Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงููุฃูููุจูููุงุกูุ ุซูู
ูู ุงูุตููุงููุญูููููุ ุซูู
ูู ุงููุฃูู
ูุซููู ููุงููุฃูู
ูุซูููุ ููุจูุชูููู ุงููุนูุจูุฏู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏููููููโOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูููุงย ููููุงูููู ุงููููุชููู
ูย ููููุงุชููููู ููู ุงููุฌููููุฉูโAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅููู ุฃูุฑูุฏูุชู ุฃููู ููููููู ููููุจูููุ ููุฃูุทูุนูู
ู ุงููู
ูุณููููููุ ููุงู
ูุณูุญู ุฑูุฃูุณู ุงููููุชููู
ูโKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โAbdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โAbdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโbah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โAbdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโbah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โAbdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โAbdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โAbdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โAbdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โAbdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โAbdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โAbdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โAbdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู
ูุง ุจูุนูุซู ุงูููููู ููุจููููุง ุฅููููุง ุฑูุนูู ุงููุบูููู
ู ููููุงูู ุฃูุตูุญูุงุจููู ููุฃูููุชู ููููุงูู ููุนูู
ู ููููุชู ุฃูุฑูุนูุงููุง ุนูููู ููุฑูุงุฑููุทู ููุฃููููู ู
ููููุฉูโTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ Kata para shahฤbat: โEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโdiyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โAbdillฤh radhiyallฤhu Taโฤla โanhumฤ, Jabir mengisahkan :ูููููุง ู
ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฌูููู ุงููููุจูุงุซู ููุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุนูููููููู
ู ุจูุงููุฃูุณูููุฏู ู
ููููู ููุฅูููููู ุฃูุทูููุจููู ููุงูููุง ุฃูููููุชู ุชูุฑูุนูู ุงููุบูููู
ู ููุงูู ูููููู ู
ููู ููุจูููู ุฅููููุง ููููุฏู ุฑูุนูุงููุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ Maka para shahฤbat heran, โWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โalayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโaun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโan dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ููููู ุฐูููุฑู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฐููููู ุจูุนูุฏู ุฃููู ุนูููู
ู ูููููููู ุฃูููุฑูู
ู ุงููุฎููููู ุนูููู ุงูููููู ู
ูุง ููุงูู ุนููููููู ู
ููู ุนูุธููู
ู ุงูุชููููุงุถูุนู ููุฑูุจูููู ููุงูุชููุตูุฑููุญู ุจูู
ููููุชููู ุนููููููู ููุนูููู ุฅูุฎูููุงูููู ู
ููู ุงููุฃูููุจูููุงุกูโNabi shallallahu โalaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ (Fathul Baari 4/441)โต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ Kata Khadฤซjah: โSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โOleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ููุงูู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฅูููููุงู
ู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ู
ููู ุฑูุนููู ุงููุบูููู
ู ููุจููู ุงููููุจููููุฉู ุฃููู ููุญูุตููู ููููู
ู ุงูุชููู
ูุฑูููู ุจูุฑูุนูููููุง ุนูููู ู
ูุง ูููููููููููููู ู
ููู ุงููููููุงู
ู ุจูุฃูู
ูุฑู ุฃูู
ููุชูููู
ู ููููุฃูููู ููู ู
ูุฎูุงููุทูุชูููุง ู
ูุง ููุญูุตูููู ููููู
ู ุงููุญูููู
ู ููุงูุดููููููุฉู ููุฃููููููู
ู ุฅูุฐูุง ุตูุจูุฑููุง ุนูููู ุฑูุนูููููุง ููุฌูู
ูุนูููุง ุจูุนูุฏู ุชูููุฑููููููุง ููู ุงููู
ูุฑูุนูู ููููููููููุง ู
ููู ู
ูุณูุฑูุญู ุฅูููู ู
ูุณูุฑูุญู ููุฏูููุนู ุนูุฏููููููุง ู
ููู ุณูุจูุนู ููุบูููุฑููู ููุงูุณููุงุฑููู ููุนูููู
ููุง ุงุฎูุชูููุงูู ุทูุจูุงุนูููุง ููุดูุฏููุฉู ุชูููุฑููููููุง ู
ูุนู ุถูุนูููููุง ููุงุญูุชูููุงุฌูููุง ุฅูููู ุงููู
ูุนูุงููุฏูุฉู ุฃููููููุง ู
ููู ุฐููููู ุงูุตููุจูุฑู ุนูููู ุงููุฃูู
ููุฉู ููุนูุฑููููุง ุงุฎูุชูููุงูู ุทูุจูุงุนูููุง ููุชูููุงููุชู ุนููููููููุง ููุฌูุจูุฑููุง ููุณูุฑูููุง ููุฑููููููุง ุจูุถูุนููููููุง ููุฃูุญูุณููููุง ุงูุชููุนูุงููุฏู ููููุง ููููููููู ุชูุญูู
ููููููู
ู ููู
ูุดููููุฉู ุฐููููู ุฃูุณููููู ู
ูู
ููุง ูููู ููููููููุง ุงููููููุงู
ู ุจูุฐููููู ู
ููู ุฃูููููู ููููููุฉู ููู
ูุง ููุญูุตููู ููููู
ู ู
ููู ุงูุชููุฏูุฑููุฌู ุนูููู ุฐููููู ุจูุฑูุนููู ุงููุบูููู
ู ููุฎูุตููุชู ุงููุบูููู
ู ุจูุฐููููู ููููููููููุง ุฃูุถูุนููู ู
ููู ุบูููุฑูููุง ููููุฃูููู ุชูููุฑููููููุง ุฃูููุซูุฑู ู
ููู ุชูููุฑูููู ุงููุฅูุจููู ููุงููุจูููุฑู ููุฅูู
