Doa Setelah Azan

Azan memiliki kedudukan yang mulia dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang hal ini dalam beberapa hadis. Di antaranya adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ، وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَـة“Tidaklah kumandang azan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 574, An Nasa’iy no. 640, dan Malik no. 138)Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا“Seandainya semua orang tahu tentang keutamaan azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundinya.” (HR Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)Doa setelah adzanSelain anjuran untuk mengikuti lafaz azan muazin sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,إذا سَمِعتُم المؤذِّنَ فقُولوا مثلَ ما يقولُ“Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana ucapan muazin.” (HR. Muslim no. 384)Kita juga disunahkan untuk membaca doa setelah adzan yang dikumandangkan muazin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّـتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ“Barangsiapa yang setelah selesai mendengar azan kemudian berdoa dengan,Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiiilata, wab’atshu maqaaman mahmuuda alladzii wa’adtah(Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan)Maka, ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 579)Demikianlah, doa yang selayaknya tidak ditingalkan seorang muslim ketika mendengar azan. Lebih-lebih menyibukkan diri untuk mengobrol hal yang tidak penting padahal ada sebaik-baik seruan yang tengah dikumandangkan.Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita semua.Baca juga: Doa Turun Hujan—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Dukhan, Islam 73 Golongan, Arti Jihad Fi Sabilillah, Muslimah Sabar, Kriteria Istri Yang Baik Menurut IslamTags: adabadzanAkhlakAqidahazando'adoa setelah adzanDzikirfikihfikih adzanhikmah adzanibadahkeutamaan adzankeutamaan doaManhajnasihatnasihat islam

Doa Setelah Azan

Azan memiliki kedudukan yang mulia dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang hal ini dalam beberapa hadis. Di antaranya adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ، وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَـة“Tidaklah kumandang azan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 574, An Nasa’iy no. 640, dan Malik no. 138)Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا“Seandainya semua orang tahu tentang keutamaan azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundinya.” (HR Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)Doa setelah adzanSelain anjuran untuk mengikuti lafaz azan muazin sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,إذا سَمِعتُم المؤذِّنَ فقُولوا مثلَ ما يقولُ“Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana ucapan muazin.” (HR. Muslim no. 384)Kita juga disunahkan untuk membaca doa setelah adzan yang dikumandangkan muazin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّـتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ“Barangsiapa yang setelah selesai mendengar azan kemudian berdoa dengan,Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiiilata, wab’atshu maqaaman mahmuuda alladzii wa’adtah(Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan)Maka, ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 579)Demikianlah, doa yang selayaknya tidak ditingalkan seorang muslim ketika mendengar azan. Lebih-lebih menyibukkan diri untuk mengobrol hal yang tidak penting padahal ada sebaik-baik seruan yang tengah dikumandangkan.Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita semua.Baca juga: Doa Turun Hujan—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Dukhan, Islam 73 Golongan, Arti Jihad Fi Sabilillah, Muslimah Sabar, Kriteria Istri Yang Baik Menurut IslamTags: adabadzanAkhlakAqidahazando'adoa setelah adzanDzikirfikihfikih adzanhikmah adzanibadahkeutamaan adzankeutamaan doaManhajnasihatnasihat islam
Azan memiliki kedudukan yang mulia dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang hal ini dalam beberapa hadis. Di antaranya adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ، وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَـة“Tidaklah kumandang azan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 574, An Nasa’iy no. 640, dan Malik no. 138)Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا“Seandainya semua orang tahu tentang keutamaan azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundinya.” (HR Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)Doa setelah adzanSelain anjuran untuk mengikuti lafaz azan muazin sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,إذا سَمِعتُم المؤذِّنَ فقُولوا مثلَ ما يقولُ“Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana ucapan muazin.” (HR. Muslim no. 384)Kita juga disunahkan untuk membaca doa setelah adzan yang dikumandangkan muazin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّـتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ“Barangsiapa yang setelah selesai mendengar azan kemudian berdoa dengan,Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiiilata, wab’atshu maqaaman mahmuuda alladzii wa’adtah(Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan)Maka, ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 579)Demikianlah, doa yang selayaknya tidak ditingalkan seorang muslim ketika mendengar azan. Lebih-lebih menyibukkan diri untuk mengobrol hal yang tidak penting padahal ada sebaik-baik seruan yang tengah dikumandangkan.Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita semua.Baca juga: Doa Turun Hujan—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Dukhan, Islam 73 Golongan, Arti Jihad Fi Sabilillah, Muslimah Sabar, Kriteria Istri Yang Baik Menurut IslamTags: adabadzanAkhlakAqidahazando'adoa setelah adzanDzikirfikihfikih adzanhikmah adzanibadahkeutamaan adzankeutamaan doaManhajnasihatnasihat islam


Azan memiliki kedudukan yang mulia dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan tentang hal ini dalam beberapa hadis. Di antaranya adalah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ، وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَـة“Tidaklah kumandang azan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 574, An Nasa’iy no. 640, dan Malik no. 138)Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا“Seandainya semua orang tahu tentang keutamaan azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundinya.” (HR Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437)Doa setelah adzanSelain anjuran untuk mengikuti lafaz azan muazin sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,إذا سَمِعتُم المؤذِّنَ فقُولوا مثلَ ما يقولُ“Jika kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana ucapan muazin.” (HR. Muslim no. 384)Kita juga disunahkan untuk membaca doa setelah adzan yang dikumandangkan muazin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّـتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ“Barangsiapa yang setelah selesai mendengar azan kemudian berdoa dengan,Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiiilata, wab’atshu maqaaman mahmuuda alladzii wa’adtah(Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan)Maka, ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 579)Demikianlah, doa yang selayaknya tidak ditingalkan seorang muslim ketika mendengar azan. Lebih-lebih menyibukkan diri untuk mengobrol hal yang tidak penting padahal ada sebaik-baik seruan yang tengah dikumandangkan.Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita semua.Baca juga: Doa Turun Hujan—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Dukhan, Islam 73 Golongan, Arti Jihad Fi Sabilillah, Muslimah Sabar, Kriteria Istri Yang Baik Menurut IslamTags: adabadzanAkhlakAqidahazando'adoa setelah adzanDzikirfikihfikih adzanhikmah adzanibadahkeutamaan adzankeutamaan doaManhajnasihatnasihat islam

Doa Ketika Turun Hujan

Daftar Isi sembunyikan 1. Doa ketika turun hujan 2. Doa ketika hujan reda Allah ‘Azza Wajalla menjadikan hujan sebagai bentuk rahmat untuk makhluk-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ“Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5)Hujan tersebut merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza Wajalla. Seorang penyair pernah mengatakan,فيا عجباً كيف يعصي الإله *** أم كيف يجحده الجاحدوفـي كل شـيءٍ له آيـة *** تدل عـلى أنه واحـد“Sungguh mengherankan jika ada yang bermaksiat atau ingkar kepada Allah. Padahal di setiap hal di alam semesta ini terdapat tanda bahwasanya Dialah satu-satunya Zat yang berhak dan wajib disembah.”Oleh karenanya, seorang muslim harus mengisi kesempatan dan nikmat tersebut dengan ketaatan kepada-Nya, berupa doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan.Doa ketika turun hujanDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا رَأَى المَطَرَ، قالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan, beliau membaca doa,اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًاAllahumma shayyiban naafi’an(Ya Allah turunkanlah hujan yang memberikan manfaat).” (HR. Bukhari no. 1032)Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menginginkan kebaikan untuk umatnya. Oleh karenanya, beliau banyak berdoa kebaikan untuk mereka, di antaranya agar Allah menurunkan hujan yang memberikan manfaat bukan hujan yang menjadi petaka.Doa ketika hujan redaDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin salat Subuh di Hudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Ketika beliau menghadap jamaah sembari berkata, “Tahukah kalian, apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71)Semoga di musim hujan kali ini, kita dimudahkan untuk mengamalkan salah satu dari sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama di atas. AaamiinBaca juga: Doa Untuk Orang Sakit—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Artikel Islam, Masjid Sunnah, Sabar Sebagian Dari Iman, Manfaat Senyum Dalam Islam, Tasyakur Bi Ni'mahTags: adabAkhlakAqidahdo'adoa ketika hujanDzikirfikih doahikmah hujanhujankeutamaan doakeutamaan dzikirmusim hujan

