantu menyediakan copy website Rumaysho dalam bentuk offline. Cara Download File tersebut bisa Anda download langsung di website ikhwah tersebut Download Ebook Offline Rumaysho.Com versi 3 (Update 08-2015) Pada link di atas tersedia beberapa download link, file dihosting pada box.com, google drive dan 4shared. Jika link download di atas tidak berhasil dibuka, Anda bisa juga coba mendownload melalui mirror berikut: Download CHM Rumaysho (Link 1) Download CHM Rumaysho (Link 2) Mirror download link menggunakan direct link, sehingga cukup Anda klik maka insyaaAllah file akan langsung terdownload. Cara Penggunaan Cara penggunaan untuk pengguna Android: Download file CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Install terlebih dulu salah satu aplikasi pembaca file CHM dari Google Play Store,Super CHM CHM Reader CHM Ebook Reader CHM Reader X Cool Reader Atau cari “CHM Reader” pada Google Play Store Buka file CHM yang telah Anda download tersebut Cara penggunaan untuk pengguna Windows: Download File CHM melalui link di bagian akhir artikel ini Klik kanan pada file yang telah Anda download Lalu klik UNBLOCK pada properti file yang telah Anda download Lalu double click (klik dua kali) pada file yang telah Anda download tersebut Demikian informasi kami dan semoga bermanfaat untuk Islam dan kaum Muslimin. Admin Rumaysho Haryo Prabowo, S.Kom.

Wahai Pemuda Waspadai Pemikiran Khawarij

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

Wahai Pemuda Waspadai Pemikiran Khawarij

خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/
خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/


