Jangan Sampai Ada Tempat Dihatimu Utk Hartamu

Jika harta hanya di tanganmu dan tidak di hatimu maka tidak akan memudorotkanmu sama sekali betapapun banyak harta tersebut.Namun jika harta telah menempati hatimu maka akan memudorotkanmu bahkan meskipun tidak ada sama sekali harta di tanganmu. (Ibnul Qoyyim)Ada orang kaya raya namun hidupnya tentram penuh dengan kebahagiaan, rajin bersedekah, krn hartanya tdk di hatinya. Sebaliknya ada orang miskin namun hidupnya menderita krn harta selalu menyelimuti hatinya.

Jangan Sampai Ada Tempat Dihatimu Utk Hartamu

Jika harta hanya di tanganmu dan tidak di hatimu maka tidak akan memudorotkanmu sama sekali betapapun banyak harta tersebut.Namun jika harta telah menempati hatimu maka akan memudorotkanmu bahkan meskipun tidak ada sama sekali harta di tanganmu. (Ibnul Qoyyim)Ada orang kaya raya namun hidupnya tentram penuh dengan kebahagiaan, rajin bersedekah, krn hartanya tdk di hatinya. Sebaliknya ada orang miskin namun hidupnya menderita krn harta selalu menyelimuti hatinya.
Jika harta hanya di tanganmu dan tidak di hatimu maka tidak akan memudorotkanmu sama sekali betapapun banyak harta tersebut.Namun jika harta telah menempati hatimu maka akan memudorotkanmu bahkan meskipun tidak ada sama sekali harta di tanganmu. (Ibnul Qoyyim)Ada orang kaya raya namun hidupnya tentram penuh dengan kebahagiaan, rajin bersedekah, krn hartanya tdk di hatinya. Sebaliknya ada orang miskin namun hidupnya menderita krn harta selalu menyelimuti hatinya.


Jika harta hanya di tanganmu dan tidak di hatimu maka tidak akan memudorotkanmu sama sekali betapapun banyak harta tersebut.Namun jika harta telah menempati hatimu maka akan memudorotkanmu bahkan meskipun tidak ada sama sekali harta di tanganmu. (Ibnul Qoyyim)Ada orang kaya raya namun hidupnya tentram penuh dengan kebahagiaan, rajin bersedekah, krn hartanya tdk di hatinya. Sebaliknya ada orang miskin namun hidupnya menderita krn harta selalu menyelimuti hatinya.

Saudari Perempuanmu

Saudari perempuanmu… (silaturahmi yang terkadang terlupakan)Sambunglah silaturahmi dengan berkhidmat kepadanya…berbuat baiklah kepada anak-anaknya (yang merupakan keponakanmu)…Sisihkan dan korbankanlah waktu untuk mengantarnya ke pasar dll…waktumu yang terbuang untuknya itulah silaturahmi…demikian juga hartamu yang kau keluarkan untuk membuatnya bahagia…Buatlah ia bangga bahwa engkau adalah kakaknya atau bangga engkau adalah adiknya…Telponlah dia..tanyakan tentang kabarnya…Jangan sampai istrimu membuatmu lupa bahwa kau punya saudara perempuan yang harus kau berbuat baik kepadanya…Diantara bentuk bakti kepada ayah jika ayah telah meninggal adalah memperhatikan saudari-saudari perempuanmu.Jabir bin Abdillah r.a rela menikahi janda dan tidak menikahi gadis demi untuk memperhatikan adik-adik perempuannya.

Saudari Perempuanmu

Saudari perempuanmu… (silaturahmi yang terkadang terlupakan)Sambunglah silaturahmi dengan berkhidmat kepadanya…berbuat baiklah kepada anak-anaknya (yang merupakan keponakanmu)…Sisihkan dan korbankanlah waktu untuk mengantarnya ke pasar dll…waktumu yang terbuang untuknya itulah silaturahmi…demikian juga hartamu yang kau keluarkan untuk membuatnya bahagia…Buatlah ia bangga bahwa engkau adalah kakaknya atau bangga engkau adalah adiknya…Telponlah dia..tanyakan tentang kabarnya…Jangan sampai istrimu membuatmu lupa bahwa kau punya saudara perempuan yang harus kau berbuat baik kepadanya…Diantara bentuk bakti kepada ayah jika ayah telah meninggal adalah memperhatikan saudari-saudari perempuanmu.Jabir bin Abdillah r.a rela menikahi janda dan tidak menikahi gadis demi untuk memperhatikan adik-adik perempuannya.
Saudari perempuanmu… (silaturahmi yang terkadang terlupakan)Sambunglah silaturahmi dengan berkhidmat kepadanya…berbuat baiklah kepada anak-anaknya (yang merupakan keponakanmu)…Sisihkan dan korbankanlah waktu untuk mengantarnya ke pasar dll…waktumu yang terbuang untuknya itulah silaturahmi…demikian juga hartamu yang kau keluarkan untuk membuatnya bahagia…Buatlah ia bangga bahwa engkau adalah kakaknya atau bangga engkau adalah adiknya…Telponlah dia..tanyakan tentang kabarnya…Jangan sampai istrimu membuatmu lupa bahwa kau punya saudara perempuan yang harus kau berbuat baik kepadanya…Diantara bentuk bakti kepada ayah jika ayah telah meninggal adalah memperhatikan saudari-saudari perempuanmu.Jabir bin Abdillah r.a rela menikahi janda dan tidak menikahi gadis demi untuk memperhatikan adik-adik perempuannya.


