WAKAF KENDARAAN

Pintu-pintu pahala itu amatlah banyak dan beragam. Tidak sempit dan terbatas seperti yang dikira oleh sebagian orang. Insan yang berilmu memanfaatkan ilmunya untuk mendulang pahala dengan mengajarkannya pada masyarakat. Orang yang dikaruniai kekuatan fisik akan menggunakannya untuk berjuang di jalan Allah. Orang kaya bisa memanfaatkan hartanya untuk mendukung kegiatan Islam. Pahala yang akan didulangnya pun insyaAllah tidak akan kalah dengan pelaku dakwah.Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا“Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berperang fi sabilillah maka sungguh ia telah ikut berperang”.Saat ini, Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga sedang membutuhkan kendaraan yang representatif untuk transportasi kegiatan pendidikan dan keagamaan. Karenanya, Pondok membuka peluang bagi kaum muslimin dan muslimat untuk berandil dalam investasi pahala.Dengan cara: Pertama:Wakaf kendaraan baru. Atau bisa juga yang bekas, namun dengan catatan masih dalam kondisi baik.Kedua: Wakaf uang untuk pembelian kendaraan roda empat. Dibutuhkan dana sekitar 300 juta rupiah. Untuk pembelian mobil Isuzu ELF Microbus, tipe NHR 55 LWB Microbuss E2 FH 2. Dipilihnya kendaraan jenis ini karena pertimbangan kapasitas penumpang yang besar (20 orang). Adapun pemilihan yang baru, karena pertimbangan perawatan ke depannya yang lebih mudah dan efisien.Dana wakaf bisa ditransfer melalui Bank Muamalat Indonesia, KCP Purbalingga, nomor rekening: 5440003080, a.n Yayasan Islam Tunas IlmuPurbalingga.Lalu mengkorfirmasikannya ke nomor HP 0821 380 22771.Selamat berinvestasi pahala!20.1.14  Post navigation Previous Anak dan Dasar-Dasar KeilmuanNext KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

WAKAF KENDARAAN

Pintu-pintu pahala itu amatlah banyak dan beragam. Tidak sempit dan terbatas seperti yang dikira oleh sebagian orang. Insan yang berilmu memanfaatkan ilmunya untuk mendulang pahala dengan mengajarkannya pada masyarakat. Orang yang dikaruniai kekuatan fisik akan menggunakannya untuk berjuang di jalan Allah. Orang kaya bisa memanfaatkan hartanya untuk mendukung kegiatan Islam. Pahala yang akan didulangnya pun insyaAllah tidak akan kalah dengan pelaku dakwah.Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا“Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berperang fi sabilillah maka sungguh ia telah ikut berperang”.Saat ini, Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga sedang membutuhkan kendaraan yang representatif untuk transportasi kegiatan pendidikan dan keagamaan. Karenanya, Pondok membuka peluang bagi kaum muslimin dan muslimat untuk berandil dalam investasi pahala.Dengan cara: Pertama:Wakaf kendaraan baru. Atau bisa juga yang bekas, namun dengan catatan masih dalam kondisi baik.Kedua: Wakaf uang untuk pembelian kendaraan roda empat. Dibutuhkan dana sekitar 300 juta rupiah. Untuk pembelian mobil Isuzu ELF Microbus, tipe NHR 55 LWB Microbuss E2 FH 2. Dipilihnya kendaraan jenis ini karena pertimbangan kapasitas penumpang yang besar (20 orang). Adapun pemilihan yang baru, karena pertimbangan perawatan ke depannya yang lebih mudah dan efisien.Dana wakaf bisa ditransfer melalui Bank Muamalat Indonesia, KCP Purbalingga, nomor rekening: 5440003080, a.n Yayasan Islam Tunas IlmuPurbalingga.Lalu mengkorfirmasikannya ke nomor HP 0821 380 22771.Selamat berinvestasi pahala!20.1.14  Post navigation Previous Anak dan Dasar-Dasar KeilmuanNext KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pintu-pintu pahala itu amatlah banyak dan beragam. Tidak sempit dan terbatas seperti yang dikira oleh sebagian orang. Insan yang berilmu memanfaatkan ilmunya untuk mendulang pahala dengan mengajarkannya pada masyarakat. Orang yang dikaruniai kekuatan fisik akan menggunakannya untuk berjuang di jalan Allah. Orang kaya bisa memanfaatkan hartanya untuk mendukung kegiatan Islam. Pahala yang akan didulangnya pun insyaAllah tidak akan kalah dengan pelaku dakwah.Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا“Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berperang fi sabilillah maka sungguh ia telah ikut berperang”.Saat ini, Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga sedang membutuhkan kendaraan yang representatif untuk transportasi kegiatan pendidikan dan keagamaan. Karenanya, Pondok membuka peluang bagi kaum muslimin dan muslimat untuk berandil dalam investasi pahala.Dengan cara: Pertama:Wakaf kendaraan baru. Atau bisa juga yang bekas, namun dengan catatan masih dalam kondisi baik.Kedua: Wakaf uang untuk pembelian kendaraan roda empat. Dibutuhkan dana sekitar 300 juta rupiah. Untuk pembelian mobil Isuzu ELF Microbus, tipe NHR 55 LWB Microbuss E2 FH 2. Dipilihnya kendaraan jenis ini karena pertimbangan kapasitas penumpang yang besar (20 orang). Adapun pemilihan yang baru, karena pertimbangan perawatan ke depannya yang lebih mudah dan efisien.Dana wakaf bisa ditransfer melalui Bank Muamalat Indonesia, KCP Purbalingga, nomor rekening: 5440003080, a.n Yayasan Islam Tunas IlmuPurbalingga.Lalu mengkorfirmasikannya ke nomor HP 0821 380 22771.Selamat berinvestasi pahala!20.1.14  Post navigation Previous Anak dan Dasar-Dasar KeilmuanNext KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pintu-pintu pahala itu amatlah banyak dan beragam. Tidak sempit dan terbatas seperti yang dikira oleh sebagian orang. Insan yang berilmu memanfaatkan ilmunya untuk mendulang pahala dengan mengajarkannya pada masyarakat. Orang yang dikaruniai kekuatan fisik akan menggunakannya untuk berjuang di jalan Allah. Orang kaya bisa memanfaatkan hartanya untuk mendukung kegiatan Islam. Pahala yang akan didulangnya pun insyaAllah tidak akan kalah dengan pelaku dakwah.Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا“Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berperang fi sabilillah maka sungguh ia telah ikut berperang”.Saat ini, Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga sedang membutuhkan kendaraan yang representatif untuk transportasi kegiatan pendidikan dan keagamaan. Karenanya, Pondok membuka peluang bagi kaum muslimin dan muslimat untuk berandil dalam investasi pahala.Dengan cara: Pertama:Wakaf kendaraan baru. Atau bisa juga yang bekas, namun dengan catatan masih dalam kondisi baik.Kedua: Wakaf uang untuk pembelian kendaraan roda empat. Dibutuhkan dana sekitar 300 juta rupiah. Untuk pembelian mobil Isuzu ELF Microbus, tipe NHR 55 LWB Microbuss E2 FH 2. Dipilihnya kendaraan jenis ini karena pertimbangan kapasitas penumpang yang besar (20 orang). Adapun pemilihan yang baru, karena pertimbangan perawatan ke depannya yang lebih mudah dan efisien.Dana wakaf bisa ditransfer melalui Bank Muamalat Indonesia, KCP Purbalingga, nomor rekening: 5440003080, a.n Yayasan Islam Tunas IlmuPurbalingga.Lalu mengkorfirmasikannya ke nomor HP 0821 380 22771.Selamat berinvestasi pahala!20.1.14  Post navigation Previous Anak dan Dasar-Dasar KeilmuanNext KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MAKNA KALIMAT TAKBIR*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 63Setelah kita membahas beberapa keistimewaan takbir, saatnya kita mengkaji makna dari kalimat mulia ini. Supaya dzikir kita berkualitas tinggi, sebab penuh dengan penghayatan.Kalimat takbir terjemahannya adalah: Allah Maha besar. Adapun maknanya adalah kita harus meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keagungan dan kebesaran dzat Allah, juga keagungan sifat-sifat-Nya adalah sesuatu yang tidak mungkin diliputi oleh akal manusia. Jangankan keagungan Allah, kebesaran para makhluk-Nya saja, terkadang kita kesulitan untuk meliputinya.Di antara makhluk terbesar adalah ‘Arsy. Di atasnyalah Allah berada. Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan ‘Arsy seperti kubah dan atap bagi alam ini yang terdiri dari langit dan bumi serta isinya. Di sini sangat jelas menunjukkan keagungan, kebesaran dan keluasan ‘Arsy. Bukan hanya lebih besar dari langit dan bumi, akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,“مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الكُرْسِي كَفَضْل الفلاَةِ عَلَى الحَلَقَةِ”.“Tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursiy kecuali hanya seperti cincin yang diletakkan di padang pasir. Dan besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan Kursiy, seperti lebih besarnya suatu padang pasir dibanding sebuah cincin”. HR. Ibn Abi Syaibah dalam Kitab al-‘Arsy dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Seharusnya seorang muslim mau merenungkan betapa besarnya langit dibanding bumi, betapa agungnya tahta Kursiy dibanding langit, dan betapa agungnya ‘Arsy dibanding tahta Kursiy. Akal tidak akan sanggup menjangkau keberadaan dan tata cara semua itu. Padahal mereka hanyalah makhluk. Lalu bagaimana dengan keagungan Allah yang menciptakan semua itu?!Keagungan dan kebesaran Allah dan sifat-sifat-Nya jelas terlampau besar untuk bisa diliputi oleh akal pikiran manusia yang paling hebat sekalipun. Karena itu ada sebuah hadits yang melarang untuk membayangkan hakikat dzat Allah, sebab semua akal dan pikiran pasti tidak akan mampu menjangkaunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,تَفَكَّرُوا فِي آلاءِ اللَّهِ، وَلا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ“Bayangkanlah keagungan makhluk-makhluk Allah dan jangan membayangkan dzat Allah”. HR. Al-Lalaka’i dalam Syarah al-I’tiqad dan dinilai hasan oleh al-Albany.Apabila hati seorang muslim dapat merasakan akan kebesaran makhluk seperti langit, bumi, ‘Arsy dan sebagainya, kemudian timbul dalam hatinya rasa ketidakmampuan memikirkan dan menjangkau semua itu; maka akan muncul pengetahuan ketiga yakni kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut, yang tidak mungkin dapat diliputi serta dicerna oleh akal pikiran. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. QS. Al-Isra (7): 111.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1435 / 29 September 2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/285-289).DOWONLOAD ARTIKEL INI activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2*Next KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

MAKNA KALIMAT TAKBIR*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 63Setelah kita membahas beberapa keistimewaan takbir, saatnya kita mengkaji makna dari kalimat mulia ini. Supaya dzikir kita berkualitas tinggi, sebab penuh dengan penghayatan.Kalimat takbir terjemahannya adalah: Allah Maha besar. Adapun maknanya adalah kita harus meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keagungan dan kebesaran dzat Allah, juga keagungan sifat-sifat-Nya adalah sesuatu yang tidak mungkin diliputi oleh akal manusia. Jangankan keagungan Allah, kebesaran para makhluk-Nya saja, terkadang kita kesulitan untuk meliputinya.Di antara makhluk terbesar adalah ‘Arsy. Di atasnyalah Allah berada. Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan ‘Arsy seperti kubah dan atap bagi alam ini yang terdiri dari langit dan bumi serta isinya. Di sini sangat jelas menunjukkan keagungan, kebesaran dan keluasan ‘Arsy. Bukan hanya lebih besar dari langit dan bumi, akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,“مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الكُرْسِي كَفَضْل الفلاَةِ عَلَى الحَلَقَةِ”.“Tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursiy kecuali hanya seperti cincin yang diletakkan di padang pasir. Dan besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan Kursiy, seperti lebih besarnya suatu padang pasir dibanding sebuah cincin”. HR. Ibn Abi Syaibah dalam Kitab al-‘Arsy dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Seharusnya seorang muslim mau merenungkan betapa besarnya langit dibanding bumi, betapa agungnya tahta Kursiy dibanding langit, dan betapa agungnya ‘Arsy dibanding tahta Kursiy. Akal tidak akan sanggup menjangkau keberadaan dan tata cara semua itu. Padahal mereka hanyalah makhluk. Lalu bagaimana dengan keagungan Allah yang menciptakan semua itu?!Keagungan dan kebesaran Allah dan sifat-sifat-Nya jelas terlampau besar untuk bisa diliputi oleh akal pikiran manusia yang paling hebat sekalipun. Karena itu ada sebuah hadits yang melarang untuk membayangkan hakikat dzat Allah, sebab semua akal dan pikiran pasti tidak akan mampu menjangkaunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,تَفَكَّرُوا فِي آلاءِ اللَّهِ، وَلا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ“Bayangkanlah keagungan makhluk-makhluk Allah dan jangan membayangkan dzat Allah”. HR. Al-Lalaka’i dalam Syarah al-I’tiqad dan dinilai hasan oleh al-Albany.Apabila hati seorang muslim dapat merasakan akan kebesaran makhluk seperti langit, bumi, ‘Arsy dan sebagainya, kemudian timbul dalam hatinya rasa ketidakmampuan memikirkan dan menjangkau semua itu; maka akan muncul pengetahuan ketiga yakni kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut, yang tidak mungkin dapat diliputi serta dicerna oleh akal pikiran. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. QS. Al-Isra (7): 111.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1435 / 29 September 2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/285-289).DOWONLOAD ARTIKEL INI activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2*Next KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 63Setelah kita membahas beberapa keistimewaan takbir, saatnya kita mengkaji makna dari kalimat mulia ini. Supaya dzikir kita berkualitas tinggi, sebab penuh dengan penghayatan.Kalimat takbir terjemahannya adalah: Allah Maha besar. Adapun maknanya adalah kita harus meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keagungan dan kebesaran dzat Allah, juga keagungan sifat-sifat-Nya adalah sesuatu yang tidak mungkin diliputi oleh akal manusia. Jangankan keagungan Allah, kebesaran para makhluk-Nya saja, terkadang kita kesulitan untuk meliputinya.Di antara makhluk terbesar adalah ‘Arsy. Di atasnyalah Allah berada. Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan ‘Arsy seperti kubah dan atap bagi alam ini yang terdiri dari langit dan bumi serta isinya. Di sini sangat jelas menunjukkan keagungan, kebesaran dan keluasan ‘Arsy. Bukan hanya lebih besar dari langit dan bumi, akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,“مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الكُرْسِي كَفَضْل الفلاَةِ عَلَى الحَلَقَةِ”.“Tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursiy kecuali hanya seperti cincin yang diletakkan di padang pasir. Dan besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan Kursiy, seperti lebih besarnya suatu padang pasir dibanding sebuah cincin”. HR. Ibn Abi Syaibah dalam Kitab al-‘Arsy dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Seharusnya seorang muslim mau merenungkan betapa besarnya langit dibanding bumi, betapa agungnya tahta Kursiy dibanding langit, dan betapa agungnya ‘Arsy dibanding tahta Kursiy. Akal tidak akan sanggup menjangkau keberadaan dan tata cara semua itu. Padahal mereka hanyalah makhluk. Lalu bagaimana dengan keagungan Allah yang menciptakan semua itu?!Keagungan dan kebesaran Allah dan sifat-sifat-Nya jelas terlampau besar untuk bisa diliputi oleh akal pikiran manusia yang paling hebat sekalipun. Karena itu ada sebuah hadits yang melarang untuk membayangkan hakikat dzat Allah, sebab semua akal dan pikiran pasti tidak akan mampu menjangkaunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,تَفَكَّرُوا فِي آلاءِ اللَّهِ، وَلا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ“Bayangkanlah keagungan makhluk-makhluk Allah dan jangan membayangkan dzat Allah”. HR. Al-Lalaka’i dalam Syarah al-I’tiqad dan dinilai hasan oleh al-Albany.Apabila hati seorang muslim dapat merasakan akan kebesaran makhluk seperti langit, bumi, ‘Arsy dan sebagainya, kemudian timbul dalam hatinya rasa ketidakmampuan memikirkan dan menjangkau semua itu; maka akan muncul pengetahuan ketiga yakni kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut, yang tidak mungkin dapat diliputi serta dicerna oleh akal pikiran. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. QS. Al-Isra (7): 111.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1435 / 29 September 2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/285-289).DOWONLOAD ARTIKEL INI activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2*Next KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 63Setelah kita membahas beberapa keistimewaan takbir, saatnya kita mengkaji makna dari kalimat mulia ini. Supaya dzikir kita berkualitas tinggi, sebab penuh dengan penghayatan.Kalimat takbir terjemahannya adalah: Allah Maha besar. Adapun maknanya adalah kita harus meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keagungan dan kebesaran dzat Allah, juga keagungan sifat-sifat-Nya adalah sesuatu yang tidak mungkin diliputi oleh akal manusia. Jangankan keagungan Allah, kebesaran para makhluk-Nya saja, terkadang kita kesulitan untuk meliputinya.Di antara makhluk terbesar adalah ‘Arsy. Di atasnyalah Allah berada. Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakan ‘Arsy seperti kubah dan atap bagi alam ini yang terdiri dari langit dan bumi serta isinya. Di sini sangat jelas menunjukkan keagungan, kebesaran dan keluasan ‘Arsy. Bukan hanya lebih besar dari langit dan bumi, akan tetapi keluasannya tidak dapat dibayangkan oleh kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan,“مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الكُرْسِي كَفَضْل الفلاَةِ عَلَى الحَلَقَةِ”.“Tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursiy kecuali hanya seperti cincin yang diletakkan di padang pasir. Dan besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan Kursiy, seperti lebih besarnya suatu padang pasir dibanding sebuah cincin”. HR. Ibn Abi Syaibah dalam Kitab al-‘Arsy dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.Seharusnya seorang muslim mau merenungkan betapa besarnya langit dibanding bumi, betapa agungnya tahta Kursiy dibanding langit, dan betapa agungnya ‘Arsy dibanding tahta Kursiy. Akal tidak akan sanggup menjangkau keberadaan dan tata cara semua itu. Padahal mereka hanyalah makhluk. Lalu bagaimana dengan keagungan Allah yang menciptakan semua itu?!Keagungan dan kebesaran Allah dan sifat-sifat-Nya jelas terlampau besar untuk bisa diliputi oleh akal pikiran manusia yang paling hebat sekalipun. Karena itu ada sebuah hadits yang melarang untuk membayangkan hakikat dzat Allah, sebab semua akal dan pikiran pasti tidak akan mampu menjangkaunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,تَفَكَّرُوا فِي آلاءِ اللَّهِ، وَلا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ“Bayangkanlah keagungan makhluk-makhluk Allah dan jangan membayangkan dzat Allah”. HR. Al-Lalaka’i dalam Syarah al-I’tiqad dan dinilai hasan oleh al-Albany.Apabila hati seorang muslim dapat merasakan akan kebesaran makhluk seperti langit, bumi, ‘Arsy dan sebagainya, kemudian timbul dalam hatinya rasa ketidakmampuan memikirkan dan menjangkau semua itu; maka akan muncul pengetahuan ketiga yakni kebesaran dan keagungan Tuhan yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut, yang tidak mungkin dapat diliputi serta dicerna oleh akal pikiran. