Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Pada pertemuan sebelumnya, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEDUA:Membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebanyak satu kali:“آمَنَ ‌الرَّسُولُ ‌بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ”Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”. QS. Al Baqarah (2): 285-286.Dalil Landasanعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ البَدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ”.Dari Abu Mas’ud al-Badriy radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua ayat terakhir surat al-Baqarah, barang siapa membacanya di malam hari; niscaya itu telah mencukupinya”. HR. Bukhari (no. 4008) dan Muslim (no. 807).Sebagian ulama menafsirkan makna kalimat “telah mencukupinya”, adalah cukup sebagai pengganti shalat malam. Sebagian ulama lainnya memaknainya cukup untuk perlindungan dari setan. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa maknanya adalah cukup untuk melindunginya dari marabahaya. Menurut Imam Nawawiy rahimahullah (w. 676 H), hadits ini bisa dimaknai dengan seluruh penafsiran di atas.Renungan KandunganAyat pertama berisikan bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam menjalani hidupnya di dunia. Yaitu: harus mengimani segala hal yang datang dari Allah ‘azza wa jalla, selalu mendengar dan patuh terhadap aturan-Nya. Namun, semaksimal apapun upaya manusia menjalankan aturan Allah, pasti akan ada kekurangan di sana-sini. Karena itulah ayat ini ditutup dengan istighfar; permohonan ampun kepada Allah.Ayat kedua menjelaskan bahwa aturan Allah diadakan bukan untuk memberatkan atau menyusahkan manusia. Justru untuk kebaikan dan ketenangan hidup mereka. Lalu diterangkan bahwa apapun perbuatan manusia, yang baik maupun yang buruk, pasti ada konsekuensinya. Berhubung manusia adalah tempatnya lupa dan alpa, maka ayat ini ditutup dengan doa memohon kemurahan Allah agar tidak menghukum kita saat lupa dan alpa. Juga memohon agar kita tidak dibebani melebihi kemampuan kita, dimaafkan, diampuni dan dirahmati oleh-Nya. Serta dikaruniai pertolongan dalam menghadapi orang-orang kafir.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1443 / 14 Februari 2022 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 182 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-1Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAAT

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATSalah satu syariat Islam yang istimewa dan kaya dengan manfaat adalah khitan. Islam bukan agama yang semena-mena memerintahkan umatnya untuk melakukan ini dan itu, jika memang tak ada manfaatnya. Dalam istilah syariat, khitan bermakna memotong kulit yang menutupi kepala kemaluan pria.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْفِطْرَةُ ‌خَمْسٌ: الِاخْتِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبِطِ”“Fitrah ada lima. Yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Fitrah yang disebut hadits ini maknanya adalah kebiasaan dan perilaku para nabi ‘alaihimussalam. Kelima hal di atas sangat mendukung kesucian dan kebersihan tubuh.Selain itu, khitan secara medis, juga memiliki segudang manfaat. Antara lain:1. Menghindarkan penumpukan kotoran keringat dan lemak di antara glans (kepala penis) dan kulit penutupnya (kulup), yang dapat mengakibatkan timbulnya radang dan alergi pada kulit.2. Menghindarkan penumpukan sisa air seni yang dapat mengakibatkan infeksi, yang mana akan mengakibatkan kulit kemaluan iritasi.3. Menghindarikan penumpukan sisa sperma yang mungkin bisa kembali ke saluran vas deverens yang akan menyebabkan infeksi pada saluran manis. Terkadang juga menyebabkan terjadinya penyempitan saluran air seni atau saluran manis.4. Menambah sensitivitas pada glans (kepala penis) saat berhubungan biologis.5. Khitan dapat mencegah penularan penyakit kulit dari suami kepada istrinya.6. Istri yang melakukan hubungan biologis dengan suami yang berkhitan bisa berkurang resiko terkena kanker rahim7. Infeksi pada vagina istri juga relatif tercegah, sebab penis yang berkhitan tidak membawa tumpukan kuman dan kotoran.Kapan Waktu Khitan?Sebaiknya khitan dilaksanakan pada saat anak masih kecil. Sebab itu lebih terasa ringan bagi anak dan agar anak tumbuh berkembang dalam kondisi sempurna.Jabir radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ ‌وَخَتَنَهُمَا ‌لَسَبْعَةِ ‌أَيَّامٍ”“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakikahi al-Hasan dan al-Husain serta mengkhitan keduanya di hari ketujuh”. HR. Ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam ash-Shaghir dan sanad hadits ini dinilai lemah oleh al-‘Iraqiy. Adapun al-Albaniy menyatakan bahwa level hadits ini bisa dikuatkan dengan hadits lemah lain yang senada.Jika tidak memungkinkan untuk dikhitan saat kecil, maka paling lambat anak dikhitan saat baligh. Sebab saat itu kewajiban agama telah diberlakukan kepadanya.Hukum KhitanHukum khitan untuk pria menurut mayoritas ulama adalah wajib. Adapun untuk wanita maka hukumnya dianjurkan. Cara khitan wanita adalah dengan memotong sedikit dari genitalia wanita eksternal (klitoris/labia minora). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَا تَنْهِكِي فَإِنَّ ذَلِكَ ‌أَحْظَى ‌لِلْمَرْأَةِ، وَأَحَبُّ إِلَى الْبَعْلِ”“Jangan dipotong hingga habis. Sebab itu lebih bermanfaat bagi wanita dan lebih disukai oleh suami”. HR. Abu Dawud dan beliau mengatakan hadits ini tidak kuat. Sedang menurut al-Albaniy sahih.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 18 Sya’ban 1443 / 21 Maret 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Ath-Thifl fî asy-Syarî’ah al-Islâmiyyah, karya Dr. Muhammad bin Ahmad ash-Shalih (hal. 101-102) dan lain-lain. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 183 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-2Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 185DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-4Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KEEMPAT:Membaca Surat as-Sajdah sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 32. Terletak di juz 21. Jumlah ayatnya sebanyak 30 ayat.Dalil Landasanعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ{تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ}”.Jâbir radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan tidur hingga beliau membaca “Alif lâm mîm tanzîl as-sajdah” (Surat as-Sajdah) dan “Tabârakalladzî biyadihil mulk” (Surat al-Mulk)”. HR. Ahmad (No. 14714) dan dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 3598), adz-Dzahabiy serta al-Albâniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terbagi menjadi tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-9)Surat ini diawali dengan mengenalkan kepada manusia tentang Allah ta’ala. Bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, mengetahui segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta Dia pulalah yang mengatur alam semesta ini. Dia juga yang menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai sarana untuk mengajak umat manusia agar beriman kepada Allah ta’ala. Ini semua menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya.Kedua: Penjelasan mengenai sikap orang-orang kafir dan kaum mukminin terhadap kekuasaan Allah (Ayat 10-25)Setelah mengenalkan Allah, tema pembahasan berpindah kepada keterangan mengenai sikap orang kafir terhadap kekuasaan Allah. Terutama kekuasaan-Nya untuk membangkitkan manusia kembali. Mereka mengingkari hal tersebut. Akibatnya mereka enggan untuk beriman kepada Allah dan untuk bersujud kepada-Nya.Agar terjadi perpaduan antara targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman), maka pembahasan selanjutnya adalah tentang sikap kaum mukminin. Bertolak belakang dengan sikap orang-orang kafir, kaum mukminin sangat meyakini kekuasaan Allah ta’ala dan mempercayai ayat-ayat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan kepatuhan mereka untuk bersujud kepada-Nya. Sebab mereka berharap meraih rahmat Allah dan terhindar dari siksa-Nya.Ketiga: Penutup (Ayat 26-30)Di penghujung surat mulia ini, diulang kembali penjelasan mengenai hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah. Di mana Dialah yang mengatur turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman, sebagai rizki bagi manusia juga binatang.Terakhir digambarkan penyesalan orang-orang kafir kelak di akhirat, sebagai akibat keengganan mereka untuk beriman kepada Allah saat di dunia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1443 / 28 Maret 2022Diringkas dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 334-335). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 162 KHITAN, SYARIAT DAN MANFAATNext SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKWalaupun bayi belum sempurna akalnya, namun ia memiliki insting yang tajam. Ia sangat perasa. Dengan cepat ia bisa merasakan apakah tangan yang menyentuhnya bermotif kasih sayang atau sebaliknya. Ia akan merasa nyaman saat dipeluk dengan dekapan cinta. Sebaliknya akan gelisah bahkan mungkin menangis kencang saat direnggut dengan kasar.Menempelnya tubuh orang tua dengan tubuh anak saat menggendong, memeluk, memangku atau mengeloninya akan menambah kedekatan hubungan psikologis antara keduanya. Maka penggunaan kereta bayi secara berlebihan, atau menyerahkan segala detil urusan bayi kepada baby siter, adalah suatu perilaku yang kurang bijaksana. Sebab bisa memicu kerenggangan hubungan anak dengan orang tuanya.Memaklumi Hal Yang Wajar dari AnakBayi mengompol adalah sesuatu yang wajar. Sebab ia belum bisa berjalan dan mengontrol keluarnya air seni. Sehingga tidak sepantasnya hal tersebut membuat orang tua jengkel atau merasa bosan dalam membersihkan bekas ompolan bayi.Abu Laila radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ يَحْبُو حَتَّى صَعِدَ عَلَى صَدْرِهِ، ‌فَبَالَ ‌عَلَيْهِ، قَالَ: ‌فَابْتَدَرْنَاهُ لِنَأْخُذَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ابْنِي ابْنِي “، قَالَ: ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ”“Suatu saat kami sedang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba al-Hasan bin Ali datang merangkak hingga menaiki dada beliau dan mengompol. Kamipun bergegas akan mengambil al-Hasan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Biarkan) anakku, (biarkan) anakku”. Lalu beliau meminta diambil air untuk menyiram bekas ompolan itu”. HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Dalam kitab Nukhab al-Afkâr, al-‘Ainiy (w. 855 H) rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulang perkataannya dua kali dalam rangka memastikan agar al-Hasan dibiarkan. Dalam riwayat lain termaktub, “Jangan diputus!”. Sebab jika proses buang airnya mendadak diputus, bisa membahayakan kesehatan. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang beliau kepada cucunya.Menyayangi Anak Terlebih Saat SakitJika dalam kondisi normal dan saat sehat saja, orang tua harus menyayangi anaknya, apalagi ketika sedang sakit. Adalah wajar bila anak rewel saat sakit. Sebab ia merasa tidak nyaman. Seharusnya orang tua semakin melipatgandakan kesabarannya menghadapi kerewelan anak ketika sakit dan bersegera untuk mencarikan pengobatan yang terbaik untuk anaknya.Dikisahkan bahwa Ummu Qais binti Mihshan datang membawa bayinya yang sedang sakit kerongkongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia terlihat menekan-nekan leher si bayi dengan maksud menerapinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“عَلَى مَا ‌تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ، عَلَيْكُمْ بِهَذَا العُودِ الهِنْدِيِّ، فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ، مِنْهَا ذَاتُ الجَنْبِ”“Mengapa kalian menyiksa anak-anak kalian dengan cara seperti itu? Hendaklah kalian menggunakan Gaharu. Sebab ia bisa digunakan untuk pengobatan tujuh jenis penyakit. Salah satunya adalah penyakit lambung”. HR. Bukhari (no. 5715) dan Muslim (no. 2214).Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap anak yang sakit dan upaya memilihkan pengobatan yang terbaik.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Ramadhan 1443 / 11 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Post navigation Previous SEGUDANG KARUNIA DI BULAN MULIANext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Sekalipun dia Iblis.“قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (14) قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (15)“Artinya: “(Iblis) memohon, “Berilah aku penangguhan umur, sampai hari kiamat”. (Allah) berfirman, “Ya. Kamu termasuk yang diberi penangguhan umur”. QS. Al-A’raf (7): 14-15.Karena itu Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah (w. 198 H) menjelaskan, “Jangan sekali-kali meninggalkan doa. Apapun kondisimu jangan sampai menghalangimu untuk berdoa. Sungguh Allah telah mengabulkan doanya Iblis, padahal ia adalah makhluk terburuk”.Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Di antara mereka:Pertama: Para orang tuaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ“.“Tiga doa yang akan dikabulkan tidak ada keraguan sedikitpun. Doanya orangtua, doanya orang yang bepergian dan doanya orang yang dizalimi”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Bukan hanya doa kebaikan orang tua untuk anaknya yang mudah dikabulkan. Namun juga termasuk doa keburukan yang dia panjatkan. Dalam riwayat lain disebutkan,“دَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“.“Doa keburukan orang tua untuk anaknya”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh beliau. Kedua: Orang yang dizalimiDalilnya banyak. Antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tersebut di atas, juga hadits berikut ini,“وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ““Berhati-hatilah dari doanya orang yang terzalimi. Sesungguhnya antara dia dan Allah tidak ada penghalang”. HR. Bukhari dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Ketiga: Orang yang sedang bepergianDalilnya antara lain adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang tersebut di atas.Keempat: Anak salih“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“.