Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 4)

Baca pembahasan sebelumnya Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 3)Tauhid hakimiyyah, bagaimanakah posisinya?Sebagian orang zaman ini membagi tauhid menjadi empat macam, yaitu tauhid rububiyyah; tauhid uluhiyyah, tauhid al-asmaโ€™ wa ash-shifat, dan tauhid hakimiyyah (tauhid mulkiyyah). Mereka beralasan bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu hanyalah sekedar kesepakatan (istilah) sekelompok orang (yaitu para ulama), bukan asli pembagian yang disebutkan dari syariat, sehingga tidak masalah jika ditambah lebih dari tiga.Maka kita katakan kepada mereka bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu tidaklah semata-mata kesepakatan para ulama. Akan tetapi, pembagian tersebut berdasarkan penelitian dan telaah terhadap dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, sebagaimana yang telah kami bahas di seri sebelumnya. Para salaf ketika membagi tauhid menjadi tiga macam, mereka simpulkan macam-macam tauhid tersebut dari dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah.Adapun hakimiyyah, maka itu benar dan tidak salah. Karena wajib atas kita setiap muslim untuk menjadikan syariat Allah Taโ€™ala sebagai satu-satunya sumber hukum. Bahwa hukum itu hanya milik Allah Taโ€™ala, sehingga hanya hukum Allah Taโ€™ala yang wajib dilaksanakan dan ditaati oleh manusia, dan wajib berpaling dari semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah Taโ€™ala.Baca Juga: Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?Akan tetapi, hal ini telah masuk dalam tauhid rububiyyah atau tauhid uluhiyyah, jika dilihat dari dua tinjauan berikut ini:Tinjauan pertama, jika ditinjau dari bahwa Allah Taโ€™ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk membuat dan menetapkan hukum syariat, maka hal ini telah termasuk dalam makna tauhid rububiyyah. Hal ini karena di antara cakupan pengaturan alam semesta adalah Allah Taโ€™ala mengatur dengan hukum dan syariat-Nya, yaitu ini halal, itu haram, dan sebagainya.Tinjauan kedua, jika ditinjau dari sisi bahwa seorang hamba wajib beribadah kepada Allah Taโ€™ala dengan melaksanakan ketaatan terhadap semua syariat dan hukum Allah Taโ€™ala, maka hal ini termasuk dalam cakupan tauhid uluhiyyah. Karena di antara bentuk ibadah adalah menjadikan hukum Allah Taโ€™ala sebagai hukum yang mengatur kehidupan kita.Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz Alu Syaikh hafidzahullahu Taโ€™ala berkata,โ€œTauhid hakimiyyah itu tercakup bisa jadi dalam tauhid rububiyyah, atau dalam tauhid uluhiyyah, atau tercakup dalam dua-duanya sekaligus. Karena Allah Taโ€™ala menjadikan hukum itu milik-Nya, sebagaimana firman-Nya,ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูโ€œMenetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.โ€ (QS. Al-Anโ€™am [6]: 57)ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูโ€œTentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.โ€ (QS. Asy-Syuura [42]: 10)ููŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑูโ€œMaka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.โ€ (QS. Ghaafir [40]: 12)Adapun hakimiyyah ditinjau dari sisi kewajiban manusia, maka ini termasuk pebuatan hamba. Sedangkan semua perbuatan hamba termasuk dalam tauhid uluhiyyah.โ€ (Ithaaf As-Saail bimaa fi Ath-Thahawiyyah min Masaail, hal. 19-20) [1]Baca Juga: Inilah Nikmat Tauhid dan AkidahOleh karena itu, makna โ€œhakimiyyahโ€ sebagaimana yang mereka maksud adalah makna yang benar, tidak salah sama sekali. Karena wajib bagi kita untuk berhukum dengan syariat Allah Taโ€™ala. Akan tetapi, kandungan maknanya sudah tercakup dalam tauhid uluhiyyah, menurut salah satu sudut pandang. Para ulama salaf tidaklah menihilkan tauhid hakimiyyah, sehingga orang-orang di zaman sekarang ini merasa perlu menambahkan jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah. Menurut para salaf, tauhid hakimiyyah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah, sehingga tidak perlu disendirikan secara khusus.Jika motivasi menjadikan hakimiyyah sebagai tauhid tersendiri adalah karena melihat realita keumatan yang meremehkan dan melalaikan masalah berhukum dengan hukum Allah, maka pola pikir dan argumentasi seperti ini tidaklah tepat. Karena konsekuensinya, kita pun akan merasa perlu membuat jenis tauhid baru, misalnya tauhid shalat, karena melihat realita umat yang banyak meremehkan dan melupakan urusan shalat. Atau akan ada tauhid zakat, ketika melihat realia umat yang banyak meremehkan dan tidak mau menunaikan zakat. Juga akan ada tauhid puasa, tauhid haji, dan semua jenis ibadah perlu dibuat tauhid tersendiri ketika umat Islam sekarang ini meremehkan jenis ibadah tersebut. Jadilah macam-macam tauhid itu banyak sekali dan tidak ada ujungnya. Padahal, semua jenis ibadah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah. [2]Fatwa para ulama tentang tauhid hakimiyyahSyaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œSekarang ini ada orang-orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya tauhid itu ada empat. Mereka berkata, โ€œTauhid jenis yang ke empat adalah tauhid hakimiyyah.โ€ Apakah ini benar?Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œTauhid tidaklah dibagi menjadi empat. Tauhid itu hanyalah dibagi menjadi tiga, sebagaimana perkataan para ulama. Adapun tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid ibadah (tauhid uluhiyyah). Termasuk dalam tauhid ibadah adalah berhukum dengan apa yang Allah Taโ€™ala syariatkan, shalat, puasa, zakat, haji, dan berhukum dengan syariat-Nya. Semua ini termasuk dalam tauhid ibadah.โ€ (Majmuโ€™ Fataawa wa Maqalaat Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziiz bin Baaz, 30: 328)Baca Juga: โ€˜Arsy adalah Makhluk Allah yang Terbesar, Paling Tinggi dan yang Pertama Kali Allah CiptakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œApa yang Engkau katakan terhadap orang-orang yang menambahkan jens tauhid yang ke empat, yang mereka sebut dengan tauhid hakimiyyah?โ€Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œKami katakan bahwa sesungguhnya itu adalah kesesatan dan kebodohan. Karena tauhid hakimiyyah adalah tauhidullah, karena Al-Haakim (yang menetapkan hukum) adalah Allah Taโ€™ala. Jika Engkau mengatakan bahwa tauhid itu ada tiga macam, sebagaimana perkataan para ulama, yaitu tauhid rububiyyah โ€ฆ (dan seterusnya), pent.), maka tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid rububiyyah. Karena makna yang terkandung dalam tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan dalam perbuatan menetapkan hukum, menciptakan, dan mengatur bagi Allah Taโ€™ala semata.โ€ (Liqaaโ€™at Al-Baab Al-Maftuuh, 12: 150)Syaikh Shalih bin Saโ€™ad As-Suhaimi hafidzahullahu Taโ€™ala ditanya tentang tauhid hakimiyyah dalam salah satu majelis beliau di Masjidil Haram, lalu beliau menjawab,โ€œTauhid hakimiyyah adalah jenis tauhid yang diada-adakan. Yang pertama kali mengadakannya adalah (organisasi) Al-Ikhwaan Al-Muslimiin. Mereka tidaklah mengada-adakan jenis tauhid yang ke empat ini kecuali untuk mengkafirkan penguasa dan memberontak kepada mereka.โ€ (Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 92) [3]Demikianlah sedikit pembahasan tentang pembagian tauhid menjadi tiga. Semoga penjelasan ini dapat mencerahkan sebagian orang yang sebelumnya bertanya-tanya tentang asal usul pembagian tauhid menjadi tiga.Baca Juga: Berdakwah, Tapi Tidak Mendakwahkan Tauhid Hubungan Diantara Tiga Macam Tauhid [Selesai]***@Puri Gardenia I10, 6 Rabiโ€™ul awwal 1440/ 14 November 2018Penulis: M. Saifudin HakimArtikel: Muslim.or.idย Referensi:[1] Dikutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 88-89.[2] Disarikan dari kitab Duruus minal Qurโ€™anil Kariim, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan hafidzahullahu Taโ€™ala, hal. 17-19 (penerbit Daarul โ€˜Ashimah KSA, cetakan pertama tahun 1421).[3] Fatwa-fatwa ulama di atas kami kutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah wa Tahdziir min Fikri At-Takfiir, karya Syaikh โ€˜Abdussalaam bin Barjas bin Naashir โ€˜Abdul Karim rahimahullahu Taโ€™ala, penerbit Daarul Minhaj Kairo, cetakan pertama tahun 1436. Di kitab tersebut, penulis juga banyak mengutip fatwa para ulama lainnya yang membantah adanya jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah.๐Ÿ” Hukum Dropshipper, Arti Ar Razaq, Asuransi Halal, Tafsir Basmalah, Hukum Shalat

Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 4)

Baca pembahasan sebelumnya Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 3)Tauhid hakimiyyah, bagaimanakah posisinya?Sebagian orang zaman ini membagi tauhid menjadi empat macam, yaitu tauhid rububiyyah; tauhid uluhiyyah, tauhid al-asmaโ€™ wa ash-shifat, dan tauhid hakimiyyah (tauhid mulkiyyah). Mereka beralasan bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu hanyalah sekedar kesepakatan (istilah) sekelompok orang (yaitu para ulama), bukan asli pembagian yang disebutkan dari syariat, sehingga tidak masalah jika ditambah lebih dari tiga.Maka kita katakan kepada mereka bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu tidaklah semata-mata kesepakatan para ulama. Akan tetapi, pembagian tersebut berdasarkan penelitian dan telaah terhadap dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, sebagaimana yang telah kami bahas di seri sebelumnya. Para salaf ketika membagi tauhid menjadi tiga macam, mereka simpulkan macam-macam tauhid tersebut dari dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah.Adapun hakimiyyah, maka itu benar dan tidak salah. Karena wajib atas kita setiap muslim untuk menjadikan syariat Allah Taโ€™ala sebagai satu-satunya sumber hukum. Bahwa hukum itu hanya milik Allah Taโ€™ala, sehingga hanya hukum Allah Taโ€™ala yang wajib dilaksanakan dan ditaati oleh manusia, dan wajib berpaling dari semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah Taโ€™ala.Baca Juga: Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?Akan tetapi, hal ini telah masuk dalam tauhid rububiyyah atau tauhid uluhiyyah, jika dilihat dari dua tinjauan berikut ini:Tinjauan pertama, jika ditinjau dari bahwa Allah Taโ€™ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk membuat dan menetapkan hukum syariat, maka hal ini telah termasuk dalam makna tauhid rububiyyah. Hal ini karena di antara cakupan pengaturan alam semesta adalah Allah Taโ€™ala mengatur dengan hukum dan syariat-Nya, yaitu ini halal, itu haram, dan sebagainya.Tinjauan kedua, jika ditinjau dari sisi bahwa seorang hamba wajib beribadah kepada Allah Taโ€™ala dengan melaksanakan ketaatan terhadap semua syariat dan hukum Allah Taโ€™ala, maka hal ini termasuk dalam cakupan tauhid uluhiyyah. Karena di antara bentuk ibadah adalah menjadikan hukum Allah Taโ€™ala sebagai hukum yang mengatur kehidupan kita.Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz Alu Syaikh hafidzahullahu Taโ€™ala berkata,โ€œTauhid hakimiyyah itu tercakup bisa jadi dalam tauhid rububiyyah, atau dalam tauhid uluhiyyah, atau tercakup dalam dua-duanya sekaligus. Karena Allah Taโ€™ala menjadikan hukum itu milik-Nya, sebagaimana firman-Nya,ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูโ€œMenetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.โ€ (QS. Al-Anโ€™am [6]: 57)ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูโ€œTentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.โ€ (QS. Asy-Syuura [42]: 10)ููŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑูโ€œMaka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.โ€ (QS. Ghaafir [40]: 12)Adapun hakimiyyah ditinjau dari sisi kewajiban manusia, maka ini termasuk pebuatan hamba. Sedangkan semua perbuatan hamba termasuk dalam tauhid uluhiyyah.โ€ (Ithaaf As-Saail bimaa fi Ath-Thahawiyyah min Masaail, hal. 19-20) [1]Baca Juga: Inilah Nikmat Tauhid dan AkidahOleh karena itu, makna โ€œhakimiyyahโ€ sebagaimana yang mereka maksud adalah makna yang benar, tidak salah sama sekali. Karena wajib bagi kita untuk berhukum dengan syariat Allah Taโ€™ala. Akan tetapi, kandungan maknanya sudah tercakup dalam tauhid uluhiyyah, menurut salah satu sudut pandang. Para ulama salaf tidaklah menihilkan tauhid hakimiyyah, sehingga orang-orang di zaman sekarang ini merasa perlu menambahkan jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah. Menurut para salaf, tauhid hakimiyyah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah, sehingga tidak perlu disendirikan secara khusus.Jika motivasi menjadikan hakimiyyah sebagai tauhid tersendiri adalah karena melihat realita keumatan yang meremehkan dan melalaikan masalah berhukum dengan hukum Allah, maka pola pikir dan argumentasi seperti ini tidaklah tepat. Karena konsekuensinya, kita pun akan merasa perlu membuat jenis tauhid baru, misalnya tauhid shalat, karena melihat realita umat yang banyak meremehkan dan melupakan urusan shalat. Atau akan ada tauhid zakat, ketika melihat realia umat yang banyak meremehkan dan tidak mau menunaikan zakat. Juga akan ada tauhid puasa, tauhid haji, dan semua jenis ibadah perlu dibuat tauhid tersendiri ketika umat Islam sekarang ini meremehkan jenis ibadah tersebut. Jadilah macam-macam tauhid itu banyak sekali dan tidak ada ujungnya. Padahal, semua jenis ibadah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah. [2]Fatwa para ulama tentang tauhid hakimiyyahSyaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œSekarang ini ada orang-orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya tauhid itu ada empat. Mereka berkata, โ€œTauhid jenis yang ke empat adalah tauhid hakimiyyah.โ€ Apakah ini benar?Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œTauhid tidaklah dibagi menjadi empat. Tauhid itu hanyalah dibagi menjadi tiga, sebagaimana perkataan para ulama. Adapun tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid ibadah (tauhid uluhiyyah). Termasuk dalam tauhid ibadah adalah berhukum dengan apa yang Allah Taโ€™ala syariatkan, shalat, puasa, zakat, haji, dan berhukum dengan syariat-Nya. Semua ini termasuk dalam tauhid ibadah.โ€ (Majmuโ€™ Fataawa wa Maqalaat Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziiz bin Baaz, 30: 328)Baca Juga: โ€˜Arsy adalah Makhluk Allah yang Terbesar, Paling Tinggi dan yang Pertama Kali Allah CiptakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œApa yang Engkau katakan terhadap orang-orang yang menambahkan jens tauhid yang ke empat, yang mereka sebut dengan tauhid hakimiyyah?โ€Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œKami katakan bahwa sesungguhnya itu adalah kesesatan dan kebodohan. Karena tauhid hakimiyyah adalah tauhidullah, karena Al-Haakim (yang menetapkan hukum) adalah Allah Taโ€™ala. Jika Engkau mengatakan bahwa tauhid itu ada tiga macam, sebagaimana perkataan para ulama, yaitu tauhid rububiyyah โ€ฆ (dan seterusnya), pent.), maka tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid rububiyyah. Karena makna yang terkandung dalam tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan dalam perbuatan menetapkan hukum, menciptakan, dan mengatur bagi Allah Taโ€™ala semata.โ€ (Liqaaโ€™at Al-Baab Al-Maftuuh, 12: 150)Syaikh Shalih bin Saโ€™ad As-Suhaimi hafidzahullahu Taโ€™ala ditanya tentang tauhid hakimiyyah dalam salah satu majelis beliau di Masjidil Haram, lalu beliau menjawab,โ€œTauhid hakimiyyah adalah jenis tauhid yang diada-adakan. Yang pertama kali mengadakannya adalah (organisasi) Al-Ikhwaan Al-Muslimiin. Mereka tidaklah mengada-adakan jenis tauhid yang ke empat ini kecuali untuk mengkafirkan penguasa dan memberontak kepada mereka.โ€ (Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 92) [3]Demikianlah sedikit pembahasan tentang pembagian tauhid menjadi tiga. Semoga penjelasan ini dapat mencerahkan sebagian orang yang sebelumnya bertanya-tanya tentang asal usul pembagian tauhid menjadi tiga.Baca Juga: Berdakwah, Tapi Tidak Mendakwahkan Tauhid Hubungan Diantara Tiga Macam Tauhid [Selesai]***@Puri Gardenia I10, 6 Rabiโ€™ul awwal 1440/ 14 November 2018Penulis: M. Saifudin HakimArtikel: Muslim.or.idย Referensi:[1] Dikutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 88-89.[2] Disarikan dari kitab Duruus minal Qurโ€™anil Kariim, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan hafidzahullahu Taโ€™ala, hal. 17-19 (penerbit Daarul โ€˜Ashimah KSA, cetakan pertama tahun 1421).[3] Fatwa-fatwa ulama di atas kami kutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah wa Tahdziir min Fikri At-Takfiir, karya Syaikh โ€˜Abdussalaam bin Barjas bin Naashir โ€˜Abdul Karim rahimahullahu Taโ€™ala, penerbit Daarul Minhaj Kairo, cetakan pertama tahun 1436. Di kitab tersebut, penulis juga banyak mengutip fatwa para ulama lainnya yang membantah adanya jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah.๐Ÿ” Hukum Dropshipper, Arti Ar Razaq, Asuransi Halal, Tafsir Basmalah, Hukum Shalat
Baca pembahasan sebelumnya Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 3)Tauhid hakimiyyah, bagaimanakah posisinya?Sebagian orang zaman ini membagi tauhid menjadi empat macam, yaitu tauhid rububiyyah; tauhid uluhiyyah, tauhid al-asmaโ€™ wa ash-shifat, dan tauhid hakimiyyah (tauhid mulkiyyah). Mereka beralasan bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu hanyalah sekedar kesepakatan (istilah) sekelompok orang (yaitu para ulama), bukan asli pembagian yang disebutkan dari syariat, sehingga tidak masalah jika ditambah lebih dari tiga.Maka kita katakan kepada mereka bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu tidaklah semata-mata kesepakatan para ulama. Akan tetapi, pembagian tersebut berdasarkan penelitian dan telaah terhadap dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, sebagaimana yang telah kami bahas di seri sebelumnya. Para salaf ketika membagi tauhid menjadi tiga macam, mereka simpulkan macam-macam tauhid tersebut dari dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah.Adapun hakimiyyah, maka itu benar dan tidak salah. Karena wajib atas kita setiap muslim untuk menjadikan syariat Allah Taโ€™ala sebagai satu-satunya sumber hukum. Bahwa hukum itu hanya milik Allah Taโ€™ala, sehingga hanya hukum Allah Taโ€™ala yang wajib dilaksanakan dan ditaati oleh manusia, dan wajib berpaling dari semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah Taโ€™ala.Baca Juga: Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?Akan tetapi, hal ini telah masuk dalam tauhid rububiyyah atau tauhid uluhiyyah, jika dilihat dari dua tinjauan berikut ini:Tinjauan pertama, jika ditinjau dari bahwa Allah Taโ€™ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk membuat dan menetapkan hukum syariat, maka hal ini telah termasuk dalam makna tauhid rububiyyah. Hal ini karena di antara cakupan pengaturan alam semesta adalah Allah Taโ€™ala mengatur dengan hukum dan syariat-Nya, yaitu ini halal, itu haram, dan sebagainya.Tinjauan kedua, jika ditinjau dari sisi bahwa seorang hamba wajib beribadah kepada Allah Taโ€™ala dengan melaksanakan ketaatan terhadap semua syariat dan hukum Allah Taโ€™ala, maka hal ini termasuk dalam cakupan tauhid uluhiyyah. Karena di antara bentuk ibadah adalah menjadikan hukum Allah Taโ€™ala sebagai hukum yang mengatur kehidupan kita.Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz Alu Syaikh hafidzahullahu Taโ€™ala berkata,โ€œTauhid hakimiyyah itu tercakup bisa jadi dalam tauhid rububiyyah, atau dalam tauhid uluhiyyah, atau tercakup dalam dua-duanya sekaligus. Karena Allah Taโ€™ala menjadikan hukum itu milik-Nya, sebagaimana firman-Nya,ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูโ€œMenetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.โ€ (QS. Al-Anโ€™am [6]: 57)ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูโ€œTentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.โ€ (QS. Asy-Syuura [42]: 10)ููŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑูโ€œMaka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.โ€ (QS. Ghaafir [40]: 12)Adapun hakimiyyah ditinjau dari sisi kewajiban manusia, maka ini termasuk pebuatan hamba. Sedangkan semua perbuatan hamba termasuk dalam tauhid uluhiyyah.โ€ (Ithaaf As-Saail bimaa fi Ath-Thahawiyyah min Masaail, hal. 19-20) [1]Baca Juga: Inilah Nikmat Tauhid dan AkidahOleh karena itu, makna โ€œhakimiyyahโ€ sebagaimana yang mereka maksud adalah makna yang benar, tidak salah sama sekali. Karena wajib bagi kita untuk berhukum dengan syariat Allah Taโ€™ala. Akan tetapi, kandungan maknanya sudah tercakup dalam tauhid uluhiyyah, menurut salah satu sudut pandang. Para ulama salaf tidaklah menihilkan tauhid hakimiyyah, sehingga orang-orang di zaman sekarang ini merasa perlu menambahkan jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah. Menurut para salaf, tauhid hakimiyyah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah, sehingga tidak perlu disendirikan secara khusus.Jika motivasi menjadikan hakimiyyah sebagai tauhid tersendiri adalah karena melihat realita keumatan yang meremehkan dan melalaikan masalah berhukum dengan hukum Allah, maka pola pikir dan argumentasi seperti ini tidaklah tepat. Karena konsekuensinya, kita pun akan merasa perlu membuat jenis tauhid baru, misalnya tauhid shalat, karena melihat realita umat yang banyak meremehkan dan melupakan urusan shalat. Atau akan ada tauhid zakat, ketika melihat realia umat yang banyak meremehkan dan tidak mau menunaikan zakat. Juga akan ada tauhid puasa, tauhid haji, dan semua jenis ibadah perlu dibuat tauhid tersendiri ketika umat Islam sekarang ini meremehkan jenis ibadah tersebut. Jadilah macam-macam tauhid itu banyak sekali dan tidak ada ujungnya. Padahal, semua jenis ibadah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah. [2]Fatwa para ulama tentang tauhid hakimiyyahSyaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œSekarang ini ada orang-orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya tauhid itu ada empat. Mereka berkata, โ€œTauhid jenis yang ke empat adalah tauhid hakimiyyah.โ€ Apakah ini benar?Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œTauhid tidaklah dibagi menjadi empat. Tauhid itu hanyalah dibagi menjadi tiga, sebagaimana perkataan para ulama. Adapun tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid ibadah (tauhid uluhiyyah). Termasuk dalam tauhid ibadah adalah berhukum dengan apa yang Allah Taโ€™ala syariatkan, shalat, puasa, zakat, haji, dan berhukum dengan syariat-Nya. Semua ini termasuk dalam tauhid ibadah.โ€ (Majmuโ€™ Fataawa wa Maqalaat Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziiz bin Baaz, 30: 328)Baca Juga: โ€˜Arsy adalah Makhluk Allah yang Terbesar, Paling Tinggi dan yang Pertama Kali Allah CiptakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œApa yang Engkau katakan terhadap orang-orang yang menambahkan jens tauhid yang ke empat, yang mereka sebut dengan tauhid hakimiyyah?โ€Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œKami katakan bahwa sesungguhnya itu adalah kesesatan dan kebodohan. Karena tauhid hakimiyyah adalah tauhidullah, karena Al-Haakim (yang menetapkan hukum) adalah Allah Taโ€™ala. Jika Engkau mengatakan bahwa tauhid itu ada tiga macam, sebagaimana perkataan para ulama, yaitu tauhid rububiyyah โ€ฆ (dan seterusnya), pent.), maka tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid rububiyyah. Karena makna yang terkandung dalam tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan dalam perbuatan menetapkan hukum, menciptakan, dan mengatur bagi Allah Taโ€™ala semata.โ€ (Liqaaโ€™at Al-Baab Al-Maftuuh, 12: 150)Syaikh Shalih bin Saโ€™ad As-Suhaimi hafidzahullahu Taโ€™ala ditanya tentang tauhid hakimiyyah dalam salah satu majelis beliau di Masjidil Haram, lalu beliau menjawab,โ€œTauhid hakimiyyah adalah jenis tauhid yang diada-adakan. Yang pertama kali mengadakannya adalah (organisasi) Al-Ikhwaan Al-Muslimiin. Mereka tidaklah mengada-adakan jenis tauhid yang ke empat ini kecuali untuk mengkafirkan penguasa dan memberontak kepada mereka.โ€ (Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 92) [3]Demikianlah sedikit pembahasan tentang pembagian tauhid menjadi tiga. Semoga penjelasan ini dapat mencerahkan sebagian orang yang sebelumnya bertanya-tanya tentang asal usul pembagian tauhid menjadi tiga.Baca Juga: Berdakwah, Tapi Tidak Mendakwahkan Tauhid Hubungan Diantara Tiga Macam Tauhid [Selesai]***@Puri Gardenia I10, 6 Rabiโ€™ul awwal 1440/ 14 November 2018Penulis: M. Saifudin HakimArtikel: Muslim.or.idย Referensi:[1] Dikutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 88-89.[2] Disarikan dari kitab Duruus minal Qurโ€™anil Kariim, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan hafidzahullahu Taโ€™ala, hal. 17-19 (penerbit Daarul โ€˜Ashimah KSA, cetakan pertama tahun 1421).[3] Fatwa-fatwa ulama di atas kami kutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah wa Tahdziir min Fikri At-Takfiir, karya Syaikh โ€˜Abdussalaam bin Barjas bin Naashir โ€˜Abdul Karim rahimahullahu Taโ€™ala, penerbit Daarul Minhaj Kairo, cetakan pertama tahun 1436. Di kitab tersebut, penulis juga banyak mengutip fatwa para ulama lainnya yang membantah adanya jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah.๐Ÿ” Hukum Dropshipper, Arti Ar Razaq, Asuransi Halal, Tafsir Basmalah, Hukum Shalat


Baca pembahasan sebelumnya Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 3)Tauhid hakimiyyah, bagaimanakah posisinya?Sebagian orang zaman ini membagi tauhid menjadi empat macam, yaitu tauhid rububiyyah; tauhid uluhiyyah, tauhid al-asmaโ€™ wa ash-shifat, dan tauhid hakimiyyah (tauhid mulkiyyah). Mereka beralasan bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu hanyalah sekedar kesepakatan (istilah) sekelompok orang (yaitu para ulama), bukan asli pembagian yang disebutkan dari syariat, sehingga tidak masalah jika ditambah lebih dari tiga.Maka kita katakan kepada mereka bahwa pembagian tauhid menjadi tiga itu tidaklah semata-mata kesepakatan para ulama. Akan tetapi, pembagian tersebut berdasarkan penelitian dan telaah terhadap dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, sebagaimana yang telah kami bahas di seri sebelumnya. Para salaf ketika membagi tauhid menjadi tiga macam, mereka simpulkan macam-macam tauhid tersebut dari dalil-dalil Al-Kitab dan As-Sunnah.Adapun hakimiyyah, maka itu benar dan tidak salah. Karena wajib atas kita setiap muslim untuk menjadikan syariat Allah Taโ€™ala sebagai satu-satunya sumber hukum. Bahwa hukum itu hanya milik Allah Taโ€™ala, sehingga hanya hukum Allah Taโ€™ala yang wajib dilaksanakan dan ditaati oleh manusia, dan wajib berpaling dari semua hukum yang bertentangan dengan hukum Allah Taโ€™ala.Baca Juga: Bagaimana Membuktikan Kita Bertauhid Dengan Benar?Akan tetapi, hal ini telah masuk dalam tauhid rububiyyah atau tauhid uluhiyyah, jika dilihat dari dua tinjauan berikut ini:Tinjauan pertama, jika ditinjau dari bahwa Allah Taโ€™ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak untuk membuat dan menetapkan hukum syariat, maka hal ini telah termasuk dalam makna tauhid rububiyyah. Hal ini karena di antara cakupan pengaturan alam semesta adalah Allah Taโ€™ala mengatur dengan hukum dan syariat-Nya, yaitu ini halal, itu haram, dan sebagainya.Tinjauan kedua, jika ditinjau dari sisi bahwa seorang hamba wajib beribadah kepada Allah Taโ€™ala dengan melaksanakan ketaatan terhadap semua syariat dan hukum Allah Taโ€™ala, maka hal ini termasuk dalam cakupan tauhid uluhiyyah. Karena di antara bentuk ibadah adalah menjadikan hukum Allah Taโ€™ala sebagai hukum yang mengatur kehidupan kita.Syaikh Shalih bin โ€˜Abdul โ€˜Aziz Alu Syaikh hafidzahullahu Taโ€™ala berkata,โ€œTauhid hakimiyyah itu tercakup bisa jadi dalam tauhid rububiyyah, atau dalam tauhid uluhiyyah, atau tercakup dalam dua-duanya sekaligus. Karena Allah Taโ€™ala menjadikan hukum itu milik-Nya, sebagaimana firman-Nya,ุฅูู†ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ูโ€œMenetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.โ€ (QS. Al-Anโ€™am [6]: 57)ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูโ€œTentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.โ€ (QS. Asy-Syuura [42]: 10)ููŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑูโ€œMaka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.โ€ (QS. Ghaafir [40]: 12)Adapun hakimiyyah ditinjau dari sisi kewajiban manusia, maka ini termasuk pebuatan hamba. Sedangkan semua perbuatan hamba termasuk dalam tauhid uluhiyyah.โ€ (Ithaaf As-Saail bimaa fi Ath-Thahawiyyah min Masaail, hal. 19-20) [1]Baca Juga: Inilah Nikmat Tauhid dan AkidahOleh karena itu, makna โ€œhakimiyyahโ€ sebagaimana yang mereka maksud adalah makna yang benar, tidak salah sama sekali. Karena wajib bagi kita untuk berhukum dengan syariat Allah Taโ€™ala. Akan tetapi, kandungan maknanya sudah tercakup dalam tauhid uluhiyyah, menurut salah satu sudut pandang. Para ulama salaf tidaklah menihilkan tauhid hakimiyyah, sehingga orang-orang di zaman sekarang ini merasa perlu menambahkan jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah. Menurut para salaf, tauhid hakimiyyah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah, sehingga tidak perlu disendirikan secara khusus.Jika motivasi menjadikan hakimiyyah sebagai tauhid tersendiri adalah karena melihat realita keumatan yang meremehkan dan melalaikan masalah berhukum dengan hukum Allah, maka pola pikir dan argumentasi seperti ini tidaklah tepat. Karena konsekuensinya, kita pun akan merasa perlu membuat jenis tauhid baru, misalnya tauhid shalat, karena melihat realita umat yang banyak meremehkan dan melupakan urusan shalat. Atau akan ada tauhid zakat, ketika melihat realia umat yang banyak meremehkan dan tidak mau menunaikan zakat. Juga akan ada tauhid puasa, tauhid haji, dan semua jenis ibadah perlu dibuat tauhid tersendiri ketika umat Islam sekarang ini meremehkan jenis ibadah tersebut. Jadilah macam-macam tauhid itu banyak sekali dan tidak ada ujungnya. Padahal, semua jenis ibadah itu sudah termasuk dalam tauhid uluhiyyah. [2]Fatwa para ulama tentang tauhid hakimiyyahSyaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œSekarang ini ada orang-orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya tauhid itu ada empat. Mereka berkata, โ€œTauhid jenis yang ke empat adalah tauhid hakimiyyah.โ€ Apakah ini benar?Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œTauhid tidaklah dibagi menjadi empat. Tauhid itu hanyalah dibagi menjadi tiga, sebagaimana perkataan para ulama. Adapun tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid ibadah (tauhid uluhiyyah). Termasuk dalam tauhid ibadah adalah berhukum dengan apa yang Allah Taโ€™ala syariatkan, shalat, puasa, zakat, haji, dan berhukum dengan syariat-Nya. Semua ini termasuk dalam tauhid ibadah.โ€ (Majmuโ€™ Fataawa wa Maqalaat Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziiz bin Baaz, 30: 328)Baca Juga: โ€˜Arsy adalah Makhluk Allah yang Terbesar, Paling Tinggi dan yang Pertama Kali Allah CiptakanSyaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin rahimahullahu Taโ€™ala ditanya, โ€œApa yang Engkau katakan terhadap orang-orang yang menambahkan jens tauhid yang ke empat, yang mereka sebut dengan tauhid hakimiyyah?โ€Beliau rahimahullahu Taโ€™ala menjawab,โ€œKami katakan bahwa sesungguhnya itu adalah kesesatan dan kebodohan. Karena tauhid hakimiyyah adalah tauhidullah, karena Al-Haakim (yang menetapkan hukum) adalah Allah Taโ€™ala. Jika Engkau mengatakan bahwa tauhid itu ada tiga macam, sebagaimana perkataan para ulama, yaitu tauhid rububiyyah โ€ฆ (dan seterusnya), pent.), maka tauhid hakimiyyah itu sudah tercakup dalam tauhid rububiyyah. Karena makna yang terkandung dalam tauhid rububiyyah adalah mentauhidkan dalam perbuatan menetapkan hukum, menciptakan, dan mengatur bagi Allah Taโ€™ala semata.โ€ (Liqaaโ€™at Al-Baab Al-Maftuuh, 12: 150)Syaikh Shalih bin Saโ€™ad As-Suhaimi hafidzahullahu Taโ€™ala ditanya tentang tauhid hakimiyyah dalam salah satu majelis beliau di Masjidil Haram, lalu beliau menjawab,โ€œTauhid hakimiyyah adalah jenis tauhid yang diada-adakan. Yang pertama kali mengadakannya adalah (organisasi) Al-Ikhwaan Al-Muslimiin. Mereka tidaklah mengada-adakan jenis tauhid yang ke empat ini kecuali untuk mengkafirkan penguasa dan memberontak kepada mereka.โ€ (Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 92) [3]Demikianlah sedikit pembahasan tentang pembagian tauhid menjadi tiga. Semoga penjelasan ini dapat mencerahkan sebagian orang yang sebelumnya bertanya-tanya tentang asal usul pembagian tauhid menjadi tiga.Baca Juga: Berdakwah, Tapi Tidak Mendakwahkan Tauhid Hubungan Diantara Tiga Macam Tauhid [Selesai]***@Puri Gardenia I10, 6 Rabiโ€™ul awwal 1440/ 14 November 2018Penulis: M. Saifudin HakimArtikel: Muslim.or.idย Referensi:[1] Dikutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah, hal. 88-89.[2] Disarikan dari kitab Duruus minal Qurโ€™anil Kariim, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al-Fauzan hafidzahullahu Taโ€™ala, hal. 17-19 (penerbit Daarul โ€˜Ashimah KSA, cetakan pertama tahun 1421).[3] Fatwa-fatwa ulama di atas kami kutip dari kitab Al-Hukmu bighairi Maa Anzalallah wa Tahdziir min Fikri At-Takfiir, karya Syaikh โ€˜Abdussalaam bin Barjas bin Naashir โ€˜Abdul Karim rahimahullahu Taโ€™ala, penerbit Daarul Minhaj Kairo, cetakan pertama tahun 1436. Di kitab tersebut, penulis juga banyak mengutip fatwa para ulama lainnya yang membantah adanya jenis tauhid yang ke empat, yaitu tauhid hakimiyyah.๐Ÿ” Hukum Dropshipper, Arti Ar Razaq, Asuransi Halal, Tafsir Basmalah, Hukum Shalat

11 Kesalahan Dalam Berwudhu

Sebagaimana ibadah yang lain, wudhu pun wajib untuk mengikuti tuntunan dari Al Qurโ€™an dan hadits-hadits Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dalam mengerjakannya. Karena Al Qurโ€™an dan hadits adalah sumber landasan hukum dalam Islam, serta acuan dalam mengerjakan ibadah. Maka tidak boleh kita melakukan ibadah hanya dengan dasar pendapat seseorang, opini seseorang atau logika semata. Lebih lagi jika tidak memiliki dasar sama sekali alias asal-asalan.Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan memaparkan secara ringkas beberapa amalan dan keyakinan yang salah seputar wudhu, karena amalan dan keyakinan tersebut tidak dilandasi oleh Al Qurโ€™an dan hadits yang shahih. Beberapa amalan dan keyakinan tersebut adalah:1. Melafalkan niat wudhuSebagian orang melafalkan niat wudhu semisal dengan mengucapkan: โ€œnawaitul wudhuโ€™a lirafโ€™il hadatsil asghari lillahi taโ€™alaโ€ (saya berniat wudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Taโ€™ala) atau semacamnya. Padahal Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah mencontohkan melafalkan niat sebelum wudhu, dan niat itu adalah amalan hati. Mengeraskan bacaan niat tidaklah wajib dan tidak pula sunnah dengan kesepakatan seluruh ulama. Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafi mengatakan, โ€œTidak ada seorang imam pun, baik itu Asy Syafiโ€™i atau selain beliau, yang mensyaratkan pelafalan niat. Niat itu tempatnya di hati berdasarkan kesepakatan mereka (para imam)โ€ (Al Ittibaโ€™ hal. 62, dinukil dari Al Qaulul Mubin Fii Akhta-il Mushallin, hal. 91).Sekali lagi niat itu amalan hati dan itu mudah, tidak perlu dipersulit. Dengan adanya itikad dan kemauan dalam hati untuk melakukan wudhu untuk melakukan shalat atau yang lainnya, maka itu sudah niat yang sah.2. Tidak mengucapkan basmalahPara ulama berbeda pendapat apakah basmalah atau mengucapkan โ€œbismillahโ€ hukumnya wajib ataukah sunnah. ูSebagian ulama mewajibkan dengan dalil hadits: โ€œtidak ada shalat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ (HR. Ahmad dan Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil). Namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah karena beberapa hal:a. Membaca basmalah tidak disebutkan bersamaan dengan hal-hal wajib lainnya dalam surat Al Maidah ayat 6b. Keumuman hadits-hadits yang menjelaskan mengenai cara wudhu Nabi, tidak menyebutkan mengucapkan basmalah (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/159).c. Makna โ€œtidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ adalah penafian kesempurnaan wudhu (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/158 โ€“ 159).Namun demikian, baik beranggapan hukumnya sunnah ataupun wajib, meninggalkannya dengan sengaja adalah sebuah kesalahan.3. Melafalkan doa untuk setiap gerakanSebagian orang menganggap ada doa khusus yang dibaca pada setiap gerakan wudhu. Yang benar, doa-doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, dan hanya berasal dari hadits-hadits yang palsu. Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Maโ€™ad (1/195) mengatakan: โ€œsemua hadits tentang dzikir-dzikir yang dibaca pada setiap gerakan wudhu adalah kedustaan yang dibuat-buat, tidak pernah dikatakan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sedikit pun dan tidak pernah beliau ajarkan kepada umatnyaโ€.4. Memisahkan cidukan air untuk berkumur dan istinsyaq-istintsarJika dalam berwudhu anda berkumur-kumur tiga kali, kemudian setelah itu baru beristinsyaq (memasukan air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan cidukan air yang berbeda, maka ini tidak sesuai dengan praktek Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Yang beliau contohkan adalah berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar itu dengan satu cidukan kemudian ulang sebanyak 3x. Sehingga untuk berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar hanya melakukan 3 cidukan. Dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu beliau menceritakan cara wudhu Nabi, โ€œRasulullah menciduk air dengan kedua telapak tangannya dari bejana kemudian mencuci keduanya, kemudian mencuci (yaitu berkumur-kumur dan beristinsyaq) dari satu cidukan telapak tangan, beliau melakukannya 3x โ€ฆโ€ (HR. Bukhari 191).5. Tidak mencuci lengan hingga sikuPadahal Allah Taโ€™ala berfirman mengenai rukun wudhu (yang artinya): โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan basuhlah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kakiโ€ (QS. Al Maidah: 6).6. Tidak membasuh seluruh kepadaMembasuh sebagian kepala semisal hanya membasuh bagian depannya saja, adalah sebuah kesalahan. Padahal dalam surat Al Maidah ayat 6 di atas disebutkan โ€œ.. dan basuhlah kepalamu..โ€. โ€œkepalaโ€ di sini maknanya tentu seluruh kepala, bukan sebagiannya saja. Diperkuat lagi oleh hadits lain dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu mengenai tata cara membasuh kepala dalam wudhu, โ€œโ€ฆ kemudian Rasulullah membasuh kepalanya dengan kedua tangannya. Beliau menggerakan kedua tangannya ke belakang dan ke depan. Di mulai dari bagian depan kepalanya hingga ke tengkuknya, lalu beliau gerakkan kembali ke tempat ia mulaiโ€ฆโ€ (HR. Bukhari 185, Muslim 235).7. Membasuh leher setelah membasuh kepalaSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œtidak shahih hadits yang menyatakan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membasuh leher dalam wudhu, bahkan tidak diriwayatkan dalam hadits shahih satu pun. Bahkan hadits-hadits shahih mengenai tata cara wudhu Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak menyebutkan mengenai membasuh leherโ€ (Majmuโ€™ Fatawa 21/127-128, dinukil dari Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah, 1/142).8. Mengulang mencuci kaki, sehingga lebih dari sekaliSebagian orang mencuci kaki kanan, lalu kaki kiri, lalu kembali ke kanan lagi, sampai 3 x. Hal ini tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah dalam Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah (1/143) mengatakan: โ€œ(Yang sesuai sunnah adalah) mencuci kedua kaki tanpa berulang, berdasarkan hadits Yazid bin Abi Malik yang di dalamnya disebutkan, โ€œRasulullah berwudhu tiga kali โ€“ tiga kali, sedangkan beliau ketika mencuci kakinya tanpa berulang (cukup sekali)โ€ (HR. Abu Daud 116, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud). Maka yang tepat adalah mencuci kaki kanan sekali, lalu kaki kiri sekali.9. Kurang sempurna mencuci kaki, dan juga anggota wudhu yang lainTerkadang karena kurang serius dalam berwudhu atau karena terburu-buru, seseorang tidak sempurna dalam mencuci kedua kakinya. Karena Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya, beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda: โ€œcelaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di nerakaโ€ (HR. Bukhari 60, 165, Muslim 240). Tidak hanya kaki, pada anggota wudhu yang lain juga wajib isbagh (serius dan sempurna) dalam membasuh dan mencuci sehingga air mengenai anggota wudhu dengan sempurna.10. Membiarkan ada penghalang di kulitDalam wudhu, ulama 4 madzhab mensyaratkan tidak adanya benda yang dapat menghalangi air mengenai kulit (Lihat Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 43/330). Membiarkan adanya benda yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit adalah sebuah kesalahan dan bisa menyebabkan wudhunya tidak sah. Dikecualikan jika volumenya sangat kecil dan sedikit seperti kotoran yang ada di kuku, maka ini tidak mengapa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: โ€œJika kulit terhalang air oleh sesuatu yang yasiir (sedikit) seperti kotoran di kuku atau semisalnya, thaharah tetap sahโ€ (Fatawa Al Kubra, 5/303). Juga jika benda tersebut tidak memiliki volume atau sulit dihilangkan, maka tidak mengapa. Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Iftaโ€˜ menyatakan: โ€œjiak benda yang menghalangi tersebut tidak bervolume, maka tidak mengapa. Henna dan semacamnya, atau minyak yang dioleskan atau semacamnya, ini tidak mengapa. Adapun jika ia memiliki volume, dalam artian ia tebal dan bisa dihilangkan, maka wajib dihilangkan. Seperti cat kuku, ia memiliki volume, maka wajib dihilangkan. Adapun sekedar polesan tipis, maka itu tidak menghalangi airโ€ (Fatwa Nuurun โ€˜alad Darbi, no. 161, juz 5 hal. 246).11. Boros dalam menggunakan airBerlebih-lebih dan boros adalah hal yang tercela dalam Islam. Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œmakan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihanโ€ (QS. Al Aโ€™raf: 31). Demikian juga dalam berwudhu, tidak boleh berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Air adalah nikmat dari Allah yang wajib kita syukuri, dan salah satu cara mensyukuri nikmat air adalah dengan tidak menyia-nyiakannya. Dan banyak diantara saudara kita di tempat yang lain yang tidak bisa menikmat air yang melimpah. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sendiri mencontohkan hal ini. Beliau biasa berwudhu hanya dengan 1 mud saja. Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu menyatakan, โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam biasanya berwudhu dengan 1 mud air dan mandi dengan 1 shaโ€™ sampai 5 mud airโ€ (HR. Bukhari 201, Muslim 326). Sedangkan konversi 1 mud para ulama berbeda pendapat antara 0,6 sampai 1 liter. Sungguh hemat sekali bukan? Boleh saja berwudhu dengan air keran dan lebih dari 1 mud selama tidak berlebih-lebihan dan tetap berusaha untuk menghemat.Wallahu taโ€™ala aโ€™lam.Referensi Asy Syarhul Mumthi โ€˜ala Zaadil Mustaqniโ€™, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Al Qaulul Mubin fii Akhtaโ€™il Mushallin, Syaikh Musthafa Al โ€˜Adawi Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Muyassarah, Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, Departemen Agama Kuwait Fatawa Nuurun โ€˜alad Darbi ***Penyusun: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id๐Ÿ” Hadits Tentang Hati Yang Bersih, Istiftah Atau Iftitah, Nama Nama Hari Akhir, Cara Bersyukur Kepada Allah Menurut Islam, Hawa Nafsu Manusia