خطبة الجمعة من المسجد النبوي 26 ربيع الآخر 1437 هـللشيخ / صلاح بن محمد البديرترجمت إلى لغة الملايو الإندونيسيةKhotbah Jum’at Masjid Nabawi, 26 Rabiul Akhir 1437 HKhatib : Syekh Shalah Bin Muhammad Al-BudairKhotbah PertamaKaum Muslimin sekalian!Dunia hanya sebentar saja, begitu singkat dan merupakan bencana. Sungguh merugi orang yang tertipu oleh fatamorgana dunia, mabuk oleh tegukan minumannya, tiba-tiba tertelan oleh bumi sebelum sempat bertobat. Tempat untuk berlomba, dan  dunia adalah medan tempat berlomba. Tidak akan memenangkan dalam setiap kancah pacu kecuali kuda pilihan yang kencang larinya. Setiap orang akan menerima apa yang telah dipersembahkan untuk dirinya, kesalahan-kesalahannya akan merugikannya sebagaimana kashalihannya pun pasti menguntungkannya.Kaum muslimin sekalian!Kerajaan Arab Saudi adalah suatu negeri yang derajatnya menjadi tinggi karena agama. Karena syariat kokohlah pilar-pilarnya, berkat ketegasan pemimpinnya enyahlah musuh-musuhnya, berkat keberniannya kandaslah usaha mereka yang beseberangan dengannya. Siapapun yang menyerang negeri dua kota suci dengan berbagai tipu muslihat, niscaya Allah akan telungkupkan batang hidungnya dan akan kembalikan akibat buruk persekongkolannya kepada pelakunya. Kaum muslimin!Persatuan merupakan benteng pertahanan, dan perpecahan merupakan pangkal kebinasaan. Persatuan merupakan inti dari kebenaran, dan perpecahan adalah basis kehancuran. Cerai berai adalah tanda ketersungkuran dan faktor pemecut saling menjauh, yang menyebabkan kemamuran berbalik menjadi kehancuran, dan menjadikan keamanan menjadi hanya fatamorgana.Walhasil perpecahan adalah pembantai dan pencukur habis, tidak ada orang yang berjalan yang lebih jahat dari yang berjalan untuk mengadu domba. Maka biang keladi dari segala keburukan adalah penyulut api adu domba.Kaum muslimin!Sungguh telah menyimpang dari barisan umat ini sebuah komplotan sesat, sekelompok kecil sempalan yang merupakan dari keturunan yang sesat. Tidak jelas arah tujuannya selain mengais-ngais percikan bunga api kekacauan dan pembangkangan, lalu mengobarkan semangat perpecahan, menghunus pedang fitnah dan jihad dengan cara-cara yang melawan hukum dan dengan beroposisi, akibat aqidah yang merupakan aqidah susupan, dan pemahaman yang cacat,  dan pandangan yang sakit.Pola pikir yang keliru telah menginspirasi mereka untuk menempuh jalur kesesatan dan jalan yang bercabang-cabang. Itulah sebabnya mereka mengkafirkan, menteror, menakut-nakuti, membunuh, melakukan peledakan, berkhianat dan menipu. Mereka tidak menahan diri dari mengganggu orang-orang kafir yang telah terikat perjanjian damai, demikian juga mereka mengganggu kaum muslimin. Mereka mencampakkan diri ke dalam tungku api bunuh diri dengan dalih gugur sebagai syuhada, dan menjerumuskan diri dalam lembah pemberontakan dengan dalih berjihad.Kondisi mereka amburadul tanpa aturan, mereka mengikuti setiap suara yang menggonggong dan menapaki jejak setiap suara yang meringkik. Argumentasi yang rasional mereka tanggapi dengan kata-kata yang berbelit-belit, Kaidah yang benar mereka konter dengan kengawuran dan kesalahan, perkara-perkara yang jelas mereka lawan dengan syubhat-shubhat yang jatuh. Sehingga ini semua hanyalah menambah hati mereka semakin bimbang, bingung dan risau, mereka benar-benar kelewat batas (ekstrem). Siapapun yang membela mereka sama dengan membela kebatilan, dan siapapun yang mendukung mereka sama saja dengan mendukung penghancuran Islam.Mereka bagaikan laron-laron yang menuju ke api, anak-anak muda yang masih bau kencur, pandir dan jahat. Mereka menyimpang dari jalur ulama salaf (para pendahulu yang baik) dan diteruskan oleh generasi penerus yang baik pula. Mereka tinggalkan ajaran yang diwariskan oleh umumnya para ulama kepada umumnya para ulama, diwariskan oleh jama’ah kaum muslimin kepada jamaah sesudahnya.Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- meriwayatkan, Rasulullah –shallallahu alaihi – bersabda :مَنْ خَرَجَ مِنْ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً. وَمَنْ خَرَجَ مِنْ أمَّتِى عَلَي أُمَّتِيْ يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجَرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَيْ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِيْ لِذِيْ عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّيْ.  