Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1

Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1

Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pembelajaran anak di rumah -non home schooling- berbeda dengan di sekolah. Sebab pembelajaran di sekolah biasanya terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya.Adapun mendidik anak di rumah berlangsung setiap hari, bahkan setiap saat. Mengandaikan pendidikan anak sebagai prosedur khusus yang memerlukan waktu-waktu khusus, akan banyak menyita kesempatan orang tua melibatkan diri sepenuhnya dengan anak. Mendidik anak menjadi tidak alamiah dan tidak menggembirakan. Juga terkesan sebagai beban berat, baik bagi anak maupun orang tua. Mendidik anak menjadi seperti kursus dengan paket-paket yang dikemas dalam sebuah kurikulum, dengan anak sebagai peserta wajib dan orang tua guru resminya.Tak bisa dipungkiri, bahwa tidak semua orang tua mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk itu. Ditambah lagi banyaknya faktor pendukung yang diperlukan.Sebenarnya ada banyak peristiwa keseharian yang merupakan pintu masuk seluruh unsur pendidikan yang ingin diberikan. Karenanya kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kita perlu mengetahui dan menerapkan berbagai macam metode. Sehingga setiap detik kebersamaan kita dengan anak bisa menjadi sebuah pembelajaran berharga baginya.Dengan terkumpulnya metode-metode pembelajaran tersebut, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Metode tersebut antara lain:Pertama: Metode KeteladananJadilah contoh teladan bagi anak. Jadilah potret nyata dalam melaksanan kebaikan yang kita ajarkan dan meninggalkan perkara yang kita larang.Orang tua adalah contoh terdekat bagi anak. Disengaja maupun tidak, anak akan mengikuti perilaku dan kebiasaan orang tuanya.Seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya, manakala melihat kedua orang tuanya tekun menunaikannya dengan baik.Seorang anak akan terbiasa menunaikan hak orang lain dengan sempurna, seperti hak teman, tetangga, tamu atau kerabat, bila orang tuanya memberi teladan baik dalam hal tersebut.Seorang anak akan terbiasa bertutur kata sopan dan halus, apabila orang tuanya mencontohkan hal itu.Dengan adanya keteladanan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik, yang didapatkannya dari orang tua atau gurunya.Sebaliknya ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan, akan menjadi racun dalam pendidikan. Seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta, dia akan sulit menerima nasehat kejujuran darinya. Begitupula seorang anak yang melihat ibunya sulit menerima nasehat, jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya.Allah ta’ala telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya,“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3)“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Allah manakala kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan”. QS. Ash-Shaff (61): 2-3.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Jumadal Ula 1439 / 5 Februari 2018 Post navigation Previous Laporan Pengeluaran Dana Masjid Manarul IlmiNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu adab berdoa yang dianjurkan dalam Islam adalah menghadap kiblat saat berdoa. Sebagaimana kiblat adalah arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat, kiblat juga merupakan arah yang dituju mereka saat berdoa. Begitula ketika menyembelih hewan kurban, dianjurkan untuk menghadapkannya ke arah kiblat.Banyak hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap kiblat saat berdoa. Contohnya hadits berikut ini:عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا كَانَ يَوْمُ بَدْرٍ نَظَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُشْرِكِينَ وَهُمْ أَلْفٌ، وَأَصْحَابُهُ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَتِسْعَةَ عَشَرَ رَجُلًا، فَاسْتَقْبَلَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِبْلَةَ، ثُمَّ مَدَّ يَدَيْهِ، فَجَعَلَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ: «اللهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي، اللهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ»، فَمَا زَالَ يَهْتِفُ بِرَبِّهِ، مَادًّا يَدَيْهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، حَتَّى سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ مَنْكِبَيْهِ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ فَأَخَذَ رِدَاءَهُ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ الْتَزَمَهُ مِنْ وَرَائِهِ، وَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللهِ، كَفَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ، فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ} [الأنفال: 9] فَأَمَدَّهُ اللهُ بِالْمَلَائِكَةِ“.Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Saat perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kaum musyrikin. Jumlah mereka seribu orang. Sedangkan para sahabat berjumlah 319 orang. Maka Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menghadap kiblat, lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa, “Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar berkenan menunaikan janji-Mu untukku. Ya Allah, karuniakanlah untukku apa yang telah Kau janjikan. Ya Allah, seandainya Engkau membinasakan pasukan kaum muslimin, niscaya Engkau tidak lagi disembah di muka bumi”. Beliau terus memohon kepada Allah, seraya mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat. Hingga sorban beliau terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar pun datang untuk mengembalikan sorban beliau ke pundaknya. Lalu duduk di belakang beliau. Abu Bakar berkata, “Wahai Nabiyullah, (aku merasa) permohonanmu kepada Allah sudah cukup. Sungguh Dia akan memenuhi janji-Nya untukmu. Maka Allah ‘azza wa jalla pun menurunkan firman-Nya, “Ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu Dia mengabulkannya. “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut”. [QS. Al-Anfal (8): 9]. Maka Allah pun membantu beliau dengan para malaikat”. HR. Muslim.Namun etika menghadap kiblat saat berdoa ini sifatnya anjuran atau sunnah, bukan keharusan atau kewajiban. Buktinya, dalam beberapa kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berdoa tanpa menghadap kiblat. Contohnya adalah saat beliau berdoa ketika menjadi khatib di shalat Jumat. Tentu saat itu beliau menghadap jamaah dan membelakangi kiblat.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita,” بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ، إِذْ قَامَ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَ الكُرَاعُ، وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا، فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا ““Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang khutbah Jum’at, tiba-tiba berdirilah seseorang seraya berkata, “Kuda-kuda dan kambing-kambing kami mati (kehausan). Mohonkan pada Allah agar berkenan menurunkan hujan”. Maka beliaupun mengangkat kedua tangannya sembari berdoa”. HR. Bukhari. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Ramadhan 1439 / 4 Juni 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 107: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2

Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2

Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Kedua: Bimbingan dan NasehatBimbing dan nasehati anak dengan penuh kasih sayang.Sebab jiwa anak akan terpengaruh dengan kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi jika kata-kata itu dihiasi dengan keindahan, kelembutan dan kasih sayang.Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat. Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam. Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghunjam di hati anak.Muhammad bin Wâsi’ (w. 127 H) menasehatkan, “Sesungguhnya, suatu nasehat jika keluar dari hati; maka akan masuk menembus hati pula”.Pandai-pandailah memanfaatkan kesempatan untuk menasehati anak dan membimbing mereka kepada sesuatu yang mendatangkan kebaikan di dunia dan akhirat.Agar nasehat membawa perbaikan, perhatikanlah hal-hal berikut ini:Ulang-ulangilah nasehat. Karena tabiat manusia adalah mudah lupa. Namun jangan terlalu berlebihan, yang mengakibatkan anak bosan.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“وَإِنِّي أُخَوِّلُكُمْ بِالْمَوْعِظَةِ كَمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِهَا مَخَافَةَ السَآمَةِ عَلَيْنَا“.“Sengaja aku tidak saban hari memberi wejangan kepada kalian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dulu tidak saban hari memberi wejangan kepada kami. Karena beliau khawatir kami menjadi bosan”. HR. Bukhari dan Muslim.Pilihlah waktu yang tepat, yaitu saat kondisi kejiwaan anak kondusif. Hindari menyampaikan nasehat di saat Anda marah atau ketika anak sedang marah. Sebab jika menasehati anak ketika Anda sedang marah, niscaya nasehat itu akan cenderung didorong oleh kemarahan. Amarah juga kan mendorong Anda mengucapkan kata-kata kasar. Jika demikian, anak cenderung menolaknya.Sebaliknya, ketika anak sedang marah, jiwa dia saat itu sedang tidak stabil. Jiwanya sedang tidak siap menerima kata-kata yang disampaikan kepadanya, apalagi yang berbau nasehat.Pergunakan kata-kata yang mudahdan dapat dipahami, sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya. Sebab berbicara kepada suatu kaum dengan kata-kata yang tidak dapat dipahami akalnya akan menyebabkan mereka enggan menerima kebenaran yang kita sampaikan. Demikian pula halnya anak. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,“حَدِّثُوا النَّاسَ، بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ““Berbicaralah kepada orang lain dengan apa yang dapat mereka pahami. Apakah kalian suka kalau mereka nanti mendustai Allah dan Rasul-Nya?”. HR. Bukhari.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Jumada Tsaniyah 1439 / 26 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 137: Menghadap Kiblat Saat BerdoaNext PENGIN CEPAT MATI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGIN CEPAT MATI

PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGIN CEPAT MATI

PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENGIN CEPAT MATI Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MABeratnya ujian hidup, semisal sakit parah atau ekonomi sulit, terkadang membuat seseorang putus asa. Merasa tidak kuat hidup. Ingin segera diwafatkan. Dengan asumsi penderitaannya bakal berakhir.Bolehkah seorang muslim memiliki keinginan seperti itu? Mari kita simak hadits sahih berikut ini:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ مِنْ ضُرٍّ أَصَابَهُ، فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلًا، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي”Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seseorang menginginkan segera diwafatkan, hanya lantaran kesusahan duniawi yang dialaminya. Jika amat terpaksa, hendaklah ia berdoa, “Ya Allah panjangkan umurku, bila hidup ini lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, bila memang kematian lebih baik untukku”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini mengajarkan pada kita untuk tetap berpikir jernih, seberat apapun ujian. Belum tentu juga kematian yang disegerakan itu solusi terbaik. Maka yang paling tepat adalah memasrahkan nasib kepada Allah ta’ala. Terserah Dia apa yang bakal ditentukan oleh-Nya.Kita semua mengetahui bahwa setelah kehidupan dunia ini masih ada kehidupan lain. Justru kehidupan kedua itu lebih lama. Yakni kehidupan akhirat. Di sana bakal berujung hanya kepada salah satu dari dua kondisi. Kebahagiaan abadi atau kesengsaraan abadi. Rapor kehidupan kita di dunia akan sangat berperan untuk menentukan nasib kita di akhirat.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ المَوْتَ؛ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ يَزْدَادُ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ يَسْتَعْتِبُ“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Sebab bila dia orang salih, maka ia bisa menambah amal kebaikan. Sebaliknya bila ia bergelimang dosa, maka ia bisa bertaubat”. HR. Bukhari.Dalam riwayat lain disebutkan,“لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا““Seseorang tidak boleh menginginkan segera mati. Tidak boleh ia meminta kematian sebelum waktunya. Sesungguhnya bila ia mati, maka amalannya bakal terputus. Orang yang beriman itu semakin panjang umurnya, maka akan semakin banyak amal salihnya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyalllahu ‘anhu.Dikisahkan ada dua orang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam. Katakanlah si A dan si B. Tidak lama kemudian si A mati syahid di medan perang. Sedangkan si B wafat setahun kemudian. Salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Thalhah bermimpi melihat surga. Ia menyaksikan si B masuk surga duluan sebelum si A. Ia pun keheranan. Pagi harinya ia ceritakan mimpi itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliaupun bersabda,“أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ! وَصَلَّى سِتَّةَ آلافِ رَكْعَةٍ أَوْ كَذَا وَكَذَا رَكْعَةً! صَلاةَ السَّنَةِ““Bukankah setelah wafatnya si A, si B masih bisa berpuasa Ramadhan sekali lagi? Dia juga menunaikan 6000 raka’at shalat selama setahun?”. HR. Ahmad dan isnadnya dinilai hasan oleh al-‘Ajluniy.@ Kereta Api Bogowonto Yogyakarta-Purwokerto, 28 Shafar 1440 / 6 Nopember 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No108: Metode Pembelajaran Anak di Rumah Bagian 2Next Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA

CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYA

CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYAOleh: Abdullah Zaen, Lc., MAKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya pertemuan. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya. Walau mungkin di awal, cinta itu belum tumbuh, tapi karena faktor terbiasa tadi, akhirnya cinta itupun mulai tumbuh.Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ”“Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. HR. Muslim.Dalam riwayat lain disebutkan,“إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي ““Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”. HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan lighairihi oleh al-Arna’uth.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Kecintaan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bukan sekedar kata yang tersungging di lisan. Namun terlihat jelas dalam keseharian beliau. Salah satu buktinya, beliau tidak pernah lupa untuk mendoakan ummatnya di setiap shalatnya.Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita,لَمَّا رَأَيْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طِيبَ نَفْسٍ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ لِي، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنَبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ»، فَضَحِكَتْ عَائِشَةُ حَتَّى سَقَطَ رَأْسُهَا فِي حِجْرِهَا مِنَ الضَّحِكِ، قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَسُرُّكِ دُعَائِي؟ »، فَقَالَتْ: وَمَا لِي لَا يَسُرُّنِي دُعَاؤُكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ إِنَّهَا لَدُعَائِي لِأُمَّتِي فِي كُلِّ صَلَاةٍ»Suatu saat aku melihat suasana hati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang nyaman. Akupun berkata, “Wahai Rasulullah, doakan aku”. Maka beliaupun berkata, “Ya Allah, ampunilah dosa Aisyah yang telah lampau dan yang akan datang. Juga dosa yang tak terlihat maupun yang terlihat”. Aisyah tersenyum amat bahagia sambil tertunduk haru. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Apakah doaku membuatmu bahagia?”. Dia menjawab, “Bagaimana mungkin aku tidak bahagia dengan doamu?”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah, itulah doa yang selalu kupanjatkan untuk ummatku dalam setiap shalatku”. HR. Ibn Hibban dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Allahu akbar, seperti itulah perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita. Di saat banyak dari kita justru sering lupa untuk mendoakan beliau. Melewatkan banyak hari tanpa mengucapkan shalawat walau sekali untuk beliau.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Begitu cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya, hingga sesuatu teristimewa yang dimilikinya pun diberikan untuk ummatnya.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا»Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, ”Setiap nabi dikaruniai doa yang mustajab. Masing-masing mereka telah menggunakan doa tersebut. Adapun aku, maka kusimpan doaku sebagai syafaat untuk ummatku di hari kiamat. Setiap ummatku yang wafat dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, dia akan memperoleh syafaat tersebut insyaAllah”. HR. Bukhari dan Muslim dengan redaksi Muslim.Bandingkan dengan kita bila mendapat peluang doa mustajab. Kira-kira akan kita manfaatkan untuk apa? Untuk kepentingan pribadi kita? Meminta rumah, kendaraan, pasangan, harta melimpah, tanah sawah? Ataukah kita gunakan untuk mendoakan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?Suasana di padang mahsyar begitu mencekam. Semua nabi dan rasul ‘alaihimus salam angkat tangan. Tidak kuasa membantu ummat manusia. Maka merekapun berbondong-bondong menemui Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk memohon bantuannya. Beliau bergegas sujud di bawah Arsy seraya memuja dan memuji Allah. Setelah sekian lama, Allah ta’ala berfirman,“يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي، فَأَقُولُ: “أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبّ”ِ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنَ البَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الجَنَّةِ“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu. Mintalah, pasti dikabulkan. Silahkan berikan syafaatmu”. Maka beliaupun berkata, “Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi.. Ummatku wahai Rabbi..”. Dijawablah, “Wahai Muhammad persilahkan sebagian ummatmu yang tidak menjalani proses hisab untuk masuk surga lewat pintu sebelah kanan”. HR. Bukhari.Semoga kita termasuk golongan tersebut…أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA:اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحُجَّةً عَلَى الخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَدَلَّنَا عَلَيْهِ وَمَا مِنْ شَرٍّ إِلَّا وَحَذَّرَنَا مِنْهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامَةُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَصَحَابَتِهِ المَيَامِيْنِ وَعَلَى مَنِ اقْتَفَى أَثَرَهُمْ وَسَارَ عَلَى هَدْيِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.أَمَّا بَعْدُ :Ibadallah,Masih banyak potret kecintaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya. Tidak mungkin semuanya dikupas dalam khutbah yang singkat ini. Namun hal terpenting yang harus kita camkan adalah, sudahkah kita mencintai beliau sebagaimana beliau mencintai kita? Kemudian apa bukti kecintaan kita kepada beliau?Jangan sampai kita malah membalas cinta beliau dengan melakukan hal-hal yang membuat beliau tidak berkenan. Bahkan mungkin marah. Walaupun dengan dalih dalam rangka mengungkapkan kecintaan kepada beliau.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”. “Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku” … Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… ✍ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rabi’ul Awwawl 1440 H / 23 Nopember 2018 Post navigation Previous PENGIN CEPAT MATINext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 109METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-3Dengan mengetahui metode pembelajaran yang baik, diharapkan proses pendidikan akan berlangsung setiap waktu, tanpa anak merasa terus digurui dan orang tua tidak merasa terbebani. Di antara metode tersebut:Ketiga: Kisah dan CeritaBercerita adalah salah satu metode terbaik dalam menyampaikan pesan dan hikmah pada putra-putri kita. Bahkan al-Quran sendiri sebagian besar isinya adalah kisah atau cerita. Kisah atau cerita bisa disampaikan pada anak sejak sedini mungkin, bahkan sejak baru lahir anak sudah bisa diceritakan. Tapi perlu dipastikan juga kalau cerita yang disampaikan pada anak kita adalah cerita yang semakin mendekatkan dan mengikatkannya pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini sangat efektif sebagai sarana untuk menanamkan tauhid dalam diri anak sejak dini.Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan cerita untuk anak-anaknya sebelum tidur. Orangtua memilih membacakan cerita untuk putra-putrinya; karena mereka lebih cepat tidur jika sudah dibacakan cerita.Bagaimana dengan Anda, apakah sering berkisah untuk anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat bercerita buat anaknya sebelum mereka tidur, karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya.Tujuan orangtua mungkin baik, ingin membahagiakan anaknya, agar anak tidak rewel dan menangis. Tapi perlu diingat dampak buruk dari tv, gadget dan game ini cukup banyak. Seperti mengganggu tumbuh kembang anak, membuat anak jauh dari orang tua, terbentuk pemikiran dan pemahaman yang keliru dalam diri anak serta kecanduan pada game dan gadget. Sehingga anak susah bersosialisasi dengan teman-temannya.Sebaliknya, bercerita untuk anak, terlebih sebelum tidur, banyak sekali manfaatnya. Antara lain:Pertama: kesan. Kesan anak terhadap orang tuanya yang suka bercerita kira-kira apa? Positif atau negatif, menyenangkan atau membosankan, asik atau nyebelin? Kesan ini bisa melahirkan kebanggaan atau malah kekecewaan. Dengan berbagi cerita sesuatu yang baru, anak merasa orang tuanya banyak tahu. Bahasa lainnya pintar. Kesan pintar ini penting untuk memupuk kepercayaan dan kebanggaan pada anak.Kesan terhadap cerita juga penting. Saat cerita itu berkesan, nilai positif bisa lebih mudah tertanam dalam benak mereka. Nilai negatif perlu ditegaskan oleh orang tua saat mendongeng. Hal ini juga agar tertanam bahwa yang buruk harus dijauhi dan tidak dilakukan.Kesan terhadap kisah menimbulkan perasaan senang. Ketika anak tertidur dalam keadaan senang tentu kualitas tidurnya lebih baik, bukan? Keesokan harinya ketika terbangun pun kemungkinan besar suasana hatinya lebih positif, in good mood bahasa kerennya.Kedua: kedekatan. Menemani anak tidur memberi kesan dekat bagi anak maupun orang tua. Anak merasa diperhatikan, orang tua juga merasa lebih luas mencurahkan kasih sayang. Cerita bisa menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan.Perhatikan apakah anak antusias menanggapi cerita Anda. Jika iya, antusias dalam hal apa. Hal yang diminati anak itu bisa menjadi PR bagi Anda agar besok ketika bercerita lagi bisa menghubungkannya dengan minat si anak. MasyaAllah, bisa-bisa anak Anda ngefans berat sama umminya yang pintar bercerita. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Jumada Tsaniyah 1439 / 12 Maret 2018 Post navigation Previous Khutbah Jumat: CINTA RASUL shallallahu ‘alaihi wasallam PADA UMMATNYANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 138MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Di antara etika berdoa yang sangat membantu terkabulnya doa adalah mengawalinya dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga pengakuan akan karunia-Nya yang amat banyak kepada kita.Fadhâlah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu menuturkan,,“سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَجِلَ هَذَا” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ: “إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ”.“(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar sesorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak didahului dengan pujian terhadap Allah dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Lalu beliau memanggilnya dan berkata padanya atau kepada selain dia, “Andaikan salah seorang dari kalian berdoa hendaklah memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam, kemudian berdoa sekehendaknya”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh at-Tirmidzi, Ibn Hibban juga al-Hakim.Siapapun yang memperhatikan doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits, akan menemukan adab tersebut dicontohkan dengan jelas di dalamnya.Di antaranya adalah doa yang ada di dalam surat al-Fatihah. Doa yang setiap harinya kita baca minimal 17 kali. Redaksi doa tersebut adalah:“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS. Al-Fatihah (1): 6.Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Perhatikan bahwa ayat yang berisikan doa ada di ayat keenam. Sedangkan lima ayat sebelumnya, mulai ayat pertama hingga kelima ternyata bermuatan puja dan puji pada Allah ta’ala.Ini mengajarkan pada kita sebuah etika dalam berdoa yang akan sangat membantu terkabulnya doa. Yakni: Mengawali doa kepada Allah dengan dua hal;Sanjungan pada-Nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, dan ini termaktub dalam ayat pertama hingga keempat.Ibadah serta penyembahan kita pada-Nya, dan ini tercantum dalam ayat kelima.Sesuatu yang diminta insan dalam surat al-Fatihah merupakan suatu yang amat berharga dan agung, sehingga cara memintanya pun tidak sembarangan. Karena itulah Allah mengajarkan etika meminta yang benar, agar karunia yang diharapkan bisa didapat.Imam an-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, “Para ulama telah berijma’ akan disunnahkannya memulai doa serta mengakhirinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Hadits-hadits yang berisikan hal tersebut banyak dan makruf”. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Dzulqa’dah 1439 / 23 Juli 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 138MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Di antara etika berdoa yang sangat membantu terkabulnya doa adalah mengawalinya dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga pengakuan akan karunia-Nya yang amat banyak kepada kita.Fadhâlah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu menuturkan,,“سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَجِلَ هَذَا” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ: “إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ”.“(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar sesorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak didahului dengan pujian terhadap Allah dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Lalu beliau memanggilnya dan berkata padanya atau kepada selain dia, “Andaikan salah seorang dari kalian berdoa hendaklah memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam, kemudian berdoa sekehendaknya”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh at-Tirmidzi, Ibn Hibban juga al-Hakim.Siapapun yang memperhatikan doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits, akan menemukan adab tersebut dicontohkan dengan jelas di dalamnya.Di antaranya adalah doa yang ada di dalam surat al-Fatihah. Doa yang setiap harinya kita baca minimal 17 kali. Redaksi doa tersebut adalah:“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS. Al-Fatihah (1): 6.Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Perhatikan bahwa ayat yang berisikan doa ada di ayat keenam. Sedangkan lima ayat sebelumnya, mulai ayat pertama hingga kelima ternyata bermuatan puja dan puji pada Allah ta’ala.Ini mengajarkan pada kita sebuah etika dalam berdoa yang akan sangat membantu terkabulnya doa. Yakni: Mengawali doa kepada Allah dengan dua hal;Sanjungan pada-Nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, dan ini termaktub dalam ayat pertama hingga keempat.Ibadah serta penyembahan kita pada-Nya, dan ini tercantum dalam ayat kelima.Sesuatu yang diminta insan dalam surat al-Fatihah merupakan suatu yang amat berharga dan agung, sehingga cara memintanya pun tidak sembarangan. Karena itulah Allah mengajarkan etika meminta yang benar, agar karunia yang diharapkan bisa didapat.Imam an-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, “Para ulama telah berijma’ akan disunnahkannya memulai doa serta mengakhirinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Hadits-hadits yang berisikan hal tersebut banyak dan makruf”. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Dzulqa’dah 1439 / 23 Juli 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 138MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Di antara etika berdoa yang sangat membantu terkabulnya doa adalah mengawalinya dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga pengakuan akan karunia-Nya yang amat banyak kepada kita.Fadhâlah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu menuturkan,,“سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَجِلَ هَذَا” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ: “إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ”.