Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJID

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 167 MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDDalam menyikapi masalah di atas, ada dua kubu ekstrim yang bertolak belakang. Kubu pertama: melarang sama sekali. Kubu kedua: membebaskan sebebas-bebasnya. Yang benar adalah sikap pertengahan di antara dua kubu tersebut. Yaitu boleh mengajak anak kecil, asalkan bisa dikondisikan, dan orang tua harus bertanggungjawab, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masjid.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membawa anak kecil ke masjid.Syaddad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Di suatu shalat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain. Beliau maju ke pengimaman dan meletakkan cucunya lalu bertakbiratul ihram. Di tengah shalat, beliau sujud lama sekali. Karena penasaran, Syaddad mengangkat kepalanya untuk mencari tahu. Ternyata sang cucu naik ke pundak Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sujud. Syaddad pun kembali sujud. Seusai shalat, jamaah bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud lama sekali. Hingga kami mengira ada kejadian buruk atau ada wahyu yang turun padamu”. Beliau menjawab,كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ“Bukan itu yang terjadi. Tetapi tadi cucuku menjadikan punggungku sebagai tunggangan. Aku tidak suka memutus kesenangannya hingga dia puas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh al-Hakim.Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan sikap bertanggungjawab saat membawa anak kecil.Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lepas tangan saat membawa anak ke masjid. Cucunya dipegangi, bahkan digendong. Agar tidak mengganggu jamaah lainnya.Menyikapi Tangisan Anak KecilTerkadang anak menangis saat shalat. Mungkin akibat terjatuh, atau merasa haus, atau kepanasan, atau takut melihat kerumunan, atau karena faktor lainnya. Saat itulah imam shalat tertuntut untuk bersikap bijaksana.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ“Sungguh saat memulai shalat, aku ingin memperpanjang bacaan shalatku. Namun karena mendengar tangisan bayi, maka akupun mempersingkat shalatku. Sebab aku tahu betapa gelisahnya perasaan si ibu saat mendengar tangisan anaknya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.Ini menunjukkan perpaduan apik antara menaati peraturan agama dan mengakomodir perasaan manusiawi. Aturan agama tidak dilanggar. Buktinya shalat tetap dilanjutkan. Sebab tangisan biasa anak kecil bukanlah hal darurat yang mengharuskan dibatalkannya shalat. Namun di waktu yang sama, perasaan resah ibu si anak juga dihargai. Dengan cara bacaan dan ritme gerakan shalat dipersingkat, tanpa merusak ketumakninahan shalat. Alangkah indahnya ajaran Islam…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1443 / 25 Juli 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJID

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 167 MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDDalam menyikapi masalah di atas, ada dua kubu ekstrim yang bertolak belakang. Kubu pertama: melarang sama sekali. Kubu kedua: membebaskan sebebas-bebasnya. Yang benar adalah sikap pertengahan di antara dua kubu tersebut. Yaitu boleh mengajak anak kecil, asalkan bisa dikondisikan, dan orang tua harus bertanggungjawab, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masjid.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membawa anak kecil ke masjid.Syaddad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Di suatu shalat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain. Beliau maju ke pengimaman dan meletakkan cucunya lalu bertakbiratul ihram. Di tengah shalat, beliau sujud lama sekali. Karena penasaran, Syaddad mengangkat kepalanya untuk mencari tahu. Ternyata sang cucu naik ke pundak Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sujud. Syaddad pun kembali sujud. Seusai shalat, jamaah bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud lama sekali. Hingga kami mengira ada kejadian buruk atau ada wahyu yang turun padamu”. Beliau menjawab,كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ“Bukan itu yang terjadi. Tetapi tadi cucuku menjadikan punggungku sebagai tunggangan. Aku tidak suka memutus kesenangannya hingga dia puas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh al-Hakim.Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan sikap bertanggungjawab saat membawa anak kecil.Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lepas tangan saat membawa anak ke masjid. Cucunya dipegangi, bahkan digendong. Agar tidak mengganggu jamaah lainnya.Menyikapi Tangisan Anak KecilTerkadang anak menangis saat shalat. Mungkin akibat terjatuh, atau merasa haus, atau kepanasan, atau takut melihat kerumunan, atau karena faktor lainnya. Saat itulah imam shalat tertuntut untuk bersikap bijaksana.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ“Sungguh saat memulai shalat, aku ingin memperpanjang bacaan shalatku. Namun karena mendengar tangisan bayi, maka akupun mempersingkat shalatku. Sebab aku tahu betapa gelisahnya perasaan si ibu saat mendengar tangisan anaknya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.Ini menunjukkan perpaduan apik antara menaati peraturan agama dan mengakomodir perasaan manusiawi. Aturan agama tidak dilanggar. Buktinya shalat tetap dilanjutkan. Sebab tangisan biasa anak kecil bukanlah hal darurat yang mengharuskan dibatalkannya shalat. Namun di waktu yang sama, perasaan resah ibu si anak juga dihargai. Dengan cara bacaan dan ritme gerakan shalat dipersingkat, tanpa merusak ketumakninahan shalat. Alangkah indahnya ajaran Islam…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1443 / 25 Juli 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 167 MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDDalam menyikapi masalah di atas, ada dua kubu ekstrim yang bertolak belakang. Kubu pertama: melarang sama sekali. Kubu kedua: membebaskan sebebas-bebasnya. Yang benar adalah sikap pertengahan di antara dua kubu tersebut. Yaitu boleh mengajak anak kecil, asalkan bisa dikondisikan, dan orang tua harus bertanggungjawab, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masjid.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membawa anak kecil ke masjid.Syaddad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Di suatu shalat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain. Beliau maju ke pengimaman dan meletakkan cucunya lalu bertakbiratul ihram. Di tengah shalat, beliau sujud lama sekali. Karena penasaran, Syaddad mengangkat kepalanya untuk mencari tahu. Ternyata sang cucu naik ke pundak Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sujud. Syaddad pun kembali sujud. Seusai shalat, jamaah bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud lama sekali. Hingga kami mengira ada kejadian buruk atau ada wahyu yang turun padamu”. Beliau menjawab,كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ“Bukan itu yang terjadi. Tetapi tadi cucuku menjadikan punggungku sebagai tunggangan. Aku tidak suka memutus kesenangannya hingga dia puas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh al-Hakim.Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan sikap bertanggungjawab saat membawa anak kecil.Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lepas tangan saat membawa anak ke masjid. Cucunya dipegangi, bahkan digendong. Agar tidak mengganggu jamaah lainnya.Menyikapi Tangisan Anak KecilTerkadang anak menangis saat shalat. Mungkin akibat terjatuh, atau merasa haus, atau kepanasan, atau takut melihat kerumunan, atau karena faktor lainnya. Saat itulah imam shalat tertuntut untuk bersikap bijaksana.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ“Sungguh saat memulai shalat, aku ingin memperpanjang bacaan shalatku. Namun karena mendengar tangisan bayi, maka akupun mempersingkat shalatku. Sebab aku tahu betapa gelisahnya perasaan si ibu saat mendengar tangisan anaknya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.Ini menunjukkan perpaduan apik antara menaati peraturan agama dan mengakomodir perasaan manusiawi. Aturan agama tidak dilanggar. Buktinya shalat tetap dilanjutkan. Sebab tangisan biasa anak kecil bukanlah hal darurat yang mengharuskan dibatalkannya shalat. Namun di waktu yang sama, perasaan resah ibu si anak juga dihargai. Dengan cara bacaan dan ritme gerakan shalat dipersingkat, tanpa merusak ketumakninahan shalat. Alangkah indahnya ajaran Islam…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1443 / 25 Juli 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 167 MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDDalam menyikapi masalah di atas, ada dua kubu ekstrim yang bertolak belakang. Kubu pertama: melarang sama sekali. Kubu kedua: membebaskan sebebas-bebasnya. Yang benar adalah sikap pertengahan di antara dua kubu tersebut. Yaitu boleh mengajak anak kecil, asalkan bisa dikondisikan, dan orang tua harus bertanggungjawab, sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masjid.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah membawa anak kecil ke masjid.Syaddad radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, “Di suatu shalat Isya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang sambil membawa Hasan atau Husain. Beliau maju ke pengimaman dan meletakkan cucunya lalu bertakbiratul ihram. Di tengah shalat, beliau sujud lama sekali. Karena penasaran, Syaddad mengangkat kepalanya untuk mencari tahu. Ternyata sang cucu naik ke pundak Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sujud. Syaddad pun kembali sujud. Seusai shalat, jamaah bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud lama sekali. Hingga kami mengira ada kejadian buruk atau ada wahyu yang turun padamu”. Beliau menjawab,كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ“Bukan itu yang terjadi. Tetapi tadi cucuku menjadikan punggungku sebagai tunggangan. Aku tidak suka memutus kesenangannya hingga dia puas”. HR. Nasa’iy dan dinilai sahih oleh al-Hakim.Di lain kesempatan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan sikap bertanggungjawab saat membawa anak kecil.Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hadits ini menjelaskan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lepas tangan saat membawa anak ke masjid. Cucunya dipegangi, bahkan digendong. Agar tidak mengganggu jamaah lainnya.Menyikapi Tangisan Anak KecilTerkadang anak menangis saat shalat. Mungkin akibat terjatuh, atau merasa haus, atau kepanasan, atau takut melihat kerumunan, atau karena faktor lainnya. Saat itulah imam shalat tertuntut untuk bersikap bijaksana.