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. QS. Al-Isra (7): 111.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 4 Dzulhijjah 1435 / 29 September 2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/285-289).DOWONLOAD ARTIKEL INI activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT TAKBIR Bag-2*Next KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 64Sudah berlalu pembahasan tentang makna kalimat takbir. Bahwa maknanya adalah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keyakinan di atas seharusnya berkonsekwensi untuk melahirkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebenarnya dzikir yang berkualitas. Yakni yang membuahkan perangai baik dalam keseharian.Di antara buah merenungi kalimat takbir: Mendorong untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Yang Maha BesarSeorang hamba dalam menyembah dan beribadah, seharusnya hanya memilih tuhan yang maha besar. Sebab hanya yang maha besar, yang layak untuk disembah. Anehnya tidak sedikit para manusia yang memilih untuk menyembah makhluk yang kecil, bahkan teramat kecil. Allah ta’ala mengingatkan,“ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ” Artinya: “Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah Dialah (Tuhan) Yang benar. Dan apa saja yang mereka sembah selain Dia, itulah yang batil. Sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar”. QS. Al-Hajj (22): 62. Mengagungkan perintah dan larangan AllahBila kita meyakini bahwa Allah Maha Besar, maka konsekwensinya kita pun harus menghadirkan perasaan akan kebesaran dan keagungan syariat-Nya. Sehingga kita terus berusaha untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Allah ta’ala berfirman,“ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ”Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati”. QS. AL-Hajj (22): 32. Tidak besar kepala dan sombongSaat seorang hamba merasakan kebesaran Allah, maka seharusnya dia merasa bahwa dirinya kecil dan tidak layak untuk menyombongkan diri. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِى وَالْعَظَمَةُ إِزَارِى؛ فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِى النَّارِ”.Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Sifat sombong itu selendang-Ku, dan keagungan itu pakaian-Ku. Barangsiapa yang menyaingiku dalam salah satu dari dua sifat tersebut, maka Aku akan campakkan dia ke dalam neraka”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1435 / 2o Oktober 2014 Disusun oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber, di antaranya http://alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1633.DOWNLOAD ARTIKEL “KONSEKUENSI KALIMAT TARKBIR” Post navigation Previous MAKNA KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 64Sudah berlalu pembahasan tentang makna kalimat takbir. Bahwa maknanya adalah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keyakinan di atas seharusnya berkonsekwensi untuk melahirkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebenarnya dzikir yang berkualitas. Yakni yang membuahkan perangai baik dalam keseharian.Di antara buah merenungi kalimat takbir: Mendorong untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Yang Maha BesarSeorang hamba dalam menyembah dan beribadah, seharusnya hanya memilih tuhan yang maha besar. Sebab hanya yang maha besar, yang layak untuk disembah. Anehnya tidak sedikit para manusia yang memilih untuk menyembah makhluk yang kecil, bahkan teramat kecil. Allah ta’ala mengingatkan,“ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ” Artinya: “Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah Dialah (Tuhan) Yang benar. Dan apa saja yang mereka sembah selain Dia, itulah yang batil. Sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar”. QS. Al-Hajj (22): 62. Mengagungkan perintah dan larangan AllahBila kita meyakini bahwa Allah Maha Besar, maka konsekwensinya kita pun harus menghadirkan perasaan akan kebesaran dan keagungan syariat-Nya. Sehingga kita terus berusaha untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Allah ta’ala berfirman,“ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ”Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati”. QS. AL-Hajj (22): 32. Tidak besar kepala dan sombongSaat seorang hamba merasakan kebesaran Allah, maka seharusnya dia merasa bahwa dirinya kecil dan tidak layak untuk menyombongkan diri. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِى وَالْعَظَمَةُ إِزَارِى؛ فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِى النَّارِ”.Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Sifat sombong itu selendang-Ku, dan keagungan itu pakaian-Ku. Barangsiapa yang menyaingiku dalam salah satu dari dua sifat tersebut, maka Aku akan campakkan dia ke dalam neraka”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1435 / 2o Oktober 2014 Disusun oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber, di antaranya http://alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1633.DOWNLOAD ARTIKEL “KONSEKUENSI KALIMAT TARKBIR” Post navigation Previous MAKNA KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 64Sudah berlalu pembahasan tentang makna kalimat takbir. Bahwa maknanya adalah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keyakinan di atas seharusnya berkonsekwensi untuk melahirkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebenarnya dzikir yang berkualitas. Yakni yang membuahkan perangai baik dalam keseharian.Di antara buah merenungi kalimat takbir: Mendorong untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Yang Maha BesarSeorang hamba dalam menyembah dan beribadah, seharusnya hanya memilih tuhan yang maha besar. Sebab hanya yang maha besar, yang layak untuk disembah. Anehnya tidak sedikit para manusia yang memilih untuk menyembah makhluk yang kecil, bahkan teramat kecil. Allah ta’ala mengingatkan,“ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ” Artinya: “Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah Dialah (Tuhan) Yang benar. Dan apa saja yang mereka sembah selain Dia, itulah yang batil. Sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar”. QS. Al-Hajj (22): 62. Mengagungkan perintah dan larangan AllahBila kita meyakini bahwa Allah Maha Besar, maka konsekwensinya kita pun harus menghadirkan perasaan akan kebesaran dan keagungan syariat-Nya. Sehingga kita terus berusaha untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Allah ta’ala berfirman,“ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ”Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati”. QS. AL-Hajj (22): 32. Tidak besar kepala dan sombongSaat seorang hamba merasakan kebesaran Allah, maka seharusnya dia merasa bahwa dirinya kecil dan tidak layak untuk menyombongkan diri. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِى وَالْعَظَمَةُ إِزَارِى؛ فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِى النَّارِ”.Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Sifat sombong itu selendang-Ku, dan keagungan itu pakaian-Ku. Barangsiapa yang menyaingiku dalam salah satu dari dua sifat tersebut, maka Aku akan campakkan dia ke dalam neraka”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1435 / 2o Oktober 2014 Disusun oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber, di antaranya http://alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1633.DOWNLOAD ARTIKEL “KONSEKUENSI KALIMAT TARKBIR” Post navigation Previous MAKNA KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 64Sudah berlalu pembahasan tentang makna kalimat takbir. Bahwa maknanya adalah meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu dzat yang paling besar, tidak ada satupun yang lebih besar dari-Nya. Segala sesuatu yang besar, di sisi Allah akan terasa kecil.Keyakinan di atas seharusnya berkonsekwensi untuk melahirkan perilaku-perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebenarnya dzikir yang berkualitas. Yakni yang membuahkan perangai baik dalam keseharian.Di antara buah merenungi kalimat takbir: Mendorong untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah Yang Maha BesarSeorang hamba dalam menyembah dan beribadah, seharusnya hanya memilih tuhan yang maha besar. Sebab hanya yang maha besar, yang layak untuk disembah. Anehnya tidak sedikit para manusia yang memilih untuk menyembah makhluk yang kecil, bahkan teramat kecil. Allah ta’ala mengingatkan,“ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ” Artinya: “Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah Dialah (Tuhan) Yang benar. Dan apa saja yang mereka sembah selain Dia, itulah yang batil. Sungguh Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar”. QS. Al-Hajj (22): 62. Mengagungkan perintah dan larangan AllahBila kita meyakini bahwa Allah Maha Besar, maka konsekwensinya kita pun harus menghadirkan perasaan akan kebesaran dan keagungan syariat-Nya. Sehingga kita terus berusaha untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.Allah ta’ala berfirman,“ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ”Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati”. QS. AL-Hajj (22): 32. Tidak besar kepala dan sombongSaat seorang hamba merasakan kebesaran Allah, maka seharusnya dia merasa bahwa dirinya kecil dan tidak layak untuk menyombongkan diri. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِى وَالْعَظَمَةُ إِزَارِى؛ فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِى النَّارِ”.Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Sifat sombong itu selendang-Ku, dan keagungan itu pakaian-Ku. Barangsiapa yang menyaingiku dalam salah satu dari dua sifat tersebut, maka Aku akan campakkan dia ke dalam neraka”. HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Albany.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulhijjah 1435 / 2o Oktober 2014 Disusun oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber, di antaranya http://alsalafway.com/cms/news.php?action=news&id=1633.DOWNLOAD ARTIKEL “KONSEKUENSI KALIMAT TARKBIR” Post navigation Previous MAKNA KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 65Di antara kalimat istimewa yang diajarkan di dalam agama kita adalah kalimat hauqolah, yakni kalimat lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Terjemahannya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah”.Banyak nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat mulia yang satu ini. Ada hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Ada pula hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus.Berikut ini beberapa hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya: Menghapuskan dosa-dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ”“Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, alhamdulillah dan la haula wa la quwwata illah billah; melainkan dosa-dosanya akan diampuni, walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan”. HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahaby. Memenuhi tangan hamba dengan kebaikanIbnu Abi Aufa radhiyallahu’anhu bertutur,أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ!”، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”. قَالَ: فَقَالَهَا الرَّجُلُ: وَقَبَضَ كَفَّهُ، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي؟” قَالَ: “قُلْ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي” . قَالَ: فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنَ الْخَيْرِ”.“Suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak bisa membaca al-Qur’an. Ajarkan padaku bacaan yang bisa menggantikan al-Qur’an (saat aku shalat)”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Bacalah alhamdulillah, subhanallah, la ilaha illallah, Allahu akbar, la haula wa la quwwata illa billah”. Maka lelaki mengucapkan kalimat tersebut sambil menggenggam telapak tangannya dan menghitung lima dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini yang untuk Allah. Lah yang untuk diriku mana?”. Nabi menjawab, “Ucapkanlah: Allôhummaghfirlî, warhamnî, wa ‘âfinî, wahdinî, warzuqnî (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah padaku rizki)”. Maka lelaki tersebut menggenggam telapak tangannya yang satunya sembari menghitung lima dengan jari-jarinya. Kemudian ia pergi sambil menggenggam kedua telapak tangannya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun berkomentar, “Sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan”. HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Arna’uth.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Muharram 1436 / 3 Nopember2014Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/295).Silahkan Untuk Mendownload Artikel Ini Post navigation Previous KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 65Di antara kalimat istimewa yang diajarkan di dalam agama kita adalah kalimat hauqolah, yakni kalimat lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Terjemahannya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah”.Banyak nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat mulia yang satu ini. Ada hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Ada pula hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus.Berikut ini beberapa hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya: Menghapuskan dosa-dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ”“Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, alhamdulillah dan la haula wa la quwwata illah billah; melainkan dosa-dosanya akan diampuni, walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan”. HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahaby. Memenuhi tangan hamba dengan kebaikanIbnu Abi Aufa radhiyallahu’anhu bertutur,أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ!”، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”. قَالَ: فَقَالَهَا الرَّجُلُ: وَقَبَضَ كَفَّهُ، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي؟” قَالَ: “قُلْ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي” . قَالَ: فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنَ الْخَيْرِ”.“Suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak bisa membaca al-Qur’an. Ajarkan padaku bacaan yang bisa menggantikan al-Qur’an (saat aku shalat)”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Bacalah alhamdulillah, subhanallah, la ilaha illallah, Allahu akbar, la haula wa la quwwata illa billah”. Maka lelaki mengucapkan kalimat tersebut sambil menggenggam telapak tangannya dan menghitung lima dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini yang untuk Allah. Lah yang untuk diriku mana?”. Nabi menjawab, “Ucapkanlah: Allôhummaghfirlî, warhamnî, wa ‘âfinî, wahdinî, warzuqnî (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah padaku rizki)”. Maka lelaki tersebut menggenggam telapak tangannya yang satunya sembari menghitung lima dengan jari-jarinya. Kemudian ia pergi sambil menggenggam kedua telapak tangannya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun berkomentar, “Sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan”. HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Arna’uth.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Muharram 1436 / 3 Nopember2014Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/295).Silahkan Untuk Mendownload Artikel Ini Post navigation Previous KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 65Di antara kalimat istimewa yang diajarkan di dalam agama kita adalah kalimat hauqolah, yakni kalimat lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Terjemahannya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah”.Banyak nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat mulia yang satu ini. Ada hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Ada pula hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus.Berikut ini beberapa hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya: Menghapuskan dosa-dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ”“Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, alhamdulillah dan la haula wa la quwwata illah billah; melainkan dosa-dosanya akan diampuni, walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan”. HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahaby. Memenuhi tangan hamba dengan kebaikanIbnu Abi Aufa radhiyallahu’anhu bertutur,أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ!”، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”. قَالَ: فَقَالَهَا الرَّجُلُ: وَقَبَضَ كَفَّهُ، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي؟” قَالَ: “قُلْ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي” . قَالَ: فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنَ الْخَيْرِ”.“Suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak bisa membaca al-Qur’an. Ajarkan padaku bacaan yang bisa menggantikan al-Qur’an (saat aku shalat)”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Bacalah alhamdulillah, subhanallah, la ilaha illallah, Allahu akbar, la haula wa la quwwata illa billah”. Maka lelaki mengucapkan kalimat tersebut sambil menggenggam telapak tangannya dan menghitung lima dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini yang untuk Allah. Lah yang untuk diriku mana?”. Nabi menjawab, “Ucapkanlah: Allôhummaghfirlî, warhamnî, wa ‘âfinî, wahdinî, warzuqnî (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah padaku rizki)”. Maka lelaki tersebut menggenggam telapak tangannya yang satunya sembari menghitung lima dengan jari-jarinya. Kemudian ia pergi sambil menggenggam kedua telapak tangannya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun berkomentar, “Sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan”. HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Arna’uth.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Muharram 1436 / 3 Nopember2014Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/295).Silahkan Untuk Mendownload Artikel Ini Post navigation Previous KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 65Di antara kalimat istimewa yang diajarkan di dalam agama kita adalah kalimat hauqolah, yakni kalimat lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Terjemahannya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah”.Banyak nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat mulia yang satu ini. Ada hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Ada pula hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus.Berikut ini beberapa hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya: Menghapuskan dosa-dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ”“Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, alhamdulillah dan la haula wa la quwwata illah billah; melainkan dosa-dosanya akan diampuni, walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan”. HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahaby. Memenuhi tangan hamba dengan kebaikanIbnu Abi Aufa radhiyallahu’anhu bertutur,أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ!”، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”. قَالَ: فَقَالَهَا الرَّجُلُ: وَقَبَضَ كَفَّهُ، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي؟” قَالَ: “قُلْ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي” . قَالَ: فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنَ الْخَيْرِ”.“Suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak bisa membaca al-Qur’an. Ajarkan padaku bacaan yang bisa menggantikan al-Qur’an (saat aku shalat)”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Bacalah alhamdulillah, subhanallah, la ilaha illallah, Allahu akbar, la haula wa la quwwata illa billah”. Maka lelaki mengucapkan kalimat tersebut sambil menggenggam telapak tangannya dan menghitung lima dengan jari-jarinya. Lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini yang untuk Allah. Lah yang untuk diriku mana?”. Nabi menjawab, “Ucapkanlah: Allôhummaghfirlî, warhamnî, wa ‘âfinî, wahdinî, warzuqnî (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah padaku rizki)”. Maka lelaki tersebut menggenggam telapak tangannya yang satunya sembari menghitung lima dengan jari-jarinya. Kemudian ia pergi sambil menggenggam kedua telapak tangannya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun berkomentar, “Sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan”. HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh al-Arna’uth.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Muharram 1436 / 3 Nopember2014Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/295).Silahkan Untuk Mendownload Artikel Ini Post navigation Previous KONSEKWENSI KALIMAT TAKBIR*Next KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 66Pada pertemuan lalu kita sudah mulai mengkaji beberapa nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat hauqolah. Terutama nas-nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.Berikut kelanjutannya: Kalimat hauqolah merupakan salah satu amal salih yang berpahala abadiAllah ta’ala berfirman,الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi al-bâqiyat ash-shâlihat (amal salih yang berpahala abadi) lebih baik di sisi Allah pahalanya dan harapannya”. QS. Al-Kahfi (18): 46.Ayat di atas menjelaskan bahwa harta dan anak tidaklah kekal. Yang akan bermanfaat dan kekal untuk manusia adalah al-bâqiyât ash-shâlihât.Al-bâqiyât ash-shâlihât adalah seluruh amal ketaatan, baik yang hukumnya wajib maupun yang sunnah. Entah itu yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak para hamba-Nya.[1]Di antaranya adalah mengucapkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqolah. Demikian penafsiran yang disampaikan beberapa sahabat Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Seperti Utsman bin Affan dan Ibnu Umar radhiyallahu’anhum.Di atas adalah sebagian nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus, antara lain: Kalimat hauqolah merupakan salah satu harta karun surgaAbu Musa al-Asy’ary radhiyallahu’anhu bertutur,كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ”“Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan nabi shallallahu’alaihiwasallam. Setiap kali melewati jalan menanjak kami bertakbir (dengan suara keras). Maka Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun bersabda, “Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil dzat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun kalian sedang memanggil Dzat Yang Maha mendengar dan Maha melihat!”. Kemudian beliau mendatangiku, dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, “La haula wa la quwwata illa billah”. Maka beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga”. HR. Bukhari dan Muslim.Dalam hadits di atas Nabi shallallahu’alaihiwasallam ingin menjelaskan berbagai amal salih kepada para sahabatnya. Saat beliau melihat mereka mengerjakan amal salih, yakni takbir, beliau menginginkan mereka agar menambahkan amal salih lainnya. Yaitu mengucapkan kalimat hauqolah.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1436 / 17 Nopember2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/296-298).[1] Baca: Tafsîr as-Sa’diy (hal. 428).Download Artikel Ini Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1Next Redaksi Istighfar Bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 66Pada pertemuan lalu kita sudah mulai mengkaji beberapa nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat hauqolah. Terutama nas-nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.Berikut kelanjutannya: Kalimat hauqolah merupakan salah satu amal salih yang berpahala abadiAllah ta’ala berfirman,الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi al-bâqiyat ash-shâlihat (amal salih yang berpahala abadi) lebih baik di sisi Allah pahalanya dan harapannya”. QS. Al-Kahfi (18): 46.Ayat di atas menjelaskan bahwa harta dan anak tidaklah kekal. Yang akan bermanfaat dan kekal untuk manusia adalah al-bâqiyât ash-shâlihât.Al-bâqiyât ash-shâlihât adalah seluruh amal ketaatan, baik yang hukumnya wajib maupun yang sunnah. Entah itu yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak para hamba-Nya.[1]Di antaranya adalah mengucapkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqolah. Demikian penafsiran yang disampaikan beberapa sahabat Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Seperti Utsman bin Affan dan Ibnu Umar radhiyallahu’anhum.Di atas adalah sebagian nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus, antara lain: Kalimat hauqolah merupakan salah satu harta karun surgaAbu Musa al-Asy’ary radhiyallahu’anhu bertutur,كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ”“Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan nabi shallallahu’alaihiwasallam. Setiap kali melewati jalan menanjak kami bertakbir (dengan suara keras). Maka Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun bersabda, “Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil dzat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun kalian sedang memanggil Dzat Yang Maha mendengar dan Maha melihat!”. Kemudian beliau mendatangiku, dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, “La haula wa la quwwata illa billah”. Maka beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga”. HR. Bukhari dan Muslim.Dalam hadits di atas Nabi shallallahu’alaihiwasallam ingin menjelaskan berbagai amal salih kepada para sahabatnya. Saat beliau melihat mereka mengerjakan amal salih, yakni takbir, beliau menginginkan mereka agar menambahkan amal salih lainnya. Yaitu mengucapkan kalimat hauqolah.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1436 / 17 Nopember2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/296-298).[1] Baca: Tafsîr as-Sa’diy (hal. 428).Download Artikel Ini Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1Next Redaksi Istighfar Bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 66Pada pertemuan lalu kita sudah mulai mengkaji beberapa nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat hauqolah. Terutama nas-nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.Berikut kelanjutannya: Kalimat hauqolah merupakan salah satu amal salih yang berpahala abadiAllah ta’ala berfirman,الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi al-bâqiyat ash-shâlihat (amal salih yang berpahala abadi) lebih baik di sisi Allah pahalanya dan harapannya”. QS. Al-Kahfi (18): 46.Ayat di atas menjelaskan bahwa harta dan anak tidaklah kekal. Yang akan bermanfaat dan kekal untuk manusia adalah al-bâqiyât ash-shâlihât.Al-bâqiyât ash-shâlihât adalah seluruh amal ketaatan, baik yang hukumnya wajib maupun yang sunnah. Entah itu yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak para hamba-Nya.[1]Di antaranya adalah mengucapkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqolah. Demikian penafsiran yang disampaikan beberapa sahabat Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Seperti Utsman bin Affan dan Ibnu Umar radhiyallahu’anhum.Di atas adalah sebagian nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus, antara lain: Kalimat hauqolah merupakan salah satu harta karun surgaAbu Musa al-Asy’ary radhiyallahu’anhu bertutur,كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ”“Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan nabi shallallahu’alaihiwasallam. Setiap kali melewati jalan menanjak kami bertakbir (dengan suara keras). Maka Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun bersabda, “Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil dzat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun kalian sedang memanggil Dzat Yang Maha mendengar dan Maha melihat!”. Kemudian beliau mendatangiku, dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, “La haula wa la quwwata illa billah”. Maka beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga”. HR. Bukhari dan Muslim.Dalam hadits di atas Nabi shallallahu’alaihiwasallam ingin menjelaskan berbagai amal salih kepada para sahabatnya. Saat beliau melihat mereka mengerjakan amal salih, yakni takbir, beliau menginginkan mereka agar menambahkan amal salih lainnya. Yaitu mengucapkan kalimat hauqolah.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1436 / 17 Nopember2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/296-298).[1] Baca: Tafsîr as-Sa’diy (hal. 428).Download Artikel Ini Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1Next Redaksi Istighfar Bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 66Pada pertemuan lalu kita sudah mulai mengkaji beberapa nas yang menjelaskan keistimewaan kalimat hauqolah. Terutama nas-nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.Berikut kelanjutannya: Kalimat hauqolah merupakan salah satu amal salih yang berpahala abadiAllah ta’ala berfirman,الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi al-bâqiyat ash-shâlihat (amal salih yang berpahala abadi) lebih baik di sisi Allah pahalanya dan harapannya”. QS. Al-Kahfi (18): 46.Ayat di atas menjelaskan bahwa harta dan anak tidaklah kekal. Yang akan bermanfaat dan kekal untuk manusia adalah al-bâqiyât ash-shâlihât.Al-bâqiyât ash-shâlihât adalah seluruh amal ketaatan, baik yang hukumnya wajib maupun yang sunnah. Entah itu yang berkaitan dengan hak Allah maupun hak para hamba-Nya.[1]Di antaranya adalah mengucapkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqolah. Demikian penafsiran yang disampaikan beberapa sahabat Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Seperti Utsman bin Affan dan Ibnu Umar radhiyallahu’anhum.Di atas adalah sebagian nas yang menyebutkan keistimewaan kalimat ini berbarengan dengan empat kalimat mulia lainnya, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Adapun hadits-hadits yang menyebutkan keistimewaan kalimat hauqolah secara khusus, antara lain: Kalimat hauqolah merupakan salah satu harta karun surgaAbu Musa al-Asy’ary radhiyallahu’anhu bertutur,كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ”“Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan nabi shallallahu’alaihiwasallam. Setiap kali melewati jalan menanjak kami bertakbir (dengan suara keras). Maka Nabi shallallahu’alaihiwasallam pun bersabda, “Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil dzat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun kalian sedang memanggil Dzat Yang Maha mendengar dan Maha melihat!”. Kemudian beliau mendatangiku, dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, “La haula wa la quwwata illa billah”. Maka beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga”. HR. Bukhari dan Muslim.Dalam hadits di atas Nabi shallallahu’alaihiwasallam ingin menjelaskan berbagai amal salih kepada para sahabatnya. Saat beliau melihat mereka mengerjakan amal salih, yakni takbir, beliau menginginkan mereka agar menambahkan amal salih lainnya. Yaitu mengucapkan kalimat hauqolah.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga,24 Muharram 1436 / 17 Nopember2014 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkâr karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr (I/296-298).[1] Baca: Tafsîr as-Sa’diy (hal. 428).Download Artikel Ini Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-1Next Redaksi Istighfar Bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Redaksi Istighfar Bag. 1

Istighfar memiliki beberapa redaksi yang termaktub di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Di antara redaksi istighfar yang disebutkan dalam al-Qur’an;Pertama:“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.“Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.Kedua:“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“. “Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.Ketiga:“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“. “Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.Keempat:“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“. “Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.Kelima:“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“. “Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1436 / 23 Maret 2015activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2Next AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Redaksi Istighfar Bag. 1

Istighfar memiliki beberapa redaksi yang termaktub di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Di antara redaksi istighfar yang disebutkan dalam al-Qur’an;Pertama:“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.“Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.Kedua:“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“. “Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.Ketiga:“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“. “Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.Keempat:“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“. “Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.Kelima:“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“. “Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1436 / 23 Maret 2015activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2Next AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Istighfar memiliki beberapa redaksi yang termaktub di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Di antara redaksi istighfar yang disebutkan dalam al-Qur’an;Pertama:“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.“Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.Kedua:“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“. “Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.Ketiga:“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“. “Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.Keempat:“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“. “Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.Kelima:“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“. “Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1436 / 23 Maret 2015activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2Next AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Istighfar memiliki beberapa redaksi yang termaktub di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Di antara redaksi istighfar yang disebutkan dalam al-Qur’an;Pertama:“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.“Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.Kedua:“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“. “Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.Ketiga:“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“. “Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.Keempat:“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“. “Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.Kelima:“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“. “Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1436 / 23 Maret 2015activate javascript Post navigation Previous KEISTIMEWAAN KALIMAT HAUQOLAH Bagian-2Next AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 50Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Karena itu mengajari anak al-Qur’an dan tanamkan kecintaan kepada al-Qur’an sejak dini merupakan sesuatu yang harus diprioritaskan dalam kehidupan kita.Hadits berikut menunjukkan betapa besarnya pahala mengajarkan al-Qur’an,خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” HR Bukhari dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu.Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk ke dalam cakupan hadits ini.Beberapa tips mengajari anak membaca al-Quran :Bacakan ayat-ayat al-Quran sejak anak masih dalam kandungan. Tidak sedikit yang sudah membuktikan hal ini. Banyak ibu-ibu yang merasa takjub saat anaknya berusia 2 tahun, kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah ayat al-Quran. Ternyata setelah ditanya pada kedua orang tuanya, bahwa waktu di dalam kandungan orang tuanya sering membaca ayat-ayat al-Quran.Perdengarkan ayat al-Quran setiap hari di rumah. Tidak menjadi masalah apakah anak mendengarkan atau tidak. Baik ia main-main atau melakukan aktifitas apapun di dalam rumah. Ketahuilah bahwa otak bawah sadarnya -tanpa si anak sadari- merekam bacaan alquran yang ia dengar. Bahkan mungkin anak akan hapal dengan sendirinya ayat-ayat al-Quran yang sering ia dengar.Konsisten. Untuk mengajari anak membaca al-Quran syarat utamanya Anda harus konsisten jangan putus-putus. Karena kekonsistenan Anda adalah parameter keberhasilan Anda dalam mengajari anak membaca alquran.Menjadi sauri tauladan bagi anak. Ini sangat penting untuk bunda dan ayah perhatikan karena anak adalah peniru yang hebat. Maka otomatis Anda sebagai orang tua yang sering bersamanya yang akan ia tiru pertama kali. Kalau Anda sering membaca al-Quran dan menghapalnya maka secara otomatis anak-anak anda akan melihat dan lama kelamaan mereka akan meniru Anda membaca al-Quran walaupun mungkin masih banyak salah. Tetapi paling tidak mereka sudah mengenal alquran sejak kecil.Anak diminta membaca surat itu sepenggal-penggal lebih dari satu kali. Sementara itu Anda membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca al-Quran.Beri hadiah yang ia mau dengan syarat ia harus hapal surat atau ayat al-Quran. Cara ini bisa Anda gunakan pada anak yang sudah punya keinginan pada sesuatu.Perlu menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar. Ini akan membuat anak ikhlas dalam belajar al-Qur’an, sehingga tidak selalu tergantung terhadap hadiah yang bersifat materi duniawi.Menjadi catatan bahwa anak perlu dilatih untuk dipahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana. Tentunya sesuai tingkatan akalnya.Semoga bermanfaat..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Jumadal Ula 1436 / 16 Maret 2015Download Artikel “Ajakarkan Al Qur’an pada Anak“activate javascript Post navigation Previous Redaksi Istighfar Bag. 1Next AJARKAN HADITS PADA ANAK* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAK

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 50Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Karena itu mengajari anak al-Qur’an dan tanamkan kecintaan kepada al-Qur’an sejak dini merupakan sesuatu yang harus diprioritaskan dalam kehidupan kita.Hadits berikut menunjukkan betapa besarnya pahala mengajarkan al-Qur’an,خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” HR Bukhari dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu.Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk ke dalam cakupan hadits ini.Beberapa tips mengajari anak membaca al-Quran :Bacakan ayat-ayat al-Quran sejak anak masih dalam kandungan. Tidak sedikit yang sudah membuktikan hal ini. Banyak ibu-ibu yang merasa takjub saat anaknya berusia 2 tahun, kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah ayat al-Quran. Ternyata setelah ditanya pada kedua orang tuanya, bahwa waktu di dalam kandungan orang tuanya sering membaca ayat-ayat al-Quran.Perdengarkan ayat al-Quran setiap hari di rumah. Tidak menjadi masalah apakah anak mendengarkan atau tidak. Baik ia main-main atau melakukan aktifitas apapun di dalam rumah. Ketahuilah bahwa otak bawah sadarnya -tanpa si anak sadari- merekam bacaan alquran yang ia dengar. Bahkan mungkin anak akan hapal dengan sendirinya ayat-ayat al-Quran yang sering ia dengar.Konsisten. Untuk mengajari anak membaca al-Quran syarat utamanya Anda harus konsisten jangan putus-putus. Karena kekonsistenan Anda adalah parameter keberhasilan Anda dalam mengajari anak membaca alquran.Menjadi sauri tauladan bagi anak. Ini sangat penting untuk bunda dan ayah perhatikan karena anak adalah peniru yang hebat. Maka otomatis Anda sebagai orang tua yang sering bersamanya yang akan ia tiru pertama kali. Kalau Anda sering membaca al-Quran dan menghapalnya maka secara otomatis anak-anak anda akan melihat dan lama kelamaan mereka akan meniru Anda membaca al-Quran walaupun mungkin masih banyak salah. Tetapi paling tidak mereka sudah mengenal alquran sejak kecil.Anak diminta membaca surat itu sepenggal-penggal lebih dari satu kali. Sementara itu Anda membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca al-Quran.Beri hadiah yang ia mau dengan syarat ia harus hapal surat atau ayat al-Quran. Cara ini bisa Anda gunakan pada anak yang sudah punya keinginan pada sesuatu.Perlu menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar. Ini akan membuat anak ikhlas dalam belajar al-Qur’an, sehingga tidak selalu tergantung terhadap hadiah yang bersifat materi duniawi.Menjadi catatan bahwa anak perlu dilatih untuk dipahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana. Tentunya sesuai tingkatan akalnya.Semoga bermanfaat..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Jumadal Ula 1436 / 16 Maret 2015Download Artikel “Ajakarkan Al Qur’an pada Anak“activate javascript Post navigation Previous Redaksi Istighfar Bag. 1Next AJARKAN HADITS PADA ANAK* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 50Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Karena itu mengajari anak al-Qur’an dan tanamkan kecintaan kepada al-Qur’an sejak dini merupakan sesuatu yang harus diprioritaskan dalam kehidupan kita.Hadits berikut menunjukkan betapa besarnya pahala mengajarkan al-Qur’an,خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” HR Bukhari dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu.Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk ke dalam cakupan hadits ini.Beberapa tips mengajari anak membaca al-Quran :Bacakan ayat-ayat al-Quran sejak anak masih dalam kandungan. Tidak sedikit yang sudah membuktikan hal ini. Banyak ibu-ibu yang merasa takjub saat anaknya berusia 2 tahun, kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah ayat al-Quran. Ternyata setelah ditanya pada kedua orang tuanya, bahwa waktu di dalam kandungan orang tuanya sering membaca ayat-ayat al-Quran.Perdengarkan ayat al-Quran setiap hari di rumah. Tidak menjadi masalah apakah anak mendengarkan atau tidak. Baik ia main-main atau melakukan aktifitas apapun di dalam rumah. Ketahuilah bahwa otak bawah sadarnya -tanpa si anak sadari- merekam bacaan alquran yang ia dengar. Bahkan mungkin anak akan hapal dengan sendirinya ayat-ayat al-Quran yang sering ia dengar.Konsisten. Untuk mengajari anak membaca al-Quran syarat utamanya Anda harus konsisten jangan putus-putus. Karena kekonsistenan Anda adalah parameter keberhasilan Anda dalam mengajari anak membaca alquran.Menjadi sauri tauladan bagi anak. Ini sangat penting untuk bunda dan ayah perhatikan karena anak adalah peniru yang hebat. Maka otomatis Anda sebagai orang tua yang sering bersamanya yang akan ia tiru pertama kali. Kalau Anda sering membaca al-Quran dan menghapalnya maka secara otomatis anak-anak anda akan melihat dan lama kelamaan mereka akan meniru Anda membaca al-Quran walaupun mungkin masih banyak salah. Tetapi paling tidak mereka sudah mengenal alquran sejak kecil.Anak diminta membaca surat itu sepenggal-penggal lebih dari satu kali. Sementara itu Anda membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca al-Quran.Beri hadiah yang ia mau dengan syarat ia harus hapal surat atau ayat al-Quran. Cara ini bisa Anda gunakan pada anak yang sudah punya keinginan pada sesuatu.Perlu menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar. Ini akan membuat anak ikhlas dalam belajar al-Qur’an, sehingga tidak selalu tergantung terhadap hadiah yang bersifat materi duniawi.Menjadi catatan bahwa anak perlu dilatih untuk dipahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana. Tentunya sesuai tingkatan akalnya.Semoga bermanfaat..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Jumadal Ula 1436 / 16 Maret 2015Download Artikel “Ajakarkan Al Qur’an pada Anak“activate javascript Post navigation Previous Redaksi Istighfar Bag. 1Next AJARKAN HADITS PADA ANAK* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 50Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Karena itu mengajari anak al-Qur’an dan tanamkan kecintaan kepada al-Qur’an sejak dini merupakan sesuatu yang harus diprioritaskan dalam kehidupan kita.Hadits berikut menunjukkan betapa besarnya pahala mengajarkan al-Qur’an,خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” HR Bukhari dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu.Dalam hadits ini tidak ada pembatasan usia tentang usia berapa kita belajar dan siapakah orang yang kita ajari. Maka kita mengajarkan Al Quran kepada anak juga termasuk ke dalam cakupan hadits ini.Beberapa tips mengajari anak membaca al-Quran :Bacakan ayat-ayat al-Quran sejak anak masih dalam kandungan. Tidak sedikit yang sudah membuktikan hal ini. Banyak ibu-ibu yang merasa takjub saat anaknya berusia 2 tahun, kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah ayat al-Quran. Ternyata setelah ditanya pada kedua orang tuanya, bahwa waktu di dalam kandungan orang tuanya sering membaca ayat-ayat al-Quran.Perdengarkan ayat al-Quran setiap hari di rumah. Tidak menjadi masalah apakah anak mendengarkan atau tidak. Baik ia main-main atau melakukan aktifitas apapun di dalam rumah. Ketahuilah bahwa otak bawah sadarnya -tanpa si anak sadari- merekam bacaan alquran yang ia dengar. Bahkan mungkin anak akan hapal dengan sendirinya ayat-ayat al-Quran yang sering ia dengar.Konsisten. Untuk mengajari anak membaca al-Quran syarat utamanya Anda harus konsisten jangan putus-putus. Karena kekonsistenan Anda adalah parameter keberhasilan Anda dalam mengajari anak membaca alquran.Menjadi sauri tauladan bagi anak. Ini sangat penting untuk bunda dan ayah perhatikan karena anak adalah peniru yang hebat. Maka otomatis Anda sebagai orang tua yang sering bersamanya yang akan ia tiru pertama kali. Kalau Anda sering membaca al-Quran dan menghapalnya maka secara otomatis anak-anak anda akan melihat dan lama kelamaan mereka akan meniru Anda membaca al-Quran walaupun mungkin masih banyak salah. Tetapi paling tidak mereka sudah mengenal alquran sejak kecil.Anak diminta membaca surat itu sepenggal-penggal lebih dari satu kali. Sementara itu Anda membenarkan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada anak saat membaca al-Quran.Beri hadiah yang ia mau dengan syarat ia harus hapal surat atau ayat al-Quran. Cara ini bisa Anda gunakan pada anak yang sudah punya keinginan pada sesuatu.Perlu menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Al-Quran adalah ibadah. Allah ta’ala memberikan pahala yang sangat besar. Ini akan membuat anak ikhlas dalam belajar al-Qur’an, sehingga tidak selalu tergantung terhadap hadiah yang bersifat materi duniawi.Menjadi catatan bahwa anak perlu dilatih untuk dipahamkan dengan makna ayat-ayat yang dia pelajari dengan pemahaman sederhana. Tentunya sesuai tingkatan akalnya.Semoga bermanfaat..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Jumadal Ula 1436 / 16 Maret 2015Download Artikel “Ajakarkan Al Qur’an pada Anak“activate javascript Post navigation Previous Redaksi Istighfar Bag. 1Next AJARKAN HADITS PADA ANAK* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

AJARKAN HADITS PADA ANAK*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 51Tanamkan pada diri anak kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Ini merupakan pilar syahadat Muhammad Rasulullah. Dan masalah ini perlu kita utamakan. Sebab jiwa manusia secara umum pada periode perkembangannya akan berusaha menyerupai pribadi paling kuat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian meniru serta meneladaninya.Pendidikan Islam menuntut anak kecil maupun dewasa agar meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam. Karena beliau adalah teladan terbaik yang tak akan tergantikan. Beliau manusia paling sempurna dan utusan Allah ta’ala yang paling utama.Pada hakikatnya, segala bencana dan penyakit yang menimpa umat manusia merupakan salah satu dampak menjauhi teladan yang baik dan enggan meneladani Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Idola-idola baru bermunculan. Ironisnya sekarang ini, banyak sekali sosok yang diidolakan adalah pribadi yang sangat jauh dari bimbingan Ilahi. Maka tak mengherankan jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menyimpang. Hidup mereka hampa dari ajaran sunnah dan sangat jauh dari petunjuk Allah. Mereka lebih cenderung kepada sikap glamour yang dicontohkan oleh idola mereka.Dan setan berwujud manusia yang mereka idolakan itu akan menggiring mereka semakin menjauh dari agamanya. Dari sini kita menyadari urgensi kepribadian yang diteladani oleh anak kita.Allah ta’ala menjelaskan bahwa tidak ada teladan yang lebih baik daripada Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam firman-Nya,لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاArtinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. QS. Al-Ahzab : 21.Apabila kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam telah tertanam, niscaya jiwa anak akan tergerak menujuk kebaikan dan semangat keislamannya akan meningkat. Hal ini akan mendorongnya kepada setiap kebaikan dan memecahkan berbagai persoalan. Demikian pula segala musibah yang menimpa akan terasa ringan.Di antara upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengajarkan sejarah hidup beliau. Yang akan memberikan gambaran kepada mereka tentang Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam segala kondisi dan keadaan beliau. Demikian juga mengiringinya dengan sejarah para sahabat, tabi’in dan orang-orang salih.Termasuk perkara penting dalam masalah ini adalah menanamkan kecintaan anak kepada hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam dan segera melaksanakannya. Biasakanlah mereka membaca, menghafal dan mengamalkannya. Jangan lupa untuk memberikan pengajaran dan penjelasan singkat tentang hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam sesuai yang mereka butuhkan.Pengajaran tersebut bisa diawali dari hal-hal yang ringan. Seperti adab keseharian. Contohnya adab makan, masuk dan keluar kamar mandi, berbicara dan lain-lain. Ajari anak untuk makan serta minum dengan tangan kanan. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Mengucapkan salam saat masuk rumah. Menjaga kesopanan dalam berbicara. Demikian secara bertahap diajarkan kepada putra-putri kita. Sehingga mereka betul-betul selalu terikat dengan panutan kita semua; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Jumada Tsaniah 1436 / 30 Maret 2015* Dinukil oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari buku Mencetak Generasi Rabbani karya Ust Ummu Ihsan dan Abu Ihsan (hal. 115-117) dengan sedikit tambahan.Download Artilel “Ajarkan Hadits pada Anak” Post navigation Previous AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAKNext REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

AJARKAN HADITS PADA ANAK*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 51Tanamkan pada diri anak kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Ini merupakan pilar syahadat Muhammad Rasulullah. Dan masalah ini perlu kita utamakan. Sebab jiwa manusia secara umum pada periode perkembangannya akan berusaha menyerupai pribadi paling kuat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian meniru serta meneladaninya.Pendidikan Islam menuntut anak kecil maupun dewasa agar meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam. Karena beliau adalah teladan terbaik yang tak akan tergantikan. Beliau manusia paling sempurna dan utusan Allah ta’ala yang paling utama.Pada hakikatnya, segala bencana dan penyakit yang menimpa umat manusia merupakan salah satu dampak menjauhi teladan yang baik dan enggan meneladani Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Idola-idola baru bermunculan. Ironisnya sekarang ini, banyak sekali sosok yang diidolakan adalah pribadi yang sangat jauh dari bimbingan Ilahi. Maka tak mengherankan jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menyimpang. Hidup mereka hampa dari ajaran sunnah dan sangat jauh dari petunjuk Allah. Mereka lebih cenderung kepada sikap glamour yang dicontohkan oleh idola mereka.Dan setan berwujud manusia yang mereka idolakan itu akan menggiring mereka semakin menjauh dari agamanya. Dari sini kita menyadari urgensi kepribadian yang diteladani oleh anak kita.Allah ta’ala menjelaskan bahwa tidak ada teladan yang lebih baik daripada Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam firman-Nya,لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاArtinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. QS. Al-Ahzab : 21.Apabila kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam telah tertanam, niscaya jiwa anak akan tergerak menujuk kebaikan dan semangat keislamannya akan meningkat. Hal ini akan mendorongnya kepada setiap kebaikan dan memecahkan berbagai persoalan. Demikian pula segala musibah yang menimpa akan terasa ringan.Di antara upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengajarkan sejarah hidup beliau. Yang akan memberikan gambaran kepada mereka tentang Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam segala kondisi dan keadaan beliau. Demikian juga mengiringinya dengan sejarah para sahabat, tabi’in dan orang-orang salih.Termasuk perkara penting dalam masalah ini adalah menanamkan kecintaan anak kepada hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam dan segera melaksanakannya. Biasakanlah mereka membaca, menghafal dan mengamalkannya. Jangan lupa untuk memberikan pengajaran dan penjelasan singkat tentang hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam sesuai yang mereka butuhkan.Pengajaran tersebut bisa diawali dari hal-hal yang ringan. Seperti adab keseharian. Contohnya adab makan, masuk dan keluar kamar mandi, berbicara dan lain-lain. Ajari anak untuk makan serta minum dengan tangan kanan. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Mengucapkan salam saat masuk rumah. Menjaga kesopanan dalam berbicara. Demikian secara bertahap diajarkan kepada putra-putri kita. Sehingga mereka betul-betul selalu terikat dengan panutan kita semua; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Jumada Tsaniah 1436 / 30 Maret 2015* Dinukil oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari buku Mencetak Generasi Rabbani karya Ust Ummu Ihsan dan Abu Ihsan (hal. 115-117) dengan sedikit tambahan.Download Artilel “Ajarkan Hadits pada Anak” Post navigation Previous AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAKNext REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 51Tanamkan pada diri anak kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Ini merupakan pilar syahadat Muhammad Rasulullah. Dan masalah ini perlu kita utamakan. Sebab jiwa manusia secara umum pada periode perkembangannya akan berusaha menyerupai pribadi paling kuat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian meniru serta meneladaninya.Pendidikan Islam menuntut anak kecil maupun dewasa agar meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam. Karena beliau adalah teladan terbaik yang tak akan tergantikan. Beliau manusia paling sempurna dan utusan Allah ta’ala yang paling utama.Pada hakikatnya, segala bencana dan penyakit yang menimpa umat manusia merupakan salah satu dampak menjauhi teladan yang baik dan enggan meneladani Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Idola-idola baru bermunculan. Ironisnya sekarang ini, banyak sekali sosok yang diidolakan adalah pribadi yang sangat jauh dari bimbingan Ilahi. Maka tak mengherankan jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menyimpang. Hidup mereka hampa dari ajaran sunnah dan sangat jauh dari petunjuk Allah. Mereka lebih cenderung kepada sikap glamour yang dicontohkan oleh idola mereka.Dan setan berwujud manusia yang mereka idolakan itu akan menggiring mereka semakin menjauh dari agamanya. Dari sini kita menyadari urgensi kepribadian yang diteladani oleh anak kita.Allah ta’ala menjelaskan bahwa tidak ada teladan yang lebih baik daripada Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam firman-Nya,لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاArtinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. QS. Al-Ahzab : 21.Apabila kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam telah tertanam, niscaya jiwa anak akan tergerak menujuk kebaikan dan semangat keislamannya akan meningkat. Hal ini akan mendorongnya kepada setiap kebaikan dan memecahkan berbagai persoalan. Demikian pula segala musibah yang menimpa akan terasa ringan.Di antara upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengajarkan sejarah hidup beliau. Yang akan memberikan gambaran kepada mereka tentang Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam segala kondisi dan keadaan beliau. Demikian juga mengiringinya dengan sejarah para sahabat, tabi’in dan orang-orang salih.Termasuk perkara penting dalam masalah ini adalah menanamkan kecintaan anak kepada hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam dan segera melaksanakannya. Biasakanlah mereka membaca, menghafal dan mengamalkannya. Jangan lupa untuk memberikan pengajaran dan penjelasan singkat tentang hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam sesuai yang mereka butuhkan.Pengajaran tersebut bisa diawali dari hal-hal yang ringan. Seperti adab keseharian. Contohnya adab makan, masuk dan keluar kamar mandi, berbicara dan lain-lain. Ajari anak untuk makan serta minum dengan tangan kanan. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Mengucapkan salam saat masuk rumah. Menjaga kesopanan dalam berbicara. Demikian secara bertahap diajarkan kepada putra-putri kita. Sehingga mereka betul-betul selalu terikat dengan panutan kita semua; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Jumada Tsaniah 1436 / 30 Maret 2015* Dinukil oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari buku Mencetak Generasi Rabbani karya Ust Ummu Ihsan dan Abu Ihsan (hal. 115-117) dengan sedikit tambahan.Download Artilel “Ajarkan Hadits pada Anak” Post navigation Previous AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAKNext REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 51Tanamkan pada diri anak kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Ini merupakan pilar syahadat Muhammad Rasulullah. Dan masalah ini perlu kita utamakan. Sebab jiwa manusia secara umum pada periode perkembangannya akan berusaha menyerupai pribadi paling kuat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian meniru serta meneladaninya.Pendidikan Islam menuntut anak kecil maupun dewasa agar meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam. Karena beliau adalah teladan terbaik yang tak akan tergantikan. Beliau manusia paling sempurna dan utusan Allah ta’ala yang paling utama.Pada hakikatnya, segala bencana dan penyakit yang menimpa umat manusia merupakan salah satu dampak menjauhi teladan yang baik dan enggan meneladani Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Idola-idola baru bermunculan. Ironisnya sekarang ini, banyak sekali sosok yang diidolakan adalah pribadi yang sangat jauh dari bimbingan Ilahi. Maka tak mengherankan jika anak-anak tumbuh menjadi generasi yang menyimpang. Hidup mereka hampa dari ajaran sunnah dan sangat jauh dari petunjuk Allah. Mereka lebih cenderung kepada sikap glamour yang dicontohkan oleh idola mereka.Dan setan berwujud manusia yang mereka idolakan itu akan menggiring mereka semakin menjauh dari agamanya. Dari sini kita menyadari urgensi kepribadian yang diteladani oleh anak kita.Allah ta’ala menjelaskan bahwa tidak ada teladan yang lebih baik daripada Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam firman-Nya,لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاArtinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. QS. Al-Ahzab : 21.Apabila kecintaan kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam telah tertanam, niscaya jiwa anak akan tergerak menujuk kebaikan dan semangat keislamannya akan meningkat. Hal ini akan mendorongnya kepada setiap kebaikan dan memecahkan berbagai persoalan. Demikian pula segala musibah yang menimpa akan terasa ringan.Di antara upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah dengan mengajarkan sejarah hidup beliau. Yang akan memberikan gambaran kepada mereka tentang Nabi shallallahu’alaihiwasallam dalam segala kondisi dan keadaan beliau. Demikian juga mengiringinya dengan sejarah para sahabat, tabi’in dan orang-orang salih.Termasuk perkara penting dalam masalah ini adalah menanamkan kecintaan anak kepada hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam dan segera melaksanakannya. Biasakanlah mereka membaca, menghafal dan mengamalkannya. Jangan lupa untuk memberikan pengajaran dan penjelasan singkat tentang hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihiwasallam sesuai yang mereka butuhkan.Pengajaran tersebut bisa diawali dari hal-hal yang ringan. Seperti adab keseharian. Contohnya adab makan, masuk dan keluar kamar mandi, berbicara dan lain-lain. Ajari anak untuk makan serta minum dengan tangan kanan. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Mengucapkan salam saat masuk rumah. Menjaga kesopanan dalam berbicara. Demikian secara bertahap diajarkan kepada putra-putri kita. Sehingga mereka betul-betul selalu terikat dengan panutan kita semua; Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 9 Jumada Tsaniah 1436 / 30 Maret 2015* Dinukil oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari buku Mencetak Generasi Rabbani karya Ust Ummu Ihsan dan Abu Ihsan (hal. 115-117) dengan sedikit tambahan.Download Artilel “Ajarkan Hadits pada Anak” Post navigation Previous AJARKAN AL-QUR’AN PADA ANAKNext REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 75Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam al-Qur’an. Berikut ini beberapa redaksi istighfar yang disebutkan dalam Hadits;Keenam:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“ALLÔHUMMA ANTA RABBÎ LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHOLAQTANÎ, WA ANA ‘ABDUKA, WA ANA ‘ALÂ ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHONA’TU, ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBÎ, FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA” (Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau). Ini merupakan redaksi istighfar yang paling istimewa, biasa diistilahkan dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan keutamaannya, “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu.Ketujuh:“اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ؛ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”.“ALLÔHUMMA INNÎ DZOLAMTU NAFSÎ DZULMAN KATSÎRON, WA LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA FAGHFIRLÎ MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA WARHAMNÎ, INNAKA ANTAL GHOFÛRUR ROHÎM”(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang).Redaksi di atas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam kepada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu saat beliau meminta diajari doa untuk dibaca di dalam shalatnya. HR. Bukhari dan Muslim.Kedelapan:أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “ASTAGHFIRULLÔHAL ‘ADZÎM ALLADZÎ LÂ ILÂHA ILLÂ HUWAL HAYYUL QOYYÛM WA ATÛBU ILAIHI”.(Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Mahahidup dan Maha berdiri sendiri).Barang siapa mengucapkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun ia lari dari medan pertempuran. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany. Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Jumada Tsaniyah 1436 / 6 April 2015 Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel (REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2) Post navigation Previous AJARKAN HADITS PADA ANAK*Next REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 75Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam al-Qur’an. Berikut ini beberapa redaksi istighfar yang disebutkan dalam Hadits;Keenam:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“ALLÔHUMMA ANTA RABBÎ LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHOLAQTANÎ, WA ANA ‘ABDUKA, WA ANA ‘ALÂ ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHONA’TU, ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBÎ, FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA” (Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau). Ini merupakan redaksi istighfar yang paling istimewa, biasa diistilahkan dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan keutamaannya, “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu.Ketujuh:“اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ؛ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”.“ALLÔHUMMA INNÎ DZOLAMTU NAFSÎ DZULMAN KATSÎRON, WA LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA FAGHFIRLÎ MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA WARHAMNÎ, INNAKA ANTAL GHOFÛRUR ROHÎM”(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang).Redaksi di atas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam kepada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu saat beliau meminta diajari doa untuk dibaca di dalam shalatnya. HR. Bukhari dan Muslim.Kedelapan:أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “ASTAGHFIRULLÔHAL ‘ADZÎM ALLADZÎ LÂ ILÂHA ILLÂ HUWAL HAYYUL QOYYÛM WA ATÛBU ILAIHI”.(Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Mahahidup dan Maha berdiri sendiri).Barang siapa mengucapkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun ia lari dari medan pertempuran. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany. Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Jumada Tsaniyah 1436 / 6 April 2015 Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel (REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2) Post navigation Previous AJARKAN HADITS PADA ANAK*Next REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 75Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam al-Qur’an. Berikut ini beberapa redaksi istighfar yang disebutkan dalam Hadits;Keenam:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“ALLÔHUMMA ANTA RABBÎ LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHOLAQTANÎ, WA ANA ‘ABDUKA, WA ANA ‘ALÂ ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHONA’TU, ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBÎ, FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA” (Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau). Ini merupakan redaksi istighfar yang paling istimewa, biasa diistilahkan dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan keutamaannya, “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu.Ketujuh:“اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ؛ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”.“ALLÔHUMMA INNÎ DZOLAMTU NAFSÎ DZULMAN KATSÎRON, WA LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA FAGHFIRLÎ MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA WARHAMNÎ, INNAKA ANTAL GHOFÛRUR ROHÎM”(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang).Redaksi di atas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam kepada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu saat beliau meminta diajari doa untuk dibaca di dalam shalatnya. HR. Bukhari dan Muslim.Kedelapan:أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “ASTAGHFIRULLÔHAL ‘ADZÎM ALLADZÎ LÂ ILÂHA ILLÂ HUWAL HAYYUL QOYYÛM WA ATÛBU ILAIHI”.(Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Mahahidup dan Maha berdiri sendiri).Barang siapa mengucapkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun ia lari dari medan pertempuran. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany. Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Jumada Tsaniyah 1436 / 6 April 2015 Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel (REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2) Post navigation Previous AJARKAN HADITS PADA ANAK*Next REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 75Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam al-Qur’an. Berikut ini beberapa redaksi istighfar yang disebutkan dalam Hadits;Keenam:“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ”“ALLÔHUMMA ANTA RABBÎ LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHOLAQTANÎ, WA ANA ‘ABDUKA, WA ANA ‘ALÂ ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHO’TU. A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHONA’TU, ABÛ`U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛ`U BIDZANBÎ, FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA” (Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau). Ini merupakan redaksi istighfar yang paling istimewa, biasa diistilahkan dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan keutamaannya, “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore; maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi; maka ia termasuk penghuni surga”. HR. Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu’anhu.Ketujuh:“اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ؛ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”.“ALLÔHUMMA INNÎ DZOLAMTU NAFSÎ DZULMAN KATSÎRON, WA LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA FAGHFIRLÎ MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA WARHAMNÎ, INNAKA ANTAL GHOFÛRUR ROHÎM”(Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diriku sendiri dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan hanya Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-Mu dan sayangilah aku. Sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang).Redaksi di atas diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam kepada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu saat beliau meminta diajari doa untuk dibaca di dalam shalatnya. HR. Bukhari dan Muslim.Kedelapan:أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ “ASTAGHFIRULLÔHAL ‘ADZÎM ALLADZÎ LÂ ILÂHA ILLÂ HUWAL HAYYUL QOYYÛM WA ATÛBU ILAIHI”.(Aku memohon ampunan kepada Allah yang Mahaagung. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Mahahidup dan Maha berdiri sendiri).Barang siapa mengucapkannya, niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun ia lari dari medan pertempuran. HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany. Bersambung insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 16 Jumada Tsaniyah 1436 / 6 April 2015 Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel (REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2) Post navigation Previous AJARKAN HADITS PADA ANAK*Next REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 76Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam Hadits. Berikut kelanjutannya;Kesembilan:“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ““ALLÔHUMMAGH FIRLANÂ WAR HAMNÂ WA TUB ‘ALAINÂ, INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM” (Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). HR. An-Nasa’iy dalam al-Kubra.Kesepuluh:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ”“ASTAGHFIRULLÔH WA ATÛBU ILAIH”.(Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Dalam HR. Bukhari, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam dalam sehari membacanya lebih dari tujuhpuluh kali.Kesebelas:“رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ”“ROBBIGHFIRLÎ WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM”(Ya Rabbi ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang).Dalam HR. Abu Dawud yang dinilai sahih oleh al-Albany, Ibn Umar radhiyallahu’anhuma menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sering membaca istighfar di atas dalam sekali duduk sebanyak seratus kali.Dalam berbagai redaksi di atas, istighfar digandengkan dengan permohonan taubat. Ibn al-Qayyim dalam Madârij as-Sâlikîn menjelaskan bahwa jika istighfar disebutkan secara bersamaan dengan taubat, maka yang dimaksud dari istighfar adalah meminta perlindungan dari keburukan dosa yang telah terjadi. Sedangkan taubat adalah kembali dan meminta perlindungan dari keburukan yang dikhawatirkan terjadi di masa yang akan datang, berupa kejelekan amal yang dia perbuat. Maka istighfar adalah menghilangkan keburukan, sedangkan taubat adalah meminta adanya manfaat (kebaikan). Ampunan akan melindungi diri kita dari keburukan dosa yang telah terjadi. Adapun taubat, setelah adanya perlindungan tersebut, maka terwujudlah apa yang dia cintai atau dia harapkan berupa maslahat atau kebaikan.Keduabelas:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ”“ASTAGHFIRULLÔH”.(Aku memohon ampun kepada Allah). Redaksi di atas dibaca antara lain setiap selesai shalat fardhu, sebanyak tiga kali. Sebagaimana dalam HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu’anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rajab 1436 / 26 April 2015Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel Redaksi Istighfar -3 Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*Next Anak dan Membaca Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 76Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam Hadits. Berikut kelanjutannya;Kesembilan:“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ““ALLÔHUMMAGH FIRLANÂ WAR HAMNÂ WA TUB ‘ALAINÂ, INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM” (Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). HR. An-Nasa’iy dalam al-Kubra.Kesepuluh:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ”“ASTAGHFIRULLÔH WA ATÛBU ILAIH”.(Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Dalam HR. Bukhari, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam dalam sehari membacanya lebih dari tujuhpuluh kali.Kesebelas:“رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ”“ROBBIGHFIRLÎ WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM”(Ya Rabbi ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang).Dalam HR. Abu Dawud yang dinilai sahih oleh al-Albany, Ibn Umar radhiyallahu’anhuma menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sering membaca istighfar di atas dalam sekali duduk sebanyak seratus kali.Dalam berbagai redaksi di atas, istighfar digandengkan dengan permohonan taubat. Ibn al-Qayyim dalam Madârij as-Sâlikîn menjelaskan bahwa jika istighfar disebutkan secara bersamaan dengan taubat, maka yang dimaksud dari istighfar adalah meminta perlindungan dari keburukan dosa yang telah terjadi. Sedangkan taubat adalah kembali dan meminta perlindungan dari keburukan yang dikhawatirkan terjadi di masa yang akan datang, berupa kejelekan amal yang dia perbuat. Maka istighfar adalah menghilangkan keburukan, sedangkan taubat adalah meminta adanya manfaat (kebaikan). Ampunan akan melindungi diri kita dari keburukan dosa yang telah terjadi. Adapun taubat, setelah adanya perlindungan tersebut, maka terwujudlah apa yang dia cintai atau dia harapkan berupa maslahat atau kebaikan.Keduabelas:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ”“ASTAGHFIRULLÔH”.(Aku memohon ampun kepada Allah). Redaksi di atas dibaca antara lain setiap selesai shalat fardhu, sebanyak tiga kali. Sebagaimana dalam HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu’anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rajab 1436 / 26 April 2015Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel Redaksi Istighfar -3 Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*Next Anak dan Membaca Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 76Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam Hadits. Berikut kelanjutannya;Kesembilan:“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ““ALLÔHUMMAGH FIRLANÂ WAR HAMNÂ WA TUB ‘ALAINÂ, INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM” (Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). HR. An-Nasa’iy dalam al-Kubra.Kesepuluh:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ”“ASTAGHFIRULLÔH WA ATÛBU ILAIH”.(Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Dalam HR. Bukhari, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam dalam sehari membacanya lebih dari tujuhpuluh kali.Kesebelas:“رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ”“ROBBIGHFIRLÎ WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM”(Ya Rabbi ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang).Dalam HR. Abu Dawud yang dinilai sahih oleh al-Albany, Ibn Umar radhiyallahu’anhuma menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sering membaca istighfar di atas dalam sekali duduk sebanyak seratus kali.Dalam berbagai redaksi di atas, istighfar digandengkan dengan permohonan taubat. Ibn al-Qayyim dalam Madârij as-Sâlikîn menjelaskan bahwa jika istighfar disebutkan secara bersamaan dengan taubat, maka yang dimaksud dari istighfar adalah meminta perlindungan dari keburukan dosa yang telah terjadi. Sedangkan taubat adalah kembali dan meminta perlindungan dari keburukan yang dikhawatirkan terjadi di masa yang akan datang, berupa kejelekan amal yang dia perbuat. Maka istighfar adalah menghilangkan keburukan, sedangkan taubat adalah meminta adanya manfaat (kebaikan). Ampunan akan melindungi diri kita dari keburukan dosa yang telah terjadi. Adapun taubat, setelah adanya perlindungan tersebut, maka terwujudlah apa yang dia cintai atau dia harapkan berupa maslahat atau kebaikan.Keduabelas:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ”“ASTAGHFIRULLÔH”.(Aku memohon ampun kepada Allah). Redaksi di atas dibaca antara lain setiap selesai shalat fardhu, sebanyak tiga kali. Sebagaimana dalam HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu’anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rajab 1436 / 26 April 2015Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel Redaksi Istighfar -3 Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*Next Anak dan Membaca Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 76Pada pertemuan lalu kita telah membahas beberapa redaksi istighfar yang termaktub di dalam Hadits. Berikut kelanjutannya;Kesembilan:“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ““ALLÔHUMMAGH FIRLANÂ WAR HAMNÂ WA TUB ‘ALAINÂ, INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM” (Ya Allâh, ampunilah kami dan sayangilah kami, serta terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). HR. An-Nasa’iy dalam al-Kubra.Kesepuluh:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ”“ASTAGHFIRULLÔH WA ATÛBU ILAIH”.(Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Dalam HR. Bukhari, Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam dalam sehari membacanya lebih dari tujuhpuluh kali.Kesebelas:“رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ”“ROBBIGHFIRLÎ WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWÂBUR ROHÎM”(Ya Rabbi ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang).Dalam HR. Abu Dawud yang dinilai sahih oleh al-Albany, Ibn Umar radhiyallahu’anhuma menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sering membaca istighfar di atas dalam sekali duduk sebanyak seratus kali.Dalam berbagai redaksi di atas, istighfar digandengkan dengan permohonan taubat. Ibn al-Qayyim dalam Madârij as-Sâlikîn menjelaskan bahwa jika istighfar disebutkan secara bersamaan dengan taubat, maka yang dimaksud dari istighfar adalah meminta perlindungan dari keburukan dosa yang telah terjadi. Sedangkan taubat adalah kembali dan meminta perlindungan dari keburukan yang dikhawatirkan terjadi di masa yang akan datang, berupa kejelekan amal yang dia perbuat. Maka istighfar adalah menghilangkan keburukan, sedangkan taubat adalah meminta adanya manfaat (kebaikan). Ampunan akan melindungi diri kita dari keburukan dosa yang telah terjadi. Adapun taubat, setelah adanya perlindungan tersebut, maka terwujudlah apa yang dia cintai atau dia harapkan berupa maslahat atau kebaikan.Keduabelas:“أَسْتَغْفِرُ اللهَ”“ASTAGHFIRULLÔH”.(Aku memohon ampun kepada Allah). Redaksi di atas dibaca antara lain setiap selesai shalat fardhu, sebanyak tiga kali. Sebagaimana dalam HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu’anhu.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Rajab 1436 / 26 April 2015Diterjemahkan secara bebas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://www.alukah.net/sharia/0/30266/.Download Artikel Redaksi Istighfar -3 Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-2*Next Anak dan Membaca Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Anak dan Membaca

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 53Perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada kita umat Islam adalah iqra’! (bacalah!). Namun amat disayangkan, realita saat ini berbicara lain. Banyak sekali di antara kaum muslimin yang justru enggan dan jarang untuk membaca.Manfaat membacaSudah barang tentu ada banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan membaca. Membaca ibarat ilmu sumur yang tidak pernah kering. Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang dapat diambil. Dengan membaca, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain.Berdasarkan penelitian, bacaan seseorang bisa mempengaruhi pada kualitas pribadinya. Semakin mantap bacaan seseorang, maka semakin tinggi peradaban manusia. Kualitas dari bacaannya akan menghantarkan manusia kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya. Selain itu, dari hasil riset terakhir, ilmu berhubungan dengan otak manusia, ditemukan bahwa bagi mereka yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringan otak di masa tuanya. Bahkan berdasarkan penelitian para ahli, membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan syaraf-syaraf baru di otak di mana tumbuhnya sel-sel syaraf baru itu berlangsung hingga akhir hayatnya.Sejak Usia Dini Kegemaran membaca sebaiknya dilatih sejak usia dini, bahkan ketika anak-anak belum mengenal huruf sekali pun. Bukan berarti dengan cara harus mengajarinya membaca sedari bayi. Tetapi lebih pada kebiasaan untuk selalu diperkenalkan dengan buku.Anda bisa memulai setiap malam sebelum tidur, dengan membacakan buku cerita kepada mereka dan pastinya dengan cara yang semenarik mungkin, meskipun kadang mungkin dia tidak menghiraukannya. Itu dilakukan secara kontinyu. Konon, anak-anak yang sejak dini terbiasa dibacakan cerita oleh orang tuanya, dapat menguasai 4.000 – 12.000 kosakata baru dalam setahun. Selain itu, kegiatan membacakan buku pada anak-anak adalah salah satu cara orang tua mendekatkan diri secara emosional kepada mereka. Kemudian, anak-anak yang baru mulai bisa membaca, sebaiknya orang tua membelikan buku bacaan yang cukup menarik bacanya. Misalnya buku bacaan yang bergambar dengan warna yang menarik sehingga anak menyukainya. Karena gambar dan warna mampu meningkatkan daya ingat anak terhadap apa yang dibacanya.Cara lain dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada buku adalah membuat perpustakaan rumah. Sediakanlah suatu tempat dalam rumah kita di mana anak-anak dapat dengan mudah mengambil dan membaca buku-buku itu setiap hari. Jadi buku-buku sebaiknya jangan ditaruh di dalam lemari tertutup atau buffet yang sulit dijangkau oleh mereka, tapi taruhlah buku-buku tersebut di tempat yang terjangkau oleh mereka. Sehingga mereka dapat dengan mudah mengambilnya sendiri dan sediakan tempat di sekitarnya untuk mereka dapat membaca, melihat-lihat, membuka-buka buku tersebut. Tentu resikonya, Anda sebagai orang tua perlu ekstra bersabar untuk sering-sering merapikan kembali buku-buku yang berantakan. Tapi yakinlah bahwa kelak Anda insyaAllah akan memetik buah manisnya.Prioritaskan dalam perpustakaan rumah koleksi buku-buku agama dan majalah-majalah Islam, biografi para nabi, para sahabat dan para ulama, buku-buku akhlak, hikmah dan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran. Pengetahuan umum dan teknologi pun tidak mengapa. Tetapi hindarilah menyediakan buku bacaan yang tidak mendidik apalagi cabul.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumada Tsaniah 1436 / 13 April 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber. Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3Next Nikmat Dalam Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Anak dan Membaca

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 53Perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada kita umat Islam adalah iqra’! (bacalah!). Namun amat disayangkan, realita saat ini berbicara lain. Banyak sekali di antara kaum muslimin yang justru enggan dan jarang untuk membaca.Manfaat membacaSudah barang tentu ada banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan membaca. Membaca ibarat ilmu sumur yang tidak pernah kering. Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang dapat diambil. Dengan membaca, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain.Berdasarkan penelitian, bacaan seseorang bisa mempengaruhi pada kualitas pribadinya. Semakin mantap bacaan seseorang, maka semakin tinggi peradaban manusia. Kualitas dari bacaannya akan menghantarkan manusia kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya. Selain itu, dari hasil riset terakhir, ilmu berhubungan dengan otak manusia, ditemukan bahwa bagi mereka yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringan otak di masa tuanya. Bahkan berdasarkan penelitian para ahli, membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan syaraf-syaraf baru di otak di mana tumbuhnya sel-sel syaraf baru itu berlangsung hingga akhir hayatnya.Sejak Usia Dini Kegemaran membaca sebaiknya dilatih sejak usia dini, bahkan ketika anak-anak belum mengenal huruf sekali pun. Bukan berarti dengan cara harus mengajarinya membaca sedari bayi. Tetapi lebih pada kebiasaan untuk selalu diperkenalkan dengan buku.Anda bisa memulai setiap malam sebelum tidur, dengan membacakan buku cerita kepada mereka dan pastinya dengan cara yang semenarik mungkin, meskipun kadang mungkin dia tidak menghiraukannya. Itu dilakukan secara kontinyu. Konon, anak-anak yang sejak dini terbiasa dibacakan cerita oleh orang tuanya, dapat menguasai 4.000 – 12.000 kosakata baru dalam setahun. Selain itu, kegiatan membacakan buku pada anak-anak adalah salah satu cara orang tua mendekatkan diri secara emosional kepada mereka. Kemudian, anak-anak yang baru mulai bisa membaca, sebaiknya orang tua membelikan buku bacaan yang cukup menarik bacanya. Misalnya buku bacaan yang bergambar dengan warna yang menarik sehingga anak menyukainya. Karena gambar dan warna mampu meningkatkan daya ingat anak terhadap apa yang dibacanya.Cara lain dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada buku adalah membuat perpustakaan rumah. Sediakanlah suatu tempat dalam rumah kita di mana anak-anak dapat dengan mudah mengambil dan membaca buku-buku itu setiap hari. Jadi buku-buku sebaiknya jangan ditaruh di dalam lemari tertutup atau buffet yang sulit dijangkau oleh mereka, tapi taruhlah buku-buku tersebut di tempat yang terjangkau oleh mereka. Sehingga mereka dapat dengan mudah mengambilnya sendiri dan sediakan tempat di sekitarnya untuk mereka dapat membaca, melihat-lihat, membuka-buka buku tersebut. Tentu resikonya, Anda sebagai orang tua perlu ekstra bersabar untuk sering-sering merapikan kembali buku-buku yang berantakan. Tapi yakinlah bahwa kelak Anda insyaAllah akan memetik buah manisnya.Prioritaskan dalam perpustakaan rumah koleksi buku-buku agama dan majalah-majalah Islam, biografi para nabi, para sahabat dan para ulama, buku-buku akhlak, hikmah dan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran. Pengetahuan umum dan teknologi pun tidak mengapa. Tetapi hindarilah menyediakan buku bacaan yang tidak mendidik apalagi cabul.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumada Tsaniah 1436 / 13 April 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber. Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3Next Nikmat Dalam Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 53Perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada kita umat Islam adalah iqra’! (bacalah!). Namun amat disayangkan, realita saat ini berbicara lain. Banyak sekali di antara kaum muslimin yang justru enggan dan jarang untuk membaca.Manfaat membacaSudah barang tentu ada banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan membaca. Membaca ibarat ilmu sumur yang tidak pernah kering. Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang dapat diambil. Dengan membaca, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain.Berdasarkan penelitian, bacaan seseorang bisa mempengaruhi pada kualitas pribadinya. Semakin mantap bacaan seseorang, maka semakin tinggi peradaban manusia. Kualitas dari bacaannya akan menghantarkan manusia kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya. Selain itu, dari hasil riset terakhir, ilmu berhubungan dengan otak manusia, ditemukan bahwa bagi mereka yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringan otak di masa tuanya. Bahkan berdasarkan penelitian para ahli, membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan syaraf-syaraf baru di otak di mana tumbuhnya sel-sel syaraf baru itu berlangsung hingga akhir hayatnya.Sejak Usia Dini Kegemaran membaca sebaiknya dilatih sejak usia dini, bahkan ketika anak-anak belum mengenal huruf sekali pun. Bukan berarti dengan cara harus mengajarinya membaca sedari bayi. Tetapi lebih pada kebiasaan untuk selalu diperkenalkan dengan buku.Anda bisa memulai setiap malam sebelum tidur, dengan membacakan buku cerita kepada mereka dan pastinya dengan cara yang semenarik mungkin, meskipun kadang mungkin dia tidak menghiraukannya. Itu dilakukan secara kontinyu. Konon, anak-anak yang sejak dini terbiasa dibacakan cerita oleh orang tuanya, dapat menguasai 4.000 – 12.000 kosakata baru dalam setahun. Selain itu, kegiatan membacakan buku pada anak-anak adalah salah satu cara orang tua mendekatkan diri secara emosional kepada mereka. Kemudian, anak-anak yang baru mulai bisa membaca, sebaiknya orang tua membelikan buku bacaan yang cukup menarik bacanya. Misalnya buku bacaan yang bergambar dengan warna yang menarik sehingga anak menyukainya. Karena gambar dan warna mampu meningkatkan daya ingat anak terhadap apa yang dibacanya.Cara lain dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada buku adalah membuat perpustakaan rumah. Sediakanlah suatu tempat dalam rumah kita di mana anak-anak dapat dengan mudah mengambil dan membaca buku-buku itu setiap hari. Jadi buku-buku sebaiknya jangan ditaruh di dalam lemari tertutup atau buffet yang sulit dijangkau oleh mereka, tapi taruhlah buku-buku tersebut di tempat yang terjangkau oleh mereka. Sehingga mereka dapat dengan mudah mengambilnya sendiri dan sediakan tempat di sekitarnya untuk mereka dapat membaca, melihat-lihat, membuka-buka buku tersebut. Tentu resikonya, Anda sebagai orang tua perlu ekstra bersabar untuk sering-sering merapikan kembali buku-buku yang berantakan. Tapi yakinlah bahwa kelak Anda insyaAllah akan memetik buah manisnya.Prioritaskan dalam perpustakaan rumah koleksi buku-buku agama dan majalah-majalah Islam, biografi para nabi, para sahabat dan para ulama, buku-buku akhlak, hikmah dan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran. Pengetahuan umum dan teknologi pun tidak mengapa. Tetapi hindarilah menyediakan buku bacaan yang tidak mendidik apalagi cabul.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumada Tsaniah 1436 / 13 April 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber. Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3Next Nikmat Dalam Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 53Perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada kita umat Islam adalah iqra’! (bacalah!). Namun amat disayangkan, realita saat ini berbicara lain. Banyak sekali di antara kaum muslimin yang justru enggan dan jarang untuk membaca.Manfaat membacaSudah barang tentu ada banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan membaca. Membaca ibarat ilmu sumur yang tidak pernah kering. Semakin banyak membaca, semakin banyak ilmu yang dapat diambil. Dengan membaca, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain.Berdasarkan penelitian, bacaan seseorang bisa mempengaruhi pada kualitas pribadinya. Semakin mantap bacaan seseorang, maka semakin tinggi peradaban manusia. Kualitas dari bacaannya akan menghantarkan manusia kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya. Selain itu, dari hasil riset terakhir, ilmu berhubungan dengan otak manusia, ditemukan bahwa bagi mereka yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringan otak di masa tuanya. Bahkan berdasarkan penelitian para ahli, membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan syaraf-syaraf baru di otak di mana tumbuhnya sel-sel syaraf baru itu berlangsung hingga akhir hayatnya.Sejak Usia Dini Kegemaran membaca sebaiknya dilatih sejak usia dini, bahkan ketika anak-anak belum mengenal huruf sekali pun. Bukan berarti dengan cara harus mengajarinya membaca sedari bayi. Tetapi lebih pada kebiasaan untuk selalu diperkenalkan dengan buku.Anda bisa memulai setiap malam sebelum tidur, dengan membacakan buku cerita kepada mereka dan pastinya dengan cara yang semenarik mungkin, meskipun kadang mungkin dia tidak menghiraukannya. Itu dilakukan secara kontinyu. Konon, anak-anak yang sejak dini terbiasa dibacakan cerita oleh orang tuanya, dapat menguasai 4.000 – 12.000 kosakata baru dalam setahun. Selain itu, kegiatan membacakan buku pada anak-anak adalah salah satu cara orang tua mendekatkan diri secara emosional kepada mereka. Kemudian, anak-anak yang baru mulai bisa membaca, sebaiknya orang tua membelikan buku bacaan yang cukup menarik bacanya. Misalnya buku bacaan yang bergambar dengan warna yang menarik sehingga anak menyukainya. Karena gambar dan warna mampu meningkatkan daya ingat anak terhadap apa yang dibacanya.Cara lain dalam menumbuhkan kecintaan anak kepada buku adalah membuat perpustakaan rumah. Sediakanlah suatu tempat dalam rumah kita di mana anak-anak dapat dengan mudah mengambil dan membaca buku-buku itu setiap hari. Jadi buku-buku sebaiknya jangan ditaruh di dalam lemari tertutup atau buffet yang sulit dijangkau oleh mereka, tapi taruhlah buku-buku tersebut di tempat yang terjangkau oleh mereka. Sehingga mereka dapat dengan mudah mengambilnya sendiri dan sediakan tempat di sekitarnya untuk mereka dapat membaca, melihat-lihat, membuka-buka buku tersebut. Tentu resikonya, Anda sebagai orang tua perlu ekstra bersabar untuk sering-sering merapikan kembali buku-buku yang berantakan. Tapi yakinlah bahwa kelak Anda insyaAllah akan memetik buah manisnya.Prioritaskan dalam perpustakaan rumah koleksi buku-buku agama dan majalah-majalah Islam, biografi para nabi, para sahabat dan para ulama, buku-buku akhlak, hikmah dan kisah-kisah yang sarat dengan pelajaran. Pengetahuan umum dan teknologi pun tidak mengapa. Tetapi hindarilah menyediakan buku bacaan yang tidak mendidik apalagi cabul.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumada Tsaniah 1436 / 13 April 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber. Post navigation Previous REDAKSI ISTIGHFAR Bag-3Next Nikmat Dalam Sakit Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Nikmat Dalam Sakit