“(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar sesorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak didahului dengan pujian terhadap Allah dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Lalu beliau memanggilnya dan berkata padanya atau kepada selain dia, “Andaikan salah seorang dari kalian berdoa hendaklah memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam, kemudian berdoa sekehendaknya”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh at-Tirmidzi, Ibn Hibban juga al-Hakim.Siapapun yang memperhatikan doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits, akan menemukan adab tersebut dicontohkan dengan jelas di dalamnya.Di antaranya adalah doa yang ada di dalam surat al-Fatihah. Doa yang setiap harinya kita baca minimal 17 kali. Redaksi doa tersebut adalah:“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS. Al-Fatihah (1): 6.Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Perhatikan bahwa ayat yang berisikan doa ada di ayat keenam. Sedangkan lima ayat sebelumnya, mulai ayat pertama hingga kelima ternyata bermuatan puja dan puji pada Allah ta’ala.Ini mengajarkan pada kita sebuah etika dalam berdoa yang akan sangat membantu terkabulnya doa. Yakni: Mengawali doa kepada Allah dengan dua hal;Sanjungan pada-Nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, dan ini termaktub dalam ayat pertama hingga keempat.Ibadah serta penyembahan kita pada-Nya, dan ini tercantum dalam ayat kelima.Sesuatu yang diminta insan dalam surat al-Fatihah merupakan suatu yang amat berharga dan agung, sehingga cara memintanya pun tidak sembarangan. Karena itulah Allah mengajarkan etika meminta yang benar, agar karunia yang diharapkan bisa didapat.Imam an-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, “Para ulama telah berijma’ akan disunnahkannya memulai doa serta mengakhirinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Hadits-hadits yang berisikan hal tersebut banyak dan makruf”. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Dzulqa’dah 1439 / 23 Juli 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 138MENGAWALI DOA DENGAN PUJIAN Di antara etika berdoa yang sangat membantu terkabulnya doa adalah mengawalinya dengan pujian kepada Allah ta’ala. Juga pengakuan akan karunia-Nya yang amat banyak kepada kita.Fadhâlah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu menuturkan,,“سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَجِلَ هَذَا” ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ: “إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَمْجِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ”.“(Suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar sesorang berdoa dalam shalatnya, namun tidak didahului dengan pujian terhadap Allah dan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Lalu beliau memanggilnya dan berkata padanya atau kepada selain dia, “Andaikan salah seorang dari kalian berdoa hendaklah memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam, kemudian berdoa sekehendaknya”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh at-Tirmidzi, Ibn Hibban juga al-Hakim.Siapapun yang memperhatikan doa-doa yang termaktub di al-Qur’an dan Hadits, akan menemukan adab tersebut dicontohkan dengan jelas di dalamnya.Di antaranya adalah doa yang ada di dalam surat al-Fatihah. Doa yang setiap harinya kita baca minimal 17 kali. Redaksi doa tersebut adalah:“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS. Al-Fatihah (1): 6.Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat. Perhatikan bahwa ayat yang berisikan doa ada di ayat keenam. Sedangkan lima ayat sebelumnya, mulai ayat pertama hingga kelima ternyata bermuatan puja dan puji pada Allah ta’ala.Ini mengajarkan pada kita sebuah etika dalam berdoa yang akan sangat membantu terkabulnya doa. Yakni: Mengawali doa kepada Allah dengan dua hal;Sanjungan pada-Nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, dan ini termaktub dalam ayat pertama hingga keempat.Ibadah serta penyembahan kita pada-Nya, dan ini tercantum dalam ayat kelima.Sesuatu yang diminta insan dalam surat al-Fatihah merupakan suatu yang amat berharga dan agung, sehingga cara memintanya pun tidak sembarangan. Karena itulah Allah mengajarkan etika meminta yang benar, agar karunia yang diharapkan bisa didapat.Imam an-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan, “Para ulama telah berijma’ akan disunnahkannya memulai doa serta mengakhirinya dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Hadits-hadits yang berisikan hal tersebut banyak dan makruf”. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Dzulqa’dah 1439 / 23 Juli 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 109: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 3Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 110METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-4 Pada pertemuan sebelumnya, telah disampaikan bahwa salah satu metode terbaik pembelajaran anak di rumah adalah kisah dan cerita. Juga telah dipaparkan beberapa manfaat cerita. Berikut kelanjutannya. Di antara manfaat cerita:Ketiga: didikan. Sudah bukan hal baru bahwa mendidik dengan bertutur dan memakai analogi cerita merupakan cara yang efektif. Sebenarnya tidak harus berbentuk kisah. Bisa saja kisah sekedar untuk memancing anak bercerita tentang kegiatannya sehari tadi. Atau malah cerita untuk menutup cerita anak. Semacam umpan balik. Ini memang memerlukan keahlian tersendiri. Menghubungkan peristiwa yang dialami anak seharian tadi dengan cerita yang akan dibawakan.Tapi jika ini berhasil, orang tua mampu menanamkan poin pendidikan lewat ceritanya. Banyak pesan moral yang bisa disampaikan melalui cerita-cerita yang menyenangkan. Tokoh yang kuat, mandiri, cerdas, baik hati, jujur dan sebagainya digambarkan dengan apik. Ini bisa menginspirasi anak untuk meneladaninya.Keempat: pengetahuan. Yang namanya anak-anak paling antusias dengan sesuatu yang baru. Maka cerita kita pun dituntut tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga menarik karena berisi pengetahuan dan wawasan baru bagi anak. Tentu saja ini menuntut Anda untuk selalu upgrade pengetahuan juga. Yakinlah, insyaAllah cerita dan kisah Anda akan menjadi momen paling dinantikan.Bercerita pada anak akan menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu dalam diri anak. Ketika anak sudah terbiasa dengan buku dan ilmu sedari kecil maka saat ia sudah beranjak remaja dan dewasa; insyaAllah ini akan terbawa dengan sendirinya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cinta baca dan juga mencintai ilmu pengetahuan. Tentu ini hal yang sangat berharga terlebih lagi di negeri kita Indonesia yang memiliki budaya membaca sangat rendah.Nah, apakah Anda sudah siap bercerita untuk meninabobokan anak kesayangan Anda? Tentu saja ada bekalnya, sebelum bisa menjadi sosok yang dirindukan dengan cerita-cerita asiknya? Rajin baca. Ini super penting untuk selalu memperbaharui pengetahuan kita. Bisa dengan membaca buku. Bisa juga dari grup WA tentang cerita-cerita inspiratif, atau di facebook juga sering dibagikan. Atau kalau bisa meluangkan mencari di internet kisah dan cerita yang menurut Anda pas untuk dibagikan ke anak-anak. Namun tentu harus selektif dalam memilihnya. Pilah dan pilih kisah terbaik.Seperti kisah para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, serta orang-orang salih pilihan. Tentu untuk melahirkan keteladanan bagi anak-anak kita. Sesekali tetap diselingi cerita yang menghibur dan tidak terlalu serius sekadar menyenangkan dan menggembirakan buah hati tercinta. Berlatih bercerita.Supaya tidak datar-datar saja kan perlu intonasi yang cocok dengan jalannya cerita. Atau pemilihan kata juga penting untuk meramu cerita terdengar lebih ciamik. Kalau perlu ikut sekali-kali kursus bercerita. Berbagi pengalaman dengan komunitas ibu-ibu.Gunanya untuk saling memberi masukan dan saran. Dan saling berbagi bahan cerita. Jadi lebih kaya pengetahuan untuk dipraktekkan di kamar tidur anak-anak.Selamat bercerita, selamat membangun kedekatan, sebelum momen itu hilang! Semoga masa emas anak-anak kita bisa terwarnai kebaikan. Amien…Bersambung.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Rajab 1439 / 26 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIANNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 110: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 4