11 Kesalahan Dalam Berwudhu

Sebagaimana ibadah yang lain, wudhu pun wajib untuk mengikuti tuntunan dari Al Qurโ€™an dan hadits-hadits Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dalam mengerjakannya. Karena Al Qurโ€™an dan hadits adalah sumber landasan hukum dalam Islam, serta acuan dalam mengerjakan ibadah. Maka tidak boleh kita melakukan ibadah hanya dengan dasar pendapat seseorang, opini seseorang atau logika semata. Lebih lagi jika tidak memiliki dasar sama sekali alias asal-asalan.Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan memaparkan secara ringkas beberapa amalan dan keyakinan yang salah seputar wudhu, karena amalan dan keyakinan tersebut tidak dilandasi oleh Al Qurโ€™an dan hadits yang shahih. Beberapa amalan dan keyakinan tersebut adalah:1. Melafalkan niat wudhuSebagian orang melafalkan niat wudhu semisal dengan mengucapkan: โ€œnawaitul wudhuโ€™a lirafโ€™il hadatsil asghari lillahi taโ€™alaโ€ (saya berniat wudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Taโ€™ala) atau semacamnya. Padahal Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah mencontohkan melafalkan niat sebelum wudhu, dan niat itu adalah amalan hati. Mengeraskan bacaan niat tidaklah wajib dan tidak pula sunnah dengan kesepakatan seluruh ulama. Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafi mengatakan, โ€œTidak ada seorang imam pun, baik itu Asy Syafiโ€™i atau selain beliau, yang mensyaratkan pelafalan niat. Niat itu tempatnya di hati berdasarkan kesepakatan mereka (para imam)โ€ (Al Ittibaโ€™ hal. 62, dinukil dari Al Qaulul Mubin Fii Akhta-il Mushallin, hal. 91).Sekali lagi niat itu amalan hati dan itu mudah, tidak perlu dipersulit. Dengan adanya itikad dan kemauan dalam hati untuk melakukan wudhu untuk melakukan shalat atau yang lainnya, maka itu sudah niat yang sah.2. Tidak mengucapkan basmalahPara ulama berbeda pendapat apakah basmalah atau mengucapkan โ€œbismillahโ€ hukumnya wajib ataukah sunnah. ูSebagian ulama mewajibkan dengan dalil hadits: โ€œtidak ada shalat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ (HR. Ahmad dan Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil). Namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah karena beberapa hal:a. Membaca basmalah tidak disebutkan bersamaan dengan hal-hal wajib lainnya dalam surat Al Maidah ayat 6b. Keumuman hadits-hadits yang menjelaskan mengenai cara wudhu Nabi, tidak menyebutkan mengucapkan basmalah (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/159).c. Makna โ€œtidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ adalah penafian kesempurnaan wudhu (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/158 โ€“ 159).Namun demikian, baik beranggapan hukumnya sunnah ataupun wajib, meninggalkannya dengan sengaja adalah sebuah kesalahan.3. Melafalkan doa untuk setiap gerakanSebagian orang menganggap ada doa khusus yang dibaca pada setiap gerakan wudhu. Yang benar, doa-doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, dan hanya berasal dari hadits-hadits yang palsu. Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Maโ€™ad (1/195) mengatakan: โ€œsemua hadits tentang dzikir-dzikir yang dibaca pada setiap gerakan wudhu adalah kedustaan yang dibuat-buat, tidak pernah dikatakan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sedikit pun dan tidak pernah beliau ajarkan kepada umatnyaโ€.4. Memisahkan cidukan air untuk berkumur dan istinsyaq-istintsarJika dalam berwudhu anda berkumur-kumur tiga kali, kemudian setelah itu baru beristinsyaq (memasukan air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan cidukan air yang berbeda, maka ini tidak sesuai dengan praktek Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Yang beliau contohkan adalah berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar itu dengan satu cidukan kemudian ulang sebanyak 3x. Sehingga untuk berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar hanya melakukan 3 cidukan. Dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu beliau menceritakan cara wudhu Nabi, โ€œRasulullah menciduk air dengan kedua telapak tangannya dari bejana kemudian mencuci keduanya, kemudian mencuci (yaitu berkumur-kumur dan beristinsyaq) dari satu cidukan telapak tangan, beliau melakukannya 3x โ€ฆโ€ (HR. Bukhari 191).5. Tidak mencuci lengan hingga sikuPadahal Allah Taโ€™ala berfirman mengenai rukun wudhu (yang artinya): โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan basuhlah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kakiโ€ (QS. Al Maidah: 6).6. Tidak membasuh seluruh kepadaMembasuh sebagian kepala semisal hanya membasuh bagian depannya saja, adalah sebuah kesalahan. Padahal dalam surat Al Maidah ayat 6 di atas disebutkan โ€œ.. dan basuhlah kepalamu..โ€. โ€œkepalaโ€ di sini maknanya tentu seluruh kepala, bukan sebagiannya saja. Diperkuat lagi oleh hadits lain dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu mengenai tata cara membasuh kepala dalam wudhu, โ€œโ€ฆ kemudian Rasulullah membasuh kepalanya dengan kedua tangannya. Beliau menggerakan kedua tangannya ke belakang dan ke depan. Di mulai dari bagian depan kepalanya hingga ke tengkuknya, lalu beliau gerakkan kembali ke tempat ia mulaiโ€ฆโ€ (HR. Bukhari 185, Muslim 235).7. Membasuh leher setelah membasuh kepalaSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œtidak shahih hadits yang menyatakan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membasuh leher dalam wudhu, bahkan tidak diriwayatkan dalam hadits shahih satu pun. Bahkan hadits-hadits shahih mengenai tata cara wudhu Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak menyebutkan mengenai membasuh leherโ€ (Majmuโ€™ Fatawa 21/127-128, dinukil dari Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah, 1/142).8. Mengulang mencuci kaki, sehingga lebih dari sekaliSebagian orang mencuci kaki kanan, lalu kaki kiri, lalu kembali ke kanan lagi, sampai 3 x. Hal ini tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah dalam Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah (1/143) mengatakan: โ€œ(Yang sesuai sunnah adalah) mencuci kedua kaki tanpa berulang, berdasarkan hadits Yazid bin Abi Malik yang di dalamnya disebutkan, โ€œRasulullah berwudhu tiga kali โ€“ tiga kali, sedangkan beliau ketika mencuci kakinya tanpa berulang (cukup sekali)โ€ (HR. Abu Daud 116, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud). Maka yang tepat adalah mencuci kaki kanan sekali, lalu kaki kiri sekali.9. Kurang sempurna mencuci kaki, dan juga anggota wudhu yang lainTerkadang karena kurang serius dalam berwudhu atau karena terburu-buru, seseorang tidak sempurna dalam mencuci kedua kakinya. Karena Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya, beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda: โ€œcelaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di nerakaโ€ (HR. Bukhari 60, 165, Muslim 240). Tidak hanya kaki, pada anggota wudhu yang lain juga wajib isbagh (serius dan sempurna) dalam membasuh dan mencuci sehingga air mengenai anggota wudhu dengan sempurna.10. Membiarkan ada penghalang di kulitDalam wudhu, ulama 4 madzhab mensyaratkan tidak adanya benda yang dapat menghalangi air mengenai kulit (Lihat Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 43/330). Membiarkan adanya benda yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit adalah sebuah kesalahan dan bisa menyebabkan wudhunya tidak sah. Dikecualikan jika volumenya sangat kecil dan sedikit seperti kotoran yang ada di kuku, maka ini tidak mengapa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: โ€œJika kulit terhalang air oleh sesuatu yang yasiir (sedikit) seperti kotoran di kuku atau semisalnya, thaharah tetap sahโ€ (Fatawa Al Kubra, 5/303). Juga jika benda tersebut tidak memiliki volume atau sulit dihilangkan, maka tidak mengapa. Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Iftaโ€˜ menyatakan: โ€œjiak benda yang menghalangi tersebut tidak bervolume, maka tidak mengapa. Henna dan semacamnya, atau minyak yang dioleskan atau semacamnya, ini tidak mengapa. Adapun jika ia memiliki volume, dalam artian ia tebal dan bisa dihilangkan, maka wajib dihilangkan. Seperti cat kuku, ia memiliki volume, maka wajib dihilangkan. Adapun sekedar polesan tipis, maka itu tidak menghalangi airโ€ (Fatwa Nuurun โ€˜alad Darbi, no. 161, juz 5 hal. 246).11. Boros dalam menggunakan airBerlebih-lebih dan boros adalah hal yang tercela dalam Islam. Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œmakan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihanโ€ (QS. Al Aโ€™raf: 31). Demikian juga dalam berwudhu, tidak boleh berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Air adalah nikmat dari Allah yang wajib kita syukuri, dan salah satu cara mensyukuri nikmat air adalah dengan tidak menyia-nyiakannya. Dan banyak diantara saudara kita di tempat yang lain yang tidak bisa menikmat air yang melimpah. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sendiri mencontohkan hal ini. Beliau biasa berwudhu hanya dengan 1 mud saja. Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu menyatakan, โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam biasanya berwudhu dengan 1 mud air dan mandi dengan 1 shaโ€™ sampai 5 mud airโ€ (HR. Bukhari 201, Muslim 326). Sedangkan konversi 1 mud para ulama berbeda pendapat antara 0,6 sampai 1 liter. Sungguh hemat sekali bukan? Boleh saja berwudhu dengan air keran dan lebih dari 1 mud selama tidak berlebih-lebihan dan tetap berusaha untuk menghemat.Wallahu taโ€™ala aโ€™lam.Referensi Asy Syarhul Mumthi โ€˜ala Zaadil Mustaqniโ€™, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Al Qaulul Mubin fii Akhtaโ€™il Mushallin, Syaikh Musthafa Al โ€˜Adawi Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Muyassarah, Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, Departemen Agama Kuwait Fatawa Nuurun โ€˜alad Darbi ***Penyusun: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id๐Ÿ” Hadits Tentang Hati Yang Bersih, Istiftah Atau Iftitah, Nama Nama Hari Akhir, Cara Bersyukur Kepada Allah Menurut Islam, Hawa Nafsu Manusia
Sebagaimana ibadah yang lain, wudhu pun wajib untuk mengikuti tuntunan dari Al Qurโ€™an dan hadits-hadits Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dalam mengerjakannya. Karena Al Qurโ€™an dan hadits adalah sumber landasan hukum dalam Islam, serta acuan dalam mengerjakan ibadah. Maka tidak boleh kita melakukan ibadah hanya dengan dasar pendapat seseorang, opini seseorang atau logika semata. Lebih lagi jika tidak memiliki dasar sama sekali alias asal-asalan.Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan memaparkan secara ringkas beberapa amalan dan keyakinan yang salah seputar wudhu, karena amalan dan keyakinan tersebut tidak dilandasi oleh Al Qurโ€™an dan hadits yang shahih. Beberapa amalan dan keyakinan tersebut adalah:1. Melafalkan niat wudhuSebagian orang melafalkan niat wudhu semisal dengan mengucapkan: โ€œnawaitul wudhuโ€™a lirafโ€™il hadatsil asghari lillahi taโ€™alaโ€ (saya berniat wudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Taโ€™ala) atau semacamnya. Padahal Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah mencontohkan melafalkan niat sebelum wudhu, dan niat itu adalah amalan hati. Mengeraskan bacaan niat tidaklah wajib dan tidak pula sunnah dengan kesepakatan seluruh ulama. Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafi mengatakan, โ€œTidak ada seorang imam pun, baik itu Asy Syafiโ€™i atau selain beliau, yang mensyaratkan pelafalan niat. Niat itu tempatnya di hati berdasarkan kesepakatan mereka (para imam)โ€ (Al Ittibaโ€™ hal. 62, dinukil dari Al Qaulul Mubin Fii Akhta-il Mushallin, hal. 91).Sekali lagi niat itu amalan hati dan itu mudah, tidak perlu dipersulit. Dengan adanya itikad dan kemauan dalam hati untuk melakukan wudhu untuk melakukan shalat atau yang lainnya, maka itu sudah niat yang sah.2. Tidak mengucapkan basmalahPara ulama berbeda pendapat apakah basmalah atau mengucapkan โ€œbismillahโ€ hukumnya wajib ataukah sunnah. ูSebagian ulama mewajibkan dengan dalil hadits: โ€œtidak ada shalat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ (HR. Ahmad dan Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil). Namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah karena beberapa hal:a. Membaca basmalah tidak disebutkan bersamaan dengan hal-hal wajib lainnya dalam surat Al Maidah ayat 6b. Keumuman hadits-hadits yang menjelaskan mengenai cara wudhu Nabi, tidak menyebutkan mengucapkan basmalah (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/159).c. Makna โ€œtidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ adalah penafian kesempurnaan wudhu (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/158 โ€“ 159).Namun demikian, baik beranggapan hukumnya sunnah ataupun wajib, meninggalkannya dengan sengaja adalah sebuah kesalahan.3. Melafalkan doa untuk setiap gerakanSebagian orang menganggap ada doa khusus yang dibaca pada setiap gerakan wudhu. Yang benar, doa-doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, dan hanya berasal dari hadits-hadits yang palsu. Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Maโ€™ad (1/195) mengatakan: โ€œsemua hadits tentang dzikir-dzikir yang dibaca pada setiap gerakan wudhu adalah kedustaan yang dibuat-buat, tidak pernah dikatakan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sedikit pun dan tidak pernah beliau ajarkan kepada umatnyaโ€.4. Memisahkan cidukan air untuk berkumur dan istinsyaq-istintsarJika dalam berwudhu anda berkumur-kumur tiga kali, kemudian setelah itu baru beristinsyaq (memasukan air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan cidukan air yang berbeda, maka ini tidak sesuai dengan praktek Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Yang beliau contohkan adalah berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar itu dengan satu cidukan kemudian ulang sebanyak 3x. Sehingga untuk berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar hanya melakukan 3 cidukan. Dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu beliau menceritakan cara wudhu Nabi, โ€œRasulullah menciduk air dengan kedua telapak tangannya dari bejana kemudian mencuci keduanya, kemudian mencuci (yaitu berkumur-kumur dan beristinsyaq) dari satu cidukan telapak tangan, beliau melakukannya 3x โ€ฆโ€ (HR. Bukhari 191).5. Tidak mencuci lengan hingga sikuPadahal Allah Taโ€™ala berfirman mengenai rukun wudhu (yang artinya): โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan basuhlah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kakiโ€ (QS. Al Maidah: 6).6. Tidak membasuh seluruh kepadaMembasuh sebagian kepala semisal hanya membasuh bagian depannya saja, adalah sebuah kesalahan. Padahal dalam surat Al Maidah ayat 6 di atas disebutkan โ€œ.. dan basuhlah kepalamu..โ€. โ€œkepalaโ€ di sini maknanya tentu seluruh kepala, bukan sebagiannya saja. Diperkuat lagi oleh hadits lain dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu mengenai tata cara membasuh kepala dalam wudhu, โ€œโ€ฆ kemudian Rasulullah membasuh kepalanya dengan kedua tangannya. Beliau menggerakan kedua tangannya ke belakang dan ke depan. Di mulai dari bagian depan kepalanya hingga ke tengkuknya, lalu beliau gerakkan kembali ke tempat ia mulaiโ€ฆโ€ (HR. Bukhari 185, Muslim 235).7. Membasuh leher setelah membasuh kepalaSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œtidak shahih hadits yang menyatakan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membasuh leher dalam wudhu, bahkan tidak diriwayatkan dalam hadits shahih satu pun. Bahkan hadits-hadits shahih mengenai tata cara wudhu Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak menyebutkan mengenai membasuh leherโ€ (Majmuโ€™ Fatawa 21/127-128, dinukil dari Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah, 1/142).8. Mengulang mencuci kaki, sehingga lebih dari sekaliSebagian orang mencuci kaki kanan, lalu kaki kiri, lalu kembali ke kanan lagi, sampai 3 x. Hal ini tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah dalam Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah (1/143) mengatakan: โ€œ(Yang sesuai sunnah adalah) mencuci kedua kaki tanpa berulang, berdasarkan hadits Yazid bin Abi Malik yang di dalamnya disebutkan, โ€œRasulullah berwudhu tiga kali โ€“ tiga kali, sedangkan beliau ketika mencuci kakinya tanpa berulang (cukup sekali)โ€ (HR. Abu Daud 116, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud). Maka yang tepat adalah mencuci kaki kanan sekali, lalu kaki kiri sekali.9. Kurang sempurna mencuci kaki, dan juga anggota wudhu yang lainTerkadang karena kurang serius dalam berwudhu atau karena terburu-buru, seseorang tidak sempurna dalam mencuci kedua kakinya. Karena Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya, beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda: โ€œcelaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di nerakaโ€ (HR. Bukhari 60, 165, Muslim 240). Tidak hanya kaki, pada anggota wudhu yang lain juga wajib isbagh (serius dan sempurna) dalam membasuh dan mencuci sehingga air mengenai anggota wudhu dengan sempurna.10. Membiarkan ada penghalang di kulitDalam wudhu, ulama 4 madzhab mensyaratkan tidak adanya benda yang dapat menghalangi air mengenai kulit (Lihat Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 43/330). Membiarkan adanya benda yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit adalah sebuah kesalahan dan bisa menyebabkan wudhunya tidak sah. Dikecualikan jika volumenya sangat kecil dan sedikit seperti kotoran yang ada di kuku, maka ini tidak mengapa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: โ€œJika kulit terhalang air oleh sesuatu yang yasiir (sedikit) seperti kotoran di kuku atau semisalnya, thaharah tetap sahโ€ (Fatawa Al Kubra, 5/303). Juga jika benda tersebut tidak memiliki volume atau sulit dihilangkan, maka tidak mengapa. Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Iftaโ€˜ menyatakan: โ€œjiak benda yang menghalangi tersebut tidak bervolume, maka tidak mengapa. Henna dan semacamnya, atau minyak yang dioleskan atau semacamnya, ini tidak mengapa. Adapun jika ia memiliki volume, dalam artian ia tebal dan bisa dihilangkan, maka wajib dihilangkan. Seperti cat kuku, ia memiliki volume, maka wajib dihilangkan. Adapun sekedar polesan tipis, maka itu tidak menghalangi airโ€ (Fatwa Nuurun โ€˜alad Darbi, no. 161, juz 5 hal. 246).11. Boros dalam menggunakan airBerlebih-lebih dan boros adalah hal yang tercela dalam Islam. Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œmakan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihanโ€ (QS. Al Aโ€™raf: 31). Demikian juga dalam berwudhu, tidak boleh berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Air adalah nikmat dari Allah yang wajib kita syukuri, dan salah satu cara mensyukuri nikmat air adalah dengan tidak menyia-nyiakannya. Dan banyak diantara saudara kita di tempat yang lain yang tidak bisa menikmat air yang melimpah. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sendiri mencontohkan hal ini. Beliau biasa berwudhu hanya dengan 1 mud saja. Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu menyatakan, โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam biasanya berwudhu dengan 1 mud air dan mandi dengan 1 shaโ€™ sampai 5 mud airโ€ (HR. Bukhari 201, Muslim 326). Sedangkan konversi 1 mud para ulama berbeda pendapat antara 0,6 sampai 1 liter. Sungguh hemat sekali bukan? Boleh saja berwudhu dengan air keran dan lebih dari 1 mud selama tidak berlebih-lebihan dan tetap berusaha untuk menghemat.Wallahu taโ€™ala aโ€™lam.Referensi Asy Syarhul Mumthi โ€˜ala Zaadil Mustaqniโ€™, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Al Qaulul Mubin fii Akhtaโ€™il Mushallin, Syaikh Musthafa Al โ€˜Adawi Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Muyassarah, Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, Departemen Agama Kuwait Fatawa Nuurun โ€˜alad Darbi ***Penyusun: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id๐Ÿ” Hadits Tentang Hati Yang Bersih, Istiftah Atau Iftitah, Nama Nama Hari Akhir, Cara Bersyukur Kepada Allah Menurut Islam, Hawa Nafsu Manusia


Sebagaimana ibadah yang lain, wudhu pun wajib untuk mengikuti tuntunan dari Al Qurโ€™an dan hadits-hadits Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dalam mengerjakannya. Karena Al Qurโ€™an dan hadits adalah sumber landasan hukum dalam Islam, serta acuan dalam mengerjakan ibadah. Maka tidak boleh kita melakukan ibadah hanya dengan dasar pendapat seseorang, opini seseorang atau logika semata. Lebih lagi jika tidak memiliki dasar sama sekali alias asal-asalan.Oleh karena itu, pembahasan kali ini akan memaparkan secara ringkas beberapa amalan dan keyakinan yang salah seputar wudhu, karena amalan dan keyakinan tersebut tidak dilandasi oleh Al Qurโ€™an dan hadits yang shahih. Beberapa amalan dan keyakinan tersebut adalah:1. Melafalkan niat wudhuSebagian orang melafalkan niat wudhu semisal dengan mengucapkan: โ€œnawaitul wudhuโ€™a lirafโ€™il hadatsil asghari lillahi taโ€™alaโ€ (saya berniat wudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Taโ€™ala) atau semacamnya. Padahal Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak pernah mencontohkan melafalkan niat sebelum wudhu, dan niat itu adalah amalan hati. Mengeraskan bacaan niat tidaklah wajib dan tidak pula sunnah dengan kesepakatan seluruh ulama. Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafi mengatakan, โ€œTidak ada seorang imam pun, baik itu Asy Syafiโ€™i atau selain beliau, yang mensyaratkan pelafalan niat. Niat itu tempatnya di hati berdasarkan kesepakatan mereka (para imam)โ€ (Al Ittibaโ€™ hal. 62, dinukil dari Al Qaulul Mubin Fii Akhta-il Mushallin, hal. 91).Sekali lagi niat itu amalan hati dan itu mudah, tidak perlu dipersulit. Dengan adanya itikad dan kemauan dalam hati untuk melakukan wudhu untuk melakukan shalat atau yang lainnya, maka itu sudah niat yang sah.2. Tidak mengucapkan basmalahPara ulama berbeda pendapat apakah basmalah atau mengucapkan โ€œbismillahโ€ hukumnya wajib ataukah sunnah. ูSebagian ulama mewajibkan dengan dalil hadits: โ€œtidak ada shalat bagi yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ (HR. Ahmad dan Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani dalam Irwaul Ghalil). Namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah karena beberapa hal:a. Membaca basmalah tidak disebutkan bersamaan dengan hal-hal wajib lainnya dalam surat Al Maidah ayat 6b. Keumuman hadits-hadits yang menjelaskan mengenai cara wudhu Nabi, tidak menyebutkan mengucapkan basmalah (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/159).c. Makna โ€œtidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Taโ€™alaโ€ adalah penafian kesempurnaan wudhu (lihat Asy Syarhul Mumthiโ€™, 1/158 โ€“ 159).Namun demikian, baik beranggapan hukumnya sunnah ataupun wajib, meninggalkannya dengan sengaja adalah sebuah kesalahan.3. Melafalkan doa untuk setiap gerakanSebagian orang menganggap ada doa khusus yang dibaca pada setiap gerakan wudhu. Yang benar, doa-doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, dan hanya berasal dari hadits-hadits yang palsu. Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Maโ€™ad (1/195) mengatakan: โ€œsemua hadits tentang dzikir-dzikir yang dibaca pada setiap gerakan wudhu adalah kedustaan yang dibuat-buat, tidak pernah dikatakan oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sedikit pun dan tidak pernah beliau ajarkan kepada umatnyaโ€.4. Memisahkan cidukan air untuk berkumur dan istinsyaq-istintsarJika dalam berwudhu anda berkumur-kumur tiga kali, kemudian setelah itu baru beristinsyaq (memasukan air ke hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan cidukan air yang berbeda, maka ini tidak sesuai dengan praktek Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Yang beliau contohkan adalah berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar itu dengan satu cidukan kemudian ulang sebanyak 3x. Sehingga untuk berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar hanya melakukan 3 cidukan. Dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu beliau menceritakan cara wudhu Nabi, โ€œRasulullah menciduk air dengan kedua telapak tangannya dari bejana kemudian mencuci keduanya, kemudian mencuci (yaitu berkumur-kumur dan beristinsyaq) dari satu cidukan telapak tangan, beliau melakukannya 3x โ€ฆโ€ (HR. Bukhari 191).5. Tidak mencuci lengan hingga sikuPadahal Allah Taโ€™ala berfirman mengenai rukun wudhu (yang artinya): โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan basuhlah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kakiโ€ (QS. Al Maidah: 6).6. Tidak membasuh seluruh kepadaMembasuh sebagian kepala semisal hanya membasuh bagian depannya saja, adalah sebuah kesalahan. Padahal dalam surat Al Maidah ayat 6 di atas disebutkan โ€œ.. dan basuhlah kepalamu..โ€. โ€œkepalaโ€ di sini maknanya tentu seluruh kepala, bukan sebagiannya saja. Diperkuat lagi oleh hadits lain dari Abdullah bin Zaid radhiallahuโ€™anhu mengenai tata cara membasuh kepala dalam wudhu, โ€œโ€ฆ kemudian Rasulullah membasuh kepalanya dengan kedua tangannya. Beliau menggerakan kedua tangannya ke belakang dan ke depan. Di mulai dari bagian depan kepalanya hingga ke tengkuknya, lalu beliau gerakkan kembali ke tempat ia mulaiโ€ฆโ€ (HR. Bukhari 185, Muslim 235).7. Membasuh leher setelah membasuh kepalaSyaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, โ€œtidak shahih hadits yang menyatakan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membasuh leher dalam wudhu, bahkan tidak diriwayatkan dalam hadits shahih satu pun. Bahkan hadits-hadits shahih mengenai tata cara wudhu Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam tidak menyebutkan mengenai membasuh leherโ€ (Majmuโ€™ Fatawa 21/127-128, dinukil dari Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah, 1/142).8. Mengulang mencuci kaki, sehingga lebih dari sekaliSebagian orang mencuci kaki kanan, lalu kaki kiri, lalu kembali ke kanan lagi, sampai 3 x. Hal ini tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah dalam Mausuโ€™ah Fiqhiyyah Muyassarah (1/143) mengatakan: โ€œ(Yang sesuai sunnah adalah) mencuci kedua kaki tanpa berulang, berdasarkan hadits Yazid bin Abi Malik yang di dalamnya disebutkan, โ€œRasulullah berwudhu tiga kali โ€“ tiga kali, sedangkan beliau ketika mencuci kakinya tanpa berulang (cukup sekali)โ€ (HR. Abu Daud 116, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud). Maka yang tepat adalah mencuci kaki kanan sekali, lalu kaki kiri sekali.9. Kurang sempurna mencuci kaki, dan juga anggota wudhu yang lainTerkadang karena kurang serius dalam berwudhu atau karena terburu-buru, seseorang tidak sempurna dalam mencuci kedua kakinya. Karena Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya, beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda: โ€œcelaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di nerakaโ€ (HR. Bukhari 60, 165, Muslim 240). Tidak hanya kaki, pada anggota wudhu yang lain juga wajib isbagh (serius dan sempurna) dalam membasuh dan mencuci sehingga air mengenai anggota wudhu dengan sempurna.10. Membiarkan ada penghalang di kulitDalam wudhu, ulama 4 madzhab mensyaratkan tidak adanya benda yang dapat menghalangi air mengenai kulit (Lihat Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 43/330). Membiarkan adanya benda yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit adalah sebuah kesalahan dan bisa menyebabkan wudhunya tidak sah. Dikecualikan jika volumenya sangat kecil dan sedikit seperti kotoran yang ada di kuku, maka ini tidak mengapa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: โ€œJika kulit terhalang air oleh sesuatu yang yasiir (sedikit) seperti kotoran di kuku atau semisalnya, thaharah tetap sahโ€ (Fatawa Al Kubra, 5/303). Juga jika benda tersebut tidak memiliki volume atau sulit dihilangkan, maka tidak mengapa. Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts wal Iftaโ€˜ menyatakan: โ€œjiak benda yang menghalangi tersebut tidak bervolume, maka tidak mengapa. Henna dan semacamnya, atau minyak yang dioleskan atau semacamnya, ini tidak mengapa. Adapun jika ia memiliki volume, dalam artian ia tebal dan bisa dihilangkan, maka wajib dihilangkan. Seperti cat kuku, ia memiliki volume, maka wajib dihilangkan. Adapun sekedar polesan tipis, maka itu tidak menghalangi airโ€ (Fatwa Nuurun โ€˜alad Darbi, no. 161, juz 5 hal. 246).11. Boros dalam menggunakan airBerlebih-lebih dan boros adalah hal yang tercela dalam Islam. Allah Taโ€™ala berfirman (yang artinya), โ€œmakan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihanโ€ (QS. Al Aโ€™raf: 31). Demikian juga dalam berwudhu, tidak boleh berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Air adalah nikmat dari Allah yang wajib kita syukuri, dan salah satu cara mensyukuri nikmat air adalah dengan tidak menyia-nyiakannya. Dan banyak diantara saudara kita di tempat yang lain yang tidak bisa menikmat air yang melimpah. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam sendiri mencontohkan hal ini. Beliau biasa berwudhu hanya dengan 1 mud saja. Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu menyatakan, โ€œRasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam biasanya berwudhu dengan 1 mud air dan mandi dengan 1 shaโ€™ sampai 5 mud airโ€ (HR. Bukhari 201, Muslim 326). Sedangkan konversi 1 mud para ulama berbeda pendapat antara 0,6 sampai 1 liter. Sungguh hemat sekali bukan? Boleh saja berwudhu dengan air keran dan lebih dari 1 mud selama tidak berlebih-lebihan dan tetap berusaha untuk menghemat.Wallahu taโ€™ala aโ€™lam.Referensi Asy Syarhul Mumthi โ€˜ala Zaadil Mustaqniโ€™, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Al Qaulul Mubin fii Akhtaโ€™il Mushallin, Syaikh Musthafa Al โ€˜Adawi Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Muyassarah, Syaikh Husain Al โ€˜Awaisyah Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, Departemen Agama Kuwait Fatawa Nuurun โ€˜alad Darbi ***Penyusun: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id๐Ÿ” Hadits Tentang Hati Yang Bersih, Istiftah Atau Iftitah, Nama Nama Hari Akhir, Cara Bersyukur Kepada Allah Menurut Islam, Hawa Nafsu Manusia

Sirah Nabi 15 โ€“ Wafatnya Ibunda Nabi Muhammad dan Diasuhnya Beliau Oleh Kakek dan Pamannya

Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โ€˜ammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููˆู’ู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ูุŒ ูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ูโ€œOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ€ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูŽู†ูŽุงย ูˆูŽูƒูŽุงููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูย ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูโ€œAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ€ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โ€œYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ€ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู„ููŠู†ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽุŒ ููŽุฃูŽุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูโ€œKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ€™ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ€ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โ€˜Abdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โ€˜Abdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโ€™bah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โ€˜Abdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโ€™bah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โ€˜Abdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โ€˜Abdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย  hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โ€˜Abdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โ€œBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ€[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โ€˜Abdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โ€˜Abdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โ€˜Abdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุนูŽุงู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑููŠุทูŽ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽโ€œTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ€ Kata para shahฤbat: โ€œEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ€ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โ€œYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ€ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโ€™ad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโ€™diyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โ€˜Abdillฤh radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhumฤ, Jabir mengisahkan :ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุฌู’ู†ููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุซูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฃูŽูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุนูŽุงู‡ูŽุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ€ Maka para shahฤbat heran, โ€œWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ€ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ€ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โ€˜alayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโ€™aun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโ€™an dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โ‘ด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ€™. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ูˆูŽูููŠ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุนูู„ูู…ูŽ ูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุตู’ุฑููŠุญู ุจูู…ูู†ู‘ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูโ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ€™ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ€ (Fathul Baari 4/441)โ‘ต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โ‘ถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โ‘ท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โ€œSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ€ Kata Khadฤซjah: โ€œSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โ€Oleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฅูู„ู’ู‡ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ูŽุฑู‘ูู†ู ุจูุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ูŽูููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุตู‘ูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุจูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽู…ู’ุนูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุนูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูŽุจูุนู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุนูŽู„ูู…ููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุดูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุถูŽุนู’ููู‡ูŽุง ูˆูŽุงุญู’ุชููŠูŽุงุฌูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽู„ููููˆุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽุฑูŽูููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽููŽุงูˆูุชูŽ ุนูู‚ููˆู„ูู‡ูŽุง ููŽุฌูŽุจูŽุฑููˆุง ูƒูŽุณู’ุฑูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽููŽู‚ููˆุง ุจูุถูŽุนููŠููู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ููˆุง ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุงู‡ูุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุชูŽุญูŽู…ู‘ูู„ูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุณู’ู‡ูŽู„ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูู„ู‘ููููˆุง ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‡ู’ู„ูŽุฉู ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฏู’ุฑููŠุฌู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูˆูŽุฎูุตู‘ูŽุชู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ููƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูŽุง ุฃูŽุถู’ุนูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ู„ูุฅูู…ู’ูƒูŽุงู†ู ุถูŽุจู’ุทู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ุจูุงู„ุฑู‘ูŽุจู’ุทู ุฏููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู„ููˆููŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุนูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑููŠู‘ูŽุฉู ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ููŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู ุงู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ€ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฑูุนูŽุงูŠูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฑูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุณููŠูŽุงุณูŽุชูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุณููŠูŽุงุณูŽุฉู ุฃูู…ูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽุงูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ€™ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ€ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…: (ู…ุง ุจุนุซ ุงู„ู„ู‡ ู†ุจูŠุง ุฅู„ุง ุฑุนู‰ ุงู„ุบู†ู…) โ€“ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… โ€“ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุชูˆุทุฆุฉ ูˆุชู‚ุฏู…ุฉู‹ ูู‰ ุชุนุฑูŠูู‡ ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆุงุนุชุจุงุฑู‹ุง ุจุฃุญูˆุงู„ ุฑุนุงุฉ ุงู„ุบู†ู…ุŒ ูˆู…ุง ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุฑุงุนูŠู‡ุง ู…ู† ุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ูƒู„ุฃ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฅูŠุฑุงุฏู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ูˆุงุฑุฏู‡ุงุŒ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ู…ุณุฑุญ ูˆุงู„ู…ุฑุงุญ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฌุจุฑ ูƒุณูŠุฑู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฑูู‚ ุจุถุนูŠูู‡ุงุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฃุนูŠุงู†ู‡ุง ูˆุญุณู† ุชุนู‡ุฏู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ูˆู‚ู ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูƒุงู†ุช ู…ุซุงู„ุงู‹ ู„ุฑุนุงูŠุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆู‡ุฐู‡ ุญูƒู…ุฉ ุจุงู„ุบุฉโ€œMakna sabda Nabi โ€œTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ€ โ€“Wallahu aโ€™lamโ€“ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ€ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ูˆูŽุงู„ููŽุฎู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฎููŠูŽู„ุงูŽุกู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฎูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ููŽุฏู‘ูŽุงุฏููŠู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ูˆูŽุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ูโ€œBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ€ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูŽุฎู’ุตููŠุตู ุงู„ู’ุฎููŠูŽู„ูŽุงุกู ุจูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูŽุงุฑู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุชูุนูŽุฏู‘ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู‹ุง ุชูู†ูŽุงุณูุจู ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู„ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูŽุงุŒโ€œDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโ€™at dan kondisi jiwa tersebut.โ€(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ู‚ูู„ู’ุชู: ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูุญู’ุจูŽุฉู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽโ€œKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ€ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โ€œInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย  Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ€ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โ€œBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ€ Maka sang rahib berkata: โ€œTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ€ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โ€œJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ€ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โ€œApa yang membuat kalian ke sini?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ€ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โ€œJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โ€Di akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย  Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โ€˜Abdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ€™ โ€˜an al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโ€™ฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโ€™dil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โ€œWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โ€Oleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโ€™ฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโ€™ฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโ€™ฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โ‘ด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โ‘ต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โ‘ถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya Allahโ€ฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โ€˜Amr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โ€“dalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูŽุงุจ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูŽู„ูŽุงุกู‹ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃููˆุนูŽูƒู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠููˆุนูŽูƒู ุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’โ€œAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ€ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz

Sirah Nabi 15 โ€“ Wafatnya Ibunda Nabi Muhammad dan Diasuhnya Beliau Oleh Kakek dan Pamannya

Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โ€˜ammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููˆู’ู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ูุŒ ูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ูโ€œOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ€ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูŽู†ูŽุงย ูˆูŽูƒูŽุงููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูย ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูโ€œAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ€ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โ€œYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ€ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู„ููŠู†ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽุŒ ููŽุฃูŽุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูโ€œKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ€™ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ€ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โ€˜Abdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โ€˜Abdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโ€™bah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โ€˜Abdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโ€™bah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โ€˜Abdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โ€˜Abdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย  hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โ€˜Abdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โ€œBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ€[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โ€˜Abdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โ€˜Abdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โ€˜Abdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุนูŽุงู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑููŠุทูŽ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽโ€œTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ€ Kata para shahฤbat: โ€œEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ€ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โ€œYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ€ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโ€™ad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโ€™diyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โ€˜Abdillฤh radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhumฤ, Jabir mengisahkan :ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุฌู’ู†ููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุซูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฃูŽูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุนูŽุงู‡ูŽุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ€ Maka para shahฤbat heran, โ€œWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ€ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ€ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โ€˜alayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโ€™aun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโ€™an dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โ‘ด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ€™. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ูˆูŽูููŠ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุนูู„ูู…ูŽ ูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุตู’ุฑููŠุญู ุจูู…ูู†ู‘ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูโ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ€™ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ€ (Fathul Baari 4/441)โ‘ต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โ‘ถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โ‘ท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โ€œSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ€ Kata Khadฤซjah: โ€œSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โ€Oleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฅูู„ู’ู‡ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ูŽุฑู‘ูู†ู ุจูุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ูŽูููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุตู‘ูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุจูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽู…ู’ุนูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุนูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูŽุจูุนู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุนูŽู„ูู…ููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุดูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุถูŽุนู’ููู‡ูŽุง ูˆูŽุงุญู’ุชููŠูŽุงุฌูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽู„ููููˆุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽุฑูŽูููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽููŽุงูˆูุชูŽ ุนูู‚ููˆู„ูู‡ูŽุง ููŽุฌูŽุจูŽุฑููˆุง ูƒูŽุณู’ุฑูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽููŽู‚ููˆุง ุจูุถูŽุนููŠููู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ููˆุง ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุงู‡ูุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุชูŽุญูŽู…ู‘ูู„ูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุณู’ู‡ูŽู„ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูู„ู‘ููููˆุง ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‡ู’ู„ูŽุฉู ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฏู’ุฑููŠุฌู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูˆูŽุฎูุตู‘ูŽุชู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ููƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูŽุง ุฃูŽุถู’ุนูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ู„ูุฅูู…ู’ูƒูŽุงู†ู ุถูŽุจู’ุทู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ุจูุงู„ุฑู‘ูŽุจู’ุทู ุฏููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู„ููˆููŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุนูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑููŠู‘ูŽุฉู ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ููŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู ุงู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ€ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฑูุนูŽุงูŠูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฑูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุณููŠูŽุงุณูŽุชูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุณููŠูŽุงุณูŽุฉู ุฃูู…ูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽุงูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ€™ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ€ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…: (ู…ุง ุจุนุซ ุงู„ู„ู‡ ู†ุจูŠุง ุฅู„ุง ุฑุนู‰ ุงู„ุบู†ู…) โ€“ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… โ€“ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุชูˆุทุฆุฉ ูˆุชู‚ุฏู…ุฉู‹ ูู‰ ุชุนุฑูŠูู‡ ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆุงุนุชุจุงุฑู‹ุง ุจุฃุญูˆุงู„ ุฑุนุงุฉ ุงู„ุบู†ู…ุŒ ูˆู…ุง ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุฑุงุนูŠู‡ุง ู…ู† ุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ูƒู„ุฃ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฅูŠุฑุงุฏู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ูˆุงุฑุฏู‡ุงุŒ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ู…ุณุฑุญ ูˆุงู„ู…ุฑุงุญ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฌุจุฑ ูƒุณูŠุฑู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฑูู‚ ุจุถุนูŠูู‡ุงุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฃุนูŠุงู†ู‡ุง ูˆุญุณู† ุชุนู‡ุฏู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ูˆู‚ู ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูƒุงู†ุช ู…ุซุงู„ุงู‹ ู„ุฑุนุงูŠุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆู‡ุฐู‡ ุญูƒู…ุฉ ุจุงู„ุบุฉโ€œMakna sabda Nabi โ€œTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ€ โ€“Wallahu aโ€™lamโ€“ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ€ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ูˆูŽุงู„ููŽุฎู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฎููŠูŽู„ุงูŽุกู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฎูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ููŽุฏู‘ูŽุงุฏููŠู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ูˆูŽุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ูโ€œBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ€ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูŽุฎู’ุตููŠุตู ุงู„ู’ุฎููŠูŽู„ูŽุงุกู ุจูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูŽุงุฑู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุชูุนูŽุฏู‘ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู‹ุง ุชูู†ูŽุงุณูุจู ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู„ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูŽุงุŒโ€œDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโ€™at dan kondisi jiwa tersebut.โ€(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ู‚ูู„ู’ุชู: ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูุญู’ุจูŽุฉู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽโ€œKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ€ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โ€œInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย  Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ€ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โ€œBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ€ Maka sang rahib berkata: โ€œTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ€ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โ€œJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ€ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โ€œApa yang membuat kalian ke sini?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ€ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โ€œJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โ€Di akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย  Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โ€˜Abdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ€™ โ€˜an al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโ€™ฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโ€™dil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โ€œWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โ€Oleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโ€™ฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโ€™ฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโ€™ฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โ‘ด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โ‘ต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โ‘ถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya Allahโ€ฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โ€˜Amr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โ€“dalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูŽุงุจ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูŽู„ูŽุงุกู‹ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃููˆุนูŽูƒู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠููˆุนูŽูƒู ุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’โ€œAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ€ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz
Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โ€˜ammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููˆู’ู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ูุŒ ูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ูโ€œOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ€ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูŽู†ูŽุงย ูˆูŽูƒูŽุงููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูย ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูโ€œAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ€ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โ€œYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ€ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู„ููŠู†ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽุŒ ููŽุฃูŽุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูโ€œKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ€™ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ€ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โ€˜Abdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โ€˜Abdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโ€™bah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โ€˜Abdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโ€™bah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โ€˜Abdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โ€˜Abdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย  hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โ€˜Abdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โ€œBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ€[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โ€˜Abdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โ€˜Abdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โ€˜Abdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุนูŽุงู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑููŠุทูŽ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽโ€œTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ€ Kata para shahฤbat: โ€œEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ€ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โ€œYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ€ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโ€™ad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโ€™diyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โ€˜Abdillฤh radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhumฤ, Jabir mengisahkan :ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุฌู’ู†ููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุซูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฃูŽูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุนูŽุงู‡ูŽุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ€ Maka para shahฤbat heran, โ€œWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ€ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ€ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โ€˜alayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโ€™aun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโ€™an dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โ‘ด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ€™. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ูˆูŽูููŠ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุนูู„ูู…ูŽ ูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุตู’ุฑููŠุญู ุจูู…ูู†ู‘ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูโ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ€™ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ€ (Fathul Baari 4/441)โ‘ต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โ‘ถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โ‘ท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โ€œSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ€ Kata Khadฤซjah: โ€œSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โ€Oleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฅูู„ู’ู‡ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ูŽุฑู‘ูู†ู ุจูุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ูŽูููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุตู‘ูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุจูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽู…ู’ุนูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุนูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูŽุจูุนู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุนูŽู„ูู…ููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุดูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุถูŽุนู’ููู‡ูŽุง ูˆูŽุงุญู’ุชููŠูŽุงุฌูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽู„ููููˆุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽุฑูŽูููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽููŽุงูˆูุชูŽ ุนูู‚ููˆู„ูู‡ูŽุง ููŽุฌูŽุจูŽุฑููˆุง ูƒูŽุณู’ุฑูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽููŽู‚ููˆุง ุจูุถูŽุนููŠููู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ููˆุง ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุงู‡ูุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุชูŽุญูŽู…ู‘ูู„ูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุณู’ู‡ูŽู„ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูู„ู‘ููููˆุง ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‡ู’ู„ูŽุฉู ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฏู’ุฑููŠุฌู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูˆูŽุฎูุตู‘ูŽุชู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ููƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูŽุง ุฃูŽุถู’ุนูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ู„ูุฅูู…ู’ูƒูŽุงู†ู ุถูŽุจู’ุทู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ุจูุงู„ุฑู‘ูŽุจู’ุทู ุฏููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู„ููˆููŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุนูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑููŠู‘ูŽุฉู ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ููŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู ุงู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ€ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฑูุนูŽุงูŠูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฑูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุณููŠูŽุงุณูŽุชูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุณููŠูŽุงุณูŽุฉู ุฃูู…ูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽุงูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ€™ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ€ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…: (ู…ุง ุจุนุซ ุงู„ู„ู‡ ู†ุจูŠุง ุฅู„ุง ุฑุนู‰ ุงู„ุบู†ู…) โ€“ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… โ€“ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุชูˆุทุฆุฉ ูˆุชู‚ุฏู…ุฉู‹ ูู‰ ุชุนุฑูŠูู‡ ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆุงุนุชุจุงุฑู‹ุง ุจุฃุญูˆุงู„ ุฑุนุงุฉ ุงู„ุบู†ู…ุŒ ูˆู…ุง ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุฑุงุนูŠู‡ุง ู…ู† ุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ูƒู„ุฃ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฅูŠุฑุงุฏู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ูˆุงุฑุฏู‡ุงุŒ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ู…ุณุฑุญ ูˆุงู„ู…ุฑุงุญ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฌุจุฑ ูƒุณูŠุฑู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฑูู‚ ุจุถุนูŠูู‡ุงุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฃุนูŠุงู†ู‡ุง ูˆุญุณู† ุชุนู‡ุฏู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ูˆู‚ู ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูƒุงู†ุช ู…ุซุงู„ุงู‹ ู„ุฑุนุงูŠุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆู‡ุฐู‡ ุญูƒู…ุฉ ุจุงู„ุบุฉโ€œMakna sabda Nabi โ€œTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ€ โ€“Wallahu aโ€™lamโ€“ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ€ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ูˆูŽุงู„ููŽุฎู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฎููŠูŽู„ุงูŽุกู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฎูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ููŽุฏู‘ูŽุงุฏููŠู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ูˆูŽุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ูโ€œBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ€ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูŽุฎู’ุตููŠุตู ุงู„ู’ุฎููŠูŽู„ูŽุงุกู ุจูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูŽุงุฑู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุชูุนูŽุฏู‘ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู‹ุง ุชูู†ูŽุงุณูุจู ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู„ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูŽุงุŒโ€œDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโ€™at dan kondisi jiwa tersebut.โ€(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ู‚ูู„ู’ุชู: ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูุญู’ุจูŽุฉู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽโ€œKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ€ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โ€œInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย  Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ€ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โ€œBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ€ Maka sang rahib berkata: โ€œTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ€ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โ€œJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ€ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โ€œApa yang membuat kalian ke sini?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ€ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โ€œJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โ€Di akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย  Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โ€˜Abdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ€™ โ€˜an al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโ€™ฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโ€™dil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โ€œWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โ€Oleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโ€™ฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโ€™ฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโ€™ฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โ‘ด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โ‘ต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โ‘ถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya Allahโ€ฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โ€˜Amr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โ€“dalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูŽุงุจ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูŽู„ูŽุงุกู‹ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃููˆุนูŽูƒู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠููˆุนูŽูƒู ุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’โ€œAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ€ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz


Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โ€˜ammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููˆู’ู†ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ูุŒ ูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ูโ€œOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ€ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูŽู†ูŽุงย ูˆูŽูƒูŽุงููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูย ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูโ€œAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ€ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โ€œYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ€ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู„ููŠู†ูŽ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽุŒ ููŽุฃูŽุทู’ุนูู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู…ู’ุณูŽุญู’ ุฑูŽุฃู’ุณูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูโ€œKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ€™ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ€ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โ€˜Abdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โ€˜Abdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโ€™bah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โ€˜Abdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโ€™bah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โ€˜Abdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โ€˜Abdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย  hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โ€˜Abdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โ€œBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ€[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โ€˜Abdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โ€˜Abdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โ€˜Abdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โ€˜Abdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุฑู’ุนูŽุงู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑููŠุทูŽ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ู…ูŽูƒู‘ูŽุฉูŽโ€œTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ€ Kata para shahฤbat: โ€œEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ€ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โ€œYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ€ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโ€™ad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโ€™diyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โ€˜Abdillฤh radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhumฤ, Jabir mengisahkan :ูƒูู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽุฌู’ู†ููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุซูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุทู’ูŠูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฃูŽูƒูู†ู’ุชูŽ ุชูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽุนูŽุงู‡ูŽุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ€ Maka para shahฤbat heran, โ€œWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ€ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โ€œBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ€ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โ€˜alayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโ€™aun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโ€™an dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โ‘ด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ€™. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ูˆูŽูููŠ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุนูู„ูู…ูŽ ูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุตู’ุฑููŠุญู ุจูู…ูู†ู‘ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูโ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ€™ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ€ (Fathul Baari 4/441)โ‘ต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โ‘ถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โ‘ท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โ€œSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ€ Kata Khadฤซjah: โ€œSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โ€Oleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฅูู„ู’ู‡ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุชู‘ูŽู…ูŽุฑู‘ูู†ู ุจูุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ูŽูููˆู†ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุชูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุตู‘ูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุญูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุจูŽุฑููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุนู’ูŠูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽู…ู’ุนูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุนูŽู‰ ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุณู’ุฑูŽุญู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุณูŽุจูุนู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูƒูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุนูŽู„ูู…ููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุดูุฏู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุถูŽุนู’ููู‡ูŽุง ูˆูŽุงุญู’ุชููŠูŽุงุฌูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู‡ูŽุฏูŽุฉู ุฃูŽู„ููููˆุง ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽุฑูŽูููˆุง ุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููŽ ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽููŽุงูˆูุชูŽ ุนูู‚ููˆู„ูู‡ูŽุง ููŽุฌูŽุจูŽุฑููˆุง ูƒูŽุณู’ุฑูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽููŽู‚ููˆุง ุจูุถูŽุนููŠููู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ููˆุง ุงู„ุชู‘ูŽุนูŽุงู‡ูุฏูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุชูŽุญูŽู…ู‘ูู„ูู‡ูู…ู’ ู„ูู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุณู’ู‡ูŽู„ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูู„ู‘ููููˆุง ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‡ู’ู„ูŽุฉู ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฏู’ุฑููŠุฌู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฑูŽุนู’ูŠู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูˆูŽุฎูุตู‘ูŽุชู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ููƒูŽูˆู’ู†ูู‡ูŽุง ุฃูŽุถู’ุนูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ู„ูุฅูู…ู’ูƒูŽุงู†ู ุถูŽุจู’ุทู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ุจูุงู„ุฑู‘ูŽุจู’ุทู ุฏููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ู„ููˆููŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุนูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑููŠู‘ูŽุฉู ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูู‡ูŽุง ููŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู ุงู†ู’ู‚ููŠูŽุงุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ€ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฑูุนูŽุงูŠูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุฃู’ุฎูุฐููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽุงุถูุนู ูˆูŽุชูŽุตู’ููŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุชูŽุฑูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุณููŠูŽุงุณูŽุชูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุณููŠูŽุงุณูŽุฉู ุฃูู…ูŽู…ูู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู‡ูุฏูŽุงูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉูโ€œPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ€™ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ€ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…: (ู…ุง ุจุนุซ ุงู„ู„ู‡ ู†ุจูŠุง ุฅู„ุง ุฑุนู‰ ุงู„ุบู†ู…) โ€“ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… โ€“ ุฃู† ุฐู„ูƒ ุชูˆุทุฆุฉ ูˆุชู‚ุฏู…ุฉู‹ ูู‰ ุชุนุฑูŠูู‡ ุณูŠุงุณุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆุงุนุชุจุงุฑู‹ุง ุจุฃุญูˆุงู„ ุฑุนุงุฉ ุงู„ุบู†ู…ุŒ ูˆู…ุง ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุฑุงุนูŠู‡ุง ู…ู† ุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ูƒู„ุฃ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฅูŠุฑุงุฏู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ูˆุงุฑุฏู‡ุงุŒ ูˆุงุฎุชูŠุงุฑ ุงู„ู…ุณุฑุญ ูˆุงู„ู…ุฑุงุญ ู„ู‡ุงุŒ ูˆุฌุจุฑ ูƒุณูŠุฑู‡ุงุŒ ูˆุงู„ุฑูู‚ ุจุถุนูŠูู‡ุงุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฃุนูŠุงู†ู‡ุง ูˆุญุณู† ุชุนู‡ุฏู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ูˆู‚ู ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูƒุงู†ุช ู…ุซุงู„ุงู‹ ู„ุฑุนุงูŠุฉ ุงู„ุนุจุงุฏุŒ ูˆู‡ุฐู‡ ุญูƒู…ุฉ ุจุงู„ุบุฉโ€œMakna sabda Nabi โ€œTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ€ โ€“Wallahu aโ€™lamโ€“ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ€ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ูˆูŽุงู„ููŽุฎู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฎููŠูŽู„ุงูŽุกู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฎูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ููŽุฏู‘ูŽุงุฏููŠู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ูˆูŽุจูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ูโ€œBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ€ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูŽุฎู’ุตููŠุตู ุงู„ู’ุฎููŠูŽู„ูŽุงุกู ุจูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฅูุจูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู‚ูŽุงุฑู ุจูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ู ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูˆูŽุชูุนูŽุฏู‘ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู‹ุง ุชูู†ูŽุงุณูุจู ุทูุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู„ูŽุงุฆูู…ู ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูŽุงุŒโ€œDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโ€™at dan kondisi jiwa tersebut.โ€(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ู‚ูู„ู’ุชู: ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูุญู’ุจูŽุฉู ุชูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุฑูŽุนูŽู‰ ุงู„ู’ุบูŽู†ูŽู…ูŽโ€œKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ€ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy radhiyallฤhu Taโ€™ฤla โ€˜anhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โ€œInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย  Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ€ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โ€œBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ€ Maka sang rahib berkata: โ€œTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ€ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โ€œJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ€ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โ€œApa yang membuat kalian ke sini?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ€ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โ€œJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โ€Di akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โ€˜Asyโ€™ariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย  Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โ€˜Abdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ€™ โ€˜an al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโ€™ฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโ€™dil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โ€œWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โ€Oleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโ€™ฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโ€™ฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโ€™ฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โ‘ด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โ‘ต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โ‘ถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya Allahโ€ฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โ€˜Amr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โ€“dalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูŽุงุจ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูŽู„ูŽุงุกู‹ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃููˆุนูŽูƒู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠููˆุนูŽูƒู ุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’โ€œAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ€ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โ€˜Amr bin โ€˜Aidz

Bolehkah Mandi dengan Air Zam-zam?

Mandi dengan Air Zam-zam Di samping Marwah ada Maktabah Mekah al-Mukarramah. Samping maktabah tsb, ada tempat buat ambil zam2. Setiap kran tsb boleh digunakan. Bahkan, katanya boleh nyuci dan mandi di situ. Artinya bebas digunakan utk apa saja. Nah, apa hukumnya tad? Mandi dg zam-zam? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Redaksi pertanyaan, ู…ุง ุญูƒู… ุงู„ุงุบุชุณุงู„ ุจู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ุงู„ุฐูŠ ู‚ุฑุฆ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ููŠ ุจูŠูˆุช ุงู„ุฎู„ุงุกุŸ Apa hukum mandi dengan air zam-zam, dan air yang telah dibacakan ruqyah al-Quran, mandi di dalam toilet? Jawaban beliau, ู„ุง ุจุฃุณุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ู…ูƒุชูˆุจุŒ ูˆู„ูŠุณ ููŠู‡ ุงู„ู…ุตุญู ู…ูƒุชูˆุจุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุฑูŠู‚ุŒ ุฃูŠ ุงู„ู†ูุซุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุงู„ุฐูŠ ุฎุงู„ุทู‡ ุงู„ู…ุตุญูุŒ ุฃูˆ ุฎุงู„ุทุชู‡ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ Tidak masalah, karena di sana tidak ada al-Quran yang tertulis atau kertas yang tertulis al-Quran namun yang ada hanya ludah ketika ruqyah, yaitu nafas bercampur air ketika membaca ruqyah. Kemudian beliau melanjutkan keterangan mengenai hukum mandi dengan menggunakan zam-zam, ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนู„ูˆู… ุฃู† ุฃู‡ู„ ู…ูƒุฉ ููŠ ุฃุฒู…ู†ุชู‡ู… ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุณุชุนู…ู„ูˆู† ู…ุงุก ุฒู…ุฒู… ูˆู„ู… ูŠูƒู† ุนู†ุฏู‡ู… ุบูŠุฑ ู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู† ู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆุฃู†ู‡ ุฌุงุฆุฒุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ู†ูุซ ุจุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู…ู‚ุงู…ูŠู† Seperti yang diketahui bahwa penduduk Mekah di zaman mereka dulu, mereka menggunakan air zam-zam, dan mereka tidak memiliki air selain zam-zam. Sehingga yang benar, tidak makruh mandi dengan zam-zam, dan itu dibolehkan. Air tidak mengandung al-Quran, hanya ditiupkan bacaan al-Quran, dan dua hal ini berbeda. (at-Tamhid Syarh Kitab Tauhid, 2/384). Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Shollu Ala Muhammad, Kewajiban Suami Setelah Istri Meninggal, Pusaka Stambul, Tata Cara Shalat Iftitah, Berdarah Saat Puasa, Doa Khatam Quran Visited 141 times, 1 visit(s) today Post Views: 338 QRIS donasi Yufid

Bolehkah Mandi dengan Air Zam-zam?

Mandi dengan Air Zam-zam Di samping Marwah ada Maktabah Mekah al-Mukarramah. Samping maktabah tsb, ada tempat buat ambil zam2. Setiap kran tsb boleh digunakan. Bahkan, katanya boleh nyuci dan mandi di situ. Artinya bebas digunakan utk apa saja. Nah, apa hukumnya tad? Mandi dg zam-zam? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Redaksi pertanyaan, ู…ุง ุญูƒู… ุงู„ุงุบุชุณุงู„ ุจู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ุงู„ุฐูŠ ู‚ุฑุฆ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ููŠ ุจูŠูˆุช ุงู„ุฎู„ุงุกุŸ Apa hukum mandi dengan air zam-zam, dan air yang telah dibacakan ruqyah al-Quran, mandi di dalam toilet? Jawaban beliau, ู„ุง ุจุฃุณุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ู…ูƒุชูˆุจุŒ ูˆู„ูŠุณ ููŠู‡ ุงู„ู…ุตุญู ู…ูƒุชูˆุจุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุฑูŠู‚ุŒ ุฃูŠ ุงู„ู†ูุซุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุงู„ุฐูŠ ุฎุงู„ุทู‡ ุงู„ู…ุตุญูุŒ ุฃูˆ ุฎุงู„ุทุชู‡ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ Tidak masalah, karena di sana tidak ada al-Quran yang tertulis atau kertas yang tertulis al-Quran namun yang ada hanya ludah ketika ruqyah, yaitu nafas bercampur air ketika membaca ruqyah. Kemudian beliau melanjutkan keterangan mengenai hukum mandi dengan menggunakan zam-zam, ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนู„ูˆู… ุฃู† ุฃู‡ู„ ู…ูƒุฉ ููŠ ุฃุฒู…ู†ุชู‡ู… ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุณุชุนู…ู„ูˆู† ู…ุงุก ุฒู…ุฒู… ูˆู„ู… ูŠูƒู† ุนู†ุฏู‡ู… ุบูŠุฑ ู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู† ู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆุฃู†ู‡ ุฌุงุฆุฒุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ู†ูุซ ุจุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู…ู‚ุงู…ูŠู† Seperti yang diketahui bahwa penduduk Mekah di zaman mereka dulu, mereka menggunakan air zam-zam, dan mereka tidak memiliki air selain zam-zam. Sehingga yang benar, tidak makruh mandi dengan zam-zam, dan itu dibolehkan. Air tidak mengandung al-Quran, hanya ditiupkan bacaan al-Quran, dan dua hal ini berbeda. (at-Tamhid Syarh Kitab Tauhid, 2/384). Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Shollu Ala Muhammad, Kewajiban Suami Setelah Istri Meninggal, Pusaka Stambul, Tata Cara Shalat Iftitah, Berdarah Saat Puasa, Doa Khatam Quran Visited 141 times, 1 visit(s) today Post Views: 338 QRIS donasi Yufid
Mandi dengan Air Zam-zam Di samping Marwah ada Maktabah Mekah al-Mukarramah. Samping maktabah tsb, ada tempat buat ambil zam2. Setiap kran tsb boleh digunakan. Bahkan, katanya boleh nyuci dan mandi di situ. Artinya bebas digunakan utk apa saja. Nah, apa hukumnya tad? Mandi dg zam-zam? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Redaksi pertanyaan, ู…ุง ุญูƒู… ุงู„ุงุบุชุณุงู„ ุจู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ุงู„ุฐูŠ ู‚ุฑุฆ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ููŠ ุจูŠูˆุช ุงู„ุฎู„ุงุกุŸ Apa hukum mandi dengan air zam-zam, dan air yang telah dibacakan ruqyah al-Quran, mandi di dalam toilet? Jawaban beliau, ู„ุง ุจุฃุณุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ู…ูƒุชูˆุจุŒ ูˆู„ูŠุณ ููŠู‡ ุงู„ู…ุตุญู ู…ูƒุชูˆุจุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุฑูŠู‚ุŒ ุฃูŠ ุงู„ู†ูุซุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุงู„ุฐูŠ ุฎุงู„ุทู‡ ุงู„ู…ุตุญูุŒ ุฃูˆ ุฎุงู„ุทุชู‡ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ Tidak masalah, karena di sana tidak ada al-Quran yang tertulis atau kertas yang tertulis al-Quran namun yang ada hanya ludah ketika ruqyah, yaitu nafas bercampur air ketika membaca ruqyah. Kemudian beliau melanjutkan keterangan mengenai hukum mandi dengan menggunakan zam-zam, ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนู„ูˆู… ุฃู† ุฃู‡ู„ ู…ูƒุฉ ููŠ ุฃุฒู…ู†ุชู‡ู… ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุณุชุนู…ู„ูˆู† ู…ุงุก ุฒู…ุฒู… ูˆู„ู… ูŠูƒู† ุนู†ุฏู‡ู… ุบูŠุฑ ู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู† ู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆุฃู†ู‡ ุฌุงุฆุฒุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ู†ูุซ ุจุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู…ู‚ุงู…ูŠู† Seperti yang diketahui bahwa penduduk Mekah di zaman mereka dulu, mereka menggunakan air zam-zam, dan mereka tidak memiliki air selain zam-zam. Sehingga yang benar, tidak makruh mandi dengan zam-zam, dan itu dibolehkan. Air tidak mengandung al-Quran, hanya ditiupkan bacaan al-Quran, dan dua hal ini berbeda. (at-Tamhid Syarh Kitab Tauhid, 2/384). Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Shollu Ala Muhammad, Kewajiban Suami Setelah Istri Meninggal, Pusaka Stambul, Tata Cara Shalat Iftitah, Berdarah Saat Puasa, Doa Khatam Quran Visited 141 times, 1 visit(s) today Post Views: 338 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/536120769&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Mandi dengan Air Zam-zam Di samping Marwah ada Maktabah Mekah al-Mukarramah. Samping maktabah tsb, ada tempat buat ambil zam2. Setiap kran tsb boleh digunakan. Bahkan, katanya boleh nyuci dan mandi di situ. Artinya bebas digunakan utk apa saja. Nah, apa hukumnya tad? Mandi dg zam-zam? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Pertanyaan semacam ini pernah disampaikan kepada Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Redaksi pertanyaan, ู…ุง ุญูƒู… ุงู„ุงุบุชุณุงู„ ุจู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ุงู„ุฐูŠ ู‚ุฑุฆ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ููŠ ุจูŠูˆุช ุงู„ุฎู„ุงุกุŸ Apa hukum mandi dengan air zam-zam, dan air yang telah dibacakan ruqyah al-Quran, mandi di dalam toilet? Jawaban beliau, ู„ุง ุจุฃุณุ› ู„ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ู…ูƒุชูˆุจุŒ ูˆู„ูŠุณ ููŠู‡ ุงู„ู…ุตุญู ู…ูƒุชูˆุจุงู‹ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุฑูŠู‚ุŒ ุฃูŠ ุงู„ู†ูุซุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‡ูˆุงุก ุงู„ุฐูŠ ุฎุงู„ุทู‡ ุงู„ู…ุตุญูุŒ ุฃูˆ ุฎุงู„ุทุชู‡ ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ Tidak masalah, karena di sana tidak ada al-Quran yang tertulis atau kertas yang tertulis al-Quran namun yang ada hanya ludah ketika ruqyah, yaitu nafas bercampur air ketika membaca ruqyah. Kemudian beliau melanjutkan keterangan mengenai hukum mandi dengan menggunakan zam-zam, ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนู„ูˆู… ุฃู† ุฃู‡ู„ ู…ูƒุฉ ููŠ ุฃุฒู…ู†ุชู‡ู… ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุณุชุนู…ู„ูˆู† ู…ุงุก ุฒู…ุฒู… ูˆู„ู… ูŠูƒู† ุนู†ุฏู‡ู… ุบูŠุฑ ู…ุงุก ุฒู…ุฒู…ุŒ ูุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู† ู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆุฃู†ู‡ ุฌุงุฆุฒุŒ ูˆุงู„ู…ุงุก ู„ูŠุณ ููŠู‡ ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ู†ูุซ ุจุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู…ู‚ุงู…ูŠู† Seperti yang diketahui bahwa penduduk Mekah di zaman mereka dulu, mereka menggunakan air zam-zam, dan mereka tidak memiliki air selain zam-zam. Sehingga yang benar, tidak makruh mandi dengan zam-zam, dan itu dibolehkan. Air tidak mengandung al-Quran, hanya ditiupkan bacaan al-Quran, dan dua hal ini berbeda. (at-Tamhid Syarh Kitab Tauhid, 2/384). Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Shollu Ala Muhammad, Kewajiban Suami Setelah Istri Meninggal, Pusaka Stambul, Tata Cara Shalat Iftitah, Berdarah Saat Puasa, Doa Khatam Quran Visited 141 times, 1 visit(s) today Post Views: 338 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Hukum Merayakan Maulid Nabi

Fatwa Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™alaPertanyaan: Apakah hukum merayakan maulid nabi?Jawaban: Merayakan hari ulang tahun tidak memiliki dasar (landasan) dalam syariat. Bahkan hal itu termasuk bidโ€™ah berdasarkan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ู…ู† ุฃุญุฏุซ ููŠ ุฃู…ุฑู†ุง ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusanku ini (agama) yang tidak ada dasarnya, maka hal itu tertolak.โ€ Hadits ini disepakati keshahihannya.Dalam lafadz Muslim dan Bukhari meriwayatkan secara muโ€™allaq dalam kitab Shahih-nya dengan shighah jazm (tegas),ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak.โ€Telah diketahui bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak merayakan hari lahirnya sepanjang hidup beliau dan beliau tidak pula memerintahkan hal itu. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pula mengajarkan kepada para sahabat dan juga khulafaur rasyidin (tidak mengajarkan atau mencontohkannya). Seluruh sahabat tidak merayakan maulid nabi. Padahal mereka adalah orang yang paling mengetahui sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, paling mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dan orang yang paling bersemangat dalam mengikuti ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika merayakan maulid Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itu disyariatkan, tentu mereka akan bersegara melaksanakannya. Demikian pula tidak ada satu pun sahabat di masa kejayaan (Islam) yang mengerjakannya dan tidak pula memerintahkannya.Sehingga bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk bagian dari syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kami bersaksi kepada Allah Taโ€™ala dan seluruh kaum muslim, seandainya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengerjakan atau memerintahkannya, atau para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum memerintahkan hal itu, kami akan bersegera melaksanakannya dan mendakwahkannya. Karena kami, alhamdulillah, bersemangat untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan mengagungkan perintah dan larangan nabinya.Kami memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk diri-diri kami dan juga seluruh saudara kami kaum muslimin, agar diberikan keteguhan di atas kebenaran, dan diselamatkan dari berbagai hal yang menyelisihi syariat Allah Taโ€™ala. Sesungguhnya Allah Taโ€™ala adalah Dzat Yang maha mulia. ***Selesai diterjemahkan di pagi hari, Rotterdam NL 24 Dzulqaโ€™dah 1438/17 Agustus 2017 Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,Penerjemah: M. Saifudin HakimReferensi: Diterjemahkan dari: https://binbaz.org.sa/fatawa/82Baca juga:ย Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi๐Ÿ” Ceramah Berbakti Kepada Orang Tua, Larangan Merayakan Ulang Tahun, Mubk, Pengertian Pacaran Menurut Islam, Doa Khitan Sesuai Sunnah

Hukum Merayakan Maulid Nabi

Fatwa Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™alaPertanyaan: Apakah hukum merayakan maulid nabi?Jawaban: Merayakan hari ulang tahun tidak memiliki dasar (landasan) dalam syariat. Bahkan hal itu termasuk bidโ€™ah berdasarkan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ู…ู† ุฃุญุฏุซ ููŠ ุฃู…ุฑู†ุง ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusanku ini (agama) yang tidak ada dasarnya, maka hal itu tertolak.โ€ Hadits ini disepakati keshahihannya.Dalam lafadz Muslim dan Bukhari meriwayatkan secara muโ€™allaq dalam kitab Shahih-nya dengan shighah jazm (tegas),ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak.โ€Telah diketahui bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak merayakan hari lahirnya sepanjang hidup beliau dan beliau tidak pula memerintahkan hal itu. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pula mengajarkan kepada para sahabat dan juga khulafaur rasyidin (tidak mengajarkan atau mencontohkannya). Seluruh sahabat tidak merayakan maulid nabi. Padahal mereka adalah orang yang paling mengetahui sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, paling mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dan orang yang paling bersemangat dalam mengikuti ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika merayakan maulid Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itu disyariatkan, tentu mereka akan bersegara melaksanakannya. Demikian pula tidak ada satu pun sahabat di masa kejayaan (Islam) yang mengerjakannya dan tidak pula memerintahkannya.Sehingga bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk bagian dari syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kami bersaksi kepada Allah Taโ€™ala dan seluruh kaum muslim, seandainya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengerjakan atau memerintahkannya, atau para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum memerintahkan hal itu, kami akan bersegera melaksanakannya dan mendakwahkannya. Karena kami, alhamdulillah, bersemangat untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan mengagungkan perintah dan larangan nabinya.Kami memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk diri-diri kami dan juga seluruh saudara kami kaum muslimin, agar diberikan keteguhan di atas kebenaran, dan diselamatkan dari berbagai hal yang menyelisihi syariat Allah Taโ€™ala. Sesungguhnya Allah Taโ€™ala adalah Dzat Yang maha mulia. ***Selesai diterjemahkan di pagi hari, Rotterdam NL 24 Dzulqaโ€™dah 1438/17 Agustus 2017 Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,Penerjemah: M. Saifudin HakimReferensi: Diterjemahkan dari: https://binbaz.org.sa/fatawa/82Baca juga:ย Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi๐Ÿ” Ceramah Berbakti Kepada Orang Tua, Larangan Merayakan Ulang Tahun, Mubk, Pengertian Pacaran Menurut Islam, Doa Khitan Sesuai Sunnah
Fatwa Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™alaPertanyaan: Apakah hukum merayakan maulid nabi?Jawaban: Merayakan hari ulang tahun tidak memiliki dasar (landasan) dalam syariat. Bahkan hal itu termasuk bidโ€™ah berdasarkan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ู…ู† ุฃุญุฏุซ ููŠ ุฃู…ุฑู†ุง ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusanku ini (agama) yang tidak ada dasarnya, maka hal itu tertolak.โ€ Hadits ini disepakati keshahihannya.Dalam lafadz Muslim dan Bukhari meriwayatkan secara muโ€™allaq dalam kitab Shahih-nya dengan shighah jazm (tegas),ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak.โ€Telah diketahui bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak merayakan hari lahirnya sepanjang hidup beliau dan beliau tidak pula memerintahkan hal itu. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pula mengajarkan kepada para sahabat dan juga khulafaur rasyidin (tidak mengajarkan atau mencontohkannya). Seluruh sahabat tidak merayakan maulid nabi. Padahal mereka adalah orang yang paling mengetahui sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, paling mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dan orang yang paling bersemangat dalam mengikuti ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika merayakan maulid Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itu disyariatkan, tentu mereka akan bersegara melaksanakannya. Demikian pula tidak ada satu pun sahabat di masa kejayaan (Islam) yang mengerjakannya dan tidak pula memerintahkannya.Sehingga bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk bagian dari syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kami bersaksi kepada Allah Taโ€™ala dan seluruh kaum muslim, seandainya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengerjakan atau memerintahkannya, atau para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum memerintahkan hal itu, kami akan bersegera melaksanakannya dan mendakwahkannya. Karena kami, alhamdulillah, bersemangat untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan mengagungkan perintah dan larangan nabinya.Kami memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk diri-diri kami dan juga seluruh saudara kami kaum muslimin, agar diberikan keteguhan di atas kebenaran, dan diselamatkan dari berbagai hal yang menyelisihi syariat Allah Taโ€™ala. Sesungguhnya Allah Taโ€™ala adalah Dzat Yang maha mulia. ***Selesai diterjemahkan di pagi hari, Rotterdam NL 24 Dzulqaโ€™dah 1438/17 Agustus 2017 Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,Penerjemah: M. Saifudin HakimReferensi: Diterjemahkan dari: https://binbaz.org.sa/fatawa/82Baca juga:ย Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi๐Ÿ” Ceramah Berbakti Kepada Orang Tua, Larangan Merayakan Ulang Tahun, Mubk, Pengertian Pacaran Menurut Islam, Doa Khitan Sesuai Sunnah


Fatwa Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin โ€˜Abdullah bin Baaz rahimahullahu Taโ€™alaPertanyaan: Apakah hukum merayakan maulid nabi?Jawaban: Merayakan hari ulang tahun tidak memiliki dasar (landasan) dalam syariat. Bahkan hal itu termasuk bidโ€™ah berdasarkan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ู…ู† ุฃุญุฏุซ ููŠ ุฃู…ุฑู†ุง ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusanku ini (agama) yang tidak ada dasarnya, maka hal itu tertolak.โ€ Hadits ini disepakati keshahihannya.Dalam lafadz Muslim dan Bukhari meriwayatkan secara muโ€™allaq dalam kitab Shahih-nya dengan shighah jazm (tegas),ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏโ€œBarangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak.โ€Telah diketahui bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak merayakan hari lahirnya sepanjang hidup beliau dan beliau tidak pula memerintahkan hal itu. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tidak pula mengajarkan kepada para sahabat dan juga khulafaur rasyidin (tidak mengajarkan atau mencontohkannya). Seluruh sahabat tidak merayakan maulid nabi. Padahal mereka adalah orang yang paling mengetahui sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, paling mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dan orang yang paling bersemangat dalam mengikuti ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Jika merayakan maulid Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam itu disyariatkan, tentu mereka akan bersegara melaksanakannya. Demikian pula tidak ada satu pun sahabat di masa kejayaan (Islam) yang mengerjakannya dan tidak pula memerintahkannya.Sehingga bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk bagian dari syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kami bersaksi kepada Allah Taโ€™ala dan seluruh kaum muslim, seandainya Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengerjakan atau memerintahkannya, atau para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum memerintahkan hal itu, kami akan bersegera melaksanakannya dan mendakwahkannya. Karena kami, alhamdulillah, bersemangat untuk mengikuti sunnah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan mengagungkan perintah dan larangan nabinya.Kami memohon kepada Allah Taโ€™ala untuk diri-diri kami dan juga seluruh saudara kami kaum muslimin, agar diberikan keteguhan di atas kebenaran, dan diselamatkan dari berbagai hal yang menyelisihi syariat Allah Taโ€™ala. Sesungguhnya Allah Taโ€™ala adalah Dzat Yang maha mulia. ***Selesai diterjemahkan di pagi hari, Rotterdam NL 24 Dzulqaโ€™dah 1438/17 Agustus 2017 Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,Penerjemah: M. Saifudin HakimReferensi: Diterjemahkan dari: https://binbaz.org.sa/fatawa/82Baca juga:ย Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid Nabi๐Ÿ” Ceramah Berbakti Kepada Orang Tua, Larangan Merayakan Ulang Tahun, Mubk, Pengertian Pacaran Menurut Islam, Doa Khitan Sesuai Sunnah

Pohon Tauhid dan Pohon Syirik

Pohon Tauhid dan Pohon Syirik Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam al-Quran tepatnya di surat Allah menyebutkan perumpamaan kalimat thayibah (kalimat tauhid), ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู ุฃูŽุตู’ู„ูู‡ูŽุง ุซูŽุงุจูุชูŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุนูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู . ุชูุคู’ุชููŠ ุฃููƒูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุญููŠู†ู ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan kesyirikan, ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุงุฌู’ุชูุซู‘ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑูย  ูŠูุซูŽุจู‘ูุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุงุจูุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูุถูู„ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 24-27) Digambarkan oleh Ibnul Qoyim perumpamaan pohon ini, ุงู„ุณู†ุฉ ุดุฌุฑุฉ ูˆุงู„ุดู‡ูˆุฑ ูุฑูˆุนู‡ุง ูˆุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุบุตุงู†ู‡ุง ูˆุงู„ุณุงุนุงุช ุฃูˆุฑุงู‚ู‡ุง ูˆุงู„ุฃู†ูุงุณ ุซู…ุฑู‡ุง ูู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃู†ูุงุณู‡ ููŠ ุทุงุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุดุฌุฑุชู‡ ุทูŠุจุฉ ูˆู…ู† ูƒุงู†ุช ููŠ ู…ุนุตูŠุฉ ูุซู…ุฑุชู‡ ุญู†ุธู„ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู…ุนุงุฏ ูุนู†ุฏ ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠุชุจูŠู† ุญู„ูˆ ุงู„ุซู…ุงุฑ ู…ู† ู…ุฑู‡ุง Hitungan tahun ibarat sebatang pohon, hitungan bulan ibarat cabangnya, hitungan hari ibarat rantingnya, dan hitungan jam ibarat dedaunan, sementara bilangan nafas adalah buahnya. Karena itu, siapa yang sepanjang nafasnya berisi ketaatan, maka akan muncul buah pohon yang nikmat. Dan siapa yang hitungan nafasnya berisi maksiat, buahnya seperti handzal (buah sangat pahit). Dan musim panennya adalah saat kiamat. Ketika panen, barulah kita tahu rasa buahnya, manis ataukah pahit. Kemudian beliau melanjutkan, ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูุฑูˆุนู‡ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ุทูŠุจ ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆูƒู…ุง ุฃู† ุซู…ุงุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุง ู…ู‚ุทูˆุนุฉ ูˆู„ุง ู…ู…ู†ูˆุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒุฐู„ูƒ Ikhlas dan tauhid adalah pohon dalam hati. Cabangnya amal soleh, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah surga tidak pernah terhenti dan tidak pernah putus, demikian pula buah dari tauhid dan ikhlas ketika di dunia, juga demikian. ูˆุงู„ุดุฑูƒ ูˆุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ุฑูŠุงุก ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุงู„ุฎูˆู ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุงู„ุบู… ูˆุถูŠู‚ ุงู„ุตุฏุฑ ูˆุธู„ู…ุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุงู„ุฒู‚ูˆู… ูˆุงู„ุนุฐุงุจ ุงู„ู…ู‚ูŠู… Syirik, dusta, dan riya juga pohon dalam hati. Buahnya ketika di dunia bentuknya rasa takut, bingung, cemas, hati yang sempit, dan gelapnya hati. Sementara buah di akhirat adalah buah zaqqum dan siksa yang abadi. (al-Fawaid, hlm. 164). Subhanallahโ€ฆ Sungguh indah orang yang beriman, ahli tauhid.. karena imannya, terpancar akhlak yang indah dalam dirinya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang istiqamah dalam iman dan tauhid. Demikian Semoga bermanfaatโ€ฆ Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Abu Lahab Adalah, Hukum Membaca Sayyidina Dalam Tasyahud, Kembang Mayang, Apa Itu Udzur, Doa Untuk Anak Yang Rewel, Surat Pendek Bacaan Sholat Visited 48 times, 1 visit(s) today Post Views: 239 QRIS donasi Yufid