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,إِنِّي لَأَدْخُلُ فِي الصَّلَاةِ وَأَنَا أُرِيدُ إِطَالَتَهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ، فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُمِّهِ مِنْ بُكَائِهِ“Sungguh saat memulai shalat, aku ingin memperpanjang bacaan shalatku. Namun karena mendengar tangisan bayi, maka akupun mempersingkat shalatku. Sebab aku tahu betapa gelisahnya perasaan si ibu saat mendengar tangisan anaknya”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.Ini menunjukkan perpaduan apik antara menaati peraturan agama dan mengakomodir perasaan manusiawi. Aturan agama tidak dilanggar. Buktinya shalat tetap dilanjutkan. Sebab tangisan biasa anak kecil bukanlah hal darurat yang mengharuskan dibatalkannya shalat. Namun di waktu yang sama, perasaan resah ibu si anak juga dihargai. Dengan cara bacaan dan ritme gerakan shalat dipersingkat, tanpa merusak ketumakninahan shalat. Alangkah indahnya ajaran Islam…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1443 / 25 Juli 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 168 MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANSalah satu kunci sukses mendidik anak adalah memahami dan menjalankan tahapan yang seharusnya diikuti dalam proses pendidikan anak. Terutama tahapan yang dipraktekkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para sahabatnya. Sebab itu pasti adalah metode yang terbaik; karena bersumber dari wahyu dan sudah terbukti keberhasilannya dalam mencetak generasi sahabat yang hebat.Jundub bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu memaparkan tahapan tersebut,«كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا»“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat”. HR. Ibn Majah dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Maksud hadits di atas adalah bahwa mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Qur’an itu seharusnya didahulukan sebelum mengajarkan cara membaca al-Qur’an. Sehingga di saat anak mulai belajar makharijul huruf, tajwid dan cara yang benar dalam membaca al-Qur’an, saat itu anak sudah mengerti secara global ajaran yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dipelajarinya.Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,« لَقَدْ عِشْنَا بُرْهَةً مِنْ دَهْرِنَا، وَأَحَدُنَا يُؤْتَى الْإِيمَانَ قَبْلَ الْقُرْآنِ، وَتَنْزِلُ السُّورَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَتَعَلَّمُ حَلَالَهَا وَحَرَامَهَا، وَآمِرَهَا وَزَاجِرَهَا، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهَا، كَمَا تَعَلَّمُونَ أَنْتُمُ الْيَوْمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ لَقَدْ رَأَيْتُ الْيَوْمَ رِجَالًا يُؤْتَى أَحَدُهُمُ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيمَانِ، فَيَقْرَأُ مَا بَيْنَ فَاتِحَتِهِ إِلَى خَاتِمَتِهِ مَا يَدْرِي مَا آمِرُهُ وَلَا زَاجِرُهُ، وَلَا مَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهُ»“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Saat diturunkan surat al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca al-Qur’an. Namun hari ini aku menyaksikan orang belajar al-Qur’an sebelum belajar iman. Ia lancar membaca surat al-Fatihah hingga surat an-Nas. Namun tidak mengerti perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi”. HR. Al-Baihaqiy dan dinilai sahih oleh al-Hakim juga adz-Dhahabiy.Cara Mengajarkan Nilai-nilai Al-Qur’anAjaran yang terkandung di dalam al-Qur’an, secara global bisa dibagi menjadi tiga: akidah, ibadah dan akhlak. Akidah adalah terkait dengan keimanan kita tentang keberadaan Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, serta keberhakkan-Nya terhadap ibadah para hamba. Ibadah adalah ritual peribadatan hamba kepada Allah, seperti shalat, puasa, haji dan semisalnya. Akhlak adalah perilaku baik kita terhadap sesama.Nah, tiga nilai utama ajaran al-Qur’an di atas, perlu diajarkan terhadap anak-anak kita, sebelum diajarkan kepada mereka cara membaca al-Qur’an. Sebelum mengenalkan kepada mereka huruf hija’iyah, makharijul huruf, tajwid dan yang semisalnya.Adapun cara mengajarkannya adalah dengan ucapan dan perbuatan. Maksud mengajarkan dengan ucapan adalah rutin menyampaikan nasehat dan wejangan secara lisan terhadap anak terkait tiga nilai utama di atas. Sedangkan maksud mengajarkan dengan perbuatan adalah dengan memberikan teladan dalam keseharian. Yakni orang tua mempraktekkan tiga nilai utama tersebut. Sehingga anak meniru kebaikan-kebaikan yang dicontohkan orang tuanya. Wallahu a’lam bis shawab…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Muharram 1444 / 15 Agustus 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’AN

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 168 MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANSalah satu kunci sukses mendidik anak adalah memahami dan menjalankan tahapan yang seharusnya diikuti dalam proses pendidikan anak. Terutama tahapan yang dipraktekkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para sahabatnya. Sebab itu pasti adalah metode yang terbaik; karena bersumber dari wahyu dan sudah terbukti keberhasilannya dalam mencetak generasi sahabat yang hebat.Jundub bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu memaparkan tahapan tersebut,«كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا»“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat”. HR. Ibn Majah dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Maksud hadits di atas adalah bahwa mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Qur’an itu seharusnya didahulukan sebelum mengajarkan cara membaca al-Qur’an. Sehingga di saat anak mulai belajar makharijul huruf, tajwid dan cara yang benar dalam membaca al-Qur’an, saat itu anak sudah mengerti secara global ajaran yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dipelajarinya.Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,« لَقَدْ عِشْنَا بُرْهَةً مِنْ دَهْرِنَا، وَأَحَدُنَا يُؤْتَى الْإِيمَانَ قَبْلَ الْقُرْآنِ، وَتَنْزِلُ السُّورَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَتَعَلَّمُ حَلَالَهَا وَحَرَامَهَا، وَآمِرَهَا وَزَاجِرَهَا، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهَا، كَمَا تَعَلَّمُونَ أَنْتُمُ الْيَوْمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ لَقَدْ رَأَيْتُ الْيَوْمَ رِجَالًا يُؤْتَى أَحَدُهُمُ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيمَانِ، فَيَقْرَأُ مَا بَيْنَ فَاتِحَتِهِ إِلَى خَاتِمَتِهِ مَا يَدْرِي مَا آمِرُهُ وَلَا زَاجِرُهُ، وَلَا مَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهُ»“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Saat diturunkan surat al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca al-Qur’an. Namun hari ini aku menyaksikan orang belajar al-Qur’an sebelum belajar iman. Ia lancar membaca surat al-Fatihah hingga surat an-Nas. Namun tidak mengerti perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi”. HR. Al-Baihaqiy dan dinilai sahih oleh al-Hakim juga adz-Dhahabiy.Cara Mengajarkan Nilai-nilai Al-Qur’anAjaran yang terkandung di dalam al-Qur’an, secara global bisa dibagi menjadi tiga: akidah, ibadah dan akhlak. Akidah adalah terkait dengan keimanan kita tentang keberadaan Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, serta keberhakkan-Nya terhadap ibadah para hamba. Ibadah adalah ritual peribadatan hamba kepada Allah, seperti shalat, puasa, haji dan semisalnya. Akhlak adalah perilaku baik kita terhadap sesama.Nah, tiga nilai utama ajaran al-Qur’an di atas, perlu diajarkan terhadap anak-anak kita, sebelum diajarkan kepada mereka cara membaca al-Qur’an. Sebelum mengenalkan kepada mereka huruf hija’iyah, makharijul huruf, tajwid dan yang semisalnya.Adapun cara mengajarkannya adalah dengan ucapan dan perbuatan. Maksud mengajarkan dengan ucapan adalah rutin menyampaikan nasehat dan wejangan secara lisan terhadap anak terkait tiga nilai utama di atas. Sedangkan maksud mengajarkan dengan perbuatan adalah dengan memberikan teladan dalam keseharian. Yakni orang tua mempraktekkan tiga nilai utama tersebut. Sehingga anak meniru kebaikan-kebaikan yang dicontohkan orang tuanya. Wallahu a’lam bis shawab…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Muharram 1444 / 15 Agustus 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 168 MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANSalah satu kunci sukses mendidik anak adalah memahami dan menjalankan tahapan yang seharusnya diikuti dalam proses pendidikan anak. Terutama tahapan yang dipraktekkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para sahabatnya. Sebab itu pasti adalah metode yang terbaik; karena bersumber dari wahyu dan sudah terbukti keberhasilannya dalam mencetak generasi sahabat yang hebat.Jundub bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu memaparkan tahapan tersebut,«كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا»“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat”. HR. Ibn Majah dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Maksud hadits di atas adalah bahwa mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Qur’an itu seharusnya didahulukan sebelum mengajarkan cara membaca al-Qur’an. Sehingga di saat anak mulai belajar makharijul huruf, tajwid dan cara yang benar dalam membaca al-Qur’an, saat itu anak sudah mengerti secara global ajaran yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dipelajarinya.Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,« لَقَدْ عِشْنَا بُرْهَةً مِنْ دَهْرِنَا، وَأَحَدُنَا يُؤْتَى الْإِيمَانَ قَبْلَ الْقُرْآنِ، وَتَنْزِلُ السُّورَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَتَعَلَّمُ حَلَالَهَا وَحَرَامَهَا، وَآمِرَهَا وَزَاجِرَهَا، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهَا، كَمَا تَعَلَّمُونَ أَنْتُمُ الْيَوْمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ لَقَدْ رَأَيْتُ الْيَوْمَ رِجَالًا يُؤْتَى أَحَدُهُمُ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيمَانِ، فَيَقْرَأُ مَا بَيْنَ فَاتِحَتِهِ إِلَى خَاتِمَتِهِ مَا يَدْرِي مَا آمِرُهُ وَلَا زَاجِرُهُ، وَلَا مَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهُ»“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Saat diturunkan surat al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca al-Qur’an. Namun hari ini aku menyaksikan orang belajar al-Qur’an sebelum belajar iman. Ia lancar membaca surat al-Fatihah hingga surat an-Nas. Namun tidak mengerti perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi”. HR. Al-Baihaqiy dan dinilai sahih oleh al-Hakim juga adz-Dhahabiy.Cara Mengajarkan Nilai-nilai Al-Qur’anAjaran yang terkandung di dalam al-Qur’an, secara global bisa dibagi menjadi tiga: akidah, ibadah dan akhlak. Akidah adalah terkait dengan keimanan kita tentang keberadaan Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, serta keberhakkan-Nya terhadap ibadah para hamba. Ibadah adalah ritual peribadatan hamba kepada Allah, seperti shalat, puasa, haji dan semisalnya. Akhlak adalah perilaku baik kita terhadap sesama.Nah, tiga nilai utama ajaran al-Qur’an di atas, perlu diajarkan terhadap anak-anak kita, sebelum diajarkan kepada mereka cara membaca al-Qur’an. Sebelum mengenalkan kepada mereka huruf hija’iyah, makharijul huruf, tajwid dan yang semisalnya.Adapun cara mengajarkannya adalah dengan