Doa Ketika Turun Hujan

Daftar Isi sembunyikan 1. Doa ketika turun hujan 2. Doa ketika hujan reda Allah ‘Azza Wajalla menjadikan hujan sebagai bentuk rahmat untuk makhluk-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ“Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5)Hujan tersebut merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza Wajalla. Seorang penyair pernah mengatakan,فيا عجباً كيف يعصي الإله *** أم كيف يجحده الجاحدوفـي كل شـيءٍ له آيـة *** تدل عـلى أنه واحـد“Sungguh mengherankan jika ada yang bermaksiat atau ingkar kepada Allah. Padahal di setiap hal di alam semesta ini terdapat tanda bahwasanya Dialah satu-satunya Zat yang berhak dan wajib disembah.”Oleh karenanya, seorang muslim harus mengisi kesempatan dan nikmat tersebut dengan ketaatan kepada-Nya, berupa doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan.Doa ketika turun hujanDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا رَأَى المَطَرَ، قالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan, beliau membaca doa,اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًاAllahumma shayyiban naafi’an(Ya Allah turunkanlah hujan yang memberikan manfaat).” (HR. Bukhari no. 1032)Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menginginkan kebaikan untuk umatnya. Oleh karenanya, beliau banyak berdoa kebaikan untuk mereka, di antaranya agar Allah menurunkan hujan yang memberikan manfaat bukan hujan yang menjadi petaka.Doa ketika hujan redaDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin salat Subuh di Hudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Ketika beliau menghadap jamaah sembari berkata, “Tahukah kalian, apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71)Semoga di musim hujan kali ini, kita dimudahkan untuk mengamalkan salah satu dari sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama di atas. AaamiinBaca juga: Doa Untuk Orang Sakit—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Artikel Islam, Masjid Sunnah, Sabar Sebagian Dari Iman, Manfaat Senyum Dalam Islam, Tasyakur Bi Ni'mahTags: adabAkhlakAqidahdo'adoa ketika hujanDzikirfikih doahikmah hujanhujankeutamaan doakeutamaan dzikirmusim hujan
Daftar Isi sembunyikan 1. Doa ketika turun hujan 2. Doa ketika hujan reda Allah ‘Azza Wajalla menjadikan hujan sebagai bentuk rahmat untuk makhluk-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ“Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5)Hujan tersebut merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza Wajalla. Seorang penyair pernah mengatakan,فيا عجباً كيف يعصي الإله *** أم كيف يجحده الجاحدوفـي كل شـيءٍ له آيـة *** تدل عـلى أنه واحـد“Sungguh mengherankan jika ada yang bermaksiat atau ingkar kepada Allah. Padahal di setiap hal di alam semesta ini terdapat tanda bahwasanya Dialah satu-satunya Zat yang berhak dan wajib disembah.”Oleh karenanya, seorang muslim harus mengisi kesempatan dan nikmat tersebut dengan ketaatan kepada-Nya, berupa doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan.Doa ketika turun hujanDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا رَأَى المَطَرَ، قالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan, beliau membaca doa,اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًاAllahumma shayyiban naafi’an(Ya Allah turunkanlah hujan yang memberikan manfaat).” (HR. Bukhari no. 1032)Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menginginkan kebaikan untuk umatnya. Oleh karenanya, beliau banyak berdoa kebaikan untuk mereka, di antaranya agar Allah menurunkan hujan yang memberikan manfaat bukan hujan yang menjadi petaka.Doa ketika hujan redaDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin salat Subuh di Hudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Ketika beliau menghadap jamaah sembari berkata, “Tahukah kalian, apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71)Semoga di musim hujan kali ini, kita dimudahkan untuk mengamalkan salah satu dari sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama di atas. AaamiinBaca juga: Doa Untuk Orang Sakit—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Artikel Islam, Masjid Sunnah, Sabar Sebagian Dari Iman, Manfaat Senyum Dalam Islam, Tasyakur Bi Ni'mahTags: adabAkhlakAqidahdo'adoa ketika hujanDzikirfikih doahikmah hujanhujankeutamaan doakeutamaan dzikirmusim hujan


Daftar Isi sembunyikan 1. Doa ketika turun hujan 2. Doa ketika hujan reda Allah ‘Azza Wajalla menjadikan hujan sebagai bentuk rahmat untuk makhluk-Nya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ“Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5)Hujan tersebut merupakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza Wajalla. Seorang penyair pernah mengatakan,فيا عجباً كيف يعصي الإله *** أم كيف يجحده الجاحدوفـي كل شـيءٍ له آيـة *** تدل عـلى أنه واحـد“Sungguh mengherankan jika ada yang bermaksiat atau ingkar kepada Allah. Padahal di setiap hal di alam semesta ini terdapat tanda bahwasanya Dialah satu-satunya Zat yang berhak dan wajib disembah.”Oleh karenanya, seorang muslim harus mengisi kesempatan dan nikmat tersebut dengan ketaatan kepada-Nya, berupa doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan.Doa ketika turun hujanDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ إذَا رَأَى المَطَرَ، قالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika turun hujan, beliau membaca doa,اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًاAllahumma shayyiban naafi’an(Ya Allah turunkanlah hujan yang memberikan manfaat).” (HR. Bukhari no. 1032)Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menginginkan kebaikan untuk umatnya. Oleh karenanya, beliau banyak berdoa kebaikan untuk mereka, di antaranya agar Allah menurunkan hujan yang memberikan manfaat bukan hujan yang menjadi petaka.Doa ketika hujan redaDalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin salat Subuh di Hudaibiyah setelah malam sebelumnya turun hujan. Ketika beliau menghadap jamaah sembari berkata, “Tahukah kalian, apa yang dikatakan oleh Rabb kalian?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rabb kalian mengatakan,أصْبَحَ مِن عِبادِي مُؤْمِنٌ بي وكافِرٌ، فأمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بفَضْلِ اللهِ ورَحْمَتِهِ فَذلكَ مُؤْمِنٌ بي كافِرٌ بالكَوْكَبِ، وأَمَّا مَن قالَ: مُطِرْنا بنَوْءِ كَذا وكَذا فَذلكَ كافِرٌ بي مُؤْمِنٌ بالكَوْكَبِ.“Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71)Semoga di musim hujan kali ini, kita dimudahkan untuk mengamalkan salah satu dari sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama di atas. AaamiinBaca juga: Doa Untuk Orang Sakit—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Artikel Islam, Masjid Sunnah, Sabar Sebagian Dari Iman, Manfaat Senyum Dalam Islam, Tasyakur Bi Ni'mahTags: adabAkhlakAqidahdo'adoa ketika hujanDzikirfikih doahikmah hujanhujankeutamaan doakeutamaan dzikirmusim hujan