ูููุงูู ุถูุจูุทู ุงููุฅูุจููู ููุงููุจูููุฑู ุจูุงูุฑููุจูุทู ุฏููููููุง ููู ุงููุนูุงุฏูุฉู ุงููู
ูุฃููููููุฉู ููู
ูุนู ุฃูููุซูุฑููููุฉู ุชูููุฑููููููุง ูููููู ุฃูุณูุฑูุนู ุงููููููุงุฏูุง ู
ููู ุบูููุฑูููุงโPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ููุงูููุง ููุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฑูุนูุงููุฉู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ุตูููููุงุชู ุงูููููู ููุณูููุงู
ููู ุนูููููููู
ู ููููุง ููููุฃูุฎูุฐููุง ุฃูููููุณูููู
ู ุจูุงูุชููููุงุถูุนู ููุชูุตูููู ูููููุจูููู
ู ุจูุงููุฎูููููุฉู ููููุชูุฑููููููุง ู
ููู ุณูููุงุณูุชูููุง ุจูุงููููุตููุญูุฉู ุฅูููู ุณูููุงุณูุฉู ุฃูู
ูู
ูููู
ู ุจูุงููููุฏูุงููุฉู ููุงูุดููููููุฉูโPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู
ุนูู ูููู ุนููู ุงูุณูุงู
: (ู
ุง ุจุนุซ ุงููู ูุจูุง ุฅูุง ุฑุนู ุงูุบูู
) โ ูุงููู ุฃุนูู
โ ุฃู ุฐูู ุชูุทุฆุฉ ูุชูุฏู
ุฉู ูู ุชุนุฑููู ุณูุงุณุฉ ุงูุนุจุงุฏุ ูุงุนุชุจุงุฑูุง ุจุฃุญูุงู ุฑุนุงุฉ ุงูุบูู
ุ ูู
ุง ูุฌุจ ุนูู ุฑุงุนููุง ู
ู ุงุฎุชูุงุฑ ุงูููุฃ ููุงุ ูุฅูุฑุงุฏูุง ุฃูุถู ู
ูุงุฑุฏูุงุ ูุงุฎุชูุงุฑ ุงูู
ุณุฑุญ ูุงูู
ุฑุงุญ ููุงุ ูุฌุจุฑ ูุณูุฑูุงุ ูุงูุฑูู ุจุถุนูููุงุ ูู
ุนุฑูุฉ ุฃุนูุงููุง ูุญุณู ุชุนูุฏูุงุ ูุฅุฐุง ููู ุนูู ูุฐู ุงูุฃู
ูุฑ ูุงูุช ู
ุซุงูุงู ูุฑุนุงูุฉ ุงูุนุจุงุฏุ ููุฐู ุญูู
ุฉ ุจุงูุบุฉโMakna sabda Nabi โTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ โWallahu aโlamโ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ููุงูููุฎูุฑู ููุงูุฎููููุงูุกู ููู ุฃููููู ุงูุฎููููู ููุงูุฅูุจูููุ ููุงูููุฏููุงุฏูููู ุฃููููู ุงูููุจูุฑูุ ููุงูุณูููููููุฉู ููู ุฃููููู ุงูุบูููู
ูโBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูุฎูุตููุตู ุงููุฎูููููุงุกู ุจูุฃูุตูุญูุงุจู ุงููุฅูุจูููุ ููุงููููููุงุฑู ุจูุฃููููู ุงููุบูููู
ู ููุฏูููู ุนูููู ุฃูููู ู
ูุฎูุงููุทูุฉู ุงููุญูููููุงูู ุชูุคูุซููุฑู ููู ุงููููููุณู ููุชูุนูุฏููู ุฅูููููููุง ููููุฆูุงุชู ููุฃูุฎูููุงููุง ุชูููุงุณูุจู ุทูุจูุงุนูููุง ููุชูููุงุฆูู
ู ุฃูุญูููุงููููุงุโDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโat dan kondisi jiwa tersebut.โ(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ููููุชู: ููููููุฐูุง ููููู ุงูุตููุญูุจูุฉู ุชูุคูุซููุฑู ููู ุงููููููุณูุ ููููุนูููู ููุฐูุง ุฃูููุถูุง ููุฌููู ุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฃูููู ููููู ููุจูููู ุฑูุนูู ุงููุบูููู
ูโKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โAsyโariy radhiyallฤhu Taโฤla โanhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ Maka sang rahib berkata: โTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โApa yang membuat kalian ke sini?โ Mereka menjawab: โKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โDi akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โAsyโariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โAbdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ โan al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโdil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โOleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya AllahโฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โAmr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โdalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูุงุจ ุฃูุดูุฏูู ุงููููุงุณู ุจูููุงุกู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ุซูู
ูู ุงููุฃูู
ูุซููู ููุงููุฃูู
ูุซููู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅููููู ุฃููุนููู ููู
ูุง ูููุนููู ุฑูุฌูููุงูู ู
ูููููู
ูโAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โAmr bin โAidz
Ilustrasi PHOTOGRAPH BY PAUL SALOPEKWafatnya Ibunda Nabi ๏ทบTelah berlalu sebelumya penjelasan bahwa ketika Rasลซlullฤh ๏ทบ berusia 4 tahun, ibu asuh Nabi ๏ทบ (Halimah) mengantar beliau kembali ke pangkuan ibu kandungnya, dan ini terjadi setelah proses pembelahan dada Nabi. Para ulama menjelaskan bahwa diantara sebab Halimah bersedia mengembalikan Muhammad ๏ทบ adalah kejadian pembelahan dada tersebut menyebabkan Halฤซmah khawatir jika suatu saat Nabi akan diserang lagi sedangkan Nabi adalah amanahnya untuk dia jaga. Akhirnya dia mengembalikan Nabi ๏ทบ kepada ibundanya. Setelah itu, Nabi Muhammad dirawat oleh ibunya sendiri dari umur 4 tahun sampai 6 tahun. Saat berumur 6 tahun, beliau dibawa ke Madinah oleh ibunya untuk menziarahi makam ayahanda beliau, karena ayah Nabi meninggal di Madinah. Selain itu banyak akhwฤl (saudara laki-laki ibu) Abdul Muttholib (kakek Nabi) dari Bani Najjaar[1] yang tinggal di Madinah. Adapun โammamnya (saudara laki-laki bapak) banyak di Mekkah.Disebutkan oleh