Pohon Tauhid dan Pohon Syirik

Pohon Tauhid dan Pohon Syirik Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam al-Quran tepatnya di surat Allah menyebutkan perumpamaan kalimat thayibah (kalimat tauhid), ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู ุฃูŽุตู’ู„ูู‡ูŽุง ุซูŽุงุจูุชูŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุนูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู . ุชูุคู’ุชููŠ ุฃููƒูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุญููŠู†ู ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan kesyirikan, ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุงุฌู’ุชูุซู‘ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑูย  ูŠูุซูŽุจู‘ูุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุงุจูุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูุถูู„ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 24-27) Digambarkan oleh Ibnul Qoyim perumpamaan pohon ini, ุงู„ุณู†ุฉ ุดุฌุฑุฉ ูˆุงู„ุดู‡ูˆุฑ ูุฑูˆุนู‡ุง ูˆุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุบุตุงู†ู‡ุง ูˆุงู„ุณุงุนุงุช ุฃูˆุฑุงู‚ู‡ุง ูˆุงู„ุฃู†ูุงุณ ุซู…ุฑู‡ุง ูู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃู†ูุงุณู‡ ููŠ ุทุงุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุดุฌุฑุชู‡ ุทูŠุจุฉ ูˆู…ู† ูƒุงู†ุช ููŠ ู…ุนุตูŠุฉ ูุซู…ุฑุชู‡ ุญู†ุธู„ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู…ุนุงุฏ ูุนู†ุฏ ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠุชุจูŠู† ุญู„ูˆ ุงู„ุซู…ุงุฑ ู…ู† ู…ุฑู‡ุง Hitungan tahun ibarat sebatang pohon, hitungan bulan ibarat cabangnya, hitungan hari ibarat rantingnya, dan hitungan jam ibarat dedaunan, sementara bilangan nafas adalah buahnya. Karena itu, siapa yang sepanjang nafasnya berisi ketaatan, maka akan muncul buah pohon yang nikmat. Dan siapa yang hitungan nafasnya berisi maksiat, buahnya seperti handzal (buah sangat pahit). Dan musim panennya adalah saat kiamat. Ketika panen, barulah kita tahu rasa buahnya, manis ataukah pahit. Kemudian beliau melanjutkan, ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูุฑูˆุนู‡ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ุทูŠุจ ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆูƒู…ุง ุฃู† ุซู…ุงุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุง ู…ู‚ุทูˆุนุฉ ูˆู„ุง ู…ู…ู†ูˆุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒุฐู„ูƒ Ikhlas dan tauhid adalah pohon dalam hati. Cabangnya amal soleh, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah surga tidak pernah terhenti dan tidak pernah putus, demikian pula buah dari tauhid dan ikhlas ketika di dunia, juga demikian. ูˆุงู„ุดุฑูƒ ูˆุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ุฑูŠุงุก ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุงู„ุฎูˆู ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุงู„ุบู… ูˆุถูŠู‚ ุงู„ุตุฏุฑ ูˆุธู„ู…ุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุงู„ุฒู‚ูˆู… ูˆุงู„ุนุฐุงุจ ุงู„ู…ู‚ูŠู… Syirik, dusta, dan riya juga pohon dalam hati. Buahnya ketika di dunia bentuknya rasa takut, bingung, cemas, hati yang sempit, dan gelapnya hati. Sementara buah di akhirat adalah buah zaqqum dan siksa yang abadi. (al-Fawaid, hlm. 164). Subhanallahโ€ฆ Sungguh indah orang yang beriman, ahli tauhid.. karena imannya, terpancar akhlak yang indah dalam dirinya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang istiqamah dalam iman dan tauhid. Demikian Semoga bermanfaatโ€ฆ Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Abu Lahab Adalah, Hukum Membaca Sayyidina Dalam Tasyahud, Kembang Mayang, Apa Itu Udzur, Doa Untuk Anak Yang Rewel, Surat Pendek Bacaan Sholat Visited 48 times, 1 visit(s) today Post Views: 239 QRIS donasi Yufid
Pohon Tauhid dan Pohon Syirik Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam al-Quran tepatnya di surat Allah menyebutkan perumpamaan kalimat thayibah (kalimat tauhid), ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู ุฃูŽุตู’ู„ูู‡ูŽุง ุซูŽุงุจูุชูŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุนูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู . ุชูุคู’ุชููŠ ุฃููƒูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุญููŠู†ู ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan kesyirikan, ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุงุฌู’ุชูุซู‘ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑูย  ูŠูุซูŽุจู‘ูุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุงุจูุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูุถูู„ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 24-27) Digambarkan oleh Ibnul Qoyim perumpamaan pohon ini, ุงู„ุณู†ุฉ ุดุฌุฑุฉ ูˆุงู„ุดู‡ูˆุฑ ูุฑูˆุนู‡ุง ูˆุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุบุตุงู†ู‡ุง ูˆุงู„ุณุงุนุงุช ุฃูˆุฑุงู‚ู‡ุง ูˆุงู„ุฃู†ูุงุณ ุซู…ุฑู‡ุง ูู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃู†ูุงุณู‡ ููŠ ุทุงุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุดุฌุฑุชู‡ ุทูŠุจุฉ ูˆู…ู† ูƒุงู†ุช ููŠ ู…ุนุตูŠุฉ ูุซู…ุฑุชู‡ ุญู†ุธู„ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู…ุนุงุฏ ูุนู†ุฏ ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠุชุจูŠู† ุญู„ูˆ ุงู„ุซู…ุงุฑ ู…ู† ู…ุฑู‡ุง Hitungan tahun ibarat sebatang pohon, hitungan bulan ibarat cabangnya, hitungan hari ibarat rantingnya, dan hitungan jam ibarat dedaunan, sementara bilangan nafas adalah buahnya. Karena itu, siapa yang sepanjang nafasnya berisi ketaatan, maka akan muncul buah pohon yang nikmat. Dan siapa yang hitungan nafasnya berisi maksiat, buahnya seperti handzal (buah sangat pahit). Dan musim panennya adalah saat kiamat. Ketika panen, barulah kita tahu rasa buahnya, manis ataukah pahit. Kemudian beliau melanjutkan, ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูุฑูˆุนู‡ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ุทูŠุจ ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆูƒู…ุง ุฃู† ุซู…ุงุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุง ู…ู‚ุทูˆุนุฉ ูˆู„ุง ู…ู…ู†ูˆุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒุฐู„ูƒ Ikhlas dan tauhid adalah pohon dalam hati. Cabangnya amal soleh, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah surga tidak pernah terhenti dan tidak pernah putus, demikian pula buah dari tauhid dan ikhlas ketika di dunia, juga demikian. ูˆุงู„ุดุฑูƒ ูˆุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ุฑูŠุงุก ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุงู„ุฎูˆู ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุงู„ุบู… ูˆุถูŠู‚ ุงู„ุตุฏุฑ ูˆุธู„ู…ุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุงู„ุฒู‚ูˆู… ูˆุงู„ุนุฐุงุจ ุงู„ู…ู‚ูŠู… Syirik, dusta, dan riya juga pohon dalam hati. Buahnya ketika di dunia bentuknya rasa takut, bingung, cemas, hati yang sempit, dan gelapnya hati. Sementara buah di akhirat adalah buah zaqqum dan siksa yang abadi. (al-Fawaid, hlm. 164). Subhanallahโ€ฆ Sungguh indah orang yang beriman, ahli tauhid.. karena imannya, terpancar akhlak yang indah dalam dirinya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang istiqamah dalam iman dan tauhid. Demikian Semoga bermanfaatโ€ฆ Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Abu Lahab Adalah, Hukum Membaca Sayyidina Dalam Tasyahud, Kembang Mayang, Apa Itu Udzur, Doa Untuk Anak Yang Rewel, Surat Pendek Bacaan Sholat Visited 48 times, 1 visit(s) today Post Views: 239 QRIS donasi Yufid


Pohon Tauhid dan Pohon Syirik Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam al-Quran tepatnya di surat Allah menyebutkan perumpamaan kalimat thayibah (kalimat tauhid), ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู ุฃูŽุตู’ู„ูู‡ูŽุง ุซูŽุงุจูุชูŒ ูˆูŽููŽุฑู’ุนูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู . ุชูุคู’ุชููŠ ุฃููƒูู„ูŽู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุญููŠู†ู ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู†ูŽ Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Kemudian Allah menyebutkan perumpamaan kesyirikan, ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ูƒูŽุดูŽุฌูŽุฑูŽุฉู ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู ุงุฌู’ุชูุซู‘ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุงุฑูย  ูŠูุซูŽุจู‘ูุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุงุจูุชู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽูŠูุถูู„ู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ูŠูŽุดูŽุงุกู Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. Ibrahim: 24-27) Digambarkan oleh Ibnul Qoyim perumpamaan pohon ini, ุงู„ุณู†ุฉ ุดุฌุฑุฉ ูˆุงู„ุดู‡ูˆุฑ ูุฑูˆุนู‡ุง ูˆุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุบุตุงู†ู‡ุง ูˆุงู„ุณุงุนุงุช ุฃูˆุฑุงู‚ู‡ุง ูˆุงู„ุฃู†ูุงุณ ุซู…ุฑู‡ุง ูู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃู†ูุงุณู‡ ููŠ ุทุงุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุดุฌุฑุชู‡ ุทูŠุจุฉ ูˆู…ู† ูƒุงู†ุช ููŠ ู…ุนุตูŠุฉ ูุซู…ุฑุชู‡ ุญู†ุธู„ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูƒูˆู† ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠูˆู… ุงู„ู…ุนุงุฏ ูุนู†ุฏ ุงู„ุฌุฏุงุฏ ูŠุชุจูŠู† ุญู„ูˆ ุงู„ุซู…ุงุฑ ู…ู† ู…ุฑู‡ุง Hitungan tahun ibarat sebatang pohon, hitungan bulan ibarat cabangnya, hitungan hari ibarat rantingnya, dan hitungan jam ibarat dedaunan, sementara bilangan nafas adalah buahnya. Karena itu, siapa yang sepanjang nafasnya berisi ketaatan, maka akan muncul buah pohon yang nikmat. Dan siapa yang hitungan nafasnya berisi maksiat, buahnya seperti handzal (buah sangat pahit). Dan musim panennya adalah saat kiamat. Ketika panen, barulah kita tahu rasa buahnya, manis ataukah pahit. Kemudian beliau melanjutkan, ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ูุฑูˆุนู‡ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ุทูŠุจ ุงู„ุญูŠุงุฉ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ู†ุนูŠู… ุงู„ู…ู‚ูŠู… ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ูˆูƒู…ุง ุฃู† ุซู…ุงุฑ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุง ู…ู‚ุทูˆุนุฉ ูˆู„ุง ู…ู…ู†ูˆุนุฉ ูุซู…ุฑุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒุฐู„ูƒ Ikhlas dan tauhid adalah pohon dalam hati. Cabangnya amal soleh, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah surga tidak pernah terhenti dan tidak pernah putus, demikian pula buah dari tauhid dan ikhlas ketika di dunia, juga demikian. ูˆุงู„ุดุฑูƒ ูˆุงู„ูƒุฐุจ ูˆุงู„ุฑูŠุงุก ุดุฌุฑุฉ ููŠ ุงู„ู‚ู„ุจ ุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุงู„ุฎูˆู ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุงู„ุบู… ูˆุถูŠู‚ ุงู„ุตุฏุฑ ูˆุธู„ู…ุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ูˆุซู…ุฑู‡ุง ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุงู„ุฒู‚ูˆู… ูˆุงู„ุนุฐุงุจ ุงู„ู…ู‚ูŠู… Syirik, dusta, dan riya juga pohon dalam hati. Buahnya ketika di dunia bentuknya rasa takut, bingung, cemas, hati yang sempit, dan gelapnya hati. Sementara buah di akhirat adalah buah zaqqum dan siksa yang abadi. (al-Fawaid, hlm. 164). Subhanallahโ€ฆ Sungguh indah orang yang beriman, ahli tauhid.. karena imannya, terpancar akhlak yang indah dalam dirinya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang istiqamah dalam iman dan tauhid. Demikian Semoga bermanfaatโ€ฆ Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Abu Lahab Adalah, Hukum Membaca Sayyidina Dalam Tasyahud, Kembang Mayang, Apa Itu Udzur, Doa Untuk Anak Yang Rewel, Surat Pendek Bacaan Sholat Visited 48 times, 1 visit(s) today Post Views: 239 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Faedah Sirah Nabi: Umar bin Al-Khaththab Masuk Islam #01

Download ย  Bagaimana dahulunya Umar bin Al-Khaththab masuk Islam? Dahulunya sebelum masuk Islam, Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu โ€˜anhuย sangat memusuhi dan sering menyakiti kaum muslimin. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Laila binti Hatsmah bin Abdullah istri Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhu, โ€œDemi Allah, ketika kami hendak berangkat untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Pada saat itu, Amir bin Rabiโ€™ah pergi untuk suatu keperluan, tiba-tiba Umar yang masih musyrik, datang dan berdiri di hadapanku, padahal sebelumnya kami sering mendapatkan perlakuan kasar darinya, ia suka menyakiti dan mengganggu kami. Akan tetapi pada saat itu, ia berkata, โ€˜Benarkah kalian akan berangkat, wahai Ummu Abdillah?โ€™ Aku jawab, โ€˜Ya demi Allah, kami akan berjalan di bumi Allah, sebab kalian selalu menyakiti dan menindas kami, mudah-mudahan kelak Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kami.โ€™ Umar berkata, โ€˜Semoga Allah bersama kalian.โ€™ Sungguh aku melihat sikap lembut Umar yang belum pernah aku lihat selama ini. Kemudian ia pergi dan aku melihat ia merasa sedih atas kepergian kami. Ketika Amir bin Rabiโ€™ah datang dari menunaikan keperluannya, aku berkata kepadanya, โ€˜Hai Abu Abdillah, seandainya kamu tadi ada, kamu akan melihat sikap lunak dan kesedihan Umar atas kepergian kita ini.โ€™ Amir berkata, โ€˜Apakah kamu berharap ia masuk Islam?โ€™ Aku menjawab, โ€˜Ya.โ€™ Ia berkata, โ€˜Sungguh orang yang kamu lihat tadi tidak akan masuk Islam sampai keledai Al-Khaththab masuk Islam.โ€™ Amir merasa bahwa tidak ada harapan atas Umar akan masuk Islam, karena sikap keras dan kasarnya selama ini terhadap Islam.โ€ (Disebutkan oleh Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah, 1:365; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 8:180-181; Al-Haitsami berkata dalam Majmaโ€™ Az-Zawaid, 6:24, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan Ibnu Ishaq telah berterus terang bahwa ia meriwayatkannya dengan mendengar langsung, jadi riwayat ini shahih). Pada peristiwa ini terlihat sikap lunak Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang tidak biasanya ia lakukan kepada orang Islam selama ini. Itulah yang membuat Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย tidak percaya apa yang diceritakan oleh istrinya, sebab biasanya Umar radhiyallahu โ€˜anhuย bersikap kasar sehingga atas dasar itu, Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย merasa tidak mungkin Umar akan masuk Islam. Karena kedudukan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang sangat penting di tengah bangsa Quraisy, maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa kepada Allah Taโ€™alaย secara khusus yang ditujukan kepada Umar dan Abu Jahal, agar Allah memberi petunjuk kepada salah satu dari mereka yang paling dicintai oleh Allah untuk Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu โ€˜anhumaย bahwa Rasulullahshallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุญูŽุจูู‘ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูู…ูŽุฑู โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.โ€ Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ู‡ูุดูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ููŽุบูŽุฏูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ. โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Abu Jahal bin Hisyam atau lewat Umar.โ€ Maka datang pagi, lantas Umar radhiyallahu โ€˜anhuย mendatangi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย kemudian masuk Islam. (HR. Tirmidzi, no. 3683. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Dan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู‹ โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Al-Khaththab secara khusus.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 105. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Allah Taโ€™alabenar-benar mengabulkan doa Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย yang menyebabkan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย beriman pasca peristiwa hijrah ke Habasyah tahap pertama. Pada sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar masuk Islam tiga hari setelah Hamzah radhiyallahu โ€˜anhuย masuk Islam. Bersambung insya Allah pada serial berikutnya tentang kisah masuk Islamnya Umar dan pelajaran di dalamnya. ย  Referensi: Fiqh As-Sirah.Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr.Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah sirah nabi masuk islam sirah nabi umar bin khaththab

Faedah Sirah Nabi: Umar bin Al-Khaththab Masuk Islam #01

Download ย  Bagaimana dahulunya Umar bin Al-Khaththab masuk Islam? Dahulunya sebelum masuk Islam, Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu โ€˜anhuย sangat memusuhi dan sering menyakiti kaum muslimin. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Laila binti Hatsmah bin Abdullah istri Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhu, โ€œDemi Allah, ketika kami hendak berangkat untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Pada saat itu, Amir bin Rabiโ€™ah pergi untuk suatu keperluan, tiba-tiba Umar yang masih musyrik, datang dan berdiri di hadapanku, padahal sebelumnya kami sering mendapatkan perlakuan kasar darinya, ia suka menyakiti dan mengganggu kami. Akan tetapi pada saat itu, ia berkata, โ€˜Benarkah kalian akan berangkat, wahai Ummu Abdillah?โ€™ Aku jawab, โ€˜Ya demi Allah, kami akan berjalan di bumi Allah, sebab kalian selalu menyakiti dan menindas kami, mudah-mudahan kelak Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kami.โ€™ Umar berkata, โ€˜Semoga Allah bersama kalian.โ€™ Sungguh aku melihat sikap lembut Umar yang belum pernah aku lihat selama ini. Kemudian ia pergi dan aku melihat ia merasa sedih atas kepergian kami. Ketika Amir bin Rabiโ€™ah datang dari menunaikan keperluannya, aku berkata kepadanya, โ€˜Hai Abu Abdillah, seandainya kamu tadi ada, kamu akan melihat sikap lunak dan kesedihan Umar atas kepergian kita ini.โ€™ Amir berkata, โ€˜Apakah kamu berharap ia masuk Islam?โ€™ Aku menjawab, โ€˜Ya.โ€™ Ia berkata, โ€˜Sungguh orang yang kamu lihat tadi tidak akan masuk Islam sampai keledai Al-Khaththab masuk Islam.โ€™ Amir merasa bahwa tidak ada harapan atas Umar akan masuk Islam, karena sikap keras dan kasarnya selama ini terhadap Islam.โ€ (Disebutkan oleh Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah, 1:365; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 8:180-181; Al-Haitsami berkata dalam Majmaโ€™ Az-Zawaid, 6:24, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan Ibnu Ishaq telah berterus terang bahwa ia meriwayatkannya dengan mendengar langsung, jadi riwayat ini shahih). Pada peristiwa ini terlihat sikap lunak Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang tidak biasanya ia lakukan kepada orang Islam selama ini. Itulah yang membuat Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย tidak percaya apa yang diceritakan oleh istrinya, sebab biasanya Umar radhiyallahu โ€˜anhuย bersikap kasar sehingga atas dasar itu, Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย merasa tidak mungkin Umar akan masuk Islam. Karena kedudukan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang sangat penting di tengah bangsa Quraisy, maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa kepada Allah Taโ€™alaย secara khusus yang ditujukan kepada Umar dan Abu Jahal, agar Allah memberi petunjuk kepada salah satu dari mereka yang paling dicintai oleh Allah untuk Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu โ€˜anhumaย bahwa Rasulullahshallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุญูŽุจูู‘ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูู…ูŽุฑู โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.โ€ Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ู‡ูุดูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ููŽุบูŽุฏูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ. โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Abu Jahal bin Hisyam atau lewat Umar.โ€ Maka datang pagi, lantas Umar radhiyallahu โ€˜anhuย mendatangi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย kemudian masuk Islam. (HR. Tirmidzi, no. 3683. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Dan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู‹ โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Al-Khaththab secara khusus.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 105. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Allah Taโ€™alabenar-benar mengabulkan doa Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย yang menyebabkan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย beriman pasca peristiwa hijrah ke Habasyah tahap pertama. Pada sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar masuk Islam tiga hari setelah Hamzah radhiyallahu โ€˜anhuย masuk Islam. Bersambung insya Allah pada serial berikutnya tentang kisah masuk Islamnya Umar dan pelajaran di dalamnya. ย  Referensi: Fiqh As-Sirah.Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr.Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah sirah nabi masuk islam sirah nabi umar bin khaththab
Download ย  Bagaimana dahulunya Umar bin Al-Khaththab masuk Islam? Dahulunya sebelum masuk Islam, Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu โ€˜anhuย sangat memusuhi dan sering menyakiti kaum muslimin. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Laila binti Hatsmah bin Abdullah istri Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhu, โ€œDemi Allah, ketika kami hendak berangkat untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Pada saat itu, Amir bin Rabiโ€™ah pergi untuk suatu keperluan, tiba-tiba Umar yang masih musyrik, datang dan berdiri di hadapanku, padahal sebelumnya kami sering mendapatkan perlakuan kasar darinya, ia suka menyakiti dan mengganggu kami. Akan tetapi pada saat itu, ia berkata, โ€˜Benarkah kalian akan berangkat, wahai Ummu Abdillah?โ€™ Aku jawab, โ€˜Ya demi Allah, kami akan berjalan di bumi Allah, sebab kalian selalu menyakiti dan menindas kami, mudah-mudahan kelak Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kami.โ€™ Umar berkata, โ€˜Semoga Allah bersama kalian.โ€™ Sungguh aku melihat sikap lembut Umar yang belum pernah aku lihat selama ini. Kemudian ia pergi dan aku melihat ia merasa sedih atas kepergian kami. Ketika Amir bin Rabiโ€™ah datang dari menunaikan keperluannya, aku berkata kepadanya, โ€˜Hai Abu Abdillah, seandainya kamu tadi ada, kamu akan melihat sikap lunak dan kesedihan Umar atas kepergian kita ini.โ€™ Amir berkata, โ€˜Apakah kamu berharap ia masuk Islam?โ€™ Aku menjawab, โ€˜Ya.โ€™ Ia berkata, โ€˜Sungguh orang yang kamu lihat tadi tidak akan masuk Islam sampai keledai Al-Khaththab masuk Islam.โ€™ Amir merasa bahwa tidak ada harapan atas Umar akan masuk Islam, karena sikap keras dan kasarnya selama ini terhadap Islam.โ€ (Disebutkan oleh Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah, 1:365; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 8:180-181; Al-Haitsami berkata dalam Majmaโ€™ Az-Zawaid, 6:24, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan Ibnu Ishaq telah berterus terang bahwa ia meriwayatkannya dengan mendengar langsung, jadi riwayat ini shahih). Pada peristiwa ini terlihat sikap lunak Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang tidak biasanya ia lakukan kepada orang Islam selama ini. Itulah yang membuat Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย tidak percaya apa yang diceritakan oleh istrinya, sebab biasanya Umar radhiyallahu โ€˜anhuย bersikap kasar sehingga atas dasar itu, Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย merasa tidak mungkin Umar akan masuk Islam. Karena kedudukan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang sangat penting di tengah bangsa Quraisy, maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa kepada Allah Taโ€™alaย secara khusus yang ditujukan kepada Umar dan Abu Jahal, agar Allah memberi petunjuk kepada salah satu dari mereka yang paling dicintai oleh Allah untuk Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu โ€˜anhumaย bahwa Rasulullahshallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุญูŽุจูู‘ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูู…ูŽุฑู โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.โ€ Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ู‡ูุดูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ููŽุบูŽุฏูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ. โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Abu Jahal bin Hisyam atau lewat Umar.โ€ Maka datang pagi, lantas Umar radhiyallahu โ€˜anhuย mendatangi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย kemudian masuk Islam. (HR. Tirmidzi, no. 3683. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Dan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู‹ โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Al-Khaththab secara khusus.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 105. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Allah Taโ€™alabenar-benar mengabulkan doa Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย yang menyebabkan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย beriman pasca peristiwa hijrah ke Habasyah tahap pertama. Pada sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar masuk Islam tiga hari setelah Hamzah radhiyallahu โ€˜anhuย masuk Islam. Bersambung insya Allah pada serial berikutnya tentang kisah masuk Islamnya Umar dan pelajaran di dalamnya. ย  Referensi: Fiqh As-Sirah.Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr.Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah sirah nabi masuk islam sirah nabi umar bin khaththab


Download ย  Bagaimana dahulunya Umar bin Al-Khaththab masuk Islam? Dahulunya sebelum masuk Islam, Umar bin Al-Khatthab radhiyallahu โ€˜anhuย sangat memusuhi dan sering menyakiti kaum muslimin. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Laila binti Hatsmah bin Abdullah istri Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhu, โ€œDemi Allah, ketika kami hendak berangkat untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Pada saat itu, Amir bin Rabiโ€™ah pergi untuk suatu keperluan, tiba-tiba Umar yang masih musyrik, datang dan berdiri di hadapanku, padahal sebelumnya kami sering mendapatkan perlakuan kasar darinya, ia suka menyakiti dan mengganggu kami. Akan tetapi pada saat itu, ia berkata, โ€˜Benarkah kalian akan berangkat, wahai Ummu Abdillah?โ€™ Aku jawab, โ€˜Ya demi Allah, kami akan berjalan di bumi Allah, sebab kalian selalu menyakiti dan menindas kami, mudah-mudahan kelak Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kami.โ€™ Umar berkata, โ€˜Semoga Allah bersama kalian.โ€™ Sungguh aku melihat sikap lembut Umar yang belum pernah aku lihat selama ini. Kemudian ia pergi dan aku melihat ia merasa sedih atas kepergian kami. Ketika Amir bin Rabiโ€™ah datang dari menunaikan keperluannya, aku berkata kepadanya, โ€˜Hai Abu Abdillah, seandainya kamu tadi ada, kamu akan melihat sikap lunak dan kesedihan Umar atas kepergian kita ini.โ€™ Amir berkata, โ€˜Apakah kamu berharap ia masuk Islam?โ€™ Aku menjawab, โ€˜Ya.โ€™ Ia berkata, โ€˜Sungguh orang yang kamu lihat tadi tidak akan masuk Islam sampai keledai Al-Khaththab masuk Islam.โ€™ Amir merasa bahwa tidak ada harapan atas Umar akan masuk Islam, karena sikap keras dan kasarnya selama ini terhadap Islam.โ€ (Disebutkan oleh Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah, 1:365; Ibnu Hajar, Al-Ishabah, 8:180-181; Al-Haitsami berkata dalam Majmaโ€™ Az-Zawaid, 6:24, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan Ibnu Ishaq telah berterus terang bahwa ia meriwayatkannya dengan mendengar langsung, jadi riwayat ini shahih). Pada peristiwa ini terlihat sikap lunak Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang tidak biasanya ia lakukan kepada orang Islam selama ini. Itulah yang membuat Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย tidak percaya apa yang diceritakan oleh istrinya, sebab biasanya Umar radhiyallahu โ€˜anhuย bersikap kasar sehingga atas dasar itu, Amir bin Rabiโ€™ah radhiyallahu โ€˜anhuย merasa tidak mungkin Umar akan masuk Islam. Karena kedudukan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย yang sangat penting di tengah bangsa Quraisy, maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa kepada Allah Taโ€™alaย secara khusus yang ditujukan kepada Umar dan Abu Jahal, agar Allah memberi petunjuk kepada salah satu dari mereka yang paling dicintai oleh Allah untuk Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu โ€˜anhumaย bahwa Rasulullahshallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุญูŽุจูู‘ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽูŠู’ู†ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูู…ูŽุฑู โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.โ€ Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย berdoa, ยซ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ู‡ูุดูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ููŽุบูŽุฏูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ. โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Abu Jahal bin Hisyam atau lewat Umar.โ€ Maka datang pagi, lantas Umar radhiyallahu โ€˜anhuย mendatangi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย kemudian masuk Islam. (HR. Tirmidzi, no. 3683. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Dan dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู‹ โ€œYa Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Al-Khaththab secara khusus.โ€ (HR. Ibnu Majah, no. 105. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya dhaif). Allah Taโ€™alabenar-benar mengabulkan doa Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย yang menyebabkan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu โ€˜anhuย beriman pasca peristiwa hijrah ke Habasyah tahap pertama. Pada sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar masuk Islam tiga hari setelah Hamzah radhiyallahu โ€˜anhuย masuk Islam. Bersambung insya Allah pada serial berikutnya tentang kisah masuk Islamnya Umar dan pelajaran di dalamnya. ย  Referensi: Fiqh As-Sirah.Cetakan Tahun 1424 H. Prof. Dr.Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid. Penerbit Dar At-Tadmuriyyah. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsfaedah sirah nabi masuk islam sirah nabi umar bin khaththab

Khutbah Jumat: Ini Tanda Tidak Cinta pada Nabi

Download ย  Apa saja tanda tidak cinta pada Nabi. Silakan lihat dari naskah Khutbah Jumat berikut ini. ย  Khutbah Pertama ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ุตูŽู„ูู‘ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ุนูŽู„ู‰ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏููˆูŽุนูŽู„ู‰ุขู„ูู‡ููˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ููˆูŽู…ูŽู†ู’ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุฅูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ูุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูŽุงู…ูŽุงูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุงุจูู…ูŽุงุนูŽู„ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุงุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุญูŽู‚ูŽู‘ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุชูู‘ุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽุจูŽุงุทูู„ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู Amma baโ€™du โ€ฆ Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa kepada-Nya. Takwa ini adalah bukti bahwa kita telah mensyukuri nikmat-nikmat-Nya yang ada. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah akan terus menambahkan ia nikmat. Pada hari Jumat penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ada hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Pada khutbah Jumat kali ini, dalam suasana bulan Mulud, kami masih mengingatkan tentang perkara mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kita diperintahkan mencintai beliau sebagaimana disebutkan dalam ayat. ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ โ€œNabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.โ€ (QS. Al-Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi rahimahullahdalam kitab tafsirnya Ruhul Maโ€™aniย mengatakan, โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridha pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut biasa mengajak pada keburukan.โ€ Ada lagi satu hadits yang membuktikan bahwa kita harus mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย melebihi diri kita sendiri. โ€˜Abdullah bin Hisyam berkata, โ€œKami pernah bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu โ€™anhu. Lalu Umar berkata, โ€Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallamย berkata, ู„ุงูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‰ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ โ€œTidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.โ€ Kemudian โ€™Umar berkata, โ€Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam berkata, โ€œSaat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).โ€ (HR. Bukhari, no. 6632) Cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย harus dibuktikan, bukan sekadar klaim semata. Ada orang yang mengaku cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, namun kenyataannya itu hanya klaim di lisan. Sekarang kita akan lihat apa saja tanda tidak cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, semoga kita bisa memahami sehingga bisa menjauhinya. ย  Pertama: Tidak membenarkan berita dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. ย  Padahal Allah Taโ€™alaย berfirman, ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุฌู’ู…ู ุฅูุฐูŽุง ู‡ูŽูˆูŽู‰ (1) ู…ูŽุง ุถูŽู„ูŽู‘ ุตูŽุงุญูุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุบูŽูˆูŽู‰ (2) ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุทูู‚ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽู‰ (3) ุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุญู’ูŠูŒ ูŠููˆุญูŽู‰ (4) โ€œDemi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).โ€ (QS. An-Najm: 1-4) Harusnya setiap apa saja yang dibawa oleh Nabi kita shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย diimani, setiap berita yang beliau sampaikan tidak diingkari. Misalnya berkenaan dengan masalah hukum dan hari kiamat. Berita semacam hadits berikut ini, pokoknya diimani dan diterima tanpa mempertentangkannya dengan logika kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุฐูู‘ุจูŽุงุจู ููู‰ ุดูŽุฑูŽุงุจู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ู…ูุณู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู„ููŠูŽู†ู’ุฒูุนู’ู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฏูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุดูููŽุงุกู‹ โ€œJika seekor lalat jatuh dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah, lalu buanglah lalat tersebut karena di salah satu sayapnya terdapat racun dan sayap lainnya terdapat penawarnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 3320). ย  Kedua: Malas bershalawat ketika nama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam disebut ย  Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ูู ุฑูŽุฌูู„ู ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œSungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3545. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa yang dimaksud โ€˜raghima anfuโ€™ adalah doa jelek dan celaan. Doa seperti ini ada ketika meninggalkan sesuatu yang bukan sekadar sunnah. Orang yang meninggalkan sunnah tentu tidak didoakan jelek seperti itu. Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู’ุจูŽุฎููŠู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œOrang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3546. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Pernyataan pelit menunjukkan gelaran yang jelek. Jika tidak bershalawat ketika itu hanyalah perkara sunnah, tentu tidak digelari seperti itu. Istilah bakhil (pelit) juga ditujukan pada orang yang enggan memenuhi yang wajib. ย  Ketiga: Melakukan amalan yang tidak ada tuntunan ย  Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ โ€œKatakanlah: โ€˜Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamuโ€™.โ€ (QS. Ali Imron: 31) Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhuย berkata, ุงุชูŽู‘ุจูุนููˆุงุŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจู’ุชูŽุฏูุนููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒููููŠุชูู…ู’ุŒ ูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ โ€œIkutilah (petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam), janganlah membuat bidโ€™ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. Semua amalan yang tanpa tuntunan Nabi (baca: bidโ€™ah) adalah sesat.โ€ ย  Keempat: Mencela dan menjelek-jelekkan sahabat Nabi seperti yang dilakukan oleh orang Syiah dengan mencaci Aisyah, Abu Bakar, dan Umar ย  Rasulullah shallahu โ€™alaihi wa sallamย bersabda, ู„ูŽุง ุชูŽุณูุจูู‘ูˆุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูุญูุฏู ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู…ูุฏูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุตููŠููŽู‡ู โ€Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.โ€ (HR. Muslim, no. 2541) Empat hal di atas moga bisa kita jauhi dan kita bisa mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dengan benar serta menjadi pengikut beliau yang setia. Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู Khutbah Kedua ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู : ููŽูŠูŽุงุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู !! ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ. ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ู’. ูˆูŽุญูŽุงููุธููˆู’ุงุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุญูุถููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุงุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู. ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ุจูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุณูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง: ุงูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ูŠูŽุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุงุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุงุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู„ูู‘ูู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุฌูู‘ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ูู‘ุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุดูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ ู„ูู†ูุนูŽู…ููƒูŽ ู…ูุซู’ู†ููŠู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูู…ูู…ู’ู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ Naskah Khutbah Jumat @ Masjid Jenderal Sudirman Panggang Gunungkidul Jumat Pahing, 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H (23 November 2018) โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagscinta nabi khutbah jumat maulid maulid nabi syi'ah

Khutbah Jumat: Ini Tanda Tidak Cinta pada Nabi

Download ย  Apa saja tanda tidak cinta pada Nabi. Silakan lihat dari naskah Khutbah Jumat berikut ini. ย  Khutbah Pertama ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ุตูŽู„ูู‘ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ุนูŽู„ู‰ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏููˆูŽุนูŽู„ู‰ุขู„ูู‡ููˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ููˆูŽู…ูŽู†ู’ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุฅูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ูุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูŽุงู…ูŽุงูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุงุจูู…ูŽุงุนูŽู„ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุงุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุญูŽู‚ูŽู‘ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุชูู‘ุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽุจูŽุงุทูู„ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู Amma baโ€™du โ€ฆ Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa kepada-Nya. Takwa ini adalah bukti bahwa kita telah mensyukuri nikmat-nikmat-Nya yang ada. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah akan terus menambahkan ia nikmat. Pada hari Jumat penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ada hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Pada khutbah Jumat kali ini, dalam suasana bulan Mulud, kami masih mengingatkan tentang perkara mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kita diperintahkan mencintai beliau sebagaimana disebutkan dalam ayat. ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ โ€œNabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.โ€ (QS. Al-Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi rahimahullahdalam kitab tafsirnya Ruhul Maโ€™aniย mengatakan, โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridha pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut biasa mengajak pada keburukan.โ€ Ada lagi satu hadits yang membuktikan bahwa kita harus mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย melebihi diri kita sendiri. โ€˜Abdullah bin Hisyam berkata, โ€œKami pernah bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu โ€™anhu. Lalu Umar berkata, โ€Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallamย berkata, ู„ุงูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‰ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ โ€œTidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.โ€ Kemudian โ€™Umar berkata, โ€Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam berkata, โ€œSaat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).โ€ (HR. Bukhari, no. 6632) Cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย harus dibuktikan, bukan sekadar klaim semata. Ada orang yang mengaku cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, namun kenyataannya itu hanya klaim di lisan. Sekarang kita akan lihat apa saja tanda tidak cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, semoga kita bisa memahami sehingga bisa menjauhinya. ย  Pertama: Tidak membenarkan berita dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. ย  Padahal Allah Taโ€™alaย berfirman, ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุฌู’ู…ู ุฅูุฐูŽุง ู‡ูŽูˆูŽู‰ (1) ู…ูŽุง ุถูŽู„ูŽู‘ ุตูŽุงุญูุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุบูŽูˆูŽู‰ (2) ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุทูู‚ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽู‰ (3) ุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุญู’ูŠูŒ ูŠููˆุญูŽู‰ (4) โ€œDemi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).โ€ (QS. An-Najm: 1-4) Harusnya setiap apa saja yang dibawa oleh Nabi kita shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย diimani, setiap berita yang beliau sampaikan tidak diingkari. Misalnya berkenaan dengan masalah hukum dan hari kiamat. Berita semacam hadits berikut ini, pokoknya diimani dan diterima tanpa mempertentangkannya dengan logika kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุฐูู‘ุจูŽุงุจู ููู‰ ุดูŽุฑูŽุงุจู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ู…ูุณู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู„ููŠูŽู†ู’ุฒูุนู’ู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฏูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุดูููŽุงุกู‹ โ€œJika seekor lalat jatuh dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah, lalu buanglah lalat tersebut karena di salah satu sayapnya terdapat racun dan sayap lainnya terdapat penawarnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 3320). ย  Kedua: Malas bershalawat ketika nama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam disebut ย  Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ูู ุฑูŽุฌูู„ู ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œSungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3545. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa yang dimaksud โ€˜raghima anfuโ€™ adalah doa jelek dan celaan. Doa seperti ini ada ketika meninggalkan sesuatu yang bukan sekadar sunnah. Orang yang meninggalkan sunnah tentu tidak didoakan jelek seperti itu. Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู’ุจูŽุฎููŠู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œOrang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3546. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Pernyataan pelit menunjukkan gelaran yang jelek. Jika tidak bershalawat ketika itu hanyalah perkara sunnah, tentu tidak digelari seperti itu. Istilah bakhil (pelit) juga ditujukan pada orang yang enggan memenuhi yang wajib. ย  Ketiga: Melakukan amalan yang tidak ada tuntunan ย  Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ โ€œKatakanlah: โ€˜Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamuโ€™.โ€ (QS. Ali Imron: 31) Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhuย berkata, ุงุชูŽู‘ุจูุนููˆุงุŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจู’ุชูŽุฏูุนููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒููููŠุชูู…ู’ุŒ ูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ โ€œIkutilah (petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam), janganlah membuat bidโ€™ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. Semua amalan yang tanpa tuntunan Nabi (baca: bidโ€™ah) adalah sesat.โ€ ย  Keempat: Mencela dan menjelek-jelekkan sahabat Nabi seperti yang dilakukan oleh orang Syiah dengan mencaci Aisyah, Abu Bakar, dan Umar ย  Rasulullah shallahu โ€™alaihi wa sallamย bersabda, ู„ูŽุง ุชูŽุณูุจูู‘ูˆุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูุญูุฏู ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู…ูุฏูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุตููŠููŽู‡ู โ€Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.โ€ (HR. Muslim, no. 2541) Empat hal di atas moga bisa kita jauhi dan kita bisa mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dengan benar serta menjadi pengikut beliau yang setia. Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู Khutbah Kedua ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู : ููŽูŠูŽุงุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู !! ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ. ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ู’. ูˆูŽุญูŽุงููุธููˆู’ุงุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุญูุถููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุงุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู. ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ุจูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุณูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง: ุงูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ูŠูŽุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุงุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุงุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู„ูู‘ูู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุฌูู‘ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ูู‘ุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุดูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ ู„ูู†ูุนูŽู…ููƒูŽ ู…ูุซู’ู†ููŠู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูู…ูู…ู’ู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ Naskah Khutbah Jumat @ Masjid Jenderal Sudirman Panggang Gunungkidul Jumat Pahing, 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H (23 November 2018) โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagscinta nabi khutbah jumat maulid maulid nabi syi'ah
Download ย  Apa saja tanda tidak cinta pada Nabi. Silakan lihat dari naskah Khutbah Jumat berikut ini. ย  Khutbah Pertama ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ุตูŽู„ูู‘ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ุนูŽู„ู‰ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏููˆูŽุนูŽู„ู‰ุขู„ูู‡ููˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ููˆูŽู…ูŽู†ู’ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุฅูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ูุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูŽุงู…ูŽุงูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุงุจูู…ูŽุงุนูŽู„ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุงุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุญูŽู‚ูŽู‘ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุชูู‘ุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽุจูŽุงุทูู„ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู Amma baโ€™du โ€ฆ Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa kepada-Nya. Takwa ini adalah bukti bahwa kita telah mensyukuri nikmat-nikmat-Nya yang ada. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah akan terus menambahkan ia nikmat. Pada hari Jumat penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ada hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Pada khutbah Jumat kali ini, dalam suasana bulan Mulud, kami masih mengingatkan tentang perkara mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kita diperintahkan mencintai beliau sebagaimana disebutkan dalam ayat. ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ โ€œNabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.โ€ (QS. Al-Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi rahimahullahdalam kitab tafsirnya Ruhul Maโ€™aniย mengatakan, โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridha pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut biasa mengajak pada keburukan.โ€ Ada lagi satu hadits yang membuktikan bahwa kita harus mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย melebihi diri kita sendiri. โ€˜Abdullah bin Hisyam berkata, โ€œKami pernah bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu โ€™anhu. Lalu Umar berkata, โ€Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallamย berkata, ู„ุงูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‰ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ โ€œTidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.โ€ Kemudian โ€™Umar berkata, โ€Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam berkata, โ€œSaat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).โ€ (HR. Bukhari, no. 6632) Cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย harus dibuktikan, bukan sekadar klaim semata. Ada orang yang mengaku cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, namun kenyataannya itu hanya klaim di lisan. Sekarang kita akan lihat apa saja tanda tidak cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, semoga kita bisa memahami sehingga bisa menjauhinya. ย  Pertama: Tidak membenarkan berita dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. ย  Padahal Allah Taโ€™alaย berfirman, ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุฌู’ู…ู ุฅูุฐูŽุง ู‡ูŽูˆูŽู‰ (1) ู…ูŽุง ุถูŽู„ูŽู‘ ุตูŽุงุญูุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุบูŽูˆูŽู‰ (2) ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุทูู‚ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽู‰ (3) ุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุญู’ูŠูŒ ูŠููˆุญูŽู‰ (4) โ€œDemi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).โ€ (QS. An-Najm: 1-4) Harusnya setiap apa saja yang dibawa oleh Nabi kita shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย diimani, setiap berita yang beliau sampaikan tidak diingkari. Misalnya berkenaan dengan masalah hukum dan hari kiamat. Berita semacam hadits berikut ini, pokoknya diimani dan diterima tanpa mempertentangkannya dengan logika kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุฐูู‘ุจูŽุงุจู ููู‰ ุดูŽุฑูŽุงุจู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ู…ูุณู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู„ููŠูŽู†ู’ุฒูุนู’ู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฏูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุดูููŽุงุกู‹ โ€œJika seekor lalat jatuh dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah, lalu buanglah lalat tersebut karena di salah satu sayapnya terdapat racun dan sayap lainnya terdapat penawarnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 3320). ย  Kedua: Malas bershalawat ketika nama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam disebut ย  Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ูู ุฑูŽุฌูู„ู ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œSungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3545. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa yang dimaksud โ€˜raghima anfuโ€™ adalah doa jelek dan celaan. Doa seperti ini ada ketika meninggalkan sesuatu yang bukan sekadar sunnah. Orang yang meninggalkan sunnah tentu tidak didoakan jelek seperti itu. Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู’ุจูŽุฎููŠู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œOrang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3546. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Pernyataan pelit menunjukkan gelaran yang jelek. Jika tidak bershalawat ketika itu hanyalah perkara sunnah, tentu tidak digelari seperti itu. Istilah bakhil (pelit) juga ditujukan pada orang yang enggan memenuhi yang wajib. ย  Ketiga: Melakukan amalan yang tidak ada tuntunan ย  Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ โ€œKatakanlah: โ€˜Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamuโ€™.โ€ (QS. Ali Imron: 31) Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhuย berkata, ุงุชูŽู‘ุจูุนููˆุงุŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจู’ุชูŽุฏูุนููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒููููŠุชูู…ู’ุŒ ูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ โ€œIkutilah (petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam), janganlah membuat bidโ€™ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. Semua amalan yang tanpa tuntunan Nabi (baca: bidโ€™ah) adalah sesat.โ€ ย  Keempat: Mencela dan menjelek-jelekkan sahabat Nabi seperti yang dilakukan oleh orang Syiah dengan mencaci Aisyah, Abu Bakar, dan Umar ย  Rasulullah shallahu โ€™alaihi wa sallamย bersabda, ู„ูŽุง ุชูŽุณูุจูู‘ูˆุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูุญูุฏู ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู…ูุฏูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุตููŠููŽู‡ู โ€Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.โ€ (HR. Muslim, no. 2541) Empat hal di atas moga bisa kita jauhi dan kita bisa mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dengan benar serta menjadi pengikut beliau yang setia. Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู Khutbah Kedua ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู : ููŽูŠูŽุงุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู !! ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ. ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ู’. ูˆูŽุญูŽุงููุธููˆู’ุงุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุญูุถููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุงุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู. ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ุจูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุณูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง: ุงูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ูŠูŽุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุงุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุงุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู„ูู‘ูู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุฌูู‘ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ูู‘ุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุดูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ ู„ูู†ูุนูŽู…ููƒูŽ ู…ูุซู’ู†ููŠู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูู…ูู…ู’ู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ Naskah Khutbah Jumat @ Masjid Jenderal Sudirman Panggang Gunungkidul Jumat Pahing, 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H (23 November 2018) โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagscinta nabi khutbah jumat maulid maulid nabi syi'ah