Saudari perempuanmu… (silaturahmi yang terkadang terlupakan)Sambunglah silaturahmi dengan berkhidmat kepadanya…berbuat baiklah kepada anak-anaknya (yang merupakan keponakanmu)…Sisihkan dan korbankanlah waktu untuk mengantarnya ke pasar dll…waktumu yang terbuang untuknya itulah silaturahmi…demikian juga hartamu yang kau keluarkan untuk membuatnya bahagia…Buatlah ia bangga bahwa engkau adalah kakaknya atau bangga engkau adalah adiknya…Telponlah dia..tanyakan tentang kabarnya…Jangan sampai istrimu membuatmu lupa bahwa kau punya saudara perempuan yang harus kau berbuat baik kepadanya…Diantara bentuk bakti kepada ayah jika ayah telah meninggal adalah memperhatikan saudari-saudari perempuanmu.Jabir bin Abdillah r.a rela menikahi janda dan tidak menikahi gadis demi untuk memperhatikan adik-adik perempuannya.

Memberi Udzur Kepada Saudara yang Bersalah

Memberi udzur kepada saudara yang bersalah …Ibnu Hibbaan rahimahullah berkata :الإعتذار يُذهب الهموم، ويُجلي الأحزان، ويَدفع الحقد، ويُذهب الصدّ..فلو لم يكن في اعتذار المرء إلى أخيه خصلة تحمد إلا نفى التعجب عن النفس في الحال لكان الواجب على العاقل أن لا يفارقه الاعتذار عند كل زلة“Memberi udzur (kepada orang lain) menghilangkan kegelisahan, melenyapkan kesedihan, menolak kedengkian, menyirnakan penghalang dari saudara…Seandainya sikap memberi udzur kepada saudara (yang bersalah) hanya memiliki satu keutamaan yang terpuji yaitu menghilangkan sikap ujub dari jiwa seketika itu juga, maka wajjb bagi orang yang berakal untuk tidak meninggalkan sikap memberi udzur kepada saudara pada setiap kekeliruan…(Roudhotul ‘Uqolaa’ hal 186)Orang yang suka memberi udzur apalagi memaafkan saudaranya yang bersalah maka akan mensucikan jiwanya dan membahagiakan hatinya.Adapun jika tidak suka memberi udzur apalagi suka mencari cari kesalahan dan suka mendendam maka hanya menyiksa hati dan menjadikannya ujub

Memberi Udzur Kepada Saudara yang Bersalah

Memberi udzur kepada saudara yang bersalah …Ibnu Hibbaan rahimahullah berkata :الإعتذار يُذهب الهموم، ويُجلي الأحزان، ويَدفع الحقد، ويُذهب الصدّ..فلو لم يكن في اعتذار المرء إلى أخيه خصلة تحمد إلا نفى التعجب عن النفس في الحال لكان الواجب على العاقل أن لا يفارقه الاعتذار عند كل زلة“Memberi udzur (kepada orang lain) menghilangkan kegelisahan, melenyapkan kesedihan, menolak kedengkian, menyirnakan penghalang dari saudara…Seandainya sikap memberi udzur kepada saudara (yang bersalah) hanya memiliki satu keutamaan yang terpuji yaitu menghilangkan sikap ujub dari jiwa seketika itu juga, maka wajjb bagi orang yang berakal untuk tidak meninggalkan sikap memberi udzur kepada saudara pada setiap kekeliruan…(Roudhotul ‘Uqolaa’ hal 186)Orang yang suka memberi udzur apalagi memaafkan saudaranya yang bersalah maka akan mensucikan jiwanya dan membahagiakan hatinya.Adapun jika tidak suka memberi udzur apalagi suka mencari cari kesalahan dan suka mendendam maka hanya menyiksa hati dan menjadikannya ujub
Memberi udzur kepada saudara yang bersalah …Ibnu Hibbaan rahimahullah berkata :الإعتذار يُذهب الهموم، ويُجلي الأحزان، ويَدفع الحقد، ويُذهب الصدّ..فلو لم يكن في اعتذار المرء إلى أخيه خصلة تحمد إلا نفى التعجب عن النفس في الحال لكان الواجب على العاقل أن لا يفارقه الاعتذار عند كل زلة“Memberi udzur (kepada orang lain) menghilangkan kegelisahan, melenyapkan kesedihan, menolak kedengkian, menyirnakan penghalang dari saudara…Seandainya sikap memberi udzur kepada saudara (yang bersalah) hanya memiliki satu keutamaan yang terpuji yaitu menghilangkan sikap ujub dari jiwa seketika itu juga, maka wajjb bagi orang yang berakal untuk tidak meninggalkan sikap memberi udzur kepada saudara pada setiap kekeliruan…(Roudhotul ‘Uqolaa’ hal 186)Orang yang suka memberi udzur apalagi memaafkan saudaranya yang bersalah maka akan mensucikan jiwanya dan membahagiakan hatinya.Adapun jika tidak suka memberi udzur apalagi suka mencari cari kesalahan dan suka mendendam maka hanya menyiksa hati dan menjadikannya ujub


