Makmur Luar Dalam

MAKMUR LUAR DALAM Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAAlhamdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah… Keimanan itu aslinya berpusat di hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“التَّقْوَى هَاهُنَا” وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.“Takwa itu di sini”. Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sesuatu yang berada di dalam hati aslinya tidak terlihat. Sebab tersembunyi di dalamnya.Namun keimanan yang berada di dalam hati, bisa diketahui keberadaannya dengan tanda-tanda lahiriah yang terlihat mata.Di antara tanda keimanan tersebut adalah memakmurkan masjid. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ”Artinya: “Yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah golongan yang selalu mendapat petunjuk”. QS. At-Taubah (9): 18.Berbagai keterangan para ulama tafsir mengenai makna memakmurkan masjid, bisa disimpulkan menjadi dua:1. Memakmurkan fisik bangunannya. 2. Memakmurkan kegiatan di dalamnya.[ Baca: Zâd al-Masîr karya Ibn al-Jauziy (hal. 572) dan Jâmi’ al-Bayân karya al-Ijiy (hal. 373).]Atau dengan kata lain menjaga masjid agar senantiasa makmur luar dan dalam.Memakmurkan fisik bangunan masjid, dimulai dari mendirikan masjid baru. Kemudian juga merawat bangunan masjid yang sudah ada. Baik fasilitas penerangannya, pengairannya, sirkulasi udaranya, karpetnya, hingga kebersihan dalam dan luar masjid.Adapun memakmurkan kegiatan di masjid, terutama adalah dengan menggunakannya untuk shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kemudian juga mengisinya dengan majlis taklim secara rutin. Untuk mengkaji al-Qur’an dan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik yang diperuntukkan buat kaum dewasa, maupun untuk anak-anak.Bahagia Memakmurkan MasjidSiapapun orang yang memiliki keimanan di hatinya, ia akan merasa bahagia untuk memakmurkan masjid. Atau minimal merasa bahagia melihat masjid-masjid dimakmurkan.Maka, orang yang terjangkiti kegalauan dan kegelisahan saat melihat suatu masjid makmur, ini pertanda keimanannya bermasalah. Yang lebih parah dari itu, ada orang yang merasa lebih senang melihat masjid sepi dibanding makmur. Bahkan berusaha membuat sepi masjid yang telah makmur. Cuma hanya karena beda ormas atau pilihan politik.Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada orang-orang yang terjangkiti hasad, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya. Amien…Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 R. Tsani 1440 / 14 Desember 2018=================== Telegram: https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWATNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Makmur Luar Dalam

MAKMUR LUAR DALAM Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAAlhamdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah… Keimanan itu aslinya berpusat di hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“التَّقْوَى هَاهُنَا” وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.“Takwa itu di sini”. Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sesuatu yang berada di dalam hati aslinya tidak terlihat. Sebab tersembunyi di dalamnya.Namun keimanan yang berada di dalam hati, bisa diketahui keberadaannya dengan tanda-tanda lahiriah yang terlihat mata.Di antara tanda keimanan tersebut adalah memakmurkan masjid. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ”Artinya: “Yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah golongan yang selalu mendapat petunjuk”. QS. At-Taubah (9): 18.Berbagai keterangan para ulama tafsir mengenai makna memakmurkan masjid, bisa disimpulkan menjadi dua:1. Memakmurkan fisik bangunannya. 2. Memakmurkan kegiatan di dalamnya.[ Baca: Zâd al-Masîr karya Ibn al-Jauziy (hal. 572) dan Jâmi’ al-Bayân karya al-Ijiy (hal. 373).]Atau dengan kata lain menjaga masjid agar senantiasa makmur luar dan dalam.Memakmurkan fisik bangunan masjid, dimulai dari mendirikan masjid baru. Kemudian juga merawat bangunan masjid yang sudah ada. Baik fasilitas penerangannya, pengairannya, sirkulasi udaranya, karpetnya, hingga kebersihan dalam dan luar masjid.Adapun memakmurkan kegiatan di masjid, terutama adalah dengan menggunakannya untuk shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kemudian juga mengisinya dengan majlis taklim secara rutin. Untuk mengkaji al-Qur’an dan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik yang diperuntukkan buat kaum dewasa, maupun untuk anak-anak.Bahagia Memakmurkan MasjidSiapapun orang yang memiliki keimanan di hatinya, ia akan merasa bahagia untuk memakmurkan masjid. Atau minimal merasa bahagia melihat masjid-masjid dimakmurkan.Maka, orang yang terjangkiti kegalauan dan kegelisahan saat melihat suatu masjid makmur, ini pertanda keimanannya bermasalah. Yang lebih parah dari itu, ada orang yang merasa lebih senang melihat masjid sepi dibanding makmur. Bahkan berusaha membuat sepi masjid yang telah makmur. Cuma hanya karena beda ormas atau pilihan politik.Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada orang-orang yang terjangkiti hasad, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya. Amien…Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 R. Tsani 1440 / 14 Desember 2018=================== Telegram: https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWATNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
MAKMUR LUAR DALAM Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAAlhamdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah… Keimanan itu aslinya berpusat di hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“التَّقْوَى هَاهُنَا” وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.“Takwa itu di sini”. Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sesuatu yang berada di dalam hati aslinya tidak terlihat. Sebab tersembunyi di dalamnya.Namun keimanan yang berada di dalam hati, bisa diketahui keberadaannya dengan tanda-tanda lahiriah yang terlihat mata.Di antara tanda keimanan tersebut adalah memakmurkan masjid. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ”Artinya: “Yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah golongan yang selalu mendapat petunjuk”. QS. At-Taubah (9): 18.Berbagai keterangan para ulama tafsir mengenai makna memakmurkan masjid, bisa disimpulkan menjadi dua:1. Memakmurkan fisik bangunannya. 2. Memakmurkan kegiatan di dalamnya.[ Baca: Zâd al-Masîr karya Ibn al-Jauziy (hal. 572) dan Jâmi’ al-Bayân karya al-Ijiy (hal. 373).]Atau dengan kata lain menjaga masjid agar senantiasa makmur luar dan dalam.Memakmurkan fisik bangunan masjid, dimulai dari mendirikan masjid baru. Kemudian juga merawat bangunan masjid yang sudah ada. Baik fasilitas penerangannya, pengairannya, sirkulasi udaranya, karpetnya, hingga kebersihan dalam dan luar masjid.Adapun memakmurkan kegiatan di masjid, terutama adalah dengan menggunakannya untuk shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kemudian juga mengisinya dengan majlis taklim secara rutin. Untuk mengkaji al-Qur’an dan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik yang diperuntukkan buat kaum dewasa, maupun untuk anak-anak.Bahagia Memakmurkan MasjidSiapapun orang yang memiliki keimanan di hatinya, ia akan merasa bahagia untuk memakmurkan masjid. Atau minimal merasa bahagia melihat masjid-masjid dimakmurkan.Maka, orang yang terjangkiti kegalauan dan kegelisahan saat melihat suatu masjid makmur, ini pertanda keimanannya bermasalah. Yang lebih parah dari itu, ada orang yang merasa lebih senang melihat masjid sepi dibanding makmur. Bahkan berusaha membuat sepi masjid yang telah makmur. Cuma hanya karena beda ormas atau pilihan politik.Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada orang-orang yang terjangkiti hasad, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya. Amien…Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 R. Tsani 1440 / 14 Desember 2018=================== Telegram: https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWATNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


MAKMUR LUAR DALAM Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAAlhamdulillâh, wash shalâtu was salâmu ‘alâ rasûlillah… Keimanan itu aslinya berpusat di hati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“التَّقْوَى هَاهُنَا” وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ.“Takwa itu di sini”. Sambil beliau menunjuk ke dadanya tiga kali. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sesuatu yang berada di dalam hati aslinya tidak terlihat. Sebab tersembunyi di dalamnya.Namun keimanan yang berada di dalam hati, bisa diketahui keberadaannya dengan tanda-tanda lahiriah yang terlihat mata.Di antara tanda keimanan tersebut adalah memakmurkan masjid. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ”Artinya: “Yang memakmurkan masjid-masjid Allah itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah golongan yang selalu mendapat petunjuk”. QS. At-Taubah (9): 18.Berbagai keterangan para ulama tafsir mengenai makna memakmurkan masjid, bisa disimpulkan menjadi dua:1. Memakmurkan fisik bangunannya. 2. Memakmurkan kegiatan di dalamnya.