“Jika manusia mati, maka terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah. Bersambung… Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5Next [Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 186 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KELIMA:Membaca Surat aZ-Zumar sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 39. Terletak di juz 23. Jumlah ayatnya sebanyak 75 ayat.Dalil LandasanUmmul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَالزُّمَرَ”“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tidur (malam) hingga membaca “Bani Israil” (Surat al-Isra) dan surat az-Zumar”. HR. Tirmidziy (No. 2920) dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah (No. 1163) serta al-Albaniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terdiri dari tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-7)Surat mulia ini dibuka dengan menyebutkan karunia diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kitab yang berisikan perintah untuk menegakkan tauhid dan kebajikan lainnya. Namun kaum musyrikin justru kufur dan mendustakan ajaran mulia tersebut.Kedua: Penjelasan mengenai perbedaan antara kaum mukminin dengan orang-orang kafir (Ayat 8-66)Ada delapan perbedaan yang dipaparkan di sini:1. Orang kafir jauh dari ilmu agama, sehingga terbiasa mengingkari nikmat Allah. Sedangkan orang yang beriman selalu mendalami ilmu agama, sehingga tekun beribadah kepada Allah.2. Orang kafir tenggelam dalam kesyirikan. Adapun orang yang beriman selalu berupaya mentauhidkan Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.3. Orang kafir hatinya keras dan sulit menerima nasehat. Sedangkan orang yang beriman mudah menerima nasehat, pesan-pesan keagamaan dan ayat-ayat al-Qur’an; sebab hatinya lembut.4. Orang kafir gagal fokus karena menyembah banyak tuhan. Adapun orang yang beriman senantiasa fokus dalam beribadah, sebab hanya menyembah satu Tuhan saja.5. Orang kafir terbiasa mendustakan ayat-ayat Allah dan kebenaran yang datang dari-Nya. Sedangkan orang yang beriman selalu mempercayai kebenaran dari Allah.6. Orang kafir mencari pertolongan dan bantuan dari makhluk yang tidak memiliki apapun dan tidak berkuasa atas apapun. Adapun orang yang beriman ia hanya meminta pertolongan kepada Allah saja, sebab seluruh alam semesta adalah milik-Nya dan di bawah kendali-Nya.7. Orang kafir menyia-nyiakan kesempatan umur yang diberikan Allah, sehingga kelak di akhirat ia bakal menyesali perilakunya tersebut. Sedangkan orang yang beriman, ia senantiasa berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri.8. Orang kafir identik dengan kejahilan, sebab menyembah selain Allah. Adapun orang yang beriman cerdas karena hanya menyembah Allah saja.Ketiga: Penutup (Ayat 67-75)Di penghujung surat mulia ini dipaparkan balasan yang didapatkan oleh orang kafir dan orang yang beriman di akhirat. Kelak orang kafir akan digiring ke neraka dalam keadaan hina-dina. Sedangkan orang yang beriman akan diarak menuju surga dalam keadaan terhormat dan penuh kemuliaan.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Ramadhan 1443 / 18 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 394-401).Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKNext Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 186 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KELIMA:Membaca Surat aZ-Zumar sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 39. Terletak di juz 23. Jumlah ayatnya sebanyak 75 ayat.Dalil LandasanUmmul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَالزُّمَرَ”“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tidur (malam) hingga membaca “Bani Israil” (Surat al-Isra) dan surat az-Zumar”. HR. Tirmidziy (No. 2920) dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah (No. 1163) serta al-Albaniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terdiri dari tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-7)Surat mulia ini dibuka dengan menyebutkan karunia diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kitab yang berisikan perintah untuk menegakkan tauhid dan kebajikan lainnya. Namun kaum musyrikin justru kufur dan mendustakan ajaran mulia tersebut.Kedua: Penjelasan mengenai perbedaan antara kaum mukminin dengan orang-orang kafir (Ayat 8-66)Ada delapan perbedaan yang dipaparkan di sini:1. Orang kafir jauh dari ilmu agama, sehingga terbiasa mengingkari nikmat Allah. Sedangkan orang yang beriman selalu mendalami ilmu agama, sehingga tekun beribadah kepada Allah.2. Orang kafir tenggelam dalam kesyirikan. Adapun orang yang beriman selalu berupaya mentauhidkan Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.3. Orang kafir hatinya keras dan sulit menerima nasehat. Sedangkan orang yang beriman mudah menerima nasehat, pesan-pesan keagamaan dan ayat-ayat al-Qur’an; sebab hatinya lembut.4. Orang kafir gagal fokus karena menyembah banyak tuhan. Adapun orang yang beriman senantiasa fokus dalam beribadah, sebab hanya menyembah satu Tuhan saja.5. Orang kafir terbiasa mendustakan ayat-ayat Allah dan kebenaran yang datang dari-Nya. Sedangkan orang yang beriman selalu mempercayai kebenaran dari Allah.6. Orang kafir mencari pertolongan dan bantuan dari makhluk yang tidak memiliki apapun dan tidak berkuasa atas apapun. Adapun orang yang beriman ia hanya meminta pertolongan kepada Allah saja, sebab seluruh alam semesta adalah milik-Nya dan di bawah kendali-Nya.7. Orang kafir menyia-nyiakan kesempatan umur yang diberikan Allah, sehingga kelak di akhirat ia bakal menyesali perilakunya tersebut. Sedangkan orang yang beriman, ia senantiasa berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri.8. Orang kafir identik dengan kejahilan, sebab menyembah selain Allah. Adapun orang yang beriman cerdas karena hanya menyembah Allah saja.Ketiga: Penutup (Ayat 67-75)Di penghujung surat mulia ini dipaparkan balasan yang didapatkan oleh orang kafir dan orang yang beriman di akhirat. Kelak orang kafir akan digiring ke neraka dalam keadaan hina-dina. Sedangkan orang yang beriman akan diarak menuju surga dalam keadaan terhormat dan penuh kemuliaan.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Ramadhan 1443 / 18 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 394-401).Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKNext Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 186 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KELIMA:Membaca Surat aZ-Zumar sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 39. Terletak di juz 23. Jumlah ayatnya sebanyak 75 ayat.Dalil LandasanUmmul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَالزُّمَرَ”“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tidur (malam) hingga membaca “Bani Israil” (Surat al-Isra) dan surat az-Zumar”. HR. Tirmidziy (No. 2920) dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah (No. 1163) serta al-Albaniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terdiri dari tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-7)Surat mulia ini dibuka dengan menyebutkan karunia diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kitab yang berisikan perintah untuk menegakkan tauhid dan kebajikan lainnya. Namun kaum musyrikin justru kufur dan mendustakan ajaran mulia tersebut.Kedua: Penjelasan mengenai perbedaan antara kaum mukminin dengan orang-orang kafir (Ayat 8-66)Ada delapan perbedaan yang dipaparkan di sini:1. Orang kafir jauh dari ilmu agama, sehingga terbiasa mengingkari nikmat Allah. Sedangkan orang yang beriman selalu mendalami ilmu agama, sehingga tekun beribadah kepada Allah.2. Orang kafir tenggelam dalam kesyirikan. Adapun orang yang beriman selalu berupaya mentauhidkan Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.3. Orang kafir hatinya keras dan sulit menerima nasehat. Sedangkan orang yang beriman mudah menerima nasehat, pesan-pesan keagamaan dan ayat-ayat al-Qur’an; sebab hatinya lembut.4. Orang kafir gagal fokus karena menyembah banyak tuhan. Adapun orang yang beriman senantiasa fokus dalam beribadah, sebab hanya menyembah satu Tuhan saja.5. Orang kafir terbiasa mendustakan ayat-ayat Allah dan kebenaran yang datang dari-Nya. Sedangkan orang yang beriman selalu mempercayai kebenaran dari Allah.6. Orang kafir mencari pertolongan dan bantuan dari makhluk yang tidak memiliki apapun dan tidak berkuasa atas apapun. Adapun orang yang beriman ia hanya meminta pertolongan kepada Allah saja, sebab seluruh alam semesta adalah milik-Nya dan di bawah kendali-Nya.7. Orang kafir menyia-nyiakan kesempatan umur yang diberikan Allah, sehingga kelak di akhirat ia bakal menyesali perilakunya tersebut. Sedangkan orang yang beriman, ia senantiasa berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri.8. Orang kafir identik dengan kejahilan, sebab menyembah selain Allah. Adapun orang yang beriman cerdas karena hanya menyembah Allah saja.Ketiga: Penutup (Ayat 67-75)Di penghujung surat mulia ini dipaparkan balasan yang didapatkan oleh orang kafir dan orang yang beriman di akhirat. Kelak orang kafir akan digiring ke neraka dalam keadaan hina-dina. Sedangkan orang yang beriman akan diarak menuju surga dalam keadaan terhormat dan penuh kemuliaan.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Ramadhan 1443 / 18 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 394-401).Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKNext Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 186 DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Pada pertemuan lalu, kita telah mulai mengkaji bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KELIMA:Membaca Surat aZ-Zumar sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 39. Terletak di juz 23. Jumlah ayatnya sebanyak 75 ayat.Dalil LandasanUmmul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَالزُّمَرَ”“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tidur (malam) hingga membaca “Bani Israil” (Surat al-Isra) dan surat az-Zumar”. HR. Tirmidziy (No. 2920) dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah (No. 1163) serta al-Albaniy.Renungan KandunganKandungan global surat ini terdiri dari tiga poin:Pertama: Pendahuluan (Ayat 1-7)Surat mulia ini dibuka dengan menyebutkan karunia diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kitab yang berisikan perintah untuk menegakkan tauhid dan kebajikan lainnya. Namun kaum musyrikin justru kufur dan mendustakan ajaran mulia tersebut.Kedua: Penjelasan mengenai perbedaan antara kaum mukminin dengan orang-orang kafir (Ayat 8-66)Ada delapan perbedaan yang dipaparkan di sini:1. Orang kafir jauh dari ilmu agama, sehingga terbiasa mengingkari nikmat Allah. Sedangkan orang yang beriman selalu mendalami ilmu agama, sehingga tekun beribadah kepada Allah.2. Orang kafir tenggelam dalam kesyirikan. Adapun orang yang beriman selalu berupaya mentauhidkan Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.3. Orang kafir hatinya keras dan sulit menerima nasehat. Sedangkan orang yang beriman mudah menerima nasehat, pesan-pesan keagamaan dan ayat-ayat al-Qur’an; sebab hatinya lembut.4. Orang kafir gagal fokus karena menyembah banyak tuhan. Adapun orang yang beriman senantiasa fokus dalam beribadah, sebab hanya menyembah satu Tuhan saja.5. Orang kafir terbiasa mendustakan ayat-ayat Allah dan kebenaran yang datang dari-Nya. Sedangkan orang yang beriman selalu mempercayai kebenaran dari Allah.6. Orang kafir mencari pertolongan dan bantuan dari makhluk yang tidak memiliki apapun dan tidak berkuasa atas apapun. Adapun orang yang beriman ia hanya meminta pertolongan kepada Allah saja, sebab seluruh alam semesta adalah milik-Nya dan di bawah kendali-Nya.7. Orang kafir menyia-nyiakan kesempatan umur yang diberikan Allah, sehingga kelak di akhirat ia bakal menyesali perilakunya tersebut. Sedangkan orang yang beriman, ia senantiasa berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri.8. Orang kafir identik dengan kejahilan, sebab menyembah selain Allah. Adapun orang yang beriman cerdas karena hanya menyembah Allah saja.Ketiga: Penutup (Ayat 67-75)Di penghujung surat mulia ini dipaparkan balasan yang didapatkan oleh orang kafir dan orang yang beriman di akhirat. Kelak orang kafir akan digiring ke neraka dalam keadaan hina-dina. Sedangkan orang yang beriman akan diarak menuju surga dalam keadaan terhormat dan penuh kemuliaan.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Ramadhan 1443 / 18 April 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari Dalâlah Asmâ’ as-Suwar al-Qur’âniyyah ‘alâ Mahâwiriha, karya Dr. Umar Ali Arafat (hal. 394-401).Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 163 MEMAKLUMI DAN MENYAYANGI ANAKNext Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGAANGKATAN KEDUABELAS – TAHUN AJARAN 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M NONAMAASALKET1BadrunLombokLULUS2Fahri AfiqLamonganLULUS3Khalil A HYogyakartaLULUS4Renaldi MouzanSeruyanLULUS5Muhammad Rizal SeptiadiSintangLULUS6Fahrul AmriBanjarnegaraLULUS7Ahmad ZaenalBanjarnegaraLULUS8Fakih HusainiBanjarnegaraLULUS9MisbahLombokLULUS10Hayru Al MubarokSeruyanLULUS11Ahmad Fahrizal HamzahBalikpapanLULUS12Sukma PurnamaPagar AlamLULUS13Ikhsan SuryaPontianakLULUS14Diky Nur RofliPurbalinggaLULUS15Raul Febriyan GonzalesPadangLULUS16Frianka Fadillah LubisPurbalinggaLULUS17Gilang Muhammad AfifOkuLULUS18Naufal Obi RamadhanPurbalinggaLULUS19HudzaifahYogyakartaLULUS20Aan SetiawanBanjarnegaraLULUS21Bilal Nur ZamanPurbalinggaLULUS22Haris Abdullah DzakariaBanjarnegaraLULUS23Awwaludin YusufNTTLULUS24Abdullah HarisPurbalinggaLULUS25Aqilla Zaki SandikoBengkuluLULUS26Ibni Abiyyu AhnafPurbalinggaLULUS27Yogi AffandiRiauLULUS28Umair AshidiqBantenLULUS PERCOBAAN29Ahmad Shofyan ShauriBengkuluLULUS PERCOBAAN30Muhammad HafidzDepokLULUS PERCOBAAN31Zidni IlmanBandungTIDAK LULUS Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M

PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGAANGKATAN KEDUABELAS – TAHUN AJARAN 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M NONAMAASALKET1BadrunLombokLULUS2Fahri AfiqLamonganLULUS3Khalil A HYogyakartaLULUS4Renaldi MouzanSeruyanLULUS5Muhammad Rizal SeptiadiSintangLULUS6Fahrul AmriBanjarnegaraLULUS7Ahmad ZaenalBanjarnegaraLULUS8Fakih HusainiBanjarnegaraLULUS9MisbahLombokLULUS10Hayru Al MubarokSeruyanLULUS11Ahmad Fahrizal HamzahBalikpapanLULUS12Sukma PurnamaPagar AlamLULUS13Ikhsan SuryaPontianakLULUS14Diky Nur RofliPurbalinggaLULUS15Raul Febriyan GonzalesPadangLULUS16Frianka Fadillah LubisPurbalinggaLULUS17Gilang Muhammad AfifOkuLULUS18Naufal Obi RamadhanPurbalinggaLULUS19HudzaifahYogyakartaLULUS20Aan SetiawanBanjarnegaraLULUS21Bilal Nur ZamanPurbalinggaLULUS22Haris Abdullah DzakariaBanjarnegaraLULUS23Awwaludin YusufNTTLULUS24Abdullah HarisPurbalinggaLULUS25Aqilla Zaki SandikoBengkuluLULUS26Ibni Abiyyu AhnafPurbalinggaLULUS27Yogi AffandiRiauLULUS28Umair AshidiqBantenLULUS PERCOBAAN29Ahmad Shofyan ShauriBengkuluLULUS PERCOBAAN30Muhammad HafidzDepokLULUS PERCOBAAN31Zidni IlmanBandungTIDAK LULUS Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGAANGKATAN KEDUABELAS – TAHUN AJARAN 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M NONAMAASALKET1BadrunLombokLULUS2Fahri AfiqLamonganLULUS3Khalil A HYogyakartaLULUS4Renaldi MouzanSeruyanLULUS5Muhammad Rizal SeptiadiSintangLULUS6Fahrul AmriBanjarnegaraLULUS7Ahmad ZaenalBanjarnegaraLULUS8Fakih HusainiBanjarnegaraLULUS9MisbahLombokLULUS10Hayru Al MubarokSeruyanLULUS11Ahmad Fahrizal HamzahBalikpapanLULUS12Sukma PurnamaPagar AlamLULUS13Ikhsan SuryaPontianakLULUS14Diky Nur RofliPurbalinggaLULUS15Raul Febriyan GonzalesPadangLULUS16Frianka Fadillah LubisPurbalinggaLULUS17Gilang Muhammad AfifOkuLULUS18Naufal Obi RamadhanPurbalinggaLULUS19HudzaifahYogyakartaLULUS20Aan SetiawanBanjarnegaraLULUS21Bilal Nur ZamanPurbalinggaLULUS22Haris Abdullah DzakariaBanjarnegaraLULUS23Awwaludin YusufNTTLULUS24Abdullah HarisPurbalinggaLULUS25Aqilla Zaki SandikoBengkuluLULUS26Ibni Abiyyu AhnafPurbalinggaLULUS27Yogi AffandiRiauLULUS28Umair AshidiqBantenLULUS PERCOBAAN29Ahmad Shofyan ShauriBengkuluLULUS PERCOBAAN30Muhammad HafidzDepokLULUS PERCOBAAN31Zidni IlmanBandungTIDAK LULUS Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI BARUPROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGAANGKATAN KEDUABELAS – TAHUN AJARAN 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 M NONAMAASALKET1BadrunLombokLULUS2Fahri AfiqLamonganLULUS3Khalil A HYogyakartaLULUS4Renaldi MouzanSeruyanLULUS5Muhammad Rizal SeptiadiSintangLULUS6Fahrul AmriBanjarnegaraLULUS7Ahmad ZaenalBanjarnegaraLULUS8Fakih HusainiBanjarnegaraLULUS9MisbahLombokLULUS10Hayru Al MubarokSeruyanLULUS11Ahmad Fahrizal HamzahBalikpapanLULUS12Sukma PurnamaPagar AlamLULUS13Ikhsan SuryaPontianakLULUS14Diky Nur RofliPurbalinggaLULUS15Raul Febriyan GonzalesPadangLULUS16Frianka Fadillah LubisPurbalinggaLULUS17Gilang Muhammad AfifOkuLULUS18Naufal Obi RamadhanPurbalinggaLULUS19HudzaifahYogyakartaLULUS20Aan SetiawanBanjarnegaraLULUS21Bilal Nur ZamanPurbalinggaLULUS22Haris Abdullah DzakariaBanjarnegaraLULUS23Awwaludin YusufNTTLULUS24Abdullah HarisPurbalinggaLULUS25Aqilla Zaki SandikoBengkuluLULUS26Ibni Abiyyu AhnafPurbalinggaLULUS27Yogi AffandiRiauLULUS28Umair AshidiqBantenLULUS PERCOBAAN29Ahmad Shofyan ShauriBengkuluLULUS PERCOBAAN30Muhammad HafidzDepokLULUS PERCOBAAN31Zidni IlmanBandungTIDAK LULUS Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 186: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-5Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKSaat menciptakan manusia di alam semesta ini, Allah ta’ala bukan sekedar menyiapkan hamparan muka bumi yang nyaman untuk tempat tinggal. Namun juga menyediakan seluruh kebutuhan bahan pangan mereka. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam perut ibunya pun, Allah sudah memperhatikan asupan makanan untuknya.Proses janin makan dimulai dari saat Ibu mengonsumsi makanan. Sistem pencernaan di dalam tubuhnya akan mengelompokkan makanan-makanan tersebut dan membagi-baginya menjadi partikel-partikel kecil dan kemudian diserap oleh tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan janin akan mengalir melalui plasenta / tali pusar / ari-ari ke tubuh janin. Maka dari itu ibu tidak boleh melalaikan gizi yang diperlukan. Begitupula ayah harus memberikan nafkah yang cukup untuk istrinya yang sedang mengandung.Ketika bayi terlahir, secara otomatis makanan pokok yang didapat bayi melalui plasentanya terputus. Sehingga kedua orang tua wajib memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Sang ibu menyusui bayinya dari ASI yang diciptakan Allah pada payudaranya, sehingga bayi mudah mencernanya. Sedangkan sang ayah berkewajiban memberi nafkah kepada si ibu dan mencukupi segenap keperluannya.Menyusu adalah hak setiap bayi yang harus ditunaikan oleh ibunya. Allah ta’ala berfirman,“وَالْوَالِدَاتُ ‌يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ”Artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya”. QS. Al-Baqarah (2): 233.Adapun suami, maka berkewajiban menafkahi istrinya secara proporsional. Sebagaimana diperintahkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,“لِيُنْفِقْ ‌ذُو ‌سَعَةٍ ‌مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا”Artinya: “Hendaklah suami yang kaya memberikan nafkah sesuai kekayaannya. Sedangkan suami yang miskin hendaklah memberikan nafkah sesuai rizki yang diberikan Allah padanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuan yang diberikan kepadanya. Allah akan mendatangkan kemudahan setelah kesulitan”. QS. Ath-Thalaq (65): 7.Sesungguhnya ASI bagi bayi tidak tergantikan oleh apapun juga. Di samping memberikan makanan yang paling lengkap, dengan menyusui berarti juga memberikan bayi zat-zat kekebalan berupa immunoglobulin. Sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih protektif terhadap infeksi.Kegiatan menyusui sendiri merupakan suatu proses perjalinan hubungan emosional kontak batin yang sangat dalam antara ibu dan bayinya. Dan bagi si ibu sendiri, menyusui bermanfaat untuk membakar kalori dan mengurangi berat badan yang meningkat selama masa hamil. Serta mengurangi resiko dari menderita kanker payudara. Sayangnya, kalangan feminis radikal malah menolak peran ibu sebagai ibu yang menyusui dan menggantikannya dengan susu formula dari sapi.Padahal burung dan hewan lainnya yang tak berakal yang berstatus sebagai ibu saja tidak tega menelantarkan anak-anaknya yang masih kecil. Bagaimana mungkin manusia yang dikaruniai oleh Allah akal rela mengabaikan kebutuhan primer anaknya?Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulqa’dah 1443 / 6 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 64-67) dan Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Tidak Pernah Sakit?, karya dr. Ade Hashman, Sp.An (hal. 123). Post navigation Previous Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 MNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKSaat menciptakan manusia di alam semesta ini, Allah ta’ala bukan sekedar menyiapkan hamparan muka bumi yang nyaman untuk tempat tinggal. Namun juga menyediakan seluruh kebutuhan bahan pangan mereka. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam perut ibunya pun, Allah sudah memperhatikan asupan makanan untuknya.Proses janin makan dimulai dari saat Ibu mengonsumsi makanan. Sistem pencernaan di dalam tubuhnya akan mengelompokkan makanan-makanan tersebut dan membagi-baginya menjadi partikel-partikel kecil dan kemudian diserap oleh tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan janin akan mengalir melalui plasenta / tali pusar / ari-ari ke tubuh janin. Maka dari itu ibu tidak boleh melalaikan gizi yang diperlukan. Begitupula ayah harus memberikan nafkah yang cukup untuk istrinya yang sedang mengandung.Ketika bayi terlahir, secara otomatis makanan pokok yang didapat bayi melalui plasentanya terputus. Sehingga kedua orang tua wajib memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Sang ibu menyusui bayinya dari ASI yang diciptakan Allah pada payudaranya, sehingga bayi mudah mencernanya. Sedangkan sang ayah berkewajiban memberi nafkah kepada si ibu dan mencukupi segenap keperluannya.Menyusu adalah hak setiap bayi yang harus ditunaikan oleh ibunya. Allah ta’ala berfirman,“وَالْوَالِدَاتُ ‌يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ”Artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya”. QS. Al-Baqarah (2): 233.Adapun suami, maka berkewajiban menafkahi istrinya secara proporsional. Sebagaimana diperintahkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,“لِيُنْفِقْ ‌ذُو ‌سَعَةٍ ‌مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا”Artinya: “Hendaklah suami yang kaya memberikan nafkah sesuai kekayaannya. Sedangkan suami yang miskin hendaklah memberikan nafkah sesuai rizki yang diberikan Allah padanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuan yang diberikan kepadanya. Allah akan mendatangkan kemudahan setelah kesulitan”. QS. Ath-Thalaq (65): 7.Sesungguhnya ASI bagi bayi tidak tergantikan oleh apapun juga. Di samping memberikan makanan yang paling lengkap, dengan menyusui berarti juga memberikan bayi zat-zat kekebalan berupa immunoglobulin. Sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih protektif terhadap infeksi.Kegiatan menyusui sendiri merupakan suatu proses perjalinan hubungan emosional kontak batin yang sangat dalam antara ibu dan bayinya. Dan bagi si ibu sendiri, menyusui bermanfaat untuk membakar kalori dan mengurangi berat badan yang meningkat selama masa hamil. Serta mengurangi resiko dari menderita kanker payudara. Sayangnya, kalangan feminis radikal malah menolak peran ibu sebagai ibu yang menyusui dan menggantikannya dengan susu formula dari sapi.Padahal burung dan hewan lainnya yang tak berakal yang berstatus sebagai ibu saja tidak tega menelantarkan anak-anaknya yang masih kecil. Bagaimana mungkin manusia yang dikaruniai oleh Allah akal rela mengabaikan kebutuhan primer anaknya?Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulqa’dah 1443 / 6 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 64-67) dan Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Tidak Pernah Sakit?, karya dr. Ade Hashman, Sp.An (hal. 123). Post navigation Previous Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 MNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKSaat menciptakan manusia di alam semesta ini, Allah ta’ala bukan sekedar menyiapkan hamparan muka bumi yang nyaman untuk tempat tinggal. Namun juga menyediakan seluruh kebutuhan bahan pangan mereka. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam perut ibunya pun, Allah sudah memperhatikan asupan makanan untuknya.Proses janin makan dimulai dari saat Ibu mengonsumsi makanan. Sistem pencernaan di dalam tubuhnya akan mengelompokkan makanan-makanan tersebut dan membagi-baginya menjadi partikel-partikel kecil dan kemudian diserap oleh tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan janin akan mengalir melalui plasenta / tali pusar / ari-ari ke tubuh janin. Maka dari itu ibu tidak boleh melalaikan gizi yang diperlukan. Begitupula ayah harus memberikan nafkah yang cukup untuk istrinya yang sedang mengandung.Ketika bayi terlahir, secara otomatis makanan pokok yang didapat bayi melalui plasentanya terputus. Sehingga kedua orang tua wajib memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Sang ibu menyusui bayinya dari ASI yang diciptakan Allah pada payudaranya, sehingga bayi mudah mencernanya. Sedangkan sang ayah berkewajiban memberi nafkah kepada si ibu dan mencukupi segenap keperluannya.Menyusu adalah hak setiap bayi yang harus ditunaikan oleh ibunya. Allah ta’ala berfirman,“وَالْوَالِدَاتُ ‌يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ”Artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya”. QS. Al-Baqarah (2): 233.Adapun suami, maka berkewajiban menafkahi istrinya secara proporsional. Sebagaimana diperintahkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,“لِيُنْفِقْ ‌ذُو ‌سَعَةٍ ‌مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا”Artinya: “Hendaklah suami yang kaya memberikan nafkah sesuai kekayaannya. Sedangkan suami yang miskin hendaklah memberikan nafkah sesuai rizki yang diberikan Allah padanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuan yang diberikan kepadanya. Allah akan mendatangkan kemudahan setelah kesulitan”. QS. Ath-Thalaq (65): 7.Sesungguhnya ASI bagi bayi tidak tergantikan oleh apapun juga. Di samping memberikan makanan yang paling lengkap, dengan menyusui berarti juga memberikan bayi zat-zat kekebalan berupa immunoglobulin. Sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih protektif terhadap infeksi.Kegiatan menyusui sendiri merupakan suatu proses perjalinan hubungan emosional kontak batin yang sangat dalam antara ibu dan bayinya. Dan bagi si ibu sendiri, menyusui bermanfaat untuk membakar kalori dan mengurangi berat badan yang meningkat selama masa hamil. Serta mengurangi resiko dari menderita kanker payudara. Sayangnya, kalangan feminis radikal malah menolak peran ibu sebagai ibu yang menyusui dan menggantikannya dengan susu formula dari sapi.Padahal burung dan hewan lainnya yang tak berakal yang berstatus sebagai ibu saja tidak tega menelantarkan anak-anaknya yang masih kecil. Bagaimana mungkin manusia yang dikaruniai oleh Allah akal rela mengabaikan kebutuhan primer anaknya?Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulqa’dah 1443 / 6 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 64-67) dan Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Tidak Pernah Sakit?, karya dr. Ade Hashman, Sp.An (hal. 123). Post navigation Previous Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 MNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKSaat menciptakan manusia di alam semesta ini, Allah ta’ala bukan sekedar menyiapkan hamparan muka bumi yang nyaman untuk tempat tinggal. Namun juga menyediakan seluruh kebutuhan bahan pangan mereka. Bahkan sejak manusia masih berada di dalam perut ibunya pun, Allah sudah memperhatikan asupan makanan untuknya.Proses janin makan dimulai dari saat Ibu mengonsumsi makanan. Sistem pencernaan di dalam tubuhnya akan mengelompokkan makanan-makanan tersebut dan membagi-baginya menjadi partikel-partikel kecil dan kemudian diserap oleh tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan janin akan mengalir melalui plasenta / tali pusar / ari-ari ke tubuh janin. Maka dari itu ibu tidak boleh melalaikan gizi yang diperlukan. Begitupula ayah harus memberikan nafkah yang cukup untuk istrinya yang sedang mengandung.Ketika bayi terlahir, secara otomatis makanan pokok yang didapat bayi melalui plasentanya terputus. Sehingga kedua orang tua wajib memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya. Sang ibu menyusui bayinya dari ASI yang diciptakan Allah pada payudaranya, sehingga bayi mudah mencernanya. Sedangkan sang ayah berkewajiban memberi nafkah kepada si ibu dan mencukupi segenap keperluannya.Menyusu adalah hak setiap bayi yang harus ditunaikan oleh ibunya. Allah ta’ala berfirman,“وَالْوَالِدَاتُ ‌يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ”Artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya”. QS. Al-Baqarah (2): 233.Adapun suami, maka berkewajiban menafkahi istrinya secara proporsional. Sebagaimana diperintahkan Allah ta’ala dalam firman-Nya,“لِيُنْفِقْ ‌ذُو ‌سَعَةٍ ‌مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا”Artinya: “Hendaklah suami yang kaya memberikan nafkah sesuai kekayaannya. Sedangkan suami yang miskin hendaklah memberikan nafkah sesuai rizki yang diberikan Allah padanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuan yang diberikan kepadanya. Allah akan mendatangkan kemudahan setelah kesulitan”. QS. Ath-Thalaq (65): 7.Sesungguhnya ASI bagi bayi tidak tergantikan oleh apapun juga. Di samping memberikan makanan yang paling lengkap, dengan menyusui berarti juga memberikan bayi zat-zat kekebalan berupa immunoglobulin. Sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih protektif terhadap infeksi.Kegiatan menyusui sendiri merupakan suatu proses perjalinan hubungan emosional kontak batin yang sangat dalam antara ibu dan bayinya. Dan bagi si ibu sendiri, menyusui bermanfaat untuk membakar kalori dan mengurangi berat badan yang meningkat selama masa hamil. Serta mengurangi resiko dari menderita kanker payudara. Sayangnya, kalangan feminis radikal malah menolak peran ibu sebagai ibu yang menyusui dan menggantikannya dengan susu formula dari sapi.Padahal burung dan hewan lainnya yang tak berakal yang berstatus sebagai ibu saja tidak tega menelantarkan anak-anaknya yang masih kecil. Bagaimana mungkin manusia yang dikaruniai oleh Allah akal rela mengabaikan kebutuhan primer anaknya?Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Dzulqa’dah 1443 / 6 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 64-67) dan Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Tidak Pernah Sakit?, karya dr. Ade Hashman, Sp.An (hal. 123). Post navigation Previous Pengumuman Kelulusan Calon Santri Baru Angkatan Keduabelas – Tahun Ajaran 1443 – 1444 H / 2022 – 2023 MNext Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165SAAT KEHILANGAN BUAH HATITidak ada orang tua yang berharap kehilangan buah hatinya. Namun Allah ta’ala mampu menakdirkan apapun yang dikehendaki-Nya. Tentu di balik ujian itu terkandung banyak hikmah kebaikan. Jika ada manusia yang berhak terbebas dari ujian, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah orangnya. Sebab beliau manusia yang paling dicintai Allah. Tapi ternyata beliaupun mengalami berbagai macam ujian. Salah satunya adalah kehilangan buah hati.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu hari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menunggui Ibrahim putra beliau yang sedang dalam sakaratul maut. Maka bercucuranlah air matanya. Abdurrahman bin Auf berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Wahai Abdurrahman ini adalah kasih sayang”. Lalu beliau kembali meneteskan air matanya dan bersabda,“إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ ‌يَا ‌إِبْرَاهِيمُ ‌لَمَحْزُونُونَ”“Sesungguhnya mata boleh menangis dan hati boleh bersedih. Namun kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kecuali yang diridhai oleh Allah. Sungguh kami merasa sangat sedih berpisah denganmu wahai Ibrahim”. HR Bukhari.Hadits di atas memberikan pelajaran bahwa bersedih dan menangis saat kehilangan buah hati adalah hal manusiawi. Namun yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh melakukan perbuatan dan mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kemurkaan Allah.Di antara faktor terbesar yang bisa menghibur diri akibat kehilangan buah hati adalah janji pahala kelak di akhirat. Yakni berupa syafaat anak untuk orang tuanya. Abu Hassan rahimahullah menuturkan bahwa beliau curhat kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Dua anakku meninggal dunia. Mohon engkau berkenan menyampaikan padaku hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghibur diri atas kehilangan ini”. Beliau menjawab, “Ya”.“صِغَارُهُمْ دَعَامِيصُ الْجَنَّةِ يَتَلَقَّى أَحَدُهُمْ أَبَاهُ -أَوْ قَالَ أَبَوَيْهِ-، فَيَأْخُذُ بِثَوْبِهِ -أَوْ قَالَ بِيَدِهِ-، كَمَا آخُذُ أَنَا ‌بِصَنِفَةِ ‌ثَوْبِكَ ‌هَذَا، فَلَا يَتَنَاهَى -أَوْ قَالَ فَلَا يَنْتَهِي- حَتَّى يُدْخِلَهُ اللهُ وَأَبَاهُ الْجَنَّةَ”.“Anak-anak kaum muslimin akan menjadi penghuni surga. Ia akan menyambut kedatangan orangtuanya. Lalu memegangi baju orang tuanya atau tangannya, seperti sekarang aku memegangi bajumu. Ia tidak akan melepas pegangan itu, hingga Allah berkenan memasukkannya dan orang tuanya ke surga”. HR. Muslim.Tentu keutamaan di atas ada syaratnya. Antara lain, orang tua menghadapi ujian tersebut dengan kesabaran. Juga syafaat diberikan hanya kepada orang tua yang tidak berbuat kesyirikan.“إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: “قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟” فَيَقُولُونَ: “حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ”، فَيَقُولُ اللَّهُ: “ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ”.“Jika salah satu anak manusia meninggal, maka Allah akan bertanya kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. “Ya” jawab mereka. “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”. Mereka menjawab lagi, “Ya”. “Apa yang diucapkan hamba-Ku?”. “Ia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!”. Maka Allah pun berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah dengan rumah pujian!”. HR. Tirmidzy dari Abu Musa radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Tirmidzy dan al-Albany.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Dzulqa’dah 1443 / 20 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 69-76). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165SAAT KEHILANGAN BUAH HATITidak ada orang tua yang berharap kehilangan buah hatinya. Namun Allah ta’ala mampu menakdirkan apapun yang dikehendaki-Nya. Tentu di balik ujian itu terkandung banyak hikmah kebaikan. Jika ada manusia yang berhak terbebas dari ujian, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah orangnya. Sebab beliau manusia yang paling dicintai Allah. Tapi ternyata beliaupun mengalami berbagai macam ujian. Salah satunya adalah kehilangan buah hati.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu hari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menunggui Ibrahim putra beliau yang sedang dalam sakaratul maut. Maka bercucuranlah air matanya. Abdurrahman bin Auf berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Wahai Abdurrahman ini adalah kasih sayang”. Lalu beliau kembali meneteskan air matanya dan bersabda,“إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ ‌يَا ‌إِبْرَاهِيمُ ‌لَمَحْزُونُونَ”“Sesungguhnya mata boleh menangis dan hati boleh bersedih. Namun kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kecuali yang diridhai oleh Allah. Sungguh kami merasa sangat sedih berpisah denganmu wahai Ibrahim”. HR Bukhari.Hadits di atas memberikan pelajaran bahwa bersedih dan menangis saat kehilangan buah hati adalah hal manusiawi. Namun yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh melakukan perbuatan dan mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kemurkaan Allah.Di antara faktor terbesar yang bisa menghibur diri akibat kehilangan buah hati adalah janji pahala kelak di akhirat. Yakni berupa syafaat anak untuk orang tuanya. Abu Hassan rahimahullah menuturkan bahwa beliau curhat kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Dua anakku meninggal dunia. Mohon engkau berkenan menyampaikan padaku hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghibur diri atas kehilangan ini”. Beliau menjawab, “Ya”.“صِغَارُهُمْ دَعَامِيصُ الْجَنَّةِ يَتَلَقَّى أَحَدُهُمْ أَبَاهُ -أَوْ قَالَ أَبَوَيْهِ-، فَيَأْخُذُ بِثَوْبِهِ -أَوْ قَالَ بِيَدِهِ-، كَمَا آخُذُ أَنَا ‌بِصَنِفَةِ ‌ثَوْبِكَ ‌هَذَا، فَلَا يَتَنَاهَى -أَوْ قَالَ فَلَا يَنْتَهِي- حَتَّى يُدْخِلَهُ اللهُ وَأَبَاهُ الْجَنَّةَ”.“Anak-anak kaum muslimin akan menjadi penghuni surga. Ia akan menyambut kedatangan orangtuanya. Lalu memegangi baju orang tuanya atau tangannya, seperti sekarang aku memegangi bajumu. Ia tidak akan melepas pegangan itu, hingga Allah berkenan memasukkannya dan orang tuanya ke surga”. HR. Muslim.Tentu keutamaan di atas ada syaratnya. Antara lain, orang tua menghadapi ujian tersebut dengan kesabaran. Juga syafaat diberikan hanya kepada orang tua yang tidak berbuat kesyirikan.“إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: “قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟” فَيَقُولُونَ: “حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ”، فَيَقُولُ اللَّهُ: “ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ”.“Jika salah satu anak manusia meninggal, maka Allah akan bertanya kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. “Ya” jawab mereka. “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”. Mereka menjawab lagi, “Ya”. “Apa yang diucapkan hamba-Ku?”. “Ia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!”. Maka Allah pun berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah dengan rumah pujian!”. HR. Tirmidzy dari Abu Musa radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Tirmidzy dan al-Albany.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Dzulqa’dah 1443 / 20 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 69-76). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165SAAT KEHILANGAN BUAH HATITidak ada orang tua yang berharap kehilangan buah hatinya. Namun Allah ta’ala mampu menakdirkan apapun yang dikehendaki-Nya. Tentu di balik ujian itu terkandung banyak hikmah kebaikan. Jika ada manusia yang berhak terbebas dari ujian, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah orangnya. Sebab beliau manusia yang paling dicintai Allah. Tapi ternyata beliaupun mengalami berbagai macam ujian. Salah satunya adalah kehilangan buah hati.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu hari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menunggui Ibrahim putra beliau yang sedang dalam sakaratul maut. Maka bercucuranlah air matanya. Abdurrahman bin Auf berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Wahai Abdurrahman ini adalah kasih sayang”. Lalu beliau kembali meneteskan air matanya dan bersabda,“إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ ‌يَا ‌إِبْرَاهِيمُ ‌لَمَحْزُونُونَ”“Sesungguhnya mata boleh menangis dan hati boleh bersedih. Namun kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kecuali yang diridhai oleh Allah. Sungguh kami merasa sangat sedih berpisah denganmu wahai Ibrahim”. HR Bukhari.Hadits di atas memberikan pelajaran bahwa bersedih dan menangis saat kehilangan buah hati adalah hal manusiawi. Namun yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh melakukan perbuatan dan mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kemurkaan Allah.Di antara faktor terbesar yang bisa menghibur diri akibat kehilangan buah hati adalah janji pahala kelak di akhirat. Yakni berupa syafaat anak untuk orang tuanya. Abu Hassan rahimahullah menuturkan bahwa beliau curhat kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Dua anakku meninggal dunia. Mohon engkau berkenan menyampaikan padaku hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghibur diri atas kehilangan ini”. Beliau menjawab, “Ya”.“صِغَارُهُمْ دَعَامِيصُ الْجَنَّةِ يَتَلَقَّى أَحَدُهُمْ أَبَاهُ -أَوْ قَالَ أَبَوَيْهِ-، فَيَأْخُذُ بِثَوْبِهِ -أَوْ قَالَ بِيَدِهِ-، كَمَا آخُذُ أَنَا ‌بِصَنِفَةِ ‌ثَوْبِكَ ‌هَذَا، فَلَا يَتَنَاهَى -أَوْ قَالَ فَلَا يَنْتَهِي- حَتَّى يُدْخِلَهُ اللهُ وَأَبَاهُ الْجَنَّةَ”.“Anak-anak kaum muslimin akan menjadi penghuni surga. Ia akan menyambut kedatangan orangtuanya. Lalu memegangi baju orang tuanya atau tangannya, seperti sekarang aku memegangi bajumu. Ia tidak akan melepas pegangan itu, hingga Allah berkenan memasukkannya dan orang tuanya ke surga”. HR. Muslim.Tentu keutamaan di atas ada syaratnya. Antara lain, orang tua menghadapi ujian tersebut dengan kesabaran. Juga syafaat diberikan hanya kepada orang tua yang tidak berbuat kesyirikan.“إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: “قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟” فَيَقُولُونَ: “حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ”، فَيَقُولُ اللَّهُ: “ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ”.“Jika salah satu anak manusia meninggal, maka Allah akan bertanya kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. “Ya” jawab mereka. “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”. Mereka menjawab lagi, “Ya”. “Apa yang diucapkan hamba-Ku?”. “Ia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!”. Maka Allah pun berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah dengan rumah pujian!”. HR. Tirmidzy dari Abu Musa radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Tirmidzy dan al-Albany.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Dzulqa’dah 1443 / 20 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 69-76). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165SAAT KEHILANGAN BUAH HATITidak ada orang tua yang berharap kehilangan buah hatinya. Namun Allah ta’ala mampu menakdirkan apapun yang dikehendaki-Nya. Tentu di balik ujian itu terkandung banyak hikmah kebaikan. Jika ada manusia yang berhak terbebas dari ujian, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lah orangnya. Sebab beliau manusia yang paling dicintai Allah. Tapi ternyata beliaupun mengalami berbagai macam ujian. Salah satunya adalah kehilangan buah hati.Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Suatu hari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menunggui Ibrahim putra beliau yang sedang dalam sakaratul maut. Maka bercucuranlah air matanya. Abdurrahman bin Auf berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Wahai Abdurrahman ini adalah kasih sayang”. Lalu beliau kembali meneteskan air matanya dan bersabda,“إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلَا نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ ‌يَا ‌إِبْرَاهِيمُ ‌لَمَحْزُونُونَ”“Sesungguhnya mata boleh menangis dan hati boleh bersedih. Namun kita tidak boleh mengucapkan kata-kata kecuali yang diridhai oleh Allah. Sungguh kami merasa sangat sedih berpisah denganmu wahai Ibrahim”. HR Bukhari.Hadits di atas memberikan pelajaran bahwa bersedih dan menangis saat kehilangan buah hati adalah hal manusiawi. Namun yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh melakukan perbuatan dan mengucapkan kata-kata yang mendatangkan kemurkaan Allah.Di antara faktor terbesar yang bisa menghibur diri akibat kehilangan buah hati adalah janji pahala kelak di akhirat. Yakni berupa syafaat anak untuk orang tuanya. Abu Hassan rahimahullah menuturkan bahwa beliau curhat kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Dua anakku meninggal dunia. Mohon engkau berkenan menyampaikan padaku hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menghibur diri atas kehilangan ini”. Beliau menjawab, “Ya”.“صِغَارُهُمْ دَعَامِيصُ الْجَنَّةِ يَتَلَقَّى أَحَدُهُمْ أَبَاهُ -أَوْ قَالَ أَبَوَيْهِ-، فَيَأْخُذُ بِثَوْبِهِ -أَوْ قَالَ بِيَدِهِ-، كَمَا آخُذُ أَنَا ‌بِصَنِفَةِ ‌ثَوْبِكَ ‌هَذَا، فَلَا يَتَنَاهَى -أَوْ قَالَ فَلَا يَنْتَهِي- حَتَّى يُدْخِلَهُ اللهُ وَأَبَاهُ الْجَنَّةَ”.“Anak-anak kaum muslimin akan menjadi penghuni surga. Ia akan menyambut kedatangan orangtuanya. Lalu memegangi baju orang tuanya atau tangannya, seperti sekarang aku memegangi bajumu. Ia tidak akan melepas pegangan itu, hingga Allah berkenan memasukkannya dan orang tuanya ke surga”. HR. Muslim.Tentu keutamaan di atas ada syaratnya. Antara lain, orang tua menghadapi ujian tersebut dengan kesabaran. Juga syafaat diberikan hanya kepada orang tua yang tidak berbuat kesyirikan.“إِذَا مَاتَ وَلَدُ العَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: “قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟”، فَيَقُولُونَ: “نَعَمْ”، فَيَقُولُ: “مَاذَا قَالَ عَبْدِي؟” فَيَقُولُونَ: “حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ”، فَيَقُولُ اللَّهُ: “ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الجَنَّةِ، وَسَمُّوهُ بَيْتَ الحَمْدِ”.“Jika salah satu anak manusia meninggal, maka Allah akan bertanya kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. “Ya” jawab mereka. “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”. Mereka menjawab lagi, “Ya”. “Apa yang diucapkan hamba-Ku?”. “Ia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!”. Maka Allah pun berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namailah dengan rumah pujian!”. HR. Tirmidzy dari Abu Musa radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Tirmidzy dan al-Albany.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Dzulqa’dah 1443 / 20 Juni 2022Diringkas oleh Abdullah Zaen dari berbagai sumber. Antara lain: Islamic Parenting, karya Jamal Abdurrahman (hal. 69-76). Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 164 MENYUSUI ANAKNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 166 HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKTidak bisa dipungkiri bahwa pasangan suami istri yang normal, tentu sangat menantikan kehadiran anak pasca menikah. Itu sudah merupakan tabiat manusia normal. Pria berharap ada anak yang melanjutkan nasabnya. Wanita berharap bisa menyalurkan naluri keibuannya. Menimang, menyusui, merawat dan mengungkapkan perasaan sayangnya kepada anak.Manusia boleh berkehendak. Namun pada akhirnya, kehendak Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Dalam firman-Nya dijelaskan,“لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ”Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan anak laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa”. QS. Asy-Syura (42): 49-50.Realita yang termaktub di ayat di atas bahkan juga dialami oleh para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam. Nabi Luth ‘alaihissalam semua anaknya perempuan, beliau tidak memiliki anak laki-laki. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tidak memiliki anak perempuan, semua anaknya laki-laki. Nabi Adam ‘alaihissalam dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam_ dikaruniai anak laki-laki dan perempuan. Sedangkan Nabi Yahya ‘alaihissalam tidak dikaruniai anak. Lihat: Tafsîr al-Baghawiy (7/200) dan Tafsîr al-Qurthubiy (18/502).Jika para manusia istimewa tersebut di atas saja mengalami kondisi ini, apalagi manusia biasa.Ayat barusan ditutup dengan dua nama Allah: Al-‘Alîm (Maha Mengetahui) dan Al-Qadîr (Maha Kuasa). Ini menarik untuk kita renungkan. Bahwa Allah menakdirkan beragam macam kondisi orang tua dipandang dari sisi karunia anak; sebab Dia Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang berhak mendapat karunia tersebut dan siapa yang tidak. Selain itu Allah juga Maha Kuasa untuk menakdirkan kondisi yang berbeda-beda tersebut. Lihat: Tafsîr Ibn Katsîr (7/216).Keterangan di atas bukan untuk menghalangi manusia berikhtiar agar mempunyai anak. Selama ikhtiar itu dibenarkan agama. Namun untuk menjelaskan bahwa yang akan menentukan berhasil atau tidaknya ikhtiar tersebut adalah Allah ta’ala.Peluang Itu Tidak PunahTernyata tidak memiliki anak di dunia, bukan berarti tidak bisa memilikinya di akhirat. Yang penting ia adalah mukmin dan menjadi ahli surga. Hadits berikut menjelaskan,« المُؤْمِنُ إِذَا اشْتَهَى الوَلَدَ فِي الجَنَّةِ كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وَسِنُّهُ فِي سَاعَةٍ كَمَا يَشْتَهِي»“Seorang mukmin yang sangat ingin memiliki anak, di surga kelak ia bisa mengandungnya, melahirkannya dan tumbuh besar dalam sesaat, sesuai dengan yang ia inginkan”. HR. Tirmidziy dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Ini adalah satu bukti kebenaran firman Allah ta’ala,“وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ”Artinya: “Di dalamnya (surga) terdapat segala apa yang diinginkan hati dan indah (dipandang) mata, serta kalian kekal di dalamnya”. QS. Az-Zukhruf (43): 71.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1443 / 4 Juli 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATINext SAAT PANGGILAN ITU TIBA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 166 HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKTidak bisa dipungkiri bahwa pasangan suami istri yang normal, tentu sangat menantikan kehadiran anak pasca menikah. Itu sudah merupakan tabiat manusia normal. Pria berharap ada anak yang melanjutkan nasabnya. Wanita berharap bisa menyalurkan naluri keibuannya. Menimang, menyusui, merawat dan mengungkapkan perasaan sayangnya kepada anak.Manusia boleh berkehendak. Namun pada akhirnya, kehendak Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Dalam firman-Nya dijelaskan,“لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ”Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan anak laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa”. QS. Asy-Syura (42): 49-50.Realita yang termaktub di ayat di atas bahkan juga dialami oleh para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam. Nabi Luth ‘alaihissalam semua anaknya perempuan, beliau tidak memiliki anak laki-laki. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tidak memiliki anak perempuan, semua anaknya laki-laki. Nabi Adam ‘alaihissalam dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam_ dikaruniai anak laki-laki dan perempuan. Sedangkan Nabi Yahya ‘alaihissalam tidak dikaruniai anak. Lihat: Tafsîr al-Baghawiy (7/200) dan Tafsîr al-Qurthubiy (18/502).Jika para manusia istimewa tersebut di atas saja mengalami kondisi ini, apalagi manusia biasa.Ayat barusan ditutup dengan dua nama Allah: Al-‘Alîm (Maha Mengetahui) dan Al-Qadîr (Maha Kuasa). Ini menarik untuk kita renungkan. Bahwa Allah menakdirkan beragam macam kondisi orang tua dipandang dari sisi karunia anak; sebab Dia Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang berhak mendapat karunia tersebut dan siapa yang tidak. Selain itu Allah juga Maha Kuasa untuk menakdirkan kondisi yang berbeda-beda tersebut. Lihat: Tafsîr Ibn Katsîr (7/216).Keterangan di atas bukan untuk menghalangi manusia berikhtiar agar mempunyai anak. Selama ikhtiar itu dibenarkan agama. Namun untuk menjelaskan bahwa yang akan menentukan berhasil atau tidaknya ikhtiar tersebut adalah Allah ta’ala.Peluang Itu Tidak PunahTernyata tidak memiliki anak di dunia, bukan berarti tidak bisa memilikinya di akhirat. Yang penting ia adalah mukmin dan menjadi ahli surga. Hadits berikut menjelaskan,« المُؤْمِنُ إِذَا اشْتَهَى الوَلَدَ فِي الجَنَّةِ كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وَسِنُّهُ فِي سَاعَةٍ كَمَا يَشْتَهِي»“Seorang mukmin yang sangat ingin memiliki anak, di surga kelak ia bisa mengandungnya, melahirkannya dan tumbuh besar dalam sesaat, sesuai dengan yang ia inginkan”. HR. Tirmidziy dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Ini adalah satu bukti kebenaran firman Allah ta’ala,“وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ”Artinya: “Di dalamnya (surga) terdapat segala apa yang diinginkan hati dan indah (dipandang) mata, serta kalian kekal di dalamnya”. QS. Az-Zukhruf (43): 71.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1443 / 4 Juli 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATINext SAAT PANGGILAN ITU TIBA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 166 HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKTidak bisa dipungkiri bahwa pasangan suami istri yang normal, tentu sangat menantikan kehadiran anak pasca menikah. Itu sudah merupakan tabiat manusia normal. Pria berharap ada anak yang melanjutkan nasabnya. Wanita berharap bisa menyalurkan naluri keibuannya. Menimang, menyusui, merawat dan mengungkapkan perasaan sayangnya kepada anak.Manusia boleh berkehendak. Namun pada akhirnya, kehendak Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Dalam firman-Nya dijelaskan,“لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ”Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan anak laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa”. QS. Asy-Syura (42): 49-50.Realita yang termaktub di ayat di atas bahkan juga dialami oleh para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam. Nabi Luth ‘alaihissalam semua anaknya perempuan, beliau tidak memiliki anak laki-laki. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tidak memiliki anak perempuan, semua anaknya laki-laki. Nabi Adam ‘alaihissalam dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam_ dikaruniai anak laki-laki dan perempuan. Sedangkan Nabi Yahya ‘alaihissalam tidak dikaruniai anak. Lihat: Tafsîr al-Baghawiy (7/200) dan Tafsîr al-Qurthubiy (18/502).Jika para manusia istimewa tersebut di atas saja mengalami kondisi ini, apalagi manusia biasa.Ayat barusan ditutup dengan dua nama Allah: Al-‘Alîm (Maha Mengetahui) dan Al-Qadîr (Maha Kuasa). Ini menarik untuk kita renungkan. Bahwa Allah menakdirkan beragam macam kondisi orang tua dipandang dari sisi karunia anak; sebab Dia Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang berhak mendapat karunia tersebut dan siapa yang tidak. Selain itu Allah juga Maha Kuasa untuk menakdirkan kondisi yang berbeda-beda tersebut. Lihat: Tafsîr Ibn Katsîr (7/216).Keterangan di atas bukan untuk menghalangi manusia berikhtiar agar mempunyai anak. Selama ikhtiar itu dibenarkan agama. Namun untuk menjelaskan bahwa yang akan menentukan berhasil atau tidaknya ikhtiar tersebut adalah Allah ta’ala.Peluang Itu Tidak PunahTernyata tidak memiliki anak di dunia, bukan berarti tidak bisa memilikinya di akhirat. Yang penting ia adalah mukmin dan menjadi ahli surga. Hadits berikut menjelaskan,« المُؤْمِنُ إِذَا اشْتَهَى الوَلَدَ فِي الجَنَّةِ كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وَسِنُّهُ فِي سَاعَةٍ كَمَا يَشْتَهِي»“Seorang mukmin yang sangat ingin memiliki anak, di surga kelak ia bisa mengandungnya, melahirkannya dan tumbuh besar dalam sesaat, sesuai dengan yang ia inginkan”. HR. Tirmidziy dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Ini adalah satu bukti kebenaran firman Allah ta’ala,“وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ”Artinya: “Di dalamnya (surga) terdapat segala apa yang diinginkan hati dan indah (dipandang) mata, serta kalian kekal di dalamnya”. QS. Az-Zukhruf (43): 71.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1443 / 4 Juli 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATINext SAAT PANGGILAN ITU TIBA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 166 HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKTidak bisa dipungkiri bahwa pasangan suami istri yang normal, tentu sangat menantikan kehadiran anak pasca menikah. Itu sudah merupakan tabiat manusia normal. Pria berharap ada anak yang melanjutkan nasabnya. Wanita berharap bisa menyalurkan naluri keibuannya. Menimang, menyusui, merawat dan mengungkapkan perasaan sayangnya kepada anak.Manusia boleh berkehendak. Namun pada akhirnya, kehendak Allah lah yang menentukan segala sesuatu. Dalam firman-Nya dijelaskan,“لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ”Artinya: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan anak laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa”. QS. Asy-Syura (42): 49-50.Realita yang termaktub di ayat di atas bahkan juga dialami oleh para Nabi dan Rasul ‘alaihimush shalatu was salam. Nabi Luth ‘alaihissalam semua anaknya perempuan, beliau tidak memiliki anak laki-laki. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tidak memiliki anak perempuan, semua anaknya laki-laki. Nabi Adam ‘alaihissalam dan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam_ dikaruniai anak laki-laki dan perempuan. Sedangkan Nabi Yahya ‘alaihissalam tidak dikaruniai anak. Lihat: Tafsîr al-Baghawiy (7/200) dan Tafsîr al-Qurthubiy (18/502).Jika para manusia istimewa tersebut di atas saja mengalami kondisi ini, apalagi manusia biasa.Ayat barusan ditutup dengan dua nama Allah: Al-‘Alîm (Maha Mengetahui) dan Al-Qadîr (Maha Kuasa). Ini menarik untuk kita renungkan. Bahwa Allah menakdirkan beragam macam kondisi orang tua dipandang dari sisi karunia anak; sebab Dia Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-Nya yang berhak mendapat karunia tersebut dan siapa yang tidak. Selain itu Allah juga Maha Kuasa untuk menakdirkan kondisi yang berbeda-beda tersebut. Lihat: Tafsîr Ibn Katsîr (7/216).Keterangan di atas bukan untuk menghalangi manusia berikhtiar agar mempunyai anak. Selama ikhtiar itu dibenarkan agama. Namun untuk menjelaskan bahwa yang akan menentukan berhasil atau tidaknya ikhtiar tersebut adalah Allah ta’ala.Peluang Itu Tidak PunahTernyata tidak memiliki anak di dunia, bukan berarti tidak bisa memilikinya di akhirat. Yang penting ia adalah mukmin dan menjadi ahli surga. Hadits berikut menjelaskan,« المُؤْمِنُ إِذَا اشْتَهَى الوَلَدَ فِي الجَنَّةِ كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وَسِنُّهُ فِي سَاعَةٍ كَمَا يَشْتَهِي»“Seorang mukmin yang sangat ingin memiliki anak, di surga kelak ia bisa mengandungnya, melahirkannya dan tumbuh besar dalam sesaat, sesuai dengan yang ia inginkan”. HR. Tirmidziy dari Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.Ini adalah satu bukti kebenaran firman Allah ta’ala,“وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأنْفُسُ وَتَلَذُّ الأعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ”Artinya: “Di dalamnya (surga) terdapat segala apa yang diinginkan hati dan indah (dipandang) mata, serta kalian kekal di dalamnya”. QS. Az-Zukhruf (43): 71.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1443 / 4 Juli 2022Artikel: tunasilmu.com Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 165 SAAT KEHILANGAN BUAH HATINext SAAT PANGGILAN ITU TIBA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