Memberi udzur kepada saudara yang bersalah …Ibnu Hibbaan rahimahullah berkata :الإعتذار يُذهب الهموم، ويُجلي الأحزان، ويَدفع الحقد، ويُذهب الصدّ..فلو لم يكن في اعتذار المرء إلى أخيه خصلة تحمد إلا نفى التعجب عن النفس في الحال لكان الواجب على العاقل أن لا يفارقه الاعتذار عند كل زلة“Memberi udzur (kepada orang lain) menghilangkan kegelisahan, melenyapkan kesedihan, menolak kedengkian, menyirnakan penghalang dari saudara…Seandainya sikap memberi udzur kepada saudara (yang bersalah) hanya memiliki satu keutamaan yang terpuji yaitu menghilangkan sikap ujub dari jiwa seketika itu juga, maka wajjb bagi orang yang berakal untuk tidak meninggalkan sikap memberi udzur kepada saudara pada setiap kekeliruan…(Roudhotul ‘Uqolaa’ hal 186)Orang yang suka memberi udzur apalagi memaafkan saudaranya yang bersalah maka akan mensucikan jiwanya dan membahagiakan hatinya.Adapun jika tidak suka memberi udzur apalagi suka mencari cari kesalahan dan suka mendendam maka hanya menyiksa hati dan menjadikannya ujub

Hindari Debat Kusir…(Penghematan Energi)

Hendaknya jauhi diskusi apalagi perdebatan di dunia maya (apalagi FB), krn banyak lawan/kawan diskusi kita tdk kita ketahui statusnya.Bisa jadi yang sedang diskusi dengan kita ternyata anak kecil, atau yg tdk bependidikan sama sekali, preman yang bermulut kotor, bencong, dllAkhirnya diskusi tdk terarah, dan hanya menghabiskan energi.Energi kita sebaiknya digunakan untuk yang lebih bermanfaat daripada melayani cacian dan makian. Kita doakan saja semoga para pencaci diampuni Allah dan mendapatkan hidayah sehingga hati kitapun lebih lega dan lebih siap menghadapi cacian dan makian tersebut.Apalagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjamin istana di surga bagi yang meninggalkan perdebatan

Hindari Debat Kusir…(Penghematan Energi)

Hendaknya jauhi diskusi apalagi perdebatan di dunia maya (apalagi FB), krn banyak lawan/kawan diskusi kita tdk kita ketahui statusnya.Bisa jadi yang sedang diskusi dengan kita ternyata anak kecil, atau yg tdk bependidikan sama sekali, preman yang bermulut kotor, bencong, dllAkhirnya diskusi tdk terarah, dan hanya menghabiskan energi.Energi kita sebaiknya digunakan untuk yang lebih bermanfaat daripada melayani cacian dan makian. Kita doakan saja semoga para pencaci diampuni Allah dan mendapatkan hidayah sehingga hati kitapun lebih lega dan lebih siap menghadapi cacian dan makian tersebut.Apalagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjamin istana di surga bagi yang meninggalkan perdebatan
Hendaknya jauhi diskusi apalagi perdebatan di dunia maya (apalagi FB), krn banyak lawan/kawan diskusi kita tdk kita ketahui statusnya.Bisa jadi yang sedang diskusi dengan kita ternyata anak kecil, atau yg tdk bependidikan sama sekali, preman yang bermulut kotor, bencong, dllAkhirnya diskusi tdk terarah, dan hanya menghabiskan energi.Energi kita sebaiknya digunakan untuk yang lebih bermanfaat daripada melayani cacian dan makian. Kita doakan saja semoga para pencaci diampuni Allah dan mendapatkan hidayah sehingga hati kitapun lebih lega dan lebih siap menghadapi cacian dan makian tersebut.Apalagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjamin istana di surga bagi yang meninggalkan perdebatan


Hendaknya jauhi diskusi apalagi perdebatan di dunia maya (apalagi FB), krn banyak lawan/kawan diskusi kita tdk kita ketahui statusnya.Bisa jadi yang sedang diskusi dengan kita ternyata anak kecil, atau yg tdk bependidikan sama sekali, preman yang bermulut kotor, bencong, dllAkhirnya diskusi tdk terarah, dan hanya menghabiskan energi.Energi kita sebaiknya digunakan untuk yang lebih bermanfaat daripada melayani cacian dan makian. Kita doakan saja semoga para pencaci diampuni Allah dan mendapatkan hidayah sehingga hati kitapun lebih lega dan lebih siap menghadapi cacian dan makian tersebut.Apalagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjamin istana di surga bagi yang meninggalkan perdebatan

Sejenak…Semoga Membantu Khusyu’ dalam Sholat….