Download ย  Apa saja tanda tidak cinta pada Nabi. Silakan lihat dari naskah Khutbah Jumat berikut ini. ย  Khutbah Pertama ย  ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏูู‰ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ู‘ุตูŽู„ูู‘ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ุนูŽู„ู‰ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏููˆูŽุนูŽู„ู‰ุขู„ูู‡ููˆูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ููˆูŽู…ูŽู†ู’ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูุฅูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ูุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ุงู„ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุซูŽู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุชูŽุณูŽุงุกูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽู‚ููŠุจู‹ุง ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ุนูŽู„ูู‘ู…ู’ู†ูŽุงู…ูŽุงูŠูŽู†ู’ููŽุนูู†ูŽุงุŒูˆูŽุงู†ู’ููŽุนูŽู†ูŽุงุจูู…ูŽุงุนูŽู„ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู†ูŽุงุŒูˆูŽุฒูุฏู’ู†ูŽุงุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุญูŽู‚ูŽู‘ุญูŽู‚ู‘ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุชูู‘ุจูŽุงุนูŽู‡ูุŒูˆูŽุฃูŽุฑูŽู†ูŽุงุงู„ุจูŽุงุทูู„ูŽุจูŽุงุทูู„ุงู‹ูˆูŽุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุงุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจูŽู‡ู Amma baโ€™du โ€ฆ Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, yang memerintahkan kita untuk terus bertakwa kepada-Nya. Takwa ini adalah bukti bahwa kita telah mensyukuri nikmat-nikmat-Nya yang ada. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka Allah akan terus menambahkan ia nikmat. Pada hari Jumat penuh berkah ini, kita diperintahkan bershalawat kepada Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ada hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง โ€œBarangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.โ€ (HR. Muslim, no. 408) Maโ€™asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah โ€ฆ Pada khutbah Jumat kali ini, dalam suasana bulan Mulud, kami masih mengingatkan tentang perkara mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Kita diperintahkan mencintai beliau sebagaimana disebutkan dalam ayat. ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ู ุฃูู…ูŽู‘ู‡ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ โ€œNabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.โ€ (QS. Al-Ahzab: 6). Syihabuddin Al Alusi rahimahullahdalam kitab tafsirnya Ruhul Maโ€™aniย mengatakan, โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย tidaklah memerintahkan sesuatu dan tidak ridha pada umatnya kecuali jika ada maslahat dan mendatangkan keselamatan bagi mereka. Berbeda dengan jiwa mereka sendiri. Jiwa tersebut biasa mengajak pada keburukan.โ€ Ada lagi satu hadits yang membuktikan bahwa kita harus mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย melebihi diri kita sendiri. โ€˜Abdullah bin Hisyam berkata, โ€œKami pernah bersama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dan beliau memegang tangan Umar bin Khaththab radhiyallahu โ€™anhu. Lalu Umar berkata, โ€Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallamย berkata, ู„ุงูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‰ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ โ€œTidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya (imanmu belum sempurna). Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.โ€ Kemudian โ€™Umar berkata, โ€Sekarang, demi Allah. Engkau (Rasulullah) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.โ€ Kemudian Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam berkata, โ€œSaat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).โ€ (HR. Bukhari, no. 6632) Cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย harus dibuktikan, bukan sekadar klaim semata. Ada orang yang mengaku cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, namun kenyataannya itu hanya klaim di lisan. Sekarang kita akan lihat apa saja tanda tidak cinta pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, semoga kita bisa memahami sehingga bisa menjauhinya. ย  Pertama: Tidak membenarkan berita dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. ย  Padahal Allah Taโ€™alaย berfirman, ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุฌู’ู…ู ุฅูุฐูŽุง ู‡ูŽูˆูŽู‰ (1) ู…ูŽุง ุถูŽู„ูŽู‘ ุตูŽุงุญูุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุบูŽูˆูŽู‰ (2) ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุทูู‚ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽู‰ (3) ุฅูู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูŽุญู’ูŠูŒ ูŠููˆุญูŽู‰ (4) โ€œDemi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).โ€ (QS. An-Najm: 1-4) Harusnya setiap apa saja yang dibawa oleh Nabi kita shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย diimani, setiap berita yang beliau sampaikan tidak diingkari. Misalnya berkenaan dengan masalah hukum dan hari kiamat. Berita semacam hadits berikut ini, pokoknya diimani dan diterima tanpa mempertentangkannya dengan logika kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุฐูู‘ุจูŽุงุจู ููู‰ ุดูŽุฑูŽุงุจู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ู…ูุณู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู„ููŠูŽู†ู’ุฒูุนู’ู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽูŠู’ู‡ู ุฏูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุดูููŽุงุกู‹ โ€œJika seekor lalat jatuh dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah, lalu buanglah lalat tersebut karena di salah satu sayapnya terdapat racun dan sayap lainnya terdapat penawarnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 3320). ย  Kedua: Malas bershalawat ketika nama Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam disebut ย  Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ูู ุฑูŽุฌูู„ู ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œSungguh celaka, orang yang disebut namaku di sisinya lantas ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3545. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa yang dimaksud โ€˜raghima anfuโ€™ adalah doa jelek dan celaan. Doa seperti ini ada ketika meninggalkan sesuatu yang bukan sekadar sunnah. Orang yang meninggalkan sunnah tentu tidak didoakan jelek seperti itu. Dari โ€˜Ali bin Abi Tholib radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ุงู„ู’ุจูŽุฎููŠู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฐููƒูุฑู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ โ€œOrang yang disebut pelit adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya lalu ia tidak bershalawat untukku.โ€ (HR. Tirmidzi, no. 3546. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan) Pernyataan pelit menunjukkan gelaran yang jelek. Jika tidak bershalawat ketika itu hanyalah perkara sunnah, tentu tidak digelari seperti itu. Istilah bakhil (pelit) juga ditujukan pada orang yang enggan memenuhi yang wajib. ย  Ketiga: Melakukan amalan yang tidak ada tuntunan ย  Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูŠูุญู’ุจูุจู’ูƒูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ โ€œKatakanlah: โ€˜Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamuโ€™.โ€ (QS. Ali Imron: 31) Ibnu Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhuย berkata, ุงุชูŽู‘ุจูุนููˆุงุŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจู’ุชูŽุฏูุนููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒููููŠุชูู…ู’ุŒ ูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงู„ูŽุฉูŒ โ€œIkutilah (petunjuk Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam), janganlah membuat bidโ€™ah. Karena (ajaran Nabi) itu sudah cukup bagi kalian. Semua amalan yang tanpa tuntunan Nabi (baca: bidโ€™ah) adalah sesat.โ€ ย  Keempat: Mencela dan menjelek-jelekkan sahabat Nabi seperti yang dilakukan oleh orang Syiah dengan mencaci Aisyah, Abu Bakar, dan Umar ย  Rasulullah shallahu โ€™alaihi wa sallamย bersabda, ู„ูŽุง ุชูŽุณูุจูู‘ูˆุง ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฃูุญูุฏู ุฐูŽู‡ูŽุจู‹ุง ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู…ูุฏูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุตููŠููŽู‡ู โ€Janganlah mencaci maki salah seorang sahabatku. Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak menyamai satu mud (yang diinfakkan) salah seorang mereka dan tidak pula separuhnya.โ€ (HR. Muslim, no. 2541) Empat hal di atas moga bisa kita jauhi dan kita bisa mencintai Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย dengan benar serta menjadi pengikut beliau yang setia. Demikian khutbah pertama ini. ุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู Khutbah Kedua ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูˆูŽุฃูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู : ููŽูŠูŽุงุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู !! ุงูุชูŽู‘ู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ. ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ู’. ูˆูŽุญูŽุงููุธููˆู’ุงุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุญูุถููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุงุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู. ูˆูŽุซูŽู†ูŽู‘ู‰ ุจูู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ู‚ูุฏู’ุณูู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ุงู‹ุนูŽู„ููŠู’ู…ู‹ุง: ุงูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู’ ูŠูŽุงูŽ ูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุงุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุงุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ. ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู…ุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนูŒ ู‚ูŽุฑููŠู’ุจูŒ ู…ูุฌููŠู’ุจู ุงู„ุฏูŽู‘ุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู„ูู‘ูู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุฌูู‘ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ูู‘ุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุดูŽุงูƒูุฑููŠู†ูŽ ู„ูู†ูุนูŽู…ููƒูŽ ู…ูุซู’ู†ููŠู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŒ ู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูู…ูู…ู’ู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅู†ูŽู‘ุง ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู‡ูุฏูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุชูู‘ู‚ูŽู‰ ุŒ ูˆุงู„ุนูŽููŽุงููŽ ุŒ ูˆุงู„ุบูู†ูŽู‰ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠูู‘ู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ูŠู’ู† ูˆูŽุขุฎูุฑู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ Naskah Khutbah Jumat @ Masjid Jenderal Sudirman Panggang Gunungkidul Jumat Pahing, 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H (23 November 2018) โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 15 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagscinta nabi khutbah jumat maulid maulid nabi syi'ah

Benteng yang Dijaga Dzikrullah

Benteng yang Dijaga Dzikrullah Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam hadis riwayat Turmudzi, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah membuat permisalan tentang keutamaan berdzikir. Dari al-Harits al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ูˆูŽุขู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุฑูŽุฌูู„ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏููˆู‘ู ููู‰ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ุณูุฑูŽุงุนู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูุตู’ู†ู ุญูŽุตููŠู†ู ููŽุฃูŽุญู’ุฑูŽุฒูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูุญู’ุฑูุฒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู Aku perintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Perumpamaan dzikrullah seperti orang yang mendadak diserang musuhnya dari belakang, kemudian orang ini mencari benteng untuk melindungi dirinya dari serangan mereka. Seperti itulah seorang hamba, dia tidak bisa melindungi dirinya dari serangan setan kecuali dengan dzikrullah. (HR. Turmudzi 3102 dan dishahihkan al-Albani). Ibnul Qoyim menjelaskan hadis ini dalam kitabnya al-Wabil as-Shayib. Beliau mengatakan, ูู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ููŠ ุงู„ุฐูƒุฑ ุฅู„ุง ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตู„ุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ ู„ูƒุงู† ุญู‚ูŠู‚ุง ุจุงู„ุนุจุฏ ุฃู† ู„ุง ูŠูุชุฑ ู„ุณุงู†ู‡ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุฒุงู„ ู„ู‡ุฌุง ุจุฐูƒุฑู‡ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฑุฒ ู†ูุณู‡ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ ุฅู„ุง ุจุงู„ุฐูƒุฑ ูˆู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนุฏูˆ ุฅู„ุง ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุบูู„ุฉ ูู‡ูˆ ูŠุฑุตุฏู‡ ูุฅุฐุง ุบูู„ ูˆุซุจ ุนู„ูŠู‡ ูˆุงูุชุฑุณู‡ Andai tidak ada manfaat dzikir selain satu hal ini, maka itu sudah cukup menjadi alasan bagi hamba untuk tidak menghentikan lisannya dari dzikrullah, dan agar selalu basah dengan dzikrullah. Karena hamba tidak bisa melindungi dirinya dari musuh kecuali dengan dzikir. Dan musuh tidak punya kesempatan menyerang selain dari pintu kelalaian. Sehingga musuh selalu mengintai, ketika orangnya lalai, musuh akan langsung menyerang. (al-Wabil as-Shayib, hlm. 56) Karena itu, Allah menyebut gangguan setan dalam hati sebagai was-was khannas. Allah berfirman, ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ู’ุฎูŽู†ู‘ูŽุงุณู . ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู Dari kejahatan was-was khannas. Yang membisikkan di dada manusia. (QS. an-Nas: 4-5) Disebut khannas karena kata turunannya adalah inkhanasa [ุงู†ุฎู†ุณ] yang artinya bersembunyi. Karena dia bersembunyi di balik hati manusia. Dia muncul ketika orangnya lalai, kemudian dia membisikkan kejahatan. Ketika sang hamba berdzikir, setan bersembunyi. Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฌุงุซู… ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุฃุจู† ุขุฏู… ูุฅุฐุง ุณู‡ุง ูˆุบูู„ ูˆุณูˆุณ ูุฅุฐุง ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฎู†ุณ Setan itu menyelinap di hati manusia. Ketika dia lupa dan lalai, setan akan melakukan bisikan was-was. Ketika manusia mengingat Allah โ€“ Taโ€™ala โ€“ maka setan akan bersembunyi. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/540). Hati Manusia dan Serangan Setan Ibarat ada 3 jenis rumah. Rumah sang raja, berisi milayaran kekayaan, berkilo-kilo emas dan aneka perhiasan. Namun rumah ini dijaga oleh pasukan yang sangat banyak, bersenjata lengkap, dan dijaga sangat ketat, jika ada yang mencurigakan, langsung sikat. Sehingga pencuri siapapun tidak berani mendekat. Rumah si miskin, tidak ada barang berharga sama sekali. Bahkan berisi banyak kotoran yang tidak pernah dibersihkan. Meskipun tidak ada penjagaan di dalamnya, namun tidak ada pencuri yang berminat. Rumah ketiga, berisi beberapa barang berharga, ada uang, ada emas, ada perhiasan. Rumah ini kadang ada penjaganya, kadang ditinggal, bahkan kadang lupa ditutup pagarnya. Rumah jenis inilah yang menjadi sasaran pencuri. Rumah pertama, ibarat hati orang-orang soleh yang penuh dengan pengagungan dan rasa cinta kepada Allah. Dia selalu membasahi lisannya dan batinnya dengan dzikrullah. Sehingga setan tidak berani mendekat, bahkan sampaipun dalam mimpi. Seperti yang diamalami para nabi, mimpi mereka tidak terganggu setan. Rumah kedua, seperti hati orang kafir. Tidak ada barang berharga di dalamnya, karena kosong dari ketaatan dan ibadah. Bahkan banyak kotoran maksiat, noda kesyirikan, kekufuran, menipu, dst. Setan sama sekali tidak memiliki daya tarik dengannya. Ada orang yang menyampaikan informasi kepada Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa yahudi ketika ibadah sangat khusyu, tidak ada was-was dalam hatinya. Mendengar ini, Ibnu Abbas berkomentar, ูˆู…ุง ูŠุตู†ุน ุงู„ุดูŠุทุงู† ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุฎุฑุงุจ ุŸ Apa yang akan dilakukan setan dengan hati yang rusak? (Alam Jin dan Syaithan, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm. 135) Yang tersisa tinggal rumah yang ketiga. Itulah hati umumnya muslim, dan diantaranya adalah kita. Terkadang dijaga, terkadang lupa tanpa penjagaan. Bagi orang yang memiliki perhatian akan pentingnya menjaga hati, sudah saatnya menjadikan diri kita rajin untuk melakukan dzikrullah dan banyak mendekat kepada Allah. Demikian, Allahu aโ€™lam. Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Mahram Dan Muhrim, Arti Maudhu, Nujuh Bulanan Dalam Islam, Sejarah Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Puasin Suami, 7 Nama Nabi Khidir Visited 108 times, 1 visit(s) today Post Views: 557 QRIS donasi Yufid

Benteng yang Dijaga Dzikrullah

Benteng yang Dijaga Dzikrullah Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam hadis riwayat Turmudzi, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah membuat permisalan tentang keutamaan berdzikir. Dari al-Harits al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ูˆูŽุขู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุฑูŽุฌูู„ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏููˆู‘ู ููู‰ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ุณูุฑูŽุงุนู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูุตู’ู†ู ุญูŽุตููŠู†ู ููŽุฃูŽุญู’ุฑูŽุฒูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูุญู’ุฑูุฒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู Aku perintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Perumpamaan dzikrullah seperti orang yang mendadak diserang musuhnya dari belakang, kemudian orang ini mencari benteng untuk melindungi dirinya dari serangan mereka. Seperti itulah seorang hamba, dia tidak bisa melindungi dirinya dari serangan setan kecuali dengan dzikrullah. (HR. Turmudzi 3102 dan dishahihkan al-Albani). Ibnul Qoyim menjelaskan hadis ini dalam kitabnya al-Wabil as-Shayib. Beliau mengatakan, ูู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ููŠ ุงู„ุฐูƒุฑ ุฅู„ุง ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตู„ุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ ู„ูƒุงู† ุญู‚ูŠู‚ุง ุจุงู„ุนุจุฏ ุฃู† ู„ุง ูŠูุชุฑ ู„ุณุงู†ู‡ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุฒุงู„ ู„ู‡ุฌุง ุจุฐูƒุฑู‡ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฑุฒ ู†ูุณู‡ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ ุฅู„ุง ุจุงู„ุฐูƒุฑ ูˆู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนุฏูˆ ุฅู„ุง ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุบูู„ุฉ ูู‡ูˆ ูŠุฑุตุฏู‡ ูุฅุฐุง ุบูู„ ูˆุซุจ ุนู„ูŠู‡ ูˆุงูุชุฑุณู‡ Andai tidak ada manfaat dzikir selain satu hal ini, maka itu sudah cukup menjadi alasan bagi hamba untuk tidak menghentikan lisannya dari dzikrullah, dan agar selalu basah dengan dzikrullah. Karena hamba tidak bisa melindungi dirinya dari musuh kecuali dengan dzikir. Dan musuh tidak punya kesempatan menyerang selain dari pintu kelalaian. Sehingga musuh selalu mengintai, ketika orangnya lalai, musuh akan langsung menyerang. (al-Wabil as-Shayib, hlm. 56) Karena itu, Allah menyebut gangguan setan dalam hati sebagai was-was khannas. Allah berfirman, ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ู’ุฎูŽู†ู‘ูŽุงุณู . ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู Dari kejahatan was-was khannas. Yang membisikkan di dada manusia. (QS. an-Nas: 4-5) Disebut khannas karena kata turunannya adalah inkhanasa [ุงู†ุฎู†ุณ] yang artinya bersembunyi. Karena dia bersembunyi di balik hati manusia. Dia muncul ketika orangnya lalai, kemudian dia membisikkan kejahatan. Ketika sang hamba berdzikir, setan bersembunyi. Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฌุงุซู… ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุฃุจู† ุขุฏู… ูุฅุฐุง ุณู‡ุง ูˆุบูู„ ูˆุณูˆุณ ูุฅุฐุง ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฎู†ุณ Setan itu menyelinap di hati manusia. Ketika dia lupa dan lalai, setan akan melakukan bisikan was-was. Ketika manusia mengingat Allah โ€“ Taโ€™ala โ€“ maka setan akan bersembunyi. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/540). Hati Manusia dan Serangan Setan Ibarat ada 3 jenis rumah. Rumah sang raja, berisi milayaran kekayaan, berkilo-kilo emas dan aneka perhiasan. Namun rumah ini dijaga oleh pasukan yang sangat banyak, bersenjata lengkap, dan dijaga sangat ketat, jika ada yang mencurigakan, langsung sikat. Sehingga pencuri siapapun tidak berani mendekat. Rumah si miskin, tidak ada barang berharga sama sekali. Bahkan berisi banyak kotoran yang tidak pernah dibersihkan. Meskipun tidak ada penjagaan di dalamnya, namun tidak ada pencuri yang berminat. Rumah ketiga, berisi beberapa barang berharga, ada uang, ada emas, ada perhiasan. Rumah ini kadang ada penjaganya, kadang ditinggal, bahkan kadang lupa ditutup pagarnya. Rumah jenis inilah yang menjadi sasaran pencuri. Rumah pertama, ibarat hati orang-orang soleh yang penuh dengan pengagungan dan rasa cinta kepada Allah. Dia selalu membasahi lisannya dan batinnya dengan dzikrullah. Sehingga setan tidak berani mendekat, bahkan sampaipun dalam mimpi. Seperti yang diamalami para nabi, mimpi mereka tidak terganggu setan. Rumah kedua, seperti hati orang kafir. Tidak ada barang berharga di dalamnya, karena kosong dari ketaatan dan ibadah. Bahkan banyak kotoran maksiat, noda kesyirikan, kekufuran, menipu, dst. Setan sama sekali tidak memiliki daya tarik dengannya. Ada orang yang menyampaikan informasi kepada Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa yahudi ketika ibadah sangat khusyu, tidak ada was-was dalam hatinya. Mendengar ini, Ibnu Abbas berkomentar, ูˆู…ุง ูŠุตู†ุน ุงู„ุดูŠุทุงู† ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุฎุฑุงุจ ุŸ Apa yang akan dilakukan setan dengan hati yang rusak? (Alam Jin dan Syaithan, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm. 135) Yang tersisa tinggal rumah yang ketiga. Itulah hati umumnya muslim, dan diantaranya adalah kita. Terkadang dijaga, terkadang lupa tanpa penjagaan. Bagi orang yang memiliki perhatian akan pentingnya menjaga hati, sudah saatnya menjadikan diri kita rajin untuk melakukan dzikrullah dan banyak mendekat kepada Allah. Demikian, Allahu aโ€™lam. Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Mahram Dan Muhrim, Arti Maudhu, Nujuh Bulanan Dalam Islam, Sejarah Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Puasin Suami, 7 Nama Nabi Khidir Visited 108 times, 1 visit(s) today Post Views: 557 QRIS donasi Yufid
Benteng yang Dijaga Dzikrullah Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam hadis riwayat Turmudzi, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah membuat permisalan tentang keutamaan berdzikir. Dari al-Harits al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ูˆูŽุขู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุฑูŽุฌูู„ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏููˆู‘ู ููู‰ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ุณูุฑูŽุงุนู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูุตู’ู†ู ุญูŽุตููŠู†ู ููŽุฃูŽุญู’ุฑูŽุฒูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูุญู’ุฑูุฒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู Aku perintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Perumpamaan dzikrullah seperti orang yang mendadak diserang musuhnya dari belakang, kemudian orang ini mencari benteng untuk melindungi dirinya dari serangan mereka. Seperti itulah seorang hamba, dia tidak bisa melindungi dirinya dari serangan setan kecuali dengan dzikrullah. (HR. Turmudzi 3102 dan dishahihkan al-Albani). Ibnul Qoyim menjelaskan hadis ini dalam kitabnya al-Wabil as-Shayib. Beliau mengatakan, ูู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ููŠ ุงู„ุฐูƒุฑ ุฅู„ุง ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตู„ุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ ู„ูƒุงู† ุญู‚ูŠู‚ุง ุจุงู„ุนุจุฏ ุฃู† ู„ุง ูŠูุชุฑ ู„ุณุงู†ู‡ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุฒุงู„ ู„ู‡ุฌุง ุจุฐูƒุฑู‡ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฑุฒ ู†ูุณู‡ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ ุฅู„ุง ุจุงู„ุฐูƒุฑ ูˆู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนุฏูˆ ุฅู„ุง ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุบูู„ุฉ ูู‡ูˆ ูŠุฑุตุฏู‡ ูุฅุฐุง ุบูู„ ูˆุซุจ ุนู„ูŠู‡ ูˆุงูุชุฑุณู‡ Andai tidak ada manfaat dzikir selain satu hal ini, maka itu sudah cukup menjadi alasan bagi hamba untuk tidak menghentikan lisannya dari dzikrullah, dan agar selalu basah dengan dzikrullah. Karena hamba tidak bisa melindungi dirinya dari musuh kecuali dengan dzikir. Dan musuh tidak punya kesempatan menyerang selain dari pintu kelalaian. Sehingga musuh selalu mengintai, ketika orangnya lalai, musuh akan langsung menyerang. (al-Wabil as-Shayib, hlm. 56) Karena itu, Allah menyebut gangguan setan dalam hati sebagai was-was khannas. Allah berfirman, ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ู’ุฎูŽู†ู‘ูŽุงุณู . ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู Dari kejahatan was-was khannas. Yang membisikkan di dada manusia. (QS. an-Nas: 4-5) Disebut khannas karena kata turunannya adalah inkhanasa [ุงู†ุฎู†ุณ] yang artinya bersembunyi. Karena dia bersembunyi di balik hati manusia. Dia muncul ketika orangnya lalai, kemudian dia membisikkan kejahatan. Ketika sang hamba berdzikir, setan bersembunyi. Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฌุงุซู… ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุฃุจู† ุขุฏู… ูุฅุฐุง ุณู‡ุง ูˆุบูู„ ูˆุณูˆุณ ูุฅุฐุง ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฎู†ุณ Setan itu menyelinap di hati manusia. Ketika dia lupa dan lalai, setan akan melakukan bisikan was-was. Ketika manusia mengingat Allah โ€“ Taโ€™ala โ€“ maka setan akan bersembunyi. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/540). Hati Manusia dan Serangan Setan Ibarat ada 3 jenis rumah. Rumah sang raja, berisi milayaran kekayaan, berkilo-kilo emas dan aneka perhiasan. Namun rumah ini dijaga oleh pasukan yang sangat banyak, bersenjata lengkap, dan dijaga sangat ketat, jika ada yang mencurigakan, langsung sikat. Sehingga pencuri siapapun tidak berani mendekat. Rumah si miskin, tidak ada barang berharga sama sekali. Bahkan berisi banyak kotoran yang tidak pernah dibersihkan. Meskipun tidak ada penjagaan di dalamnya, namun tidak ada pencuri yang berminat. Rumah ketiga, berisi beberapa barang berharga, ada uang, ada emas, ada perhiasan. Rumah ini kadang ada penjaganya, kadang ditinggal, bahkan kadang lupa ditutup pagarnya. Rumah jenis inilah yang menjadi sasaran pencuri. Rumah pertama, ibarat hati orang-orang soleh yang penuh dengan pengagungan dan rasa cinta kepada Allah. Dia selalu membasahi lisannya dan batinnya dengan dzikrullah. Sehingga setan tidak berani mendekat, bahkan sampaipun dalam mimpi. Seperti yang diamalami para nabi, mimpi mereka tidak terganggu setan. Rumah kedua, seperti hati orang kafir. Tidak ada barang berharga di dalamnya, karena kosong dari ketaatan dan ibadah. Bahkan banyak kotoran maksiat, noda kesyirikan, kekufuran, menipu, dst. Setan sama sekali tidak memiliki daya tarik dengannya. Ada orang yang menyampaikan informasi kepada Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa yahudi ketika ibadah sangat khusyu, tidak ada was-was dalam hatinya. Mendengar ini, Ibnu Abbas berkomentar, ูˆู…ุง ูŠุตู†ุน ุงู„ุดูŠุทุงู† ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุฎุฑุงุจ ุŸ Apa yang akan dilakukan setan dengan hati yang rusak? (Alam Jin dan Syaithan, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm. 135) Yang tersisa tinggal rumah yang ketiga. Itulah hati umumnya muslim, dan diantaranya adalah kita. Terkadang dijaga, terkadang lupa tanpa penjagaan. Bagi orang yang memiliki perhatian akan pentingnya menjaga hati, sudah saatnya menjadikan diri kita rajin untuk melakukan dzikrullah dan banyak mendekat kepada Allah. Demikian, Allahu aโ€™lam. Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Mahram Dan Muhrim, Arti Maudhu, Nujuh Bulanan Dalam Islam, Sejarah Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Puasin Suami, 7 Nama Nabi Khidir Visited 108 times, 1 visit(s) today Post Views: 557 QRIS donasi Yufid


Benteng yang Dijaga Dzikrullah Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Dalam hadis riwayat Turmudzi, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah membuat permisalan tentang keutamaan berdzikir. Dari al-Harits al-Asyโ€™ari radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ูˆูŽุขู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุฑูŽุฌูู„ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏููˆู‘ู ููู‰ ุฃูŽุซูŽุฑูู‡ู ุณูุฑูŽุงุนู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูุตู’ู†ู ุญูŽุตููŠู†ู ููŽุฃูŽุญู’ุฑูŽุฒูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู„ุงูŽ ูŠูุญู’ุฑูุฒู ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู Aku perintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Perumpamaan dzikrullah seperti orang yang mendadak diserang musuhnya dari belakang, kemudian orang ini mencari benteng untuk melindungi dirinya dari serangan mereka. Seperti itulah seorang hamba, dia tidak bisa melindungi dirinya dari serangan setan kecuali dengan dzikrullah. (HR. Turmudzi 3102 dan dishahihkan al-Albani). Ibnul Qoyim menjelaskan hadis ini dalam kitabnya al-Wabil as-Shayib. Beliau mengatakan, ูู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ููŠ ุงู„ุฐูƒุฑ ุฅู„ุง ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตู„ุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ ู„ูƒุงู† ุญู‚ูŠู‚ุง ุจุงู„ุนุจุฏ ุฃู† ู„ุง ูŠูุชุฑ ู„ุณุงู†ู‡ ู…ู† ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุฒุงู„ ู„ู‡ุฌุง ุจุฐูƒุฑู‡ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฑุฒ ู†ูุณู‡ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ ุฅู„ุง ุจุงู„ุฐูƒุฑ ูˆู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุนุฏูˆ ุฅู„ุง ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุบูู„ุฉ ูู‡ูˆ ูŠุฑุตุฏู‡ ูุฅุฐุง ุบูู„ ูˆุซุจ ุนู„ูŠู‡ ูˆุงูุชุฑุณู‡ Andai tidak ada manfaat dzikir selain satu hal ini, maka itu sudah cukup menjadi alasan bagi hamba untuk tidak menghentikan lisannya dari dzikrullah, dan agar selalu basah dengan dzikrullah. Karena hamba tidak bisa melindungi dirinya dari musuh kecuali dengan dzikir. Dan musuh tidak punya kesempatan menyerang selain dari pintu kelalaian. Sehingga musuh selalu mengintai, ketika orangnya lalai, musuh akan langsung menyerang. (al-Wabil as-Shayib, hlm. 56) Karena itu, Allah menyebut gangguan setan dalam hati sebagai was-was khannas. Allah berfirman, ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ูˆูŽุงุณู ุงู„ู’ุฎูŽู†ู‘ูŽุงุณู . ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠููˆูŽุณู’ูˆูุณู ูููŠ ุตูุฏููˆุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู Dari kejahatan was-was khannas. Yang membisikkan di dada manusia. (QS. an-Nas: 4-5) Disebut khannas karena kata turunannya adalah inkhanasa [ุงู†ุฎู†ุณ] yang artinya bersembunyi. Karena dia bersembunyi di balik hati manusia. Dia muncul ketika orangnya lalai, kemudian dia membisikkan kejahatan. Ketika sang hamba berdzikir, setan bersembunyi. Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, ุงู„ุดูŠุทุงู† ุฌุงุซู… ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุฃุจู† ุขุฏู… ูุฅุฐุง ุณู‡ุง ูˆุบูู„ ูˆุณูˆุณ ูุฅุฐุง ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฎู†ุณ Setan itu menyelinap di hati manusia. Ketika dia lupa dan lalai, setan akan melakukan bisikan was-was. Ketika manusia mengingat Allah โ€“ Taโ€™ala โ€“ maka setan akan bersembunyi. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/540). Hati Manusia dan Serangan Setan Ibarat ada 3 jenis rumah. Rumah sang raja, berisi milayaran kekayaan, berkilo-kilo emas dan aneka perhiasan. Namun rumah ini dijaga oleh pasukan yang sangat banyak, bersenjata lengkap, dan dijaga sangat ketat, jika ada yang mencurigakan, langsung sikat. Sehingga pencuri siapapun tidak berani mendekat. Rumah si miskin, tidak ada barang berharga sama sekali. Bahkan berisi banyak kotoran yang tidak pernah dibersihkan. Meskipun tidak ada penjagaan di dalamnya, namun tidak ada pencuri yang berminat. Rumah ketiga, berisi beberapa barang berharga, ada uang, ada emas, ada perhiasan. Rumah ini kadang ada penjaganya, kadang ditinggal, bahkan kadang lupa ditutup pagarnya. Rumah jenis inilah yang menjadi sasaran pencuri. Rumah pertama, ibarat hati orang-orang soleh yang penuh dengan pengagungan dan rasa cinta kepada Allah. Dia selalu membasahi lisannya dan batinnya dengan dzikrullah. Sehingga setan tidak berani mendekat, bahkan sampaipun dalam mimpi. Seperti yang diamalami para nabi, mimpi mereka tidak terganggu setan. Rumah kedua, seperti hati orang kafir. Tidak ada barang berharga di dalamnya, karena kosong dari ketaatan dan ibadah. Bahkan banyak kotoran maksiat, noda kesyirikan, kekufuran, menipu, dst. Setan sama sekali tidak memiliki daya tarik dengannya. Ada orang yang menyampaikan informasi kepada Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa yahudi ketika ibadah sangat khusyu, tidak ada was-was dalam hatinya. Mendengar ini, Ibnu Abbas berkomentar, ูˆู…ุง ูŠุตู†ุน ุงู„ุดูŠุทุงู† ุจุงู„ู‚ู„ุจ ุงู„ุฎุฑุงุจ ุŸ Apa yang akan dilakukan setan dengan hati yang rusak? (Alam Jin dan Syaithan, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, hlm. 135) Yang tersisa tinggal rumah yang ketiga. Itulah hati umumnya muslim, dan diantaranya adalah kita. Terkadang dijaga, terkadang lupa tanpa penjagaan. Bagi orang yang memiliki perhatian akan pentingnya menjaga hati, sudah saatnya menjadikan diri kita rajin untuk melakukan dzikrullah dan banyak mendekat kepada Allah. Demikian, Allahu aโ€™lam. Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Mahram Dan Muhrim, Arti Maudhu, Nujuh Bulanan Dalam Islam, Sejarah Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Puasin Suami, 7 Nama Nabi Khidir Visited 108 times, 1 visit(s) today Post Views: 557 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Khasiat Baca Muโ€™awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) Sebelum Tidur

Ada tiga surah yang bagus dibaca sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bagaimana caranya? Lihatlah dalam kelanjutan bahasan Riyadhus Sholihin berikut ini. ย  Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 249. Dzikir Ketika Menjelang Tidur ย  Hadits #1461 ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃุฎูŽุฐูŽ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูŽู‡ู ู†ูŽููŽุซูŽ ููŠ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจุงู„ู…ูุนูŽูˆูู‘ุฐูŽุงุชู ุŒ ูˆู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุณูŽุฏูŽู‡ู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆู‹ูููŠ ุฑููˆู‹ุงูŠู‹ุฉู ู„ูŽู‡ูู…ูุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅุฐุง ุฃูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู†ูŽููŽุซูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุฑุฃูŽ ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง : (( ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃุญูŽุฏูŒ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ููŽู„ูŽู‚ู ุŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู )) ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆุฌู’ู‡ูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ูู‘ุบูŽุฉู : (( ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุซู )) ู†ูŽูู’ุฎูŒ ู„ูŽุทููŠููŒ ุจูู„ุงูŽ ุฑููŠู’ู‚ู. Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anhaย bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah muโ€™awwidzaatย (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya. (Muttafaqun โ€˜alaih) Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, โ€œQul huwallahu ahad, Qul aโ€™udzu birobbil falaq, Qul aโ€™udzu birobbin naas.โ€ Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. (Muttafaqun โ€˜alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714] Ahliย  bahasa mengatakan bahwa an-naftsuย adalah meniup dengan pelan tanpa disertai air liur/ ludah. ย  Faedah Hadits Banyak wirid berupa dzikir dan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika hendak tidur. Hendaklah kita bisa mencontoh praktik beliau sehingga kita mendapatkan keberkahan. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:324. Hadits ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan ketika hendak tidur. Al-Qurโ€™an dapat menjaga jasad kita dari gangguan setan dengan izin Allah Taโ€™ala. Tangan menyentuh langsung saat ruqyah lebih kuat manfaatnya. ย  Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin โ€˜Abdurrahman Al-โ€˜Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Download Tagsadab tidur cara tidur doa tidur riyadhus sholihin

Khasiat Baca Muโ€™awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) Sebelum Tidur

Ada tiga surah yang bagus dibaca sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bagaimana caranya? Lihatlah dalam kelanjutan bahasan Riyadhus Sholihin berikut ini. ย  Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 249. Dzikir Ketika Menjelang Tidur ย  Hadits #1461 ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃุฎูŽุฐูŽ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูŽู‡ู ู†ูŽููŽุซูŽ ููŠ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจุงู„ู…ูุนูŽูˆูู‘ุฐูŽุงุชู ุŒ ูˆู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุณูŽุฏูŽู‡ู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆู‹ูููŠ ุฑููˆู‹ุงูŠู‹ุฉู ู„ูŽู‡ูู…ูุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅุฐุง ุฃูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู†ูŽููŽุซูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุฑุฃูŽ ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง : (( ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃุญูŽุฏูŒ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ููŽู„ูŽู‚ู ุŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู )) ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆุฌู’ู‡ูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ูู‘ุบูŽุฉู : (( ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุซู )) ู†ูŽูู’ุฎูŒ ู„ูŽุทููŠููŒ ุจูู„ุงูŽ ุฑููŠู’ู‚ู. Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anhaย bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah muโ€™awwidzaatย (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya. (Muttafaqun โ€˜alaih) Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, โ€œQul huwallahu ahad, Qul aโ€™udzu birobbil falaq, Qul aโ€™udzu birobbin naas.โ€ Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. (Muttafaqun โ€˜alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714] Ahliย  bahasa mengatakan bahwa an-naftsuย adalah meniup dengan pelan tanpa disertai air liur/ ludah. ย  Faedah Hadits Banyak wirid berupa dzikir dan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika hendak tidur. Hendaklah kita bisa mencontoh praktik beliau sehingga kita mendapatkan keberkahan. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:324. Hadits ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan ketika hendak tidur. Al-Qurโ€™an dapat menjaga jasad kita dari gangguan setan dengan izin Allah Taโ€™ala. Tangan menyentuh langsung saat ruqyah lebih kuat manfaatnya. ย  Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin โ€˜Abdurrahman Al-โ€˜Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Download Tagsadab tidur cara tidur doa tidur riyadhus sholihin
Ada tiga surah yang bagus dibaca sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bagaimana caranya? Lihatlah dalam kelanjutan bahasan Riyadhus Sholihin berikut ini. ย  Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 249. Dzikir Ketika Menjelang Tidur ย  Hadits #1461 ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃุฎูŽุฐูŽ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูŽู‡ู ู†ูŽููŽุซูŽ ููŠ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจุงู„ู…ูุนูŽูˆูู‘ุฐูŽุงุชู ุŒ ูˆู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุณูŽุฏูŽู‡ู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆู‹ูููŠ ุฑููˆู‹ุงูŠู‹ุฉู ู„ูŽู‡ูู…ูุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅุฐุง ุฃูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู†ูŽููŽุซูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุฑุฃูŽ ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง : (( ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃุญูŽุฏูŒ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ููŽู„ูŽู‚ู ุŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู )) ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆุฌู’ู‡ูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ูู‘ุบูŽุฉู : (( ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุซู )) ู†ูŽูู’ุฎูŒ ู„ูŽุทููŠููŒ ุจูู„ุงูŽ ุฑููŠู’ู‚ู. Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anhaย bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah muโ€™awwidzaatย (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya. (Muttafaqun โ€˜alaih) Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, โ€œQul huwallahu ahad, Qul aโ€™udzu birobbil falaq, Qul aโ€™udzu birobbin naas.โ€ Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. (Muttafaqun โ€˜alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714] Ahliย  bahasa mengatakan bahwa an-naftsuย adalah meniup dengan pelan tanpa disertai air liur/ ludah. ย  Faedah Hadits Banyak wirid berupa dzikir dan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika hendak tidur. Hendaklah kita bisa mencontoh praktik beliau sehingga kita mendapatkan keberkahan. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:324. Hadits ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan ketika hendak tidur. Al-Qurโ€™an dapat menjaga jasad kita dari gangguan setan dengan izin Allah Taโ€™ala. Tangan menyentuh langsung saat ruqyah lebih kuat manfaatnya. ย  Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin โ€˜Abdurrahman Al-โ€˜Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Download Tagsadab tidur cara tidur doa tidur riyadhus sholihin