para ahli sejarah, setelah menjenguk kuburan ayah Nabi ๏ทบ, mereka berjalan pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Abwฤ yang terletak sekitar 235 km dari Mekkah, Aminah, ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia.Sungguh, ini adalah cobaan luar biasa yang dialami oleh Nabi ๏ทบ yang saat itu masih anak-anak. Nabi telah mencapai puncak keyatiman (meninggal dalam keadaan ayahnya tidak ada) kemudian dirawat oleh ibundanya hanya 2 tahun, lalu ibunda beliau pun meninggal saat pulang dari safar di suatu tempat yang jauh dari Mekkah dan Madinah. Jika beliau meninggal di Mekkah maka akan ada paman-pamannya dari sisi ayahnya dan kalau di Madinah akan ada paman-pamannya dari sisi kakeknya. Namun ibundanya meninggal di tengah-tengah antara Mekkah dan Madinah (Abwฤ) sehingga tidak ada orang yang beliau bisa menyampaikan keluh kesahnya. Nabi ๏ทบ melihat langsung bagaimana ibundanya menghadapi kematian.Para ulama menyebutkan bahwa semakin orang itu bertaqwa maka cobaan yang akan dia hadapi akan semakin berat. Apabila kita mempelajari tentang cobaan-cobaan yang dialami oleh Nabi ๏ทบ maka sangatlah luar biasa. Beliau lahir dalam keadaan yatim, umur 6 tahun melihat ibunya meninggal, sendirian tidak ada siapa-siapa di sisi beliau, di tempat yang asing. Begitu besar kesedihan yang dirasakan oleh Nabi ๏ทบ. Oleh karena itu ujian Nabi ๏ทบ sangat luar biasa. Sebagaimana dalam hadits:ุงููุฃูููุจูููุงุกูุ ุซูู
ูู ุงูุตููุงููุญูููููุ ุซูู
ูู ุงููุฃูู
ูุซููู ููุงููุฃูู
ูุซูููุ ููุจูุชูููู ุงููุนูุจูุฏู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏููููููโOrang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi kemudian orang-orang shฤlih kemudian selanjutnya dan selanjutnya. Seorang hamba diuji berdasarkan agamanyaโ (HR Ibnu Majah no 4023 dan At-Tirmidzi no 2398)[2]Nabi ๏ทบ telah menjadi yatim piatu semenjak masih anak-anak. Karena itulah beliau sangat sayang kepada anak-anak yatim, sampai-sampai beliau ๏ทบ mengatakan:ุฃูููุงย ููููุงูููู ุงููููุชููู
ูย ููููุงุชููููู ููู ุงููุฌููููุฉูโAku bersama orang yang menanggung anak yatim seperti 2 jari ini disurga.โ (HR Al-Bukhari no 5304)Nabi ๏ทบ mengatakan demikian bukan hanya sekedar berdasarkan teori tetapi beliau telah merasakan sendiri susahnya menjadi anak yatim.Dikisahkan bahwasanya ada seorang shahฤbat Nabi ๏ทบ datang menemui beliau, dia mengatakan: โYฤ Rasลซlullฤh, hatiku seakan-akan keras.โ Maka Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata:ุฅููู ุฃูุฑูุฏูุชู ุฃููู ููููููู ููููุจูููุ ููุฃูุทูุนูู
ู ุงููู
ูุณููููููุ ููุงู
ูุณูุญู ุฑูุฃูุณู ุงููููุชููู
ูโKalau engkau ingin hatimu lunak (yaitu mudah terenyuh/menangis tatkala mendengar ayat-ayat Allฤh, khusyลซโ tatkala shalat) maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.โ (HR Ahmad no 5756 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 854)Hal ini karena Nabi mengetahui kerinduan anak yatim tatkala diusap kepalanya. Bagaimana seorang anak ketika didatangi oleh orangtuanya, dia rindu untuk diusap kepalanya. Oleh karena itu, apabila seseorang ingin hatinya bersih dan mudah mendapatkan nashihat maka perhatikanlah orang miskin, berilah makan untuk mereka, datangi dan santuni anak yatim serta usaplah kepala mereka. Kita bisa mengirim uang atau santunan untuk anak yatim, tetapi alangkah lebih indah lagi jika kita bisa bertemu langsung dengan anak yatim kemudian mengusap kepalanya dan turut merasakan kesedihan yang dirasakan anak yatim tersebut.Nabi ๏ทบ benar-benar mengetahui kesedihan yang dialami oleh anak yatim, sehingga ketika beliau berbicara tentang rahmat (kasih sayang), maka hal ini benar-benar keluar dari lubuk hati beliau yang paling dalam. Beliau benar-benar mengerti bukan sekedar teori, tetapi beliau pernah merasakan langsung sebagai anak yatim dan juga sebagai orang miskin.Di bawah asuhan sang KakekSetelah ibunda Nabi ๏ทบ meninggal dunia, Rasลซlullฤh ๏ทบ kemudian diasuh oleh kakeknya, โAbdul Muththalib, dia sangat mencintai cucunya tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah bahwa โAbdul Muththalib sering duduk-duduk di bawah naungan Kaโbah. Dia memiliki semacam tempat duduk dari permadani, jika anak-anaknya datang (yaitu paman-paman Nabi), mereka hanya duduk di sekitar permadani tersebut, tidak ada yang berani duduk di permadani โAbdul Muththalib disebabkan haybah (kharismatik) yang dimiliki olehnya sehingga orang-orang segan terhadapnya. Adapun Nabi ๏ทบ kecil, yang masih