رواه مسلم“Barangsiapa keluar dari ketaatan dan tidak mau bergabung dengan jama’ah kemudian ia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. Barangsiapa keluar dari umatku untuk memerangi umatku, dengan memenggal orang yang baik dan yang jahat tanpa mengecualikan orang mukmin dari umatku, dan tidak menepati janjinya terhadap orang yang telah terikat perjanjian, maka dia bukanlah dari golonganku”. HR Muslim.Mereka benar-benar kelompok sesat, berhati dengki dan hasud. Kejahatan mereka terakhir kali yang brutal dan mengerikan adalah peledakan bom bunuh diri di Al-Ahsya dengan eksikutor tangan pengkhianat. Mereka bagaikan tetumbuhan ganas yang akan tercungkil, dan akar kebatilan tidak akan lama untuk tercabut. Kehancuran mereka senantiasa ternantikan, dan dengan kebulatan tekad pastilah mereka tertumpas.  Kaum muslimin!Usia muda belia identik dengan kesucian dan keluguan. Anak yang masih muda belia umumnya kurang tanggap dan minim pengalaman. Maka ketika anak muda belia seperti itu dirangkul oleh orang yang diragukan loyalitasnya, akidahnya, kejujurannya dan agamanya, jadilah dia korban penipuan penjahat tanpa disadari, dicekokinya dengan kebatilan tanpa dimengerti, diracuninya tanpa diduga, direkrutnya untuk menyerang agamanya, negerinya, keluarganya dan kaum kerabatnya sendiri tanpa ia sadari.Barangsiapa yang membiarkan anaknya berkelana di lembah binatang buas untuk bermain-main di tengah-tengah binatang buas yang kelaparan, berjalan dalam kegelapan dan menelusuri gurun pasir, maka ia telah menjualnya dan menelantarkannya serta membiarkannya menjadi rebutan kelompok penjahat dan menjadi target bagi kepentingan mereka yang busuk.Barangsiapa yang membiarkan anak-anaknya tenggelam dalam pesta pora dan dalam dosa, bergelimang dalam arena fitnah, menerobos kerumunan orang banyak, membenamkan diri di tengah-tengah keramaian manusia, berteman dengan siapa saja yang mereka sukai tanpa ada pengawasan, bermalam di luar rumah tanpa dijaga, tinggal jauh tanpa pernah dipertanyakan, maka sungguh ia telah durhaka kepada mereka dan berbuat dzolim kepada mereka.Tanda jasa yang pasti melekat adalah ketika anak-anak itu menjadi korban bisikan setan, korban ceramah para pembuat onar, tulisan kelompok ektremis pelaku kebatilan, fatwa kelompok Khawarij yang penuh kedengkian, diperalat oleh organisasi rahasia, oleh kelompok-kelompok teroris yang  tukang mengkafirkan, serta hanyut dalam arus kepartaian yang menanamkan kebencian di hati para anak-anak muda kita terhadap para penguasa kita, ulama kita dan negeri kita.Wahai para orang tua!Waspadalah, jangan menganggap enteng, jangan sampai terlena dan lalai, membiarkan dan tidak peduli. Tanamkanlah dalam jiwa anak-anak kalian rasa cinta kepada agama dan negeri mereka. Didiklah mereka untuk loyal kepada pemerintah, aparat keamanan, para ulama dan para pemimpin mereka. Semua itu sulit diwujudkan kecuali dengan memberikan rasa kasih sayang kepada mereka, mencintai mereka, memberikan pemberian dan berbuat baik kepada mereka, menyertai dan mendampingi mereka secara baik serta memberikan hak pendidikan dan perlindungan kepada mereka.Kaum muslimin sekalian!Khawarij adalah para pelaku maksiat kepada Allah dan RasulNya, mereka telah menyelisihi al-Kitab dan as-Sunnah. Dan khawarij ada dua kelompok, yang keduanya adalah dua tanduk syaitan, yaitu kelompok “Al-Qo’adah” (provokator namun tidak ikut terjun), dan “Al-khodam Al-Hafadah” (yaitu pembantu dan pelaksana/eksekutor). Maka khawarij “Provokator” kerjaannya adalah memperindah pemberontakan, mereka menyeru untuk memberontak terhadap penguasa, mereka membolehkan praktik bom bunuh diri, dan mereka menipu para pengebom bunuh diri dengan janji ampunan Allah dan masuk surga. Mereka memperindah fatwa-fatwa yang keji, untuk membawa sabuk-sabuk yang berisi bom (untuk bom bunuh diri), untuk menyetir mobil-mobil yang berisi bom, dan untuk meledakan diri sendiri di mesjid-mesjid dan tempat-tempat ibadah, serta di pasar-pasar dan lokasi-lokasi keramaian.Dan khawarij pelaksana/eksekutor adalah orang-orang berusia muda