Ada tiga surah yang bagus dibaca sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Bagaimana caranya? Lihatlah dalam kelanjutan bahasan Riyadhus Sholihin berikut ini. ย  Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Adzkar, Bab 249. Dzikir Ketika Menjelang Tidur ย  Hadits #1461 ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ุŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃุฎูŽุฐูŽ ู…ูŽุถู’ุฌูŽุนูŽู‡ู ู†ูŽููŽุซูŽ ููŠ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจุงู„ู…ูุนูŽูˆูู‘ุฐูŽุงุชู ุŒ ูˆู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽุณูŽุฏูŽู‡ู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆู‹ูููŠ ุฑููˆู‹ุงูŠู‹ุฉู ู„ูŽู‡ูู…ูุง : ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅุฐุง ุฃูŽูˆูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ูƒูู„ูŽู‘ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ูƒูŽููŽู‘ูŠู’ู‡ู ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู†ูŽููŽุซูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุฑุฃูŽ ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง : (( ู‚ูู„ู’ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃุญูŽุฏูŒ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ููŽู„ูŽู‚ู ุŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฃุนููˆุฐู ุจูุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู )) ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ูˆูŽูˆุฌู’ู‡ูู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุณูŽุฏูู‡ู ุŒ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุชู . ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู„ูู‘ุบูŽุฉู : (( ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุซู )) ู†ูŽูู’ุฎูŒ ู„ูŽุทููŠููŒ ุจูู„ุงูŽ ุฑููŠู’ู‚ู. Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anhaย bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah muโ€™awwidzaatย (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya. (Muttafaqun โ€˜alaih) Dalam riwayat lain oleh Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย apabila menghampiri tempat tidurnya, beliau menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu membacakan pada keduanya, โ€œQul huwallahu ahad, Qul aโ€™udzu birobbil falaq, Qul aโ€™udzu birobbin naas.โ€ Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuhnya yang dapat ia jangkau. Beliau mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan itu tiga kali. (Muttafaqun โ€˜alaih) [HR. Bukhari, no. 6320 dan Muslim, no. 2714] Ahliย  bahasa mengatakan bahwa an-naftsuย adalah meniup dengan pelan tanpa disertai air liur/ ludah. ย  Faedah Hadits Banyak wirid berupa dzikir dan doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika hendak tidur. Hendaklah kita bisa mencontoh praktik beliau sehingga kita mendapatkan keberkahan. Lihat Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 17:324. Hadits ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan ketika hendak tidur. Al-Qurโ€™an dapat menjaga jasad kita dari gangguan setan dengan izin Allah Taโ€™ala. Tangan menyentuh langsung saat ruqyah lebih kuat manfaatnya. ย  Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin โ€˜Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin โ€˜Abdurrahman Al-โ€˜Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isbiliyya. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Download Tagsadab tidur cara tidur doa tidur riyadhus sholihin

Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #05

Download ย  Masih membahas qadhaโ€™ shalat yang luput. Sebagaimana disyaratkan untuk qadhaโ€™ shalat ini dilakukan berurutan dan bersegera. Mari kita lihat kelanjutan dari bahasan Manhajus Salikin berikut ini. ย  # Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di Kitab Shalat ย  Kata Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullahย dalam Manhajus Salikin, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุงุชูŽุชู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุคูู‡ูŽุง ููŽูˆู’ุฑู‹ุง ู…ูุฑูŽุชูู‘ุจู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฎูŽุงููŽ ููŽูˆู’ุชูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุญูŽุงุถูุฑูŽุฉู ย โ€œSiapa yang luput dari shalat, wajib baginya untuk mengqadhaโ€™nya segera secara berurutan. Jika ia lupa, tidak tahu, atau khawatir luput dari shalat hadhirah (yang saat ini ada), maka gugurlahย tartibย (berurutan) antara shalat yang luput tadi dan shalat yang hadhirahย (yang saat ini ada).โ€ ย  Qadhaโ€™ Shalat karena Mabuk ย  Yang jelas, orang mabuk tidak boleh melaksanakan shalat. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุณููƒูŽุงุฑูŽู‰ูฐ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ูฐ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.โ€ย (QS. An-Nisaaโ€™: 43) Yang pemabuk lakukan adalah dosa besar. Kalau sampai keluar waktu, maka ia diperintahkan mengqadhaโ€™ shalat. Ada ijmak (kesepakatan ulama) dalam hal ini seperti dikatakan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm, Ibnu Qudamah, dan Ibnu Nujaim. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. ย  Qadhaโ€™ Shalat Orang yang Dibius ย  Siapa yang hilang kesadaran karena bius atau obat-obatan, maka ia diwajibkan qadhaโ€™ shalat walaupun panjang waktunya. Inilah pendapat ulama seperti ulama Hanafiyah, ulama Hambali, dan dipilih oleh Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin, serta fatwa dari ulama Al-Lajnah Ad-Daimah. Sedangkan Imam Syafiโ€™i dan Imam Malik berpendapat tidak ada qadhaโ€™. Wallahu aโ€™lamย pendapat terakhir ini lebih tepat sebagaimana penjelasan qadhaโ€™ shalat bagi orang yang pingsan yang diterangkan dalam Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03. ย  Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03 ย  Mengingat Shalat yang Luput di Waktu Shalat Lainnya ย  Siapa saja luput shalat lantas ia mengingatnya di waktu shalat lainnya, maka ia mengerjakan shalat yang luput terlebih dahulu, barulah shalat yang ia dapati waktunya. Secara umum seperti itu. Ada nukilan ijmak akan hal ini dari Imam Nawawiย rahimahullah. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. Walaupun dalam segi urutan mengerjakan shalat yang luput (al-faaitah) dan shalat yang didapati waktunya (al-haadirah) ada perbedaan pendapat di antara para ulama akan wajib dan sunnahnya. ย  Lupa Beberapa Shalat Namun Tidak Jelas Shalatnya ย  Siapa yang lupa satu, dua, tiga, empat dari shalat lima waktu yang ada, namun ia tidak bisa menentukan shalat apakah itu, maka ia harus mengerjakan shalat lima waktu. Demikian atas dasar kesepakatan empat ulama madzhab. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. ย  Penghalang Hilang Sebelum Habis Waktu Shalat ย  Siapa saja yang suci dari haidh, sadar dari gilanya, siuman setelah pingsan, atau masuk Islam dari sebelumnya kafir lalu ia mendapati waktu shalat sekadar satu rakaat, maka tetap ia mengerjakan shalat. Ada ijmak dalam hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan Imam Asy-Syaukani. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ โ€œSiapa yang mendapatkan satu rakaat, maka ia telah mendapatkan shalat.โ€ (HR. Bukhari, no. 580 dan Muslim, no. 607) ย  Tidak Berurutan dalam Mengerjakan Qadhaโ€™ ย  Syarat tartib (berurutan) dalam qadhaโ€™ shalat dapat gugur karena tiga alasan: Pertama: Lupa Kedua: Karena tidak tahu Dalil dari dua hal ini adalah firman Allah Taโ€™ala, ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง โ€œYa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.โ€ (QS. Al-Baqarah: 186). Dalam hadits qudsi, Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชู โ€œAku telah penuhi.โ€ย (HR. Muslim, no. 126, dari Ibnu โ€˜Abbas) Ketiga: Khawatir luput dari shalat atau waktu shalat semakin sempit. Seperti orang yang tertidur dari shalat Isya dan barulah bangun ketika matahari akan terbit, saat itu masih bisa mendapati waktu untuk berwudhu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Maka ketika itu didahulukan mengerjakan shalat hadhirahย (shalat yang saat itu ada) yaitu shalat Shubuh, barulah setelah itu ia mengqadhaโ€™ shalat Isya yang belum dikerjakan. ย  Qadhaโ€™ Shalat Sunnah ย  Ulama Hanafiyah, Malikiyah yang masyhur, dan ulama Hambali memilih shalat sunnah yang sudah selesai waktunya tidak perlu qadhaโ€™ kecuali shalat sunnah Fajar. Lihat Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah, 34:37. Dalilnya adalah dari Qois (kakeknya Saโ€™ad), ia berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallampernah melihatku sedang shalat sunnah Fajar setelah shalat Shubuh. Beliau berkata, โ€œDua rakaat apa yang kamu lakukan, wahai Qois?โ€ Aku berkata, โ€œWahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shalat sunnah Fajar. Inilah dua rakaat shalat sunnah tersebut. Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย lantas mendiamkannya.โ€ (HR. Al-Hakim. Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Sedangkan ulama lain mengatakan bahwa hadits ini memiliki โ€˜illah yaitu munqothiโ€™ seperti kata Tirmidzi). ย  Masih Dibolehkan Mengerjakan Qadhaโ€™ Shalat pada Waktu Terlarang Shalat ย  Inilah yang jadi pendapat ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah, dan Hambali. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ููŽูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง โ€œSiapa yang lupa shalat atau tertidur darinya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah ia mengerjakan shalat ketika ia ingat.โ€ย (HR. Muslim, no. 684, dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu). Selesai sudah pembahasan qadhaโ€™ shalat. Walhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. ย  Referensi: Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Agama Kuwait. Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin. Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Abu โ€˜Abdirrahman Ahmad bin โ€˜Abdurrahman Az-Zauman. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Syarh Manhaj Asโ€“Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin โ€˜Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsmanhajus salikin qadha shalat

Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #05

Download ย  Masih membahas qadhaโ€™ shalat yang luput. Sebagaimana disyaratkan untuk qadhaโ€™ shalat ini dilakukan berurutan dan bersegera. Mari kita lihat kelanjutan dari bahasan Manhajus Salikin berikut ini. ย  # Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di Kitab Shalat ย  Kata Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullahย dalam Manhajus Salikin, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุงุชูŽุชู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุคูู‡ูŽุง ููŽูˆู’ุฑู‹ุง ู…ูุฑูŽุชูู‘ุจู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฎูŽุงููŽ ููŽูˆู’ุชูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุญูŽุงุถูุฑูŽุฉู ย โ€œSiapa yang luput dari shalat, wajib baginya untuk mengqadhaโ€™nya segera secara berurutan. Jika ia lupa, tidak tahu, atau khawatir luput dari shalat hadhirah (yang saat ini ada), maka gugurlahย tartibย (berurutan) antara shalat yang luput tadi dan shalat yang hadhirahย (yang saat ini ada).โ€ ย  Qadhaโ€™ Shalat karena Mabuk ย  Yang jelas, orang mabuk tidak boleh melaksanakan shalat. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุณููƒูŽุงุฑูŽู‰ูฐ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ูฐ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.โ€ย (QS. An-Nisaaโ€™: 43) Yang pemabuk lakukan adalah dosa besar. Kalau sampai keluar waktu, maka ia diperintahkan mengqadhaโ€™ shalat. Ada ijmak (kesepakatan ulama) dalam hal ini seperti dikatakan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm, Ibnu Qudamah, dan Ibnu Nujaim. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. ย  Qadhaโ€™ Shalat Orang yang Dibius ย  Siapa yang hilang kesadaran karena bius atau obat-obatan, maka ia diwajibkan qadhaโ€™ shalat walaupun panjang waktunya. Inilah pendapat ulama seperti ulama Hanafiyah, ulama Hambali, dan dipilih oleh Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin, serta fatwa dari ulama Al-Lajnah Ad-Daimah. Sedangkan Imam Syafiโ€™i dan Imam Malik berpendapat tidak ada qadhaโ€™. Wallahu aโ€™lamย pendapat terakhir ini lebih tepat sebagaimana penjelasan qadhaโ€™ shalat bagi orang yang pingsan yang diterangkan dalam Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03. ย  Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03 ย  Mengingat Shalat yang Luput di Waktu Shalat Lainnya ย  Siapa saja luput shalat lantas ia mengingatnya di waktu shalat lainnya, maka ia mengerjakan shalat yang luput terlebih dahulu, barulah shalat yang ia dapati waktunya. Secara umum seperti itu. Ada nukilan ijmak akan hal ini dari Imam Nawawiย rahimahullah. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. Walaupun dalam segi urutan mengerjakan shalat yang luput (al-faaitah) dan shalat yang didapati waktunya (al-haadirah) ada perbedaan pendapat di antara para ulama akan wajib dan sunnahnya. ย  Lupa Beberapa Shalat Namun Tidak Jelas Shalatnya ย  Siapa yang lupa satu, dua, tiga, empat dari shalat lima waktu yang ada, namun ia tidak bisa menentukan shalat apakah itu, maka ia harus mengerjakan shalat lima waktu. Demikian atas dasar kesepakatan empat ulama madzhab. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. ย  Penghalang Hilang Sebelum Habis Waktu Shalat ย  Siapa saja yang suci dari haidh, sadar dari gilanya, siuman setelah pingsan, atau masuk Islam dari sebelumnya kafir lalu ia mendapati waktu shalat sekadar satu rakaat, maka tetap ia mengerjakan shalat. Ada ijmak dalam hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan Imam Asy-Syaukani. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ โ€œSiapa yang mendapatkan satu rakaat, maka ia telah mendapatkan shalat.โ€ (HR. Bukhari, no. 580 dan Muslim, no. 607) ย  Tidak Berurutan dalam Mengerjakan Qadhaโ€™ ย  Syarat tartib (berurutan) dalam qadhaโ€™ shalat dapat gugur karena tiga alasan: Pertama: Lupa Kedua: Karena tidak tahu Dalil dari dua hal ini adalah firman Allah Taโ€™ala, ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง โ€œYa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.โ€ (QS. Al-Baqarah: 186). Dalam hadits qudsi, Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชู โ€œAku telah penuhi.โ€ย (HR. Muslim, no. 126, dari Ibnu โ€˜Abbas) Ketiga: Khawatir luput dari shalat atau waktu shalat semakin sempit. Seperti orang yang tertidur dari shalat Isya dan barulah bangun ketika matahari akan terbit, saat itu masih bisa mendapati waktu untuk berwudhu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Maka ketika itu didahulukan mengerjakan shalat hadhirahย (shalat yang saat itu ada) yaitu shalat Shubuh, barulah setelah itu ia mengqadhaโ€™ shalat Isya yang belum dikerjakan. ย  Qadhaโ€™ Shalat Sunnah ย  Ulama Hanafiyah, Malikiyah yang masyhur, dan ulama Hambali memilih shalat sunnah yang sudah selesai waktunya tidak perlu qadhaโ€™ kecuali shalat sunnah Fajar. Lihat Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah, 34:37. Dalilnya adalah dari Qois (kakeknya Saโ€™ad), ia berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallampernah melihatku sedang shalat sunnah Fajar setelah shalat Shubuh. Beliau berkata, โ€œDua rakaat apa yang kamu lakukan, wahai Qois?โ€ Aku berkata, โ€œWahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shalat sunnah Fajar. Inilah dua rakaat shalat sunnah tersebut. Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย lantas mendiamkannya.โ€ (HR. Al-Hakim. Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Sedangkan ulama lain mengatakan bahwa hadits ini memiliki โ€˜illah yaitu munqothiโ€™ seperti kata Tirmidzi). ย  Masih Dibolehkan Mengerjakan Qadhaโ€™ Shalat pada Waktu Terlarang Shalat ย  Inilah yang jadi pendapat ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah, dan Hambali. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ููŽูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง โ€œSiapa yang lupa shalat atau tertidur darinya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah ia mengerjakan shalat ketika ia ingat.โ€ย (HR. Muslim, no. 684, dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu). Selesai sudah pembahasan qadhaโ€™ shalat. Walhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. ย  Referensi: Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Agama Kuwait. Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin. Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Abu โ€˜Abdirrahman Ahmad bin โ€˜Abdurrahman Az-Zauman. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Syarh Manhaj Asโ€“Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin โ€˜Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsmanhajus salikin qadha shalat
Download ย  Masih membahas qadhaโ€™ shalat yang luput. Sebagaimana disyaratkan untuk qadhaโ€™ shalat ini dilakukan berurutan dan bersegera. Mari kita lihat kelanjutan dari bahasan Manhajus Salikin berikut ini. ย  # Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di Kitab Shalat ย  Kata Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullahย dalam Manhajus Salikin, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุงุชูŽุชู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุคูู‡ูŽุง ููŽูˆู’ุฑู‹ุง ู…ูุฑูŽุชูู‘ุจู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฎูŽุงููŽ ููŽูˆู’ุชูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุญูŽุงุถูุฑูŽุฉู ย โ€œSiapa yang luput dari shalat, wajib baginya untuk mengqadhaโ€™nya segera secara berurutan. Jika ia lupa, tidak tahu, atau khawatir luput dari shalat hadhirah (yang saat ini ada), maka gugurlahย tartibย (berurutan) antara shalat yang luput tadi dan shalat yang hadhirahย (yang saat ini ada).โ€ ย  Qadhaโ€™ Shalat karena Mabuk ย  Yang jelas, orang mabuk tidak boleh melaksanakan shalat. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุณููƒูŽุงุฑูŽู‰ูฐ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ูฐ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.โ€ย (QS. An-Nisaaโ€™: 43) Yang pemabuk lakukan adalah dosa besar. Kalau sampai keluar waktu, maka ia diperintahkan mengqadhaโ€™ shalat. Ada ijmak (kesepakatan ulama) dalam hal ini seperti dikatakan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm, Ibnu Qudamah, dan Ibnu Nujaim. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. ย  Qadhaโ€™ Shalat Orang yang Dibius ย  Siapa yang hilang kesadaran karena bius atau obat-obatan, maka ia diwajibkan qadhaโ€™ shalat walaupun panjang waktunya. Inilah pendapat ulama seperti ulama Hanafiyah, ulama Hambali, dan dipilih oleh Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin, serta fatwa dari ulama Al-Lajnah Ad-Daimah. Sedangkan Imam Syafiโ€™i dan Imam Malik berpendapat tidak ada qadhaโ€™. Wallahu aโ€™lamย pendapat terakhir ini lebih tepat sebagaimana penjelasan qadhaโ€™ shalat bagi orang yang pingsan yang diterangkan dalam Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03. ย  Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03 ย  Mengingat Shalat yang Luput di Waktu Shalat Lainnya ย  Siapa saja luput shalat lantas ia mengingatnya di waktu shalat lainnya, maka ia mengerjakan shalat yang luput terlebih dahulu, barulah shalat yang ia dapati waktunya. Secara umum seperti itu. Ada nukilan ijmak akan hal ini dari Imam Nawawiย rahimahullah. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. Walaupun dalam segi urutan mengerjakan shalat yang luput (al-faaitah) dan shalat yang didapati waktunya (al-haadirah) ada perbedaan pendapat di antara para ulama akan wajib dan sunnahnya. ย  Lupa Beberapa Shalat Namun Tidak Jelas Shalatnya ย  Siapa yang lupa satu, dua, tiga, empat dari shalat lima waktu yang ada, namun ia tidak bisa menentukan shalat apakah itu, maka ia harus mengerjakan shalat lima waktu. Demikian atas dasar kesepakatan empat ulama madzhab. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. ย  Penghalang Hilang Sebelum Habis Waktu Shalat ย  Siapa saja yang suci dari haidh, sadar dari gilanya, siuman setelah pingsan, atau masuk Islam dari sebelumnya kafir lalu ia mendapati waktu shalat sekadar satu rakaat, maka tetap ia mengerjakan shalat. Ada ijmak dalam hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan Imam Asy-Syaukani. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ โ€œSiapa yang mendapatkan satu rakaat, maka ia telah mendapatkan shalat.โ€ (HR. Bukhari, no. 580 dan Muslim, no. 607) ย  Tidak Berurutan dalam Mengerjakan Qadhaโ€™ ย  Syarat tartib (berurutan) dalam qadhaโ€™ shalat dapat gugur karena tiga alasan: Pertama: Lupa Kedua: Karena tidak tahu Dalil dari dua hal ini adalah firman Allah Taโ€™ala, ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง โ€œYa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.โ€ (QS. Al-Baqarah: 186). Dalam hadits qudsi, Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชู โ€œAku telah penuhi.โ€ย (HR. Muslim, no. 126, dari Ibnu โ€˜Abbas) Ketiga: Khawatir luput dari shalat atau waktu shalat semakin sempit. Seperti orang yang tertidur dari shalat Isya dan barulah bangun ketika matahari akan terbit, saat itu masih bisa mendapati waktu untuk berwudhu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Maka ketika itu didahulukan mengerjakan shalat hadhirahย (shalat yang saat itu ada) yaitu shalat Shubuh, barulah setelah itu ia mengqadhaโ€™ shalat Isya yang belum dikerjakan. ย  Qadhaโ€™ Shalat Sunnah ย  Ulama Hanafiyah, Malikiyah yang masyhur, dan ulama Hambali memilih shalat sunnah yang sudah selesai waktunya tidak perlu qadhaโ€™ kecuali shalat sunnah Fajar. Lihat Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah, 34:37. Dalilnya adalah dari Qois (kakeknya Saโ€™ad), ia berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallampernah melihatku sedang shalat sunnah Fajar setelah shalat Shubuh. Beliau berkata, โ€œDua rakaat apa yang kamu lakukan, wahai Qois?โ€ Aku berkata, โ€œWahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shalat sunnah Fajar. Inilah dua rakaat shalat sunnah tersebut. Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย lantas mendiamkannya.โ€ (HR. Al-Hakim. Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Sedangkan ulama lain mengatakan bahwa hadits ini memiliki โ€˜illah yaitu munqothiโ€™ seperti kata Tirmidzi). ย  Masih Dibolehkan Mengerjakan Qadhaโ€™ Shalat pada Waktu Terlarang Shalat ย  Inilah yang jadi pendapat ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah, dan Hambali. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ููŽูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง โ€œSiapa yang lupa shalat atau tertidur darinya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah ia mengerjakan shalat ketika ia ingat.โ€ย (HR. Muslim, no. 684, dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu). Selesai sudah pembahasan qadhaโ€™ shalat. Walhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. ย  Referensi: Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Agama Kuwait. Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin. Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Abu โ€˜Abdirrahman Ahmad bin โ€˜Abdurrahman Az-Zauman. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Syarh Manhaj Asโ€“Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin โ€˜Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsmanhajus salikin qadha shalat


Download ย  Masih membahas qadhaโ€™ shalat yang luput. Sebagaimana disyaratkan untuk qadhaโ€™ shalat ini dilakukan berurutan dan bersegera. Mari kita lihat kelanjutan dari bahasan Manhajus Salikin berikut ini. ย  # Fikih Manhajus Salikin karya Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di Kitab Shalat ย  Kata Syaikh โ€˜Abdurrahman bin Nashir As-Saโ€™di rahimahullahย dalam Manhajus Salikin, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุงุชูŽุชู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุคูู‡ูŽุง ููŽูˆู’ุฑู‹ุง ู…ูุฑูŽุชูู‘ุจู‹ุง ููŽุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฎูŽุงููŽ ููŽูˆู’ุชูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุณูŽู‚ูŽุทูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุญูŽุงุถูุฑูŽุฉู ย โ€œSiapa yang luput dari shalat, wajib baginya untuk mengqadhaโ€™nya segera secara berurutan. Jika ia lupa, tidak tahu, atau khawatir luput dari shalat hadhirah (yang saat ini ada), maka gugurlahย tartibย (berurutan) antara shalat yang luput tadi dan shalat yang hadhirahย (yang saat ini ada).โ€ ย  Qadhaโ€™ Shalat karena Mabuk ย  Yang jelas, orang mabuk tidak boleh melaksanakan shalat. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุณููƒูŽุงุฑูŽู‰ูฐ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ูฐ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.โ€ย (QS. An-Nisaaโ€™: 43) Yang pemabuk lakukan adalah dosa besar. Kalau sampai keluar waktu, maka ia diperintahkan mengqadhaโ€™ shalat. Ada ijmak (kesepakatan ulama) dalam hal ini seperti dikatakan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm, Ibnu Qudamah, dan Ibnu Nujaim. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. ย  Qadhaโ€™ Shalat Orang yang Dibius ย  Siapa yang hilang kesadaran karena bius atau obat-obatan, maka ia diwajibkan qadhaโ€™ shalat walaupun panjang waktunya. Inilah pendapat ulama seperti ulama Hanafiyah, ulama Hambali, dan dipilih oleh Syaikh Ibnu โ€˜Utsaimin, serta fatwa dari ulama Al-Lajnah Ad-Daimah. Sedangkan Imam Syafiโ€™i dan Imam Malik berpendapat tidak ada qadhaโ€™. Wallahu aโ€™lamย pendapat terakhir ini lebih tepat sebagaimana penjelasan qadhaโ€™ shalat bagi orang yang pingsan yang diterangkan dalam Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03. ย  Manhajus Salikin: Qadhaโ€™ Shalat yang Luput #03 ย  Mengingat Shalat yang Luput di Waktu Shalat Lainnya ย  Siapa saja luput shalat lantas ia mengingatnya di waktu shalat lainnya, maka ia mengerjakan shalat yang luput terlebih dahulu, barulah shalat yang ia dapati waktunya. Secara umum seperti itu. Ada nukilan ijmak akan hal ini dari Imam Nawawiย rahimahullah. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 189. Walaupun dalam segi urutan mengerjakan shalat yang luput (al-faaitah) dan shalat yang didapati waktunya (al-haadirah) ada perbedaan pendapat di antara para ulama akan wajib dan sunnahnya. ย  Lupa Beberapa Shalat Namun Tidak Jelas Shalatnya ย  Siapa yang lupa satu, dua, tiga, empat dari shalat lima waktu yang ada, namun ia tidak bisa menentukan shalat apakah itu, maka ia harus mengerjakan shalat lima waktu. Demikian atas dasar kesepakatan empat ulama madzhab. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. ย  Penghalang Hilang Sebelum Habis Waktu Shalat ย  Siapa saja yang suci dari haidh, sadar dari gilanya, siuman setelah pingsan, atau masuk Islam dari sebelumnya kafir lalu ia mendapati waktu shalat sekadar satu rakaat, maka tetap ia mengerjakan shalat. Ada ijmak dalam hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dan Imam Asy-Syaukani. Lihat Mulakhash Fiqh Al-โ€˜Ibadat, hlm. 190. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ โ€œSiapa yang mendapatkan satu rakaat, maka ia telah mendapatkan shalat.โ€ (HR. Bukhari, no. 580 dan Muslim, no. 607) ย  Tidak Berurutan dalam Mengerjakan Qadhaโ€™ ย  Syarat tartib (berurutan) dalam qadhaโ€™ shalat dapat gugur karena tiga alasan: Pertama: Lupa Kedua: Karena tidak tahu Dalil dari dua hal ini adalah firman Allah Taโ€™ala, ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง โ€œYa Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.โ€ (QS. Al-Baqarah: 186). Dalam hadits qudsi, Allah Taโ€™alaย berfirman, ู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชู โ€œAku telah penuhi.โ€ย (HR. Muslim, no. 126, dari Ibnu โ€˜Abbas) Ketiga: Khawatir luput dari shalat atau waktu shalat semakin sempit. Seperti orang yang tertidur dari shalat Isya dan barulah bangun ketika matahari akan terbit, saat itu masih bisa mendapati waktu untuk berwudhu dan mengerjakan shalat dua rakaat. Maka ketika itu didahulukan mengerjakan shalat hadhirahย (shalat yang saat itu ada) yaitu shalat Shubuh, barulah setelah itu ia mengqadhaโ€™ shalat Isya yang belum dikerjakan. ย  Qadhaโ€™ Shalat Sunnah ย  Ulama Hanafiyah, Malikiyah yang masyhur, dan ulama Hambali memilih shalat sunnah yang sudah selesai waktunya tidak perlu qadhaโ€™ kecuali shalat sunnah Fajar. Lihat Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah, 34:37. Dalilnya adalah dari Qois (kakeknya Saโ€™ad), ia berkata, โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallampernah melihatku sedang shalat sunnah Fajar setelah shalat Shubuh. Beliau berkata, โ€œDua rakaat apa yang kamu lakukan, wahai Qois?โ€ Aku berkata, โ€œWahai Rasulullah, aku belum melaksanakan shalat sunnah Fajar. Inilah dua rakaat shalat sunnah tersebut. Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย lantas mendiamkannya.โ€ (HR. Al-Hakim. Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Sedangkan ulama lain mengatakan bahwa hadits ini memiliki โ€˜illah yaitu munqothiโ€™ seperti kata Tirmidzi). ย  Masih Dibolehkan Mengerjakan Qadhaโ€™ Shalat pada Waktu Terlarang Shalat ย  Inilah yang jadi pendapat ulama Malikiyah, Syafiโ€™iyah, dan Hambali. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูู‰ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ููŽูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง โ€œSiapa yang lupa shalat atau tertidur darinya, maka kafarahnya (tebusannya) adalah ia mengerjakan shalat ketika ia ingat.โ€ย (HR. Muslim, no. 684, dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu). Selesai sudah pembahasan qadhaโ€™ shalat. Walhamdulillahilladzi bi niโ€™matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. ย  Referensi: Al-Mawsuโ€™ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Agama Kuwait. Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin. Cetakan pertama, Tahun 1434 H. Abu โ€˜Abdirrahman Ahmad bin โ€˜Abdurrahman Az-Zauman. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Syarh Manhaj Asโ€“Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin โ€˜Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin,ย 14 Rabiโ€™ul Awwal 1440 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsmanhajus salikin qadha shalat

Hukum Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah

Bolehkah Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah? Bolehkah makelar menaikkan harga barang tanpa memberi tahu pemilik barang? Sehingga makelar dapat fee dan dapat dr marginโ€ฆ Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Makelaran dalam islam diperbolehkan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas dan beberapa ulama tabiโ€™in. Dalam shahih Bukhari terdapat judul bab, ุจูŽุงุจู ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุณูŽุฑูŽุฉู Bab tentang upah makelaran. Di bawah bab ini, Imam Bukhari menyatakan, ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุทูŽุงุกูŒุŒ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุณูŽู†ู ุจูุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูู…ู’ุณูŽุงุฑู ุจูŽุฃู’ุณู‹ุง Menurut Ibnu Sirin, Athaโ€™, Ibrahim, dan Hasan al-Bashri bahwa upah makelar dibolehkan. Kemudian Imam Bukhari membawakan beberapa riwayat dari sahabat dan Tabโ€™in. Riwayat pertama, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู: โ€ ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ: ุจูุนู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œTidak masalah pemilik barang mengatakan, โ€˜Jualkan kain ini, jika laku lebih dari sekian, maka kelebihannya milik kamu.โ€ Riwayat kedua, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽ: โ€ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูุนู’ู‡ู ุจููƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูุจู’ุญู ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูŽุŒ ููŽู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู Ibnu Sirin mengatakan, โ€œJika penjual mengatakan, โ€˜Jualkan barang ini seharga sekian, jika nanti ada untung, itu punya kamu.โ€™ Atau โ€˜Jika nanti ada untung, kita bagi.โ€™ Seperti ini dibolehkan.โ€ (Shahih Bukhari, 3/92). Berdasarkan riwayat di atas, bisa kita simpulkan bahwa makelaran ada 2 cara: [1] Makelar diizinkan untuk menaikkan harga barang, sehingga upah makelar dari margin. Misalnya, Si A pemilik mobil meminta si B untuk menjadi makelar menjualkan mobilnya dan si B diizinkan. Si A mengatakan kepada si B, โ€˜Pokoknya saya terima bersih 100jt. Kamu kalau mau ambil untung, silahkan dinaikkan sendiri.โ€™ Dengan skema ini, makelar berhak menaikkan harga barang sesuai yang dia inginkan. Cara semacam ini sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma. Ibnu Qudamah mengatakan, ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ุจุน ู‡ุฐุง ุงู„ุซูˆุจ ุจุนุดุฑุฉ ูู…ุง ุฒุงุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูู‡ูˆ ู„ูƒ: ุตุญุŒ ูˆุงุณุชุญู‚ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉุŒ ู„ุฃู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูƒุงู† ู„ุง ูŠุฑู‰ ุจุฐู„ูƒ ุจุฃุณุงู‹ุŒ ูˆู„ุฃู†ู‡ ูŠุชุตุฑู ููŠ ู…ุงู„ู‡ ุจุฅุฐู†ู‡ุŒ ูุตุญ ุดุฑุท ุงู„ุฑุจุญ ู„ู‡ ููŠ ูƒุงู„ู…ุถุงุฑุจ ูˆุงู„ุนุงู…ู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุงู‚ุงุฉ Ketika pemilik barang mengatakan, jualkan kain ini dari saya 10 dirham, jika laku lebih, itu milik kamu, maka akadnya sah, dan makelar berhak mendapatkan tambahan itu. Karena menurut Ibnu Abbas itu dibolehkan, dan makelar melakukan transaksi terhadap barang orang ini, atas izinnya. Sehingga sah adanya kesepakatan pembagian keuntungan menjadi miliknya, seperti mudharib dan amil dalam akad musaqah. (al-Mughni, 5/108). [2] Makelar diminta untuk menjual senilai harga tertentu, dan dia mendapatkan fee sesuai yang disepakati. Ketika pemilik sudah menetapkan harga, maka makelar tidak berhak untuk menaikkannya tanpa seizin pemilik. Karena makelar dalam hal ini adalah wakil dari pemilik, sehingga dia harus bekerja sesuai instruksi. Jika dia menaikkan harga tanpa seizin pemilik, berarti dia menyalahi amanah dan itu dilarang. Dalam fatwa Syabakah Islamiyah ada pertanyaan, Saya menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli. Saya sepakat dengan penjual harga sekian dengan pembeli harga sekian. Misal dari penjual 100 dan saya jual ke pembeli 150.. saya terima uang dari pembeli, kemudian saya serahkan ke penjual. Jawaban Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah, ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ูุนู„ ุฐู„ูƒุŒ ู…ุง ู„ู… ุชุฎุจุฑ ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุจุงู„ุซู…ู† ุงู„ุญู‚ูŠู‚ูŠุŒ ูˆุฃู† ุงู„ุฒุงุฆุฏ ุนู…ูˆู„ุฉ ู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณู…ุณุฑุชูƒุŒ ุฃูˆ ุชุชูู‚ ู…ุน ุงู„ุจุงุฆุน ุนู„ู‰ ุฃู†ูƒ ุณุชุจูŠุน ู„ู‡ ุจุถุงุนุชู‡ ุจุณุนุฑ ูƒุฐุงุŒ ูˆู…ุง ุฒุงุฏ ูู‡ูˆ ู„ูƒ. ูˆุฃู…ุง ุฃู† ุชูˆู‡ู… ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุฃู† ุงู„ุณุนุฑ ู‡ูˆ ู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูˆู† ู…ุซู„ุงุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ู‡ ู…ุงุฆุฉุŒ ุฃูˆ ุชุฎุจุฑ ุงู„ุจุงุฆุน ุฃู†ูƒ ุจุนุช ุจุถุงุนุชู‡ ุจู…ุงุฆุฉ ูู‚ุทุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ูƒ ุจุนุชู‡ุง ุจู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูŠู†ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฐู„ูƒุ› Tidak boleh anda melakukan seperti itu, selama anda tidak menyebutkan kepada pembeli harga yang sebenarnya, dan nanti tambahan margin menjadi hasil dari makelaran anda. Atau anda bersepakat dengan penjual bahwa nanti akan akan menjual barang itu dengan harga sekian, sehingga selisihnya menjadi milik anda. Namun jika pembeli menyangka bahwa harga dasarnya memang 150 padahal aslinya 100, atau anda memberi tahu pemilik bahwa anda menjualnya seharga 100 padahal aslinya 150, maka semacam ini tidak boleh. Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=194601 Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Hukum Puasa Tanpa Mandi Wajib, Pertanyaan Tentang Ijarah, Dalil Tentang Malaikat Malik, Gambar Tulisan Ayat Kursi, Arti Haul Dalam Zakat, Cara Ngloco Visited 1,082 times, 7 visit(s) today Post Views: 552 QRIS donasi Yufid

