Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Mencuri HatiNext [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan

[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju Ramadhan Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #104: Anak dan Adab Meminta Izin bagian 1Next [VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-WahabNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab

Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab

Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Peka Menangkap PesanNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Bashir Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Peka Menangkap Pesan

Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Peka Menangkap Pesan

Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Karakter dan perilaku orang yang beriman seharusnya berbeda dengan orang yang tidak beriman. Sebab balasan yang akan Allah berikan kepada kedua golongan itu pun juga berbeda. Dalam sebuah ayat al-Qur’an diterangkan,“إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ . أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ”Artinya: “Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb mereka. Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang jahat (orang kafir)?”. QS. Al-Qalam (68): 34-35.Di antara ciri khas seorang mukmin yang tidak dimiliki orang kafir adalah: kepekaan dalam menangkap pesan dari Allah ta’ala. Cepat dan mudah memahaminya. Sebab mereka memiliki mati hati yang hidup dan aktif. Berbeda dengan kondisi orang kafir yang buta mata hatinya. Allah berfirman,“لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا“Artinya: “Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)”. QS. Al-A’raf (7): 179.Beragam Pesan AllahPerlu diketahui bahwa pesan-pesan Allah itu ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat. Ada yang tertulis dan ada pula yang terlihat. Ada yang berupa ayat-ayat syar’iyyah (al-Qur’an dan hadits), ada pula yang berupa ayat-ayat kauniyyah (alam semesta).“إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ”Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga pergantian malam dan siang, terdapat ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”. QS. Ali Imran (3): 190. Pahamilah Pesan Allah!Berbagai kejadian di alam semesta ini, apalagi musibah dan bencana yang datang bertubi-tubi, adalah merupakan peringatan dari Penguasa alam semesta ini. Kita sebagai hamba-Nya, harus bersikap tanggap dalam mencerna peringatan tersebut.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,“(1) لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. (2) وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. (3) وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. (4) وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. (5) وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ“.“(1). Apabila perbuatan zina dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, pasti akan merajalela di antara mereka penyakit tha’un (wabah penyakit menular) dan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak ada di zaman nenek moyang mereka. (2). Apabila mereka terbiasa mengurangi takaran dan timbangan, pasti mereka akan dihukum dengan paceklik, sulitnya bahan makanan dan kezaliman penguasa. (3). Apabila mereka menolak mengeluarkan zakat harta mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang ternak mereka tidak akan diberi hujan. (4). Apabila mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya, pasti Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka. Sehingga musuh itu merampas sebagian yang mereka miliki.(5). Apabila para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih apa yang diturunkan Allah, pasti Allah akan menimbulkan permusuhan ada di antara mereka.” HR. Ibn Majah dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Allah ta’ala juga mengingatkan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 16 Jumadal Ula 1439 H / 2 Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk BerdakwahNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Wahab Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mendengar kata “berdakwah”, kesan yang timbul di benak kebanyakan kita adalah sebuah aktivitas berat yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa. Sebagian dari anggapan ini perlu diluruskan. Memang betul, bahwa untuk berdakwah itu membutuhkan bekal yang cukup. Namun satu hal yang perlu diingat, bahwa untuk mencapai level tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar.Kita semua akan meninggalkan dunia yang fana ini. Setelah itu yang akan meneruskan perjalanan hidup ini adalah generasi putra-putri kita. Bila kita tidak persiapkan mereka dengan baik, bisa jadi masa depan negeri kita akan suram. Na’udzu billah min dzalik…Proses awal mengenalkan dakwah bisa dengan melibatkan anak dalam aktivitas dakwah secara langsung. Hal ini penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif, sehingga suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika Anda menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi atau seminar. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.Mengajak anak terlibat dakwah bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Ketika Anda harus bergegas pergi pagi-pagi untuk urusan dakwah misalnya, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Sehingga ketika Anda kembali rumah sudah rapi. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan Anda dalam dakwah. Dan anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan Anda di rumah.Cara lain yang juga penting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan menciptakan suasana dakwah di rumah. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling nasihat menasihati atau seringnya rumah dijadikan sebagai tempat aktivitas dakwah.Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi, Anda bisa menceritakan kepada anak-anak bagaimana kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Sampaikan kepada mereka bahwa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah. Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Mulai dari Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya, Thariq Bin Ziad penakluk Spanyol atau Muhammad al Fatih penakluk Konstantinopel. Cerita-cerita seperti ini pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk bersemangat dan berani berdakwah.Sesekali, penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Ketika tengah melihat tayangan di media elektronik atau membaca berita di media massa biasanya ada topik yang menarik. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Anda tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam. Kalau anak-anak belum memberikan respon, Anda bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Jangan lupa biasakan juga anak-anak diajak berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Mudah-mudahan kelak anak-anak benar-benar menjadi pengemban dakwah yang tangguh. Aamiin…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadal Awal 1438 / 20 Februari 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Peka Menangkap Pesan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #88: Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018

Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Update Pembangunan Masjid Menara Ilmu – Februari 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 129: Taubat Sebelum BerdoaNext [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: As Sami – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan

[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO] Pemanasan Pra Ramadhan Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Berkemas Menuju RamadhanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa? Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan dengan cukup gamblang bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Bahkan ada seratusan hadits lebih yang menerangkan hal itu. Jika demikian, lantas mengapa ada pertanyaan muncul, “Kapan tidak mengangkat tangan saat berdoa?”.Jawabnya: Sebab ada beberapa momen di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan ternyata beliau tidak mengangkat tangannya. Dalam kondisi seperti itu, maka kita pun hendaknya berusaha mencontoh beliau, dengan tidak mengangkat tangan di momen-momen tersebut.Di momen doa apa saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak angkat tangan? Antara lain:Pertama: Ketika shalatSebagaimana telah maklum bahwa di dalam shalat itu banyak doa yang kita panjatkan. Misalnya saat duduk di antara dua sujud, ketika sujud dan juga di tasyahud. Di berbagai momen tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. Maka hendaknya kita tidak mengangkat tangan saat itu, walaupun sedang berdoa. Sebab tidak ada tuntunannya.Dalam kitab al-Fatâwâ al-Fiqhiyyah al-Kubrâ, al-Haitamiy rahimahullah (w. 973 H) menjelaskan, “Mengangkat tangan disunnahkan di dalam setiap doa di luar shalat dan yang semisalnya”.Kedua: Saat khatib Jumat berdoaIni momen lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa dan tidak mengangkat tangannya. Banyak masyarakat yang belum tahu hal ini.Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam an-Nawawiy rahimahullah (w. 676 H) berkata, “Yang sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak mengangkat tangan (untuk berdo’a) saat berkhutbah”.Ini berlaku bagi khatib. Adapun para ma’mum, menurut pendapat yang insyaAllah lebih kuat, juga dianjurkan untuk mencontoh khatib tidak mengangkat tangan. Namun tetap mengamini doanya.Kecuali bila doa khatib berisikan permohonan hujan, maka saat itu baik khatib maupun makmum dianjurkan untuk mengangkat tangan.Sebagaimana diterangkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengangkat kedua tangannya pada seluruh doanya, kecuali saat doa istisqa’. Sungguh pada saat itu beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya”. HR. Bukhari dan Muslim.Jadi amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbahnya karena sebab khusus. Yaitu karena beristisqa’ atau meminta hujan. Apabila tidak ada sebab tersebut maka dikembalikan pada ketentuan awal, yaitu tidak mengangkat tangan saat berdoa dalam khutbah Jum’at. Wallahu a’lam bish shawab… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Rajab 1439 / 9 April 2018 Post navigation Previous [VIDEO] Pemanasan Pra RamadhanNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah disampaikan beberapa arahan global untuk membantu orang tua melakukan edukasi yang benar kepada anak tentang masalah pendidikan seksual. Berikut kelanjutannya:Keenam: Jelaskan hakikat mahramDi antara pelajaran yang perlu disampaikan kepada anak adalah tentang hakikat mahram. Mahram adalah kerabat yang haram dinikahi selamanya. Contohnya adalah:Ayah kandung, kakek kandung dan seterusnya ke atas.Bapak kandung suami (mertua), kakek kandung suami dan seterusnya ke atas.Anak kandung sendiri, anak kandung suami dan seterusnya ke bawah.Saudara kandung laki-laki, seayah atau seibu, anak-anak mereka dan seterusnya ke bawah.Anak saudara lelaki (keponakan) dan seterusnya ke bawah. Baik anak saudara kandung, seayah atau seibu.Anak saudara perempuan kandung, seayah atau seibu.Jelaskan dan perkenalkanlah kepada putra-putri kita siapa saja yang menjadi mahram mereka. Terangkan pula hukum-hukum yang berkaitan dengan mahram. Misalnya larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan tanpa didampingi mahramnya. Juga larangan bepergian jauh bagi kaum wanita tanda ditemani mahramnya. Dalam hadits sahih dijelaskan,عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ: سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: “لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ“.Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang wanita. Dan tidak boleh pula seorang wanita bepergian jauh, kecuali disertai mahramnya”. HR. Bukhari dan Muslim.Hendaklah sejak kecil ditanamkan dalam diri anak urgensi masalah ini. Juga bahaya besar yang timbul akibat mengabaikannya. Budaya pacaran yang merebak di kalangan muda-mudi, adalah salah satu akibat dari mengabaikan pendidikan tentang mahram sejak dini.Terangkan juga kepada mereka tentang bahaya zina yang mengepung kita dari berbagai penjuru. Sampaikan kepada mereka sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ““Allah telah menakdirkan bagi setiap manusia bagian dari zina yang tidak bisa ia hindari. Zinanya mata adalah melihat (hal yang haram). Zinanya lisan adalah berbicara (yang haram). Hati berangan-angan dan tertarik. Lalu kemaluanlah yang akan menjalankan zina tersebut atau tidak”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Dalam riwayat lain disebutkan, “Zinanya tangan adalah memegang (hal yang haram). Zinanya kaki adalah melangkah (menuju tempat terlarang)”. HR. Abu Dawud dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Sedangkan berdua-duaan antara lelaki dan perempuan tanpa didampingi mahram, adalah salah satu sarana terjadinya kejahatan zina.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Shafar 1439 / 23 Oktober 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #133: Kapan Tidak Angkat Tangan Saat Berdoa?Next 3 in 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