Sejenak…semoga membantu khusyu’ dalam sholat….Sebelum sholat Ingatlah kenikmatan yang tiada terhingga yang telah Allah berikan kepada kita, nikmat iman, kesehatan, keluarga, anak istri, tempat tinggal, kebahagiaan, rasa aman, dllSekarang kita mau ngucapin syukur kita kepada Allah, hanya menghadap Allah sekitar 5 menit, dan lagi pula kalau kita pandai bersyukur dengan sholat kita, maka Allah akan menambah anugrahNya kpd kita. Apakah waktu yang sebentar ini lantas kita tetap aja tidak pandai bersyukur? Menghadap Allah mau berterima kasih tapi pikirannya kemana-mana? Semoga memudahkan kita khusyuk, karena amalan yg pertama Allah nilai dari kita pada hari kiamat adalah sholat.Jangan sampai kita pandai dalam amalan yang lain sementara sholat kita berantakan.

Sejenak…Semoga Membantu Khusyu’ dalam Sholat….

Sejenak…semoga membantu khusyu’ dalam sholat….Sebelum sholat Ingatlah kenikmatan yang tiada terhingga yang telah Allah berikan kepada kita, nikmat iman, kesehatan, keluarga, anak istri, tempat tinggal, kebahagiaan, rasa aman, dllSekarang kita mau ngucapin syukur kita kepada Allah, hanya menghadap Allah sekitar 5 menit, dan lagi pula kalau kita pandai bersyukur dengan sholat kita, maka Allah akan menambah anugrahNya kpd kita. Apakah waktu yang sebentar ini lantas kita tetap aja tidak pandai bersyukur? Menghadap Allah mau berterima kasih tapi pikirannya kemana-mana? Semoga memudahkan kita khusyuk, karena amalan yg pertama Allah nilai dari kita pada hari kiamat adalah sholat.Jangan sampai kita pandai dalam amalan yang lain sementara sholat kita berantakan.
Sejenak…semoga membantu khusyu’ dalam sholat….Sebelum sholat Ingatlah kenikmatan yang tiada terhingga yang telah Allah berikan kepada kita, nikmat iman, kesehatan, keluarga, anak istri, tempat tinggal, kebahagiaan, rasa aman, dllSekarang kita mau ngucapin syukur kita kepada Allah, hanya menghadap Allah sekitar 5 menit, dan lagi pula kalau kita pandai bersyukur dengan sholat kita, maka Allah akan menambah anugrahNya kpd kita. Apakah waktu yang sebentar ini lantas kita tetap aja tidak pandai bersyukur? Menghadap Allah mau berterima kasih tapi pikirannya kemana-mana? Semoga memudahkan kita khusyuk, karena amalan yg pertama Allah nilai dari kita pada hari kiamat adalah sholat.Jangan sampai kita pandai dalam amalan yang lain sementara sholat kita berantakan.


Sejenak…semoga membantu khusyu’ dalam sholat….Sebelum sholat Ingatlah kenikmatan yang tiada terhingga yang telah Allah berikan kepada kita, nikmat iman, kesehatan, keluarga, anak istri, tempat tinggal, kebahagiaan, rasa aman, dllSekarang kita mau ngucapin syukur kita kepada Allah, hanya menghadap Allah sekitar 5 menit, dan lagi pula kalau kita pandai bersyukur dengan sholat kita, maka Allah akan menambah anugrahNya kpd kita. Apakah waktu yang sebentar ini lantas kita tetap aja tidak pandai bersyukur? Menghadap Allah mau berterima kasih tapi pikirannya kemana-mana? Semoga memudahkan kita khusyuk, karena amalan yg pertama Allah nilai dari kita pada hari kiamat adalah sholat.Jangan sampai kita pandai dalam amalan yang lain sementara sholat kita berantakan.

Sedekah terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :أفضل الصَّدَقَة الصَّدَقَة على ذِي الرَّحِم الْكَاشِح“Sedekah terbaik adalah sedekah kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan” (dishahihkan oleh Al-Albani)Krn hal ini menunjukan bahwa seseorang berhasil menundukan hawa nafsunya karena Allah, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat yang membencinya.Dan sedekah kpd kerabat lebih baik daripada kepada selain kerabat.