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 110METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-4 Pada pertemuan sebelumnya, telah disampaikan bahwa salah satu metode terbaik pembelajaran anak di rumah adalah kisah dan cerita. Juga telah dipaparkan beberapa manfaat cerita. Berikut kelanjutannya. Di antara manfaat cerita:Ketiga: didikan. Sudah bukan hal baru bahwa mendidik dengan bertutur dan memakai analogi cerita merupakan cara yang efektif. Sebenarnya tidak harus berbentuk kisah. Bisa saja kisah sekedar untuk memancing anak bercerita tentang kegiatannya sehari tadi. Atau malah cerita untuk menutup cerita anak. Semacam umpan balik. Ini memang memerlukan keahlian tersendiri. Menghubungkan peristiwa yang dialami anak seharian tadi dengan cerita yang akan dibawakan.Tapi jika ini berhasil, orang tua mampu menanamkan poin pendidikan lewat ceritanya. Banyak pesan moral yang bisa disampaikan melalui cerita-cerita yang menyenangkan. Tokoh yang kuat, mandiri, cerdas, baik hati, jujur dan sebagainya digambarkan dengan apik. Ini bisa menginspirasi anak untuk meneladaninya.Keempat: pengetahuan. Yang namanya anak-anak paling antusias dengan sesuatu yang baru. Maka cerita kita pun dituntut tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga menarik karena berisi pengetahuan dan wawasan baru bagi anak. Tentu saja ini menuntut Anda untuk selalu upgrade pengetahuan juga. Yakinlah, insyaAllah cerita dan kisah Anda akan menjadi momen paling dinantikan.Bercerita pada anak akan menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu dalam diri anak. Ketika anak sudah terbiasa dengan buku dan ilmu sedari kecil maka saat ia sudah beranjak remaja dan dewasa; insyaAllah ini akan terbawa dengan sendirinya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cinta baca dan juga mencintai ilmu pengetahuan. Tentu ini hal yang sangat berharga terlebih lagi di negeri kita Indonesia yang memiliki budaya membaca sangat rendah.Nah, apakah Anda sudah siap bercerita untuk meninabobokan anak kesayangan Anda? Tentu saja ada bekalnya, sebelum bisa menjadi sosok yang dirindukan dengan cerita-cerita asiknya? Rajin baca. Ini super penting untuk selalu memperbaharui pengetahuan kita. Bisa dengan membaca buku. Bisa juga dari grup WA tentang cerita-cerita inspiratif, atau di facebook juga sering dibagikan. Atau kalau bisa meluangkan mencari di internet kisah dan cerita yang menurut Anda pas untuk dibagikan ke anak-anak. Namun tentu harus selektif dalam memilihnya. Pilah dan pilih kisah terbaik.Seperti kisah para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, serta orang-orang salih pilihan. Tentu untuk melahirkan keteladanan bagi anak-anak kita. Sesekali tetap diselingi cerita yang menghibur dan tidak terlalu serius sekadar menyenangkan dan menggembirakan buah hati tercinta. Berlatih bercerita.Supaya tidak datar-datar saja kan perlu intonasi yang cocok dengan jalannya cerita. Atau pemilihan kata juga penting untuk meramu cerita terdengar lebih ciamik. Kalau perlu ikut sekali-kali kursus bercerita. Berbagi pengalaman dengan komunitas ibu-ibu.Gunanya untuk saling memberi masukan dan saran. Dan saling berbagi bahan cerita. Jadi lebih kaya pengetahuan untuk dipraktekkan di kamar tidur anak-anak.Selamat bercerita, selamat membangun kedekatan, sebelum momen itu hilang! Semoga masa emas anak-anak kita bisa terwarnai kebaikan. Amien…Bersambung.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Rajab 1439 / 26 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIANNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 110METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-4 Pada pertemuan sebelumnya, telah disampaikan bahwa salah satu metode terbaik pembelajaran anak di rumah adalah kisah dan cerita. Juga telah dipaparkan beberapa manfaat cerita. Berikut kelanjutannya. Di antara manfaat cerita:Ketiga: didikan. Sudah bukan hal baru bahwa mendidik dengan bertutur dan memakai analogi cerita merupakan cara yang efektif. Sebenarnya tidak harus berbentuk kisah. Bisa saja kisah sekedar untuk memancing anak bercerita tentang kegiatannya sehari tadi. Atau malah cerita untuk menutup cerita anak. Semacam umpan balik. Ini memang memerlukan keahlian tersendiri. Menghubungkan peristiwa yang dialami anak seharian tadi dengan cerita yang akan dibawakan.Tapi jika ini berhasil, orang tua mampu menanamkan poin pendidikan lewat ceritanya. Banyak pesan moral yang bisa disampaikan melalui cerita-cerita yang menyenangkan. Tokoh yang kuat, mandiri, cerdas, baik hati, jujur dan sebagainya digambarkan dengan apik. Ini bisa menginspirasi anak untuk meneladaninya.Keempat: pengetahuan. Yang namanya anak-anak paling antusias dengan sesuatu yang baru. Maka cerita kita pun dituntut tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga menarik karena berisi pengetahuan dan wawasan baru bagi anak. Tentu saja ini menuntut Anda untuk selalu upgrade pengetahuan juga. Yakinlah, insyaAllah cerita dan kisah Anda akan menjadi momen paling dinantikan.Bercerita pada anak akan menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu dalam diri anak. Ketika anak sudah terbiasa dengan buku dan ilmu sedari kecil maka saat ia sudah beranjak remaja dan dewasa; insyaAllah ini akan terbawa dengan sendirinya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cinta baca dan juga mencintai ilmu pengetahuan. Tentu ini hal yang sangat berharga terlebih lagi di negeri kita Indonesia yang memiliki budaya membaca sangat rendah.Nah, apakah Anda sudah siap bercerita untuk meninabobokan anak kesayangan Anda? Tentu saja ada bekalnya, sebelum bisa menjadi sosok yang dirindukan dengan cerita-cerita asiknya? Rajin baca. Ini super penting untuk selalu memperbaharui pengetahuan kita. Bisa dengan membaca buku. Bisa juga dari grup WA tentang cerita-cerita inspiratif, atau di facebook juga sering dibagikan. Atau kalau bisa meluangkan mencari di internet kisah dan cerita yang menurut Anda pas untuk dibagikan ke anak-anak. Namun tentu harus selektif dalam memilihnya. Pilah dan pilih kisah terbaik.Seperti kisah para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, serta orang-orang salih pilihan. Tentu untuk melahirkan keteladanan bagi anak-anak kita. Sesekali tetap diselingi cerita yang menghibur dan tidak terlalu serius sekadar menyenangkan dan menggembirakan buah hati tercinta. Berlatih bercerita.Supaya tidak datar-datar saja kan perlu intonasi yang cocok dengan jalannya cerita. Atau pemilihan kata juga penting untuk meramu cerita terdengar lebih ciamik. Kalau perlu ikut sekali-kali kursus bercerita. Berbagi pengalaman dengan komunitas ibu-ibu.Gunanya untuk saling memberi masukan dan saran. Dan saling berbagi bahan cerita. Jadi lebih kaya pengetahuan untuk dipraktekkan di kamar tidur anak-anak.Selamat bercerita, selamat membangun kedekatan, sebelum momen itu hilang! Semoga masa emas anak-anak kita bisa terwarnai kebaikan. Amien…Bersambung.