Matan Taqrib: Kaidah Mengenai Hewan yang Suci dan Najis

Manakah hewan yang suci dan najis? Kaidah kali ini akan membantu sekali untuk memahaminya dari Matan Taqrib dalam Fikih Syafii.   Daftar Isi tutup 1. Asal Hewan itu Suci 2. As-Samak itu Halal 3. Manusia itu Suci 4. Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan 4.1. Referensi: Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan, وَالحَيَوَانُ كُلُّهُ طَاهِرٌ إِلاَّ الكَلْبَ وَالخِنْزِيْرَ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا، وَالمَيْتَةُ كُلُّهَا نَجِسَةٌ إِلاَّ السَّمَكَ وَالجَرَادَ وَالآدَمِيَّ. Semua hewan adalah suci kecuali anjing dan babi serta apa yang berasal dari keduanya atau salah satunya. Semua bangkai adalah najis kecuali ikan, belalang, dan manusia.   Asal Hewan itu Suci Semua hewan itu suci ketika hidup baik hewan yang halal dimakan ataukah haram dimakan, tetapi najis ketika mati begitu saja. Kecuali anjing dan babi atau turunannya, maka najis ketika hidup, najis pula ketika matinya. Yang terpotong dari hewan ketika hewan itu hidup, hukumnya adalah hukum bangkainya. Jika ada bagian sapi terpotong, maka hukumnya adalah sama dengan hukum sapi bangkai yaitu sama-sama najis. Hewan yang dikecualikan najisnya adalah ikan, belalang, dan juga manusia.   As-Samak itu Halal Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih). Ikan dan belalang itu suci ketika hidup dan ketika matinya. As-samak adalah setiap hewan yang asalnya hidup di air. Maka setiap samak yang mati, bangkainya suci. Allah Ta’ala berfirman, أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96). Shoidul bahri adalah hewan air yang ditangkap hidup-hidup. Tho’amuhu adalah hewan air yang ditangkap sudah dalam keadaan mati (bangkai). Dalil lainnya dari hadits mengenai air laut, هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.” (HR. Abu Daud, no. 83; An-Nasai, no. 59; Tirmidzi no. 69. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).   Manusia itu Suci Adapun manusia itu suci dan ketika ada yang terpisah darinya satu bagian, maka tetap suci ketika hidup dan matinya. Alasannya karena Allah berfirman, وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra’: 70) Adapun yang dimaksudkan dengan ayat,  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (QS. At-Taubah: 28). Yang dimaksud najis di sini adalah najis secara maknawi.   Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan Sisa jilatan kucing itu suci. Jika kucing tersebut baru saja makan tikus—misalnya–, maka jadi suci dengan kucing tersebut meminum air. Jika kucing tersebut minum dari air yang banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis. Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. Abu Daud, no. 75; Tirmidzi, no. 92; An-Nasai, no. 68; Ibnu Majah, no. 367. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih). Mani anjing dan babi itu najis, mani hewan selain keduanya suci. Susu dari anjing dan babi itu najis, begitu pula dari turunannya juga najis. Susu dari hewan yang haram dimakan dihukumi najis. Susu dari hewan yang halal dimakan dihukumi suci. Mani manusia itu suci karena asal penciptaan adalah dari mani tersebut.   Referensi: Al-Imtaa’ bi Syarh Matan Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Hisyam Al-Kaamil Haamid. Penerbit Dar Al-Manar. Tashiil Al-Intifaa’ bi Matn Abi Syuja’ wa Syai’ mimmaa Ta’allaqa min Dalil wa Ijma’ min Thaharah ila Al-Hajj.Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad bin Husain Al-Qadiri. www.alukah.net.     —   Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagshewan najis hewan suci macam najis mani matan abu syuja matan taqrib matan taqrib thaharah najis

Matan Taqrib: Kaidah Mengenai Hewan yang Suci dan Najis

Manakah hewan yang suci dan najis? Kaidah kali ini akan membantu sekali untuk memahaminya dari Matan Taqrib dalam Fikih Syafii.   Daftar Isi tutup 1. Asal Hewan itu Suci 2. As-Samak itu Halal 3. Manusia itu Suci 4. Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan 4.1. Referensi: Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan, وَالحَيَوَانُ كُلُّهُ طَاهِرٌ إِلاَّ الكَلْبَ وَالخِنْزِيْرَ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا، وَالمَيْتَةُ كُلُّهَا نَجِسَةٌ إِلاَّ السَّمَكَ وَالجَرَادَ وَالآدَمِيَّ. Semua hewan adalah suci kecuali anjing dan babi serta apa yang berasal dari keduanya atau salah satunya. Semua bangkai adalah najis kecuali ikan, belalang, dan manusia.   Asal Hewan itu Suci Semua hewan itu suci ketika hidup baik hewan yang halal dimakan ataukah haram dimakan, tetapi najis ketika mati begitu saja. Kecuali anjing dan babi atau turunannya, maka najis ketika hidup, najis pula ketika matinya. Yang terpotong dari hewan ketika hewan itu hidup, hukumnya adalah hukum bangkainya. Jika ada bagian sapi terpotong, maka hukumnya adalah sama dengan hukum sapi bangkai yaitu sama-sama najis. Hewan yang dikecualikan najisnya adalah ikan, belalang, dan juga manusia.   As-Samak itu Halal Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih). Ikan dan belalang itu suci ketika hidup dan ketika matinya. As-samak adalah setiap hewan yang asalnya hidup di air. Maka setiap samak yang mati, bangkainya suci. Allah Ta’ala berfirman, أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96). Shoidul bahri adalah hewan air yang ditangkap hidup-hidup. Tho’amuhu adalah hewan air yang ditangkap sudah dalam keadaan mati (bangkai). Dalil lainnya dari hadits mengenai air laut, هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.” (HR. Abu Daud, no. 83; An-Nasai, no. 59; Tirmidzi no. 69. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).   Manusia itu Suci Adapun manusia itu suci dan ketika ada yang terpisah darinya satu bagian, maka tetap suci ketika hidup dan matinya. Alasannya karena Allah berfirman, وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra’: 70) Adapun yang dimaksudkan dengan ayat,  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (QS. At-Taubah: 28). Yang dimaksud najis di sini adalah najis secara maknawi.   Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan Sisa jilatan kucing itu suci. Jika kucing tersebut baru saja makan tikus—misalnya–, maka jadi suci dengan kucing tersebut meminum air. Jika kucing tersebut minum dari air yang banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis. Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. Abu Daud, no. 75; Tirmidzi, no. 92; An-Nasai, no. 68; Ibnu Majah, no. 367. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih). Mani anjing dan babi itu najis, mani hewan selain keduanya suci. Susu dari anjing dan babi itu najis, begitu pula dari turunannya juga najis. Susu dari hewan yang haram dimakan dihukumi najis. Susu dari hewan yang halal dimakan dihukumi suci. Mani manusia itu suci karena asal penciptaan adalah dari mani tersebut.   Referensi: Al-Imtaa’ bi Syarh Matan Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Hisyam Al-Kaamil Haamid. Penerbit Dar Al-Manar. Tashiil Al-Intifaa’ bi Matn Abi Syuja’ wa Syai’ mimmaa Ta’allaqa min Dalil wa Ijma’ min Thaharah ila Al-Hajj.Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad bin Husain Al-Qadiri. www.alukah.net.     —   Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagshewan najis hewan suci macam najis mani matan abu syuja matan taqrib matan taqrib thaharah najis
Manakah hewan yang suci dan najis? Kaidah kali ini akan membantu sekali untuk memahaminya dari Matan Taqrib dalam Fikih Syafii.   Daftar Isi tutup 1. Asal Hewan itu Suci 2. As-Samak itu Halal 3. Manusia itu Suci 4. Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan 4.1. Referensi: Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan, وَالحَيَوَانُ كُلُّهُ طَاهِرٌ إِلاَّ الكَلْبَ وَالخِنْزِيْرَ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا، وَالمَيْتَةُ كُلُّهَا نَجِسَةٌ إِلاَّ السَّمَكَ وَالجَرَادَ وَالآدَمِيَّ. Semua hewan adalah suci kecuali anjing dan babi serta apa yang berasal dari keduanya atau salah satunya. Semua bangkai adalah najis kecuali ikan, belalang, dan manusia.   Asal Hewan itu Suci Semua hewan itu suci ketika hidup baik hewan yang halal dimakan ataukah haram dimakan, tetapi najis ketika mati begitu saja. Kecuali anjing dan babi atau turunannya, maka najis ketika hidup, najis pula ketika matinya. Yang terpotong dari hewan ketika hewan itu hidup, hukumnya adalah hukum bangkainya. Jika ada bagian sapi terpotong, maka hukumnya adalah sama dengan hukum sapi bangkai yaitu sama-sama najis. Hewan yang dikecualikan najisnya adalah ikan, belalang, dan juga manusia.   As-Samak itu Halal Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih). Ikan dan belalang itu suci ketika hidup dan ketika matinya. As-samak adalah setiap hewan yang asalnya hidup di air. Maka setiap samak yang mati, bangkainya suci. Allah Ta’ala berfirman, أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96). Shoidul bahri adalah hewan air yang ditangkap hidup-hidup. Tho’amuhu adalah hewan air yang ditangkap sudah dalam keadaan mati (bangkai). Dalil lainnya dari hadits mengenai air laut, هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.” (HR. Abu Daud, no. 83; An-Nasai, no. 59; Tirmidzi no. 69. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).   Manusia itu Suci Adapun manusia itu suci dan ketika ada yang terpisah darinya satu bagian, maka tetap suci ketika hidup dan matinya. Alasannya karena Allah berfirman, وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra’: 70) Adapun yang dimaksudkan dengan ayat,  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (QS. At-Taubah: 28). Yang dimaksud najis di sini adalah najis secara maknawi.   Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan Sisa jilatan kucing itu suci. Jika kucing tersebut baru saja makan tikus—misalnya–, maka jadi suci dengan kucing tersebut meminum air. Jika kucing tersebut minum dari air yang banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis. Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. Abu Daud, no. 75; Tirmidzi, no. 92; An-Nasai, no. 68; Ibnu Majah, no. 367. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih). Mani anjing dan babi itu najis, mani hewan selain keduanya suci. Susu dari anjing dan babi itu najis, begitu pula dari turunannya juga najis. Susu dari hewan yang haram dimakan dihukumi najis. Susu dari hewan yang halal dimakan dihukumi suci. Mani manusia itu suci karena asal penciptaan adalah dari mani tersebut.   Referensi: Al-Imtaa’ bi Syarh Matan Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Hisyam Al-Kaamil Haamid. Penerbit Dar Al-Manar. Tashiil Al-Intifaa’ bi Matn Abi Syuja’ wa Syai’ mimmaa Ta’allaqa min Dalil wa Ijma’ min Thaharah ila Al-Hajj.Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad bin Husain Al-Qadiri. www.alukah.net.     —   Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagshewan najis hewan suci macam najis mani matan abu syuja matan taqrib matan taqrib thaharah najis