berusia 6 tahun jika beliau datang ke Kaโbah maka beliau duduk di permadani kakeknya. Suatu hari beliau ๏ทบ pernah duduk di atas permadani sehingga dengan serta merta paman-paman beliau melarangnya. Namun Nabi ๏ทบ tetap duduk dan dibiarkan saja oleh โAbdul Muththalib, bahkan kakeknya menggendongnya dan duduk disampingnya, karena Abdul Muththalib sangat mencintainya. Mungkin saja diantara penyebabnya adalah karena bapak Nabi (โAbdullฤh) juga diantara anaknya yang sangat dicintainya, demikian pula cucunya, terlebih Nabi ๏ทบย hidup dalam keadaan yatim piatu. Suatu ketika saat paman-paman Nabi ๏ทบ melarang Muhammad duduk di atas permadani, maka โAbdul Muththalib membelanya dan mengatakan: โBiarkan cucuku, sesungguhnya dia memiliki suatu kehebatan.โ[3]Di bawah Asuhan Sang PamanTak berselang lama, โAbdul Muththalib juga meninggal dunia. Disebutkan bahwasanya dia wafat dalam usia sekitar 82 tahun (80 tahun lebih). Sebelum wafat, โAbdul Muththalib mewasiatkan kepada Abลซ Thฤlib (paman Nabi) agar dia yang mengasuh Muhammad kecil. Alasan beliau memilih Abลซ Thฤlib karena Abลซ Thฤlib dan โAbdullฤh saudara kandung seibu dan sebapak. โAbdul Muththalib menikah dengan beberapa wanita, diantara anaknya yang lahir dari ibu yang sama adalah Abลซ Thฤlib dan โAbdullฤh[4], sedangkan paman Nabi yang lain lahir dari ibu yang berbeda dengan mereka berdua.Akhirnya pengasuhan kepada Nabi Muhammad ๏ทบ pun berpindah kepada paman beliau, Abลซ Thฤlib. Disebutkan bahwa Abลซ Thฤlib sangat mencintai dan memperhatikan Nabi ๏ทบ seperti anak beliau sendiri. Dia sering tidur di samping Nabi ๏ทบ dan jika pergi dia selalu mengajak Nabi ๏ทบ. Ketika Abลซ Thฤlib berdagang ke negeri Syam, Nabi Muhammad ๏ทบ diajak. Namun sayangnya Abลซ Thฤlib adalah orang yang miskin. Oleh karena itu, Nabi ๏ทบ ikut bekerja untuk membantu pamannya diantaranya dengan menggembala kambing.Nabi ๏ทบ Biasa Menggembala KambingAbu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabdaู
ูุง ุจูุนูุซู ุงูููููู ููุจููููุง ุฅููููุง ุฑูุนูู ุงููุบูููู
ู ููููุงูู ุฃูุตูุญูุงุจููู ููุฃูููุชู ููููุงูู ููุนูู
ู ููููุชู ุฃูุฑูุนูุงููุง ุนูููู ููุฑูุงุฑููุทู ููุฃููููู ู
ููููุฉูโTidak ada seorang Nabi pun yang diutus kecuali menggembalakan kambing.โ Kata para shahฤbat: โEngkau juga menggembalakan kambing, wahai Rasลซlullฤh?โ Berkata Rasลซlullฤh ๏ทบ: โYa, saya dulu menggembalakan kambing-kambingnya orang Mekkah agar dapat upah dari mereka.โ (HR Al-Bukhari no 2262)Nabi ๏ทบ sendiri tidak memiliki kambing. Kambing yang beliau gembalakan adalah milik orang lain, beliau hanya bertugas merawatnya supaya dapat upah, kemudian upah itu digunakan untuk membantu pamannya. Abu Thalib adalah orang yang terpandang tapi miskin secara ekonomi. Dan telah lewat pembahasannya bahwasa Nabi sewaktu masih kecil juga menggembalakan kambing di kampung Bani Saโad tatakala beliau tinggal bersama ibu susuannya, Halimah As-Saโdiyah.Dalam hadits yang lain, dari Jฤbir bin โAbdillฤh radhiyallฤhu Taโฤla โanhumฤ, Jabir mengisahkan :ูููููุง ู
ูุนู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฌูููู ุงููููุจูุงุซู ููุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุนูููููููู
ู ุจูุงููุฃูุณูููุฏู ู
ููููู ููุฅูููููู ุฃูุทูููุจููู ููุงูููุง ุฃูููููุชู ุชูุฑูุนูู ุงููุบูููู
ู ููุงูู ูููููู ู
ููู ููุจูููู ุฅููููุง ููููุฏู ุฑูุนูุงููุงSuatu hari kami bersama Nabi ๏ทบ dan kami sedang mengambil kayu siwak. Lalu Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โCarilah yang kayunya/batangnya hitam, karena itu siwak yang terbaikโ Maka para shahฤbat heran, โWahai Rasลซlullฤh, apakah engkau pernah menggembalakan kambing?โ Rasลซlullฤh ๏ทบ berkata: โBukankah setiap Nabi pernah menggembalakan kambing?โ (HR. Al-Bukhari no 3406 dan Muslim no 2050)Menurut para ulama, ini adalah salah satu dalil bahwasanya seluruh Nabi menggembalakan kambing. Bahkan sekalipun Nabi yang kaya raya pun juga ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Contohnya Nabi Mลซsa โalayhissalฤm, beliau dibesarkan di istana Firโaun, namun tetap ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing. Dalam al-Qurโan dikisahkan bahwa Nabi Mลซsa pernah membunuh salah seorang penduduk Mesir yang menyebabkan beliau dikejar-kejar dan melarikan diri ke negeri Madyan. Di sana beliau bertemu dengan salah seorang penduduk Madyan, lalu dinikahkah dengan putrinya dengan mahar menggembalakan kambing selama 8 atau 10 tahun.Menurut para ulama, hikmah para Nabi (terutama sebelum menjadi Nabi) ditakdirkan oleh Allฤh untuk menggembalakan kambing, diantaranya yaitu:โด Untuk mengajarkan tawฤdhuโ. Karena pekerjaan sebagai seorang penggembala tidak ada yang pantas disombongkan darinya. Bahkan Nabi menceritakan bahwa dia pernah menjadi penggembala kambing setelah ia menjadi Nabi. Ibnu Hajar berkata :ููููู ุฐูููุฑู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุฐููููู ุจูุนูุฏู ุฃููู ุนูููู