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Rajab 1439 / 26 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIANNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 110METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bag-4 Pada pertemuan sebelumnya, telah disampaikan bahwa salah satu metode terbaik pembelajaran anak di rumah adalah kisah dan cerita. Juga telah dipaparkan beberapa manfaat cerita. Berikut kelanjutannya. Di antara manfaat cerita:Ketiga: didikan. Sudah bukan hal baru bahwa mendidik dengan bertutur dan memakai analogi cerita merupakan cara yang efektif. Sebenarnya tidak harus berbentuk kisah. Bisa saja kisah sekedar untuk memancing anak bercerita tentang kegiatannya sehari tadi. Atau malah cerita untuk menutup cerita anak. Semacam umpan balik. Ini memang memerlukan keahlian tersendiri. Menghubungkan peristiwa yang dialami anak seharian tadi dengan cerita yang akan dibawakan.Tapi jika ini berhasil, orang tua mampu menanamkan poin pendidikan lewat ceritanya. Banyak pesan moral yang bisa disampaikan melalui cerita-cerita yang menyenangkan. Tokoh yang kuat, mandiri, cerdas, baik hati, jujur dan sebagainya digambarkan dengan apik. Ini bisa menginspirasi anak untuk meneladaninya.Keempat: pengetahuan. Yang namanya anak-anak paling antusias dengan sesuatu yang baru. Maka cerita kita pun dituntut tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga menarik karena berisi pengetahuan dan wawasan baru bagi anak. Tentu saja ini menuntut Anda untuk selalu upgrade pengetahuan juga. Yakinlah, insyaAllah cerita dan kisah Anda akan menjadi momen paling dinantikan.Bercerita pada anak akan menumbuhkan budaya baca dan kecintaan pada ilmu dalam diri anak. Ketika anak sudah terbiasa dengan buku dan ilmu sedari kecil maka saat ia sudah beranjak remaja dan dewasa; insyaAllah ini akan terbawa dengan sendirinya. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cinta baca dan juga mencintai ilmu pengetahuan. Tentu ini hal yang sangat berharga terlebih lagi di negeri kita Indonesia yang memiliki budaya membaca sangat rendah.Nah, apakah Anda sudah siap bercerita untuk meninabobokan anak kesayangan Anda? Tentu saja ada bekalnya, sebelum bisa menjadi sosok yang dirindukan dengan cerita-cerita asiknya? Rajin baca. Ini super penting untuk selalu memperbaharui pengetahuan kita. Bisa dengan membaca buku. Bisa juga dari grup WA tentang cerita-cerita inspiratif, atau di facebook juga sering dibagikan. Atau kalau bisa meluangkan mencari di internet kisah dan cerita yang menurut Anda pas untuk dibagikan ke anak-anak. Namun tentu harus selektif dalam memilihnya. Pilah dan pilih kisah terbaik.Seperti kisah para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, serta orang-orang salih pilihan. Tentu untuk melahirkan keteladanan bagi anak-anak kita. Sesekali tetap diselingi cerita yang menghibur dan tidak terlalu serius sekadar menyenangkan dan menggembirakan buah hati tercinta. Berlatih bercerita.Supaya tidak datar-datar saja kan perlu intonasi yang cocok dengan jalannya cerita. Atau pemilihan kata juga penting untuk meramu cerita terdengar lebih ciamik. Kalau perlu ikut sekali-kali kursus bercerita. Berbagi pengalaman dengan komunitas ibu-ibu.Gunanya untuk saling memberi masukan dan saran. Dan saling berbagi bahan cerita. Jadi lebih kaya pengetahuan untuk dipraktekkan di kamar tidur anak-anak.Selamat bercerita, selamat membangun kedekatan, sebelum momen itu hilang! Semoga masa emas anak-anak kita bisa terwarnai kebaikan. Amien…Bersambung.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Rajab 1439 / 26 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 138: MENGAWALI DOA DENGAN PUJIANNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 139MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT*Tak ada di antara kita yang tidak menginginkan doa-doanya dikabulkan Allah ta’ala. Namun, sekedar memiliki keinginan saja tidak cukup. Perlu ada upaya serius untuk mewujudkan keinginan tersebut. Langkah nyatanya antara lain adalah dengan memenuhi adab-adab berdoa.Di antara adab yang sangat membantu terkabulnya doa adalah bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum berdoa.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya”. HR. Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Ausath dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu memperjelas maksud hadits di atas,“إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Sesungguhnya doa itu akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan diangkat; hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu’alaihiwasallam”. Diriwayatkan oleh Tirmidziy dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Jadi setiap doa yang dilantunkan hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah tabaraka wa ta’ala hingga disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya sebuah doa. Demikian keterangan al-Munawiy dalam Faidh al-Qadîr.Redaksi ShalawatSering kita temukan berbagai macam redaksi shalawat di masyarakat. Namun redaksi terbaik tentunya adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antaranya adalah redaksi yang terkenal dengan istilah Shalawat Ibrahimiyyah.Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu bertutur,سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ““Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada engkau (dan) keluargamu? Sungguh Allah telah mengajari kami cara mengucapkan salam untuk kalian”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah, “Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shollaita ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd. Allôhumma bârik ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârokta ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd”. (Ya Allah limpahkanlah shalawat-Mu untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah curahkanlah keberkahan untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau curahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Dzulqa’dah 1439 / 6 Agustus 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5Next Makmur Luar Dalam Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 139: MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 139MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT*Tak ada di antara kita yang tidak menginginkan doa-doanya dikabulkan Allah ta’ala. Namun, sekedar memiliki keinginan saja tidak cukup. Perlu ada upaya serius untuk mewujudkan keinginan tersebut. Langkah nyatanya antara lain adalah dengan memenuhi adab-adab berdoa.Di antara adab yang sangat membantu terkabulnya doa adalah bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum berdoa.