Oleh: Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Seorang yang hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.Namun tahukah Anda bahwa di balik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan? Apa saja? Di antaranya:Pertama: Sakit itu mengurangi dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ““Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma.Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘mesin’ pahalaAllah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.Ketiga: Sakit bisa menyadarkan diri dari kelalaianDalam al-Qur’an ditegaskan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.Keempat: Sakit mengingatkan nikmat sehatSeorang penyair berkata,“الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُؤُوْسِ الْأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلاَّ الْمَرْضَى““Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah di balik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata di balik sakit terdapat nikmat tak terhingga.Catatan PentingSegala keterangan di atas tidak berarti bahwa kita diperintahkan untuk meminta sakit. Juga bukan berarti pula bahwa kita dilarang untuk berupaya mencari penyembuhan sakit kita. Yang benar, kita selalu berusaha memohon kesehatan kepada Allah ta’ala. Dan apabila suatu saat diuji dengan sakit, maka kita berusaha untuk mencari kesembuhan dengan cara-cara yang dibenarkan agama. Andaikan belum sembuh juga, maka ingatlah berbagai hikmah di atas, niscaya penderitaan Anda akan terasa lebih ringan. Dan yang lebih penting dari itu, Anda akan mendapatkan keberuntungan di akhirat, insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 3 Sya’ban 1436 / 21 Mei 2015Download Artikel Ini Post navigation Previous Anak dan MembacaNext ANAK DAN ILMU DUNIAWI* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Nikmat Dalam Sakit

Oleh: Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Seorang yang hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.Namun tahukah Anda bahwa di balik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan? Apa saja? Di antaranya:Pertama: Sakit itu mengurangi dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ““Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma.Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘mesin’ pahalaAllah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.Ketiga: Sakit bisa menyadarkan diri dari kelalaianDalam al-Qur’an ditegaskan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.Keempat: Sakit mengingatkan nikmat sehatSeorang penyair berkata,“الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُؤُوْسِ الْأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلاَّ الْمَرْضَى““Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah di balik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata di balik sakit terdapat nikmat tak terhingga.Catatan PentingSegala keterangan di atas tidak berarti bahwa kita diperintahkan untuk meminta sakit. Juga bukan berarti pula bahwa kita dilarang untuk berupaya mencari penyembuhan sakit kita. Yang benar, kita selalu berusaha memohon kesehatan kepada Allah ta’ala. Dan apabila suatu saat diuji dengan sakit, maka kita berusaha untuk mencari kesembuhan dengan cara-cara yang dibenarkan agama. Andaikan belum sembuh juga, maka ingatlah berbagai hikmah di atas, niscaya penderitaan Anda akan terasa lebih ringan. Dan yang lebih penting dari itu, Anda akan mendapatkan keberuntungan di akhirat, insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 3 Sya’ban 1436 / 21 Mei 2015Download Artikel Ini Post navigation Previous Anak dan MembacaNext ANAK DAN ILMU DUNIAWI* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Oleh: Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Seorang yang hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.Namun tahukah Anda bahwa di balik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan? Apa saja? Di antaranya:Pertama: Sakit itu mengurangi dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ““Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma.Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘mesin’ pahalaAllah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.Ketiga: Sakit bisa menyadarkan diri dari kelalaianDalam al-Qur’an ditegaskan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.Keempat: Sakit mengingatkan nikmat sehatSeorang penyair berkata,“الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُؤُوْسِ الْأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلاَّ الْمَرْضَى““Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah di balik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata di balik sakit terdapat nikmat tak terhingga.Catatan PentingSegala keterangan di atas tidak berarti bahwa kita diperintahkan untuk meminta sakit. Juga bukan berarti pula bahwa kita dilarang untuk berupaya mencari penyembuhan sakit kita. Yang benar, kita selalu berusaha memohon kesehatan kepada Allah ta’ala. Dan apabila suatu saat diuji dengan sakit, maka kita berusaha untuk mencari kesembuhan dengan cara-cara yang dibenarkan agama. Andaikan belum sembuh juga, maka ingatlah berbagai hikmah di atas, niscaya penderitaan Anda akan terasa lebih ringan. Dan yang lebih penting dari itu, Anda akan mendapatkan keberuntungan di akhirat, insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 3 Sya’ban 1436 / 21 Mei 2015Download Artikel Ini Post navigation Previous Anak dan MembacaNext ANAK DAN ILMU DUNIAWI* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Oleh: Al Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Seorang yang hidup di dunia pasti akan mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.Namun tahukah Anda bahwa di balik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan? Apa saja? Di antaranya:Pertama: Sakit itu mengurangi dosaRasulullah shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,“مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ““Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu’anhuma.Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘mesin’ pahalaAllah ta’ala berfirman,“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”. QS. Az-Zumar (39): 10.Ketiga: Sakit bisa menyadarkan diri dari kelalaianDalam al-Qur’an ditegaskan,“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Ar-Rum (30): 41.Keempat: Sakit mengingatkan nikmat sehatSeorang penyair berkata,“الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُؤُوْسِ الْأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلاَّ الْمَرْضَى““Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah di balik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata di balik sakit terdapat nikmat tak terhingga.Catatan PentingSegala keterangan di atas tidak berarti bahwa kita diperintahkan untuk meminta sakit. Juga bukan berarti pula bahwa kita dilarang untuk berupaya mencari penyembuhan sakit kita. Yang benar, kita selalu berusaha memohon kesehatan kepada Allah ta’ala. Dan apabila suatu saat diuji dengan sakit, maka kita berusaha untuk mencari kesembuhan dengan cara-cara yang dibenarkan agama. Andaikan belum sembuh juga, maka ingatlah berbagai hikmah di atas, niscaya penderitaan Anda akan terasa lebih ringan. Dan yang lebih penting dari itu, Anda akan mendapatkan keberuntungan di akhirat, insyaAllah…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 3 Sya’ban 1436 / 21 Mei 2015Download Artikel Ini Post navigation Previous Anak dan MembacaNext ANAK DAN ILMU DUNIAWI* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN ILMU DUNIAWI*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak - No: 54Para ulama kita telah menjelaskan bahwa setiap dalil dari al-Qur’an dan Sunnah yang membicarakan keutamaan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Oleh karena itu Islam amat memprioritaskan ilmu agama. Namun hal itu bukan berarti bahwa Islam adalah agama yang anti ilmu duniawi. Terlebih lagi memang kita tinggal di dunia, yang tentu membutuhkan ilmu-ilmu tersebut.Dikisahkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam saat tiba di kota Madinah, beliau melihat para sahabat mengawinkan pohon korma jantan dengan betina. Maka beliaupun memberi masukan pada mereka untuk tidak perlu melanjutkan kebiasaan tersebut. Ternyata setelah advis tersebut dijalankan, malah mengakibatkan gagal panen. Saat para sahabat komplain, beliau menjawab,“أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ“.“Kalian lebih paham akan perkara dunia kalian”.Ilmu duniawai adalah segala ilmu yang dibutuhkan untuk memenuhi maslahat dunia dan kehidupan manusia. Seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer dan sebagainya.Anak perlu mempelajari ilmu duniawi, terutama yang membantunya untuk memenuhi kebutuhan primer kesehariannya di dunia. Seperti sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal). Arahkan anak untuk mempelajari dan menguasai suatu profesi atau pekerjaan. Sehingga ia tidak menjadi beban masyarakat, meminta-minta belas kasihan orang lain.Lihatlah bagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam sejak kecil telah terbiasa untuk menggembala kambing.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ”. فَقَالَ أَصْحَابُهُ: “وَأَنْتَ؟”. فَقَالَ: “نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ”. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pasti ia menggembala kambing”. Para sahabat bertanya, “Engkau pun juga demikian?”. Beliau menjawab, “Ya. Dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan mendapatkan imbalan upah”. HR. Bukhari.Selain itu beliau juga membantu Abu Thalib; pamannya dalam berbisnis dan berniaga.Jadi, meskipun Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam diasuh dan ditanggung kehidupannya oleh paman beliau Abu Thalib, hal itu tidak menjadikan beliau manja dan hanya meminta apa yang dia butuhan. Tapi beliau justru belajar mandiri dengan menerima pekerjaan sebagai penggembala kambing dan membantu bisnis pamannya.Pendidikan kemandirian seperti yang dialami oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam ini mulai jarang kita temui di keluarga. Orang tua cenderung melayani apapun yang menjadi kebutuhan anak-anak mereka, meskipun mereka telah mampu melakukannya sendiri. Banyak orang tua tidak melibatkan anak-anak mereka dalam pekerjaan rumah, seperti menyapu, ngepel, mencuci piring dan mencuci pakaian.Mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah kepada anak-anak dan melibatkan mereka dalam pekerjaan bersama orang tua (tentunya tidak sampai mengganggu waktu belajar anak); akan mendewasakan mereka dan melatih kemandiriannya. InsyaAllah di kemudian hari mereka akan menjadi anak-anak yang berkepribadian matang, tangguh dan pantang menyerah sehingga tidak menjadi beban keluarga dan masyarakat.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Sya’ban 1436 / 8 Juni 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber.Silahkan Download Artikel Ini Post navigation Previous Nikmat Dalam SakitNext ANAK DAN KREATIVITAS* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN ILMU DUNIAWI*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak - No: 54Para ulama kita telah menjelaskan bahwa setiap dalil dari al-Qur’an dan Sunnah yang membicarakan keutamaan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Oleh karena itu Islam amat memprioritaskan ilmu agama. Namun hal itu bukan berarti bahwa Islam adalah agama yang anti ilmu duniawi. Terlebih lagi memang kita tinggal di dunia, yang tentu membutuhkan ilmu-ilmu tersebut.Dikisahkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam saat tiba di kota Madinah, beliau melihat para sahabat mengawinkan pohon korma jantan dengan betina. Maka beliaupun memberi masukan pada mereka untuk tidak perlu melanjutkan kebiasaan tersebut. Ternyata setelah advis tersebut dijalankan, malah mengakibatkan gagal panen. Saat para sahabat komplain, beliau menjawab,“أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ“.“Kalian lebih paham akan perkara dunia kalian”.Ilmu duniawai adalah segala ilmu yang dibutuhkan untuk memenuhi maslahat dunia dan kehidupan manusia. Seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer dan sebagainya.Anak perlu mempelajari ilmu duniawi, terutama yang membantunya untuk memenuhi kebutuhan primer kesehariannya di dunia. Seperti sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal). Arahkan anak untuk mempelajari dan menguasai suatu profesi atau pekerjaan. Sehingga ia tidak menjadi beban masyarakat, meminta-minta belas kasihan orang lain.Lihatlah bagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam sejak kecil telah terbiasa untuk menggembala kambing.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ”. فَقَالَ أَصْحَابُهُ: “وَأَنْتَ؟”. فَقَالَ: “نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ”. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pasti ia menggembala kambing”. Para sahabat bertanya, “Engkau pun juga demikian?”. Beliau menjawab, “Ya. Dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan mendapatkan imbalan upah”. HR. Bukhari.Selain itu beliau juga membantu Abu Thalib; pamannya dalam berbisnis dan berniaga.Jadi, meskipun Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam diasuh dan ditanggung kehidupannya oleh paman beliau Abu Thalib, hal itu tidak menjadikan beliau manja dan hanya meminta apa yang dia butuhan. Tapi beliau justru belajar mandiri dengan menerima pekerjaan sebagai penggembala kambing dan membantu bisnis pamannya.Pendidikan kemandirian seperti yang dialami oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam ini mulai jarang kita temui di keluarga. Orang tua cenderung melayani apapun yang menjadi kebutuhan anak-anak mereka, meskipun mereka telah mampu melakukannya sendiri. Banyak orang tua tidak melibatkan anak-anak mereka dalam pekerjaan rumah, seperti menyapu, ngepel, mencuci piring dan mencuci pakaian.Mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah kepada anak-anak dan melibatkan mereka dalam pekerjaan bersama orang tua (tentunya tidak sampai mengganggu waktu belajar anak); akan mendewasakan mereka dan melatih kemandiriannya. InsyaAllah di kemudian hari mereka akan menjadi anak-anak yang berkepribadian matang, tangguh dan pantang menyerah sehingga tidak menjadi beban keluarga dan masyarakat.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Sya’ban 1436 / 8 Juni 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber.Silahkan Download Artikel Ini Post navigation Previous Nikmat Dalam SakitNext ANAK DAN KREATIVITAS* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak - No: 54Para ulama kita telah menjelaskan bahwa setiap dalil dari al-Qur’an dan Sunnah yang membicarakan keutamaan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Oleh karena itu Islam amat memprioritaskan ilmu agama. Namun hal itu bukan berarti bahwa Islam adalah agama yang anti ilmu duniawi. Terlebih lagi memang kita tinggal di dunia, yang tentu membutuhkan ilmu-ilmu tersebut.Dikisahkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam saat tiba di kota Madinah, beliau melihat para sahabat mengawinkan pohon korma jantan dengan betina. Maka beliaupun memberi masukan pada mereka untuk tidak perlu melanjutkan kebiasaan tersebut. Ternyata setelah advis tersebut dijalankan, malah mengakibatkan gagal panen. Saat para sahabat komplain, beliau menjawab,“أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ“.“Kalian lebih paham akan perkara dunia kalian”.Ilmu duniawai adalah segala ilmu yang dibutuhkan untuk memenuhi maslahat dunia dan kehidupan manusia. Seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer dan sebagainya.Anak perlu mempelajari ilmu duniawi, terutama yang membantunya untuk memenuhi kebutuhan primer kesehariannya di dunia. Seperti sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal). Arahkan anak untuk mempelajari dan menguasai suatu profesi atau pekerjaan. Sehingga ia tidak menjadi beban masyarakat, meminta-minta belas kasihan orang lain.Lihatlah bagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam sejak kecil telah terbiasa untuk menggembala kambing.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ”. فَقَالَ أَصْحَابُهُ: “وَأَنْتَ؟”. فَقَالَ: “نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ”. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pasti ia menggembala kambing”. Para sahabat bertanya, “Engkau pun juga demikian?”. Beliau menjawab, “Ya. Dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan mendapatkan imbalan upah”. HR. Bukhari.Selain itu beliau juga membantu Abu Thalib; pamannya dalam berbisnis dan berniaga.Jadi, meskipun Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam diasuh dan ditanggung kehidupannya oleh paman beliau Abu Thalib, hal itu tidak menjadikan beliau manja dan hanya meminta apa yang dia butuhan. Tapi beliau justru belajar mandiri dengan menerima pekerjaan sebagai penggembala kambing dan membantu bisnis pamannya.Pendidikan kemandirian seperti yang dialami oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam ini mulai jarang kita temui di keluarga. Orang tua cenderung melayani apapun yang menjadi kebutuhan anak-anak mereka, meskipun mereka telah mampu melakukannya sendiri. Banyak orang tua tidak melibatkan anak-anak mereka dalam pekerjaan rumah, seperti menyapu, ngepel, mencuci piring dan mencuci pakaian.Mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah kepada anak-anak dan melibatkan mereka dalam pekerjaan bersama orang tua (tentunya tidak sampai mengganggu waktu belajar anak); akan mendewasakan mereka dan melatih kemandiriannya. InsyaAllah di kemudian hari mereka akan menjadi anak-anak yang berkepribadian matang, tangguh dan pantang menyerah sehingga tidak menjadi beban keluarga dan masyarakat.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Sya’ban 1436 / 8 Juni 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber.Silahkan Download Artikel Ini Post navigation Previous Nikmat Dalam SakitNext ANAK DAN KREATIVITAS* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak - No: 54Para ulama kita telah menjelaskan bahwa setiap dalil dari al-Qur’an dan Sunnah yang membicarakan keutamaan ilmu, maka yang dimaksud adalah ilmu agama. Oleh karena itu Islam amat memprioritaskan ilmu agama. Namun hal itu bukan berarti bahwa Islam adalah agama yang anti ilmu duniawi. Terlebih lagi memang kita tinggal di dunia, yang tentu membutuhkan ilmu-ilmu tersebut.Dikisahkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam saat tiba di kota Madinah, beliau melihat para sahabat mengawinkan pohon korma jantan dengan betina. Maka beliaupun memberi masukan pada mereka untuk tidak perlu melanjutkan kebiasaan tersebut. Ternyata setelah advis tersebut dijalankan, malah mengakibatkan gagal panen. Saat para sahabat komplain, beliau menjawab,“أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ“.