Sedekah terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :أفضل الصَّدَقَة الصَّدَقَة على ذِي الرَّحِم الْكَاشِح“Sedekah terbaik adalah sedekah kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan” (dishahihkan oleh Al-Albani)Krn hal ini menunjukan bahwa seseorang berhasil menundukan hawa nafsunya karena Allah, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat yang membencinya.Dan sedekah kpd kerabat lebih baik daripada kepada selain kerabat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :أفضل الصَّدَقَة الصَّدَقَة على ذِي الرَّحِم الْكَاشِح“Sedekah terbaik adalah sedekah kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan” (dishahihkan oleh Al-Albani)Krn hal ini menunjukan bahwa seseorang berhasil menundukan hawa nafsunya karena Allah, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat yang membencinya.Dan sedekah kpd kerabat lebih baik daripada kepada selain kerabat.


Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :أفضل الصَّدَقَة الصَّدَقَة على ذِي الرَّحِم الْكَاشِح“Sedekah terbaik adalah sedekah kepada kerabat yang menyembunyikan permusuhan” (dishahihkan oleh Al-Albani)Krn hal ini menunjukan bahwa seseorang berhasil menundukan hawa nafsunya karena Allah, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat yang membencinya.Dan sedekah kpd kerabat lebih baik daripada kepada selain kerabat.

Jangan Menyesal Jika Telah Istikhoroh

Tidak ada kata menyesal jika telah sholat istikhoroh dan telah bermusyawarah dengan orang yang berkompeten. Jika prosedur telah dilalui berarti yg berlaku dan yang Allah taqdirkan itu adalah pilihan yang terbaik.Penyesalan biasanya terjadi tatkala prosedur tidak dilalui, langsung menerjang dan maju tanpa istikhoroh dan tanpa musyawarah.Maka serahkanlah urusan anda kepada Robb mu Yang lebih tahu tentang apa yang terbaik bagimu

Jangan Menyesal Jika Telah Istikhoroh

Tidak ada kata menyesal jika telah sholat istikhoroh dan telah bermusyawarah dengan orang yang berkompeten. Jika prosedur telah dilalui berarti yg berlaku dan yang Allah taqdirkan itu adalah pilihan yang terbaik.Penyesalan biasanya terjadi tatkala prosedur tidak dilalui, langsung menerjang dan maju tanpa istikhoroh dan tanpa musyawarah.Maka serahkanlah urusan anda kepada Robb mu Yang lebih tahu tentang apa yang terbaik bagimu
Tidak ada kata menyesal jika telah sholat istikhoroh dan telah bermusyawarah dengan orang yang berkompeten. Jika prosedur telah dilalui berarti yg berlaku dan yang Allah taqdirkan itu adalah pilihan yang terbaik.Penyesalan biasanya terjadi tatkala prosedur tidak dilalui, langsung menerjang dan maju tanpa istikhoroh dan tanpa musyawarah.Maka serahkanlah urusan anda kepada Robb mu Yang lebih tahu tentang apa yang terbaik bagimu


Tidak ada kata menyesal jika telah sholat istikhoroh dan telah bermusyawarah dengan orang yang berkompeten. Jika prosedur telah dilalui berarti yg berlaku dan yang Allah taqdirkan itu adalah pilihan yang terbaik.Penyesalan biasanya terjadi tatkala prosedur tidak dilalui, langsung menerjang dan maju tanpa istikhoroh dan tanpa musyawarah.Maka serahkanlah urusan anda kepada Robb mu Yang lebih tahu tentang apa yang terbaik bagimu

MENGALAH KARENA ALLAH

Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.Allah berfirman :وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (QS An-Nisaa : 128)Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata “damai”. Dia mengalah untuk meraih keridoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.Wahai suami…mengalahlah kepada istrimu..Wahai istri…mengalahlah kepada suamimu…karena Allah

MENGALAH KARENA ALLAH

Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.Allah berfirman :وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (QS An-Nisaa : 128)Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata “damai”. Dia mengalah untuk meraih keridoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.Wahai suami…mengalahlah kepada istrimu..Wahai istri…mengalahlah kepada suamimu…karena Allah
Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.Allah berfirman :وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (QS An-Nisaa : 128)Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata “damai”. Dia mengalah untuk meraih keridoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.Wahai suami…mengalahlah kepada istrimu..Wahai istri…mengalahlah kepada suamimu…karena Allah


Damai tentu lebih baik dari bertengkar, apalagi damai antara suami dan istri, antara kakak dan adik, antara kerabat dan keluarga.Akan tetapi kalau mau damai mesti harus ada dari salah satu pihak yang mengalah sehingga menggugurkan sebagian haknya. Jika tidak ada yang mengalah maka tidak akan muncul perdamaian.Allah berfirman :وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنفُسُ الشُّحَّ dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. (QS An-Nisaa : 128)Allah mengingatkan bahwa manusia kikir untuk mengalah, tapi berbeda jika dia mengalah karena Allah demi mencapai kata “damai”. Dia mengalah untuk meraih keridoan Allah, untuk mencapai ketenangan, dan dengan damai ia akan lebih banyak meraih kebaikan-kebaikan.Wahai suami…mengalahlah kepada istrimu..Wahai istri…mengalahlah kepada suamimu…karena Allah