SAAT PANGGILAN ITU TIBA

SAAT PANGGILAN ITU TIBAKetika adzan dikumandangkan, tinggalkan seluruh aktivitas sepenting apapun. Entah itu meeting dengan rekan bisnis, belajar agama, bekerja di sawah atau memasak di dapur. Tinggalkan itu semua!Apalagi bila aktivitas itu tidak penting. Semisal bermain gadget, menonton televisi atau ngobrol ngalor ngidul. Segera penuhi panggilan Allah; hayya ‘alash shalâh (mari tunaikan shalat).Ketahuilah bahwa seluruh aktivitas akan terasa kecil, bila muadzin telah mengumandangkan Allahu akbar Allahu akbar (Allah Maha besar, Allah maha besar).Singkirkan selimut tebal, tinggalkan kasur empuk, lawan rasa kantuk, sucikan tubuh dengan basuhan air wudhu dan bergegaslah memenuhi panggilan Sang Penguasa alam semesta. Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

SAAT PANGGILAN ITU TIBA

SAAT PANGGILAN ITU TIBAKetika adzan dikumandangkan, tinggalkan seluruh aktivitas sepenting apapun. Entah itu meeting dengan rekan bisnis, belajar agama, bekerja di sawah atau memasak di dapur. Tinggalkan itu semua!Apalagi bila aktivitas itu tidak penting. Semisal bermain gadget, menonton televisi atau ngobrol ngalor ngidul. Segera penuhi panggilan Allah; hayya ‘alash shalâh (mari tunaikan shalat).Ketahuilah bahwa seluruh aktivitas akan terasa kecil, bila muadzin telah mengumandangkan Allahu akbar Allahu akbar (Allah Maha besar, Allah maha besar).Singkirkan selimut tebal, tinggalkan kasur empuk, lawan rasa kantuk, sucikan tubuh dengan basuhan air wudhu dan bergegaslah memenuhi panggilan Sang Penguasa alam semesta. Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
SAAT PANGGILAN ITU TIBAKetika adzan dikumandangkan, tinggalkan seluruh aktivitas sepenting apapun. Entah itu meeting dengan rekan bisnis, belajar agama, bekerja di sawah atau memasak di dapur. Tinggalkan itu semua!Apalagi bila aktivitas itu tidak penting. Semisal bermain gadget, menonton televisi atau ngobrol ngalor ngidul. Segera penuhi panggilan Allah; hayya ‘alash shalâh (mari tunaikan shalat).Ketahuilah bahwa seluruh aktivitas akan terasa kecil, bila muadzin telah mengumandangkan Allahu akbar Allahu akbar (Allah Maha besar, Allah maha besar).Singkirkan selimut tebal, tinggalkan kasur empuk, lawan rasa kantuk, sucikan tubuh dengan basuhan air wudhu dan bergegaslah memenuhi panggilan Sang Penguasa alam semesta. Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


SAAT PANGGILAN ITU TIBAKetika adzan dikumandangkan, tinggalkan seluruh aktivitas sepenting apapun. Entah itu meeting dengan rekan bisnis, belajar agama, bekerja di sawah atau memasak di dapur. Tinggalkan itu semua!Apalagi bila aktivitas itu tidak penting. Semisal bermain gadget, menonton televisi atau ngobrol ngalor ngidul. Segera penuhi panggilan Allah; hayya ‘alash shalâh (mari tunaikan shalat).Ketahuilah bahwa seluruh aktivitas akan terasa kecil, bila muadzin telah mengumandangkan Allahu akbar Allahu akbar (Allah Maha besar, Allah maha besar).Singkirkan selimut tebal, tinggalkan kasur empuk, lawan rasa kantuk, sucikan tubuh dengan basuhan air wudhu dan bergegaslah memenuhi panggilan Sang Penguasa alam semesta. Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 166 – HIBURAN BAGI YANG TIDAK DIKARUNIAI ANAKNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 188DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETUJUH:Membaca Surat al-Kafirun sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 109. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil Landasanعَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنَوْفَلٍ: “اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ”.Dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada Naufal, “Bacalah “Qul yâ ayyuhal kâfirûn” (Surat al-Kafirun). Lalu tidurlah sesudah engkau selesai membacanya. Sungguh itu adalah bentuk berlepas diri dari kesyirikan”. HR. Abu Dawud (no. 5055). Isnâd hadits ini dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 2121) dan Ibn Hajar.Renungan KandunganTema umum surat mulia ini adalah: pemaparan prinsip barâ’ah (penolakan, berlepas diri) dari kekufuran dan para penganutnya. Serta penegasan akan tamâyuz (diferensiasi, pembedaan) total antara Islam dengan kesyirikan.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Di dalam al-Qur’an tidak ada yang lebih menjengkelkan dan dibenci Iblis, dibanding surat al-Kafirun. Karena isinya adalah tauhid dan penolakan terhadap syirik”.Ayat-ayat surat al-Kafirun datang untuk mempertegas tema umum surat mulia ini. Karena tema tersebut sangat urgen dan prinsipil, maka didukunglah dengan berbagai penegasan berikut:Penegasan pertama: Di ayat ke-1, Allah ta’ala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan panggilan “Yâ ayyuhal kâfirûn” (Wahai orang-orang kafir). Padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang ‘blak-blakan’ semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah khitâb (sapaan) semacam “Yâ ayyuhan nâs” (Wahai sekalian manusia) dan semisalnya.Penegasan kedua: Pada ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ dan ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka—dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang masa—bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali) menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.Penegasan ketiga: Di ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Allah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Di mana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek peribadatan kepada Allah, sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.Sebab tidak ada manfaatnya untuk mereka, ikut-ikutan menjalankan praktek peribadatan Islam, selama mereka belum memegang kunci masuk Islam, yakni syahadat.Penegasan keempat: Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga di atas dengan melakukan pengulangan ayat. Di mana kandungan makna ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ diulang dalam ayat ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ dengan sedikit perubahan redaksi nash. Sedang ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ diulang dalam ayat ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dengan redaksi nash yang sama persis.Adanya pengulangan ini merupakan peniadaan atas realitas, sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh; yang mencakup semua waktu; yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya. Serta mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.Penegasan kelima: Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal di atas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ’Lakum diinukum wa liya diin’ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Di mana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya. Jika Islam ya Islam tanpa boleh dicampur dengan unsur-unsur agama lainnya. Demikian pula sebaliknya. Ayat ini juga memupus harapan orang-orang kafir yang menginginkan kita untuk mengikuti dan terlibat dalam peribadatan-peribadatan mereka.Pluralitas Yes, Pluralisme NoPluralisme agama adalah: suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.Istilah yang mirip dengan “pluralisme agama” namun berbeda maknanya adalah “pluralitas agama”. Term kedua ini bermakna: sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.Islam adalah agama yang sejak awal mengakui keberagaman. Salah satu aplikasi nyatanya adalah konsep “tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam”. Karena itu, kaum Muslim dilarang keras memaksa orang lain memeluk Islam, meskipun kaum Muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam. Bahkan, kaum Muslim diwajibkan menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya yang belum masuk Islam. Sejarah Islam membuktikan bagaimana tingginya sikap toleran kaum Muslim terhadap pemeluk agama lain.Namun, dalam konsepsi Islam adalah mustahil untuk menyatakan bahwa semua agama, paham, atau isme adalah benar dan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan. Sebab faktanya, begitu banyak agama yang jelas-jelas salah dalam pandangan Islam. Maka, ada perbedaan mendasar antara mengakui “adanya keberagaman agama” dengan “mengakui kebenaran semua agama”. Yang pertama bisa dikatakan sebagai mengakui Pluralitas Agama, sedangkan yang kedua adalah mengakui Pluralitas Agama. Islam mengakui adanya perbedaan dan keberagaman, tetapi jelas tidak mengakui bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah dan benar menuju Tuhan yang satu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulqa’dah 1443 / 27 Juni 2022 Post navigation Previous SAAT PANGGILAN ITU TIBANext Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 188DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETUJUH:Membaca Surat al-Kafirun sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 109. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil Landasanعَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنَوْفَلٍ: “اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ”.Dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada Naufal, “Bacalah “Qul yâ ayyuhal kâfirûn” (Surat al-Kafirun). Lalu tidurlah sesudah engkau selesai membacanya. Sungguh itu adalah bentuk berlepas diri dari kesyirikan”. HR. Abu Dawud (no. 5055). Isnâd hadits ini dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 2121) dan Ibn Hajar.Renungan KandunganTema umum surat mulia ini adalah: pemaparan prinsip barâ’ah (penolakan, berlepas diri) dari kekufuran dan para penganutnya. Serta penegasan akan tamâyuz (diferensiasi, pembedaan) total antara Islam dengan kesyirikan.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Di dalam al-Qur’an tidak ada yang lebih menjengkelkan dan dibenci Iblis, dibanding surat al-Kafirun. Karena isinya adalah tauhid dan penolakan terhadap syirik”.Ayat-ayat surat al-Kafirun datang untuk mempertegas tema umum surat mulia ini. Karena tema tersebut sangat urgen dan prinsipil, maka didukunglah dengan berbagai penegasan berikut:Penegasan pertama: Di ayat ke-1, Allah ta’ala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan panggilan “Yâ ayyuhal kâfirûn” (Wahai orang-orang kafir). Padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang ‘blak-blakan’ semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah khitâb (sapaan) semacam “Yâ ayyuhan nâs” (Wahai sekalian manusia) dan semisalnya.Penegasan kedua: Pada ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ dan ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka—dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang masa—bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali) menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.Penegasan ketiga: Di ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Allah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Di mana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek peribadatan kepada Allah, sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.Sebab tidak ada manfaatnya untuk mereka, ikut-ikutan menjalankan praktek peribadatan Islam, selama mereka belum memegang kunci masuk Islam, yakni syahadat.Penegasan keempat: Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga di atas dengan melakukan pengulangan ayat. Di mana kandungan makna ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ diulang dalam ayat ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ dengan sedikit perubahan redaksi nash. Sedang ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ diulang dalam ayat ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dengan redaksi nash yang sama persis.Adanya pengulangan ini merupakan peniadaan atas realitas, sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh; yang mencakup semua waktu; yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya. Serta mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.Penegasan kelima: Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal di atas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ’Lakum diinukum wa liya diin’ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Di mana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya. Jika Islam ya Islam tanpa boleh dicampur dengan unsur-unsur agama lainnya. Demikian pula sebaliknya. Ayat ini juga memupus harapan orang-orang kafir yang menginginkan kita untuk mengikuti dan terlibat dalam peribadatan-peribadatan mereka.Pluralitas Yes, Pluralisme NoPluralisme agama adalah: suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.Istilah yang mirip dengan “pluralisme agama” namun berbeda maknanya adalah “pluralitas agama”. Term kedua ini bermakna: sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.Islam adalah agama yang sejak awal mengakui keberagaman. Salah satu aplikasi nyatanya adalah konsep “tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam”. Karena itu, kaum Muslim dilarang keras memaksa orang lain memeluk Islam, meskipun kaum Muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam. Bahkan, kaum Muslim diwajibkan menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya yang belum masuk Islam. Sejarah Islam membuktikan bagaimana tingginya sikap toleran kaum Muslim terhadap pemeluk agama lain.Namun, dalam konsepsi Islam adalah mustahil untuk menyatakan bahwa semua agama, paham, atau isme adalah benar dan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan. Sebab faktanya, begitu banyak agama yang jelas-jelas salah dalam pandangan Islam. Maka, ada perbedaan mendasar antara mengakui “adanya keberagaman agama” dengan “mengakui kebenaran semua agama”. Yang pertama bisa dikatakan sebagai mengakui Pluralitas Agama, sedangkan yang kedua adalah mengakui Pluralitas Agama. Islam mengakui adanya perbedaan dan keberagaman, tetapi jelas tidak mengakui bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah dan benar menuju Tuhan yang satu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulqa’dah 1443 / 27 Juni 2022 Post navigation Previous SAAT PANGGILAN ITU TIBANext Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 188DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETUJUH:Membaca Surat al-Kafirun sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 109. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil Landasanعَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنَوْفَلٍ: “اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ”.Dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada Naufal, “Bacalah “Qul yâ ayyuhal kâfirûn” (Surat al-Kafirun). Lalu tidurlah sesudah engkau selesai membacanya. Sungguh itu adalah bentuk berlepas diri dari kesyirikan”. HR. Abu Dawud (no. 5055). Isnâd hadits ini dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 2121) dan Ibn Hajar.Renungan KandunganTema umum surat mulia ini adalah: pemaparan prinsip barâ’ah (penolakan, berlepas diri) dari kekufuran dan para penganutnya. Serta penegasan akan tamâyuz (diferensiasi, pembedaan) total antara Islam dengan kesyirikan.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Di dalam al-Qur’an tidak ada yang lebih menjengkelkan dan dibenci Iblis, dibanding surat al-Kafirun. Karena isinya adalah tauhid dan penolakan terhadap syirik”.Ayat-ayat surat al-Kafirun datang untuk mempertegas tema umum surat mulia ini. Karena tema tersebut sangat urgen dan prinsipil, maka didukunglah dengan berbagai penegasan berikut:Penegasan pertama: Di ayat ke-1, Allah ta’ala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan panggilan “Yâ ayyuhal kâfirûn” (Wahai orang-orang kafir). Padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang ‘blak-blakan’ semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah khitâb (sapaan) semacam “Yâ ayyuhan nâs” (Wahai sekalian manusia) dan semisalnya.Penegasan kedua: Pada ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ dan ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka—dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang masa—bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali) menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.Penegasan ketiga: Di ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Allah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Di mana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek peribadatan kepada Allah, sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.Sebab tidak ada manfaatnya untuk mereka, ikut-ikutan menjalankan praktek peribadatan Islam, selama mereka belum memegang kunci masuk Islam, yakni syahadat.Penegasan keempat: Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga di atas dengan melakukan pengulangan ayat. Di mana kandungan makna ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ diulang dalam ayat ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ dengan sedikit perubahan redaksi nash. Sedang ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ diulang dalam ayat ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dengan redaksi nash yang sama persis.Adanya pengulangan ini merupakan peniadaan atas realitas, sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh; yang mencakup semua waktu; yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya. Serta mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.Penegasan kelima: Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal di atas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ’Lakum diinukum wa liya diin’ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Di mana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya. Jika Islam ya Islam tanpa boleh dicampur dengan unsur-unsur agama lainnya. Demikian pula sebaliknya. Ayat ini juga memupus harapan orang-orang kafir yang menginginkan kita untuk mengikuti dan terlibat dalam peribadatan-peribadatan mereka.Pluralitas Yes, Pluralisme NoPluralisme agama adalah: suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.Istilah yang mirip dengan “pluralisme agama” namun berbeda maknanya adalah “pluralitas agama”. Term kedua ini bermakna: sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.Islam adalah agama yang sejak awal mengakui keberagaman. Salah satu aplikasi nyatanya adalah konsep “tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam”. Karena itu, kaum Muslim dilarang keras memaksa orang lain memeluk Islam, meskipun kaum Muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam. Bahkan, kaum Muslim diwajibkan menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya yang belum masuk Islam. Sejarah Islam membuktikan bagaimana tingginya sikap toleran kaum Muslim terhadap pemeluk agama lain.Namun, dalam konsepsi Islam adalah mustahil untuk menyatakan bahwa semua agama, paham, atau isme adalah benar dan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan. Sebab faktanya, begitu banyak agama yang jelas-jelas salah dalam pandangan Islam. Maka, ada perbedaan mendasar antara mengakui “adanya keberagaman agama” dengan “mengakui kebenaran semua agama”. Yang pertama bisa dikatakan sebagai mengakui Pluralitas Agama, sedangkan yang kedua adalah mengakui Pluralitas Agama. Islam mengakui adanya perbedaan dan keberagaman, tetapi jelas tidak mengakui bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah dan benar menuju Tuhan yang satu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulqa’dah 1443 / 27 Juni 2022 Post navigation Previous SAAT PANGGILAN ITU TIBANext Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 188DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Pada beberapa pertemuan lalu, kita telah mengkaji berbagai bacaan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum tidur. Berikut kelanjutannya:BACAAN KETUJUH:Membaca Surat al-Kafirun sebanyak satu kali. Nomor urut surat ini dalam mushaf al-Qur’an adalah nomor 109. Terletak di juz 30. Jumlah ayatnya sebanyak 6 ayat.Dalil Landasanعَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِنَوْفَلٍ: “اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنْ الشِّرْكِ”.Dari Farwah bin Naufal, dari ayahnya, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada Naufal, “Bacalah “Qul yâ ayyuhal kâfirûn” (Surat al-Kafirun). Lalu tidurlah sesudah engkau selesai membacanya. Sungguh itu adalah bentuk berlepas diri dari kesyirikan”. HR. Abu Dawud (no. 5055). Isnâd hadits ini dinilai sahih oleh al-Hâkim (No. 2121) dan Ibn Hajar.Renungan KandunganTema umum surat mulia ini adalah: pemaparan prinsip barâ’ah (penolakan, berlepas diri) dari kekufuran dan para penganutnya. Serta penegasan akan tamâyuz (diferensiasi, pembedaan) total antara Islam dengan kesyirikan.Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma menerangkan, “Di dalam al-Qur’an tidak ada yang lebih menjengkelkan dan dibenci Iblis, dibanding surat al-Kafirun. Karena isinya adalah tauhid dan penolakan terhadap syirik”.Ayat-ayat surat al-Kafirun datang untuk mempertegas tema umum surat mulia ini. Karena tema tersebut sangat urgen dan prinsipil, maka didukunglah dengan berbagai penegasan berikut:Penegasan pertama: Di ayat ke-1, Allah ta’ala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memanggil orang-orang kafir dengan panggilan “Yâ ayyuhal kâfirûn” (Wahai orang-orang kafir). Padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang ‘blak-blakan’ semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah khitâb (sapaan) semacam “Yâ ayyuhan nâs” (Wahai sekalian manusia) dan semisalnya.Penegasan kedua: Pada ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ dan ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka—dan tentu sekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang masa—bahwa beliau (begitu pula ummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali) menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.Penegasan ketiga: Di ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dan ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ Allah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir pada hakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Di mana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek peribadatan kepada Allah, sementara mereka masih berada dalam kekafirannya. Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudah masuk ke dalam agama Islam.Sebab tidak ada manfaatnya untuk mereka, ikut-ikutan menjalankan praktek peribadatan Islam, selama mereka belum memegang kunci masuk Islam, yakni syahadat.Penegasan keempat: Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga di atas dengan melakukan pengulangan ayat. Di mana kandungan makna ayat ke-2 لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ diulang dalam ayat ke-4 وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ dengan sedikit perubahan redaksi nash. Sedang ayat ke-3 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ diulang dalam ayat ke-5 وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ dengan redaksi nash yang sama persis.Adanya pengulangan ini merupakan peniadaan atas realitas, sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh; yang mencakup semua waktu; yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya. Serta mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.Penegasan kelima: Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal di atas dengan penegasan terakhir dalam firman-Nya: ’Lakum diinukum wa liya diin’ (Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Di mana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah penegasan sikap atas tidak bolehnya pencampuran antara agama Islam dan agama lainnya. Jika Islam ya Islam tanpa boleh dicampur dengan unsur-unsur agama lainnya. Demikian pula sebaliknya. Ayat ini juga memupus harapan orang-orang kafir yang menginginkan kita untuk mengikuti dan terlibat dalam peribadatan-peribadatan mereka.Pluralitas Yes, Pluralisme NoPluralisme agama adalah: suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.Istilah yang mirip dengan “pluralisme agama” namun berbeda maknanya adalah “pluralitas agama”. Term kedua ini bermakna: sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.Islam adalah agama yang sejak awal mengakui keberagaman. Salah satu aplikasi nyatanya adalah konsep “tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam”. Karena itu, kaum Muslim dilarang keras memaksa orang lain memeluk Islam, meskipun kaum Muslim diwajibkan menyampaikan dakwah Islam. Bahkan, kaum Muslim diwajibkan menghormati dan berbuat baik kepada orang tuanya yang belum masuk Islam. Sejarah Islam membuktikan bagaimana tingginya sikap toleran kaum Muslim terhadap pemeluk agama lain.Namun, dalam konsepsi Islam adalah mustahil untuk menyatakan bahwa semua agama, paham, atau isme adalah benar dan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan. Sebab faktanya, begitu banyak agama yang jelas-jelas salah dalam pandangan Islam. Maka, ada perbedaan mendasar antara mengakui “adanya keberagaman agama” dengan “mengakui kebenaran semua agama”. Yang pertama bisa dikatakan sebagai mengakui Pluralitas Agama, sedangkan yang kedua adalah mengakui Pluralitas Agama. Islam mengakui adanya perbedaan dan keberagaman, tetapi jelas tidak mengakui bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah dan benar menuju Tuhan yang satu.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Dzulqa’dah 1443 / 27 Juni 2022 Post navigation Previous SAAT PANGGILAN ITU TIBANext Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H

Purbalingga – Hari ini Pondok Pesantren Tunas Ilmu telah mengadakan kegiatan sholat Idul Adha di Masjid Manarul Ilmi Kedungwuluh Purbalingga. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad 10 Juli 2022 M atau yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H.Dilaksanakan di kompleks Masjid Manarul Ilmi, karena sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Desa beserta jajaran dan tokoh masyarakat, yang isinya, pelaksaaan sholat Idul Adha di masjid masing-masing tidak dilapangan, dan dilaksanakan serentak pada hari Ahad.Adapun yang menjadi petugas khotib sekaligus imam yaitu Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma hafidzohullah dengan tema “Haji Hati”. Beliau menyampaikan dalam khutbahnya “jika kita belum berkesempatan untuk berhaji dengan fisik kita hari ini, sungguh peluang untuk berhaji dengan hati kita terbuka lebar di hadapan kita kapanpun dan dimanapun. Mari jangan sia-sia kan luasnya rahmat Allah tersebut, dengan cara sekurang kurangnya ada 3 poin; niat yang tulus, serius beribadah, dan selalu berdoa kepada Allah azza wa jalla”Pelaksaan sholat Idul Adha di masjid Manarul Ilmi ramai dihadiri oleh jamaah ikhwan maupun akhwat yang antusias untuk mengikuti serangkaian ibadah Idul Adha.Selain itu, juga akan diadakan Pemotongan hewan Qurban yang akan dilaksanakan esok hari, yaitu pada hari Senin, 11 Juli 2022 M atau yang berepatan pada tanggal 11 Dzulhijjah 1443 H. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Next Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 H