Manakah hewan yang suci dan najis? Kaidah kali ini akan membantu sekali untuk memahaminya dari Matan Taqrib dalam Fikih Syafii.   Daftar Isi tutup 1. Asal Hewan itu Suci 2. As-Samak itu Halal 3. Manusia itu Suci 4. Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan 4.1. Referensi: Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib menyebutkan, وَالحَيَوَانُ كُلُّهُ طَاهِرٌ إِلاَّ الكَلْبَ وَالخِنْزِيْرَ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا، وَالمَيْتَةُ كُلُّهَا نَجِسَةٌ إِلاَّ السَّمَكَ وَالجَرَادَ وَالآدَمِيَّ. Semua hewan adalah suci kecuali anjing dan babi serta apa yang berasal dari keduanya atau salah satunya. Semua bangkai adalah najis kecuali ikan, belalang, dan manusia.   Asal Hewan itu Suci Semua hewan itu suci ketika hidup baik hewan yang halal dimakan ataukah haram dimakan, tetapi najis ketika mati begitu saja. Kecuali anjing dan babi atau turunannya, maka najis ketika hidup, najis pula ketika matinya. Yang terpotong dari hewan ketika hewan itu hidup, hukumnya adalah hukum bangkainya. Jika ada bagian sapi terpotong, maka hukumnya adalah sama dengan hukum sapi bangkai yaitu sama-sama najis. Hewan yang dikecualikan najisnya adalah ikan, belalang, dan juga manusia.   As-Samak itu Halal Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih). Ikan dan belalang itu suci ketika hidup dan ketika matinya. As-samak adalah setiap hewan yang asalnya hidup di air. Maka setiap samak yang mati, bangkainya suci. Allah Ta’ala berfirman, أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut.” (QS. Al Maidah: 96). Shoidul bahri adalah hewan air yang ditangkap hidup-hidup. Tho’amuhu adalah hewan air yang ditangkap sudah dalam keadaan mati (bangkai). Dalil lainnya dari hadits mengenai air laut, هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ “Air laut itu suci dan bangkainya pun halal.” (HR. Abu Daud, no. 83; An-Nasai, no. 59; Tirmidzi no. 69. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).   Manusia itu Suci Adapun manusia itu suci dan ketika ada yang terpisah darinya satu bagian, maka tetap suci ketika hidup dan matinya. Alasannya karena Allah berfirman, وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra’: 70) Adapun yang dimaksudkan dengan ayat,  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (QS. At-Taubah: 28). Yang dimaksud najis di sini adalah najis secara maknawi.   Jilatan Kucing, Mani dan Susu Hewan Sisa jilatan kucing itu suci. Jika kucing tersebut baru saja makan tikus—misalnya–, maka jadi suci dengan kucing tersebut meminum air. Jika kucing tersebut minum dari air yang banyak, maka air tersebut tidak menjadi najis. Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ “Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ” (HR. Abu Daud, no. 75; Tirmidzi, no. 92; An-Nasai, no. 68; Ibnu Majah, no. 367. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih). Mani anjing dan babi itu najis, mani hewan selain keduanya suci. Susu dari anjing dan babi itu najis, begitu pula dari turunannya juga najis. Susu dari hewan yang haram dimakan dihukumi najis. Susu dari hewan yang halal dimakan dihukumi suci. Mani manusia itu suci karena asal penciptaan adalah dari mani tersebut.   Referensi: Al-Imtaa’ bi Syarh Matan Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Syaikh Hisyam Al-Kaamil Haamid. Penerbit Dar Al-Manar. Tashiil Al-Intifaa’ bi Matn Abi Syuja’ wa Syai’ mimmaa Ta’allaqa min Dalil wa Ijma’ min Thaharah ila Al-Hajj.Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad bin Husain Al-Qadiri. www.alukah.net.     —   Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagshewan najis hewan suci macam najis mani matan abu syuja matan taqrib matan taqrib thaharah najis

Manusia Terbaik di Antara Kalian yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.   Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) بَابُ فَضْلِ قِرَاءَةِ القُرْآنِ Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an     Daftar Isi tutup 1. Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) 2. Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an 3. Hadits #993 4. Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an 4.1. Faedah hadits 4.2. Referensi: Hadits #993 Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ . Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 5027]   Faedah hadits Hadits ini memotivasi untuk mempelajari dan mentadaburi Al-Qur’an, juga mengenal hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an, akidah, perilaku umat sebelum Islam, perintah Allah, larangan-Nya. Itulah yang menyebabkan datangnya keberuntungan di dunia dan akhirat. Sudah sepatutnya bagi seorang yang berilmu menyebarkan ilmu setelah mempelajarinya. Belajar dan mengajarkannya itu sama-sama mendapatkan ganjaran. Dengan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya pada yang lain datanglah sempurnanya pahala. Dengan mempelajari Al-Qur’an akan meninggikan derajat seorang muslim. Orang yang membaca Al-Qur’an tanpa panduan guru tentu tidak akan benar dalam tajwid dan hukum-hukum bacaannya. Oleh karena itu, dituntut bagi seorang muslim untuk mencari seorang guru untuk membenarkan bacaannya. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an mencakup: mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya mempelajari dan mengajarkan maknanya Yang kedua ini malah yang lebih utama karena makna itulah yang dimaksud tujuan mempelajari Al-Qur’an. Sedangkan, lafaz hanyalah wasilah (perantara). (Miftah Daar As-Sa’adah, 1:277)   Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:205. Miftah Daar As-Sa’aadah wa Mansyur Walaayah Ahli Al-‘Ilmi wa Al-Idarah. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Takhrij: Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabiy Al-Atsariy. Penerbit Dar Ibnul Qayyim dan Dar Ibnu ‘Affan.   — Baca Juga: Kiat untuk Orang Awam dalam Belajar Agama Keutamaan Belajar dan Mengajar di Masjid Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran al quran belajar al quran hafalan quran interaksi al quran keutamaan al quran khatam al quran membaca Al Quran mengajarkan al quran riyadhus sholihin riyadhus sholihin fadhail