dan bodoh, tugas mereka adalah melaksanakan rencana-rencana syaitan, mereka menyalakan api dengan potongan-potongan kayu.Wahai sang pemuda yang gagah! Jangan sampai engkau terpedaya dengan perkataan dan provokasi yang telah dihias dengan kedustaan dan kemilaunya kebatilan. Kalau seandainya orang yang menyerumu adalah seorang mujahid yang menginginkan kebaikan maka tentu ia akan segera untuk melakukan bom bunuh diri sebelum ia mengajakmu untuk praktik bom bunuh diri. Akan tetapi ia telah menggelincirkan dan menyesatkanmu, ia sendiri lebih memilih kesenangan, harta, dan tetap bisa hidup, dan ia memilihkan untukmu kematian, kebinasaan, dan kehancuran.Maka bangunlah engkau dari kelalaianmu –wahai pemuda- kembalilah engkau dan tinggalkan kesesatan-kesesatanmu, kembalilah kepada jalan lurusmu, dan janganlah engkau menjadi bumerang (senjata makan tuan) bagi dirimu dan keluargamu.Wahai engkau yang kabur dan terus keras kepala membangkang serta terus mengobarkan kezoliman dan kerusakan…, wahai engkau yang mengeluarkan kata-kata yang buruk untuk didengar, yang telah berkoar-koar dengan perkataan yang menjijikan pada tabi’at…, wahai engkau yang melepaskan tali ketaatan dan engkau mematahkan tongkat jama’ah (persatuan)…, wahai engkau yang telah diberi waktu, telah diberi kesempatan, telah diulur, ternyata tidaklah kesempatan waktu yang diberikan kepadamu kecuali engkau semakin menyimpang, tidaklah kelonggaran diberikan kepadamu kecuali engkau semakin murtad…berhentilah engkau, lihatlah dan kembalilah kepada kebenaran sebelum engkau dihukum sementara wajahmu terhina…engkau akan dihadirkan untuk di sidang dengan persidangan yang adil dalam kondisi rendahnya dirimu…Bertaubatlah dan segera…sebelum menimpamu apa yang kau takutkan…jika engkau tidak memilih taubat maka tunggulah pedang yang memotong…============Khutbah Kedua :Kaum muslimin sekalian! Penderitaan penduduk Madaya (Suria) yang dikepung dan diboikot oleh musuh-musuh agama dan sunnah, yaitu dengan konspirasi internasional yang kuat, merupakan bukti akan adanya hukum rimba yang berlaku di dunia saat ini. Penduduk yang dihinakan dengan senjata yang menakutkan mereka dan menyebabkan mereka kelaparan. Para wanita, bayi, dan anak-anak diselimuti oleh ketakutan, kelaparan, penyakit, dan kedinginan tanpa ada obat dan makanan, tanpa ada tempat tidur dan selimut. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk menghangatkan tubuh mereka di tengah dingin yang sangat menusuk.Sesungguhnya kekuatan dunia internasional –dengan sikap diam dan bisunya mereka, serta ketidakpeduliannya, sementara mereka menyaksikan pemandangan-pemandangan yang begitu mengerikan dan kondisi yang menyakitakan- maka mereka dianggap ikut serta dalam kejahatan terorisme ini. Dan sesungguhnya negeri-negeri sunnah yang telah dihancurkan mesjid-mesjid dan gedung-gedung sekolahnya, telah dibantai orang-orang yang terbaik dan orang-orang besar padanya, serta diisolasi sehingga penduduknya mati kelaparan, maka akan terus menjadi bukti yang nyata dan pasti akan adanya konspirasi bersama untuk menghancurkan bangunan negeri-ngeri sunnah, pemerintahnya, dan rakyatnya. Serta menunjukan akan adanya konspirasi tersembunyi diantara musuh-musuh umat, dan juga menunjukan adanya politik memecah belah dan mengeksodus demi mengadakan perubahan !!.Kaum muslimin sekalian! Bangkitlah demi menolang saudara-saudara kalian dengan apa yang kalian mampu, baik selimut, obat, dan makanan. Dan wajib bagi pemerintah negara-negara Arab dan Islam untuk tidak terus diam membisu kaku di hadapan proyek penghancuran kota Madaya dan pengisolasiannya. Wahai engkau yang boros dalam hartanya, yang berfoya-foya dalam perkara yang (meski) halal…, wahai kalian yang berbuat mubadzir, berlebih-lebihan dalam menghabiskan harta, menghabiskan harta pada perkara yang tidak bermanfaat…sungguh telah hilang kasih sayang dari hati kalian…, telah dicabut rasa belas kasih dari dada kalian…tidakkah kalian melihat apa yang menimpa saudara-saudara kalian?. Maka bertakwalah kepada Allah sebelum turun kepada kalian siksaanNya dan sebelum menimpa kalian hukumanNya…=====  Selesai  =====Penerjemah: Utsman Hatim dan Firanda Andirjahttps://firanda.com/