3 in 1

3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

3 in 1

3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


3 in 1Bismillah…Kami yakin hadits sahih berikut ini tidak asing buat Anda.Yakni hadits yang menceritakan tentang 3 kran pahala abadi. Yang tetap mengalirkan pahala, sekalipun kita semua telah meninggalkan dunia yang fana.Namun, mungkinkah hanya dengan melakukan 1 amalan, kita bisa meraih 3 kran pahala tersebut sekaligus?Ya insyaAllah!Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam pembangunan masjid pesantren. Sebab;(1) Sedekah pembangunannya akan menjadi amal jariyah.(2) Selain itu, di masjid tersebut akan dicetak anak-anak salih yang mendoakan orang tuanya.(3) Jangan lupa, di masjid itu pula diajarkan ilmu yang bermanfaat.Three in One!Tunggu apa lagi?Segera tanamkan investasi ukhrawi Anda dalam pembangunan masjid Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga dan fasilitas pendukungnya, melalui:Bank Muamalat IndonesiaNo Rek: 544 000 3080A.n: Yayasan Tunas Ilmu PurbalinggaKonfirmasi : 0821 3802 2771Update progress pembangunan : tunasilmu.comLejitkan kedermawanan Anda hingga puncaknya, mumpung lagi Ramadhan…Abdullah Zaen Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #102: Anak dan Pendidikan Seksual Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat Berdoa