Manusia Terbaik di Antara Kalian yang Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.   Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) بَابُ فَضْلِ قِرَاءَةِ القُرْآنِ Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an     Daftar Isi tutup 1. Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) 2. Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an 3. Hadits #993 4. Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an 4.1. Faedah hadits 4.2. Referensi: Hadits #993 Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ . Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 5027]   Faedah hadits Hadits ini memotivasi untuk mempelajari dan mentadaburi Al-Qur’an, juga mengenal hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an, akidah, perilaku umat sebelum Islam, perintah Allah, larangan-Nya. Itulah yang menyebabkan datangnya keberuntungan di dunia dan akhirat. Sudah sepatutnya bagi seorang yang berilmu menyebarkan ilmu setelah mempelajarinya. Belajar dan mengajarkannya itu sama-sama mendapatkan ganjaran. Dengan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya pada yang lain datanglah sempurnanya pahala. Dengan mempelajari Al-Qur’an akan meninggikan derajat seorang muslim. Orang yang membaca Al-Qur’an tanpa panduan guru tentu tidak akan benar dalam tajwid dan hukum-hukum bacaannya. Oleh karena itu, dituntut bagi seorang muslim untuk mencari seorang guru untuk membenarkan bacaannya. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an mencakup: mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya mempelajari dan mengajarkan maknanya Yang kedua ini malah yang lebih utama karena makna itulah yang dimaksud tujuan mempelajari Al-Qur’an. Sedangkan, lafaz hanyalah wasilah (perantara). (Miftah Daar As-Sa’adah, 1:277)   Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:205. Miftah Daar As-Sa’aadah wa Mansyur Walaayah Ahli Al-‘Ilmi wa Al-Idarah. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Takhrij: Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabiy Al-Atsariy. Penerbit Dar Ibnul Qayyim dan Dar Ibnu ‘Affan.   — Baca Juga: Kiat untuk Orang Awam dalam Belajar Agama Keutamaan Belajar dan Mengajar di Masjid Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran al quran belajar al quran hafalan quran interaksi al quran keutamaan al quran khatam al quran membaca Al Quran mengajarkan al quran riyadhus sholihin riyadhus sholihin fadhail
Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.   Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) بَابُ فَضْلِ قِرَاءَةِ القُرْآنِ Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an     Daftar Isi tutup 1. Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) 2. Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an 3. Hadits #993 4. Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an 4.1. Faedah hadits 4.2. Referensi: Hadits #993 Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ . Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 5027]   Faedah hadits Hadits ini memotivasi untuk mempelajari dan mentadaburi Al-Qur’an, juga mengenal hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an, akidah, perilaku umat sebelum Islam, perintah Allah, larangan-Nya. Itulah yang menyebabkan datangnya keberuntungan di dunia dan akhirat. Sudah sepatutnya bagi seorang yang berilmu menyebarkan ilmu setelah mempelajarinya. Belajar dan mengajarkannya itu sama-sama mendapatkan ganjaran. Dengan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya pada yang lain datanglah sempurnanya pahala. Dengan mempelajari Al-Qur’an akan meninggikan derajat seorang muslim. Orang yang membaca Al-Qur’an tanpa panduan guru tentu tidak akan benar dalam tajwid dan hukum-hukum bacaannya. Oleh karena itu, dituntut bagi seorang muslim untuk mencari seorang guru untuk membenarkan bacaannya. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an mencakup: mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya mempelajari dan mengajarkan maknanya Yang kedua ini malah yang lebih utama karena makna itulah yang dimaksud tujuan mempelajari Al-Qur’an. Sedangkan, lafaz hanyalah wasilah (perantara). (Miftah Daar As-Sa’adah, 1:277)   Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:205. Miftah Daar As-Sa’aadah wa Mansyur Walaayah Ahli Al-‘Ilmi wa Al-Idarah. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Takhrij: Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabiy Al-Atsariy. Penerbit Dar Ibnul Qayyim dan Dar Ibnu ‘Affan.   — Baca Juga: Kiat untuk Orang Awam dalam Belajar Agama Keutamaan Belajar dan Mengajar di Masjid Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran al quran belajar al quran hafalan quran interaksi al quran keutamaan al quran khatam al quran membaca Al Quran mengajarkan al quran riyadhus sholihin riyadhus sholihin fadhail


Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.   Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) بَابُ فَضْلِ قِرَاءَةِ القُرْآنِ Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an     Daftar Isi tutup 1. Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Al-Fadhail (Kitab Keutamaan) 2. Bab 180. Keutamaan Membaca Al-Qur’an 3. Hadits #993 4. Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an 4.1. Faedah hadits 4.2. Referensi: Hadits #993 Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-Qur’an وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رَوَاهُ البُخَارِيُّ . Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 5027]   Faedah hadits Hadits ini memotivasi untuk mempelajari dan mentadaburi Al-Qur’an, juga mengenal hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an, akidah, perilaku umat sebelum Islam, perintah Allah, larangan-Nya. Itulah yang menyebabkan datangnya keberuntungan di dunia dan akhirat. Sudah sepatutnya bagi seorang yang berilmu menyebarkan ilmu setelah mempelajarinya. Belajar dan mengajarkannya itu sama-sama mendapatkan ganjaran. Dengan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya pada yang lain datanglah sempurnanya pahala. Dengan mempelajari Al-Qur’an akan meninggikan derajat seorang muslim. Orang yang membaca Al-Qur’an tanpa panduan guru tentu tidak akan benar dalam tajwid dan hukum-hukum bacaannya. Oleh karena itu, dituntut bagi seorang muslim untuk mencari seorang guru untuk membenarkan bacaannya. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an mencakup: mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya mempelajari dan mengajarkan maknanya Yang kedua ini malah yang lebih utama karena makna itulah yang dimaksud tujuan mempelajari Al-Qur’an. Sedangkan, lafaz hanyalah wasilah (perantara). (Miftah Daar As-Sa’adah, 1:277)   Referensi: Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:205. Miftah Daar As-Sa’aadah wa Mansyur Walaayah Ahli Al-‘Ilmi wa Al-Idarah. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Takhrij: Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdul Hamid Al-Halabiy Al-Atsariy. Penerbit Dar Ibnul Qayyim dan Dar Ibnu ‘Affan.   — Baca Juga: Kiat untuk Orang Awam dalam Belajar Agama Keutamaan Belajar dan Mengajar di Masjid Ditulis saat perjalanan Gunungkidul – Jogja, 15 Rabiul Akhir 1444 H, 10 November 2022 @ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com Tagsadab al quran al quran belajar al quran hafalan quran interaksi al quran keutamaan al quran khatam al quran membaca Al Quran mengajarkan al quran riyadhus sholihin riyadhus sholihin fadhail