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (1)

Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Azab bagi LGBT di Masa Nabi Luth (1)

Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Kali ini kita melihat kisah yang pertama dari surat Huud. Ada salah satu kisah dalam surat tersebut yang membicarakan tentang diutusnya malaikat untuk menyiksa Kaum Luth. Moga jadi pelajaran bagi para pendukung LGBT. Kisah ini dimulai dari kedatangan malaikat menemui Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Ternyata Nabi Luth ‘alaihis salam belajar pada Nabi Ibrahim. Jadi wajar, jika malaikat mendatangi Nabi Ibrahim terlebih dahulu sebelum mendatangi muridnya. Mereka ingin mengabarkan pada Ibrahim yang akan memiliki anak Ishaq. Ibrahim dan istrinya (Sarah) begitu kaget karena sebenarnya mereka berdua sudah sepuh dan istrinya pun menilai dirinya sudah mandul. Itulah yang membuat mereka berdua heran. Lantas Ibrahim ingin tahu, apa maksud malaikat tadi diutus pada Kaum Luth. Dimulai kisah ini dari ayat yaitu saat para tamu malaikat tadi didekatkan makanan, mereka ketika itu , فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamah (makanan yang telah didekatkan, pen.), Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 70) Ketika berita gembira telah disampaikan pada Nabi Ibrahim, فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Huud: 74) Kemudian disebutkan, إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ “Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75) يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آَتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ “Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Huud: 76) Ketika utusan malaikat tersebut mendatangi Nabi Luth ‘alaihis salam dan saat itu ia berada di rumahnya, وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (QS. Huud: 77) Luth takut karena ia takut keadaan kaumnya yang masih hobi melakukan hubungan dengan sesama jenis. وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?” (QS. Huud: 78) Lihatlah kesukaan kaum Sodom masih pada sesama jenis, ditawari perempuan, mereka enggan. Masih bersambung insya Allah … — Selesai disusun di Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 25 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kaum Sodom Bangkit Lagi Lewat LGBT

Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual

Kaum Sodom Bangkit Lagi Lewat LGBT

Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual


Dahulu hubungan seksual itu dengan lawan jenis. Itulah hubungan yang normal dan wajar. Bukan SSA (Same Sex Attraction) seperti yang dilakukan kaum homo dan lesbian saat ini. Bahkan saat ini perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) terus didukung. Bahkan di Amerika hubungan mereka dilegalkan, nikahnya pun teranggap. Padahal sebenarnya perilaku LGBT sejatinya cuma kebangkitan dari perilaku kaum Sodom dahulu di masa Nabi Luth.   Nabi Luth dan Kaum Sodom Perlu diketahui hubungan seksual sesama jenis barulah ada di masa Nabi Luth dan tidak ada sebelumnya. Luth sendiri adalah putera dari Haran bin Azar. Luth adalah putera dari saudara laki-laki dari Nabi Ibrahim -khalilullah (kekasih Allah)-. Artinya, Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Di samping sebagai keponakan, Luth juga banyak mengambil ilmu dari Ibrahim. Nabi Luth beriman bersama Nabi Ibrahim dan berhijrah bersama Ibrahim ke Syam. Adapun Nabi Luth diutus pada kaum Sadum (Sodom) dan beberapa negeri yang ada di sekitarnya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59 dan Qishash Al-Anbiya’, hlm. 131)   Nabi Luth Mendakwahi Perilaku LGBT Misi Nabi Luth adalah mendakwahi kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Beliau juga mengajarkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Yang beliau ingatkan keras pada kaumnya ketika itu mengenai perilaku mereka yang tidak pernah ditemukan pada masa-masa sebelumnya, yaitu suka sesama jenis. Sebelumnya keturunan Nabi Adam tidak pernah punya ketertarikan pada hubungan seksual semacam itu. Barulah datang masa Nabi Luth, perilaku tidak normal semacam itu dilakukan oleh kaum Sodom. Oleh karena itu, di dalam ayat Al-Qur’an disebutkan, وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf: 80-81) ‘Amr bin Dinar menyatakan tentang ayat di atas, maksudnya perzinaan antara sesama lelaki belum ada sebelumnya sampai diperbuat oleh kaum Luth. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59)   LGBT itu Perilaku Seksual yang Aneh dan Tidak Normal Al-Walid bin ‘Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi pernah berkata, “Seandainya Allah tidak mengisahkan kisah Luth (dan kaumnya, pen.), tentu aku sendiri tak bisa berpikir bagaimana laki-laki bisa main di atas laki-laki (maksudnya: bagaimana mungkin laki-laki bisa berhubungan seks dengan sesamanya).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Artinya, Al-Walid tidak bisa membayangkan kenapa bisa ada hubungan percintaan seperti itu. Karena memang hubungan cinta itu seperti itu terbilang aneh. Oleh karenanya, perbuatan kaum Luth disebut melampaui batas sebagaimana dalam ayat, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81) Dalam ayat lain disebutkan, أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ , وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 165-166) Disebut melampaui batas karena mereka tidak menyukai wanita. Padahal wanita sudah diciptakan sebagai pasangan bagi pria. Itulah bentuk melampaui batas dan kejahilan mereka karena mereka telah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 59) Para ulama pakar tafsir menyatakan, di masa Nabi Luth, laki-laki saat itu hanya suka dengan sesamanya. Begitu pula perempuan. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 60) Hal ini sama seperti yang terjadi pada komunitas LGBT yang saat ini ada.   Bela Atas Nama HAM Saat ini, perilaku LGBT terus dibela dan didukung atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) oleh kaum liberalis. Mereka menyatakan, tolonglah berilah kebebasan kepada yang punya perilaku seks yang berbeda dengan kita-kita. HAM lagi, HAM lagi alasannya. Seandainya para pelaku Homo dan Lesbi itu mati berpenyakit (AIDS misalnya), lalu mereka termasuk di antara kaum muslimin, apa pendukung HAM dan kaum liberal mau ambil peduli? Yang ada akibat dari perilaku LGBT: Rambut rontok Kulit bernanah Lidah jadi kelu/ kaku Tak mampu mengunyah Buta/ katarak hebat Infeksi penis/ anus/ vagina Tak mampu duduk atau berdiri Fatal error fungsi imun Gangguan fungsi organ Ditinggal seluruh teman Dijauhi aktivis HAM Menunggu mati   Atau kalau tidak, Allah bisa menurunkan siksaannya yang lebih pedih dengan segera. Coba kita bisa renungkan siksa yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam ayat berikut ini, كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ (33) إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آَلَ لُوطٍ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ (34) نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ (35) وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ (36) وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (37) وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ (38) فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ (39) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (40) “Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 33-40) Siksaan tersebut bisa jadi menimpa orang beriman dan orang yang rusak sekaligus. Ingatlah, وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25) Dalam Tafsir Ibnu Katsir, disebutkan keterangan mengenai ayat di atas. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Allah memerintahkan orang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran begitu saja di tengah-tengah mereka karena azab tersebut bisa menimpa yang lainnya pula.” Semoga Allah memberi taufik.   Referensi: Qishash Al-Anbiya’. Cetakan pertama, tahun 1422 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim. Cetakan pertama, tahun 1431 H. Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.   — @ Darush Sholihin, Panggang, 24 Rabi’uts Tsani 1437 H Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam Tagshomoseksual
Prev     Next