[ Baca: Zâd al-Masîr karya Ibn al-Jauziy (hal. 572) dan Jâmi’ al-Bayân karya al-Ijiy (hal. 373).]Atau dengan kata lain menjaga masjid agar senantiasa makmur luar dan dalam.Memakmurkan fisik bangunan masjid, dimulai dari mendirikan masjid baru. Kemudian juga merawat bangunan masjid yang sudah ada. Baik fasilitas penerangannya, pengairannya, sirkulasi udaranya, karpetnya, hingga kebersihan dalam dan luar masjid.Adapun memakmurkan kegiatan di masjid, terutama adalah dengan menggunakannya untuk shalat fardhu berjamaah tepat waktu. Kemudian juga mengisinya dengan majlis taklim secara rutin. Untuk mengkaji al-Qur’an dan hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Baik yang diperuntukkan buat kaum dewasa, maupun untuk anak-anak.Bahagia Memakmurkan MasjidSiapapun orang yang memiliki keimanan di hatinya, ia akan merasa bahagia untuk memakmurkan masjid. Atau minimal merasa bahagia melihat masjid-masjid dimakmurkan.Maka, orang yang terjangkiti kegalauan dan kegelisahan saat melihat suatu masjid makmur, ini pertanda keimanannya bermasalah. Yang lebih parah dari itu, ada orang yang merasa lebih senang melihat masjid sepi dibanding makmur. Bahkan berusaha membuat sepi masjid yang telah makmur. Cuma hanya karena beda ormas atau pilihan politik.Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada orang-orang yang terjangkiti hasad, iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya. Amien…Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 R. Tsani 1440 / 14 Desember 2018=================== Telegram: https://t.me/ustadzabdullahzaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWATNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 140: BOLEHKAH BERSAJAK DALAM DOA? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI

MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULIAbdullah ZaenSaat sakit, tentu kita membutuhkan bantuan dokter dan paramedis, sebagai bentuk ikhtiar lahiriah untuk berobat. Apa yang terjadi manakala mereka tidak ada? Atau jumlah mereka terlalu sedikit, sehingga rasionya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan mereka. Tentu kita akan menderita dan kesusahan.Ketidakpedulian kita untuk menerapkan protokol kesehatan—yang mengakibatkan angka positif Covid-19 semakin melambung tinggi—sangat berandil untuk mengurangi jumlah dokter dan paramedis. Bahkan mungkin bisa memunahkan keberadaan mereka. Fakta berbicara bahwa hingga hari ini sudah ratusan tenaga kesehatan yang wafat, akibat terjangkiti virus tersebut.Tidakkah kita berpikir bahwa para pejuang kesehatan itu setiap hari selama berbulan-bulan berjibaku menangani pasien yang semakin hari semakin bertambah.Betapa letihnya fisik mereka!Betapa tidak nyamannya tubuh mereka, karena harus terbungkus rapat APD selama berjam-jam!Betapa ketar-ketirnya perasaan mereka, sebab mau-tidak mau harus berinteraksi intens dengan para pasien positif Covid!Bukankah mereka juga memiliki keluarga? Suami, istri, orang tua dan anak-anak yang selalu merindukan keberadaan mereka di rumah.Mereka juga manusia biasa yang memiliki batas ambang kekuatan fisik. Mereka juga manusia biasa yang memiliki perasaan khawatir, rindu dan sayang.Stop ketidakpedulian untuk mempraktekkan protokol kesehatan!Buang jauh sikap egois, ingin enak sendiri!Sungguh itu bukan karakter mukmin sejati!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 22 R. Tsani 1442 / 7 Desember 2020 Post navigation Previous Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MANext PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI

MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULIAbdullah ZaenSaat sakit, tentu kita membutuhkan bantuan dokter dan paramedis, sebagai bentuk ikhtiar lahiriah untuk berobat. Apa yang terjadi manakala mereka tidak ada? Atau jumlah mereka terlalu sedikit, sehingga rasionya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan mereka. Tentu kita akan menderita dan kesusahan.Ketidakpedulian kita untuk menerapkan protokol kesehatan—yang mengakibatkan angka positif Covid-19 semakin melambung tinggi—sangat berandil untuk mengurangi jumlah dokter dan paramedis. Bahkan mungkin bisa memunahkan keberadaan mereka. Fakta berbicara bahwa hingga hari ini sudah ratusan tenaga kesehatan yang wafat, akibat terjangkiti virus tersebut.Tidakkah kita berpikir bahwa para pejuang kesehatan itu setiap hari selama berbulan-bulan berjibaku menangani pasien yang semakin hari semakin bertambah.Betapa letihnya fisik mereka!Betapa tidak nyamannya tubuh mereka, karena harus terbungkus rapat APD selama berjam-jam!Betapa ketar-ketirnya perasaan mereka, sebab mau-tidak mau harus berinteraksi intens dengan para pasien positif Covid!Bukankah mereka juga memiliki keluarga? Suami, istri, orang tua dan anak-anak yang selalu merindukan keberadaan mereka di rumah.Mereka juga manusia biasa yang memiliki batas ambang kekuatan fisik. Mereka juga manusia biasa yang memiliki perasaan khawatir, rindu dan sayang.Stop ketidakpedulian untuk mempraktekkan protokol kesehatan!Buang jauh sikap egois, ingin enak sendiri!Sungguh itu bukan karakter mukmin sejati!