Hukum Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah

Bolehkah Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah? Bolehkah makelar menaikkan harga barang tanpa memberi tahu pemilik barang? Sehingga makelar dapat fee dan dapat dr marginโ€ฆ Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Makelaran dalam islam diperbolehkan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas dan beberapa ulama tabiโ€™in. Dalam shahih Bukhari terdapat judul bab, ุจูŽุงุจู ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุณูŽุฑูŽุฉู Bab tentang upah makelaran. Di bawah bab ini, Imam Bukhari menyatakan, ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุทูŽุงุกูŒุŒ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุณูŽู†ู ุจูุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูู…ู’ุณูŽุงุฑู ุจูŽุฃู’ุณู‹ุง Menurut Ibnu Sirin, Athaโ€™, Ibrahim, dan Hasan al-Bashri bahwa upah makelar dibolehkan. Kemudian Imam Bukhari membawakan beberapa riwayat dari sahabat dan Tabโ€™in. Riwayat pertama, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู: โ€ ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ: ุจูุนู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œTidak masalah pemilik barang mengatakan, โ€˜Jualkan kain ini, jika laku lebih dari sekian, maka kelebihannya milik kamu.โ€ Riwayat kedua, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽ: โ€ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูุนู’ู‡ู ุจููƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูุจู’ุญู ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูŽุŒ ููŽู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู Ibnu Sirin mengatakan, โ€œJika penjual mengatakan, โ€˜Jualkan barang ini seharga sekian, jika nanti ada untung, itu punya kamu.โ€™ Atau โ€˜Jika nanti ada untung, kita bagi.โ€™ Seperti ini dibolehkan.โ€ (Shahih Bukhari, 3/92). Berdasarkan riwayat di atas, bisa kita simpulkan bahwa makelaran ada 2 cara: [1] Makelar diizinkan untuk menaikkan harga barang, sehingga upah makelar dari margin. Misalnya, Si A pemilik mobil meminta si B untuk menjadi makelar menjualkan mobilnya dan si B diizinkan. Si A mengatakan kepada si B, โ€˜Pokoknya saya terima bersih 100jt. Kamu kalau mau ambil untung, silahkan dinaikkan sendiri.โ€™ Dengan skema ini, makelar berhak menaikkan harga barang sesuai yang dia inginkan. Cara semacam ini sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma. Ibnu Qudamah mengatakan, ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ุจุน ู‡ุฐุง ุงู„ุซูˆุจ ุจุนุดุฑุฉ ูู…ุง ุฒุงุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูู‡ูˆ ู„ูƒ: ุตุญุŒ ูˆุงุณุชุญู‚ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉุŒ ู„ุฃู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูƒุงู† ู„ุง ูŠุฑู‰ ุจุฐู„ูƒ ุจุฃุณุงู‹ุŒ ูˆู„ุฃู†ู‡ ูŠุชุตุฑู ููŠ ู…ุงู„ู‡ ุจุฅุฐู†ู‡ุŒ ูุตุญ ุดุฑุท ุงู„ุฑุจุญ ู„ู‡ ููŠ ูƒุงู„ู…ุถุงุฑุจ ูˆุงู„ุนุงู…ู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุงู‚ุงุฉ Ketika pemilik barang mengatakan, jualkan kain ini dari saya 10 dirham, jika laku lebih, itu milik kamu, maka akadnya sah, dan makelar berhak mendapatkan tambahan itu. Karena menurut Ibnu Abbas itu dibolehkan, dan makelar melakukan transaksi terhadap barang orang ini, atas izinnya. Sehingga sah adanya kesepakatan pembagian keuntungan menjadi miliknya, seperti mudharib dan amil dalam akad musaqah. (al-Mughni, 5/108). [2] Makelar diminta untuk menjual senilai harga tertentu, dan dia mendapatkan fee sesuai yang disepakati. Ketika pemilik sudah menetapkan harga, maka makelar tidak berhak untuk menaikkannya tanpa seizin pemilik. Karena makelar dalam hal ini adalah wakil dari pemilik, sehingga dia harus bekerja sesuai instruksi. Jika dia menaikkan harga tanpa seizin pemilik, berarti dia menyalahi amanah dan itu dilarang. Dalam fatwa Syabakah Islamiyah ada pertanyaan, Saya menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli. Saya sepakat dengan penjual harga sekian dengan pembeli harga sekian. Misal dari penjual 100 dan saya jual ke pembeli 150.. saya terima uang dari pembeli, kemudian saya serahkan ke penjual. Jawaban Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah, ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ูุนู„ ุฐู„ูƒุŒ ู…ุง ู„ู… ุชุฎุจุฑ ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุจุงู„ุซู…ู† ุงู„ุญู‚ูŠู‚ูŠุŒ ูˆุฃู† ุงู„ุฒุงุฆุฏ ุนู…ูˆู„ุฉ ู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณู…ุณุฑุชูƒุŒ ุฃูˆ ุชุชูู‚ ู…ุน ุงู„ุจุงุฆุน ุนู„ู‰ ุฃู†ูƒ ุณุชุจูŠุน ู„ู‡ ุจุถุงุนุชู‡ ุจุณุนุฑ ูƒุฐุงุŒ ูˆู…ุง ุฒุงุฏ ูู‡ูˆ ู„ูƒ. ูˆุฃู…ุง ุฃู† ุชูˆู‡ู… ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุฃู† ุงู„ุณุนุฑ ู‡ูˆ ู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูˆู† ู…ุซู„ุงุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ู‡ ู…ุงุฆุฉุŒ ุฃูˆ ุชุฎุจุฑ ุงู„ุจุงุฆุน ุฃู†ูƒ ุจุนุช ุจุถุงุนุชู‡ ุจู…ุงุฆุฉ ูู‚ุทุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ูƒ ุจุนุชู‡ุง ุจู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูŠู†ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฐู„ูƒุ› Tidak boleh anda melakukan seperti itu, selama anda tidak menyebutkan kepada pembeli harga yang sebenarnya, dan nanti tambahan margin menjadi hasil dari makelaran anda. Atau anda bersepakat dengan penjual bahwa nanti akan akan menjual barang itu dengan harga sekian, sehingga selisihnya menjadi milik anda. Namun jika pembeli menyangka bahwa harga dasarnya memang 150 padahal aslinya 100, atau anda memberi tahu pemilik bahwa anda menjualnya seharga 100 padahal aslinya 150, maka semacam ini tidak boleh. Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=194601 Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Hukum Puasa Tanpa Mandi Wajib, Pertanyaan Tentang Ijarah, Dalil Tentang Malaikat Malik, Gambar Tulisan Ayat Kursi, Arti Haul Dalam Zakat, Cara Ngloco Visited 1,082 times, 7 visit(s) today Post Views: 552 QRIS donasi Yufid
Bolehkah Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah? Bolehkah makelar menaikkan harga barang tanpa memberi tahu pemilik barang? Sehingga makelar dapat fee dan dapat dr marginโ€ฆ Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Makelaran dalam islam diperbolehkan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas dan beberapa ulama tabiโ€™in. Dalam shahih Bukhari terdapat judul bab, ุจูŽุงุจู ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุณูŽุฑูŽุฉู Bab tentang upah makelaran. Di bawah bab ini, Imam Bukhari menyatakan, ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุทูŽุงุกูŒุŒ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุณูŽู†ู ุจูุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูู…ู’ุณูŽุงุฑู ุจูŽุฃู’ุณู‹ุง Menurut Ibnu Sirin, Athaโ€™, Ibrahim, dan Hasan al-Bashri bahwa upah makelar dibolehkan. Kemudian Imam Bukhari membawakan beberapa riwayat dari sahabat dan Tabโ€™in. Riwayat pertama, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู: โ€ ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ: ุจูุนู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œTidak masalah pemilik barang mengatakan, โ€˜Jualkan kain ini, jika laku lebih dari sekian, maka kelebihannya milik kamu.โ€ Riwayat kedua, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽ: โ€ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูุนู’ู‡ู ุจููƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูุจู’ุญู ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูŽุŒ ููŽู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู Ibnu Sirin mengatakan, โ€œJika penjual mengatakan, โ€˜Jualkan barang ini seharga sekian, jika nanti ada untung, itu punya kamu.โ€™ Atau โ€˜Jika nanti ada untung, kita bagi.โ€™ Seperti ini dibolehkan.โ€ (Shahih Bukhari, 3/92). Berdasarkan riwayat di atas, bisa kita simpulkan bahwa makelaran ada 2 cara: [1] Makelar diizinkan untuk menaikkan harga barang, sehingga upah makelar dari margin. Misalnya, Si A pemilik mobil meminta si B untuk menjadi makelar menjualkan mobilnya dan si B diizinkan. Si A mengatakan kepada si B, โ€˜Pokoknya saya terima bersih 100jt. Kamu kalau mau ambil untung, silahkan dinaikkan sendiri.โ€™ Dengan skema ini, makelar berhak menaikkan harga barang sesuai yang dia inginkan. Cara semacam ini sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma. Ibnu Qudamah mengatakan, ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ุจุน ู‡ุฐุง ุงู„ุซูˆุจ ุจุนุดุฑุฉ ูู…ุง ุฒุงุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูู‡ูˆ ู„ูƒ: ุตุญุŒ ูˆุงุณุชุญู‚ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉุŒ ู„ุฃู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูƒุงู† ู„ุง ูŠุฑู‰ ุจุฐู„ูƒ ุจุฃุณุงู‹ุŒ ูˆู„ุฃู†ู‡ ูŠุชุตุฑู ููŠ ู…ุงู„ู‡ ุจุฅุฐู†ู‡ุŒ ูุตุญ ุดุฑุท ุงู„ุฑุจุญ ู„ู‡ ููŠ ูƒุงู„ู…ุถุงุฑุจ ูˆุงู„ุนุงู…ู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุงู‚ุงุฉ Ketika pemilik barang mengatakan, jualkan kain ini dari saya 10 dirham, jika laku lebih, itu milik kamu, maka akadnya sah, dan makelar berhak mendapatkan tambahan itu. Karena menurut Ibnu Abbas itu dibolehkan, dan makelar melakukan transaksi terhadap barang orang ini, atas izinnya. Sehingga sah adanya kesepakatan pembagian keuntungan menjadi miliknya, seperti mudharib dan amil dalam akad musaqah. (al-Mughni, 5/108). [2] Makelar diminta untuk menjual senilai harga tertentu, dan dia mendapatkan fee sesuai yang disepakati. Ketika pemilik sudah menetapkan harga, maka makelar tidak berhak untuk menaikkannya tanpa seizin pemilik. Karena makelar dalam hal ini adalah wakil dari pemilik, sehingga dia harus bekerja sesuai instruksi. Jika dia menaikkan harga tanpa seizin pemilik, berarti dia menyalahi amanah dan itu dilarang. Dalam fatwa Syabakah Islamiyah ada pertanyaan, Saya menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli. Saya sepakat dengan penjual harga sekian dengan pembeli harga sekian. Misal dari penjual 100 dan saya jual ke pembeli 150.. saya terima uang dari pembeli, kemudian saya serahkan ke penjual. Jawaban Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah, ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ูุนู„ ุฐู„ูƒุŒ ู…ุง ู„ู… ุชุฎุจุฑ ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุจุงู„ุซู…ู† ุงู„ุญู‚ูŠู‚ูŠุŒ ูˆุฃู† ุงู„ุฒุงุฆุฏ ุนู…ูˆู„ุฉ ู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณู…ุณุฑุชูƒุŒ ุฃูˆ ุชุชูู‚ ู…ุน ุงู„ุจุงุฆุน ุนู„ู‰ ุฃู†ูƒ ุณุชุจูŠุน ู„ู‡ ุจุถุงุนุชู‡ ุจุณุนุฑ ูƒุฐุงุŒ ูˆู…ุง ุฒุงุฏ ูู‡ูˆ ู„ูƒ. ูˆุฃู…ุง ุฃู† ุชูˆู‡ู… ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุฃู† ุงู„ุณุนุฑ ู‡ูˆ ู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูˆู† ู…ุซู„ุงุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ู‡ ู…ุงุฆุฉุŒ ุฃูˆ ุชุฎุจุฑ ุงู„ุจุงุฆุน ุฃู†ูƒ ุจุนุช ุจุถุงุนุชู‡ ุจู…ุงุฆุฉ ูู‚ุทุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ูƒ ุจุนุชู‡ุง ุจู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูŠู†ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฐู„ูƒุ› Tidak boleh anda melakukan seperti itu, selama anda tidak menyebutkan kepada pembeli harga yang sebenarnya, dan nanti tambahan margin menjadi hasil dari makelaran anda. Atau anda bersepakat dengan penjual bahwa nanti akan akan menjual barang itu dengan harga sekian, sehingga selisihnya menjadi milik anda. Namun jika pembeli menyangka bahwa harga dasarnya memang 150 padahal aslinya 100, atau anda memberi tahu pemilik bahwa anda menjualnya seharga 100 padahal aslinya 150, maka semacam ini tidak boleh. Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=194601 Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Hukum Puasa Tanpa Mandi Wajib, Pertanyaan Tentang Ijarah, Dalil Tentang Malaikat Malik, Gambar Tulisan Ayat Kursi, Arti Haul Dalam Zakat, Cara Ngloco Visited 1,082 times, 7 visit(s) today Post Views: 552 QRIS donasi Yufid


<iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/534728370&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe> Bolehkah Makelar Menaikkan Harga Jual Tanah? Bolehkah makelar menaikkan harga barang tanpa memberi tahu pemilik barang? Sehingga makelar dapat fee dan dapat dr marginโ€ฆ Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Makelaran dalam islam diperbolehkan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas dan beberapa ulama tabiโ€™in. Dalam shahih Bukhari terdapat judul bab, ุจูŽุงุจู ุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุณูŽุฑูŽุฉู Bab tentang upah makelaran. Di bawah bab ini, Imam Bukhari menyatakan, ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุทูŽุงุกูŒุŒ ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ุญูŽุณูŽู†ู ุจูุฃูŽุฌู’ุฑู ุงู„ุณู‘ูู…ู’ุณูŽุงุฑู ุจูŽุฃู’ุณู‹ุง Menurut Ibnu Sirin, Athaโ€™, Ibrahim, dan Hasan al-Bashri bahwa upah makelar dibolehkan. Kemudian Imam Bukhari membawakan beberapa riwayat dari sahabat dan Tabโ€™in. Riwayat pertama, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู: โ€ ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ: ุจูุนู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽุŒ ููŽู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽ Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œTidak masalah pemilik barang mengatakan, โ€˜Jualkan kain ini, jika laku lebih dari sekian, maka kelebihannya milik kamu.โ€ Riwayat kedua, ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽ: โ€ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูุนู’ู‡ู ุจููƒูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูุจู’ุญู ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูŽูƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูŽุŒ ููŽู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณูŽ ุจูู‡ู Ibnu Sirin mengatakan, โ€œJika penjual mengatakan, โ€˜Jualkan barang ini seharga sekian, jika nanti ada untung, itu punya kamu.โ€™ Atau โ€˜Jika nanti ada untung, kita bagi.โ€™ Seperti ini dibolehkan.โ€ (Shahih Bukhari, 3/92). Berdasarkan riwayat di atas, bisa kita simpulkan bahwa makelaran ada 2 cara: [1] Makelar diizinkan untuk menaikkan harga barang, sehingga upah makelar dari margin. Misalnya, Si A pemilik mobil meminta si B untuk menjadi makelar menjualkan mobilnya dan si B diizinkan. Si A mengatakan kepada si B, โ€˜Pokoknya saya terima bersih 100jt. Kamu kalau mau ambil untung, silahkan dinaikkan sendiri.โ€™ Dengan skema ini, makelar berhak menaikkan harga barang sesuai yang dia inginkan. Cara semacam ini sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma. Ibnu Qudamah mengatakan, ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ุจุน ู‡ุฐุง ุงู„ุซูˆุจ ุจุนุดุฑุฉ ูู…ุง ุฒุงุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูู‡ูˆ ู„ูƒ: ุตุญุŒ ูˆุงุณุชุญู‚ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉุŒ ู„ุฃู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูƒุงู† ู„ุง ูŠุฑู‰ ุจุฐู„ูƒ ุจุฃุณุงู‹ุŒ ูˆู„ุฃู†ู‡ ูŠุชุตุฑู ููŠ ู…ุงู„ู‡ ุจุฅุฐู†ู‡ุŒ ูุตุญ ุดุฑุท ุงู„ุฑุจุญ ู„ู‡ ููŠ ูƒุงู„ู…ุถุงุฑุจ ูˆุงู„ุนุงู…ู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุงู‚ุงุฉ Ketika pemilik barang mengatakan, jualkan kain ini dari saya 10 dirham, jika laku lebih, itu milik kamu, maka akadnya sah, dan makelar berhak mendapatkan tambahan itu. Karena menurut Ibnu Abbas itu dibolehkan, dan makelar melakukan transaksi terhadap barang orang ini, atas izinnya. Sehingga sah adanya kesepakatan pembagian keuntungan menjadi miliknya, seperti mudharib dan amil dalam akad musaqah. (al-Mughni, 5/108). [2] Makelar diminta untuk menjual senilai harga tertentu, dan dia mendapatkan fee sesuai yang disepakati. Ketika pemilik sudah menetapkan harga, maka makelar tidak berhak untuk menaikkannya tanpa seizin pemilik. Karena makelar dalam hal ini adalah wakil dari pemilik, sehingga dia harus bekerja sesuai instruksi. Jika dia menaikkan harga tanpa seizin pemilik, berarti dia menyalahi amanah dan itu dilarang. Dalam fatwa Syabakah Islamiyah ada pertanyaan, Saya menjadi penghubung antara penjual dengan pembeli. Saya sepakat dengan penjual harga sekian dengan pembeli harga sekian. Misal dari penjual 100 dan saya jual ke pembeli 150.. saya terima uang dari pembeli, kemudian saya serahkan ke penjual. Jawaban Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah, ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ูุนู„ ุฐู„ูƒุŒ ู…ุง ู„ู… ุชุฎุจุฑ ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุจุงู„ุซู…ู† ุงู„ุญู‚ูŠู‚ูŠุŒ ูˆุฃู† ุงู„ุฒุงุฆุฏ ุนู…ูˆู„ุฉ ู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณู…ุณุฑุชูƒุŒ ุฃูˆ ุชุชูู‚ ู…ุน ุงู„ุจุงุฆุน ุนู„ู‰ ุฃู†ูƒ ุณุชุจูŠุน ู„ู‡ ุจุถุงุนุชู‡ ุจุณุนุฑ ูƒุฐุงุŒ ูˆู…ุง ุฒุงุฏ ูู‡ูˆ ู„ูƒ. ูˆุฃู…ุง ุฃู† ุชูˆู‡ู… ุงู„ู…ุดุชุฑูŠ ุฃู† ุงู„ุณุนุฑ ู‡ูˆ ู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูˆู† ู…ุซู„ุงุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ู‡ ู…ุงุฆุฉุŒ ุฃูˆ ุชุฎุจุฑ ุงู„ุจุงุฆุน ุฃู†ูƒ ุจุนุช ุจุถุงุนุชู‡ ุจู…ุงุฆุฉ ูู‚ุทุŒ ูˆุงู„ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃู†ูƒ ุจุนุชู‡ุง ุจู…ุงุฆุฉ ูˆุฎู…ุณูŠู†ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ูƒ ุฐู„ูƒุ› Tidak boleh anda melakukan seperti itu, selama anda tidak menyebutkan kepada pembeli harga yang sebenarnya, dan nanti tambahan margin menjadi hasil dari makelaran anda. Atau anda bersepakat dengan penjual bahwa nanti akan akan menjual barang itu dengan harga sekian, sehingga selisihnya menjadi milik anda. Namun jika pembeli menyangka bahwa harga dasarnya memang 150 padahal aslinya 100, atau anda memberi tahu pemilik bahwa anda menjualnya seharga 100 padahal aslinya 150, maka semacam ini tidak boleh. Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=194601 Demikian,ย Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baitsย (Dewan Pembinaย Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasiย Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !! Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. REKENING DONASIย : BNI SYARIAH 0381346658 /ย BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989 ๐Ÿ” Hukum Puasa Tanpa Mandi Wajib, Pertanyaan Tentang Ijarah, Dalil Tentang Malaikat Malik, Gambar Tulisan Ayat Kursi, Arti Haul Dalam Zakat, Cara Ngloco Visited 1,082 times, 7 visit(s) today Post Views: 552 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Khotbah Jumโ€™at Masjid Nabawi โ€“ Lidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukan

ุฎุทุจุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ1ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ 1440 ู‡ู€ุงู„ุฎุทูŠุจ ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุฏ. ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุจุนูŠุฌุงู†Khotbah Jumโ€™at, Masjid Nabawi, 8 Rabiul Awal 1440 HKhotib : Shekh Dr. Abdullah bin Abdurahman Al-BuaijanJudul: โ€œLidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukanโ€Penerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan manusia, mengunggulkannya, memberinya akal pikiran sebagai alat pepemahaman (wahyu) sekaligus titik sentral penugasan hukum taklif, menganugerahinya lisan sebagai sarana berekspresi dan pengungkapan maksud serta pengajaran ilmu. Maha suci Allah yang menyempurnakan dan meluruskan penciptaan manusia. Sungguh Allah sebaik-baik Pencipta.Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Akupun bersaksi, Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Allah mengutusnya untuk menyampaikan petunjuk dan kebenaran agama sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Dan sungguh beliau telah menyampaikan kebenaran itu dengan penuh amanat. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta segenap keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya :Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, sebaik-baik ajaran adalah ajaran Nabi Muhammad bin Abdullah, setiap perbuatan bidโ€™ah tersesat, dan setiap kesesatan di neraka.Hamba Allah!Aku berpesan kepada diriku dan Anda semua untuk selalu bertakwa kepada Allah, sebagai pesan Allah kepada umat terdahulu dan generasi kemudian. Firman Allah :ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ .[ ุงู„ู†ุณุงุก/131]โ€œSungguh Kami telah berpesan kepada orang-orang Ahli kitab sebelum Anda dan kepada Anda semua agar bertakwa kepada Allahโ€.Qs.An-Nisa: 131Kaum muslimin!Luka di tubuh demikian menghunjam sehingga dampaknya menyentuh relung hati. Kalaulah luka akibat tusukan tombak dapat dipulihkan kembali, maka tidaklah demikian dengan luka akibat tusukan lidah.Lidah merupakan sarana berekspresi, pengungkapan dan penerjemah maksud dalam hati. Ukuran dan volumenya memang kecil, namun besar bahaya keburukan yang ditimbulkannya. Dengan lidah, menjadi jelas garis pemisah antara keimanan dan kekafiran yang merupakan puncak ketaatan dan pembangkangan seseorang. Maka sebagaimana peluang kebaikannya terbuka lebar, demikian pula peluang kejahatannya.Melalui lidah muncul tuduhan-tuduhan dan persangkaan negatif terhadap wanita-wanita beriman yang tak berdosa, tersebar berbagai kekacauan dan konflik, tersiar rahasia-rahasia privasi dari tempat persembunyiannya, terburai kehormatan dan hak milik pribadi, tertanam benih-benih fitnah, kedengkian, kegundahan dan penyesalan dalam hati, timbul kata-kata makian, dampratan, adu domba, hujatan, desas-desus, kutukan, gunjingan, tuduhan, kekejian, perkataan kotor dan umpatan.Lidah tidak pernah lelah bergerak dan tidak pernah kering berbicara. Semua ucapannya tercatat dan harus dipertanggung jawabkan pada hari penghitungan amal.ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ . [ู‚/18]โ€œTidaklah seseorang melepaskan suatu ucapan melainkan di sampingnya ada malaikat pengawas yang selalu hadirโ€. Qs. Qaf:18Pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suatu hari memegang lidahnya seraya berkata :ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŽูŠู’ู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠุง ู…ูุนูŽุงุฐู ูƒููู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู : ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู…ูุคูŽุงุฎูŽุฐููˆู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูŽูƒูู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุฃูู…ู‘ููƒูŽ ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐูุŒ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽูƒูุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูŽุตูŽุงุฆูุฏู ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชูู‡ูู…ู’.โ€œHai Muaz, tahanlah ini. Muaz bertanya : Akankah kami dihukum lantaran kata-kata yang kami ucapkan ? Jawab beliau : Sayangilah ibumu hai Muaz! Bukankah wajah atau batang hidung manusia terjerembap di neraka hanya gara-gara lidah mereka?โ€.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu mendengar Rasulallahu shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู.โ€œAda orang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang membuatnya terjerumus di neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan baratโ€.Anas radhiyallahuย โ€˜anhu berkata :โ€ ุงุณู’ุชูุดู’ู‡ูุฏูŽ ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูุฏูุŒ ููŽูˆูุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽุฑู’ุจููˆุทูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนูุŒ ููŽู…ูŽุณูŽุญูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‡ูŽู†ููŠุฆู‹ุง ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูุŸ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ูููŠู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู โ€œโ€œAda seorang bocah di antara kami gugur dalam perang Uhud, di perutnya terdapat batu besar yang diikatkan karena kelaparan, lalu ibunya mengusap debu di wajahnya sambil berkata, โ€œBeruntunglah engkau anakku dengan surgaโ€. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apa Anda tahu ?, bisa jadi dia pernah membicarakan sesuatu yang tidak penting baginyaโ€.Suatu hari Ibnu Masโ€™ud naik bukit Shafa, lalu menarik lidahnya dan berkata :ูŠูŽุง ู„ูุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุชูŽุบู’ู†ูŽู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุณู’ูƒูุชู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุชูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุฏูŽู…ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุงุจู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูููŠ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูยปโ€œHai lidah, berkatalah yang baik supaya beruntung. Jangan bicara keburukan supaya selamat sebelum menyesal nanti. Lalu ia berkata : Aku mendengar Rasulullahย shallallahu alaihi wa sallam bersaba : โ€œKebanyakan dosa anak Adam disebabkan lidahnyaโ€.Hamba Allah!Cukuplah keburukan seseorang jika sampai menghinakan saudaranya sesama muslim; setiap muslim terhadap sesama muslim terpelihara darahnya, hartanya dan kehormatannya.Penuturan seorang muslim tentang hal ihwal saudaranya sesama muslim yang tidak disukainya di depan matanya identik dengan caci maki, sedangkan di belakangnya; baik terkait dengan fisiknya, agamanya, dunianya, penampilannya, perilakunya, hartanya, anaknya, pasangan hidupnya, pakaiannya atau gerakannya; baik dengan ucapan, isyarat, aba-aba, tulisan atau peragaan adalah menggunjing jika memang faktanya seperti yang diceritakan. Namun jika tidak sesuai, maka itulah menggunjing, menzalimi, mendustai dan mengibuli sekaligus.Hamba Allah!Dosa riba memiliki 72 pintu; yang paling ringan adalah seperti seorang lelaki menggauli ibunya sendiri. Satu Dirham hasil riba lebih kotor dari pada 36 perbuatan zina. Ingat ! riba yang paling keji, riba yang paling keji, adalah kelancangan seseorang dalam membicarakan kehormatan saudaranya sesama muslim tanpa alasan yang benar.Kaum muslimin!Penyakit lidah dan penularannya, perangkap dan penjebakannya adalah penyebaran kabar burung, penyiaran berita hoax, merajut kabar yang dibuat-buat, mecabut rasa percaya terhadap umat Islam dan memposisikan mereka sebagai umat yang patut dicurigai, memperkeruh kejernihan persaudaraan Islam sehingga memecah belah persatuan umat, merongrong sinergisme mereka dan menggoyah stabilitas keamanan mereka.Acap kali berita hoax menggelisahkan warga yang tidak bersalah; betapa banyak berita seperti itu menghancurkan para tokoh, mengoyak hubungan kerjasama, menimbulkan tindak kriminal, mencerai beraikan persahabatan, menghancurkan masyarakat, meruntuhkan kehidupan rumah tangga, memisahkan antar sahabat karib, menghamburkan harta, membuang-buang waktu, menyedihkan hati, memanaskan telinga dan membuahkan penyesalan. Alhasil karena berita hoax, laju perjalanan bangsa terhambat.Firman Allah:ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ . [ุงู„ุญุฌุฑุงุช/12]โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.โ€ Qs.Al-Hujurat : 12Dan firmanNya :ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ูŒ ุจูู†ูŽุจูŽุฅู ููŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ููŽุชูุตู’ุจูุญููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู’ ู†ูŽุงุฏูู…ููŠู†ูŽ .[ุงู„ุญุฌุฑุงุช/6]โ€œHai orang-orang beriman, jika ada orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu kekeliruan kepada suatu kaum akibat ketidak tahuan yang membuatmu menyesal atas perbuatanmu ituโ€. Qs. Al-Hujurat:6Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata, aku mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฑูŽุฏู’ุบูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุนูŽุตูŽุงุฑูŽุฉู ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยปโ€œBarangsiapa menggunjing seorang mukmin tentang sesuatu yang tidak sesuai fakta, maka Allah menempatkannya di kubangan cairan pembakaran badan penghuni nerakaโ€.Sahal bin Muaz meriwayatkan dari ayahnya radhiyallahu โ€˜anhuma dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽู…ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุจูุดูŽูŠู’ุกู ูŠูุฑููŠุฏู ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูุณู’ุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽโ€œBarangsiapa menuduh seorang muslim tentang suatu hal dengan maksud mencoreng namanya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka Jahanam hingga ia terbebas dari apa yang ia tuduhkanโ€.Kaum muslimin!Allah melindungi kehormatan kaum muslimin sebagaimana Dia melindungi darah dan harta mereka, bahkan memerintahkan mereka membela kehormatan itu dengan jiwa dan harta.Penodaan terhadap kehormatan kaum muslimin melalui penyebaran berita hoax ke semua penjuru, mempropagandakan prasangka, syakwasangka, kedustaan dan kebohongan, mengada-ada, mengibuli, menipu, mengolok-olok, menebar racun fitnah lewat media massa dan berbagai situs media sosial, semua itu adalah merusak kehormatan yang seharusnya terlindung, dan termasuk tindak kejahatan yang membahayakan serta fitnah yang menyesatkan. Maka seyogianya seorang muslim menghindari hal itu.Abu Dardaโ€™ radhiyallahu โ€˜anhu berkata dalam periwayatan marfuโ€™:ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุดูŽุงุนูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุจูŽุงุทูู„ู ู„ููŠูุดููŠู†ูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฐููŠุจูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุจูู†ูŽููŽุงุฐูู‡ูŽุงโ€œBarangsiapa yang membeberkan kata-kata palsu atas harga diri seorang muslim untuk merendahkannya di dunia, maka Allah pasti akan meluluh lantakkannya di neraka hingga habis dosa kepalsuannyaโ€.Camkanlah, orang yang menyebarkan suatu kekejian adalah sama dengan penggagas pertamanya, dia menanggung dosanya sekaligus dosa orang yang meneruskannya sampai penerima terakhirnya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ยซูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œCukuplah seseorang berbohong ketika ia menceritakan setiap berita yang didengarnyaโ€. HR.MuslimAku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.ุฅูุฐู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ู†ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ูˆูŽุชูŽุญู’ุณูŽุจููˆู†ูŽู‡ู ู‡ูŽูŠู‘ูู†ู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุธููŠู…ูŒ . [ุงู„ู†ูˆุฑ/15]โ€œKetika Anda menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan Anda katakan dengan lidah Anda apa yang tidak Anda ketahui. Anda menganggapnya persoalan ringan, padahal itu di sisi Allah persoalan besarโ€. Qs.An-Nur:15===00===Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah yang melindungi darah, kehormatan dan harta benda melalui agama-Nya, dan menghukum orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-Nya baik dengan perbuatan maupun ucapan. Allah menjadikan sesama orang mukmin bersaudara dan mengilhamkan di antara mereka rasa kasih sayang dan saling mengasihi.Kaum muslimin!Merusak kehormatan dan mengintip skandal seseorang merupakan malapetaka dan bencana sekaligus fitnah dan kemungkaran paling berbahaya. Hal itu berdampak pada lemahnya keimanan dalam hati.Abi Baraza al-Aslami radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :โ€ ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุชูŽุงุจููˆุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูŠูŽูู’ุถูŽุญู’ู‡ู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู โ€ . ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏโ€œHai orang yang beriman di mulut, namun keimanannya belum menyentuh hatinya, janganlah Anda menggunjing kaum muslimin dan janganlah mengintai aurat mereka; barangsiapa yang mengintai aurat mereka, maka Allah akan membeberkan auratnya. Dan barangsiapa yang auratnya telah Allah beberkan, maka Allah mempermalukannya di rumahnya sendiri sekalipunโ€. HR. Ahmad.Oleh karena itu, lindungilah kehormatan Anda dan jagalah lidah Anda.Hamba Allah!Seorang muslim mempunyai martabat terhormat yang dilindungi syariat Islam, dan orang yang melanggarnya terancam hukuman. Maka janganlah ada seseorang yang melanggarnya dan merusaknya.Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma suatu hari memandang Kaโ€™bah seraya berkata :โ€œู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽูƒูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุญูุฑู’ู…ูŽุชูŽูƒูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ูƒูโ€โ€œSungguh agung dan mulia kedudukanmu, namun martabat seorang mukmin lebih agung di sisi Allah dari pada kedudukanmuโ€.Abu Bakrah radhiyallahu โ€˜anhu berkata: Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkhotbah pada hari raya kurban seraya berkata:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐููˆ ุงู„ุญูŽุฌู‘ูŽุฉูุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽูŠู‘ู ุจูŽู„ูŽุฏู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽู„ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู’ุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ู‡ูŽู„ู’ ุจูŽู„ู‘ูŽุบู’ุชูุŸยปุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุดู’ู‡ูŽุฏู’ุŒ ููŽู„ู’ูŠูุจูŽู„ู‘ูุบู ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏู ุงู„ุบูŽุงุฆูุจูŽุŒ ููŽุฑูุจู‘ูŽ ู…ูุจูŽู„ู‘ูŽุบู ุฃูŽูˆู’ุนูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุณูŽุงู…ูุนูุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุฌูุนููˆุง ุจูŽุนู’ุฏููŠย  ูƒููู‘ูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุฑูู‚ูŽุงุจูŽ ุจูŽุนู’ุถูยปโ€œTahukah Anda, hari apakah ini ?โ€.Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini hari raya kurban?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Bulan apakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda :โ€œBukankah ini bulan Zulhijah?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Negeri manakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini Negeri tanah suci?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau lalu bersabda : โ€œSesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah terpelihara seperti terpeliharanya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini sampai kalian menghadap Tuhan. Camkanlah, bukankah aku telah menyampaikan?โ€. Mereka menjawab, benar. Beliau mengucapkan : โ€œYa Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir; betapa banyak orang yang dikabari lebih mengerti dari pada orang yang mendengarnya langsung. Maka janganlah kalian kembali kafir sesudahku; sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lainโ€. HR. Bukhari.Hamba Allah!Menghindari larangan harus diperioritaskan dari pada ketaatan dan berbuat kebajikan. Orang yang bangkrut ialah orang yang bekerja membanting tulang, hanya saja ia pandir sehingga menghambur-hamburkan hasil kerjanya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูุŸยป ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œTahukah kalian siapakah orang bangkrut itu?โ€ Mereka menjawab : Orang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda sama sekali. Beliau menjelaskan : โ€œSesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa dan zakat; namun ia memaki orang ini dan menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darahnya dan memukul orang itu. Akhirnya ia harus membayar hak si fulan dari pahala kebaikannya, dan hak si fulan dari pahala kebaikannya pula. Jika kebaikannya telah ludes sebelum kewajibannya terbayar, maka dosa kesalahan mereka dikurangi untuk kemudian dibebankan kepadanya lalu dirinya dicampakkan ke nerakaโ€.HR.MuslimKaum muslimin!Kerajaan Arab Saudi, negeri dua tanah suci, tempat turunnya wahyu, kiblat kaum muslimin dan tumpuan hati mereka. Allah memilihnya sebagai titik tolak bagi agamanya, mercusuar dakwah kepada agamaNya dan tempat berlabuh umat tauhid (penganut monoteis).Dari sinilah cahaya Islam terpancar dan prinsip-prinsip moderat, kedamaian, keilmuan dan keimanan dibangun, selain negeri ini merengkuh dengan penuh kehangatan setiap muslim yang mengunjunginya. Semoga Allah membalas para penguasa negeri ini dengan sebaik-baik balasan.Perlu diingat bahwa segala berita yang mengandung kebohongan yang dikobarkan dan disebar luaskan oleh para pendengki terhadap negeri ini hanyalah fitnah dan bagian dari perang sengit yang dilancarkan oleh lawan-lawan Islam terhadap umat ini. Itulah sebabnya, perlu kita memohon kekuatan kepada Allah untuk menangkal serangan mereka itu.Ya Allah, lindungilah dan jagalah negeri ini dengan perlindungan dan penjagaanMu. Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman, sentosa dan tenteram beserta seluruh negeri kaum muslimin wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin dan hinakanlah kemusyrikan dan kaum musyrikin.=== Doa Penutup ===Versi Video:

Khotbah Jumโ€™at Masjid Nabawi โ€“ Lidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukan

ุฎุทุจุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ1ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ 1440 ู‡ู€ุงู„ุฎุทูŠุจ ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุฏ. ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุจุนูŠุฌุงู†Khotbah Jumโ€™at, Masjid Nabawi, 8 Rabiul Awal 1440 HKhotib : Shekh Dr. Abdullah bin Abdurahman Al-BuaijanJudul: โ€œLidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukanโ€Penerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan manusia, mengunggulkannya, memberinya akal pikiran sebagai alat pepemahaman (wahyu) sekaligus titik sentral penugasan hukum taklif, menganugerahinya lisan sebagai sarana berekspresi dan pengungkapan maksud serta pengajaran ilmu. Maha suci Allah yang menyempurnakan dan meluruskan penciptaan manusia. Sungguh Allah sebaik-baik Pencipta.Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Akupun bersaksi, Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Allah mengutusnya untuk menyampaikan petunjuk dan kebenaran agama sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Dan sungguh beliau telah menyampaikan kebenaran itu dengan penuh amanat. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta segenap keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya :Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, sebaik-baik ajaran adalah ajaran Nabi Muhammad bin Abdullah, setiap perbuatan bidโ€™ah tersesat, dan setiap kesesatan di neraka.Hamba Allah!Aku berpesan kepada diriku dan Anda semua untuk selalu bertakwa kepada Allah, sebagai pesan Allah kepada umat terdahulu dan generasi kemudian. Firman Allah :ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ .[ ุงู„ู†ุณุงุก/131]โ€œSungguh Kami telah berpesan kepada orang-orang Ahli kitab sebelum Anda dan kepada Anda semua agar bertakwa kepada Allahโ€.Qs.An-Nisa: 131Kaum muslimin!Luka di tubuh demikian menghunjam sehingga dampaknya menyentuh relung hati. Kalaulah luka akibat tusukan tombak dapat dipulihkan kembali, maka tidaklah demikian dengan luka akibat tusukan lidah.Lidah merupakan sarana berekspresi, pengungkapan dan penerjemah maksud dalam hati. Ukuran dan volumenya memang kecil, namun besar bahaya keburukan yang ditimbulkannya. Dengan lidah, menjadi jelas garis pemisah antara keimanan dan kekafiran yang merupakan puncak ketaatan dan pembangkangan seseorang. Maka sebagaimana peluang kebaikannya terbuka lebar, demikian pula peluang kejahatannya.Melalui lidah muncul tuduhan-tuduhan dan persangkaan negatif terhadap wanita-wanita beriman yang tak berdosa, tersebar berbagai kekacauan dan konflik, tersiar rahasia-rahasia privasi dari tempat persembunyiannya, terburai kehormatan dan hak milik pribadi, tertanam benih-benih fitnah, kedengkian, kegundahan dan penyesalan dalam hati, timbul kata-kata makian, dampratan, adu domba, hujatan, desas-desus, kutukan, gunjingan, tuduhan, kekejian, perkataan kotor dan umpatan.Lidah tidak pernah lelah bergerak dan tidak pernah kering berbicara. Semua ucapannya tercatat dan harus dipertanggung jawabkan pada hari penghitungan amal.ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ . [ู‚/18]โ€œTidaklah seseorang melepaskan suatu ucapan melainkan di sampingnya ada malaikat pengawas yang selalu hadirโ€. Qs. Qaf:18Pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suatu hari memegang lidahnya seraya berkata :ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŽูŠู’ู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠุง ู…ูุนูŽุงุฐู ูƒููู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู : ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู…ูุคูŽุงุฎูŽุฐููˆู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูŽูƒูู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุฃูู…ู‘ููƒูŽ ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐูุŒ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽูƒูุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูŽุตูŽุงุฆูุฏู ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชูู‡ูู…ู’.โ€œHai Muaz, tahanlah ini. Muaz bertanya : Akankah kami dihukum lantaran kata-kata yang kami ucapkan ? Jawab beliau : Sayangilah ibumu hai Muaz! Bukankah wajah atau batang hidung manusia terjerembap di neraka hanya gara-gara lidah mereka?โ€.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu mendengar Rasulallahu shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู.โ€œAda orang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang membuatnya terjerumus di neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan baratโ€.Anas radhiyallahuย โ€˜anhu berkata :โ€ ุงุณู’ุชูุดู’ู‡ูุฏูŽ ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูุฏูุŒ ููŽูˆูุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽุฑู’ุจููˆุทูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนูุŒ ููŽู…ูŽุณูŽุญูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‡ูŽู†ููŠุฆู‹ุง ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูุŸ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ูููŠู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู โ€œโ€œAda seorang bocah di antara kami gugur dalam perang Uhud, di perutnya terdapat batu besar yang diikatkan karena kelaparan, lalu ibunya mengusap debu di wajahnya sambil berkata, โ€œBeruntunglah engkau anakku dengan surgaโ€. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apa Anda tahu ?, bisa jadi dia pernah membicarakan sesuatu yang tidak penting baginyaโ€.Suatu hari Ibnu Masโ€™ud naik bukit Shafa, lalu menarik lidahnya dan berkata :ูŠูŽุง ู„ูุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุชูŽุบู’ู†ูŽู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุณู’ูƒูุชู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุชูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุฏูŽู…ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุงุจู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูููŠ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูยปโ€œHai lidah, berkatalah yang baik supaya beruntung. Jangan bicara keburukan supaya selamat sebelum menyesal nanti. Lalu ia berkata : Aku mendengar Rasulullahย shallallahu alaihi wa sallam bersaba : โ€œKebanyakan dosa anak Adam disebabkan lidahnyaโ€.Hamba Allah!Cukuplah keburukan seseorang jika sampai menghinakan saudaranya sesama muslim; setiap muslim terhadap sesama muslim terpelihara darahnya, hartanya dan kehormatannya.Penuturan seorang muslim tentang hal ihwal saudaranya sesama muslim yang tidak disukainya di depan matanya identik dengan caci maki, sedangkan di belakangnya; baik terkait dengan fisiknya, agamanya, dunianya, penampilannya, perilakunya, hartanya, anaknya, pasangan hidupnya, pakaiannya atau gerakannya; baik dengan ucapan, isyarat, aba-aba, tulisan atau peragaan adalah menggunjing jika memang faktanya seperti yang diceritakan. Namun jika tidak sesuai, maka itulah menggunjing, menzalimi, mendustai dan mengibuli sekaligus.Hamba Allah!Dosa riba memiliki 72 pintu; yang paling ringan adalah seperti seorang lelaki menggauli ibunya sendiri. Satu Dirham hasil riba lebih kotor dari pada 36 perbuatan zina. Ingat ! riba yang paling keji, riba yang paling keji, adalah kelancangan seseorang dalam membicarakan kehormatan saudaranya sesama muslim tanpa alasan yang benar.Kaum muslimin!Penyakit lidah dan penularannya, perangkap dan penjebakannya adalah penyebaran kabar burung, penyiaran berita hoax, merajut kabar yang dibuat-buat, mecabut rasa percaya terhadap umat Islam dan memposisikan mereka sebagai umat yang patut dicurigai, memperkeruh kejernihan persaudaraan Islam sehingga memecah belah persatuan umat, merongrong sinergisme mereka dan menggoyah stabilitas keamanan mereka.Acap kali berita hoax menggelisahkan warga yang tidak bersalah; betapa banyak berita seperti itu menghancurkan para tokoh, mengoyak hubungan kerjasama, menimbulkan tindak kriminal, mencerai beraikan persahabatan, menghancurkan masyarakat, meruntuhkan kehidupan rumah tangga, memisahkan antar sahabat karib, menghamburkan harta, membuang-buang waktu, menyedihkan hati, memanaskan telinga dan membuahkan penyesalan. Alhasil karena berita hoax, laju perjalanan bangsa terhambat.Firman Allah:ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ . [ุงู„ุญุฌุฑุงุช/12]โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.โ€ Qs.Al-Hujurat : 12Dan firmanNya :ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ูŒ ุจูู†ูŽุจูŽุฅู ููŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ููŽุชูุตู’ุจูุญููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู’ ู†ูŽุงุฏูู…ููŠู†ูŽ .[ุงู„ุญุฌุฑุงุช/6]โ€œHai orang-orang beriman, jika ada orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu kekeliruan kepada suatu kaum akibat ketidak tahuan yang membuatmu menyesal atas perbuatanmu ituโ€. Qs. Al-Hujurat:6Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata, aku mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฑูŽุฏู’ุบูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุนูŽุตูŽุงุฑูŽุฉู ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยปโ€œBarangsiapa menggunjing seorang mukmin tentang sesuatu yang tidak sesuai fakta, maka Allah menempatkannya di kubangan cairan pembakaran badan penghuni nerakaโ€.Sahal bin Muaz meriwayatkan dari ayahnya radhiyallahu โ€˜anhuma dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽู…ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุจูุดูŽูŠู’ุกู ูŠูุฑููŠุฏู ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูุณู’ุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽโ€œBarangsiapa menuduh seorang muslim tentang suatu hal dengan maksud mencoreng namanya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka Jahanam hingga ia terbebas dari apa yang ia tuduhkanโ€.Kaum muslimin!Allah melindungi kehormatan kaum muslimin sebagaimana Dia melindungi darah dan harta mereka, bahkan memerintahkan mereka membela kehormatan itu dengan jiwa dan harta.Penodaan terhadap kehormatan kaum muslimin melalui penyebaran berita hoax ke semua penjuru, mempropagandakan prasangka, syakwasangka, kedustaan dan kebohongan, mengada-ada, mengibuli, menipu, mengolok-olok, menebar racun fitnah lewat media massa dan berbagai situs media sosial, semua itu adalah merusak kehormatan yang seharusnya terlindung, dan termasuk tindak kejahatan yang membahayakan serta fitnah yang menyesatkan. Maka seyogianya seorang muslim menghindari hal itu.Abu Dardaโ€™ radhiyallahu โ€˜anhu berkata dalam periwayatan marfuโ€™:ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุดูŽุงุนูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุจูŽุงุทูู„ู ู„ููŠูุดููŠู†ูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฐููŠุจูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุจูู†ูŽููŽุงุฐูู‡ูŽุงโ€œBarangsiapa yang membeberkan kata-kata palsu atas harga diri seorang muslim untuk merendahkannya di dunia, maka Allah pasti akan meluluh lantakkannya di neraka hingga habis dosa kepalsuannyaโ€.Camkanlah, orang yang menyebarkan suatu kekejian adalah sama dengan penggagas pertamanya, dia menanggung dosanya sekaligus dosa orang yang meneruskannya sampai penerima terakhirnya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ยซูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œCukuplah seseorang berbohong ketika ia menceritakan setiap berita yang didengarnyaโ€. HR.MuslimAku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.ุฅูุฐู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ู†ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ูˆูŽุชูŽุญู’ุณูŽุจููˆู†ูŽู‡ู ู‡ูŽูŠู‘ูู†ู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุธููŠู…ูŒ . [ุงู„ู†ูˆุฑ/15]โ€œKetika Anda menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan Anda katakan dengan lidah Anda apa yang tidak Anda ketahui. Anda menganggapnya persoalan ringan, padahal itu di sisi Allah persoalan besarโ€. Qs.An-Nur:15===00===Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah yang melindungi darah, kehormatan dan harta benda melalui agama-Nya, dan menghukum orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-Nya baik dengan perbuatan maupun ucapan. Allah menjadikan sesama orang mukmin bersaudara dan mengilhamkan di antara mereka rasa kasih sayang dan saling mengasihi.Kaum muslimin!Merusak kehormatan dan mengintip skandal seseorang merupakan malapetaka dan bencana sekaligus fitnah dan kemungkaran paling berbahaya. Hal itu berdampak pada lemahnya keimanan dalam hati.Abi Baraza al-Aslami radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :โ€ ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุชูŽุงุจููˆุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูŠูŽูู’ุถูŽุญู’ู‡ู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู โ€ . ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏโ€œHai orang yang beriman di mulut, namun keimanannya belum menyentuh hatinya, janganlah Anda menggunjing kaum muslimin dan janganlah mengintai aurat mereka; barangsiapa yang mengintai aurat mereka, maka Allah akan membeberkan auratnya. Dan barangsiapa yang auratnya telah Allah beberkan, maka Allah mempermalukannya di rumahnya sendiri sekalipunโ€. HR. Ahmad.Oleh karena itu, lindungilah kehormatan Anda dan jagalah lidah Anda.Hamba Allah!Seorang muslim mempunyai martabat terhormat yang dilindungi syariat Islam, dan orang yang melanggarnya terancam hukuman. Maka janganlah ada seseorang yang melanggarnya dan merusaknya.Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma suatu hari memandang Kaโ€™bah seraya berkata :โ€œู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽูƒูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุญูุฑู’ู…ูŽุชูŽูƒูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ูƒูโ€โ€œSungguh agung dan mulia kedudukanmu, namun martabat seorang mukmin lebih agung di sisi Allah dari pada kedudukanmuโ€.Abu Bakrah radhiyallahu โ€˜anhu berkata: Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkhotbah pada hari raya kurban seraya berkata:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐููˆ ุงู„ุญูŽุฌู‘ูŽุฉูุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽูŠู‘ู ุจูŽู„ูŽุฏู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽู„ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู’ุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ู‡ูŽู„ู’ ุจูŽู„ู‘ูŽุบู’ุชูุŸยปุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุดู’ู‡ูŽุฏู’ุŒ ููŽู„ู’ูŠูุจูŽู„ู‘ูุบู ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏู ุงู„ุบูŽุงุฆูุจูŽุŒ ููŽุฑูุจู‘ูŽ ู…ูุจูŽู„ู‘ูŽุบู ุฃูŽูˆู’ุนูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุณูŽุงู…ูุนูุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุฌูุนููˆุง ุจูŽุนู’ุฏููŠย  ูƒููู‘ูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุฑูู‚ูŽุงุจูŽ ุจูŽุนู’ุถูยปโ€œTahukah Anda, hari apakah ini ?โ€.Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini hari raya kurban?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Bulan apakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda :โ€œBukankah ini bulan Zulhijah?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Negeri manakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini Negeri tanah suci?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau lalu bersabda : โ€œSesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah terpelihara seperti terpeliharanya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini sampai kalian menghadap Tuhan. Camkanlah, bukankah aku telah menyampaikan?โ€. Mereka menjawab, benar. Beliau mengucapkan : โ€œYa Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir; betapa banyak orang yang dikabari lebih mengerti dari pada orang yang mendengarnya langsung. Maka janganlah kalian kembali kafir sesudahku; sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lainโ€. HR. Bukhari.Hamba Allah!Menghindari larangan harus diperioritaskan dari pada ketaatan dan berbuat kebajikan. Orang yang bangkrut ialah orang yang bekerja membanting tulang, hanya saja ia pandir sehingga menghambur-hamburkan hasil kerjanya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูุŸยป ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œTahukah kalian siapakah orang bangkrut itu?โ€ Mereka menjawab : Orang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda sama sekali. Beliau menjelaskan : โ€œSesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa dan zakat; namun ia memaki orang ini dan menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darahnya dan memukul orang itu. Akhirnya ia harus membayar hak si fulan dari pahala kebaikannya, dan hak si fulan dari pahala kebaikannya pula. Jika kebaikannya telah ludes sebelum kewajibannya terbayar, maka dosa kesalahan mereka dikurangi untuk kemudian dibebankan kepadanya lalu dirinya dicampakkan ke nerakaโ€.HR.MuslimKaum muslimin!Kerajaan Arab Saudi, negeri dua tanah suci, tempat turunnya wahyu, kiblat kaum muslimin dan tumpuan hati mereka. Allah memilihnya sebagai titik tolak bagi agamanya, mercusuar dakwah kepada agamaNya dan tempat berlabuh umat tauhid (penganut monoteis).Dari sinilah cahaya Islam terpancar dan prinsip-prinsip moderat, kedamaian, keilmuan dan keimanan dibangun, selain negeri ini merengkuh dengan penuh kehangatan setiap muslim yang mengunjunginya. Semoga Allah membalas para penguasa negeri ini dengan sebaik-baik balasan.Perlu diingat bahwa segala berita yang mengandung kebohongan yang dikobarkan dan disebar luaskan oleh para pendengki terhadap negeri ini hanyalah fitnah dan bagian dari perang sengit yang dilancarkan oleh lawan-lawan Islam terhadap umat ini. Itulah sebabnya, perlu kita memohon kekuatan kepada Allah untuk menangkal serangan mereka itu.Ya Allah, lindungilah dan jagalah negeri ini dengan perlindungan dan penjagaanMu. Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman, sentosa dan tenteram beserta seluruh negeri kaum muslimin wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin dan hinakanlah kemusyrikan dan kaum musyrikin.=== Doa Penutup ===Versi Video:
ุฎุทุจุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ1ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ 1440 ู‡ู€ุงู„ุฎุทูŠุจ ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุฏ. ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุจุนูŠุฌุงู†Khotbah Jumโ€™at, Masjid Nabawi, 8 Rabiul Awal 1440 HKhotib : Shekh Dr. Abdullah bin Abdurahman Al-BuaijanJudul: โ€œLidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukanโ€Penerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan manusia, mengunggulkannya, memberinya akal pikiran sebagai alat pepemahaman (wahyu) sekaligus titik sentral penugasan hukum taklif, menganugerahinya lisan sebagai sarana berekspresi dan pengungkapan maksud serta pengajaran ilmu. Maha suci Allah yang menyempurnakan dan meluruskan penciptaan manusia. Sungguh Allah sebaik-baik Pencipta.Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Akupun bersaksi, Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Allah mengutusnya untuk menyampaikan petunjuk dan kebenaran agama sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Dan sungguh beliau telah menyampaikan kebenaran itu dengan penuh amanat. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta segenap keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya :Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, sebaik-baik ajaran adalah ajaran Nabi Muhammad bin Abdullah, setiap perbuatan bidโ€™ah tersesat, dan setiap kesesatan di neraka.Hamba Allah!Aku berpesan kepada diriku dan Anda semua untuk selalu bertakwa kepada Allah, sebagai pesan Allah kepada umat terdahulu dan generasi kemudian. Firman Allah :ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ .[ ุงู„ู†ุณุงุก/131]โ€œSungguh Kami telah berpesan kepada orang-orang Ahli kitab sebelum Anda dan kepada Anda semua agar bertakwa kepada Allahโ€.Qs.An-Nisa: 131Kaum muslimin!Luka di tubuh demikian menghunjam sehingga dampaknya menyentuh relung hati. Kalaulah luka akibat tusukan tombak dapat dipulihkan kembali, maka tidaklah demikian dengan luka akibat tusukan lidah.Lidah merupakan sarana berekspresi, pengungkapan dan penerjemah maksud dalam hati. Ukuran dan volumenya memang kecil, namun besar bahaya keburukan yang ditimbulkannya. Dengan lidah, menjadi jelas garis pemisah antara keimanan dan kekafiran yang merupakan puncak ketaatan dan pembangkangan seseorang. Maka sebagaimana peluang kebaikannya terbuka lebar, demikian pula peluang kejahatannya.Melalui lidah muncul tuduhan-tuduhan dan persangkaan negatif terhadap wanita-wanita beriman yang tak berdosa, tersebar berbagai kekacauan dan konflik, tersiar rahasia-rahasia privasi dari tempat persembunyiannya, terburai kehormatan dan hak milik pribadi, tertanam benih-benih fitnah, kedengkian, kegundahan dan penyesalan dalam hati, timbul kata-kata makian, dampratan, adu domba, hujatan, desas-desus, kutukan, gunjingan, tuduhan, kekejian, perkataan kotor dan umpatan.Lidah tidak pernah lelah bergerak dan tidak pernah kering berbicara. Semua ucapannya tercatat dan harus dipertanggung jawabkan pada hari penghitungan amal.ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ . [ู‚/18]โ€œTidaklah seseorang melepaskan suatu ucapan melainkan di sampingnya ada malaikat pengawas yang selalu hadirโ€. Qs. Qaf:18Pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suatu hari memegang lidahnya seraya berkata :ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŽูŠู’ู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠุง ู…ูุนูŽุงุฐู ูƒููู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู : ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู…ูุคูŽุงุฎูŽุฐููˆู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูŽูƒูู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุฃูู…ู‘ููƒูŽ ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐูุŒ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽูƒูุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูŽุตูŽุงุฆูุฏู ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชูู‡ูู…ู’.โ€œHai Muaz, tahanlah ini. Muaz bertanya : Akankah kami dihukum lantaran kata-kata yang kami ucapkan ? Jawab beliau : Sayangilah ibumu hai Muaz! Bukankah wajah atau batang hidung manusia terjerembap di neraka hanya gara-gara lidah mereka?โ€.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu mendengar Rasulallahu shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู.โ€œAda orang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang membuatnya terjerumus di neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan baratโ€.Anas radhiyallahuย โ€˜anhu berkata :โ€ ุงุณู’ุชูุดู’ู‡ูุฏูŽ ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูุฏูุŒ ููŽูˆูุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽุฑู’ุจููˆุทูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนูุŒ ููŽู…ูŽุณูŽุญูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‡ูŽู†ููŠุฆู‹ุง ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูุŸ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ูููŠู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู โ€œโ€œAda seorang bocah di antara kami gugur dalam perang Uhud, di perutnya terdapat batu besar yang diikatkan karena kelaparan, lalu ibunya mengusap debu di wajahnya sambil berkata, โ€œBeruntunglah engkau anakku dengan surgaโ€. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apa Anda tahu ?, bisa jadi dia pernah membicarakan sesuatu yang tidak penting baginyaโ€.Suatu hari Ibnu Masโ€™ud naik bukit Shafa, lalu menarik lidahnya dan berkata :ูŠูŽุง ู„ูุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุชูŽุบู’ู†ูŽู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุณู’ูƒูุชู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุชูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุฏูŽู…ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุงุจู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูููŠ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูยปโ€œHai lidah, berkatalah yang baik supaya beruntung. Jangan bicara keburukan supaya selamat sebelum menyesal nanti. Lalu ia berkata : Aku mendengar Rasulullahย shallallahu alaihi wa sallam bersaba : โ€œKebanyakan dosa anak Adam disebabkan lidahnyaโ€.Hamba Allah!Cukuplah keburukan seseorang jika sampai menghinakan saudaranya sesama muslim; setiap muslim terhadap sesama muslim terpelihara darahnya, hartanya dan kehormatannya.Penuturan seorang muslim tentang hal ihwal saudaranya sesama muslim yang tidak disukainya di depan matanya identik dengan caci maki, sedangkan di belakangnya; baik terkait dengan fisiknya, agamanya, dunianya, penampilannya, perilakunya, hartanya, anaknya, pasangan hidupnya, pakaiannya atau gerakannya; baik dengan ucapan, isyarat, aba-aba, tulisan atau peragaan adalah menggunjing jika memang faktanya seperti yang diceritakan. Namun jika tidak sesuai, maka itulah menggunjing, menzalimi, mendustai dan mengibuli sekaligus.Hamba Allah!Dosa riba memiliki 72 pintu; yang paling ringan adalah seperti seorang lelaki menggauli ibunya sendiri. Satu Dirham hasil riba lebih kotor dari pada 36 perbuatan zina. Ingat ! riba yang paling keji, riba yang paling keji, adalah kelancangan seseorang dalam membicarakan kehormatan saudaranya sesama muslim tanpa alasan yang benar.Kaum muslimin!Penyakit lidah dan penularannya, perangkap dan penjebakannya adalah penyebaran kabar burung, penyiaran berita hoax, merajut kabar yang dibuat-buat, mecabut rasa percaya terhadap umat Islam dan memposisikan mereka sebagai umat yang patut dicurigai, memperkeruh kejernihan persaudaraan Islam sehingga memecah belah persatuan umat, merongrong sinergisme mereka dan menggoyah stabilitas keamanan mereka.Acap kali berita hoax menggelisahkan warga yang tidak bersalah; betapa banyak berita seperti itu menghancurkan para tokoh, mengoyak hubungan kerjasama, menimbulkan tindak kriminal, mencerai beraikan persahabatan, menghancurkan masyarakat, meruntuhkan kehidupan rumah tangga, memisahkan antar sahabat karib, menghamburkan harta, membuang-buang waktu, menyedihkan hati, memanaskan telinga dan membuahkan penyesalan. Alhasil karena berita hoax, laju perjalanan bangsa terhambat.Firman Allah:ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ . [ุงู„ุญุฌุฑุงุช/12]โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.โ€ Qs.Al-Hujurat : 12Dan firmanNya :ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ูŒ ุจูู†ูŽุจูŽุฅู ููŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ููŽุชูุตู’ุจูุญููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู’ ู†ูŽุงุฏูู…ููŠู†ูŽ .[ุงู„ุญุฌุฑุงุช/6]โ€œHai orang-orang beriman, jika ada orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu kekeliruan kepada suatu kaum akibat ketidak tahuan yang membuatmu menyesal atas perbuatanmu ituโ€. Qs. Al-Hujurat:6Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata, aku mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฑูŽุฏู’ุบูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุนูŽุตูŽุงุฑูŽุฉู ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยปโ€œBarangsiapa menggunjing seorang mukmin tentang sesuatu yang tidak sesuai fakta, maka Allah menempatkannya di kubangan cairan pembakaran badan penghuni nerakaโ€.Sahal bin Muaz meriwayatkan dari ayahnya radhiyallahu โ€˜anhuma dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽู…ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุจูุดูŽูŠู’ุกู ูŠูุฑููŠุฏู ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูุณู’ุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽโ€œBarangsiapa menuduh seorang muslim tentang suatu hal dengan maksud mencoreng namanya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka Jahanam hingga ia terbebas dari apa yang ia tuduhkanโ€.Kaum muslimin!Allah melindungi kehormatan kaum muslimin sebagaimana Dia melindungi darah dan harta mereka, bahkan memerintahkan mereka membela kehormatan itu dengan jiwa dan harta.Penodaan terhadap kehormatan kaum muslimin melalui penyebaran berita hoax ke semua penjuru, mempropagandakan prasangka, syakwasangka, kedustaan dan kebohongan, mengada-ada, mengibuli, menipu, mengolok-olok, menebar racun fitnah lewat media massa dan berbagai situs media sosial, semua itu adalah merusak kehormatan yang seharusnya terlindung, dan termasuk tindak kejahatan yang membahayakan serta fitnah yang menyesatkan. Maka seyogianya seorang muslim menghindari hal itu.Abu Dardaโ€™ radhiyallahu โ€˜anhu berkata dalam periwayatan marfuโ€™:ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุดูŽุงุนูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุจูŽุงุทูู„ู ู„ููŠูุดููŠู†ูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฐููŠุจูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุจูู†ูŽููŽุงุฐูู‡ูŽุงโ€œBarangsiapa yang membeberkan kata-kata palsu atas harga diri seorang muslim untuk merendahkannya di dunia, maka Allah pasti akan meluluh lantakkannya di neraka hingga habis dosa kepalsuannyaโ€.Camkanlah, orang yang menyebarkan suatu kekejian adalah sama dengan penggagas pertamanya, dia menanggung dosanya sekaligus dosa orang yang meneruskannya sampai penerima terakhirnya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ยซูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œCukuplah seseorang berbohong ketika ia menceritakan setiap berita yang didengarnyaโ€. HR.MuslimAku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.ุฅูุฐู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ู†ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ูˆูŽุชูŽุญู’ุณูŽุจููˆู†ูŽู‡ู ู‡ูŽูŠู‘ูู†ู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุธููŠู…ูŒ . [ุงู„ู†ูˆุฑ/15]โ€œKetika Anda menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan Anda katakan dengan lidah Anda apa yang tidak Anda ketahui. Anda menganggapnya persoalan ringan, padahal itu di sisi Allah persoalan besarโ€. Qs.An-Nur:15===00===Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah yang melindungi darah, kehormatan dan harta benda melalui agama-Nya, dan menghukum orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-Nya baik dengan perbuatan maupun ucapan. Allah menjadikan sesama orang mukmin bersaudara dan mengilhamkan di antara mereka rasa kasih sayang dan saling mengasihi.Kaum muslimin!Merusak kehormatan dan mengintip skandal seseorang merupakan malapetaka dan bencana sekaligus fitnah dan kemungkaran paling berbahaya. Hal itu berdampak pada lemahnya keimanan dalam hati.Abi Baraza al-Aslami radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :โ€ ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุชูŽุงุจููˆุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูŠูŽูู’ุถูŽุญู’ู‡ู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู โ€ . ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏโ€œHai orang yang beriman di mulut, namun keimanannya belum menyentuh hatinya, janganlah Anda menggunjing kaum muslimin dan janganlah mengintai aurat mereka; barangsiapa yang mengintai aurat mereka, maka Allah akan membeberkan auratnya. Dan barangsiapa yang auratnya telah Allah beberkan, maka Allah mempermalukannya di rumahnya sendiri sekalipunโ€. HR. Ahmad.Oleh karena itu, lindungilah kehormatan Anda dan jagalah lidah Anda.Hamba Allah!Seorang muslim mempunyai martabat terhormat yang dilindungi syariat Islam, dan orang yang melanggarnya terancam hukuman. Maka janganlah ada seseorang yang melanggarnya dan merusaknya.Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma suatu hari memandang Kaโ€™bah seraya berkata :โ€œู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽูƒูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุญูุฑู’ู…ูŽุชูŽูƒูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ูƒูโ€โ€œSungguh agung dan mulia kedudukanmu, namun martabat seorang mukmin lebih agung di sisi Allah dari pada kedudukanmuโ€.Abu Bakrah radhiyallahu โ€˜anhu berkata: Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkhotbah pada hari raya kurban seraya berkata:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐููˆ ุงู„ุญูŽุฌู‘ูŽุฉูุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽูŠู‘ู ุจูŽู„ูŽุฏู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽู„ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู’ุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ู‡ูŽู„ู’ ุจูŽู„ู‘ูŽุบู’ุชูุŸยปุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุดู’ู‡ูŽุฏู’ุŒ ููŽู„ู’ูŠูุจูŽู„ู‘ูุบู ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏู ุงู„ุบูŽุงุฆูุจูŽุŒ ููŽุฑูุจู‘ูŽ ู…ูุจูŽู„ู‘ูŽุบู ุฃูŽูˆู’ุนูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุณูŽุงู…ูุนูุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุฌูุนููˆุง ุจูŽุนู’ุฏููŠย  ูƒููู‘ูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุฑูู‚ูŽุงุจูŽ ุจูŽุนู’ุถูยปโ€œTahukah Anda, hari apakah ini ?โ€.Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini hari raya kurban?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Bulan apakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda :โ€œBukankah ini bulan Zulhijah?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Negeri manakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini Negeri tanah suci?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau lalu bersabda : โ€œSesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah terpelihara seperti terpeliharanya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini sampai kalian menghadap Tuhan. Camkanlah, bukankah aku telah menyampaikan?โ€. Mereka menjawab, benar. Beliau mengucapkan : โ€œYa Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir; betapa banyak orang yang dikabari lebih mengerti dari pada orang yang mendengarnya langsung. Maka janganlah kalian kembali kafir sesudahku; sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lainโ€. HR. Bukhari.Hamba Allah!Menghindari larangan harus diperioritaskan dari pada ketaatan dan berbuat kebajikan. Orang yang bangkrut ialah orang yang bekerja membanting tulang, hanya saja ia pandir sehingga menghambur-hamburkan hasil kerjanya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูุŸยป ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œTahukah kalian siapakah orang bangkrut itu?โ€ Mereka menjawab : Orang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda sama sekali. Beliau menjelaskan : โ€œSesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa dan zakat; namun ia memaki orang ini dan menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darahnya dan memukul orang itu. Akhirnya ia harus membayar hak si fulan dari pahala kebaikannya, dan hak si fulan dari pahala kebaikannya pula. Jika kebaikannya telah ludes sebelum kewajibannya terbayar, maka dosa kesalahan mereka dikurangi untuk kemudian dibebankan kepadanya lalu dirinya dicampakkan ke nerakaโ€.HR.MuslimKaum muslimin!Kerajaan Arab Saudi, negeri dua tanah suci, tempat turunnya wahyu, kiblat kaum muslimin dan tumpuan hati mereka. Allah memilihnya sebagai titik tolak bagi agamanya, mercusuar dakwah kepada agamaNya dan tempat berlabuh umat tauhid (penganut monoteis).Dari sinilah cahaya Islam terpancar dan prinsip-prinsip moderat, kedamaian, keilmuan dan keimanan dibangun, selain negeri ini merengkuh dengan penuh kehangatan setiap muslim yang mengunjunginya. Semoga Allah membalas para penguasa negeri ini dengan sebaik-baik balasan.Perlu diingat bahwa segala berita yang mengandung kebohongan yang dikobarkan dan disebar luaskan oleh para pendengki terhadap negeri ini hanyalah fitnah dan bagian dari perang sengit yang dilancarkan oleh lawan-lawan Islam terhadap umat ini. Itulah sebabnya, perlu kita memohon kekuatan kepada Allah untuk menangkal serangan mereka itu.Ya Allah, lindungilah dan jagalah negeri ini dengan perlindungan dan penjagaanMu. Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman, sentosa dan tenteram beserta seluruh negeri kaum muslimin wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin dan hinakanlah kemusyrikan dan kaum musyrikin.=== Doa Penutup ===Versi Video:


ุฎุทุจุฉ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ1ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ 1440 ู‡ู€ุงู„ุฎุทูŠุจ ูุถูŠู„ุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ุฏ. ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุจุนูŠุฌุงู†Khotbah Jumโ€™at, Masjid Nabawi, 8 Rabiul Awal 1440 HKhotib : Shekh Dr. Abdullah bin Abdurahman Al-BuaijanJudul: โ€œLidah Pangkal Kebaikan Sekaligus Sarang Keburukanโ€Penerjemah : Usman HatimKhotbah PertamaSegala puji bagi Allah yang menciptakan manusia, mengunggulkannya, memberinya akal pikiran sebagai alat pepemahaman (wahyu) sekaligus titik sentral penugasan hukum taklif, menganugerahinya lisan sebagai sarana berekspresi dan pengungkapan maksud serta pengajaran ilmu. Maha suci Allah yang menyempurnakan dan meluruskan penciptaan manusia. Sungguh Allah sebaik-baik Pencipta.Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Akupun bersaksi, Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Allah mengutusnya untuk menyampaikan petunjuk dan kebenaran agama sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan. Dan sungguh beliau telah menyampaikan kebenaran itu dengan penuh amanat. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah sebanyak-banyaknya kepadanya beserta segenap keluarga dan sahabatnya.Selanjutnya :Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, sebaik-baik ajaran adalah ajaran Nabi Muhammad bin Abdullah, setiap perbuatan bidโ€™ah tersesat, dan setiap kesesatan di neraka.Hamba Allah!Aku berpesan kepada diriku dan Anda semua untuk selalu bertakwa kepada Allah, sebagai pesan Allah kepada umat terdahulu dan generasi kemudian. Firman Allah :ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ .[ ุงู„ู†ุณุงุก/131]โ€œSungguh Kami telah berpesan kepada orang-orang Ahli kitab sebelum Anda dan kepada Anda semua agar bertakwa kepada Allahโ€.Qs.An-Nisa: 131Kaum muslimin!Luka di tubuh demikian menghunjam sehingga dampaknya menyentuh relung hati. Kalaulah luka akibat tusukan tombak dapat dipulihkan kembali, maka tidaklah demikian dengan luka akibat tusukan lidah.Lidah merupakan sarana berekspresi, pengungkapan dan penerjemah maksud dalam hati. Ukuran dan volumenya memang kecil, namun besar bahaya keburukan yang ditimbulkannya. Dengan lidah, menjadi jelas garis pemisah antara keimanan dan kekafiran yang merupakan puncak ketaatan dan pembangkangan seseorang. Maka sebagaimana peluang kebaikannya terbuka lebar, demikian pula peluang kejahatannya.Melalui lidah muncul tuduhan-tuduhan dan persangkaan negatif terhadap wanita-wanita beriman yang tak berdosa, tersebar berbagai kekacauan dan konflik, tersiar rahasia-rahasia privasi dari tempat persembunyiannya, terburai kehormatan dan hak milik pribadi, tertanam benih-benih fitnah, kedengkian, kegundahan dan penyesalan dalam hati, timbul kata-kata makian, dampratan, adu domba, hujatan, desas-desus, kutukan, gunjingan, tuduhan, kekejian, perkataan kotor dan umpatan.Lidah tidak pernah lelah bergerak dan tidak pernah kering berbicara. Semua ucapannya tercatat dan harus dipertanggung jawabkan pada hari penghitungan amal.ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ููุธู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽู‚ููŠุจูŒ ุนูŽุชููŠุฏูŒ . [ู‚/18]โ€œTidaklah seseorang melepaskan suatu ucapan melainkan di sampingnya ada malaikat pengawas yang selalu hadirโ€. Qs. Qaf:18Pernah Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam suatu hari memegang lidahnya seraya berkata :ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŽูŠู’ู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠุง ู…ูุนูŽุงุฐู ูƒููู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุนูŽุงุฐู : ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู…ูุคูŽุงุฎูŽุฐููˆู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูู‡ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซูŽูƒูู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุฃูู…ู‘ููƒูŽ ูŠูŽุง ู…ูุนูŽุงุฐูุŒ ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽูƒูุจู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฎูุฑูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุญูŽุตูŽุงุฆูุฏู ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชูู‡ูู…ู’.โ€œHai Muaz, tahanlah ini. Muaz bertanya : Akankah kami dihukum lantaran kata-kata yang kami ucapkan ? Jawab beliau : Sayangilah ibumu hai Muaz! Bukankah wajah atau batang hidung manusia terjerembap di neraka hanya gara-gara lidah mereka?โ€.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu mendengar Rasulallahu shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ู„ูŽูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ุจูุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฃูŽุจู’ุนูŽุฏูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู.โ€œAda orang benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang membuatnya terjerumus di neraka lebih jauh dari pada jarak timur dan baratโ€.Anas radhiyallahuย โ€˜anhu berkata :โ€ ุงุณู’ุชูุดู’ู‡ูุฏูŽ ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุญูุฏูุŒ ููŽูˆูุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุทู’ู†ูู‡ู ุตูŽุฎู’ุฑูŽุฉูŒ ู…ูŽุฑู’ุจููˆุทูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนูุŒ ููŽู…ูŽุณูŽุญูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‡ูŽู†ููŠุฆู‹ุง ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูุŸ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุชูŽูƒูŽู„ู‘ูŽู…ู ูููŠู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู โ€œโ€œAda seorang bocah di antara kami gugur dalam perang Uhud, di perutnya terdapat batu besar yang diikatkan karena kelaparan, lalu ibunya mengusap debu di wajahnya sambil berkata, โ€œBeruntunglah engkau anakku dengan surgaโ€. Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apa Anda tahu ?, bisa jadi dia pernah membicarakan sesuatu yang tidak penting baginyaโ€.Suatu hari Ibnu Masโ€™ud naik bukit Shafa, lalu menarik lidahnya dan berkata :ูŠูŽุง ู„ูุณูŽุงู†ูุŒ ู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุชูŽุบู’ู†ูŽู…ู’ุŒ ูˆูŽุงุณู’ูƒูุชู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ุชูŽุณู’ู„ูŽู…ู’ุŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุฏูŽู…ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุงุจู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูููŠ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ูยปโ€œHai lidah, berkatalah yang baik supaya beruntung. Jangan bicara keburukan supaya selamat sebelum menyesal nanti. Lalu ia berkata : Aku mendengar Rasulullahย shallallahu alaihi wa sallam bersaba : โ€œKebanyakan dosa anak Adam disebabkan lidahnyaโ€.Hamba Allah!Cukuplah keburukan seseorang jika sampai menghinakan saudaranya sesama muslim; setiap muslim terhadap sesama muslim terpelihara darahnya, hartanya dan kehormatannya.Penuturan seorang muslim tentang hal ihwal saudaranya sesama muslim yang tidak disukainya di depan matanya identik dengan caci maki, sedangkan di belakangnya; baik terkait dengan fisiknya, agamanya, dunianya, penampilannya, perilakunya, hartanya, anaknya, pasangan hidupnya, pakaiannya atau gerakannya; baik dengan ucapan, isyarat, aba-aba, tulisan atau peragaan adalah menggunjing jika memang faktanya seperti yang diceritakan. Namun jika tidak sesuai, maka itulah menggunjing, menzalimi, mendustai dan mengibuli sekaligus.Hamba Allah!Dosa riba memiliki 72 pintu; yang paling ringan adalah seperti seorang lelaki menggauli ibunya sendiri. Satu Dirham hasil riba lebih kotor dari pada 36 perbuatan zina. Ingat ! riba yang paling keji, riba yang paling keji, adalah kelancangan seseorang dalam membicarakan kehormatan saudaranya sesama muslim tanpa alasan yang benar.Kaum muslimin!Penyakit lidah dan penularannya, perangkap dan penjebakannya adalah penyebaran kabar burung, penyiaran berita hoax, merajut kabar yang dibuat-buat, mecabut rasa percaya terhadap umat Islam dan memposisikan mereka sebagai umat yang patut dicurigai, memperkeruh kejernihan persaudaraan Islam sehingga memecah belah persatuan umat, merongrong sinergisme mereka dan menggoyah stabilitas keamanan mereka.Acap kali berita hoax menggelisahkan warga yang tidak bersalah; betapa banyak berita seperti itu menghancurkan para tokoh, mengoyak hubungan kerjasama, menimbulkan tindak kriminal, mencerai beraikan persahabatan, menghancurkan masyarakat, meruntuhkan kehidupan rumah tangga, memisahkan antar sahabat karib, menghamburkan harta, membuang-buang waktu, menyedihkan hati, memanaskan telinga dan membuahkan penyesalan. Alhasil karena berita hoax, laju perjalanan bangsa terhambat.Firman Allah:ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ . [ุงู„ุญุฌุฑุงุช/12]โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.โ€ Qs.Al-Hujurat : 12Dan firmanNya :ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุณูู‚ูŒ ุจูู†ูŽุจูŽุฅู ููŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุตููŠุจููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุจูุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ููŽุชูุตู’ุจูุญููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู’ ู†ูŽุงุฏูู…ููŠู†ูŽ .[ุงู„ุญุฌุฑุงุช/6]โ€œHai orang-orang beriman, jika ada orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu kekeliruan kepada suatu kaum akibat ketidak tahuan yang membuatmu menyesal atas perbuatanmu ituโ€. Qs. Al-Hujurat:6Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata, aku mendengar Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:ยซู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ู ุฃูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฑูŽุฏู’ุบูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽุจูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุนูŽุตูŽุงุฑูŽุฉู ุฃู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยปโ€œBarangsiapa menggunjing seorang mukmin tentang sesuatu yang tidak sesuai fakta, maka Allah menempatkannya di kubangan cairan pembakaran badan penghuni nerakaโ€.Sahal bin Muaz meriwayatkan dari ayahnya radhiyallahu โ€˜anhuma dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽู…ูŽู‰ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุจูุดูŽูŠู’ุกู ูŠูุฑููŠุฏู ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ุญูŽุจูŽุณูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูุณู’ุฑู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽโ€œBarangsiapa menuduh seorang muslim tentang suatu hal dengan maksud mencoreng namanya, maka Allah akan menahannya di atas jembatan neraka Jahanam hingga ia terbebas dari apa yang ia tuduhkanโ€.Kaum muslimin!Allah melindungi kehormatan kaum muslimin sebagaimana Dia melindungi darah dan harta mereka, bahkan memerintahkan mereka membela kehormatan itu dengan jiwa dan harta.Penodaan terhadap kehormatan kaum muslimin melalui penyebaran berita hoax ke semua penjuru, mempropagandakan prasangka, syakwasangka, kedustaan dan kebohongan, mengada-ada, mengibuli, menipu, mengolok-olok, menebar racun fitnah lewat media massa dan berbagai situs media sosial, semua itu adalah merusak kehormatan yang seharusnya terlindung, dan termasuk tindak kejahatan yang membahayakan serta fitnah yang menyesatkan. Maka seyogianya seorang muslim menghindari hal itu.Abu Dardaโ€™ radhiyallahu โ€˜anhu berkata dalam periwayatan marfuโ€™:ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุดูŽุงุนูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŽ ุจูŽุงุทูู„ู ู„ููŠูุดููŠู†ูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฐููŠุจูŽู‡ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุจูู†ูŽููŽุงุฐูู‡ูŽุงโ€œBarangsiapa yang membeberkan kata-kata palsu atas harga diri seorang muslim untuk merendahkannya di dunia, maka Allah pasti akan meluluh lantakkannya di neraka hingga habis dosa kepalsuannyaโ€.Camkanlah, orang yang menyebarkan suatu kekejian adalah sama dengan penggagas pertamanya, dia menanggung dosanya sekaligus dosa orang yang meneruskannya sampai penerima terakhirnya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:ยซูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ูƒูŽุฐูุจู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูŽุฏู‘ูุซูŽ ุจููƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ุณูŽู…ูุนูŽยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œCukuplah seseorang berbohong ketika ia menceritakan setiap berita yang didengarnyaโ€. HR.MuslimAku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.ุฅูุฐู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ู†ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ูˆูŽุชูŽุญู’ุณูŽุจููˆู†ูŽู‡ู ู‡ูŽูŠู‘ูู†ู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุธููŠู…ูŒ . [ุงู„ู†ูˆุฑ/15]โ€œKetika Anda menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan Anda katakan dengan lidah Anda apa yang tidak Anda ketahui. Anda menganggapnya persoalan ringan, padahal itu di sisi Allah persoalan besarโ€. Qs.An-Nur:15===00===Khotbah KeduaSegala puji bagi Allah yang melindungi darah, kehormatan dan harta benda melalui agama-Nya, dan menghukum orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-Nya baik dengan perbuatan maupun ucapan. Allah menjadikan sesama orang mukmin bersaudara dan mengilhamkan di antara mereka rasa kasih sayang dan saling mengasihi.Kaum muslimin!Merusak kehormatan dan mengintip skandal seseorang merupakan malapetaka dan bencana sekaligus fitnah dan kemungkaran paling berbahaya. Hal itu berdampak pada lemahnya keimanan dalam hati.Abi Baraza al-Aslami radhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :โ€ ูŠูŽุง ู…ูŽุนู’ุดูŽุฑูŽ ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽู„ู’ุจูŽู‡ู ู„ูŽุง ุชูŽุบู’ุชูŽุงุจููˆุง ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ูŠูŽูู’ุถูŽุญู’ู‡ู ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู โ€ . ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏโ€œHai orang yang beriman di mulut, namun keimanannya belum menyentuh hatinya, janganlah Anda menggunjing kaum muslimin dan janganlah mengintai aurat mereka; barangsiapa yang mengintai aurat mereka, maka Allah akan membeberkan auratnya. Dan barangsiapa yang auratnya telah Allah beberkan, maka Allah mempermalukannya di rumahnya sendiri sekalipunโ€. HR. Ahmad.Oleh karena itu, lindungilah kehormatan Anda dan jagalah lidah Anda.Hamba Allah!Seorang muslim mempunyai martabat terhormat yang dilindungi syariat Islam, dan orang yang melanggarnya terancam hukuman. Maka janganlah ada seseorang yang melanggarnya dan merusaknya.Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma suatu hari memandang Kaโ€™bah seraya berkata :โ€œู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽูƒูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุธูŽู…ูŽ ุญูุฑู’ู…ูŽุชูŽูƒูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ูƒูโ€โ€œSungguh agung dan mulia kedudukanmu, namun martabat seorang mukmin lebih agung di sisi Allah dari pada kedudukanmuโ€.Abu Bakrah radhiyallahu โ€˜anhu berkata: Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkhotbah pada hari raya kurban seraya berkata:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฃูŽูŠู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐููˆ ุงู„ุญูŽุฌู‘ูŽุฉูุŸยปุŒ ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽูŠู‘ู ุจูŽู„ูŽุฏู ู‡ูŽุฐูŽุงุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽูŠูุณูŽู…ู‘ููŠู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ู…ูู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽู„ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ูุŸยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ุจูŽู„ูŽู‰ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฏูู…ูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูƒูŽุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ูŠูŽูˆู’ู…ููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูููŠ ุจูŽู„ูŽุฏููƒูู…ู’ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู’ุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ู‡ูŽู„ู’ ุจูŽู„ู‘ูŽุบู’ุชูุŸยปุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุดู’ู‡ูŽุฏู’ุŒ ููŽู„ู’ูŠูุจูŽู„ู‘ูุบู ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏู ุงู„ุบูŽุงุฆูุจูŽุŒ ููŽุฑูุจู‘ูŽ ู…ูุจูŽู„ู‘ูŽุบู ุฃูŽูˆู’ุนูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุณูŽุงู…ูุนูุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุฌูุนููˆุง ุจูŽุนู’ุฏููŠย  ูƒููู‘ูŽุงุฑู‹ุงุŒ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุฑูู‚ูŽุงุจูŽ ุจูŽุนู’ุถูยปโ€œTahukah Anda, hari apakah ini ?โ€.Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini hari raya kurban?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Bulan apakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda :โ€œBukankah ini bulan Zulhijah?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau bertanya :โ€Negeri manakah ini?โ€. Kami menjawab, Allah dan rasulNya lebih mengetahui. Nabi terdiam hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Lalu bersabda : โ€œBukankah ini Negeri tanah suci?โ€. Kami menjawab, benar. Beliau lalu bersabda : โ€œSesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah terpelihara seperti terpeliharanya hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negeri kalian ini sampai kalian menghadap Tuhan. Camkanlah, bukankah aku telah menyampaikan?โ€. Mereka menjawab, benar. Beliau mengucapkan : โ€œYa Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir; betapa banyak orang yang dikabari lebih mengerti dari pada orang yang mendengarnya langsung. Maka janganlah kalian kembali kafir sesudahku; sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lainโ€. HR. Bukhari.Hamba Allah!Menghindari larangan harus diperioritaskan dari pada ketaatan dan berbuat kebajikan. Orang yang bangkrut ialah orang yang bekerja membanting tulang, hanya saja ia pandir sehingga menghambur-hamburkan hasil kerjanya.Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:ยซุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูุŸยป ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุงุŒ ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุทูุฑูุญูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูยป ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…โ€œTahukah kalian siapakah orang bangkrut itu?โ€ Mereka menjawab : Orang bangkrut di antara kami ialah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda sama sekali. Beliau menjelaskan : โ€œSesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat, puasa dan zakat; namun ia memaki orang ini dan menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darahnya dan memukul orang itu. Akhirnya ia harus membayar hak si fulan dari pahala kebaikannya, dan hak si fulan dari pahala kebaikannya pula. Jika kebaikannya telah ludes sebelum kewajibannya terbayar, maka dosa kesalahan mereka dikurangi untuk kemudian dibebankan kepadanya lalu dirinya dicampakkan ke nerakaโ€.HR.MuslimKaum muslimin!Kerajaan Arab Saudi, negeri dua tanah suci, tempat turunnya wahyu, kiblat kaum muslimin dan tumpuan hati mereka. Allah memilihnya sebagai titik tolak bagi agamanya, mercusuar dakwah kepada agamaNya dan tempat berlabuh umat tauhid (penganut monoteis).Dari sinilah cahaya Islam terpancar dan prinsip-prinsip moderat, kedamaian, keilmuan dan keimanan dibangun, selain negeri ini merengkuh dengan penuh kehangatan setiap muslim yang mengunjunginya. Semoga Allah membalas para penguasa negeri ini dengan sebaik-baik balasan.Perlu diingat bahwa segala berita yang mengandung kebohongan yang dikobarkan dan disebar luaskan oleh para pendengki terhadap negeri ini hanyalah fitnah dan bagian dari perang sengit yang dilancarkan oleh lawan-lawan Islam terhadap umat ini. Itulah sebabnya, perlu kita memohon kekuatan kepada Allah untuk menangkal serangan mereka itu.Ya Allah, lindungilah dan jagalah negeri ini dengan perlindungan dan penjagaanMu. Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman, sentosa dan tenteram beserta seluruh negeri kaum muslimin wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin dan hinakanlah kemusyrikan dan kaum musyrikin.=== Doa Penutup ===Versi Video:
Prev     Next