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya”. HR. Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Ausath dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu memperjelas maksud hadits di atas,“إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Sesungguhnya doa itu akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan diangkat; hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu’alaihiwasallam”. Diriwayatkan oleh Tirmidziy dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Jadi setiap doa yang dilantunkan hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah tabaraka wa ta’ala hingga disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya sebuah doa. Demikian keterangan al-Munawiy dalam Faidh al-Qadîr.Redaksi ShalawatSering kita temukan berbagai macam redaksi shalawat di masyarakat. Namun redaksi terbaik tentunya adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antaranya adalah redaksi yang terkenal dengan istilah Shalawat Ibrahimiyyah.Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu bertutur,سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ““Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada engkau (dan) keluargamu? Sungguh Allah telah mengajari kami cara mengucapkan salam untuk kalian”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah, “Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shollaita ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd. Allôhumma bârik ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârokta ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd”. (Ya Allah limpahkanlah shalawat-Mu untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah curahkanlah keberkahan untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau curahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Dzulqa’dah 1439 / 6 Agustus 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5Next Makmur Luar Dalam Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 139MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT*Tak ada di antara kita yang tidak menginginkan doa-doanya dikabulkan Allah ta’ala. Namun, sekedar memiliki keinginan saja tidak cukup. Perlu ada upaya serius untuk mewujudkan keinginan tersebut. Langkah nyatanya antara lain adalah dengan memenuhi adab-adab berdoa.Di antara adab yang sangat membantu terkabulnya doa adalah bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum berdoa.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya”. HR. Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Ausath dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu memperjelas maksud hadits di atas,“إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Sesungguhnya doa itu akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan diangkat; hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu’alaihiwasallam”. Diriwayatkan oleh Tirmidziy dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Jadi setiap doa yang dilantunkan hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah tabaraka wa ta’ala hingga disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya sebuah doa. Demikian keterangan al-Munawiy dalam Faidh al-Qadîr.Redaksi ShalawatSering kita temukan berbagai macam redaksi shalawat di masyarakat. Namun redaksi terbaik tentunya adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antaranya adalah redaksi yang terkenal dengan istilah Shalawat Ibrahimiyyah.Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu bertutur,سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ““Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada engkau (dan) keluargamu? Sungguh Allah telah mengajari kami cara mengucapkan salam untuk kalian”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah, “Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shollaita ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd. Allôhumma bârik ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârokta ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd”. (Ya Allah limpahkanlah shalawat-Mu untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah curahkanlah keberkahan untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau curahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Dzulqa’dah 1439 / 6 Agustus 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5Next Makmur Luar Dalam Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 139MENGAWALI DOA DENGAN SHALAWAT*Tak ada di antara kita yang tidak menginginkan doa-doanya dikabulkan Allah ta’ala. Namun, sekedar memiliki keinginan saja tidak cukup. Perlu ada upaya serius untuk mewujudkan keinginan tersebut. Langkah nyatanya antara lain adalah dengan memenuhi adab-adab berdoa.Di antara adab yang sangat membantu terkabulnya doa adalah bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum berdoa.Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya”. HR. Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Ausath dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu memperjelas maksud hadits di atas,“إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، لَا يَصْعَدُ مِنْهُ شَيْءٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ عَلَى نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”“Sesungguhnya doa itu akan tertahan di antara langit dan bumi, tidak akan diangkat; hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu’alaihiwasallam”. Diriwayatkan oleh Tirmidziy dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy.Jadi setiap doa yang dilantunkan hamba tidak akan diangkat ke hadapan Allah tabaraka wa ta’ala hingga disertai dengan shalawat. Sebab shalawat merupakan pengantar terkabulnya sebuah doa. Demikian keterangan al-Munawiy dalam Faidh al-Qadîr.Redaksi ShalawatSering kita temukan berbagai macam redaksi shalawat di masyarakat. Namun redaksi terbaik tentunya adalah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antaranya adalah redaksi yang terkenal dengan istilah Shalawat Ibrahimiyyah.Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu bertutur,سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ““Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bershalawat kepada engkau (dan) keluargamu? Sungguh Allah telah mengajari kami cara mengucapkan salam untuk kalian”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah, “Allôhumma sholli ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shollaita ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd. Allôhumma bârik ‘alâ Muhammad, wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârokta ‘alâ Ibrôhîm wa ‘alâ âli Ibrôhîm, innaKa Hamîdum Majîd”. (Ya Allah limpahkanlah shalawat-Mu untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau limpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah curahkanlah keberkahan untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau curahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Dzulqa’dah 1439 / 6 Agustus 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 111: METODE PEMBELAJARAN ANAK DI RUMAH Bagian 5Next Makmur Luar Dalam Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next