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 22 R. Tsani 1442 / 7 Desember 2020 Post navigation Previous Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MANext PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULIAbdullah ZaenSaat sakit, tentu kita membutuhkan bantuan dokter dan paramedis, sebagai bentuk ikhtiar lahiriah untuk berobat. Apa yang terjadi manakala mereka tidak ada? Atau jumlah mereka terlalu sedikit, sehingga rasionya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan mereka. Tentu kita akan menderita dan kesusahan.Ketidakpedulian kita untuk menerapkan protokol kesehatan—yang mengakibatkan angka positif Covid-19 semakin melambung tinggi—sangat berandil untuk mengurangi jumlah dokter dan paramedis. Bahkan mungkin bisa memunahkan keberadaan mereka. Fakta berbicara bahwa hingga hari ini sudah ratusan tenaga kesehatan yang wafat, akibat terjangkiti virus tersebut.Tidakkah kita berpikir bahwa para pejuang kesehatan itu setiap hari selama berbulan-bulan berjibaku menangani pasien yang semakin hari semakin bertambah.Betapa letihnya fisik mereka!Betapa tidak nyamannya tubuh mereka, karena harus terbungkus rapat APD selama berjam-jam!Betapa ketar-ketirnya perasaan mereka, sebab mau-tidak mau harus berinteraksi intens dengan para pasien positif Covid!Bukankah mereka juga memiliki keluarga? Suami, istri, orang tua dan anak-anak yang selalu merindukan keberadaan mereka di rumah.Mereka juga manusia biasa yang memiliki batas ambang kekuatan fisik. Mereka juga manusia biasa yang memiliki perasaan khawatir, rindu dan sayang.Stop ketidakpedulian untuk mempraktekkan protokol kesehatan!Buang jauh sikap egois, ingin enak sendiri!Sungguh itu bukan karakter mukmin sejati!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 22 R. Tsani 1442 / 7 Desember 2020 Post navigation Previous Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MANext PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULIAbdullah ZaenSaat sakit, tentu kita membutuhkan bantuan dokter dan paramedis, sebagai bentuk ikhtiar lahiriah untuk berobat. Apa yang terjadi manakala mereka tidak ada? Atau jumlah mereka terlalu sedikit, sehingga rasionya tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan mereka. Tentu kita akan menderita dan kesusahan.Ketidakpedulian kita untuk menerapkan protokol kesehatan—yang mengakibatkan angka positif Covid-19 semakin melambung tinggi—sangat berandil untuk mengurangi jumlah dokter dan paramedis. Bahkan mungkin bisa memunahkan keberadaan mereka. Fakta berbicara bahwa hingga hari ini sudah ratusan tenaga kesehatan yang wafat, akibat terjangkiti virus tersebut.Tidakkah kita berpikir bahwa para pejuang kesehatan itu setiap hari selama berbulan-bulan berjibaku menangani pasien yang semakin hari semakin bertambah.Betapa letihnya fisik mereka!Betapa tidak nyamannya tubuh mereka, karena harus terbungkus rapat APD selama berjam-jam!Betapa ketar-ketirnya perasaan mereka, sebab mau-tidak mau harus berinteraksi intens dengan para pasien positif Covid!Bukankah mereka juga memiliki keluarga? Suami, istri, orang tua dan anak-anak yang selalu merindukan keberadaan mereka di rumah.Mereka juga manusia biasa yang memiliki batas ambang kekuatan fisik. Mereka juga manusia biasa yang memiliki perasaan khawatir, rindu dan sayang.Stop ketidakpedulian untuk mempraktekkan protokol kesehatan!Buang jauh sikap egois, ingin enak sendiri!Sungguh itu bukan karakter mukmin sejati!Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 22 R. Tsani 1442 / 7 Desember 2020 Post navigation Previous Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MANext PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEBELAS PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1442/1443 H – 2021/2022 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA

SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MADari hari kehari, seorang hamba seharusnya senantiasa berupaya untuk menyempurnakan keimanannya. Tidak segera merasa puas dengan pencapaian amal salihnya. Ada dua faktor penting yang akan sangat membantu kita meniti proses penyempurnaan iman. Pertama: Mengingat bahwa nikmat Allah untuk kita tak terhingga. Kedua: Merasa bahwa amalan kita masih banyak kekurangannya. Dua poin ini tersebut dalam Sayyidul Istighfar yang rutin kita baca setiap pagi dan petang:“أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي”“Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu”. HR. Bukhari.Segudang Karunia di Bulan MuliaMerenungi banyaknya karunia Allah di bulan Ramadhan, akan sangat membantu kita untuk sukses melewati bulan mulia ini. Di antara karunia tersebut:Pertama: Kita masih diberi umur oleh AllahDetik ini ratusan juta orang tidak bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Sebab mereka telah berada di alam kubur. Ternyata kita masih diberi oleh Allah kesempatan untuk menjumpai bulan istimewa ini. Tentu ini adalah karunia spesial yang wajib untuk disyukuri.Sulaiman at-Taimiy rahimahullah bila membangunkan keluarganya di malam-malam Ramadhan, beliau berkata, “Ayo pada bangun! Belum tentu tahun depan kita menjumpai lagi bulan mulia ini”.Kedua: Kita dikaruniai ilmu tentang cara beribadah dengan benarAlangkah banyak orang yang belum mengetahui cara menjalankan ibadah sesuai ajaran agama. Padahal salah satu syarat mutlak diterimanya amal adalah harus sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita bersyukur kepada Allah dikaruniai ilmu tentang cara berpuasa yang benar, cara shalat yang benar, cara membaca al-Qur’an yang benar, dan lain sebagainya.Ketiga: Kita ditolong oleh Allah untuk menjalankan ibadahTidak setiap orang yang menjumpai Ramadhan, fisiknya sehat dan hatinya tergerak untuk memanfaatkan secara maksimal peluang emas ini. Betapa banyak orang yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit. Sejatinya tidak sedikit di antara mereka yang ingin berpuasa, namun tidak mampu.Sebaliknya amat disayangkan masih terlihat di sana-sini, orang-orang yang sehat badannya, namun tanpa malu makan-minum, bahkan merokok di siang bulan Ramadhan. Lebih parahnya mereka belum tergugah untuk menunaikan shalat lima waktu. Na’udzu billah min dzalik.Bila kita bersemangat untuk beribadah di bulan suci ini, itu semata-mata karena taufik dan pertolongan dari Allah ta’ala.Keempat: Kita diberi rizki oleh AllahTidak pantas mengeluhkan kekurangan ini dan itu di meja makan kita saat berbuka puasa atau sahur. Sebab masih banyak orang yang bahkan tidak mempunyai walau secuil makanan untuk berbuka atau sahur. Alhamdulillah kita masih bisa makan dan minum. Bahkan banyak sekali orang yang gemar berbagi takjil di mana-mana.Merenungi nikmat-nikmat di atas dan berbagai karunia Allah lainnya, akan semakin menumbuhkan perasaan cinta kita kepada Allah. Sekaligus menggerakkan lisan untuk senantiasa berdzikir dan memuji Allah.Disarikan dari kitab Muhimmât ‘Aqadiyyah fî ‘Ibâdah ash-Shiyâm, karya Prof. Dr. Shalih Sindiy (hal. 6-9).Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Ramadhan 1443 / 8 April 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA

SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MADari hari kehari, seorang hamba seharusnya senantiasa berupaya untuk menyempurnakan keimanannya. Tidak segera merasa puas dengan pencapaian amal salihnya. Ada dua faktor penting yang akan sangat membantu kita meniti proses penyempurnaan iman. Pertama: Mengingat bahwa nikmat Allah untuk kita tak terhingga. Kedua: Merasa bahwa amalan kita masih banyak kekurangannya. Dua poin ini tersebut dalam Sayyidul Istighfar yang rutin kita baca setiap pagi dan petang:“أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي”“Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu”. HR. Bukhari.Segudang Karunia di Bulan MuliaMerenungi banyaknya karunia Allah di bulan Ramadhan, akan sangat membantu kita untuk sukses melewati bulan mulia ini. Di antara karunia tersebut:Pertama: Kita masih diberi umur oleh AllahDetik ini ratusan juta orang tidak bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Sebab mereka telah berada di alam kubur. Ternyata kita masih diberi oleh Allah kesempatan untuk menjumpai bulan istimewa ini. Tentu ini adalah karunia spesial yang wajib untuk disyukuri.Sulaiman at-Taimiy rahimahullah bila membangunkan keluarganya di malam-malam Ramadhan, beliau berkata, “Ayo pada bangun! Belum tentu tahun depan kita menjumpai lagi bulan mulia ini”.Kedua: Kita dikaruniai ilmu tentang cara beribadah dengan benarAlangkah banyak orang yang belum mengetahui cara menjalankan ibadah sesuai ajaran agama. Padahal salah satu syarat mutlak diterimanya amal adalah harus sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita bersyukur kepada Allah dikaruniai