Hati-Hati dengan Hutang

Umar bin al-Khotthob berkata :إِيَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَإِنَّ أَوَّلَهُ هَمٌّ وَآخِرَهُ حَرْبٌ “Hati-hatilah dari berhutang, karena awalnya adalah kegelisahan/kesedihan dan akhirnya adalah permusuhan”Sungguh betapa banyak jalinan persahabatan maupun persaudaraan yang renggang bahkan terputus, bahkan berbalik menjadi permusuhan dikarenakan hutang

Hati-Hati dengan Hutang

Umar bin al-Khotthob berkata :إِيَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَإِنَّ أَوَّلَهُ هَمٌّ وَآخِرَهُ حَرْبٌ “Hati-hatilah dari berhutang, karena awalnya adalah kegelisahan/kesedihan dan akhirnya adalah permusuhan”Sungguh betapa banyak jalinan persahabatan maupun persaudaraan yang renggang bahkan terputus, bahkan berbalik menjadi permusuhan dikarenakan hutang
Umar bin al-Khotthob berkata :إِيَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَإِنَّ أَوَّلَهُ هَمٌّ وَآخِرَهُ حَرْبٌ “Hati-hatilah dari berhutang, karena awalnya adalah kegelisahan/kesedihan dan akhirnya adalah permusuhan”Sungguh betapa banyak jalinan persahabatan maupun persaudaraan yang renggang bahkan terputus, bahkan berbalik menjadi permusuhan dikarenakan hutang


Umar bin al-Khotthob berkata :إِيَّاكُمْ وَالدَّيْنَ فَإِنَّ أَوَّلَهُ هَمٌّ وَآخِرَهُ حَرْبٌ “Hati-hatilah dari berhutang, karena awalnya adalah kegelisahan/kesedihan dan akhirnya adalah permusuhan”Sungguh betapa banyak jalinan persahabatan maupun persaudaraan yang renggang bahkan terputus, bahkan berbalik menjadi permusuhan dikarenakan hutang

Ustadz Tidak Harus Jadi Mudir/Pimpinan

عن أبي ذرٍّ، قال: قال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:«يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا، وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي، لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ، وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ»Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku : ((Sesungguhnya aku melihatmu lemah, dan mengingkan kebaikan bagimu kebaikan yang aku sukai untuk diriku. Janganlag engkau memimpin dua orang, dan janganlah engkau mengurusi harta anak yatim)) (HR Muslim)Tidak diragukan lagi akan kuatnya iman Abu Dzar dan betapa zuhudnya beliau. Akan tetapi beliau lemah dalam “kepemimpinan” dan idaroh.Karenanya kepemimpinan butuh ilmu dan kekuatan dalam memimpin. Ada sabagian ustadz yg masya Allah hebat dalam ilmu dan kepemimpinan. Namun ada juga ustadz yg kuat ilmu namun lemah dalam idaroh/managemen. Meski banyak ustadz punya jiwa kepemimpinan, akan tetapi jiwa dan semangat memimpin saja tdk cukup, perlu juga jago dalam pengaturan. Banyak orang jago dalam teori tapi praktik belum tentu bisa.Wallahu a’lam.

Ustadz Tidak Harus Jadi Mudir/Pimpinan

عن أبي ذرٍّ، قال: قال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:«يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا، وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي، لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ، وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ»Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku : ((Sesungguhnya aku melihatmu lemah, dan mengingkan kebaikan bagimu kebaikan yang aku sukai untuk diriku. Janganlag engkau memimpin dua orang, dan janganlah engkau mengurusi harta anak yatim)) (HR Muslim)Tidak diragukan lagi akan kuatnya iman Abu Dzar dan betapa zuhudnya beliau. Akan tetapi beliau lemah dalam “kepemimpinan” dan idaroh.Karenanya kepemimpinan butuh ilmu dan kekuatan dalam memimpin. Ada sabagian ustadz yg masya Allah hebat dalam ilmu dan kepemimpinan. Namun ada juga ustadz yg kuat ilmu namun lemah dalam idaroh/managemen. Meski banyak ustadz punya jiwa kepemimpinan, akan tetapi jiwa dan semangat memimpin saja tdk cukup, perlu juga jago dalam pengaturan. Banyak orang jago dalam teori tapi praktik belum tentu bisa.Wallahu a’lam.
عن أبي ذرٍّ، قال: قال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:«يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا، وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي، لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ، وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ»Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku : ((Sesungguhnya aku melihatmu lemah, dan mengingkan kebaikan bagimu kebaikan yang aku sukai untuk diriku. Janganlag engkau memimpin dua orang, dan janganlah engkau mengurusi harta anak yatim)) (HR Muslim)Tidak diragukan lagi akan kuatnya iman Abu Dzar dan betapa zuhudnya beliau. Akan tetapi beliau lemah dalam “kepemimpinan” dan idaroh.Karenanya kepemimpinan butuh ilmu dan kekuatan dalam memimpin. Ada sabagian ustadz yg masya Allah hebat dalam ilmu dan kepemimpinan. Namun ada juga ustadz yg kuat ilmu namun lemah dalam idaroh/managemen. Meski banyak ustadz punya jiwa kepemimpinan, akan tetapi jiwa dan semangat memimpin saja tdk cukup, perlu juga jago dalam pengaturan. Banyak orang jago dalam teori tapi praktik belum tentu bisa.Wallahu a’lam.