ู ูููููููู ุฃูููุฑูู
ู ุงููุฎููููู ุนูููู ุงูููููู ู
ูุง ููุงูู ุนููููููู ู
ููู ุนูุธููู
ู ุงูุชููููุงุถูุนู ููุฑูุจูููู ููุงูุชููุตูุฑููุญู ุจูู
ููููุชููู ุนููููููู ููุนูููู ุฅูุฎูููุงูููู ู
ููู ุงููุฃูููุจูููุงุกูโNabi shallallahu โalaihi wasallam menceritakan tentang dirinya bahwa beliau adalah penggembala kambing setelah diketahui (oleh para sahabat-pen) jika dirinya adalah makhluk termulia di sisi Allah, menunjukan akan besarnya tawadhuโ beliau terhadap Rabbnya, dan dengan tegasnya beliau menyebutkan karunia Allah (yaitu menjadikannya sebagai penggembala kambing -pen) terhadapnya dan terhadap saudara-saudaranya dari para Nabiโ (Fathul Baari 4/441)โต Menunjukan perhatian terhadap hewan yang lemah yaitu kambing, tidak seperti unta, kuda, atau yang semisal.โถ Jenis kambing ada bermacam-macam, ada yang jinak dan ada yang liar. Mengetahui hal ini adalah penting sebagai bekal menghadapi berbagai tipe manusia, ada yang angkuh, rendah diri, kaya, miskin, dll.Kambing tidak seperti bebek yang pada umumnya mudah untuk dikendalikan, jika satu digiring maka yang lain akan mengikutinya. Berkebalikan dengan yang terjadi pada kambing.โท Menumbuhkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Nabi ๏ทบ sejak kecil sudah mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.(5) Bahkan selain mandiri, Nabi juga bekerja untuk membantu orang lain (yaitu pamannya). Karenanya saat didatangi malaikat Jibrฤซl, Nabi ๏ทบ begitu tampak ketakutan. Beliau datang kepada Khadฤซjah dan berkata: โSaya khawatir sesuatu menimpa diriku.โ Kata Khadฤซjah: โSekali-kali tidak, demi Allฤh, gembiralah wahai suamiku, engkau orang yang suka bersilaturahim, senantiasa jujur, menjamu tamu, membantu orang, bahkan engkau mencari uang untuk engkau berikan kepada orang yang tidak mampu, membantu orang yang terkena musibah.โOleh karena itu, hendaknya kita membiasakan diri agar tidak bergantung kepada orang lain. Diantara puncak kebahagiaan adalah seseorang itu tidak bergantung kepada makhluk apapun. Kita mengambil sebab, tapi jangan bergantung kepada sebab tersebut. Kapanpun seseorang menggantungkan hatinya kepada manusia dan berharap kepada manusia, maka suatu saat dia akan kecewa dan kebahagiaannya akan hilang. Berbeda jika seseorang senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allฤh maka dia akan senantiasa bahagia.Ibnu Hajar rahimahullah berkata :ููุงูู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฅูููููุงู
ู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ู
ููู ุฑูุนููู ุงููุบูููู
ู ููุจููู ุงููููุจููููุฉู ุฃููู ููุญูุตููู ููููู
ู ุงูุชููู
ูุฑูููู ุจูุฑูุนูููููุง ุนูููู ู
ูุง ูููููููููููููู ู
ููู ุงููููููุงู
ู ุจูุฃูู
ูุฑู ุฃูู
ููุชูููู
ู ููููุฃูููู ููู ู
ูุฎูุงููุทูุชูููุง ู
ูุง ููุญูุตูููู ููููู
ู ุงููุญูููู
ู ููุงูุดููููููุฉู ููุฃููููููู
ู ุฅูุฐูุง ุตูุจูุฑููุง ุนูููู ุฑูุนูููููุง ููุฌูู
ูุนูููุง ุจูุนูุฏู ุชูููุฑููููููุง ููู ุงููู
ูุฑูุนูู ููููููููููุง ู
ููู ู
ูุณูุฑูุญู ุฅูููู ู
ูุณูุฑูุญู ููุฏูููุนู ุนูุฏููููููุง ู
ููู ุณูุจูุนู ููุบูููุฑููู ููุงูุณููุงุฑููู ููุนูููู
ููุง ุงุฎูุชูููุงูู ุทูุจูุงุนูููุง ููุดูุฏููุฉู ุชูููุฑููููููุง ู
ูุนู ุถูุนูููููุง ููุงุญูุชูููุงุฌูููุง ุฅูููู ุงููู
ูุนูุงููุฏูุฉู ุฃููููููุง ู
ููู ุฐููููู ุงูุตููุจูุฑู ุนูููู ุงููุฃูู
ููุฉู ููุนูุฑููููุง ุงุฎูุชูููุงูู ุทูุจูุงุนูููุง ููุชูููุงููุชู ุนููููููููุง ููุฌูุจูุฑููุง ููุณูุฑูููุง ููุฑููููููุง ุจูุถูุนููููููุง ููุฃูุญูุณููููุง ุงูุชููุนูุงููุฏู ููููุง ููููููููู ุชูุญูู
ููููููู
ู ููู
ูุดููููุฉู ุฐููููู ุฃูุณููููู ู
ูู
ููุง ูููู ููููููููุง ุงููููููุงู
ู ุจูุฐููููู ู
ููู ุฃูููููู ููููููุฉู ููู
ูุง ููุญูุตููู ููููู
ู ู
ููู ุงูุชููุฏูุฑููุฌู ุนูููู ุฐููููู ุจูุฑูุนููู ุงููุบูููู
ู ููุฎูุตููุชู ุงููุบูููู
ู ุจูุฐููููู ููููููููููุง ุฃูุถูุนููู ู
ููู ุบูููุฑูููุง ููููุฃูููู ุชูููุฑููููููุง ุฃูููุซูุฑู ู
ููู ุชูููุฑูููู ุงููุฅูุจููู ููุงููุจูููุฑู ููุฅูู
ูููุงูู ุถูุจูุทู ุงููุฅูุจููู ููุงููุจูููุฑู ุจูุงูุฑููุจูุทู ุฏููููููุง ููู ุงููุนูุงุฏูุฉู ุงููู
ูุฃููููููุฉู ููู
ูุนู ุฃูููุซูุฑููููุฉู ุชูููุฑููููููุง ูููููู ุฃูุณูุฑูุนู ุงููููููุงุฏูุง ู