ilmu tentang cara berpuasa yang benar, cara shalat yang benar, cara membaca al-Qur’an yang benar, dan lain sebagainya.Ketiga: Kita ditolong oleh Allah untuk menjalankan ibadahTidak setiap orang yang menjumpai Ramadhan, fisiknya sehat dan hatinya tergerak untuk memanfaatkan secara maksimal peluang emas ini. Betapa banyak orang yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit. Sejatinya tidak sedikit di antara mereka yang ingin berpuasa, namun tidak mampu.Sebaliknya amat disayangkan masih terlihat di sana-sini, orang-orang yang sehat badannya, namun tanpa malu makan-minum, bahkan merokok di siang bulan Ramadhan. Lebih parahnya mereka belum tergugah untuk menunaikan shalat lima waktu. Na’udzu billah min dzalik.Bila kita bersemangat untuk beribadah di bulan suci ini, itu semata-mata karena taufik dan pertolongan dari Allah ta’ala.Keempat: Kita diberi rizki oleh AllahTidak pantas mengeluhkan kekurangan ini dan itu di meja makan kita saat berbuka puasa atau sahur. Sebab masih banyak orang yang bahkan tidak mempunyai walau secuil makanan untuk berbuka atau sahur. Alhamdulillah kita masih bisa makan dan minum. Bahkan banyak sekali orang yang gemar berbagi takjil di mana-mana.Merenungi nikmat-nikmat di atas dan berbagai karunia Allah lainnya, akan semakin menumbuhkan perasaan cinta kita kepada Allah. Sekaligus menggerakkan lisan untuk senantiasa berdzikir dan memuji Allah.Disarikan dari kitab Muhimmât ‘Aqadiyyah fî ‘Ibâdah ash-Shiyâm, karya Prof. Dr. Shalih Sindiy (hal. 6-9).Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Ramadhan 1443 / 8 April 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MADari hari kehari, seorang hamba seharusnya senantiasa berupaya untuk menyempurnakan keimanannya. Tidak segera merasa puas dengan pencapaian amal salihnya. Ada dua faktor penting yang akan sangat membantu kita meniti proses penyempurnaan iman. Pertama: Mengingat bahwa nikmat Allah untuk kita tak terhingga. Kedua: Merasa bahwa amalan kita masih banyak kekurangannya. Dua poin ini tersebut dalam Sayyidul Istighfar yang rutin kita baca setiap pagi dan petang:“أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي”“Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu”. HR. Bukhari.Segudang Karunia di Bulan MuliaMerenungi banyaknya karunia Allah di bulan Ramadhan, akan sangat membantu kita untuk sukses melewati bulan mulia ini. Di antara karunia tersebut:Pertama: Kita masih diberi umur oleh AllahDetik ini ratusan juta orang tidak bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Sebab mereka telah berada di alam kubur. Ternyata kita masih diberi oleh Allah kesempatan untuk menjumpai bulan istimewa ini. Tentu ini adalah karunia spesial yang wajib untuk disyukuri.Sulaiman at-Taimiy rahimahullah bila membangunkan keluarganya di malam-malam Ramadhan, beliau berkata, “Ayo pada bangun! Belum tentu tahun depan kita menjumpai lagi bulan mulia ini”.Kedua: Kita dikaruniai ilmu tentang cara beribadah dengan benarAlangkah banyak orang yang belum mengetahui cara menjalankan ibadah sesuai ajaran agama. Padahal salah satu syarat mutlak diterimanya amal adalah harus sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita bersyukur kepada Allah dikaruniai ilmu tentang cara berpuasa yang benar, cara shalat yang benar, cara membaca al-Qur’an yang benar, dan lain sebagainya.Ketiga: Kita ditolong oleh Allah untuk menjalankan ibadahTidak setiap orang yang menjumpai Ramadhan, fisiknya sehat dan hatinya tergerak untuk memanfaatkan secara maksimal peluang emas ini. Betapa banyak orang yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit. Sejatinya tidak sedikit di antara mereka yang ingin berpuasa, namun tidak mampu.Sebaliknya amat disayangkan masih terlihat di sana-sini, orang-orang yang sehat badannya, namun tanpa malu makan-minum, bahkan merokok di siang bulan Ramadhan. Lebih parahnya mereka belum tergugah untuk menunaikan shalat lima waktu. Na’udzu billah min dzalik.Bila kita bersemangat untuk beribadah di bulan suci ini, itu semata-mata karena taufik dan pertolongan dari Allah ta’ala.Keempat: Kita diberi rizki oleh AllahTidak pantas mengeluhkan kekurangan ini dan itu di meja makan kita saat berbuka puasa atau sahur. Sebab masih banyak orang yang bahkan tidak mempunyai walau secuil makanan untuk berbuka atau sahur. Alhamdulillah kita masih bisa makan dan minum. Bahkan banyak sekali orang yang gemar berbagi takjil di mana-mana.Merenungi nikmat-nikmat di atas dan berbagai karunia Allah lainnya, akan semakin menumbuhkan perasaan cinta kita kepada Allah. Sekaligus menggerakkan lisan untuk senantiasa berdzikir dan memuji Allah.Disarikan dari kitab Muhimmât ‘Aqadiyyah fî ‘Ibâdah ash-Shiyâm, karya Prof. Dr. Shalih Sindiy (hal. 6-9).Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Ramadhan 1443 / 8 April 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MADari hari kehari, seorang hamba seharusnya senantiasa berupaya untuk menyempurnakan keimanannya. Tidak segera merasa puas dengan pencapaian amal salihnya. Ada dua faktor penting yang akan sangat membantu kita meniti proses penyempurnaan iman. Pertama: Mengingat bahwa nikmat Allah untuk kita tak terhingga. Kedua: Merasa bahwa amalan kita masih banyak kekurangannya. Dua poin ini tersebut dalam Sayyidul Istighfar yang rutin kita baca setiap pagi dan petang:“أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي”“Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu”. HR. Bukhari.Segudang Karunia di Bulan MuliaMerenungi banyaknya karunia Allah di bulan Ramadhan, akan sangat membantu kita untuk sukses melewati bulan mulia ini. Di antara karunia tersebut:Pertama: Kita masih diberi umur oleh AllahDetik ini ratusan juta orang tidak bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan. Sebab mereka telah berada di alam kubur. Ternyata kita masih diberi oleh Allah kesempatan untuk menjumpai bulan istimewa ini. Tentu ini adalah karunia spesial yang wajib untuk disyukuri.Sulaiman at-Taimiy rahimahullah bila membangunkan keluarganya di malam-malam Ramadhan, beliau berkata, “Ayo pada bangun! Belum tentu tahun depan kita menjumpai lagi bulan mulia ini”.Kedua: Kita dikaruniai ilmu tentang cara beribadah dengan benarAlangkah banyak orang yang belum mengetahui cara menjalankan ibadah sesuai ajaran agama. Padahal salah satu syarat mutlak diterimanya amal adalah harus sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita bersyukur kepada Allah dikaruniai ilmu tentang cara berpuasa yang benar, cara shalat yang benar, cara membaca al-Qur’an yang benar, dan lain sebagainya.Ketiga: Kita ditolong oleh Allah untuk menjalankan ibadahTidak setiap orang yang menjumpai Ramadhan, fisiknya sehat dan hatinya tergerak untuk memanfaatkan secara maksimal peluang emas ini. Betapa banyak orang yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit. Sejatinya tidak sedikit di antara mereka yang ingin berpuasa, namun tidak mampu.Sebaliknya amat disayangkan masih terlihat di sana-sini, orang-orang yang sehat badannya, namun tanpa malu makan-minum, bahkan merokok di siang bulan Ramadhan. Lebih parahnya mereka belum tergugah untuk menunaikan shalat lima waktu. Na’udzu billah min dzalik.Bila kita bersemangat untuk beribadah di bulan suci ini, itu semata-mata karena taufik dan pertolongan dari Allah ta’ala.Keempat: Kita diberi rizki oleh AllahTidak pantas mengeluhkan kekurangan ini dan itu di meja makan kita saat berbuka puasa atau sahur. Sebab masih banyak orang yang bahkan tidak mempunyai walau secuil makanan untuk berbuka atau sahur. Alhamdulillah kita masih bisa makan dan minum. Bahkan banyak sekali orang yang gemar berbagi takjil di mana-mana.Merenungi nikmat-nikmat di atas dan berbagai karunia Allah lainnya, akan semakin menumbuhkan perasaan cinta kita kepada Allah. Sekaligus menggerakkan lisan untuk senantiasa berdzikir dan memuji Allah.Disarikan dari kitab Muhimmât ‘Aqadiyyah fî ‘Ibâdah ash-Shiyâm, karya Prof. Dr. Shalih Sindiy (hal. 6-9).Pesantren ”Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Ramadhan 1443 / 8 April 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid November 2017

Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid November 2017

Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,“عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌDari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ“Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017artikel menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN- Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,“عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌDari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ“Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017artikel menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN- Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,“عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌDari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ“Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017artikel menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN- Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,“عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌDari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ“Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017artikel menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN- Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4Next ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4Next ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4Next ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4Next ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous -VIRUS PEMBIARAN-Next [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-4