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengangkat tangan saat berdoa. Namun bila riwayat-riwayat tersebut diperhatikan lebih teliti lagi, kita akan menemukan bahwa cara angkat tangan beliau ternyata tidak satu macam. Tergantung kondisi dan konten doanya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma mengklasifikasikannya menjadi tiga,“الْمَسْأَلَةُ أَنْ تَرْفَعَ يَدَيْكَ حَذْوَ مَنْكِبَيْكَ، أَوْ نَحْوَهُمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ أَنْ تُشِيرَ بِأُصْبُعٍ وَاحِدَةٍ، وَالِابْتِهَالُ أَنْ تَمُدَّ يَدَيْكَ جَمِيعًا““Al-Mas’alah: adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sebatas pundak atau sekitar itu. Al- Istighfar: adalah dengan satu jari yang menunjuk. Al-Ibtihal: adalah dengan menengadahkan tinggi kedua tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinyatakan sahih oleh adh-Dhiya’ al-Maqdisiy juga al-Albaniy.Jenis pertama: Al-Mas’alah. Merupakan jenis yang umumnya dilakukan dalam berdoa. Bentuk ini juga yang digunakan ketika membaca doa qunut dan pada beberapa rangkaian ibadah haji. Caranya dengan membuka kedua telapak tangan dan mengangkatnya sebatas pundak. Dalam hadits disebutkan,“إِذَا سَأَلْتُمُ اَللَّهَ فَاسْأَلُوهُ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا““Jika engkau meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tanganmu. Jangan dengan punggung tanganmu”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Namun para ulama berbeda pendapat mengenai detail caranya. Sebagian mereka mengatakan bahwa kedua telapak tangan yang dibuka ditempelkan antara keduanya.Jenis kedua: Al-Istighfar. Yaitu dengan mengangkat tangan kanan dan jari telunjuk menunjuk ke atas.Di antara momen dipraktekkannya cara ini adalah saat khatib Jumat berdoa di akhir khutbahnya. Dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama Ammarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan Ammarah berkata,“قَبَّحَ اللَّهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الْمُسَبِّحَةِ““Semoga Allah menghinakan kedua tangan itu. Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dari mengangkat tangannya seperti ini”. Lalu beliau mengacungkan jari telunjuk tangannya. HR. Muslim.Jenis ketiga: Al-Ibtihal. Yaitu dalam momen spesial yang sangat mendesak. Caranya mengangkat kedua tangan ke atas dengan sangat tinggi hingga terlihat warna ketiak. Di antara dalil dari jenis ini adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu ’anhu,“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ، وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ”“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, kecuali ketika istisqa. Beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya yang putih”. HR. Bukhari dan Muslim. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1439 / 23 April 2018 Post navigation Previous 3 in 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No 104: Anak dan Adab Meminta Ijin Bagian 1

Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 98 kita telah memaparkan bahwa salah satu konsep pendidikan seksual dalam Islam adalah mengajarkan pada anak adab meminta izin. Saat itu kita baru membahas hal tersebut secara global. Berikut rinciannya:Perlu diketahui bahwa berkaitan dengan masalah meminta izin, Islam membagi usia anak menjadi beberapa fase:Pertama: Fase anak berusia tamyiz Tamyiz adalah usia di mana anak sudah bisa membedakan antara yang bermanfaat dengan yang tidak. Kondisi ini dari satu anak dengan anak yang lain berbeda-beda. Ada yang sejak usia 5 tahun, ada pula yang mulai usia tujuh tahun. Fase tamyiz ini diakhiri dengan balighnya anak.Saat memasuki usia tamyiz, anak diharuskan meminta izin sebelum masuk kamar orang tuanya, pada tiga waktu. Yakni: sebelum shalat Shubuh, di waktu istirahat siang dan setelah shalat Isya.Allah ta’ala berfirman,“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah hamba sahaya kalian (lelaki atau wanita) dan anak-anak kalian yang belum baligh, mereka meminta izin kepada kalian di tiga waktu. Yaitu sebelum shalat Shubuh, ketika kalian melepas pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat kalian. Kalian atau mereka tidak berdosa, (untuk tidak meminta izin) di selain tiga waktu itu. Mereka bisa melayani kalian, dan sesama kalian saling melayani. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat untuk kalian. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 58.Aturan di atas diberlakukan, sebab di tiga waktu tersebut biasanya aurat sering terbuka. Maka Allah melarang anak-anak berusia tamyiz untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu ini. Adapun di selain tiga waktu itu, orang tua tidak berdosa bila mereka tidak dicegah masuk tanpa izin. Dan mereka juga tidak berdosa bila masuk tanpa meminta izin.Kedua: Fase anak telah berusia balighDalam usia ini, bila akan memasuki kamar orang tuanya atau orang dewasa lain, anak mutlak harus meminta izin kapan pun juga. Allah ta’ala berfirman,“وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ“Artinya: “Apabila anak-anak kalian telah sampai usia baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. QS. An-Nur: 59.Maksudnya, anak-anak yang telah baligh harus meminta izin dahulu bila hendak masuk kamar orang tuanya atau orang dewasa lainnya, kapanpun juga. Itu semua antara lain dalam rangka menghindarkan anak melihat aurat orang lain, walaupun tanpa sengaja. Terlebih bila disengaja! Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rabi’ul Awwal 1439 / 27 November 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 134: Cara Angkat Tangan Saat BerdoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak No105: Anak dan Adab Minta Ijin Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next