عن أبي ذرٍّ، قال: قال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:«يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنِّي أَرَاكَ ضَعِيفًا، وَإِنِّي أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِي، لَا تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ، وَلَا تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ»Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku : ((Sesungguhnya aku melihatmu lemah, dan mengingkan kebaikan bagimu kebaikan yang aku sukai untuk diriku. Janganlag engkau memimpin dua orang, dan janganlah engkau mengurusi harta anak yatim)) (HR Muslim)Tidak diragukan lagi akan kuatnya iman Abu Dzar dan betapa zuhudnya beliau. Akan tetapi beliau lemah dalam “kepemimpinan” dan idaroh.Karenanya kepemimpinan butuh ilmu dan kekuatan dalam memimpin. Ada sabagian ustadz yg masya Allah hebat dalam ilmu dan kepemimpinan. Namun ada juga ustadz yg kuat ilmu namun lemah dalam idaroh/managemen. Meski banyak ustadz punya jiwa kepemimpinan, akan tetapi jiwa dan semangat memimpin saja tdk cukup, perlu juga jago dalam pengaturan. Banyak orang jago dalam teori tapi praktik belum tentu bisa.Wallahu a’lam.

Tentang Puasa 6 hari syawal

Puasa 6 hari syawal :1) boleh dimulai sejak hari ke2, 2) boleh berurutan atau terpisah, 3) lebih afdol dikerjakan setelah mengqodo hutang puasa ramadhan, krn menunaikan yang wajib lebih utama4) namun boleh mendahulukan puasa syawal sebelum mengqodo krn :– sabda Nabi ((Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan LALU (ثُمَّ) mengikutkannya dengan puasa 6 hari syawal maka seakan-akan ia puasa setahun penuh))Dalam riwayat lain ((….DAN (وَ)…)), (HR ibnu Hibban, dan Al-Baihaqy dalam al-Kubro) yang menunjukan tidak harus tertib dalam pelaksaannya.– puasa ramadhan tdk wajib diqodo di bulan syawal, tapi boleh sampe akhir bulan sya’ban– Aisyah radiallahu ‘anhaa mengqodo puasa Ramadhan hingga bulan sya’ban. Dan sulit dibayangkan jika sekelas Aisyah meninggalkan puasa syawwal– Allah berfirman : ((Agar kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan agar kalian bertakbir (mengagungkan Allah)…) (QS 2 : 185)Ayat ini dijadikan dalil bahwa seorang yang telah menyelesaikan bilangan puasa Ramadhan untuk disyariatkan bertakbir. Dan ini juga mencakup seorang yang punya hutang puasa karena udzur.– inti dari puasa 6 hari syawal adalah yg agar mencapai 10 kali lipat, sehingga seakan seseorang berpuasa 60 hari (2 bulan). Maka jika ditambah dengan puasa sebulan ramadhan (seperti 10 bulan) maka genaplah jadi setahun (12 bulan)Karenanya jika puasa syawal telah dikerjakan, lantas hutang puasa ramadhan telah diqodo meski setelah puasa syawal maka tetap mendapatkan keutamaan puasa setahun– ini adalah pendapat jumhur ulamaLihat juga https://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/475-puasa-syawaal-sebelum-mengqodo-puasa-ramadhan