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous -VIRUS PEMBIARAN-Next [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous -VIRUS PEMBIARAN-Next [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Kelima: Jauhkan anak dari ikhtilathIkhtilat adalah bertemunya laki-laki dan perempuan (yang bukan mahramnya) di suatu tempat secara campur-baur dan terjadi interaksi di antara laki-laki dengan wanita itu.Pada zaman sekarang ini, ikhtilat sepertinya sudah menjadi budaya dan tradisi di mana-mana. Tidak ada tempat melainkan di sana ada ikhtilat. Dalam dunia pendidikan, kampus, dunia kerja, pusat perdagangan, tempat hiburan, rekreasi, bahkan sampai pada angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.Dalam dunia pendidikan di tingkat sekolah, dari TK sampai tingkat lanjutan para siswa telah terbiasa dengan tradisi semacam ini. Kelas yang menjadi tempat belajar mereka setiap harinya tidak ada sekat yang memisahkan antara siswa laki-laki maupun perempuan. Mereka terbiasa dengan diskusi bersama, bercanda bersama, belajar bersama, makan di kantin berbaur dengan teman-teman perempuan, pulang pergi sekolah juga beramai-ramai dengan mereka sembari mengobral canda tawa, dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya secara bersama-sama. Inilah yang kemudian menjadi pemandangan dalam setiap harinya dan telah menjadi tradisi di antara mereka yang apabila tidak mereka lakukan akan terasa hambar aktivitas dan pergaulannya.Tradisi semacam ini ditambah kondisi masyarakat yang secara umum bersikap apatis serta awam terhadap ilmu agama, pula pengaruh yang kuat dari budaya barat yang terus menyebar ke setiap pelosok negeri ini. Sekaligus dianggap sebagai legitimasi akan baik dan wajarnya budaya tersebut yang sejatinya tidaklah sesuai dengan nilai-nilai islam yang mulia.Banyak sekali hasil penelitian yang memaparkan betapa tragis dan mengerikan kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas yang berawal dari anggapan wajar dan sah akan khalwat (berduaan) maupun ikhtilat di tengah-tengah mereka.Munculnya kasus-kasus perselingkuhan di dunia perkantoran antara bos dengan sekretarisnya, atau majikan dengan pembantunya, atau guru dengan muridnya, dosen dengan mahasiswinya, atau yang semisalnya adalah bersumber dari pergaulan mereka yang tidak lepas dari kebiasaan khalwat maupun ikhtilat.Ikhtilat atau percampuran bebas antara lawan jenis merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya masalah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri. Dari percampuran bebas inilah yang kemudian memunculkan kasus-kasus lain seperti kasus aborsi, kelahiran yang tidak diinginkan, bunuh diri, hamil di luar nikah, semakin menjamurnya dunia prostitusi, pembunuhan, pencurian, kasus narkoba, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Belum lagi kebiasaan itu akan berimbas pada buruknya masalah sosial, psikologis, pergaulan, mental, kepribadian dan dampak-dampak buruk lainnya.Para ulama telah menjelaskan akan haramnya ikhtilat dan dampak negatif darinya dengan membawakan dalil-dalil yang sahih. Di antaranya ialah hadits tentang aturan shaf shalat berjamaah,خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا“Shaf yang terbaik bagi laki-laki ialah yang terdepan, dan yang terburuk ialah yang paling belakang. Adapun shaf yang terbaik bagi perempuan ialah yang paling belakang, dan yang terburuk ialah shaf yang paling depan.” HR. MuslimImam Nawawi berkata, “Adapun keutamaan shaf terakhir bagi perempuan karena jauhnya mereka dari bercampurnya dengan laki-laki, pandangannya terhadap mereka, keterikatan hati dengannya saat melihat gerakannya, mendengar percakapannya atau yang semisalnya. Sementara jeleknya shaf terdepan bagi perempuan karena alasan dari kebalikan itu semua. Wallahu a’lam.”@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Muharram 1439 / 9 Oktober 2017 Post navigation Previous -VIRUS PEMBIARAN-Next [VIDEO] Kajian Sejarah Nabi Muhammad: Hijrah Ke Madinah Bagian 3 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next