Pesan Penting untuk Pelaku Maksiat – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Saya katakan juga pada kesempatan inibahwa pelaku maksiat yang diuji dengan beberapa dosa yang tidak mampu ia tinggalkan,hendaklah ia mendekat kepada para ulamadan juga majelis ilmu,serta menyabarkan dirinya dalam hal ini. Jika pada awal mulanya dirinya enggan dan (tidak) menyukainya,maka hendaklah ia memaksanya.Karena jika dirinya bersabar dalam hal ini, dan mendekat kepada para ulamadan majelis ilmu mereka, maka Allah akan memudahkan baginya untuk membuka pintu-pintu taufikdan kelapangan hati,serta terbebas dari dosa-dosa,dan keburukan dan bahaya dosa-dosa yang tidak ia perkirakan. Kedekatan dengan para ulama merupakan keuntungan,dan bertanya kepada mereka tentang suatu masalah merupakan keselamatan. Kemudianmereka juga dapat mengambil faedahdari penjelasan imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah saat menjawab, dengan penjelasan yang gamblangbahwa kesabaran seorang ulama terhadap orang-orang yang bertanya kepadanya, kasih sayangnya bagi mereka,dan kelembutannya terhadap mereka,serta kelembutannya saat menjawab mereka, semua ini memiliki pengaruh yang baik dan menghasilkan buah yang agungdalam kedekatan para pendosa itu kepada kebaikandan jauhnya mereka dari keburukan. ==== وَأَقُولُ أَيْضًا بِهَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ أَنَّ الْعَاصِي الْمُبْتَلَى بِبَعْضِ الذُّنُوبِ الَّتِي أَعْيَاهُ الْخَلَاصُ مِنْهَا عَلَيْهِ أَنْ يَقْتَرِبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِ الْعِلْمِ وَيَصْبِرُ نَفْسَهُ عَلَيْهَا وَإِنْ أَبَتْ نَفْسُهُ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ وَتَلَذَّذَتْ فَلْيُلْزِمْهَا فَإِنَّهُ إِنْ صَبَرَ نَفْسَهُ عَلَى ذَلِكَ وَاقْتَرَبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِهِمْ يَسَّرَ اللهُ لَهُ مِنْ أَبْوَابِ التَّوْفِيقِ وَانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَالخَلَاصِ مِنَ الذُّنُوبِ وَأَضْرَارِهَا وَأَخْطَارِهَا مَا لَا يَحْتَسِبُ وَالْقُرْبُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ غَنِيمَةٌ وَسُؤَالُهُم عَمَّا أَشْكَلَ نَجَاةٌ وَسَلَامَةٌ ثُمَّ اسْتَفَادُوا أَيْضًا مِنْ بَسْطِ الْإِمَامِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ هَذَا الْجَوَابَ بِهَذَا الْبَسْطِ الْوَافِي أَنَّ صَبْرَ الْعَالِمِ عَلَى السَّائِلِينَ وَرَحْمَتَهُ لَهُمْ وَبِهِمْ وَلِينَهُ مَعَهُم وَرِفْقَهُ بِهِم وَتَلَطُّفَهُ فِي جَوَابِهِمْ كُلُّ هَذَا لَهُ مَرْدُودُهُ الْحَسَنُ وَثَمَرَتُهُ الْعَظِيمَةُ فِي قُرْبِ هَؤُلَاءِ مِنَ الْخَيْرِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ الشَّرِّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Pesan Penting untuk Pelaku Maksiat – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Saya katakan juga pada kesempatan inibahwa pelaku maksiat yang diuji dengan beberapa dosa yang tidak mampu ia tinggalkan,hendaklah ia mendekat kepada para ulamadan juga majelis ilmu,serta menyabarkan dirinya dalam hal ini. Jika pada awal mulanya dirinya enggan dan (tidak) menyukainya,maka hendaklah ia memaksanya.Karena jika dirinya bersabar dalam hal ini, dan mendekat kepada para ulamadan majelis ilmu mereka, maka Allah akan memudahkan baginya untuk membuka pintu-pintu taufikdan kelapangan hati,serta terbebas dari dosa-dosa,dan keburukan dan bahaya dosa-dosa yang tidak ia perkirakan. Kedekatan dengan para ulama merupakan keuntungan,dan bertanya kepada mereka tentang suatu masalah merupakan keselamatan. Kemudianmereka juga dapat mengambil faedahdari penjelasan imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah saat menjawab, dengan penjelasan yang gamblangbahwa kesabaran seorang ulama terhadap orang-orang yang bertanya kepadanya, kasih sayangnya bagi mereka,dan kelembutannya terhadap mereka,serta kelembutannya saat menjawab mereka, semua ini memiliki pengaruh yang baik dan menghasilkan buah yang agungdalam kedekatan para pendosa itu kepada kebaikandan jauhnya mereka dari keburukan. ==== وَأَقُولُ أَيْضًا بِهَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ أَنَّ الْعَاصِي الْمُبْتَلَى بِبَعْضِ الذُّنُوبِ الَّتِي أَعْيَاهُ الْخَلَاصُ مِنْهَا عَلَيْهِ أَنْ يَقْتَرِبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِ الْعِلْمِ وَيَصْبِرُ نَفْسَهُ عَلَيْهَا وَإِنْ أَبَتْ نَفْسُهُ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ وَتَلَذَّذَتْ فَلْيُلْزِمْهَا فَإِنَّهُ إِنْ صَبَرَ نَفْسَهُ عَلَى ذَلِكَ وَاقْتَرَبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِهِمْ يَسَّرَ اللهُ لَهُ مِنْ أَبْوَابِ التَّوْفِيقِ وَانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَالخَلَاصِ مِنَ الذُّنُوبِ وَأَضْرَارِهَا وَأَخْطَارِهَا مَا لَا يَحْتَسِبُ وَالْقُرْبُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ غَنِيمَةٌ وَسُؤَالُهُم عَمَّا أَشْكَلَ نَجَاةٌ وَسَلَامَةٌ ثُمَّ اسْتَفَادُوا أَيْضًا مِنْ بَسْطِ الْإِمَامِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ هَذَا الْجَوَابَ بِهَذَا الْبَسْطِ الْوَافِي أَنَّ صَبْرَ الْعَالِمِ عَلَى السَّائِلِينَ وَرَحْمَتَهُ لَهُمْ وَبِهِمْ وَلِينَهُ مَعَهُم وَرِفْقَهُ بِهِم وَتَلَطُّفَهُ فِي جَوَابِهِمْ كُلُّ هَذَا لَهُ مَرْدُودُهُ الْحَسَنُ وَثَمَرَتُهُ الْعَظِيمَةُ فِي قُرْبِ هَؤُلَاءِ مِنَ الْخَيْرِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ الشَّرِّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Saya katakan juga pada kesempatan inibahwa pelaku maksiat yang diuji dengan beberapa dosa yang tidak mampu ia tinggalkan,hendaklah ia mendekat kepada para ulamadan juga majelis ilmu,serta menyabarkan dirinya dalam hal ini. Jika pada awal mulanya dirinya enggan dan (tidak) menyukainya,maka hendaklah ia memaksanya.Karena jika dirinya bersabar dalam hal ini, dan mendekat kepada para ulamadan majelis ilmu mereka, maka Allah akan memudahkan baginya untuk membuka pintu-pintu taufikdan kelapangan hati,serta terbebas dari dosa-dosa,dan keburukan dan bahaya dosa-dosa yang tidak ia perkirakan. Kedekatan dengan para ulama merupakan keuntungan,dan bertanya kepada mereka tentang suatu masalah merupakan keselamatan. Kemudianmereka juga dapat mengambil faedahdari penjelasan imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah saat menjawab, dengan penjelasan yang gamblangbahwa kesabaran seorang ulama terhadap orang-orang yang bertanya kepadanya, kasih sayangnya bagi mereka,dan kelembutannya terhadap mereka,serta kelembutannya saat menjawab mereka, semua ini memiliki pengaruh yang baik dan menghasilkan buah yang agungdalam kedekatan para pendosa itu kepada kebaikandan jauhnya mereka dari keburukan. ==== وَأَقُولُ أَيْضًا بِهَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ أَنَّ الْعَاصِي الْمُبْتَلَى بِبَعْضِ الذُّنُوبِ الَّتِي أَعْيَاهُ الْخَلَاصُ مِنْهَا عَلَيْهِ أَنْ يَقْتَرِبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِ الْعِلْمِ وَيَصْبِرُ نَفْسَهُ عَلَيْهَا وَإِنْ أَبَتْ نَفْسُهُ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ وَتَلَذَّذَتْ فَلْيُلْزِمْهَا فَإِنَّهُ إِنْ صَبَرَ نَفْسَهُ عَلَى ذَلِكَ وَاقْتَرَبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِهِمْ يَسَّرَ اللهُ لَهُ مِنْ أَبْوَابِ التَّوْفِيقِ وَانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَالخَلَاصِ مِنَ الذُّنُوبِ وَأَضْرَارِهَا وَأَخْطَارِهَا مَا لَا يَحْتَسِبُ وَالْقُرْبُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ غَنِيمَةٌ وَسُؤَالُهُم عَمَّا أَشْكَلَ نَجَاةٌ وَسَلَامَةٌ ثُمَّ اسْتَفَادُوا أَيْضًا مِنْ بَسْطِ الْإِمَامِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ هَذَا الْجَوَابَ بِهَذَا الْبَسْطِ الْوَافِي أَنَّ صَبْرَ الْعَالِمِ عَلَى السَّائِلِينَ وَرَحْمَتَهُ لَهُمْ وَبِهِمْ وَلِينَهُ مَعَهُم وَرِفْقَهُ بِهِم وَتَلَطُّفَهُ فِي جَوَابِهِمْ كُلُّ هَذَا لَهُ مَرْدُودُهُ الْحَسَنُ وَثَمَرَتُهُ الْعَظِيمَةُ فِي قُرْبِ هَؤُلَاءِ مِنَ الْخَيْرِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ الشَّرِّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Saya katakan juga pada kesempatan inibahwa pelaku maksiat yang diuji dengan beberapa dosa yang tidak mampu ia tinggalkan,hendaklah ia mendekat kepada para ulamadan juga majelis ilmu,serta menyabarkan dirinya dalam hal ini. Jika pada awal mulanya dirinya enggan dan (tidak) menyukainya,maka hendaklah ia memaksanya.Karena jika dirinya bersabar dalam hal ini, dan mendekat kepada para ulamadan majelis ilmu mereka, maka Allah akan memudahkan baginya untuk membuka pintu-pintu taufikdan kelapangan hati,serta terbebas dari dosa-dosa,dan keburukan dan bahaya dosa-dosa yang tidak ia perkirakan. Kedekatan dengan para ulama merupakan keuntungan,dan bertanya kepada mereka tentang suatu masalah merupakan keselamatan. Kemudianmereka juga dapat mengambil faedahdari penjelasan imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah saat menjawab, dengan penjelasan yang gamblangbahwa kesabaran seorang ulama terhadap orang-orang yang bertanya kepadanya, kasih sayangnya bagi mereka,dan kelembutannya terhadap mereka,serta kelembutannya saat menjawab mereka, semua ini memiliki pengaruh yang baik dan menghasilkan buah yang agungdalam kedekatan para pendosa itu kepada kebaikandan jauhnya mereka dari keburukan. ==== وَأَقُولُ أَيْضًا بِهَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ أَنَّ الْعَاصِي الْمُبْتَلَى بِبَعْضِ الذُّنُوبِ الَّتِي أَعْيَاهُ الْخَلَاصُ مِنْهَا عَلَيْهِ أَنْ يَقْتَرِبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِ الْعِلْمِ وَيَصْبِرُ نَفْسَهُ عَلَيْهَا وَإِنْ أَبَتْ نَفْسُهُ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ وَتَلَذَّذَتْ فَلْيُلْزِمْهَا فَإِنَّهُ إِنْ صَبَرَ نَفْسَهُ عَلَى ذَلِكَ وَاقْتَرَبَ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَمَجَالِسِهِمْ يَسَّرَ اللهُ لَهُ مِنْ أَبْوَابِ التَّوْفِيقِ وَانْشِرَاحِ الصَّدْرِ وَالخَلَاصِ مِنَ الذُّنُوبِ وَأَضْرَارِهَا وَأَخْطَارِهَا مَا لَا يَحْتَسِبُ وَالْقُرْبُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ غَنِيمَةٌ وَسُؤَالُهُم عَمَّا أَشْكَلَ نَجَاةٌ وَسَلَامَةٌ ثُمَّ اسْتَفَادُوا أَيْضًا مِنْ بَسْطِ الْإِمَامِ ابْنِ الْقَيِّمِ رَحِمَهُ اللهُ هَذَا الْجَوَابَ بِهَذَا الْبَسْطِ الْوَافِي أَنَّ صَبْرَ الْعَالِمِ عَلَى السَّائِلِينَ وَرَحْمَتَهُ لَهُمْ وَبِهِمْ وَلِينَهُ مَعَهُم وَرِفْقَهُ بِهِم وَتَلَطُّفَهُ فِي جَوَابِهِمْ كُلُّ هَذَا لَهُ مَرْدُودُهُ الْحَسَنُ وَثَمَرَتُهُ الْعَظِيمَةُ فِي قُرْبِ هَؤُلَاءِ مِنَ الْخَيْرِ وَبُعْدِهِمْ مِنَ الشَّرِّ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Fatwa Ulama: Hukum Salat Sunah Qabliyah Sebelum Salat Isya