Tentang Puasa 6 hari syawal

Puasa 6 hari syawal :1) boleh dimulai sejak hari ke2, 2) boleh berurutan atau terpisah, 3) lebih afdol dikerjakan setelah mengqodo hutang puasa ramadhan, krn menunaikan yang wajib lebih utama4) namun boleh mendahulukan puasa syawal sebelum mengqodo krn :– sabda Nabi ((Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan LALU (ثُمَّ) mengikutkannya dengan puasa 6 hari syawal maka seakan-akan ia puasa setahun penuh))Dalam riwayat lain ((….DAN (وَ)…)), (HR ibnu Hibban, dan Al-Baihaqy dalam al-Kubro) yang menunjukan tidak harus tertib dalam pelaksaannya.– puasa ramadhan tdk wajib diqodo di bulan syawal, tapi boleh sampe akhir bulan sya’ban– Aisyah radiallahu ‘anhaa mengqodo puasa Ramadhan hingga bulan sya’ban. Dan sulit dibayangkan jika sekelas Aisyah meninggalkan puasa syawwal– Allah berfirman : ((Agar kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan agar kalian bertakbir (mengagungkan Allah)…) (QS 2 : 185)Ayat ini dijadikan dalil bahwa seorang yang telah menyelesaikan bilangan puasa Ramadhan untuk disyariatkan bertakbir. Dan ini juga mencakup seorang yang punya hutang puasa karena udzur.– inti dari puasa 6 hari syawal adalah yg agar mencapai 10 kali lipat, sehingga seakan seseorang berpuasa 60 hari (2 bulan). Maka jika ditambah dengan puasa sebulan ramadhan (seperti 10 bulan) maka genaplah jadi setahun (12 bulan)Karenanya jika puasa syawal telah dikerjakan, lantas hutang puasa ramadhan telah diqodo meski setelah puasa syawal maka tetap mendapatkan keutamaan puasa setahun– ini adalah pendapat jumhur ulamaLihat juga https://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/475-puasa-syawaal-sebelum-mengqodo-puasa-ramadhan
Puasa 6 hari syawal :1) boleh dimulai sejak hari ke2, 2) boleh berurutan atau terpisah, 3) lebih afdol dikerjakan setelah mengqodo hutang puasa ramadhan, krn menunaikan yang wajib lebih utama4) namun boleh mendahulukan puasa syawal sebelum mengqodo krn :– sabda Nabi ((Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan LALU (ثُمَّ) mengikutkannya dengan puasa 6 hari syawal maka seakan-akan ia puasa setahun penuh))Dalam riwayat lain ((….DAN (وَ)…)), (HR ibnu Hibban, dan Al-Baihaqy dalam al-Kubro) yang menunjukan tidak harus tertib dalam pelaksaannya.– puasa ramadhan tdk wajib diqodo di bulan syawal, tapi boleh sampe akhir bulan sya’ban– Aisyah radiallahu ‘anhaa mengqodo puasa Ramadhan hingga bulan sya’ban. Dan sulit dibayangkan jika sekelas Aisyah meninggalkan puasa syawwal– Allah berfirman : ((Agar kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan agar kalian bertakbir (mengagungkan Allah)…) (QS 2 : 185)Ayat ini dijadikan dalil bahwa seorang yang telah menyelesaikan bilangan puasa Ramadhan untuk disyariatkan bertakbir. Dan ini juga mencakup seorang yang punya hutang puasa karena udzur.– inti dari puasa 6 hari syawal adalah yg agar mencapai 10 kali lipat, sehingga seakan seseorang berpuasa 60 hari (2 bulan). Maka jika ditambah dengan puasa sebulan ramadhan (seperti 10 bulan) maka genaplah jadi setahun (12 bulan)Karenanya jika puasa syawal telah dikerjakan, lantas hutang puasa ramadhan telah diqodo meski setelah puasa syawal maka tetap mendapatkan keutamaan puasa setahun– ini adalah pendapat jumhur ulamaLihat juga https://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/475-puasa-syawaal-sebelum-mengqodo-puasa-ramadhan


Puasa 6 hari syawal :1) boleh dimulai sejak hari ke2, 2) boleh berurutan atau terpisah, 3) lebih afdol dikerjakan setelah mengqodo hutang puasa ramadhan, krn menunaikan yang wajib lebih utama4) namun boleh mendahulukan puasa syawal sebelum mengqodo krn :– sabda Nabi ((Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan LALU (ثُمَّ) mengikutkannya dengan puasa 6 hari syawal maka seakan-akan ia puasa setahun penuh))Dalam riwayat lain ((….DAN (وَ)…)), (HR ibnu Hibban, dan Al-Baihaqy dalam al-Kubro) yang menunjukan tidak harus tertib dalam pelaksaannya.– puasa ramadhan tdk wajib diqodo di bulan syawal, tapi boleh sampe akhir bulan sya’ban– Aisyah radiallahu ‘anhaa mengqodo puasa Ramadhan hingga bulan sya’ban. Dan sulit dibayangkan jika sekelas Aisyah meninggalkan puasa syawwal– Allah berfirman : ((Agar kalian menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan agar kalian bertakbir (mengagungkan Allah)…) (QS 2 : 185)Ayat ini dijadikan dalil bahwa seorang yang telah menyelesaikan bilangan puasa Ramadhan untuk disyariatkan bertakbir. Dan ini juga mencakup seorang yang punya hutang puasa karena udzur.– inti dari puasa 6 hari syawal adalah yg agar mencapai 10 kali lipat, sehingga seakan seseorang berpuasa 60 hari (2 bulan). Maka jika ditambah dengan puasa sebulan ramadhan (seperti 10 bulan) maka genaplah jadi setahun (12 bulan)Karenanya jika puasa syawal telah dikerjakan, lantas hutang puasa ramadhan telah diqodo meski setelah puasa syawal maka tetap mendapatkan keutamaan puasa setahun– ini adalah pendapat jumhur ulamaLihat juga https://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/475-puasa-syawaal-sebelum-mengqodo-puasa-ramadhan
Prev     Next