ููู ุบูููุฑูููุงโPara ulama berkata bahwasanya hikmah dari diilhamkannya para Nabi untuk menggembalakan kambing sebelum diangkat menjadi Nabi yaitu agar mereka terlatih dalam menggembalakan kambing sehingga mampu menjalankan segala yang dibebankan kepada mereka dalam menjalankan urusan umat mereka. Dan juga dengan bercampur/bergaul dengan kambing akan menimbulkan kesabaran dan kasih saying. Dan jika mereka bersabar dalam menggembalakan kambing, mengumpulkan kambing-kambing setelah terpencarnya di daerah penggembalaan serta memindahkannya dari satu kawasan gembala ke kawasan yang lain, melindungi mereka dari musuhnya seperti hewan buas dan pencuri dan yang lainnya, kemudian mengetahui akan bervariasinya akhlak kambing-kambing dan begitu cepatnya kambing-kambing terpencar-pencar padahal begitu lemahnya, serta kebutuhan kambing-kambing tersebut terus diperhatikan, maka para Nabi akan terbiasa dengan kesabaran tersebut agar kelak bisa bersabar atas umat mereka. Mereka akan mengetahui betapa bervariasinya perangai umat dan bertingkat-tingkatnya akal mereka, mereka akan mudah menambal kekurangan umat, mereka akan bersikap lemah lembut kepada yang lemah diantara umatnya, dan mereka akan lebih baik dalam memperhatikan umatnya. Sehingga jadilah tugas para Nabi untuk mengurusi umatnya menjadi lebih ringan dibanding jika para Nnabi langsung dibebani untuk mengurusi umat tanpa tahapan sebelumnya yakni dengan menggembalakan kambing. Dan dikhususkan kambing, karena kambing lebih lemah dari pada yang lainnya (dari pada sapi dan onta-pen) serta berpencarnya kambing lebih sering daripada bepencarnya onta dan sapi, karena onta dan sapi mungkin untuk diikat tidak seperti kambing yang pada umumnya dilepas. Namun meskipun kambing sering berpencar, mereka lebih mudah patuh dibandingkan onta dan sapi.โ (Fathul Baari 4/441)Ibnu Hajar juga berkata :ููุงูููุง ููุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฑูุนูุงููุฉู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ุตูููููุงุชู ุงูููููู ููุณูููุงู
ููู ุนูููููููู
ู ููููุง ููููุฃูุฎูุฐููุง ุฃูููููุณูููู
ู ุจูุงูุชููููุงุถูุนู ููุชูุตูููู ูููููุจูููู
ู ุจูุงููุฎูููููุฉู ููููุชูุฑููููููุง ู
ููู ุณูููุงุณูุชูููุง ุจูุงููููุตููุญูุฉู ุฅูููู ุณูููุงุณูุฉู ุฃูู
ูู
ูููู
ู ุจูุงููููุฏูุงููุฉู ููุงูุดููููููุฉูโPara ulama berkata bahwasanya hikmah para Nabi menggembalakan kambing yaitu agar mereka bersikap tawadhuโ dan agar hati mereka menjadi bersih dengan cara berkhalwat (bersendirian) dan agar kemampuannya semakin meningkat dengan bersiasat/mengatur kambing-kambing dengan yang terbaik untuk kelak diterapkan kepada umat-umat mereka dalam mengatur mereka, dalam memberi petunjuk kepada mereka, dan mengasihi merekaโ (Fathul Baari 14/6)Ibnu Baththal rahimahullah berkata :ู
ุนูู ูููู ุนููู ุงูุณูุงู
: (ู
ุง ุจุนุซ ุงููู ูุจูุง ุฅูุง ุฑุนู ุงูุบูู
) โ ูุงููู ุฃุนูู
โ ุฃู ุฐูู ุชูุทุฆุฉ ูุชูุฏู
ุฉู ูู ุชุนุฑููู ุณูุงุณุฉ ุงูุนุจุงุฏุ ูุงุนุชุจุงุฑูุง ุจุฃุญูุงู ุฑุนุงุฉ ุงูุบูู
ุ ูู
ุง ูุฌุจ ุนูู ุฑุงุนููุง ู
ู ุงุฎุชูุงุฑ ุงูููุฃ ููุงุ ูุฅูุฑุงุฏูุง ุฃูุถู ู
ูุงุฑุฏูุงุ ูุงุฎุชูุงุฑ ุงูู
ุณุฑุญ ูุงูู
ุฑุงุญ ููุงุ ูุฌุจุฑ ูุณูุฑูุงุ ูุงูุฑูู ุจุถุนูููุงุ ูู
ุนุฑูุฉ ุฃุนูุงููุง ูุญุณู ุชุนูุฏูุงุ ูุฅุฐุง ููู ุนูู ูุฐู ุงูุฃู
ูุฑ ูุงูุช ู
ุซุงูุงู ูุฑุนุงูุฉ ุงูุนุจุงุฏุ ููุฐู ุญูู
ุฉ ุจุงูุบุฉโMakna sabda Nabi โTidaklah Allah mengutus seorang nabi-pun kecuali pernah menggembalakan kambingโ โWallahu aโlamโ adalah ini sebagai pembukaan dan muqaddimah untuk mengenali cara mengatur para hamba. Dan untuk mengambil pelajaran dari kondisi para penggembala kambing, apa yang wajib bagi penggembala kambing dengan memilihkan rumput yang baik bagi kambing, menggiring kambing ke kawasan yang terbaik, memilih daerah gembalaan yang terbaik dan tempat istirahat yang terbaik, mengobati kambing yang sakit, lembut terhadap kambing yang lemah, mengenali pribadi setiap kambing, serta memberi perhatian yang baik terhadap mereka. Maka jika seorang nabi melakukan hal-hal tersebut, jadilah ia seorang teladan dalam mengurusi umat. Dan ini merupakan hikmah yang tinggiโ (Syarah Shahih Al-Bukhari 6/386)Nabi juga bersabda :ููุงูููุฎูุฑู ููุงูุฎููููุงูุกู ููู ุฃููููู ุงูุฎููููู ููุงูุฅูุจูููุ ููุงูููุฏููุงุฏูููู ุฃููููู ุงูููุจูุฑูุ ููุงูุณูููููููุฉู ููู ุฃููููู ุงูุบูููู
ูโBangga diri dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan onta, yaitu orang-orang yang bersuara keras yang tinggal di gurun. Adapun ketenangan ada pada pemilik kambingโ (HR Al-Bukhari 3301 dan Muslim no 52)At-Thibiy rahimahullah berkata :ุชูุฎูุตููุตู ุงููุฎูููููุงุกู ุจูุฃูุตูุญูุงุจู ุงููุฅูุจูููุ ููุงููููููุงุฑู ุจูุฃููููู ุงููุบูููู