ucapan dan perbuatan. Maksud mengajarkan dengan ucapan adalah rutin menyampaikan nasehat dan wejangan secara lisan terhadap anak terkait tiga nilai utama di atas. Sedangkan maksud mengajarkan dengan perbuatan adalah dengan memberikan teladan dalam keseharian. Yakni orang tua mempraktekkan tiga nilai utama tersebut. Sehingga anak meniru kebaikan-kebaikan yang dicontohkan orang tuanya. Wallahu a’lam bis shawab…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Muharram 1444 / 15 Agustus 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 168 MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANSalah satu kunci sukses mendidik anak adalah memahami dan menjalankan tahapan yang seharusnya diikuti dalam proses pendidikan anak. Terutama tahapan yang dipraktekkan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap para sahabatnya. Sebab itu pasti adalah metode yang terbaik; karena bersumber dari wahyu dan sudah terbukti keberhasilannya dalam mencetak generasi sahabat yang hebat.Jundub bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu memaparkan tahapan tersebut,«كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا»“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat”. HR. Ibn Majah dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Maksud hadits di atas adalah bahwa mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Qur’an itu seharusnya didahulukan sebelum mengajarkan cara membaca al-Qur’an. Sehingga di saat anak mulai belajar makharijul huruf, tajwid dan cara yang benar dalam membaca al-Qur’an, saat itu anak sudah mengerti secara global ajaran yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dipelajarinya.Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,« لَقَدْ عِشْنَا بُرْهَةً مِنْ دَهْرِنَا، وَأَحَدُنَا يُؤْتَى الْإِيمَانَ قَبْلَ الْقُرْآنِ، وَتَنْزِلُ السُّورَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَتَعَلَّمُ حَلَالَهَا وَحَرَامَهَا، وَآمِرَهَا وَزَاجِرَهَا، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهَا، كَمَا تَعَلَّمُونَ أَنْتُمُ الْيَوْمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ لَقَدْ رَأَيْتُ الْيَوْمَ رِجَالًا يُؤْتَى أَحَدُهُمُ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيمَانِ، فَيَقْرَأُ مَا بَيْنَ فَاتِحَتِهِ إِلَى خَاتِمَتِهِ مَا يَدْرِي مَا آمِرُهُ وَلَا زَاجِرُهُ، وَلَا مَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهُ»“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar al-Qur’an. Saat diturunkan surat al-Qur’an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca al-Qur’an. Namun hari ini aku menyaksikan orang belajar al-Qur’an sebelum belajar iman. Ia lancar membaca surat al-Fatihah hingga surat an-Nas. Namun tidak mengerti perintah dan larangan yang terkandung di dalamnya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi”. HR. Al-Baihaqiy dan dinilai sahih oleh al-Hakim juga adz-Dhahabiy.Cara Mengajarkan Nilai-nilai Al-Qur’anAjaran yang terkandung di dalam al-Qur’an, secara global bisa dibagi menjadi tiga: akidah, ibadah dan akhlak. Akidah adalah terkait dengan keimanan kita tentang keberadaan Allah, sifat-sifat dan perbuatan-Nya, serta keberhakkan-Nya terhadap ibadah para hamba. Ibadah adalah ritual peribadatan hamba kepada Allah, seperti shalat, puasa, haji dan semisalnya. Akhlak adalah perilaku baik kita terhadap sesama.Nah, tiga nilai utama ajaran al-Qur’an di atas, perlu diajarkan terhadap anak-anak kita, sebelum diajarkan kepada mereka cara membaca al-Qur’an. Sebelum mengenalkan kepada mereka huruf hija’iyah, makharijul huruf, tajwid dan yang semisalnya.Adapun cara mengajarkannya adalah dengan ucapan dan perbuatan. Maksud mengajarkan dengan ucapan adalah rutin menyampaikan nasehat dan wejangan secara lisan terhadap anak terkait tiga nilai utama di atas. Sedangkan maksud mengajarkan dengan perbuatan adalah dengan memberikan teladan dalam keseharian. Yakni orang tua mempraktekkan tiga nilai utama tersebut. Sehingga anak meniru kebaikan-kebaikan yang dicontohkan orang tuanya. Wallahu a’lam bis shawab…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Muharram 1444 / 15 Agustus 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 167 – MEMBAWA ANAK KECIL KE MASJIDNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 191DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KESEPULUH:Membaca Surat an-Nas sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 114. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil LandasanAisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad”, “Qul a’ûdzubirabbil falaq” dan “Qul a’udzubirabbin nas” (Surat an-Nas). Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkannya dari mimpi buruk. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya.Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya. Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan, “Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1444 / 22 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 191DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KESEPULUH:Membaca Surat an-Nas sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 114. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil LandasanAisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad”, “Qul a’ûdzubirabbil falaq” dan “Qul a’udzubirabbin nas” (Surat an-Nas). Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkannya dari mimpi buruk. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya.Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya. Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan, “Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1444 / 22 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 191DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KESEPULUH:Membaca Surat an-Nas sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 114. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil LandasanAisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad”, “Qul a’ûdzubirabbil falaq” dan “Qul a’udzubirabbin nas” (Surat an-Nas). Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkannya dari mimpi buruk. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya.Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya. Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan, “Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1444 / 22 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 191DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KESEPULUH:Membaca Surat an-Nas sebanyak tiga kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 114. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil LandasanAisyah radhiyallahu ’anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ” وَ “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ”.“Setiap malam jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beranjak ke peraduan, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya. Kemudian meniupkan nafas dari mulutnya dengan sedikit air ludah. Lalu membaca, “Qul huwallahu ahad”, “Qul a’ûdzubirabbil falaq” dan “Qul a’udzubirabbin nas” (Surat an-Nas). Kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan hal itu tiga kali”. HR. Bukhari (no. 5017).Dzikir ini akan melindungi insan dari bahaya apapun juga, entah itu setan maupun binatang berbisa. Juga menghindarkannya dari mimpi buruk. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sangat menjaga wirid ini. Bahkan dalam suatu riwayat Aisyah radhiyallahu ’anha menceritakan, “Saat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sakit, beliau menyuruhku untuk membacakan wirid tersebut atas beliau”. HR. Bukhari (no. 5748).Renungan KandunganSurat mulia ini mengandung permohonan perlindungan kepada Rabb para manusia. Penguasa dan Sembahan mereka. Dari kejahatan setan yang merupakan sumber segala kejahatan.Di antara bentuk kejahatan setan: ia mengganggu hati manusia. Keburukan ia hiasi sampai terlihat indah. Sehingga manusia tergoda untuk melakukannya. Sebaliknya ia menjadikan manusia malas untuk melakukan kebaikan dan menggambarkannya tidak sesuai dengan bentuk aslinya.Dalam melakukan misinya tersebut, setan memiliki siasat untuk maju dan mundur. Dia akan maju manakala kita lalai dari berdzikir, dan mundur saat kita menyerangnya dengan dzikrullah. Jika kita menginginkan agar setan senantiasa mundur, maka kita pun harus senantiasa memukulnya terus dengan dzikir.“Dzikir merupakan cemeti untuk mencambuk setan. Sebagaimana para penjahat dibuat jera dengan sabetan cemeti, kayu atau besi. Dzikrullah akan memukul dan menyakiti setan, persis seperti cemeti menyakiti orang yang disabet dengannya. Karena itulah setan yang menyertai mukmin, ia berbadan kurus, lemah dan ceking. Sebab selalu disiksa dengan dzikir dan ketaatan pada Allah … Kebalikannya, setan yang bersama orang fasik, ia hidup dalam kenyamanan. Akibatnya dia menjadi kuat dan sombong.Barang siapa yang tidak pernah menyiksa setannya di dunia ini dengan dzikrullah, tauhid, istighfar dan ketaatan pada Allah, maka ia akan ‘disiksa’ oleh setannya kelak di neraka. Hanya ada dua pilihan; seorang hamba menyiksa setannya, atau ia disiksa oleh setannya”.Gangguan terhadap kita, sebagaimana muncul dari setan golongan jin, juga muncul dari setan golongan manusia. Kedua jenis setan tersebut berkolaborasi dan saling bantu membantu dalam merealisasikan kejahatan mereka. Allah ta’ala menjelaskan, “Begitulah ketetapan Kami. Setiap nabi, Kami hadapkan dengan musuh-musuh dari golongan manusia dan jin. Mereka saling membisikkan satu sama lainnya perkataan manis yang penuh tipuan”. QS. Al-An’am (6): 112.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1444 / 22 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 168: MENGAJARKAN IMAN SEBELUM AL-QUR’ANNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 169 MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKPenampilan luar seseorang adalah cerminan dari ideologi dan pemahaman yang diyakininya. Sehingga sejak dini orang tua perlu memperhatikan penampilan putra-putrinya. Gaya cukuran rambutnya, model pakaiannya, begitu pula sikap dan gerak-geriknya. Walaupun masih kecil, itu bukan alasan untuk membiarkan anak melakukan perilaku negatif. Sebab jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan buruk hingga beranjak dewasa. Akibatnya kelak sulit untuk dihilangkan.Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى صَبِيًّا حَلَقَ بَعْضَ شَعْرِهِ وَتَرَكَ بَعْضَهُ، فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ: «‌احْلِقُوهُ ‌كُلَّهُ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ»“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang bayi yang sebagian sisi rambutnya dicukur habis, sedangkan sebagian yang lain dibiarkan. Maka beliaupun melarang hal tersebut, seraya bersabda, “Cukur habislah semua rambutnya, atau biarkan semua”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga al-Albaniy.Bahkan untuk memastikan model cukuran anak-anak, beliau sendiri mengawasi proses pencukuran mereka. Yakni saat beliau menjenguk putra-putra sepupu beliau; Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pasca wafatnya. Beliau bersabda,«ادْعُوا إِلَيَّ الْحَلاقَ، فَجِيءَ بِالْحَلاقِ فَحَلَقَ رُءُوسَنَا»“Tolong panggilkan kemari tukang cukur. Setelah tiba, tukang cukur tersebut memangkas rambut kami (anak-anak Ja’far)”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy serta al-Albaniy.Hadits ini menunjukkan bahwa orang tua seharusnya peduli dengan penampilan rambut anak-anaknya. Kapan saatnya mereka dicukur, dan kapan belum. Lalu juga memastikan, apakah model cukuran mereka melanggar aturan agama atau tidak? Menyerupai gaya cukuran rambut non muslim atau tidak?Selain cukuran rambut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperhatikan pakaian anak. Memastikan agar tidak menyelisihi aturan agama. Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌عَلَيَّ ‌ثَوْبَيْنِ ‌مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا»Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihatku mengenakan dua pakaian mu’ashfar (pakaian yang dicelup dengan tetumbuhan ‘Ushfur sehingga menghasilkan warna merah kekuningan). Maka beliau bersabda, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir. Janganlah engkau memakainya”. HR. Muslim.‘Sekedar’ menyerupai warna pakaian orang kafir saja dilarang. Apalagi pakaian yang memuat simbol-simbol keagamaan mereka. Semisal salib, simbol Yahudi, gambar berhala atau dewa. Juga pakaian yang memuat tulisan-tulisan tidak bermoral, atau gambar yang memamerkan aurat. Ini semua dan yang semisal tidak layak dikenakan oleh muslim dan muslimah yang telah dimuliakan Allah dengan ajaran Islam.Anas radhiyallahu ‘anhu menambahkan,«نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌أَنْ ‌يَتَزَعْفَرَ ‌الرَّجُلُ»“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pria untuk mengenakan Za’faran (warna yang dihasilkan tetumbuhan Za’faran, biasanya dikenakan wanita)”. HR. Bukhari dan Muslim.Ini menunjukkan larangan memakai busana yang biasa dipakai lawan jenis. Pria tidak boleh mengenakan pakaian wanita, begitu pula sebaliknya. Juga tidak boleh memakai busana yang menonjolkan aurat. Sejak dini anak-anak perlu dididik dan diarahkan—dengan cara yang baik—untuk menghindari hal-hal terlarang tersebut. Guna mencegah munculnya penyimpangan orientasi seksual, semisal Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Shafar 1444 / 29 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 169 MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKPenampilan luar seseorang adalah cerminan dari ideologi dan pemahaman yang diyakininya. Sehingga sejak dini orang tua perlu memperhatikan penampilan putra-putrinya. Gaya cukuran rambutnya, model pakaiannya, begitu pula sikap dan gerak-geriknya. Walaupun masih kecil, itu bukan alasan untuk membiarkan anak melakukan perilaku negatif. Sebab jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan buruk hingga beranjak dewasa. Akibatnya kelak sulit untuk dihilangkan.Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى صَبِيًّا حَلَقَ بَعْضَ شَعْرِهِ وَتَرَكَ بَعْضَهُ، فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ: «‌احْلِقُوهُ ‌كُلَّهُ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ»“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang bayi yang sebagian sisi rambutnya dicukur habis, sedangkan sebagian yang lain dibiarkan. Maka beliaupun melarang hal tersebut, seraya bersabda, “Cukur habislah semua rambutnya, atau biarkan semua”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga al-Albaniy.Bahkan untuk memastikan model cukuran anak-anak, beliau sendiri mengawasi proses pencukuran mereka. Yakni saat beliau menjenguk putra-putra sepupu beliau; Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pasca wafatnya. Beliau bersabda,«ادْعُوا إِلَيَّ الْحَلاقَ، فَجِيءَ بِالْحَلاقِ فَحَلَقَ رُءُوسَنَا»“Tolong panggilkan kemari tukang cukur. Setelah tiba, tukang cukur tersebut memangkas rambut kami (anak-anak Ja’far)”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy serta al-Albaniy.Hadits ini menunjukkan bahwa orang tua seharusnya peduli dengan penampilan rambut anak-anaknya. Kapan saatnya mereka dicukur, dan kapan belum. Lalu juga memastikan, apakah model cukuran mereka melanggar aturan agama atau tidak? Menyerupai gaya cukuran rambut non muslim atau tidak?Selain cukuran rambut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperhatikan pakaian anak. Memastikan agar tidak menyelisihi aturan agama. Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌عَلَيَّ ‌ثَوْبَيْنِ ‌مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا»Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihatku mengenakan dua pakaian mu’ashfar (pakaian yang dicelup dengan tetumbuhan ‘Ushfur sehingga menghasilkan warna merah kekuningan). Maka beliau bersabda, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir. Janganlah engkau memakainya”. HR. Muslim.‘Sekedar’ menyerupai warna pakaian orang kafir saja dilarang. Apalagi pakaian yang memuat simbol-simbol keagamaan mereka. Semisal salib, simbol Yahudi, gambar berhala atau dewa. Juga pakaian yang memuat tulisan-tulisan tidak bermoral, atau gambar yang memamerkan aurat. Ini semua dan yang semisal tidak layak dikenakan oleh muslim dan muslimah yang telah dimuliakan Allah dengan ajaran Islam.Anas radhiyallahu ‘anhu menambahkan,«نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌أَنْ ‌يَتَزَعْفَرَ ‌الرَّجُلُ»“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pria untuk mengenakan Za’faran (warna yang dihasilkan tetumbuhan Za’faran, biasanya dikenakan wanita)”. HR. Bukhari dan Muslim.Ini menunjukkan larangan memakai busana yang biasa dipakai lawan jenis. Pria tidak boleh mengenakan pakaian wanita, begitu pula sebaliknya. Juga tidak boleh memakai busana yang menonjolkan aurat. Sejak dini anak-anak perlu dididik dan diarahkan—dengan cara yang baik—untuk menghindari hal-hal terlarang tersebut. Guna mencegah munculnya penyimpangan orientasi seksual, semisal Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Shafar 1444 / 29 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 169 MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKPenampilan luar seseorang adalah cerminan dari ideologi dan pemahaman yang diyakininya. Sehingga sejak dini orang tua perlu memperhatikan penampilan putra-putrinya. Gaya cukuran rambutnya, model pakaiannya, begitu pula sikap dan gerak-geriknya. Walaupun masih kecil, itu bukan alasan untuk membiarkan anak melakukan perilaku negatif. Sebab jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan buruk hingga beranjak dewasa. Akibatnya kelak sulit untuk dihilangkan.Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى صَبِيًّا حَلَقَ بَعْضَ شَعْرِهِ وَتَرَكَ بَعْضَهُ، فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ: «‌احْلِقُوهُ ‌كُلَّهُ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ»“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang bayi yang sebagian sisi rambutnya dicukur habis, sedangkan sebagian yang lain dibiarkan. Maka beliaupun melarang hal tersebut, seraya bersabda, “Cukur habislah semua rambutnya, atau biarkan semua”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga al-Albaniy.Bahkan untuk memastikan model cukuran anak-anak, beliau sendiri mengawasi proses pencukuran mereka. Yakni saat beliau menjenguk putra-putra sepupu beliau; Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pasca wafatnya. Beliau bersabda,«ادْعُوا إِلَيَّ الْحَلاقَ، فَجِيءَ بِالْحَلاقِ فَحَلَقَ رُءُوسَنَا»“Tolong panggilkan kemari tukang cukur. Setelah tiba, tukang cukur tersebut memangkas rambut kami (anak-anak Ja’far)”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy serta al-Albaniy.Hadits ini menunjukkan bahwa orang tua seharusnya peduli dengan penampilan rambut anak-anaknya. Kapan saatnya mereka dicukur, dan kapan belum. Lalu juga memastikan, apakah model cukuran mereka melanggar aturan agama atau tidak? Menyerupai gaya cukuran rambut non muslim atau tidak?Selain cukuran rambut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperhatikan pakaian anak. Memastikan agar tidak menyelisihi aturan agama. Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌عَلَيَّ ‌ثَوْبَيْنِ ‌مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا»Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihatku mengenakan dua pakaian mu’ashfar (pakaian yang dicelup dengan tetumbuhan ‘Ushfur sehingga menghasilkan warna merah kekuningan). Maka beliau bersabda, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir. Janganlah engkau memakainya”. HR. Muslim.‘Sekedar’ menyerupai warna pakaian orang kafir saja dilarang. Apalagi pakaian yang memuat simbol-simbol keagamaan mereka. Semisal salib, simbol Yahudi, gambar berhala atau dewa. Juga pakaian yang memuat tulisan-tulisan tidak bermoral, atau gambar yang memamerkan aurat. Ini semua dan yang semisal tidak layak dikenakan oleh muslim dan muslimah yang telah dimuliakan Allah dengan ajaran Islam.Anas radhiyallahu ‘anhu menambahkan,«نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌أَنْ ‌يَتَزَعْفَرَ ‌الرَّجُلُ»“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pria untuk mengenakan Za’faran (warna yang dihasilkan tetumbuhan Za’faran, biasanya dikenakan wanita)”. HR. Bukhari dan Muslim.Ini menunjukkan larangan memakai busana yang biasa dipakai lawan jenis. Pria tidak boleh mengenakan pakaian wanita, begitu pula sebaliknya. Juga tidak boleh memakai busana yang menonjolkan aurat. Sejak dini anak-anak perlu dididik dan diarahkan—dengan cara yang baik—untuk menghindari hal-hal terlarang tersebut. Guna mencegah munculnya penyimpangan orientasi seksual, semisal Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Shafar 1444 / 29 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 169 MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKPenampilan luar seseorang adalah cerminan dari ideologi dan pemahaman yang diyakininya. Sehingga sejak dini orang tua perlu memperhatikan penampilan putra-putrinya. Gaya cukuran rambutnya, model pakaiannya, begitu pula sikap dan gerak-geriknya. Walaupun masih kecil, itu bukan alasan untuk membiarkan anak melakukan perilaku negatif. Sebab jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan buruk hingga beranjak dewasa. Akibatnya kelak sulit untuk dihilangkan.Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menuturkan,أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى صَبِيًّا حَلَقَ بَعْضَ شَعْرِهِ وَتَرَكَ بَعْضَهُ، فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ: «‌احْلِقُوهُ ‌كُلَّهُ، أَوِ اتْرُكُوهُ كُلَّهُ»“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang bayi yang sebagian sisi rambutnya dicukur habis, sedangkan sebagian yang lain dibiarkan. Maka beliaupun melarang hal tersebut, seraya bersabda, “Cukur habislah semua rambutnya, atau biarkan semua”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga al-Albaniy.Bahkan untuk memastikan model cukuran anak-anak, beliau sendiri mengawasi proses pencukuran mereka. Yakni saat beliau menjenguk putra-putra sepupu beliau; Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pasca wafatnya. Beliau bersabda,«ادْعُوا إِلَيَّ الْحَلاقَ، فَجِيءَ بِالْحَلاقِ فَحَلَقَ رُءُوسَنَا»“Tolong panggilkan kemari tukang cukur. Setelah tiba, tukang cukur tersebut memangkas rambut kami (anak-anak Ja’far)”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy serta al-Albaniy.Hadits ini menunjukkan bahwa orang tua seharusnya peduli dengan penampilan rambut anak-anaknya. Kapan saatnya mereka dicukur, dan kapan belum. Lalu juga memastikan, apakah model cukuran mereka melanggar aturan agama atau tidak? Menyerupai gaya cukuran rambut non muslim atau tidak?Selain cukuran rambut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperhatikan pakaian anak. Memastikan agar tidak menyelisihi aturan agama. Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,رَأَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌عَلَيَّ ‌ثَوْبَيْنِ ‌مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: «إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلَا تَلْبَسْهَا»Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihatku mengenakan dua pakaian mu’ashfar (pakaian yang dicelup dengan tetumbuhan ‘Ushfur sehingga menghasilkan warna merah kekuningan). Maka beliau bersabda, “Ini adalah pakaian orang-orang kafir. Janganlah engkau memakainya”. HR. Muslim.‘Sekedar’ menyerupai warna pakaian orang kafir saja dilarang. Apalagi pakaian yang memuat simbol-simbol keagamaan mereka. Semisal salib, simbol Yahudi, gambar berhala atau dewa. Juga pakaian yang memuat tulisan-tulisan tidak bermoral, atau gambar yang memamerkan aurat. Ini semua dan yang semisal tidak layak dikenakan oleh muslim dan muslimah yang telah dimuliakan Allah dengan ajaran Islam.Anas radhiyallahu ‘anhu menambahkan,«نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌أَنْ ‌يَتَزَعْفَرَ ‌الرَّجُلُ»“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pria untuk mengenakan Za’faran (warna yang dihasilkan tetumbuhan Za’faran, biasanya dikenakan wanita)”. HR. Bukhari dan Muslim.Ini menunjukkan larangan memakai busana yang biasa dipakai lawan jenis. Pria tidak boleh mengenakan pakaian wanita, begitu pula sebaliknya. Juga tidak boleh memakai busana yang menonjolkan aurat. Sejak dini anak-anak perlu dididik dan diarahkan—dengan cara yang baik—untuk menghindari hal-hal terlarang tersebut. Guna mencegah munculnya penyimpangan orientasi seksual, semisal Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Shafar 1444 / 29 Agustus 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 191: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-10Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 193DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:«‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ»“Allôhumma Rabbas samâwâti wa Rabbal ardh, wa Rabbal ‘arsyil azhîm. Rabbanâ wa Rabba kulli syai’. Fâliqol habbi wan nawâ, wa Munzilat Taurâti wal Injîli wal Furqôn. A’ûdzubika min syarri kulli syai’in Anta âkhidzun binâshiyatih. Allôhumma Antal Awwalu falaisa qablaka syai’, wa Antal Âkhiru falaisa ba’daka syai’, wa Antazh Zhôhiru falaisa fauqoka syai’, wa Antal Bâthinu falaisa dûnaka syai’; iqdhi ‘annad dain, wa aghninâ minal faqr”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan,كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ. ثُمَّ يَقُولُ: ‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ؛ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ؛ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِNabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami bila akan tidur agar menghadap ke sebelah kanan, lalu membaca doa: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit dan menguasai bumi. Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung. Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah benih tetumbuhan dan biji buah. Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan al-Qur’an. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkaulah Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau-lah Yang Maha Tinggi, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau-lah Yang Maha Dekat, tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dibandingkan-Mu. Lunaskanlah hutang kami dan berilah kami kecukupan, hingga terlepas dari kefakiran”. (HR. Muslim no. 2713).Renungan KandunganDoa di atas memang cukup panjang. Namun mengajarkan kepada kita salah satu etika penting dalam doa. Yakni bertawasul kepada Allah sebelum memanjatkan permohonan kepada-Nya. Ada dua permintaan yang kita tujukan kepada Allah di dalam doa ini.Pertama: Permohonan agar kita dilindungi dari kejahatan seluruh makhluk Allah. Sebelum mengajukan permohonan ini, kita bertawasul dengan mengakui kekuasaan mutlak Allah atas alam semesta. Langit, bumi, arsy dan seluruh makhluk-Nya. Juga kekuasaan Allah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Serta karunia-Nya berupa diturunkannya kitab-kitab suci.Kedua: Permohonan agar hutang kita dilunasi Allah dan kita dikaruniai kecukupan. Sebelum memanjatkan permintaan ini, kita bertawassul dengan menyebutkan beberapa asmaul husna. Al-Awwal (Maha Pertama), al-Âkhir (Maha Akhir), azh-Zhôhir (Maha Tinggi) dan al-Bâthin (Maha Dekat). Nama-nama ini menunjukkan betapa mutlaknya kekuasaan Allah yang meliputi segala zaman dan semua tempat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rabi’ul Awwal 1444 / 3 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 193DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:«‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ»“Allôhumma Rabbas samâwâti wa Rabbal ardh, wa Rabbal ‘arsyil azhîm. Rabbanâ wa Rabba kulli syai’. Fâliqol habbi wan nawâ, wa Munzilat Taurâti wal Injîli wal Furqôn. A’ûdzubika min syarri kulli syai’in Anta âkhidzun binâshiyatih. Allôhumma Antal Awwalu falaisa qablaka syai’, wa Antal Âkhiru falaisa ba’daka syai’, wa Antazh Zhôhiru falaisa fauqoka syai’, wa Antal Bâthinu falaisa dûnaka syai’; iqdhi ‘annad dain, wa aghninâ minal faqr”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan,كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ. ثُمَّ يَقُولُ: ‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ؛ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ؛ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِNabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami bila akan tidur agar menghadap ke sebelah kanan, lalu membaca doa: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit dan menguasai bumi. Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung. Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah benih tetumbuhan dan biji buah. Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan al-Qur’an. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkaulah Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau-lah Yang Maha Tinggi, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau-lah Yang Maha Dekat, tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dibandingkan-Mu. Lunaskanlah hutang kami dan berilah kami kecukupan, hingga terlepas dari kefakiran”. (HR. Muslim no. 2713).Renungan KandunganDoa di atas memang cukup panjang. Namun mengajarkan kepada kita salah satu etika penting dalam doa. Yakni bertawasul kepada Allah sebelum memanjatkan permohonan kepada-Nya. Ada dua permintaan yang kita tujukan kepada Allah di dalam doa ini.Pertama: Permohonan agar kita dilindungi dari kejahatan seluruh makhluk Allah. Sebelum mengajukan permohonan ini, kita bertawasul dengan mengakui kekuasaan mutlak Allah atas alam semesta. Langit, bumi, arsy dan seluruh makhluk-Nya. Juga kekuasaan Allah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Serta karunia-Nya berupa diturunkannya kitab-kitab suci.Kedua: Permohonan agar hutang kita dilunasi Allah dan kita dikaruniai kecukupan. Sebelum memanjatkan permintaan ini, kita bertawassul dengan menyebutkan beberapa asmaul husna. Al-Awwal (Maha Pertama), al-Âkhir (Maha Akhir), azh-Zhôhir (Maha Tinggi) dan al-Bâthin (Maha Dekat). Nama-nama ini menunjukkan betapa mutlaknya kekuasaan Allah yang meliputi segala zaman dan semua tempat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rabi’ul Awwal 1444 / 3 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 193DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:«‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ»“Allôhumma Rabbas samâwâti wa Rabbal ardh, wa Rabbal ‘arsyil azhîm. Rabbanâ wa Rabba kulli syai’. Fâliqol habbi wan nawâ, wa Munzilat Taurâti wal Injîli wal Furqôn. A’ûdzubika min syarri kulli syai’in Anta âkhidzun binâshiyatih. Allôhumma Antal Awwalu falaisa qablaka syai’, wa Antal Âkhiru falaisa ba’daka syai’, wa Antazh Zhôhiru falaisa fauqoka syai’, wa Antal Bâthinu falaisa dûnaka syai’; iqdhi ‘annad dain, wa aghninâ minal faqr”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan,كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ. ثُمَّ يَقُولُ: ‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ؛ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ؛ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِNabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami bila akan tidur agar menghadap ke sebelah kanan, lalu membaca doa: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit dan menguasai bumi. Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung. Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah benih tetumbuhan dan biji buah. Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan al-Qur’an. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkaulah Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau-lah Yang Maha Tinggi, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau-lah Yang Maha Dekat, tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dibandingkan-Mu. Lunaskanlah hutang kami dan berilah kami kecukupan, hingga terlepas dari kefakiran”. (HR. Muslim no. 2713).Renungan KandunganDoa di atas memang cukup panjang. Namun mengajarkan kepada kita salah satu etika penting dalam doa. Yakni bertawasul kepada Allah sebelum memanjatkan permohonan kepada-Nya. Ada dua permintaan yang kita tujukan kepada Allah di dalam doa ini.Pertama: Permohonan agar kita dilindungi dari kejahatan seluruh makhluk Allah. Sebelum mengajukan permohonan ini, kita bertawasul dengan mengakui kekuasaan mutlak Allah atas alam semesta. Langit, bumi, arsy dan seluruh makhluk-Nya. Juga kekuasaan Allah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Serta karunia-Nya berupa diturunkannya kitab-kitab suci.Kedua: Permohonan agar hutang kita dilunasi Allah dan kita dikaruniai kecukupan. Sebelum memanjatkan permintaan ini, kita bertawassul dengan menyebutkan beberapa asmaul husna. Al-Awwal (Maha Pertama), al-Âkhir (Maha Akhir), azh-Zhôhir (Maha Tinggi) dan al-Bâthin (Maha Dekat). Nama-nama ini menunjukkan betapa mutlaknya kekuasaan Allah yang meliputi segala zaman dan semua tempat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rabi’ul Awwal 1444 / 3 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 193DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:«‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ»“Allôhumma Rabbas samâwâti wa Rabbal ardh, wa Rabbal ‘arsyil azhîm. Rabbanâ wa Rabba kulli syai’. Fâliqol habbi wan nawâ, wa Munzilat Taurâti wal Injîli wal Furqôn. A’ûdzubika min syarri kulli syai’in Anta âkhidzun binâshiyatih. Allôhumma Antal Awwalu falaisa qablaka syai’, wa Antal Âkhiru falaisa ba’daka syai’, wa Antazh Zhôhiru falaisa fauqoka syai’, wa Antal Bâthinu falaisa dûnaka syai’; iqdhi ‘annad dain, wa aghninâ minal faqr”.Dalil LandasanAbu Hurairah radhiyallahu ’anhu menuturkan,كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا أَرَادَ أَحَدُنَا أَنْ يَنَامَ أَنْ يَضْطَجِعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ. ثُمَّ يَقُولُ: ‌اللَّهُمَّ ‌رَبَّ ‌السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ؛ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ؛ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِNabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami bila akan tidur agar menghadap ke sebelah kanan, lalu membaca doa: “Ya Allah, Rabb yang menguasai langit dan menguasai bumi. Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung. Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah benih tetumbuhan dan biji buah. Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan al-Qur’an. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkaulah Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau-lah Yang Maha Tinggi, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau-lah Yang Maha Dekat, tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dibandingkan-Mu. Lunaskanlah hutang kami dan berilah kami kecukupan, hingga terlepas dari kefakiran”. (HR. Muslim no. 2713).Renungan KandunganDoa di atas memang cukup panjang. Namun mengajarkan kepada kita salah satu etika penting dalam doa. Yakni bertawasul kepada Allah sebelum memanjatkan permohonan kepada-Nya. Ada dua permintaan yang kita tujukan kepada Allah di dalam doa ini.Pertama: Permohonan agar kita dilindungi dari kejahatan seluruh makhluk Allah. Sebelum mengajukan permohonan ini, kita bertawasul dengan mengakui kekuasaan mutlak Allah atas alam semesta. Langit, bumi, arsy dan seluruh makhluk-Nya. Juga kekuasaan Allah untuk menumbuhkan tanaman dan pepohonan. Serta karunia-Nya berupa diturunkannya kitab-kitab suci.Kedua: Permohonan agar hutang kita dilunasi Allah dan kita dikaruniai kecukupan. Sebelum memanjatkan permintaan ini, kita bertawassul dengan menyebutkan beberapa asmaul husna. Al-Awwal (Maha Pertama), al-Âkhir (Maha Akhir), azh-Zhôhir (Maha Tinggi) dan al-Bâthin (Maha Dekat). Nama-nama ini menunjukkan betapa mutlaknya kekuasaan Allah yang meliputi segala zaman dan semua tempat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rabi’ul Awwal 1444 / 3 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 169: MEMPERHATIKAN PENAMPILAN ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 171: BERCENGKERAMA DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 171BERCENGKERAMA DENGAN ANAKSalah satu tabiat dasar anak kecil adalah suka bermain. Menghalangi hajatnya ini justru akan membuat anak jenuh, bosan dan malas belajar. Bercengkeramanya orang tua dengan anak-anak akan membangun kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sehingga anak-anak akan lebih mudah mendengar nasehat dan arahan orang tua, lalu menerimanya dengan senang hati.Panutan kita Rasulullah shallalallahu ’alaihi wasallam secara nyata mencontohkan hal tersebut dalam kesehariannya. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sangat menarik merenungkan hadits di atas. Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:Pertama: Usia senja bukan alasan untuk tidak bercengkerama dengan anakPeristiwa di atas terjadi saat usia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendekati 60 an tahun. Ini menunjukkan bahwa usia senja tidak menghalangi ayah dan bunda untuk bermain dengan anak dan cucunya. Jika yang sudah tua saja masih bermain dengan anak, seharusnya yang masih muda pun demikian.Kedua: Tidak gengsi walau dilihat khalayakRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil di depan umum. Hal itu tidak menjatuhkan kewibawaan beliau. Beliau tidak jaim (jaga image). Padahal beliau adalah seorang Nabi dan panglima besar. Beliau justru menampakkan keakraban dengan anak kecil di hadapan khalayak, sebagai bentuk pembelajaran bagi mereka. Beginilah kondisi ideal hubungan orang tua dengan anak atau cucunya.Status Anda sebagai ulama kharismatik, rektor universitas ternama, bos perusahaan besar atau jenderal yang membawahi ribuan prajurit, seharusnya status itu semua dikesampingkan saat Anda sedang bermain dengan anak. Sehingga tidak ada sekat-sekat yang menghalangi kedekatan Anda dengan mereka.Ketiga: Totalitas dalam bercengkeramaAktivitas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bercanda dengan anak kecil bukan sekedar formalitas. Namun beliau benar-benar menghayati dan menjiwainya. Itu bisa dilihat dari gabungan antara raut muka, gerakan tubuh dan ungkapan lisan beliau. Muka beliau cerah dan tersenyum. Beliau membentangkan kedua tangannya, bergerak ke sana kemari, lalu memeluk hangat cucunya. Tidak lupa juga secara verbal, beliau mengungkapkan perasaan cintanya kepada sang cucu.Itulah potret totalitas dalam bercengkerama. Maka jangan biarkan benda-benda asing mengganggu kebersamaan kita dengan anak. Salah satunya adalah gadget. Benda ini seringkali merusak suasana keakraban orang tua dengan anak-anaknya. Singkirkan HP saat kita bercengkerama dengan putra dan putri kita. Fokus menjalankan aktivitas kebersamaan ini, akan membuatnya lebih berkualitas.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rabi’ul Awwal 1444 / 10 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No – 193: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-12Next Pamer Harta Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 173MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKKejujuran adalah sebuah sifat positif yang akan menyelamatkan orang yang memilikinya. Baik di dunia, maupun di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Seorang yang bersikap jujur dan selalu berusaha jujur; pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan mengantarkan kepada neraka. Orang yang berbuat dusta dan selalu berdusta pasti akan dicap di sisi Allah sebagai pendusta”. HR. Muslim.Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan pada orang tua agar menanamkan kejujuran ini dalam diri putra-putrinya sejak dini.Teladan KejujuranPenanaman itu diawali dengan teladan kejujuran dari sang orang tua. Sehingga tidak dibenarkan menipu atau berbohong kepada anak, dengan cara atau alasan apapun. Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ لِصَبِيٍّ: تَعَالَ هَاكَ، ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ فَهِيَ كَذْبَةٌ”“Barangsiapa berkata kepada anak kecil, “Kemarilah! Kuberimu sesuatu”. Tapi ternyata ia tidak memberi apa-apa; maka perbuatan tersebut dianggap sebuah kedustaan”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Mengembangkan Modal dari AllahManusia terlahir dalam keadaan fitrah mencintai kebaikan. Makanya pikiran anak-anak itu masih polos. Reaksi mereka sangat spontan, lugu dan jujur. Bahkan bila anak diajari untuk berbohong pun, ternyata ia akan kesulitan untuk berbohong. Misalkan saat ia dipesani oleh bapaknya yang baru pulang kerja dan ingin segera istirahat tanpa diganggu oleh tamu. Sebelum masuk ke kamar tidur, si bapak berpesan, “Nak, kalau ada tamu, bilang bahwa bapak sedang keluar rumah ya!”. Ternyata benar ada tamu. Si anak dengan lugunya berkata, “Maaf pak, tadi sebelum ayah masuk kamar beliau berpesan, jika ada tamu supaya memberitahu bahwa ayah sedang keluar rumah”. (!)Maka seharusnya modal yang dikaruniakan oleh Allah ini, dijaga dengan baik oleh orang tua, bahkan dikembangkan. Bukan malah dirusak dan disia-siakan.Salah satu caranya adalah dengan mengapresiasi kejujuran anak. Contohnya: ketika anak kelas satu SD dilatih untuk berpuasa. Namun karena ia terlalu aktif di sekolahan, banyak bermain dan berlari-lari, akibatnya puasanya batal. Ia membeli minuman di warung dekat sekolahan. Saat pulang ia ditanya oleh ibunya, “Bagaimana nak puasanya tadi? Batal ndak?”. Dengan takut-takut ia menjawab, “Emmm, maaf tadi batal Bu. Soalnya tadi aku kehausan banget”.Seharusnya orang tua mengapresiasi kejujuran si anak. Bukan malah memarahinya. Sebab itu membuat ia kapok di kemudian hari untuk kembali jujur. Lalu cenderung memilih berbohong supaya tidak dimarahi orang tuanya. Perlu ditekankan di sini, bahwa yang diapresiasi dari anak adalah kejujurannya. Bukan pembatalan puasanya.Bahkan saat anak jujur mengatakan apa adanya, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa mungkin ia memahami salah satu hikmah puasa, yang mengajarkan kejujuran. Paling tidak jujur kepada diri sendiri. Ketika sedang berpuasa, meskipun di rumah tidak ada siapa-siapa, di siang hari tidak berani berbuka. Walaupun orang lain tidak ada yang melihat. Itulah kejujuran yang seharusnya mewarnai seluruh aktivitas keseharian kita.Meski puasa anak batal puasa, tapi ia berkata jujur. Itu lebih baik daripada sudah puasanya batal, masih ketambahan berbohong pula!Setelah kita mengapresiasi kejujuran anak, barulah kita mengarahkan dia agar di keesokan hari tidak terlalu banyak berlari-lari. Supaya tidak kehausan. Lalu bisa menyempurnakan puasanya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Rabi’uts Tsani 1444 / 14 Nopember 2022 Post navigation Previous Pamer HartaNext Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman

Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin Idaman

Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Naskah dan Teks Khutbah Jumat dengan tema “Pemimpin Idaman”DONWLOAD NASKAH / TEKS KHUTBAH JUMAT Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 173: MENANAMKAN KEJUJURAN PADA ANAKNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025 NONAMAPROGRAMASALKETERANGAN1Abdullah Azzam Al-FawwazPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS2Muhammad Fathi FarhatPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS3Fino Tegar FebriantoPengkaderan Da’iLampung TengahLULUS4Muhamad Rizki RamadhanPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS5Iqbal Haitamy El-ZaidPengkaderan Da’iBanjarnegaraLULUS6Hammad AbdullohPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS7Akbar RamadhanTahfidz PlusMetro LampungLULUS8BaihakiTahfidz PlusLampung TimurLULUS9Muhammad Agung BayuputraTahfidz PlusPurbalinggaLULUS10DaudPengkaderan Da’iBantulLULUS11Nur Fatah ArdyansyahPengkaderan Da’iPekalonganLULUS12MuhammadPengkaderan Da’iGresikLULUS13Fahgrurozi Eka SuyatamaPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS14RahmaddanyPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS15Arfan HakimPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS16Ihsan Mundzir AbdullahPengkaderan Da’iPurbalinggaLULUS17Iqbal Maula AzzuraPengkaderan Da’iBanyumasLULUS18Indra ArdiansyahPengkaderan Da’iBanyumasLULUS19Faza Monzer El TsaqibPengkaderan Da’iTulang BawangLULUS20Muhammad Abyan Hafidz Al MustafaPengkaderan Da’iJakarta SelatanLULUS21Yusuf AbdullahPengkaderan Da’iMagelangLULUS22Raihan ErwindoTahfidz PlusPesisir BaratTIDAK LULUS23Kholil FauziTahfidz PlusTulang BawangTIDAK LULUS24Afgan Hanif MafadzaTahfidz PlusBekasiTIDAK LULUS25Ar BaidPengkaderan Da’iTebo JambiTIDAK LULUS26Arfan IslahudinPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS27Hafidz Dwi FirmansyahPengkaderan Da’iBanyumasTIDAK LULUS28Fadhlan AzkatullahTahfidz PlusBanjarnegaraTIDAK LULUS29Abdullah AzamPengkaderan Da’iBanjarnegaraTIDAK LULUS30Ya’qub Adnan SukurPengkaderan Da’iPurbalinggaGUGUR31Muhammad Raihan NurfadliTahfidz PlusTegalGUGUR32Raihan Maulana FirdausPengkaderan Da’iKota SurabayaGUGUR33Jundi Hizbul HaqPengkaderan Da’iBrebesGUGUR  Post navigation Previous Naskah dan Teks Khutbah Jumat – Pemimpin IdamanNext Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga

Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga

Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga, 15 September 2024 – Acara grand launching produk Walmagh sukses digelar di halaman parkir Ponpes Tunas Ilmu Purbalingga, pada 11 Rabiul Awal 1446 H. Ratusan peserta dari berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb turut hadir memeriahkan acara ini.Sebagai highlight acara, hadir dr. Dike Hanuratinofa Afifi, seorang ahli anestesi yang juga alumni UNSOED FK dengan pengalaman internasional sebagai Volunteer di Michigan University USA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan PPDS spesialis Anestesiologi FK UNSOED. Kehadiran beliau semakin memperkaya acara dengan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi peserta.Acara ini berhasil menyatukan berbagai lembaga dan komunitas Islam di wilayah Barlingmascakeb. Mulai dari MAIS Cilacap hingga SDIT Imam Syafi’i Kebumen, semua turut berpartisipasi. Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dan sesi tanya jawab dengan narasumber.Kesuksesan acara ini juga tak lepas dari dukungan berbagai media partner seperti YouTube dan Sosmed UAZ, Yufid TV, Utsman TV, Insani FM, dan Awwab TV. Selain itu, sejumlah lembaga, perusahaan dan komunitas seperti IKATI, APHMI, Salma Agency, dan perusahaan herbal juga turut memberikan dukungan.Produk herbal Walmagh, yang selama ini dikenal sebagai solusi alami untuk gangguan lambung, kini turut berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A selaku pimpinan Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan juga Brand Ambasador dari Walmagh, mengungkapkan bahwa Walmagh menjadi salah satu sumber pendanaan yang sangat berarti bagi lembaga pendidikan tersebut.“Kami ingin pondok pesantren ini mandiri dan bisa menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Dengan dukungan produk Walmagh, insyaAllah kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.Beliau menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari penjualan Walmagh akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren Tunas Ilmu Purbalingga. “Guru yang berkualitas adalah kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan apresiasi yang layak kepada mereka,” imbuhnya.Ustadz Abdullah Zaen mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam proyek mulia ini dengan berkontribusi terhadap produk Walmagh. “Dengan membeli Walmagh, berarti Anda telah ikut berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,” ajaknya.Bagi Anda yang sering mengalami gangguan maag, kini hadir solusi alami yang efektif tanpa menimbulkan ketergantungan. Walmagh, sebuah produk herbal dalam bentuk sirup, diklaim mampu mengatasi masalah maag secara tuntas dan cepat.Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh, menjelaskan bahwa Walmagh bekerja secara berbeda dengan obat maag konvensional lainnya. “Walmagh tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga menargetkan sumber masalah seperti tukak lambung,” ujar Asep yang merupakan lulusan S1 UNSOED.“Walmagh diformulasikan dari bahan-bahan alami yang telah teruji khasiatnya, namun efektifitasnya setara dengan obat kimia,” ujar Asep. Yang lebih menarik, banyak pengguna melaporkan merasakan khasiatnya hanya dalam waktu 15 menit setelah mengonsumsi.Keunggulan lain dari Walmagh adalah keamanan penggunaannya. Dengan efek samping yang sangat minimal, Walmagh aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang, kecuali mereka yang memiliki alergi terhadap madu.Walmagh sangat mudah dikonsumsi. Pada saat kambuh, cukup minum 3 sendok makan. Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Walmagh juga dapat digunakan sebagai terapi jangka panjang untuk mencegah kambuhnya penyakit. Serta membantu menyembuhkan penyakit dari akarnya.“Walmagh memiliki masa simpan hingga 2 tahun. Untuk menjaga kualitasnya, hindarkan produk ini dari sinar matahari langsung. Kandungan madu di dalamnya berfungsi sebagai pengawet alami,” imbuh Asep Koharudin, selaku pemateri produk knowledge Walmagh.CV. Tunas Ilmu Purbalingga, memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, resmi meluncurkan produk jamu herbal terbaru bernama Walmagh. Minuman ini diproduksi oleh CV. IHRIS BERKAHTAMA HERBAL (IBHE) di Sragen dengan menggunakan bahan-bahan alami pilihan seperti temulawak, kayu manis, kunyit, jahe, dan madu.Proses produksi Walmagh telah melalui serangkaian uji dan telah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini menjamin keamanan dan kualitas produk bagi para konsumen.Kabar baik bagi para penggemar Walmagh! Produk kesehatan yang telah banyak dipercaya ini kini semakin mudah didapatkan. Selain tersedia secara online, Walmagh juga telah hadir di Tunas Ilmu Mart.Menariknya, saat ini Walmagh sedang memberikan diskon sebesar 18% sehingga harga yang semula Rp120.000 menjadi hanya Rp100.000. Penawaran menarik ini tentu sayang untuk dilewatkan.Tidak hanya itu, Walmagh juga akan memperluas jaringan distribusinya ke seluruh kota di Indonesia. Mekanisme pengambilan bagi distributor dan reseller pun telah disiapkan dengan matang. Meskipun demikian, penjualan online masih menjadi primadona saat ini.Adi Putranto, seorang karyawan swasta berusia 46 tahun, membagikan pengalaman positifnya setelah mengonsumsi Walmagh. Pria lulusan S2 Magister Manajemen UNSOED ini mengaku masalah asam lambung, keringat dingin, dan muntah yang kerap dialaminya berhasil teratasi dalam waktu singkat setelah rutin mengonsumsi produk herbal tersebut.“Baru empat hari minum Walmagh, saya sudah merasa lebih baik. Efektivitasnya memang cepat sekali. Padahal, biasanya obat herbal kan proses penyembuhannya lebih lama,” ujar Adi.Kecepatan Walmagh dalam mengatasi masalah pencernaannya membuat Adi sangat terkesan. Ia pun dengan tegas merekomendasikan Walmagh kepada orang-orang yang memiliki masalah serupa.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARU ANGKATAN KEEMPATBELAS – TAHUN AJARAN 1445-1446 / 2024-2025Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 174BERMAIN DENGAN ANAKSalah satu kebutuhan dasar anak adalah bermain. Namun sayangnya tak sedikit orang tua yang belum mengerti hal tersebut. Sehingga muncullah dua kubu yang bertolak belakang:Kubu ekstrim kanan: Yaitu orang tua yang tidak memberikan hak itu kepada anak sebagaimana mestinya. Beragama alasan mereka lontarkan. Antara lain: agar anak fokus belajar. Padahal bila anak diberi kesempatan untuk bermain, justru itu akan membantu dia untuk fokus belajar. Sebab salah satu kebutuhan pokoknya terpenuhi dan energi ekstranya tersalurkan. Yang penting itu semua dijalankan secara proporsional. Dalam arti: waktunya belajar ya untuk belajar, dan waktunya bermain ya untuk bermain.Kubu ekstrim kiri: Yaitu orang tua yang terlalu longgar dalam memberikan hak bermain pada anak. Kekeliruan ini banyak potret nyatanya dalam kehidupan keseharian. Antara lain: keliru dalam memberikan media bermain untuk anak. Atau membebaskan anak bermain dengan teman-teman tidak baik, sehingga malah merusak akhlaknya.Salah satu media bermain yang kerap disediakan orang tua untuk anaknya adalah HP. Di zaman ini sudah bukan merupakan pemandangan asing, anak-anak SD pegang HP. Bahkan anak batita sudah diberi kesempatan untuk bermain HP. Kebanyakan orang tua beralasan: anak mendesak minta HP, karena rata-rata temannya punya HP. Atau karena orang tua merasa bahwa HP adalah solusi agar anak anteng, tidak rewel dan tidak bolak-balik mengganggu aktivitas orang tuanya. Padahal telah terbukti betapa dahsyatnya dampak buruk penggunaan HP secara serampangan. Jika orang dewasa—yang akalnya sudah sempurna—saja bisa rusak keimanannya gara-gara HP, apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna.Adapun terkait dengan teman bermain yang merusak akhlak anak, ini juga terkadang luput dari perhatian orang tua. Sebagian orang tua beralasan, jika anak berada di dalam rumah, suka mengganggu, sering berpolah menjengkelkan dan membuat masalah. Mendingan disuruh bermain di luar saja. Sayangnya tidak diperhatikan siapa teman-teman bermain anak di luar rumah. Akibatnya saat pulang bermain, anak membawa kosakata buruk baru, atau perilaku negatif baru.Solusi JituSeluruh kendala di atas insyaAllah bisa diatasi dengan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut.Yaitu: orang tua bermain dengan anak.Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,خَرجنَا مَع النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ودُعِينَا إِلَى طَعامٍ، فَإِذا حُسينٌ يَلعبُ فِي الطَّريق، فَأسرعَ النبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمامَ القَومِ ثُم بَسطَ يَديهِ، فَجَعلَ الغُلامُ يَفِر هَهُنا وهَهُنا، ويُضَاحِكُه النَبيُ صلى الله عليه وسلم، حَتى أَخذهُ، فَجعلَ إِحدى يَديهِ فِي ذَقْنِهِ والأُخرَى فِي رَأسهِ، ثُم اعتَنَقَه، ثُم قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (حُسينٌ مِني وَأنَا مِنهُ، أَحبَّ اللهُ مَن أَحبَّ الحَسنَ والحُسينَ سبطان مِن الأسباط)“Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi undangan makan. Di tengah perjalanan, kami mendapati Husain sedang bermain di jalan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergegas mendahului kami dan membentangkan kedua tangannya. Husain pun lari menghindar kesana dan kemari. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terus mencandainya, hingga beliau berhasil menangkapnya. Salah satu tangan beliau memegang dagu Husain dan satunya memegang kepala, lalu beliau memeluknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Husain bagian dariku dan aku bagian darinya. Semoga Allah mencintai orang yang mencintai Hasan dan Husain; kedua cucuku”. HR. Bukhariy dalam Al-Adab al-Mufrad dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.Contohnya:Akan membangun keakraban orang tua dengan anak.Mengurangi ketergantungan orang tua dan anak terhadap HP.Menghindarkan anak dari teman-teman bermain yang tidak baik. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Rajab 1444 / 6 Februari 2023 Post navigation Previous Acara Grand Launching WALMAGH di Ponpes Tunas Ilmu PurbalinggaNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETIGABELAS:Membaca doa berikut ini sekali:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، ‌وَكَفَانَا ‌وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ“Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa, wa kafaanaa wa aawaanaa. Fa kam mimman laa kaafiya lahu, wa laa mu’wiy”.Dalil LandasanAnas bin Malik radhiyallahu ’anhu menuturkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bila akan tidur, beliau biasa membaca doa berikut: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta melindungi, mencukupi dan mengaruniakan kepada kami tempat tinggal. Betapa banyak orang yang tak berkecukupan dan tidak memiliki tempat tinggal”. HR. Muslim (no. 2715).Renungan KandunganBarangkali banyak di antara kita belum familiar dengan doa ini. Padahal sejatinya termaktub dalam kitab Shahih Muslim. Realita ini memotivasi kita untuk selalu terus belajar dan mendalami ilmu agama.Simpelnya redaksi doa di atas tidak mengurangi kedalaman kandungan maknanya. Inti doa ini adalah ajakan untuk merenungi limpahan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga. Sehingga kita tergerak untuk mensyukurinya. Karena banyak orang menderita kegelisahan hidup, bukan sebab sedikitnya nikmat yang diterimanya. Namun akibat mereka kurang mensyukuri nikmat-nikmat tersebut.Doa ini dibuka dengan hamdalah, atau pujian kepada Allah ta’ala. Karena Dialah Yang telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada para hamba-Nya. Di antara nikmat tersebut adalah: makanan, minuman, kecukupan, perlindungan dan tempat tinggal.Sebelum memejamkan mata di malam hari, kita diajak untuk merenungi karunia Allah yang telah kita nikmati hari ini. Bisa sarapan pagi, makan siang dan makan malam, dengan berbagai macam menu makanan juga minuman. Di saat banyak orang hanya bisa makan sekali dalam sehari semalam. Bahkan ada yang terpaksa berpuasa, sebab tidak memiliki apapun untuk dimakan.Lalu kita merenungi nikmat kecukupan. Banyak orang mengeluhkan kekurangan hidupnya. Padahal jika dicermati, bisa jadi itu gara-gara mereka tidak bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak bisa membedakan antara hidup dengan gaya hidup. Biasanya orang seperti ini adalah korban iklan produk dan promo dagangan yang setiap saat muncul di HP. Kepengin beli ini dan itu, padahal bukan kebutuhan primer.Selanjutnya kita diajak untuk merenungi nikmat perlindungan. Banyak orang tidak menyadari betapa mahalnya nikmat ini. Tubuh kita masih utuh, istri dan anak kita tidak berkurang, barang-barang milik kita tidak hilang. Ini semua adalah karena perlindungan dari Allah ta’ala. Lihatlah orang yang kecelakaan, hingga anggota tubuhnya berkurang. Atau rumahnya ambruk akibat gempa, hingga kehilangan istri dan anaknya. Atau kebakaran, hingga harta bendanya ludes. Adapun kita, bisa melewati hari ini tanpa kurang suatu apapun. Bukankah ini adalah nikmat tiada tara?Nikmat berikutnya adalah rumah. Memiliki tempat bernaung—sekalipun ngontrak—adalah nikmat yang kerap terlupakan. Biasanya itu terjadi gara-gara terlalu fokus dengan kekurangan. Mengeluhkan sempitnya rumah, genteng bocor, gas habis, daun pintu-jendela lapuk, pulsa listrik hampir habis dan yang semisal dengan itu. Sebenarnya tidak masalah memikirkan itu semua, guna mencari solusi perbaikan. Namun yang keliru adalah terlalu fokus dengan hal-hal tadi, hingga melupakan bahwa di sana-sini masih banyak orang tak punya tempat tinggal. Dikhawatirkan perilaku itu adalah bentuk kufur nikmat. Boro-boro memikirkan genteng bocor, berhasil mendapatkan emperan toko yang tak terkena tampiasan air hujan saja, sudah merupakan keberuntungan bagi mereka. Boro-boro memikirkan gas yang habis, bisa menemukan remah-remah sisa makanan di tong sampah saja, sudah membuat mereka senang. “Nikmat Allah yang mana lagi, yang akan kau ingkari”. (QS. Ar-Rahman/55 : 13). Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Rabi’ul Awwal 1444 / 17 Oktober 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 174 – BERMAIN DENGAN ANAKNext Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati

Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Meriahnya Tabligh Akbar Ustadz Abul Aswad Al-Bayati

Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga, 15 September 2024 – Suasana syahdu dan khusyuk menyelimuti Masjid Manarul Ilmi Purbalingga pada Ahad kemarin, 12 Rabiul Awal 1446 H. Ribuan umat muslim dari berbagai penjuru daerah tumpah ruah memenuhi masjid untuk menyaksikan tabligh akbar perdana yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, B.A.Acara yang dimulai setelah sholat Maghrib ini berlangsung meriah dan khidmat. Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, seorang alumni S1 MEDIU fakultas Aqidah, berhasil memukau para hadirin dengan ceramahnya yang inspiratif dan penuh makna. Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial, beliau juga dikenal sebagai Koordinator Relawan Brigas dan pengisi kajian Islam berbahasa Jawa di Al Iman TV.Terdapat beberapa alasan kuat mengapa panitia tabligh akbar memilih Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai penceramah utama. Pertama, beliau sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Purbalingga. Melalui siaran radio Insani 88.8 FM, ceramah-ceramah beliau telah menginspirasi banyak orang. Namun, ini merupakan kali pertama beliau mengisi ceramah di Masjid Manarul Ilmi.Alasan kedua adalah gaya penyampaian Ustadz Abul Aswad Al-Bayati yang unik dan menarik. Beliau kerap menggunakan bahasa Jawa kromo inggil dalam ceramahnya, sebuah gaya bahasa yang sangat digemari masyarakat pedesaan, terutama kaum sepuh. Penggunaan bahasa Jawa kromo inggil ini membuat pesan-pesan agama yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih dekat di hati.Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan yang matang jauh-jauh hari untuk menyambut kedatangan Ustadz Abul Aswad Al-Bayati dan ribuan jamaah. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Nashirush Sunnah Purbalingga, Forum Penggiat Dakwah Purwokerto, dan takmir masjid Manarul Ilmi Purbalingga, dilakukan secara intensif. Para santri Ponpes Tunas Ilmu pun turut aktif dalam mengatur lalu lintas di sekitar lokasi acara.Kendati demikian, panitia tetap menemui beberapa kendala, terutama terkait keterbatasan lahan parkir. Namun, hal ini dapat diatasi dengan baik melalui pengaturan area parkir khusus mobil dan motor serta rekayasa lalu lintas. Alhasil, pelaksanaan tabligh akbar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.Tabligh akbar ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk terus istiqomah menghadiri majelis taklim. Ustadz Anjar Triwibowo, selaku takmir Masjid Manarul Ilmi, mengungkapkan bahwa panitia ingin agar masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat menularkannya kepada orang-orang di sekitar mereka.“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Selain itu, kami juga ingin mempererat ukhuwah islamiyyah antar sesama umat muslim,” ujar Ustadz Anjar.Ustadz Abdul Rahman al-Khairi, S.Pd.I., M.Pd. Kepala Sekolah PKBM Griya Quran Tunas Ilmu, memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan acara ini. Beliau berharap agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih besar lagi dengan melibatkan berbagai elemen Pondok Pesantren Tunas Ilmu dan lembaga dakwah lainnya.Ide-ide menarik pun muncul, seperti:• Liputan langsung: Acara dapat diliput oleh Radio Insani dan disiarkan secara live melalui YouTube.• Penampilan santri: Santri pengkaderan da’i, Griya Qur’an, dan TPQ dapat menampilkan berbagai kegiatan.• Bazar dan diskon: Diadakan bazar pasar murah dan diskon khusus oleh berbagai unit usaha Pondok Pesantren Tunas Ilmu.• Dakwah sosial: Melakukan kegiatan dakwah sosial melalui program Sehati dan Radio Insani.• Peningkatan anggota: Mengumpulkan anggota baru program Sehati untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.Dalam ceramahnya, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengangkat tema “Nggolet Bandha Kelangan Surga” atau “Mencari Harta Kehilangan Surga”. Beliau mengutip Surat Ali Imran ayat 14, menekankan pentingnya tidak mengorbankan akhirat demi kehidupan dunia.Dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, Ustadz Abul Aswad Al-Bayati mengingatkan jamaah akan bahaya kecintaan terhadap harta, tahta dan wanita yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan akhirat.Tema yang diangkat oleh Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di mana banyak orang terjebak dalam materialisme dan mengutamakan duniawi. Beliau mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan hidup dan tidak terlena oleh gemerlap dunia.Masjid Manarul Ilmi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berperan aktif untuk kemaslahatan masyarakat sekitar. Masjid ini rutin mengadakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti kajian setiap ba’da Maghrib dengan tema yang berbeda-beda, tahsin, TPQ, dan dapur umum. Ustadz Anjar berharap ke depannya, masjid ini dapat semakin makmur dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi bagi masyarakat.Selain tabligh akbar, Masjid Manarul Ilmi juga memiliki berbagai kegiatan rutin lainnya, seperti kajian rutin setiap Senin yang diisi oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Harapan ke depan, masjid ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang semakin ramai dan menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari ilmu agama.Ada beberapa hal yang membuat tabligh akbar ini berbeda dari kegiatan keagamaan lainnya. Pertama, penggunaan bahasa Jawa kromo inggil yang membuat kajian terasa lebih dekat dan menyentuh hati para jamaah. Kedua, adanya sajian kopi spesial gratis dari tim Majlis Kopi Jakarta yang menambah kenyamanan para peserta. Ketiga, pemberian hadiah buku, topi, dan stiker dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati sebagai bentuk apresiasi jamaah yang aktif dalam menjawab pertanyaan.Ustadz Anjar juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masjid-masjid saat ini dalam menjalankan dakwah. Kemajuan teknologi, di satu sisi, menjadi peluang untuk menyebarkan dakwah secara lebih luas. Namun, di sisi lain, teknologi juga menjadi ancaman karena banyaknya konten negatif yang beredar. Oleh karena itu, masjid-masjid perlu memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan menarik minat generasi muda.Reporter: Septian Dwi Cahyo Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 194 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-13Next Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 175 – TIDAK MENGAJARKAN KEBURUKAN KEPADA ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next