Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 176 – KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 176KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATIBanyak orang tua yang mengeluhkan anaknya susah dinasehati. Seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bahkan tidak sempat masuk telinga. Fenomena ini menuntut kita untuk terus introspeksi diri.Harus diketahui bahwa menyampaikan nasehat itu tidak asal. Namun ada caranya. Di antara hal yang perlu diperhatikan adalah faktor kedekatan dan momen yang pas. Semakin dekat hubungan orang tua dengan anak, maka nasehat akan semakin mudah diterima. Terlebih jika momen yang dipilih pas.Membangun kedekatanAnak memiliki hak untuk berinteraksi intens dengan orang-orang dewasa, terutama orang tuanya; agar terbangun kedekatan hubungan. Selain itu kepribadian anak akan lebih cepat matang. Serta bisa menyerap ilmu, hikmah, pengetahuan dan pengalaman orang dewasa.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beliau pernah menemani Anas bin Malik, anak-anak Ja’far bin Abi Thalib paman beliau, Al-Fadhl bin Abbas, juga Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhum.Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas putra paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat diajak naik kendaraan beliau. Dari kebersamaan ini, Ibnu Abbas bisa menimba pengetahuan yang melimpah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menuturkan,كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»Suatu hari aku pernah dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki tunggangannya. Saat itu beliau bersabda, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa prinsip. Jagalah Allah; niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah; niscaya Engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih.Selain pelajaran akidah yang bisa diambil dari hadits di atas, juga metode penyampaikan nasehat bisa disimpulkan darinya. Antara lain:Membangun kedekatan orang tua dengan anak adalah langkah awal agar nasehat mudah diterima.Mencari momen yang tepat untuk menyampaikan nasehat, merupakan kunci sukses diterimanya nasehat.Menyederhanakan bahasa dan ungkapan nasehat sesuai faktor usia anak dan tingkat intelegensinya, sangat membantu anak memahami dan mencerna nasehat yang disampaikan.Tentunya selain hal-hal yang bersifat teknis di atas, doa memiliki peran yang paling urgen. Saat orang tua rutin tanpa bosan secara khusyu’ mendoakan kebaikan anaknya, maka Allah akan melembutkan hati anak sehingga mudah menerima nasehat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Dzulqa’dah 1444 / 22 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 195 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-14Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 196 – DZIKIR DAN DOA SAAT TERJAGA DI TENGAH MALAM Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 176 – KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATI

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 176KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATIBanyak orang tua yang mengeluhkan anaknya susah dinasehati. Seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bahkan tidak sempat masuk telinga. Fenomena ini menuntut kita untuk terus introspeksi diri.Harus diketahui bahwa menyampaikan nasehat itu tidak asal. Namun ada caranya. Di antara hal yang perlu diperhatikan adalah faktor kedekatan dan momen yang pas. Semakin dekat hubungan orang tua dengan anak, maka nasehat akan semakin mudah diterima. Terlebih jika momen yang dipilih pas.Membangun kedekatanAnak memiliki hak untuk berinteraksi intens dengan orang-orang dewasa, terutama orang tuanya; agar terbangun kedekatan hubungan. Selain itu kepribadian anak akan lebih cepat matang. Serta bisa menyerap ilmu, hikmah, pengetahuan dan pengalaman orang dewasa.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beliau pernah menemani Anas bin Malik, anak-anak Ja’far bin Abi Thalib paman beliau, Al-Fadhl bin Abbas, juga Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhum.Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas putra paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat diajak naik kendaraan beliau. Dari kebersamaan ini, Ibnu Abbas bisa menimba pengetahuan yang melimpah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menuturkan,كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»Suatu hari aku pernah dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki tunggangannya. Saat itu beliau bersabda, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa prinsip. Jagalah Allah; niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah; niscaya Engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih.Selain pelajaran akidah yang bisa diambil dari hadits di atas, juga metode penyampaikan nasehat bisa disimpulkan darinya. Antara lain:Membangun kedekatan orang tua dengan anak adalah langkah awal agar nasehat mudah diterima.Mencari momen yang tepat untuk menyampaikan nasehat, merupakan kunci sukses diterimanya nasehat.Menyederhanakan bahasa dan ungkapan nasehat sesuai faktor usia anak dan tingkat intelegensinya, sangat membantu anak memahami dan mencerna nasehat yang disampaikan.Tentunya selain hal-hal yang bersifat teknis di atas, doa memiliki peran yang paling urgen. Saat orang tua rutin tanpa bosan secara khusyu’ mendoakan kebaikan anaknya, maka Allah akan melembutkan hati anak sehingga mudah menerima nasehat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Dzulqa’dah 1444 / 22 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 195 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-14Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 196 – DZIKIR DAN DOA SAAT TERJAGA DI TENGAH MALAM Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 176KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATIBanyak orang tua yang mengeluhkan anaknya susah dinasehati. Seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bahkan tidak sempat masuk telinga. Fenomena ini menuntut kita untuk terus introspeksi diri.Harus diketahui bahwa menyampaikan nasehat itu tidak asal. Namun ada caranya. Di antara hal yang perlu diperhatikan adalah faktor kedekatan dan momen yang pas. Semakin dekat hubungan orang tua dengan anak, maka nasehat akan semakin mudah diterima. Terlebih jika momen yang dipilih pas.Membangun kedekatanAnak memiliki hak untuk berinteraksi intens dengan orang-orang dewasa, terutama orang tuanya; agar terbangun kedekatan hubungan. Selain itu kepribadian anak akan lebih cepat matang. Serta bisa menyerap ilmu, hikmah, pengetahuan dan pengalaman orang dewasa.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beliau pernah menemani Anas bin Malik, anak-anak Ja’far bin Abi Thalib paman beliau, Al-Fadhl bin Abbas, juga Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhum.Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas putra paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat diajak naik kendaraan beliau. Dari kebersamaan ini, Ibnu Abbas bisa menimba pengetahuan yang melimpah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menuturkan,كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»Suatu hari aku pernah dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki tunggangannya. Saat itu beliau bersabda, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa prinsip. Jagalah Allah; niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah; niscaya Engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih.Selain pelajaran akidah yang bisa diambil dari hadits di atas, juga metode penyampaikan nasehat bisa disimpulkan darinya. Antara lain:Membangun kedekatan orang tua dengan anak adalah langkah awal agar nasehat mudah diterima.Mencari momen yang tepat untuk menyampaikan nasehat, merupakan kunci sukses diterimanya nasehat.Menyederhanakan bahasa dan ungkapan nasehat sesuai faktor usia anak dan tingkat intelegensinya, sangat membantu anak memahami dan mencerna nasehat yang disampaikan.Tentunya selain hal-hal yang bersifat teknis di atas, doa memiliki peran yang paling urgen. Saat orang tua rutin tanpa bosan secara khusyu’ mendoakan kebaikan anaknya, maka Allah akan melembutkan hati anak sehingga mudah menerima nasehat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Dzulqa’dah 1444 / 22 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 195 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-14Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 196 – DZIKIR DAN DOA SAAT TERJAGA DI TENGAH MALAM Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 176KEDEKATAN DAN MOMEN YANG PAS SAAT MENASEHATIBanyak orang tua yang mengeluhkan anaknya susah dinasehati. Seakan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bahkan tidak sempat masuk telinga. Fenomena ini menuntut kita untuk terus introspeksi diri.Harus diketahui bahwa menyampaikan nasehat itu tidak asal. Namun ada caranya. Di antara hal yang perlu diperhatikan adalah faktor kedekatan dan momen yang pas. Semakin dekat hubungan orang tua dengan anak, maka nasehat akan semakin mudah diterima. Terlebih jika momen yang dipilih pas.Membangun kedekatanAnak memiliki hak untuk berinteraksi intens dengan orang-orang dewasa, terutama orang tuanya; agar terbangun kedekatan hubungan. Selain itu kepribadian anak akan lebih cepat matang. Serta bisa menyerap ilmu, hikmah, pengetahuan dan pengalaman orang dewasa.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah teladan dalam hal ini. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beliau pernah menemani Anas bin Malik, anak-anak Ja’far bin Abi Thalib paman beliau, Al-Fadhl bin Abbas, juga Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhum.Berikut ini adalah kisah yang dituturkan Abdullah bin Abbas putra paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, saat diajak naik kendaraan beliau. Dari kebersamaan ini, Ibnu Abbas bisa menimba pengetahuan yang melimpah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menuturkan,كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»Suatu hari aku pernah dibonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menaiki tunggangannya. Saat itu beliau bersabda, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa prinsip. Jagalah Allah; niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah; niscaya Engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. HR. Tirmidziy dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih.Selain pelajaran akidah yang bisa diambil dari hadits di atas, juga metode penyampaikan nasehat bisa disimpulkan darinya. Antara lain:Membangun kedekatan orang tua dengan anak adalah langkah awal agar nasehat mudah diterima.Mencari momen yang tepat untuk menyampaikan nasehat, merupakan kunci sukses diterimanya nasehat.Menyederhanakan bahasa dan ungkapan nasehat sesuai faktor usia anak dan tingkat intelegensinya, sangat membantu anak memahami dan mencerna nasehat yang disampaikan.Tentunya selain hal-hal yang bersifat teknis di atas, doa memiliki peran yang paling urgen. Saat orang tua rutin tanpa bosan secara khusyu’ mendoakan kebaikan anaknya, maka Allah akan melembutkan hati anak sehingga mudah menerima nasehat.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Dzulqa’dah 1444 / 22 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 195 – DZIKIR DAN DOA SEBELUM TIDUR Bagian-14Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 196 – DZIKIR DAN DOA SAAT TERJAGA DI TENGAH MALAM Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 178 – BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 178BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAKSeseorang bisa terjangkiti kejenuhan; akibat rutinitas harian itu-itu saja, bila tidak disisipi refreshing. Sekalipun ia orang dewasa yang akalnya telah sempurna. Apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna. Ia lebih berpotensi untuk terjangkiti kejenuhan. Terlebih bila kebutuhan bermainnya tidak terpenuhi.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan itu bagi anak kecil. Bukan hanya memaklumi anak-anak yang punya mainan, bahkan beliau sendiri bermain dengan mereka.Terkait dengan mainan, Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Angin berhembus hingga menyingkap ujung tirai raknya, hingga terlihatlah boneka-boneka miliknya. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bertanya, “Apa itu wahai Aisyah?”. Ia menjawab, “Bonekaku”. Nabi melihat di antara boneka itu terdapat boneka kuda dari kain perca yang memiliki sepasang sayap. Beliau bertanya lagi, “Boneka apa itu yang ada di tengah?”. Aisyah menjawab, “Boneka kuda”. Nabi berkata, “Apa yang ada padanya?”. Aisyah menjawab, “Sepasang sayap”. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berkata, “Koq kuda memiliki sepasang sayap?”. Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihis salam memiliki kuda yang bersayap?”. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pun tertawa (lebar) saat mendengarnya, hingga aku bisa melihat gigi geraham beliau”. HR. Abu Dawud (no. 4932) dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Beliau juga menghibur seorang anak kecil bernama Abu Umair, saat mainannya berupa burung kecil mati. HR. Bukhari (no. 6129) dan Muslim (no. 2150).Tidak cukup sekedar memastikan anak kecil memiliki mainan, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bermain dengan anak kecil. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ’anhu menceritakan,“Suatu hari kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah jalan kami diundang menghadiri jamuan makan. Ternyata Husain radhiyallahu ‘anhu sedang bermain di jalan. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bergegas mendahului kami lalu membentangkan kedua tangannya. Anak kecil tersebut berlari ke sana ke mari. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mencandainya dan membuatnya tertawa. Hingga beliau berhasil menangkapnya”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (no. 364) dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Catatan pentingPertama: Pilihlah permainan yang minim dampak negatifnyaDi zaman ini banyak sekali permainan dan mainan yang lebih dominan efek buruknya dibanding efek positifnya. Contohnya: Play Stasion, game online, menghabiskan waktu dengan HP dan yang semisalnya. Permainan seperti ini tentunya harus dihindari. Berilah alternatif permainan lain yang tidak sekedar menyenangkan, namun juga menyehatkan dan tidak menguras kantong orang tua.Kedua: Ada saatnya bermain dan ada saatnya belajarTidak benar membiarkan bermain sepanjang hari. Atau sebaliknya memforsirnya untuk terus menerus belajar. Namun anak perlu dibiasakan membagi waktu dengan baik. Kejenuhan, ketidaktertarikan belajar, tidak bisa diam dan ketidakfokusan belajar pada anak kecil, sangat mungkin terjadi. Kita justru berusaha mengajarkan kepada mereka, bagaimana melewati semua itu menuju keseriusan belajar sesungguhnya. Kita perlu memberikan kejelasan kapan saatnya serius belajar, dan kapan saatnya bermain.Contoh sederhana: Ketika jam bermain, biarkanlah anak melakukan aktifitas bermain. Bahkan akan baik sekali bila orang tua ikut terlibat dalam permainan mereka. Tapi saat mereka memulai sebuah pembelajaran, maka saat itu keseriusan ditunjukkan oleh orang tua, sekaligus terus diingatkan pada anak. Selain itu di setiap pembelajaran perlu ada waktu istirahat perpindahan dari pembelajaran satu ke pembelajaran lain. Di momen itu, anak bisa mengekspresikan keinginan bermainnya beberapa saat. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Dzulhijjah 1444 / 26 Juni 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 197 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-1Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 198 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-2 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 178 – BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAK

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 178BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAKSeseorang bisa terjangkiti kejenuhan; akibat rutinitas harian itu-itu saja, bila tidak disisipi refreshing. Sekalipun ia orang dewasa yang akalnya telah sempurna. Apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna. Ia lebih berpotensi untuk terjangkiti kejenuhan. Terlebih bila kebutuhan bermainnya tidak terpenuhi.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan itu bagi anak kecil. Bukan hanya memaklumi anak-anak yang punya mainan, bahkan beliau sendiri bermain dengan mereka.Terkait dengan mainan, Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Angin berhembus hingga menyingkap ujung tirai raknya, hingga terlihatlah boneka-boneka miliknya. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bertanya, “Apa itu wahai Aisyah?”. Ia menjawab, “Bonekaku”. Nabi melihat di antara boneka itu terdapat boneka kuda dari kain perca yang memiliki sepasang sayap. Beliau bertanya lagi, “Boneka apa itu yang ada di tengah?”. Aisyah menjawab, “Boneka kuda”. Nabi berkata, “Apa yang ada padanya?”. Aisyah menjawab, “Sepasang sayap”. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berkata, “Koq kuda memiliki sepasang sayap?”. Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihis salam memiliki kuda yang bersayap?”. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pun tertawa (lebar) saat mendengarnya, hingga aku bisa melihat gigi geraham beliau”. HR. Abu Dawud (no. 4932) dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Beliau juga menghibur seorang anak kecil bernama Abu Umair, saat mainannya berupa burung kecil mati. HR. Bukhari (no. 6129) dan Muslim (no. 2150).Tidak cukup sekedar memastikan anak kecil memiliki mainan, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bermain dengan anak kecil. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ’anhu menceritakan,“Suatu hari kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah jalan kami diundang menghadiri jamuan makan. Ternyata Husain radhiyallahu ‘anhu sedang bermain di jalan. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bergegas mendahului kami lalu membentangkan kedua tangannya. Anak kecil tersebut berlari ke sana ke mari. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mencandainya dan membuatnya tertawa. Hingga beliau berhasil menangkapnya”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (no. 364) dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Catatan pentingPertama: Pilihlah permainan yang minim dampak negatifnyaDi zaman ini banyak sekali permainan dan mainan yang lebih dominan efek buruknya dibanding efek positifnya. Contohnya: Play Stasion, game online, menghabiskan waktu dengan HP dan yang semisalnya. Permainan seperti ini tentunya harus dihindari. Berilah alternatif permainan lain yang tidak sekedar menyenangkan, namun juga menyehatkan dan tidak menguras kantong orang tua.Kedua: Ada saatnya bermain dan ada saatnya belajarTidak benar membiarkan bermain sepanjang hari. Atau sebaliknya memforsirnya untuk terus menerus belajar. Namun anak perlu dibiasakan membagi waktu dengan baik. Kejenuhan, ketidaktertarikan belajar, tidak bisa diam dan ketidakfokusan belajar pada anak kecil, sangat mungkin terjadi. Kita justru berusaha mengajarkan kepada mereka, bagaimana melewati semua itu menuju keseriusan belajar sesungguhnya. Kita perlu memberikan kejelasan kapan saatnya serius belajar, dan kapan saatnya bermain.Contoh sederhana: Ketika jam bermain, biarkanlah anak melakukan aktifitas bermain. Bahkan akan baik sekali bila orang tua ikut terlibat dalam permainan mereka. Tapi saat mereka memulai sebuah pembelajaran, maka saat itu keseriusan ditunjukkan oleh orang tua, sekaligus terus diingatkan pada anak. Selain itu di setiap pembelajaran perlu ada waktu istirahat perpindahan dari pembelajaran satu ke pembelajaran lain. Di momen itu, anak bisa mengekspresikan keinginan bermainnya beberapa saat. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Dzulhijjah 1444 / 26 Juni 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 197 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-1Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 198 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-2 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 178BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAKSeseorang bisa terjangkiti kejenuhan; akibat rutinitas harian itu-itu saja, bila tidak disisipi refreshing. Sekalipun ia orang dewasa yang akalnya telah sempurna. Apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna. Ia lebih berpotensi untuk terjangkiti kejenuhan. Terlebih bila kebutuhan bermainnya tidak terpenuhi.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan itu bagi anak kecil. Bukan hanya memaklumi anak-anak yang punya mainan, bahkan beliau sendiri bermain dengan mereka.Terkait dengan mainan, Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Angin berhembus hingga menyingkap ujung tirai raknya, hingga terlihatlah boneka-boneka miliknya. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bertanya, “Apa itu wahai Aisyah?”. Ia menjawab, “Bonekaku”. Nabi melihat di antara boneka itu terdapat boneka kuda dari kain perca yang memiliki sepasang sayap. Beliau bertanya lagi, “Boneka apa itu yang ada di tengah?”. Aisyah menjawab, “Boneka kuda”. Nabi berkata, “Apa yang ada padanya?”. Aisyah menjawab, “Sepasang sayap”. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berkata, “Koq kuda memiliki sepasang sayap?”. Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihis salam memiliki kuda yang bersayap?”. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pun tertawa (lebar) saat mendengarnya, hingga aku bisa melihat gigi geraham beliau”. HR. Abu Dawud (no. 4932) dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Beliau juga menghibur seorang anak kecil bernama Abu Umair, saat mainannya berupa burung kecil mati. HR. Bukhari (no. 6129) dan Muslim (no. 2150).Tidak cukup sekedar memastikan anak kecil memiliki mainan, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bermain dengan anak kecil. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ’anhu menceritakan,“Suatu hari kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah jalan kami diundang menghadiri jamuan makan. Ternyata Husain radhiyallahu ‘anhu sedang bermain di jalan. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bergegas mendahului kami lalu membentangkan kedua tangannya. Anak kecil tersebut berlari ke sana ke mari. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mencandainya dan membuatnya tertawa. Hingga beliau berhasil menangkapnya”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (no. 364) dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Catatan pentingPertama: Pilihlah permainan yang minim dampak negatifnyaDi zaman ini banyak sekali permainan dan mainan yang lebih dominan efek buruknya dibanding efek positifnya. Contohnya: Play Stasion, game online, menghabiskan waktu dengan HP dan yang semisalnya. Permainan seperti ini tentunya harus dihindari. Berilah alternatif permainan lain yang tidak sekedar menyenangkan, namun juga menyehatkan dan tidak menguras kantong orang tua.Kedua: Ada saatnya bermain dan ada saatnya belajarTidak benar membiarkan bermain sepanjang hari. Atau sebaliknya memforsirnya untuk terus menerus belajar. Namun anak perlu dibiasakan membagi waktu dengan baik. Kejenuhan, ketidaktertarikan belajar, tidak bisa diam dan ketidakfokusan belajar pada anak kecil, sangat mungkin terjadi. Kita justru berusaha mengajarkan kepada mereka, bagaimana melewati semua itu menuju keseriusan belajar sesungguhnya. Kita perlu memberikan kejelasan kapan saatnya serius belajar, dan kapan saatnya bermain.Contoh sederhana: Ketika jam bermain, biarkanlah anak melakukan aktifitas bermain. Bahkan akan baik sekali bila orang tua ikut terlibat dalam permainan mereka. Tapi saat mereka memulai sebuah pembelajaran, maka saat itu keseriusan ditunjukkan oleh orang tua, sekaligus terus diingatkan pada anak. Selain itu di setiap pembelajaran perlu ada waktu istirahat perpindahan dari pembelajaran satu ke pembelajaran lain. Di momen itu, anak bisa mengekspresikan keinginan bermainnya beberapa saat. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Dzulhijjah 1444 / 26 Juni 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 197 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-1Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 198 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-2 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 178BERMAIN ADALAH KEBUTUHAN ANAKSeseorang bisa terjangkiti kejenuhan; akibat rutinitas harian itu-itu saja, bila tidak disisipi refreshing. Sekalipun ia orang dewasa yang akalnya telah sempurna. Apalagi anak kecil yang akalnya belum sempurna. Ia lebih berpotensi untuk terjangkiti kejenuhan. Terlebih bila kebutuhan bermainnya tidak terpenuhi.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan itu bagi anak kecil. Bukan hanya memaklumi anak-anak yang punya mainan, bahkan beliau sendiri bermain dengan mereka.Terkait dengan mainan, Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan, “Angin berhembus hingga menyingkap ujung tirai raknya, hingga terlihatlah boneka-boneka miliknya. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bertanya, “Apa itu wahai Aisyah?”. Ia menjawab, “Bonekaku”. Nabi melihat di antara boneka itu terdapat boneka kuda dari kain perca yang memiliki sepasang sayap. Beliau bertanya lagi, “Boneka apa itu yang ada di tengah?”. Aisyah menjawab, “Boneka kuda”. Nabi berkata, “Apa yang ada padanya?”. Aisyah menjawab, “Sepasang sayap”. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berkata, “Koq kuda memiliki sepasang sayap?”. Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihis salam memiliki kuda yang bersayap?”. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pun tertawa (lebar) saat mendengarnya, hingga aku bisa melihat gigi geraham beliau”. HR. Abu Dawud (no. 4932) dan dinilai sahih oleh al-Albaniy.Beliau juga menghibur seorang anak kecil bernama Abu Umair, saat mainannya berupa burung kecil mati. HR. Bukhari (no. 6129) dan Muslim (no. 2150).Tidak cukup sekedar memastikan anak kecil memiliki mainan, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bermain dengan anak kecil. Ya’la bin Murrah radhiyallahu ’anhu menceritakan,“Suatu hari kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di tengah jalan kami diundang menghadiri jamuan makan. Ternyata Husain radhiyallahu ‘anhu sedang bermain di jalan. Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bergegas mendahului kami lalu membentangkan kedua tangannya. Anak kecil tersebut berlari ke sana ke mari. Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mencandainya dan membuatnya tertawa. Hingga beliau berhasil menangkapnya”. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (no. 364) dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Catatan pentingPertama: Pilihlah permainan yang minim dampak negatifnyaDi zaman ini banyak sekali permainan dan mainan yang lebih dominan efek buruknya dibanding efek positifnya. Contohnya: Play Stasion, game online, menghabiskan waktu dengan HP dan yang semisalnya. Permainan seperti ini tentunya harus dihindari. Berilah alternatif permainan lain yang tidak sekedar menyenangkan, namun juga menyehatkan dan tidak menguras kantong orang tua.Kedua: Ada saatnya bermain dan ada saatnya belajarTidak benar membiarkan bermain sepanjang hari. Atau sebaliknya memforsirnya untuk terus menerus belajar. Namun anak perlu dibiasakan membagi waktu dengan baik. Kejenuhan, ketidaktertarikan belajar, tidak bisa diam dan ketidakfokusan belajar pada anak kecil, sangat mungkin terjadi. Kita justru berusaha mengajarkan kepada mereka, bagaimana melewati semua itu menuju keseriusan belajar sesungguhnya. Kita perlu memberikan kejelasan kapan saatnya serius belajar, dan kapan saatnya bermain.Contoh sederhana: Ketika jam bermain, biarkanlah anak melakukan aktifitas bermain. Bahkan akan baik sekali bila orang tua ikut terlibat dalam permainan mereka. Tapi saat mereka memulai sebuah pembelajaran, maka saat itu keseriusan ditunjukkan oleh orang tua, sekaligus terus diingatkan pada anak. Selain itu di setiap pembelajaran perlu ada waktu istirahat perpindahan dari pembelajaran satu ke pembelajaran lain. Di momen itu, anak bisa mengekspresikan keinginan bermainnya beberapa saat. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Dzulhijjah 1444 / 26 Juni 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 197 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-1Next Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 198 – DOA KETIKA BANGUN TIDUR Bag-2 Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199 – DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTAN

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTANTidak setiap tidur, kita bisa nyenyak dan menikmatinya. Kadangkala kita kesulitan untuk tidur. Atau mendadak terbangun dan merasa ketakutan. Ternyata dalam kondisi tidak ideal seperti ini pun, Islam mengajarkan panduan doa yang seyogyanya diucapkan. Yaitu membaca doa berikut:أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ“A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn”.Dalil LandasanRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,«إِذَا فَزِعَ أَحَدُكُمْ فِي النَّوْمِ فَلْيَقُلْ: “أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ” فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ».“Bila salah seorang dari kalian mendadak terbangun dari tidur ketakutan, hendaklah ia membaca: “A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn” (Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kemarahan-Nya dan hukuman-Nya, juga dari kejahatan para makhluk-Nya. Serta aku memohon perlindungan dengannya dari gangguan para setan dan agar mereka tidak mendatangiku)”. Niscaya pemicu ketakutan itu tidak akan mencelakainya”. HR. Tirmidziy (no. 3528) dan beliau mengatakan hadits ini hasan gharib. Adapun al-Albaniy menyatakan hadits ini hasan.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita untuk selalu membangun ketergantungan kepada Allah dalam segala kondisi. Apapun kondisi yang kita alami, biasakanlah untuk senantiasa mengingat Allah, kembali dan bergantung kepada-Nya. Sebab hanya Dialah yang menguasai dan mengendalikan secara mutlak segala sesuatu di alam semesta ini. Bukan para makhluk-Nya yang lemah. Entah itu makhluk yang masih hidup, atau makhluk hidup yang sudah mati, apalagi benda mati. Allah ta’ala mengingatkan,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ”Artinya: “Siapakah yang mampu mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang kepepet dalam kesulitan? Siapakah yang bisa melepaskan seseorang dari kesulitannya? Siapakah yang menjadikan kalian khalifah di muka bumi ini? (Jika bukan Allah). Pantaskah ada sesembahan selain Allah? Sungguh kalian sangat jarang berfikir”. QS. An-Naml (27): 62.Di dalam doa ini, kita diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna. Yaitu nama-nama-Nya yang mulia dan ayat-ayat al-Qur’an.Kita memohon perlindungan dari beberapa hal, yaitu:Kemarahan Allah dan hukuman-Nya. Sebab bila Allah marah, maka Dia akan menjatuhkan hukuman bagi orang yang dimarahi-Nya. Cara menghindari itu adalah dengan menjauhi hal-hal yang bisa memicu kemarahan-Nya. Yaitu dosa dan maksiat.Kejahatan makhluk ciptaan-Nya. Karena ada sebagian makhluk Allah yang ditakdirkan berbuat jahat dan keburukan kepada sesama. Seperti setan, dukun, tukang sihir, pencuri, binatang buas dan yang semisal.Gangguan setan. Sebab setan merupakan salah satu musuh terbesar manusia. Sehingga ia selalu berupaya untuk mencelakakan manusia. Target utamanya adalah menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke dalam neraka Jahannam, guna menemaninya di sana. Na’udubillah min dzalik.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan untuk siapapun yang membaca doa ini saat terbangun mendadak dari tidurnya ketakutan, pasti tidak ada sesuatupun yang bisa mencelakakannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Dzulqa’dah 1444 / 29 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 179 – TIDAK MEMISAHKAN ANAK DARI ORANG TUANYANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 180 – HINDARILAH MENCELA ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199 – DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTAN

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTANTidak setiap tidur, kita bisa nyenyak dan menikmatinya. Kadangkala kita kesulitan untuk tidur. Atau mendadak terbangun dan merasa ketakutan. Ternyata dalam kondisi tidak ideal seperti ini pun, Islam mengajarkan panduan doa yang seyogyanya diucapkan. Yaitu membaca doa berikut:أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ“A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn”.Dalil LandasanRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,«إِذَا فَزِعَ أَحَدُكُمْ فِي النَّوْمِ فَلْيَقُلْ: “أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ” فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ».“Bila salah seorang dari kalian mendadak terbangun dari tidur ketakutan, hendaklah ia membaca: “A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn” (Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kemarahan-Nya dan hukuman-Nya, juga dari kejahatan para makhluk-Nya. Serta aku memohon perlindungan dengannya dari gangguan para setan dan agar mereka tidak mendatangiku)”. Niscaya pemicu ketakutan itu tidak akan mencelakainya”. HR. Tirmidziy (no. 3528) dan beliau mengatakan hadits ini hasan gharib. Adapun al-Albaniy menyatakan hadits ini hasan.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita untuk selalu membangun ketergantungan kepada Allah dalam segala kondisi. Apapun kondisi yang kita alami, biasakanlah untuk senantiasa mengingat Allah, kembali dan bergantung kepada-Nya. Sebab hanya Dialah yang menguasai dan mengendalikan secara mutlak segala sesuatu di alam semesta ini. Bukan para makhluk-Nya yang lemah. Entah itu makhluk yang masih hidup, atau makhluk hidup yang sudah mati, apalagi benda mati. Allah ta’ala mengingatkan,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ”Artinya: “Siapakah yang mampu mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang kepepet dalam kesulitan? Siapakah yang bisa melepaskan seseorang dari kesulitannya? Siapakah yang menjadikan kalian khalifah di muka bumi ini? (Jika bukan Allah). Pantaskah ada sesembahan selain Allah? Sungguh kalian sangat jarang berfikir”. QS. An-Naml (27): 62.Di dalam doa ini, kita diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna. Yaitu nama-nama-Nya yang mulia dan ayat-ayat al-Qur’an.Kita memohon perlindungan dari beberapa hal, yaitu:Kemarahan Allah dan hukuman-Nya. Sebab bila Allah marah, maka Dia akan menjatuhkan hukuman bagi orang yang dimarahi-Nya. Cara menghindari itu adalah dengan menjauhi hal-hal yang bisa memicu kemarahan-Nya. Yaitu dosa dan maksiat.Kejahatan makhluk ciptaan-Nya. Karena ada sebagian makhluk Allah yang ditakdirkan berbuat jahat dan keburukan kepada sesama. Seperti setan, dukun, tukang sihir, pencuri, binatang buas dan yang semisal.Gangguan setan. Sebab setan merupakan salah satu musuh terbesar manusia. Sehingga ia selalu berupaya untuk mencelakakan manusia. Target utamanya adalah menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke dalam neraka Jahannam, guna menemaninya di sana. Na’udubillah min dzalik.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan untuk siapapun yang membaca doa ini saat terbangun mendadak dari tidurnya ketakutan, pasti tidak ada sesuatupun yang bisa mencelakakannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Dzulqa’dah 1444 / 29 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 179 – TIDAK MEMISAHKAN ANAK DARI ORANG TUANYANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 180 – HINDARILAH MENCELA ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTANTidak setiap tidur, kita bisa nyenyak dan menikmatinya. Kadangkala kita kesulitan untuk tidur. Atau mendadak terbangun dan merasa ketakutan. Ternyata dalam kondisi tidak ideal seperti ini pun, Islam mengajarkan panduan doa yang seyogyanya diucapkan. Yaitu membaca doa berikut:أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ“A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn”.Dalil LandasanRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,«إِذَا فَزِعَ أَحَدُكُمْ فِي النَّوْمِ فَلْيَقُلْ: “أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ” فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ».“Bila salah seorang dari kalian mendadak terbangun dari tidur ketakutan, hendaklah ia membaca: “A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn” (Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kemarahan-Nya dan hukuman-Nya, juga dari kejahatan para makhluk-Nya. Serta aku memohon perlindungan dengannya dari gangguan para setan dan agar mereka tidak mendatangiku)”. Niscaya pemicu ketakutan itu tidak akan mencelakainya”. HR. Tirmidziy (no. 3528) dan beliau mengatakan hadits ini hasan gharib. Adapun al-Albaniy menyatakan hadits ini hasan.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita untuk selalu membangun ketergantungan kepada Allah dalam segala kondisi. Apapun kondisi yang kita alami, biasakanlah untuk senantiasa mengingat Allah, kembali dan bergantung kepada-Nya. Sebab hanya Dialah yang menguasai dan mengendalikan secara mutlak segala sesuatu di alam semesta ini. Bukan para makhluk-Nya yang lemah. Entah itu makhluk yang masih hidup, atau makhluk hidup yang sudah mati, apalagi benda mati. Allah ta’ala mengingatkan,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ”Artinya: “Siapakah yang mampu mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang kepepet dalam kesulitan? Siapakah yang bisa melepaskan seseorang dari kesulitannya? Siapakah yang menjadikan kalian khalifah di muka bumi ini? (Jika bukan Allah). Pantaskah ada sesembahan selain Allah? Sungguh kalian sangat jarang berfikir”. QS. An-Naml (27): 62.Di dalam doa ini, kita diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna. Yaitu nama-nama-Nya yang mulia dan ayat-ayat al-Qur’an.Kita memohon perlindungan dari beberapa hal, yaitu:Kemarahan Allah dan hukuman-Nya. Sebab bila Allah marah, maka Dia akan menjatuhkan hukuman bagi orang yang dimarahi-Nya. Cara menghindari itu adalah dengan menjauhi hal-hal yang bisa memicu kemarahan-Nya. Yaitu dosa dan maksiat.Kejahatan makhluk ciptaan-Nya. Karena ada sebagian makhluk Allah yang ditakdirkan berbuat jahat dan keburukan kepada sesama. Seperti setan, dukun, tukang sihir, pencuri, binatang buas dan yang semisal.Gangguan setan. Sebab setan merupakan salah satu musuh terbesar manusia. Sehingga ia selalu berupaya untuk mencelakakan manusia. Target utamanya adalah menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke dalam neraka Jahannam, guna menemaninya di sana. Na’udubillah min dzalik.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan untuk siapapun yang membaca doa ini saat terbangun mendadak dari tidurnya ketakutan, pasti tidak ada sesuatupun yang bisa mencelakakannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Dzulqa’dah 1444 / 29 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 179 – TIDAK MEMISAHKAN ANAK DARI ORANG TUANYANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 180 – HINDARILAH MENCELA ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 199DOA SAAT MENDADAK BANGUN TIDUR KETAKUTANTidak setiap tidur, kita bisa nyenyak dan menikmatinya. Kadangkala kita kesulitan untuk tidur. Atau mendadak terbangun dan merasa ketakutan. Ternyata dalam kondisi tidak ideal seperti ini pun, Islam mengajarkan panduan doa yang seyogyanya diucapkan. Yaitu membaca doa berikut:أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ“A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn”.Dalil LandasanRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,«إِذَا فَزِعَ أَحَدُكُمْ فِي النَّوْمِ فَلْيَقُلْ: “أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ” فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ».“Bila salah seorang dari kalian mendadak terbangun dari tidur ketakutan, hendaklah ia membaca: “A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min ghadhabihi wa ‘iqâbihi, wa syarri ‘ibâdihi, wa min hamazâtisy syayâthîni wa an yahdhurûn” (Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kemarahan-Nya dan hukuman-Nya, juga dari kejahatan para makhluk-Nya. Serta aku memohon perlindungan dengannya dari gangguan para setan dan agar mereka tidak mendatangiku)”. Niscaya pemicu ketakutan itu tidak akan mencelakainya”. HR. Tirmidziy (no. 3528) dan beliau mengatakan hadits ini hasan gharib. Adapun al-Albaniy menyatakan hadits ini hasan.Renungan KandunganDoa ini mengajarkan pada kita untuk selalu membangun ketergantungan kepada Allah dalam segala kondisi. Apapun kondisi yang kita alami, biasakanlah untuk senantiasa mengingat Allah, kembali dan bergantung kepada-Nya. Sebab hanya Dialah yang menguasai dan mengendalikan secara mutlak segala sesuatu di alam semesta ini. Bukan para makhluk-Nya yang lemah. Entah itu makhluk yang masih hidup, atau makhluk hidup yang sudah mati, apalagi benda mati. Allah ta’ala mengingatkan,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ”Artinya: “Siapakah yang mampu mengabulkan permohonan orang-orang yang sedang kepepet dalam kesulitan? Siapakah yang bisa melepaskan seseorang dari kesulitannya? Siapakah yang menjadikan kalian khalifah di muka bumi ini? (Jika bukan Allah). Pantaskah ada sesembahan selain Allah? Sungguh kalian sangat jarang berfikir”. QS. An-Naml (27): 62.Di dalam doa ini, kita diajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna. Yaitu nama-nama-Nya yang mulia dan ayat-ayat al-Qur’an.Kita memohon perlindungan dari beberapa hal, yaitu:Kemarahan Allah dan hukuman-Nya. Sebab bila Allah marah, maka Dia akan menjatuhkan hukuman bagi orang yang dimarahi-Nya. Cara menghindari itu adalah dengan menjauhi hal-hal yang bisa memicu kemarahan-Nya. Yaitu dosa dan maksiat.Kejahatan makhluk ciptaan-Nya. Karena ada sebagian makhluk Allah yang ditakdirkan berbuat jahat dan keburukan kepada sesama. Seperti setan, dukun, tukang sihir, pencuri, binatang buas dan yang semisal.Gangguan setan. Sebab setan merupakan salah satu musuh terbesar manusia. Sehingga ia selalu berupaya untuk mencelakakan manusia. Target utamanya adalah menjerumuskan sebanyak mungkin manusia ke dalam neraka Jahannam, guna menemaninya di sana. Na’udubillah min dzalik.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan untuk siapapun yang membaca doa ini saat terbangun mendadak dari tidurnya ketakutan, pasti tidak ada sesuatupun yang bisa mencelakakannya.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Dzulqa’dah 1444 / 29 Mei 2023 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 179 – TIDAK MEMISAHKAN ANAK DARI ORANG TUANYANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 180 – HINDARILAH MENCELA ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-FattahNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-Fattah

Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous [VIDEO] Fiqih Asmaul Husna: Al-BashirNext [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi

Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan Gigi

Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kesehatan jasmani adalah nikmat dan amanah dari Allah ta’ala. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ“.“Mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Dan masing-masing memiliki kebaikan“. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Walaupun rata-rata ulama menafsirkan kekuatan tersebut dalam hadits di atas dengan kekuatan iman, namun tidak menghalangi bahwa kekuatan fisik pun bisa masuk dalam hadits di atas. Sebab muslim yang kuat fisiknya dia berpeluang besar untuk beribadah lebih banyak dibandingkan muslim yang lemah fisik.Maka dari itu, seharusnya kita berusaha menjaga kesehatan anak-anak kita. Agar mereka tumbuh menjadi mukmin yang sehat jasmani dan rohaninya.Di antara hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan anak:Membiasakan anak bersiwakAjarkan anak bersiwak semenjak dini. Ini jika memungkinkan. Sebab kandungan kimia pada batang siwak sangat besar manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi. Bersiwak adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ““Sekiranya bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu”. HR. Bukhari dan Muslim.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan,“أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ““Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila masuk rumah, yang beliau lakukan pertama kali adalah bersiwak”. HR. Muslim.Namun jika sulit mendapatkan ranting siwak, boleh kita ganti dengan sikat gigi dan odol. Pakar kesehatan juga sepakat bahwa menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak kecil. Caranya yaitu dengan membiasakan anak sikat gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur. Ajarkan cara sikat gigi yang benar. Beri minum air putih dan kumur-kumur secukupnya semenjak bayi. Terutama setelah minum susu.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan hal ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا شَرِبْتُمُ اللَّبَنَ فَمَضْمِضُوْا فَإِنَّ لَهُ دَسَماً”“Apabila kalian minum susu, maka berkumur-kumurlah. Karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut”. HR. Ibn Majah dan dinilai hasan sahih oleh al-Albaniy.Sunnah ini sangat berguna untuk mecegah kerusakan gigi.Berilah makanan yang bermanfaat dan hindarkan anak dari makanan-makanan yang merusak gigi. Jika perlu periksakan giginya secara teratur ke dokter gigi.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Jumadal Akhir 1438 / 6 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] NKRI Harga Mati, Guyub Rukun NKRINext [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBT

Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #89: Anak dan Kesehatan GigiNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata

Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan Mata

Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mata adalah salah satu nikmat terbesar Allah kepada hamba-Nya. Dia berfirman,“أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9) وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)“Artinya: “Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, lidah dan sepasang bibir? Kami juga telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)”. QS. Al-Balad (90): 8-10.Nikmat tersebut harus kita syukuri. Dengan menggunakannya sesuai aturan agama dan mempertahankan kesehatannya. Anak dan orang-tua perlu mengetahui bagaimana cara menjaga mata dengan benar. Berikut beberapa hal penting seputar kesehatan mata anak:Hindarkan cedera mataCairan kimiawi berbahaya, kosmetik semprot (spray), sabun, shampo, lisol, karbol, dan bahan kimiawi yang bersifat iritasi, harus dijauhkan dari kemungkinan mengenai mata. Termasuk membiasakan anak menjauh atau melindungi mata dari terpaan debu. Dalam debu terkandung bibit penyakit, selain benda berpasir yang bisa mencederai kornea mata.Anak perlu menguasai upaya menanggulangi cedera mata dengan segera bila terjadi kecelakaan mata. Ajarkan anak membilas bola mata dengan air bersih (steril), paling tidak air masak. Tidak membiasakan memegang mata, atau menguceknya bila gatal. Bahaya air kolam renang, dan apa yang perlu dilakukan jika kemasukan benda asing ke dalam bola mata. Mata tidak boleh dikucek jika kemasukan benda asing agar kornea tidak lecet. Lecet kornea mengurangi ketajaman penglihatan, dan dapat menimbulkan infeksi.Bahaya kekurangan vitamin AMata tak cukup hanya terbebas dari cedera belaka. Mata juga perlu menu bergizi, khususnya yang bervitamin A tinggi. Vitamin A banyak dalam makanan asal laut, minyak ikan, juga cikal vitamin A seperti wortel, labu kuning, ubi jalar kuning, jagung kuning dan semua jenis sayur mayur hijau, merah dan kuning. Termasuk dalam bebuahan berwarna merah atau kuning, antara lain pepaya, kesemek, semangka merah. Perlu mewaspadai munculnya rabun senja sebagai awal terjadinya kebutaan. Jika rabun senja dibiarkan tanpa koreksi dengan suplemen vitamin A, kebutaan akan menimpa anak.Kelainan ketajaman penglihatan Menurunnya ketajamam penglihatan (visus) dapat terjadi karena bawaan sejak lahir. Namun lebih banyak kasus menurunnya visus karena salah menggunakan mata. Kebiasaan membaca kelewat dekat, membaca dalam remang-remang, dan posisi membaca sembari berbaring, hingga cahaya terhalang buku, merupakan penyebab kenapa anak harus memakai kacamata selagi usia dini.Gejala penurunan visus harus dikenali sejak awal. Awal kejadiannya jika di kelas anak sering tidak mampu melihat jelas dari jauh. Penurunan visus harus ditekan agar tidak berkembang lebih besar. Kacamata minus untuk koreksi penurunan penglihatan jauh, tidak boleh dibiarkan bertambah terus setiap tahun. Pemakaian kacamata minus yang semakin besar menyimpan efek buruk pada mata.Jarak membaca biasakan sekurang-kurangnya sepenggaris jauhnya (30 cm). Semakin dekat jarak baca semakin membebani mata untuk menyesuaikan dengan jarak yang terlampau dekat. Cahaya terang menjadi syarat mutlak untuk menerangi bacaan (tulisan) dan sesuatu yang perlu dilihat dan diperhatikan.Yang sama dalam hal menonton televisi. Jarak dengan televisi sekurang-kurangnya lima kali lipat lebar diagonal ukuran televisi. Semakin besar ukuran televisi, semakin jauh jarak menontonnya. Juga perlu diketahui bahwa saat menatap layar smartphone, gadget, komputer atau sejenisnya, kedipan mata otomatis berkurang. Karena kedipan tersebut berkurang, lapisan air mata jadi lebih mudah menguap dan rentan membuat mata kering. Layar smartphone sendiri berukuran kecil, sehingga mesti dilihat dalam jarak yang lebih dekat. Hal ini juga turut membuat mata jadi lebih lelah. Bahkan sebuah penelitian di Jerman menjelaskan bahwa efek negatif radiasi handphone dapat memicu terjadinya katarak lebih awal. Studi itu juga menjelaskan bahwa radiasi telpon genggam dapat mengakibatkan kanker mata.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumadal Akhir 1438 / 20 Maret 2017 Post navigation Previous [VIDEO] Khutbah Jumat: Bersatu Melawan LGBTNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan

Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan Kebersihan

Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kebersihan dalam Islam mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadats dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari sifat tercela. Kebersihan tersebut harus selalu seimbang; agar kehidupan kita selalu terasa tenang, sehat dan nyaman.Allah ta’ala berfirman,“وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)“Artinya: “Bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji”. QS. Al-Muddatsir (74): 4-5.Saking pentingnya kebersihan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ“Artinya: “Kesucian adalah separuh dari keimanan”. HR. Muslim dari Abu Malik al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.Mengajarkan tentang kebersihan kepada putra dan putri Anda sangat penting. Kebersihan perlu diajarkan sejak dini; karena kebersihan berpengaruh besar terhadap tingkah laku mereka kelak.Akan lebih mudah mengajarkan kebersihan kepada anak-anak kita selagi mereka masih kecil; karena pelajaran tersebut akan melekat kuat dalam benak mereka, daripada diajarkan ketika mereka telah beranjak dewasa. Untuk itu, mulailah mengajarkan kebersihan dengan cara berikut:1. Memberikan teladanTidak ada hal yang mustahil untuk dicapai. Melalui teladan dan kesabaran, Anda dapat mengajarkan kebersihan kepada anak-anak Anda. Secara bertahap namun konstan anak-anak Anda akan terbiasa melakukannya sendiri tanpa perlu Anda perintah lagi.2. Jadikan kebersihan sebagai suatu kebiasaanMulailah dari diri Anda, secara rutin selain mandi 2 kali sehari. Bersihkan rumah Anda, kamar tidur Anda dan dapur seusai memasak. Jangan lupa melibatkan anak-anak Anda untuk membantu.3. Beri tempat khusus untuk mainan anak-anak AndaMintalah anak-anak Anda untuk selalu mengembalikan mainan mereka kembali pada tempat yang telah disediakan setelah mereka selesai bermain.4. Memberi pujianSewaktu anak-anak tanpa Anda perintah dan dengan kesadaran sendiri membersihkan kembali atau merapikan hal-hal yang telah dia kerjakan, jangan ragu-ragu untuk segera memberikan pujian. Dengan cara itu anak-anak akan merasa sangat dihargai.5. Membuang sampah pada tempatnyaTidak hanya di rumah, kebersihan bisa berawal dari keranjang sampah, ketika Anda berada di tempat umum selalulah membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Jika Anda dapati tidak ada tempat sampah yang tersedia, usahakan untuk menyimpannya sementara waktu hingga Anda menemukan tempat sampah. Ajarkan anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Didik mereka untuk bertanggung jawab. Jelaskan bahwa kebersihan itu baik dan menyenangkan.Marilah mulai saat ini menjaga tempat tinggal dan lingkungan kita selalu bersih dan sehat. @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 6 Rajab 1438 / 3 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #90: Anak dan Kesehatan MataNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1

Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1

Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tidur adalah sebuah aktivitas yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Ia merupakan kebutuhan primer mereka. Namun dikarenakan tidur hukumnya adalah mubah (boleh-boleh saja), maka aslinya, tidur itu tidak menghasilkan pahala ataupun dosa. Kecuali bila niat kita baik dan tidur tersebut dijalankan sesuai adab-adab nabawi. Selain berpahala, juga membuat jasmani ini sehat dan bugar.Maka perlu kita biasakan adab-adab tersebut kepada putra putri kita sejak dini. Tentu setelah sebelumnya kita sebagai orang tua mempraktekkannya.Di antara adab-adab tersebut:Pertama: Tidur di awal malamAbu Barzah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya (setelah shalat Isya’).” HR. Bukhari dan Muslim.Kecuali bila ada urusan penting, maka tidak mengapa begadang. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,“كَانَ رَسُولُ اللهِ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي اْلأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَا مَعَهُمَا““Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begadang bersama Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan aku bersama mereka.” HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh al-Albani.Kedua: Membersihkan tempat tidurBila hendak tidur usahakan untuk membersihkan tempat tidur terlebih dahulu, agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan saat kita tidur. Sebab, terkadang di atas tempat tidur terdapat kotoran, semut, atau benda-benda yang berbahaya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللَّهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ عَلَى فِرَاشِهِ““Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Bukhari dan Muslim.Ketiga: Tidur dalam keadaan berwudhu.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ““Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari al-Bara’ bin ‘Azib.Keempat: Tidur berbaring pada sisi kanan.Hal ini berdasarkan hadits di atas. Manfaatnya antara lain akan memudahkan bangun untuk shalat malam. Juga membantu kesehatan jantung.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Rajab 1438 / 17 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #91: Anak dan KebersihanNext Sholat Terus Maksiat Jalan Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sholat Terus Maksiat Jalan

Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sholat Terus Maksiat Jalan

Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Mengapa masih ada orang yang rajin mengaji, tapi ternyata dia suka berjudi bahkan berzina? Mengapa masih ada orang yang rutin shalat berjamaah, namun ternyata suka iri dan menggunjing orang lain?Fenomena memprihatinkan di atas tentu perlu dicaritahu penyebabnya untuk diperbaiki. Sebab bila dibiarkan bisa berbahaya. Bakalan merusak pemahaman banyak orang tentang ajaran Islam.Langkah-langkah berikut semoga membimbing kita untuk melakukan perbaikan:Pertama: Tidak boleh gebyah uyahAdanya kekurangan dalam diri sebagian oknum orang yang rajin ibadah, tidak boleh lantas membuat kita mengeneralisir perilaku negatif tersebut kepada semua yang rajin ibadah. Sehingga menjadi antipati kepada setiap orang yang rajin beribadah. Sebab sikap itu tidak adil.Alhamdulillah masih banyak orang yang rajin ibadah, dan di waktu yang sama mereka juga minim perilaku negatifnya.Kedua: Jangan tinggalkan ibadahPerilaku yang tercela adalah perbuatan maksiatnya, bukan ibadahnya. Sehingga tidak boleh orang berkata, “Buat apa shalat? Toh si anu, rajin shalat, tapi tetap maksiat!”. Ini logika yang sangat aneh. Kenapa yang disalahkan adalah shalatnya? Bukankah shalat adalah sebuah aktivitas yang mulia? Sikap yang benar adalah, lanjutkan ibadah dan tinggalkan maksiat.Ketiga: Perbaiki kualitas ibadahIdealnya, orang yang rajin beribadah, perilaku kesehariannya juga akan baik. Allah ta’ala berfirman,“إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ“Artinya: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar”. QS. Al-‘Ankabut (29): 45.Sehingga bila ada orang yang rajin shalat, namun ternyata masih rutin berbuat keji dan munkar, maka kualitas shalatnya lah yang perlu dipertanyakan.Banyak orang shalat, namun hanya lahiriahnya saja. Tidak sedikit orang yang berhaji dan berumrah, namun cuma lahiriahnya saja. Banyak orang rajin membaca al-Qur’an, namun hanya di lisannya saja.Padahal, ibadah apapun di dalam Islam, pasti memiliki dua dimensi. Lahir dan batin. Luar dan dalam. Gerakan lahiriah dan peresapan hati. Keduanya sama-sama penting. Namun yang paling penting adalah amalan hati. Sebab itu merupakan pondasi ibadah.Ibadah hati itu contohnya: ikhlas, khusyu’, tawadhu’, tawakkal, muraqabah (selalu merasa diawasi Allah), takut kepada Allah, meresapi dzikir dan bacaan al-Qur’an dan lain-lain.Mari sempurnakan segala ibadah kita, agar berefek positif untuk kehidupan dunia dan akhirat kita.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Jumada Tsaniyah 1439 / 9 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #92: Anak dan Adab Tidur Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa

Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati Doa

Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Salah satu adab terpenting berdoa yang kerap diabaikan adalah: banyak meminta kepada Allah, tidak bosan berdoa, serta menghayatinya.Karena itulah, kita temukan tidak sedikit redaksi doa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang panjang redaksinya, dirincikan kandungannya, serta dipaparkan isinya secara detil.Contohnya doa nabawi yang dituturkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berikut ini,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ مِنْ آخَرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”.“Di antara doa yang biasanya terakhir dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam antara tasyahud dengan salam adalah: “Allôhummaghfirlî mâ qoddamtu wa mâ akkhortu, wa mâ asrortu wa mâ a’lantu, wa mâ asroftu, wa mâ Anta a’lamu bihi minnî, Antal Muqoddimu wa Antal Mu’akkhiru, lâ ilâha illâ Anta”.(Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau dan yang akan datang. Dosa-dosa yang kurahasiakan dan kutampakkan. Dosa-dosa pribadiku dan yang mengandung unsur kezaliman kepada orang lain. Serta dosa-dosaku yang lebih Engkau ketahui. Engkaulah Yang Maha memuliakan dan menghinakan. Tidak ada yang berhak diibadahi selain Engkau)”. HR. Muslim.Lihatlah bagaimana berbagai jenis dosa dirinci dengan detil di dalam doa di atas. Padahal, bisa saja kita berdoa dengan singkat, “Ya Allah ampunilah seluruh dosaku” dan selesai.Namun karena saat itu adalah momen berdoa, merintih di hadapan Allah, upaya menampakkan penghambaan dan perasaan butuh kepada-Nya; maka mengingat berbagai jenis dosa secara detil; lebih mendatangkan kekhusyuan hati, dibandingkan berdoa secara ringkas dan global.Contoh lain doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang senada dengan doa di atas, apa yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ““Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca doa di dalam sujudnya, “Allôhummaghfirlî dzanbî kullahu, diqqohu wa jillahu, wa awwalahu wa âkhirohu, wa ‘alâniyyatahu wa sirrohu”(Ya Allah ampunilah seluruh dosaku. Yang kecil maupun yang besar. Yang dahulu maupun yang akan datang. Yang terlihat maupun yang dirahasiakan)”. HR. Muslim.Yang semisal dengan dua doa di atas banyak di dalam hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. Doa adalah ibadah. Semakin diperbanyak dan diperpanjang oleh hamba, niscaya akan semakin membantu penghayatan hati. Juga semakin menunjukkan perasaan butuhnya kepada Allah.Satu hal yang sangat penting untuk membantu penghayatan adalah pemahaman. Yakni memahami doa-doa yang kita baca. Bagaimana mungkin kita bisa menghayati doa-doa yang kita baca, manakala kita tidak mengerti artinya? Maka mulai saat ini, luangkanlah waktu kita untuk mempelajari makna dari doa-doa yang kita baca! Post navigation Previous Sholat Terus Maksiat JalanNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang

Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat Lapang

Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Berdoa kepada Allah itu bukan hanya saat susah saja. Namun juga ketika dalam kondisi lapang. Yakni ketika kita sedang sehat, lancar rezeki, senang dan yang semisal.Jadi berdoa itu adalah saat lapang dan susah, juga dalam segala kondisi. Jika ketika lapang, kita tidak lupa untuk terus berdoa, niscaya Allah akan kabulkan doa kita saat sedang susah dan kepepet.Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ““Barang siapa menghendaki doanya dikabulkan oleh Allah saat susah dan ditimpa musibah; hendaklah ia memperbanyak doa ketika sedang lapang”. HR. Tirmidzy dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albany.Dalam banyak kesempatan, Allah ta’ala mencela kaum musyrikin, dikarenakan mereka berdoa kepada Allah saat kepepet saja. Bila mereka sudah selamat dan dalam kondisi lapang, maka merekapun melupakan Allah. Bahkan kemudian mereka meminta-minta kepada berhala yang tidak bisa membantu sedikitpun.Allah bercerita,“وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ“Artinya: “Apabila kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia, maka dia akan berpaling dan menjauhkan diri. Namun bila dia ditimpa malapetaka; maka dia akan banyak berdoa”. QS. Fusshilat (41): 51.Orang yang beriman tentu wajib berbeda dari kaum musyrikin. Setiap muslim seharusnya berdoa hanya kepada Allah dalam segala kondisi. Baik ketika kondisi lapang maupun susah. Saat kaya maupun miskin. Ketika sehat maupun sakit. Saat senang maupun sedih. Siapapun yang mengingat Allah ketika senang, maka Allah pun akan mengingatnya saat susah.“تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ““Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Nabi Yunus ‘alaihis salam rajin mengingat Allah dalam segala kondisi. Maka, saat beliau dimakan ikan paus, lalu berdoa kepada Allah, dikabulkanlah oleh-Nya.“فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Artinya: “Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,“آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ“Artinya: “Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.@ Kereta Api Taksaka, dini hari 17 Jumada Tsaniyah 1439 / 5 Maret 2018 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #130: Menghayati DoaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #93: Anak dan Adab Tidur Bagian 2

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan beberapa adab tidur yang perlu kita praktekkan lalu kita ajarkan kepada putra-putri kita sejak dini. Berikut kelanjutannya:Kelima: Membaca doa sebelum tidurAda banyak bacaan yang dianjurkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kita baca sebelum tidur. Di antaranya: ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadhan. Ternyata ada orang yang datang mencuri sebagian zakat itu dan aku berhasil memergokinya. Lalu kukatakan, “Aku pasti akan mengadukanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam“. Lalu Abu Hurairah melanjutkan kisahnya. Di akhir si pencuri tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Niscaya engkau selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal aslinya dia itu pendusta. Dia adalah setan“. HR. Bukhari.Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau. Dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali”. HR. Bukhari.Juga membaca doa “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)”. HR. Bukhari.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Sya’ban 1438 / 1 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir #131: Mengingat Allah Saat LapangNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak #94: Anak dan Adab Saat Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next