ู ููุฏูููู ุนูููู ุฃูููู ู
ูุฎูุงููุทูุฉู ุงููุญูููููุงูู ุชูุคูุซููุฑู ููู ุงููููููุณู ููุชูุนูุฏููู ุฅูููููููุง ููููุฆูุงุชู ููุฃูุฎูููุงููุง ุชูููุงุณูุจู ุทูุจูุงุนูููุง ููุชูููุงุฆูู
ู ุฃูุญูููุงููููุงุโDikhususkannya kesombongan untuk para penggembala onta dan dikhususkannya ketenangan bagi para penggembala kambing, menunjukkan bahwa kedekataan/pergaulan dengan hewan akan mempengaruhi jiwa dan menularkan kepada jiwa kondisi dan perangai yang sesuai dengan tabiโat dan kondisi jiwa tersebut.โ(Syarh Misykat Al-Mashabih 12/3957)Al-Qari mengomentari perkataan di atas :ููููุชู: ููููููุฐูุง ููููู ุงูุตููุญูุจูุฉู ุชูุคูุซููุฑู ููู ุงููููููุณูุ ููููุนูููู ููุฐูุง ุฃูููุถูุง ููุฌููู ุงููุญูููู
ูุฉู ููู ุฃูููู ููููู ููุจูููู ุฑูุนูู ุงููุบูููู
ูโKarenanya dikatakan bahwasanya persahabatan itu akan memberi pengaruh terhadap jiwa. Dan mungkin saja ini juga salah satu hikmah mengapa semua Nabi menggembalakan kambingโ (Mirqat al-Mafaatiih 9/4037)Kisah pertemuan Nabi ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ. Ini kisah yang sangat penting karena sering dijadikan dalil oleh orang-orang Nashara untuk menjatuhkan Nabi ๏ทบ. Abลซ Thฤlib paman Nabi ๏ทบ sangat mencintai Nabi seakan-akan anaknya sendiri. Sampai-sampai kemana dia pergi Nabi pasti diajak, bahkan dalam perjalanan yang sangat jauh yang mana ketika itu beliau masih berumur belasan tahun. Pada suatu perjalanan ke negeri Syam untuk berdagang, Nabi ๏ทบ bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhairฤ. Telah kita ketahui bersama bahwa saat itu negeri Syam dikuasai oleh orang-orang Romawi yang beragama Nasrani. Di sanalah para pendeta biasa berkumpul.Dalam sebuah riwayat dari Abลซ Mลซsa Al-โAsyโariy radhiyallฤhu Taโฤla โanhu, dia berkata: Abลซ Thฤlib pergi ke negeri Syam membawa Nabi ๏ทบ beserta sejumlah orang yang sudah tua dari kalangan Quraisy untuk berdagang. Saat mereka sampai di tempat yang dekat dengan Buhairฤ, mereka berhenti untuk beristirahat dan unta-unta mereka diikatkan. Tak lama kemudian, Buhaira sang pendeta keluar menemui mereka, padahal sebelumnya para pendeta tidak pernah keluar menemui meskipun mereka sering lewat di tempat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya Nabi ๏ทบ dalam rombongan tersebut. Saat rombongan Abu Thalib sedang sibuk membereskan unta, sang rahib-pun masuk di sela-sela mereka, lalu sang rahib bertemu dengan Nabi dan memegang tangan Beliau ๏ทบ sembari berkata: โInilah pemimpin seluruh alam semesta, ini adalahย Rasul Allฤh pemimpin seluruh alam semesta. Allฤh mengutus dia sebagai rahmat semesta alam.โ Orang-orang Quraisy kemudian berkata kepada sang rahib: โBagaimana engkau tahu hal demikian, mengapa engkau mengatakan anak kecil ini akan menjadi pemimpin alam semesta?โ Maka sang rahib berkata: โTatkala kalian pergi menuju ke sini, tidak ada satu pohon dan batu pun kecuali sujud kepadanya. Dan saya mengetahui bahwa dia seorang Nabi karena adanya tanda kenabian di bawah pundaknya, semacam tahi lalat besar dan padanya ada rambut.โ Kemudian sang rahib pulang dan membuat makanan untuk mereka. Mereka melihat sebuah bayangan di bawah pohon yang bisa dijadikan tempat bernaung. Kemudian Nabi ingin istirahat di bawah bayangan tersebut, tapi orang-orang Quraisy sudah mendahului duduk di tempat tersebut sehingga Nabi duduk di sisi yang lain. Tiba-tiba bayangan pohon berpindah kepada Nabi dan menanunginya. Pendeta rahib Buhairฤ berkata: โJangan engkau bawa Muhammad ke Romawi, berhati-hatilah karena apabila mereka mengetahuinya mereka akan membunuhnya. Karena mereka mengetahui akan keluar seorang Nabi baru.โ Tak lama kemudian tibalah 7 orang pasukan Romawi. Mereka ditemui oleh sang pendeta dan bertanya: โApa yang membuat kalian ke sini?โ Mereka menjawab: โKami mendengar bahwasanya akan ada seorang Nabi yang muncul di bulan ini dan dia akan melewati jalan ini, karena itulah kami bermaksud mencari Nabi tersebut. Setiap sudut jalan telah diutus orang untuk mencari Nabi tersebut.โ Pendeta Buhaira berkata kepada pasukan: โJika Allฤh mengendaki sesuatu, adakah orang yang dapat menolaknnya? Maka berbaiatlah kepada Nabi tersebut jika ia telah muncul.