“Kalian lebih paham akan perkara dunia kalian”.Ilmu duniawai adalah segala ilmu yang dibutuhkan untuk memenuhi maslahat dunia dan kehidupan manusia. Seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer dan sebagainya.Anak perlu mempelajari ilmu duniawi, terutama yang membantunya untuk memenuhi kebutuhan primer kesehariannya di dunia. Seperti sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal). Arahkan anak untuk mempelajari dan menguasai suatu profesi atau pekerjaan. Sehingga ia tidak menjadi beban masyarakat, meminta-minta belas kasihan orang lain.Lihatlah bagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam sejak kecil telah terbiasa untuk menggembala kambing.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا بَعَثَ اللهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ”. فَقَالَ أَصْحَابُهُ: “وَأَنْتَ؟”. فَقَالَ: “نَعَمْ، كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ”. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pasti ia menggembala kambing”. Para sahabat bertanya, “Engkau pun juga demikian?”. Beliau menjawab, “Ya. Dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan mendapatkan imbalan upah”. HR. Bukhari.Selain itu beliau juga membantu Abu Thalib; pamannya dalam berbisnis dan berniaga.Jadi, meskipun Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam diasuh dan ditanggung kehidupannya oleh paman beliau Abu Thalib, hal itu tidak menjadikan beliau manja dan hanya meminta apa yang dia butuhan. Tapi beliau justru belajar mandiri dengan menerima pekerjaan sebagai penggembala kambing dan membantu bisnis pamannya.Pendidikan kemandirian seperti yang dialami oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam ini mulai jarang kita temui di keluarga. Orang tua cenderung melayani apapun yang menjadi kebutuhan anak-anak mereka, meskipun mereka telah mampu melakukannya sendiri. Banyak orang tua tidak melibatkan anak-anak mereka dalam pekerjaan rumah, seperti menyapu, ngepel, mencuci piring dan mencuci pakaian.Mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah kepada anak-anak dan melibatkan mereka dalam pekerjaan bersama orang tua (tentunya tidak sampai mengganggu waktu belajar anak); akan mendewasakan mereka dan melatih kemandiriannya. InsyaAllah di kemudian hari mereka akan menjadi anak-anak yang berkepribadian matang, tangguh dan pantang menyerah sehingga tidak menjadi beban keluarga dan masyarakat.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 21 Sya’ban 1436 / 8 Juni 2015* Diramu oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari berbagai sumber.Silahkan Download Artikel Ini Post navigation Previous Nikmat Dalam SakitNext ANAK DAN KREATIVITAS* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN KREATIVITAS*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 55 Semua orang tua pasti berharap anaknya tumbuh menjadi anak yang kreatif dan berkarakter. Anak kreatif tidak muncul begitu saja. Tetapi diperlukan cara dan pola mendidik yang baik kepada anak.Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sejak ia dilahirkan. Bakat dan kemampuan tersebut bisa muncul apabila ia senantiasa digali ataupun dirangsang. Begitu pula dengan daya kreativitas anak. Daya kreativitas anak bisa dioptimalkan dengan memberikan pengasuhan yang tepat dan terarah.Lalu bagaimanakah cara mendidik anak agar anak menjadi anak yang kreatif? Berikut ini adalah cara dan tips sederhana dalam membentuk karakter anak kreatif. Membudayakan anak dengan tantanganTantangan merupakan sarana untuk memaksimalkan potensi otak. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar anak terbiasa dengan tantangan. Sebagai contoh misalnya ketika kita memberikan mainan balok kepada anak. Maka kita bisa memberikan tantangan kepada anak untuk membuat suatu bentuk dengan balok tersebut. Bisa bentuk rumah, piramida dan bentuk-bentuk lainnya. Lalu kita evaluasi hasilnya. Apakah anak mampu untuk menyelesaikan tantangan yang kita berikan atau tidak. Membiasakan anak untuk mandiriBanyak hal sederhana yang bisa anak lakukan. Jangan membiasakan anak diperlakukan manja hingga hal-hal sepele pun harus diladeni oleh orang tua. Misalnya ketika memakai baju, memakai sepatu sendiri dan hal lainnya. Biarkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan sederhananya; sehingga ia terangsang untuk mandiri lalu bisa memancing daya kreativitasnya. Memberi kebebasan terarah kepada anakMemberikan kebebasan ini bukan berarti anak dibiarkan begitu saja melakukan hal-hal yang disukainya. Akan tetapi orang tua harus tetap mengawasi apa yang dilakukan anak. Tapi perlu diingat pula bahwa orang tua juga tidak memberikan pengekangan berlebihan kepada anak. Sebagai contoh misalnya ketika anak menginginkan bermain pasir. Bermain pasir bisa juga membahayakan anak, seperti mata terkena pasir. Tapi apakah terus melarang anak bermain pasir? Tentu tidak, berikan anak kesempatan untuk bermain dan pastikan bahwa kita juga memberikan pengawasan agar ia tetap aman ketika bermain. Menjauhkan anak dari perasaan negatifPerasaan negatif misalnya penakut, rendah diri, minder dan merasa tertekan. Pada dasarnya anak memiliki sifat positif. Namun karena lingkungannya, anak bisa menjadi anak yang perpikiran negatif seperti contoh di atas. Oleh karena itu, hindari perilaku yang bisa membuat anak takut. Misalnya menakut-nakuti anak, memarahi anak tanpa alasan ataupun terlalu sering membentak anak. Mendorong anak berpikir positifBanyak hal positif yang harus didorong. Misalnya kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin maupun semangat tinggi. Hal-hal positif ini harus orang tua ajarkan dengan cara memberikan contoh dalam keseharian. Karena anak merupakan peniru jitu yang akan menduplikat apa yang dilakukan orang tuanya. Banyak hal-hal positif yang bisa kita contohkan meskipun hal tersebut merupakan perilaku sepele. Memuji anakSering kali yang dilalaikan para orang tua adalah memberikan pujian kepada anak. Sedikit sekali orang tua yang memberikan penghargaan kepada anak ketika anak melakukan hal-hal positif. Terutama ketika anak melakukan perbuatan positif dalam hal yang terlihat sepele. Pujian ini sangat berarti bagi anak karena merupakan salah satu perhatian orang tua kepada anak. Kalau anak merasa tidak diperhatikan, bagaimana mungkin anak akan bisa tumbuh menjadi anak yang kreatif?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1436 / 22 Juni 2015* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari http://www.al-maghribicendekia.com/2013/05/cara-mendidik-karakter-anak-kreatif.html. Post navigation Previous ANAK DAN ILMU DUNIAWI*Next KAPAN BERISTIGHFAR? Bag-1* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANAK DAN KREATIVITAS*

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 55 Semua orang tua pasti berharap anaknya tumbuh menjadi anak yang kreatif dan berkarakter. Anak kreatif tidak muncul begitu saja. Tetapi diperlukan cara dan pola mendidik yang baik kepada anak.Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sejak ia dilahirkan. Bakat dan kemampuan tersebut bisa muncul apabila ia senantiasa digali ataupun dirangsang. Begitu pula dengan daya kreativitas anak. Daya kreativitas anak bisa dioptimalkan dengan memberikan pengasuhan yang tepat dan terarah.Lalu bagaimanakah cara mendidik anak agar anak menjadi anak yang kreatif? Berikut ini adalah cara dan tips sederhana dalam membentuk karakter anak kreatif. Membudayakan anak dengan tantanganTantangan merupakan sarana untuk memaksimalkan potensi otak. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar anak terbiasa dengan tantangan. Sebagai contoh misalnya ketika kita memberikan mainan balok kepada anak. Maka kita bisa memberikan tantangan kepada anak untuk membuat suatu bentuk dengan balok tersebut. Bisa bentuk rumah, piramida dan bentuk-bentuk lainnya. Lalu kita evaluasi hasilnya. Apakah anak mampu untuk menyelesaikan tantangan yang kita berikan atau tidak. Membiasakan anak untuk mandiriBanyak hal sederhana yang bisa anak lakukan. Jangan membiasakan anak diperlakukan manja hingga hal-hal sepele pun harus diladeni oleh orang tua. Misalnya ketika memakai baju, memakai sepatu sendiri dan hal lainnya. Biarkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan sederhananya; sehingga ia terangsang untuk mandiri lalu bisa memancing daya kreativitasnya. Memberi kebebasan terarah kepada anakMemberikan kebebasan ini bukan berarti anak dibiarkan begitu saja melakukan hal-hal yang disukainya. Akan tetapi orang tua harus tetap mengawasi apa yang dilakukan anak. Tapi perlu diingat pula bahwa orang tua juga tidak memberikan pengekangan berlebihan kepada anak. Sebagai contoh misalnya ketika anak menginginkan bermain pasir. Bermain pasir bisa juga membahayakan anak, seperti mata terkena pasir. Tapi apakah terus melarang anak bermain pasir? Tentu tidak, berikan anak kesempatan untuk bermain dan pastikan bahwa kita juga memberikan pengawasan agar ia tetap aman ketika bermain. Menjauhkan anak dari perasaan negatifPerasaan negatif misalnya penakut, rendah diri, minder dan merasa tertekan. Pada dasarnya anak memiliki sifat positif. Namun karena lingkungannya, anak bisa menjadi anak yang perpikiran negatif seperti contoh di atas. Oleh karena itu, hindari perilaku yang bisa membuat anak takut. Misalnya menakut-nakuti anak, memarahi anak tanpa alasan ataupun terlalu sering membentak anak. Mendorong anak berpikir positifBanyak hal positif yang harus didorong. Misalnya kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin maupun semangat tinggi. Hal-hal positif ini harus orang tua ajarkan dengan cara memberikan contoh dalam keseharian. Karena anak merupakan peniru jitu yang akan menduplikat apa yang dilakukan orang tuanya. Banyak hal-hal positif yang bisa kita contohkan meskipun hal tersebut merupakan perilaku sepele. Memuji anakSering kali yang dilalaikan para orang tua adalah memberikan pujian kepada anak. Sedikit sekali orang tua yang memberikan penghargaan kepada anak ketika anak melakukan hal-hal positif. Terutama ketika anak melakukan perbuatan positif dalam hal yang terlihat sepele. Pujian ini sangat berarti bagi anak karena merupakan salah satu perhatian orang tua kepada anak. Kalau anak merasa tidak diperhatikan, bagaimana mungkin anak akan bisa tumbuh menjadi anak yang kreatif?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1436 / 22 Juni 2015* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari http://www.al-maghribicendekia.com/2013/05/cara-mendidik-karakter-anak-kreatif.html. Post navigation Previous ANAK DAN ILMU DUNIAWI*Next KAPAN BERISTIGHFAR? Bag-1* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 55 Semua orang tua pasti berharap anaknya tumbuh menjadi anak yang kreatif dan berkarakter. Anak kreatif tidak muncul begitu saja. Tetapi diperlukan cara dan pola mendidik yang baik kepada anak.Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sejak ia dilahirkan. Bakat dan kemampuan tersebut bisa muncul apabila ia senantiasa digali ataupun dirangsang. Begitu pula dengan daya kreativitas anak. Daya kreativitas anak bisa dioptimalkan dengan memberikan pengasuhan yang tepat dan terarah.Lalu bagaimanakah cara mendidik anak agar anak menjadi anak yang kreatif? Berikut ini adalah cara dan tips sederhana dalam membentuk karakter anak kreatif. Membudayakan anak dengan tantanganTantangan merupakan sarana untuk memaksimalkan potensi otak. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar anak terbiasa dengan tantangan. Sebagai contoh misalnya ketika kita memberikan mainan balok kepada anak. Maka kita bisa memberikan tantangan kepada anak untuk membuat suatu bentuk dengan balok tersebut. Bisa bentuk rumah, piramida dan bentuk-bentuk lainnya. Lalu kita evaluasi hasilnya. Apakah anak mampu untuk menyelesaikan tantangan yang kita berikan atau tidak. Membiasakan anak untuk mandiriBanyak hal sederhana yang bisa anak lakukan. Jangan membiasakan anak diperlakukan manja hingga hal-hal sepele pun harus diladeni oleh orang tua. Misalnya ketika memakai baju, memakai sepatu sendiri dan hal lainnya. Biarkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan sederhananya; sehingga ia terangsang untuk mandiri lalu bisa memancing daya kreativitasnya. Memberi kebebasan terarah kepada anakMemberikan kebebasan ini bukan berarti anak dibiarkan begitu saja melakukan hal-hal yang disukainya. Akan tetapi orang tua harus tetap mengawasi apa yang dilakukan anak. Tapi perlu diingat pula bahwa orang tua juga tidak memberikan pengekangan berlebihan kepada anak. Sebagai contoh misalnya ketika anak menginginkan bermain pasir. Bermain pasir bisa juga membahayakan anak, seperti mata terkena pasir. Tapi apakah terus melarang anak bermain pasir? Tentu tidak, berikan anak kesempatan untuk bermain dan pastikan bahwa kita juga memberikan pengawasan agar ia tetap aman ketika bermain. Menjauhkan anak dari perasaan negatifPerasaan negatif misalnya penakut, rendah diri, minder dan merasa tertekan. Pada dasarnya anak memiliki sifat positif. Namun karena lingkungannya, anak bisa menjadi anak yang perpikiran negatif seperti contoh di atas. Oleh karena itu, hindari perilaku yang bisa membuat anak takut. Misalnya menakut-nakuti anak, memarahi anak tanpa alasan ataupun terlalu sering membentak anak. Mendorong anak berpikir positifBanyak hal positif yang harus didorong. Misalnya kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin maupun semangat tinggi. Hal-hal positif ini harus orang tua ajarkan dengan cara memberikan contoh dalam keseharian. Karena anak merupakan peniru jitu yang akan menduplikat apa yang dilakukan orang tuanya. Banyak hal-hal positif yang bisa kita contohkan meskipun hal tersebut merupakan perilaku sepele. Memuji anakSering kali yang dilalaikan para orang tua adalah memberikan pujian kepada anak. Sedikit sekali orang tua yang memberikan penghargaan kepada anak ketika anak melakukan hal-hal positif. Terutama ketika anak melakukan perbuatan positif dalam hal yang terlihat sepele. Pujian ini sangat berarti bagi anak karena merupakan salah satu perhatian orang tua kepada anak. Kalau anak merasa tidak diperhatikan, bagaimana mungkin anak akan bisa tumbuh menjadi anak yang kreatif?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1436 / 22 Juni 2015* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari http://www.al-maghribicendekia.com/2013/05/cara-mendidik-karakter-anak-kreatif.html. Post navigation Previous ANAK DAN ILMU DUNIAWI*Next KAPAN BERISTIGHFAR? Bag-1* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 55 Semua orang tua pasti berharap anaknya tumbuh menjadi anak yang kreatif dan berkarakter. Anak kreatif tidak muncul begitu saja. Tetapi diperlukan cara dan pola mendidik yang baik kepada anak.Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan sejak ia dilahirkan. Bakat dan kemampuan tersebut bisa muncul apabila ia senantiasa digali ataupun dirangsang. Begitu pula dengan daya kreativitas anak. Daya kreativitas anak bisa dioptimalkan dengan memberikan pengasuhan yang tepat dan terarah.Lalu bagaimanakah cara mendidik anak agar anak menjadi anak yang kreatif? Berikut ini adalah cara dan tips sederhana dalam membentuk karakter anak kreatif. Membudayakan anak dengan tantanganTantangan merupakan sarana untuk memaksimalkan potensi otak. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar anak terbiasa dengan tantangan. Sebagai contoh misalnya ketika kita memberikan mainan balok kepada anak. Maka kita bisa memberikan tantangan kepada anak untuk membuat suatu bentuk dengan balok tersebut. Bisa bentuk rumah, piramida dan bentuk-bentuk lainnya. Lalu kita evaluasi hasilnya. Apakah anak mampu untuk menyelesaikan tantangan yang kita berikan atau tidak. Membiasakan anak untuk mandiriBanyak hal sederhana yang bisa anak lakukan. Jangan membiasakan anak diperlakukan manja hingga hal-hal sepele pun harus diladeni oleh orang tua. Misalnya ketika memakai baju, memakai sepatu sendiri dan hal lainnya. Biarkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan sederhananya; sehingga ia terangsang untuk mandiri lalu bisa memancing daya kreativitasnya. Memberi kebebasan terarah kepada anakMemberikan kebebasan ini bukan berarti anak dibiarkan begitu saja melakukan hal-hal yang disukainya. Akan tetapi orang tua harus tetap mengawasi apa yang dilakukan anak. Tapi perlu diingat pula bahwa orang tua juga tidak memberikan pengekangan berlebihan kepada anak. Sebagai contoh misalnya ketika anak menginginkan bermain pasir. Bermain pasir bisa juga membahayakan anak, seperti mata terkena pasir. Tapi apakah terus melarang anak bermain pasir? Tentu tidak, berikan anak kesempatan untuk bermain dan pastikan bahwa kita juga memberikan pengawasan agar ia tetap aman ketika bermain. Menjauhkan anak dari perasaan negatifPerasaan negatif misalnya penakut, rendah diri, minder dan merasa tertekan. Pada dasarnya anak memiliki sifat positif. Namun karena lingkungannya, anak bisa menjadi anak yang perpikiran negatif seperti contoh di atas. Oleh karena itu, hindari perilaku yang bisa membuat anak takut. Misalnya menakut-nakuti anak, memarahi anak tanpa alasan ataupun terlalu sering membentak anak. Mendorong anak berpikir positifBanyak hal positif yang harus didorong. Misalnya kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin maupun semangat tinggi. Hal-hal positif ini harus orang tua ajarkan dengan cara memberikan contoh dalam keseharian. Karena anak merupakan peniru jitu yang akan menduplikat apa yang dilakukan orang tuanya. Banyak hal-hal positif yang bisa kita contohkan meskipun hal tersebut merupakan perilaku sepele. Memuji anakSering kali yang dilalaikan para orang tua adalah memberikan pujian kepada anak. Sedikit sekali orang tua yang memberikan penghargaan kepada anak ketika anak melakukan hal-hal positif. Terutama ketika anak melakukan perbuatan positif dalam hal yang terlihat sepele. Pujian ini sangat berarti bagi anak karena merupakan salah satu perhatian orang tua kepada anak. Kalau anak merasa tidak diperhatikan, bagaimana mungkin anak akan bisa tumbuh menjadi anak yang kreatif?!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1436 / 22 Juni 2015* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari http://www.al-maghribicendekia.com/2013/05/cara-mendidik-karakter-anak-kreatif.html. Post navigation Previous ANAK DAN ILMU DUNIAWI*Next KAPAN BERISTIGHFAR? Bag-1* Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next