Purbalingga – Hari ini Pondok Pesantren Tunas Ilmu telah mengadakan kegiatan sholat Idul Adha di Masjid Manarul Ilmi Kedungwuluh Purbalingga. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad 10 Juli 2022 M atau yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H.Dilaksanakan di kompleks Masjid Manarul Ilmi, karena sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Desa beserta jajaran dan tokoh masyarakat, yang isinya, pelaksaaan sholat Idul Adha di masjid masing-masing tidak dilapangan, dan dilaksanakan serentak pada hari Ahad.Adapun yang menjadi petugas khotib sekaligus imam yaitu Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma hafidzohullah dengan tema “Haji Hati”. Beliau menyampaikan dalam khutbahnya “jika kita belum berkesempatan untuk berhaji dengan fisik kita hari ini, sungguh peluang untuk berhaji dengan hati kita terbuka lebar di hadapan kita kapanpun dan dimanapun. Mari jangan sia-sia kan luasnya rahmat Allah tersebut, dengan cara sekurang kurangnya ada 3 poin; niat yang tulus, serius beribadah, dan selalu berdoa kepada Allah azza wa jalla”Pelaksaan sholat Idul Adha di masjid Manarul Ilmi ramai dihadiri oleh jamaah ikhwan maupun akhwat yang antusias untuk mengikuti serangkaian ibadah Idul Adha.Selain itu, juga akan diadakan Pemotongan hewan Qurban yang akan dilaksanakan esok hari, yaitu pada hari Senin, 11 Juli 2022 M atau yang berepatan pada tanggal 11 Dzulhijjah 1443 H. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Next Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga – Hari ini Pondok Pesantren Tunas Ilmu telah mengadakan kegiatan sholat Idul Adha di Masjid Manarul Ilmi Kedungwuluh Purbalingga. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad 10 Juli 2022 M atau yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H.Dilaksanakan di kompleks Masjid Manarul Ilmi, karena sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Desa beserta jajaran dan tokoh masyarakat, yang isinya, pelaksaaan sholat Idul Adha di masjid masing-masing tidak dilapangan, dan dilaksanakan serentak pada hari Ahad.Adapun yang menjadi petugas khotib sekaligus imam yaitu Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma hafidzohullah dengan tema “Haji Hati”. Beliau menyampaikan dalam khutbahnya “jika kita belum berkesempatan untuk berhaji dengan fisik kita hari ini, sungguh peluang untuk berhaji dengan hati kita terbuka lebar di hadapan kita kapanpun dan dimanapun. Mari jangan sia-sia kan luasnya rahmat Allah tersebut, dengan cara sekurang kurangnya ada 3 poin; niat yang tulus, serius beribadah, dan selalu berdoa kepada Allah azza wa jalla”Pelaksaan sholat Idul Adha di masjid Manarul Ilmi ramai dihadiri oleh jamaah ikhwan maupun akhwat yang antusias untuk mengikuti serangkaian ibadah Idul Adha.Selain itu, juga akan diadakan Pemotongan hewan Qurban yang akan dilaksanakan esok hari, yaitu pada hari Senin, 11 Juli 2022 M atau yang berepatan pada tanggal 11 Dzulhijjah 1443 H. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Next Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga – Hari ini Pondok Pesantren Tunas Ilmu telah mengadakan kegiatan sholat Idul Adha di Masjid Manarul Ilmi Kedungwuluh Purbalingga. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad 10 Juli 2022 M atau yang bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H.Dilaksanakan di kompleks Masjid Manarul Ilmi, karena sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Desa beserta jajaran dan tokoh masyarakat, yang isinya, pelaksaaan sholat Idul Adha di masjid masing-masing tidak dilapangan, dan dilaksanakan serentak pada hari Ahad.Adapun yang menjadi petugas khotib sekaligus imam yaitu Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma hafidzohullah dengan tema “Haji Hati”. Beliau menyampaikan dalam khutbahnya “jika kita belum berkesempatan untuk berhaji dengan fisik kita hari ini, sungguh peluang untuk berhaji dengan hati kita terbuka lebar di hadapan kita kapanpun dan dimanapun. Mari jangan sia-sia kan luasnya rahmat Allah tersebut, dengan cara sekurang kurangnya ada 3 poin; niat yang tulus, serius beribadah, dan selalu berdoa kepada Allah azza wa jalla”Pelaksaan sholat Idul Adha di masjid Manarul Ilmi ramai dihadiri oleh jamaah ikhwan maupun akhwat yang antusias untuk mengikuti serangkaian ibadah Idul Adha.Selain itu, juga akan diadakan Pemotongan hewan Qurban yang akan dilaksanakan esok hari, yaitu pada hari Senin, 11 Juli 2022 M atau yang berepatan pada tanggal 11 Dzulhijjah 1443 H. Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 188: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-7Next Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H

Purbalingga – Pelaksanaan pemotongan hewan qurban pondok pesantren Tunas Ilmu dilaksanakan pada hari Senin, 11 Juli 2022 atau yang bertepatan pada tanggal 11 Dzullhijjah 1443 H di halaman gedung Griya Qur’an.. Pada hari sebelumnya, telah diadakan pelatihan penyembelihan hewan qurban yang disampaikan oleh ustadz Abdullah Zaen, Lc,. MA hafidzohullah Yang mana dalam pelatihan tersebut dijelaskan tentang keutamaan qurban, syarat menyembelih hewan qurban, tata cara menyembelih sampai tahapan dalam memproses hewan qurban.Untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban dimulai pada jam 05.30 WIB, oleh para santri yang dibantu oleh masyarakat sekitar dan dipandu oleh ustadz Bagus hafidzohullah.Adapun jumlah hewan qurban yang masuk berjumlah 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.Kegiatan pemotongan hewan qurban berjalan dengan lancar, sebagian santri mengatakan bahwa kegiatan qurban ini menjadi pengalaman pertama mereka untuk ikut terjun langsung menyembelih hewan qurban, “ini menjadi pengalaman pertama bagi ana untuk terjun langsung menyembelih hewan qurban, tentu ini menjadi bekal yang sangat penting ketika nanti terjun di masyarakat” ungkap salah seorang santri.Pelaksanaan pemotongan hewan qurban selesai pada pukul 10.30 WIB, daging dan hati yg sudah dipisah langsung diperiksa oleh pegawai dari Dinas Kesehatan berkaitan dengan ramainya virus PMK dan cacing hati. Alhamdulillah, semuanya terbebebas dari virus atau cacing tersebut.Setelah itu, tahapan pengemasan dan pendistribusian. Untuk jumlah penerima daging qurban sekitar 335 orang, terdiri dari para asatidz karyawan Tunas Ilmu, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Adapun untuk pengambilan daging qurban di stand yang telah disediakan di depan masjid Manarul Ilmi dengan menggunakan kupon yang sudah dibagikanSekian berita seputar qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu, kami sampaikan jazakumullah khairan kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan qurban ini, semoga menjadi penambah timbangan amal kebaikan di hari kiamat nanti. Amiin. Post navigation Previous Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 HNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu 1443 H

Purbalingga – Pelaksanaan pemotongan hewan qurban pondok pesantren Tunas Ilmu dilaksanakan pada hari Senin, 11 Juli 2022 atau yang bertepatan pada tanggal 11 Dzullhijjah 1443 H di halaman gedung Griya Qur’an.. Pada hari sebelumnya, telah diadakan pelatihan penyembelihan hewan qurban yang disampaikan oleh ustadz Abdullah Zaen, Lc,. MA hafidzohullah Yang mana dalam pelatihan tersebut dijelaskan tentang keutamaan qurban, syarat menyembelih hewan qurban, tata cara menyembelih sampai tahapan dalam memproses hewan qurban.Untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban dimulai pada jam 05.30 WIB, oleh para santri yang dibantu oleh masyarakat sekitar dan dipandu oleh ustadz Bagus hafidzohullah.Adapun jumlah hewan qurban yang masuk berjumlah 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.Kegiatan pemotongan hewan qurban berjalan dengan lancar, sebagian santri mengatakan bahwa kegiatan qurban ini menjadi pengalaman pertama mereka untuk ikut terjun langsung menyembelih hewan qurban, “ini menjadi pengalaman pertama bagi ana untuk terjun langsung menyembelih hewan qurban, tentu ini menjadi bekal yang sangat penting ketika nanti terjun di masyarakat” ungkap salah seorang santri.Pelaksanaan pemotongan hewan qurban selesai pada pukul 10.30 WIB, daging dan hati yg sudah dipisah langsung diperiksa oleh pegawai dari Dinas Kesehatan berkaitan dengan ramainya virus PMK dan cacing hati. Alhamdulillah, semuanya terbebebas dari virus atau cacing tersebut.Setelah itu, tahapan pengemasan dan pendistribusian. Untuk jumlah penerima daging qurban sekitar 335 orang, terdiri dari para asatidz karyawan Tunas Ilmu, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Adapun untuk pengambilan daging qurban di stand yang telah disediakan di depan masjid Manarul Ilmi dengan menggunakan kupon yang sudah dibagikanSekian berita seputar qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu, kami sampaikan jazakumullah khairan kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan qurban ini, semoga menjadi penambah timbangan amal kebaikan di hari kiamat nanti. Amiin. Post navigation Previous Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 HNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga – Pelaksanaan pemotongan hewan qurban pondok pesantren Tunas Ilmu dilaksanakan pada hari Senin, 11 Juli 2022 atau yang bertepatan pada tanggal 11 Dzullhijjah 1443 H di halaman gedung Griya Qur’an.. Pada hari sebelumnya, telah diadakan pelatihan penyembelihan hewan qurban yang disampaikan oleh ustadz Abdullah Zaen, Lc,. MA hafidzohullah Yang mana dalam pelatihan tersebut dijelaskan tentang keutamaan qurban, syarat menyembelih hewan qurban, tata cara menyembelih sampai tahapan dalam memproses hewan qurban.Untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban dimulai pada jam 05.30 WIB, oleh para santri yang dibantu oleh masyarakat sekitar dan dipandu oleh ustadz Bagus hafidzohullah.Adapun jumlah hewan qurban yang masuk berjumlah 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.Kegiatan pemotongan hewan qurban berjalan dengan lancar, sebagian santri mengatakan bahwa kegiatan qurban ini menjadi pengalaman pertama mereka untuk ikut terjun langsung menyembelih hewan qurban, “ini menjadi pengalaman pertama bagi ana untuk terjun langsung menyembelih hewan qurban, tentu ini menjadi bekal yang sangat penting ketika nanti terjun di masyarakat” ungkap salah seorang santri.Pelaksanaan pemotongan hewan qurban selesai pada pukul 10.30 WIB, daging dan hati yg sudah dipisah langsung diperiksa oleh pegawai dari Dinas Kesehatan berkaitan dengan ramainya virus PMK dan cacing hati. Alhamdulillah, semuanya terbebebas dari virus atau cacing tersebut.Setelah itu, tahapan pengemasan dan pendistribusian. Untuk jumlah penerima daging qurban sekitar 335 orang, terdiri dari para asatidz karyawan Tunas Ilmu, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Adapun untuk pengambilan daging qurban di stand yang telah disediakan di depan masjid Manarul Ilmi dengan menggunakan kupon yang sudah dibagikanSekian berita seputar qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu, kami sampaikan jazakumullah khairan kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan qurban ini, semoga menjadi penambah timbangan amal kebaikan di hari kiamat nanti. Amiin. Post navigation Previous Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 HNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Purbalingga – Pelaksanaan pemotongan hewan qurban pondok pesantren Tunas Ilmu dilaksanakan pada hari Senin, 11 Juli 2022 atau yang bertepatan pada tanggal 11 Dzullhijjah 1443 H di halaman gedung Griya Qur’an.. Pada hari sebelumnya, telah diadakan pelatihan penyembelihan hewan qurban yang disampaikan oleh ustadz Abdullah Zaen, Lc,. MA hafidzohullah Yang mana dalam pelatihan tersebut dijelaskan tentang keutamaan qurban, syarat menyembelih hewan qurban, tata cara menyembelih sampai tahapan dalam memproses hewan qurban.Untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban dimulai pada jam 05.30 WIB, oleh para santri yang dibantu oleh masyarakat sekitar dan dipandu oleh ustadz Bagus hafidzohullah.Adapun jumlah hewan qurban yang masuk berjumlah 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.Kegiatan pemotongan hewan qurban berjalan dengan lancar, sebagian santri mengatakan bahwa kegiatan qurban ini menjadi pengalaman pertama mereka untuk ikut terjun langsung menyembelih hewan qurban, “ini menjadi pengalaman pertama bagi ana untuk terjun langsung menyembelih hewan qurban, tentu ini menjadi bekal yang sangat penting ketika nanti terjun di masyarakat” ungkap salah seorang santri.Pelaksanaan pemotongan hewan qurban selesai pada pukul 10.30 WIB, daging dan hati yg sudah dipisah langsung diperiksa oleh pegawai dari Dinas Kesehatan berkaitan dengan ramainya virus PMK dan cacing hati. Alhamdulillah, semuanya terbebebas dari virus atau cacing tersebut.Setelah itu, tahapan pengemasan dan pendistribusian. Untuk jumlah penerima daging qurban sekitar 335 orang, terdiri dari para asatidz karyawan Tunas Ilmu, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Adapun untuk pengambilan daging qurban di stand yang telah disediakan di depan masjid Manarul Ilmi dengan menggunakan kupon yang sudah dibagikanSekian berita seputar qurban Pondok Pesantren Tunas Ilmu, kami sampaikan jazakumullah khairan kepada semua pihak yang ikut andil dalam kegiatan qurban ini, semoga menjadi penambah timbangan amal kebaikan di hari kiamat nanti. Amiin. Post navigation Previous Pelaksanaan Sholat Idul Adha Dan Kurban 1443 HNext Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 189: DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next