โDi akhir hadits dikatakan oleh Abลซ Mลซsa Al-โAsyโariy, Sang pendeta terus mengingatkan agar tidak membawa Muhammad ke negeri Romawi. Hal ini menyebabkan Abลซ Thฤlib memulangkan Nabi ๏ทบ bersama denganย Abลซ Bakr dan Bilฤl, dikirim pulang ke Mekkah. (HR At-Tirmidzi no 3948)Para ulama berbeda pendapat akan keshahฤซhan hadits di atas, karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama โAbdurrahman bin Ghazwฤn. Para ulama menilainya bahwasanya dia memiliki riwayat yang munkar.Hadits ini dikatakan At-Tirmidzi dalam Sunannya sebagai hadits yang hasan gharฤซb dan kami tidak tahu dari jalur ini. Hadits ini juga dinilai shahih oleh Al-Hakim, Ibnu Hajar ( al-Ishobah 1/476), Ibnu Katsir (Al-Fushul fi siroh Ar-Rasul), Al-Albani (Difaโ โan al-Hadits an-Nabawi wa As-Siroh 62-72).Akan tetapi Imam Adz-Dzahabi (ulama besar Asy-Syฤfiโฤซ, ahli hadits dan jarh wa taโdil) membantah al-Hakim dan mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang palsu, dengan membawakan banyak dalil yang menunjukkan kepalsuan hadits ini. Beliau membantah mengapa pada akhir hadits disebutkan bahwasanya Abลซ Thฤlib mengirim Nabi pulang ke Mekkah dengan ditemani oleh Abลซ Bakr dan Bilฤl. Padahal pada saat itu Bilฤl belum lahir sedangkan Abลซ Bakr 2,5 tahun lebih muda dari Nabi. Ini adalah lafal yang tidak benar dan diingkari oleh para ulama. Lalu bagaimana bayangan pohon tersebut bisa berpindah. Padahal jika bayangan berpindah itu artinya matahari juga harus berpindah. Demikian juga Abลซ Thฤlib mati dalam keadaan kafir. Seandainya hadits ini benar lalu mengapa Rasลซlullฤh ๏ทบ tidak pernah berkata kepada pamannya โWahai paman, ingatkah kejadian saat aku berumur 12 tahun? Ingatkah perkataan pendeta Buhairฤ?โOleh karena itu, kisah ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menshahฤซhkan dan sebagian ulama mendhaโฤซfkan. Diantaranya yang mendhaโฤซfkan yaitu Adz-Adz-Dzahabi rahimahullฤh Taโฤla.Al-Hafiz Ibnu Hajar (demikian juga Syaikh Al-Albani) mengatakan dari sisi sanad dia shahฤซh kecuali lafazh yang terakhir. Namun anehnya, hadits yang diperselisihkan ini dijadikan dalil oleh orang-orang Nasrani dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak mendapat wahyu dari Allฤh, akan tetapi diajari oleh pendeta Buhairฤ saat mereka bertemu.Berkenaan dengan asumsi mereka, hal ini bisa dibantah dengan beberapa alasan:โด Kisah sanad hadits ini diperselisihkan, sehingga orang-orang Nashrani tidak pantas berdalil dengan kisah ini.โต Jika memang benar mereka (kaum Nasrani) meyakini bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ mengambil ilmu dari Buhairฤ, lantas mengapa mereka tidak mau beriman kepada beliau? Bukankah ajarannya dibawa oleh pendeta Nashrani?!โถ Pertemuan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan pendeta Buhairฤ hanya sebentar (sekedar makan siang) dan Nabi Muhammad berbahasa Arab sedangkan pendeta Buhairฤ berbahasa lain. Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu Buhaira mampu mengajari Al-Qurฤn yang berisi lebih dari 6000 ayat.Menurut sebagian mereka, pendeta Buhairฤ senantiasa mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad ๏ทบ. Maka kita bantah dengan mengatakan bahwa ayat Al-Qurฤn turun berdasarkan kejadian-kejadian, artinya sang pendeta harus aktif segera mengirim suratnya karena ayat Al-Qurฤn langsung turun segera saat itu juga. Misalnya ketika perang Uhud, turun sebuah ayat, padahal komunikasi di zaman itu masih serba lama, paling cepat dengan kurir berkuda. Perhatikan pula bahwasanya isi Al-Qurฤn sendiri banyak bertentangan dengan isi Injil yang telah dirubah.Bersambung Insya AllahโฆFOOTNOTE:[1] Karena ayah Abdul Muttholib yaitu Hasyim bin Abdi Manaf menikah dengan Salma bin โAmr An-Najjaariyah Al-Khazrajiyah, kemudian lahirlah Abdul Muttholib. Karenanya bani Najjar dari suku Khazraj di Madinah adalah akhwaal (saudara laki-laki ibu) dari Abdul Muttholib[2] Al-Imam Al-Bukhari โdalam shahihnya- membuat suatu bab yang diberi judul:ุจูุงุจ ุฃูุดูุฏูู ุงููููุงุณู ุจูููุงุกู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ุซูู
ูู ุงููุฃูู
ูุซููู ููุงููุฃูู
ูุซููู(Bab : Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi lalu yang paling shalih dan yang paling shalih), lalu beliau membawakan sebuah hadits dimana Nabi bersabda :ุฅููููู ุฃููุนููู ููู
ูุง ูููุนููู ุฑูุฌูููุงูู ู
ูููููู
ูโAku sakit sebagaimana dua orang yang sakit diantara kalian.โ (HR Al-Bukhari no 5648)[3] Lihat Dalail An-Nubuwwah karya al-Baihaqi 1/404 dan Siroh Ibnu Hiysam 1/168[4] Ibu mereka berdua adalah Fathimah binti โAmr bin โAidz