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan:Dari Republik Arab Suriah, pesan ini dikirim oleh salah satu saudara dari sana yang berbunyi,Rawi Al-Abdullah dari kota Dayr Al-Zour salah satu saudara kita, ia memiliki serangkaian pertanyaan, dalam pertanyaan pertamanya ia mengatakan,“Banyak orang-orang di desa kami berdebat tentang hukum salat sunah qabliyah sebelum salat Isya. Sebagian dari mereka mengatakan, ‘(Hukumnya) muakkadah (ditekankan).’ Dan yang lain mengatakan, ‘Tidak ditekankan.’ Saya meminta yang mulia Syekh untuk mengklarifikasi masalah ini.”Jawaban:Syekh Binbaz rahimahullah menjawab,(Salat sunah qabliyah sebelum salat Isya) tidaklah muakkadah (ditekankan) dan segala puji hanya untuk Allah Ta’ala. Siapa yang ingin melaksanakannya, maka salatlah. Dan siapa yang tidak ingin melaksanakannya, maka juga tidak apa-apa. (Yaitu salat) antara azan dan ikamah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلَاةٌ، ثَلَاثًا لِمَن شَاءَ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat.” (Beliau mengatakannya) tiga kali. (Lalu bersabda), “Bagi siapa yang menghendakinya.” (HR. Bukhari no. 624 dan Muslim no. 838)Maka, siapa saja yang ingin melaksanakannya, maka laksanakanlah. Jika pun ia tidak ingin, maka tidak apa-apa meninggalkan salat sunah antara azan dan ikamah pada salat Isya maupun Maghrib.Adapun antara azan dan ikamah pada salat zuhur, maka ini termasuk salat sunah yang ditekankan. Hendaknya ia salat empat rakaat dengan 2 salam sebelum salat zuhur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan salat ini dua rakaat dua rakaat dan menjadikannya sebagai sunah rawatib. Empat rakaat sebelum zuhur termasuk sunnah rawatib.Adapun (salat sunah sebelum salat) Asar ,maka (hukumnya) mustahab (disukai nabi), namun tidak ditekankan (untuk rutin dilaksanakan setiap waktu). Di dalam hadis disebutkan,رحِمَ اللَّهُ امرَأً صلَّى قبلَ العصرِ أربعًا“Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum salat asar.” (HR. Abu Dawud no. 1271, Tirmidzi no. 430 dan Ahmad no. 5980)Dan sunahnya dilaksanakan dua rakaat dua rakaat,صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari dan di siang hari itu dua rakaat dua rakaat.” (HR. Al-Hakim dalam kitabnya Ma’rifat Uluum Al-Hadis 235 [1])Hadis di atas disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak perlu berdebat dalam permasalahan ini. Karena ini adalah perkara sunah dan disenangi jika dilakukan, maka sudah selayaknya untuk tidak diperdebatkan. Justru kita hendaknya saling mengingatkan, diskusi di antara sahabat dibarengi dengan menuntut ilmu agar mendapatkan kemanfaatan.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ، بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah). Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah).” (HR. Bukhari no. 627 dan Muslim no. 838)Sehingga jika seseorang salat dua rakaat antara azan Magrib dengan salat Magrib, antara azan Isya dengan salat Isya, antara azan Asar dengan salat Asar ataupun salat empat rakaat di semua waktu tersebut, maka hukumnya tidak mengapa.Adapun salat zuhur, maka memang ada salat sunah rawatib-nya, yaitu berjumlah empat rakaat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak meninggalkan salat sunah sebanyak empat rakaat sebelum Zuhur.” (HR. Bukhari no. 1182 dan Abu Dawud no. 1253)Baca Juga: Memperbanyak Shalat Sunnah sebelum Datangnya Khatib Jum’atMaksudnya adalah dengan dua salam. Adapun setelah Zuhur, maka ada dua rakaat rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika telah mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur, maka lebih utama lagi baginya jika mengerjakan (dua rakaat) setelah zuhur.(Salat sunah rawatib ini, selain empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya) juga dilakukan setelah Isya dua rakaat, setelah Maghrib dua rakaat, dan sebelum salat Subuh dua rakaat. Kesemuanya ini adalah salat sunah rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Totalnya adalah dua belas rakaat yang senantiasa dijaga (dan dikerjakan) oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu:Pertama: Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnyaKedua: Dua rakaat setelah MagribKetiga: Dua rakaat setelah IsyaKeempat: Dua rakaat sebelum salat Subuh(Semuanya) lebih utama jika dikerjakan di rumah, namun jika dikerjakan di masjid maka juga tidak mengapa.Wallahu a’lam bisshowabDiterjemahkan dari acara siaran radio Syekh Binbaz rahimahullahu ta’ala “Nuur Ala Ad-Darbi.” Yang disiarkan oleh Radio Al-Qur’an Al-Kariim Saudi Arabia.Baca Juga:Haruskah Pindah dari Tempat Shalat Wajib Ketika Akan Shalat Sunnah?Hukum Shalat Sunnah Dua Raka’at Ihram***Penulis: Muhammad Idris, LcArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] Sebagaian ulama menyebutkan bahwa hadis ini memiliki illah (cacat/penyakit). Hadis yang sahih dalam masalah ini adalah hadis riwayat Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749 yang berbunyi,صلاةُ الليلِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari itu dua rakaat dua rakaat.”Tanpa tambahan lafaz (صَلَاةُ النَّهَارِ) (salat sunah di siang hari).Hanya saja kita tetap bisa berdalil dengan hadis ini pada permasalahan salat sunah di siang hari, dengan pemahaman menyeluruh terhadap hadis sahih di atas.Nabi hanya mengkhususkan salat sunah malam karena mayoritas salat sunah dilakukan di malam hari, namun hukum hadis ini menyeluruh dan mencakup seluruh salat sunah baik di malam hari maupun di siang hari. Kesemuanya kita laksanakan dua rakaat dua rakaat, bukan empat rakaat empat rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Wallahu a’lam. 🔍 Tawakal, Tentang Surga, Sejarah Hajar Aswat, Cerita Penggugah Iman, Dalil Shalat JumatTags: fatwaFatwa Ulamafikihfikih shalatfikih shalat sunnahfikih ulamakeutamaan shalat sunnahnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat

Fatwa Ulama: Hukum Salat Sunah Qabliyah Sebelum Salat Isya

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan:Dari Republik Arab Suriah, pesan ini dikirim oleh salah satu saudara dari sana yang berbunyi,Rawi Al-Abdullah dari kota Dayr Al-Zour salah satu saudara kita, ia memiliki serangkaian pertanyaan, dalam pertanyaan pertamanya ia mengatakan,“Banyak orang-orang di desa kami berdebat tentang hukum salat sunah qabliyah sebelum salat Isya. Sebagian dari mereka mengatakan, ‘(Hukumnya) muakkadah (ditekankan).’ Dan yang lain mengatakan, ‘Tidak ditekankan.’ Saya meminta yang mulia Syekh untuk mengklarifikasi masalah ini.”Jawaban:Syekh Binbaz rahimahullah menjawab,(Salat sunah qabliyah sebelum salat Isya) tidaklah muakkadah (ditekankan) dan segala puji hanya untuk Allah Ta’ala. Siapa yang ingin melaksanakannya, maka salatlah. Dan siapa yang tidak ingin melaksanakannya, maka juga tidak apa-apa. (Yaitu salat) antara azan dan ikamah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلَاةٌ، ثَلَاثًا لِمَن شَاءَ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat.” (Beliau mengatakannya) tiga kali. (Lalu bersabda), “Bagi siapa yang menghendakinya.” (HR. Bukhari no. 624 dan Muslim no. 838)Maka, siapa saja yang ingin melaksanakannya, maka laksanakanlah. Jika pun ia tidak ingin, maka tidak apa-apa meninggalkan salat sunah antara azan dan ikamah pada salat Isya maupun Maghrib.Adapun antara azan dan ikamah pada salat zuhur, maka ini termasuk salat sunah yang ditekankan. Hendaknya ia salat empat rakaat dengan 2 salam sebelum salat zuhur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan salat ini dua rakaat dua rakaat dan menjadikannya sebagai sunah rawatib. Empat rakaat sebelum zuhur termasuk sunnah rawatib.Adapun (salat sunah sebelum salat) Asar ,maka (hukumnya) mustahab (disukai nabi), namun tidak ditekankan (untuk rutin dilaksanakan setiap waktu). Di dalam hadis disebutkan,رحِمَ اللَّهُ امرَأً صلَّى قبلَ العصرِ أربعًا“Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum salat asar.” (HR. Abu Dawud no. 1271, Tirmidzi no. 430 dan Ahmad no. 5980)Dan sunahnya dilaksanakan dua rakaat dua rakaat,صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari dan di siang hari itu dua rakaat dua rakaat.” (HR. Al-Hakim dalam kitabnya Ma’rifat Uluum Al-Hadis 235 [1])Hadis di atas disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak perlu berdebat dalam permasalahan ini. Karena ini adalah perkara sunah dan disenangi jika dilakukan, maka sudah selayaknya untuk tidak diperdebatkan. Justru kita hendaknya saling mengingatkan, diskusi di antara sahabat dibarengi dengan menuntut ilmu agar mendapatkan kemanfaatan.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ، بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah). Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah).” (HR. Bukhari no. 627 dan Muslim no. 838)Sehingga jika seseorang salat dua rakaat antara azan Magrib dengan salat Magrib, antara azan Isya dengan salat Isya, antara azan Asar dengan salat Asar ataupun salat empat rakaat di semua waktu tersebut, maka hukumnya tidak mengapa.Adapun salat zuhur, maka memang ada salat sunah rawatib-nya, yaitu berjumlah empat rakaat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak meninggalkan salat sunah sebanyak empat rakaat sebelum Zuhur.” (HR. Bukhari no. 1182 dan Abu Dawud no. 1253)Baca Juga: Memperbanyak Shalat Sunnah sebelum Datangnya Khatib Jum’atMaksudnya adalah dengan dua salam. Adapun setelah Zuhur, maka ada dua rakaat rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika telah mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur, maka lebih utama lagi baginya jika mengerjakan (dua rakaat) setelah zuhur.(Salat sunah rawatib ini, selain empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya) juga dilakukan setelah Isya dua rakaat, setelah Maghrib dua rakaat, dan sebelum salat Subuh dua rakaat. Kesemuanya ini adalah salat sunah rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Totalnya adalah dua belas rakaat yang senantiasa dijaga (dan dikerjakan) oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu:Pertama: Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnyaKedua: Dua rakaat setelah MagribKetiga: Dua rakaat setelah IsyaKeempat: Dua rakaat sebelum salat Subuh(Semuanya) lebih utama jika dikerjakan di rumah, namun jika dikerjakan di masjid maka juga tidak mengapa.Wallahu a’lam bisshowabDiterjemahkan dari acara siaran radio Syekh Binbaz rahimahullahu ta’ala “Nuur Ala Ad-Darbi.” Yang disiarkan oleh Radio Al-Qur’an Al-Kariim Saudi Arabia.Baca Juga:Haruskah Pindah dari Tempat Shalat Wajib Ketika Akan Shalat Sunnah?Hukum Shalat Sunnah Dua Raka’at Ihram***Penulis: Muhammad Idris, LcArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] Sebagaian ulama menyebutkan bahwa hadis ini memiliki illah (cacat/penyakit). Hadis yang sahih dalam masalah ini adalah hadis riwayat Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749 yang berbunyi,صلاةُ الليلِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari itu dua rakaat dua rakaat.”Tanpa tambahan lafaz (صَلَاةُ النَّهَارِ) (salat sunah di siang hari).Hanya saja kita tetap bisa berdalil dengan hadis ini pada permasalahan salat sunah di siang hari, dengan pemahaman menyeluruh terhadap hadis sahih di atas.Nabi hanya mengkhususkan salat sunah malam karena mayoritas salat sunah dilakukan di malam hari, namun hukum hadis ini menyeluruh dan mencakup seluruh salat sunah baik di malam hari maupun di siang hari. Kesemuanya kita laksanakan dua rakaat dua rakaat, bukan empat rakaat empat rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Wallahu a’lam. 🔍 Tawakal, Tentang Surga, Sejarah Hajar Aswat, Cerita Penggugah Iman, Dalil Shalat JumatTags: fatwaFatwa Ulamafikihfikih shalatfikih shalat sunnahfikih ulamakeutamaan shalat sunnahnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat
Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan:Dari Republik Arab Suriah, pesan ini dikirim oleh salah satu saudara dari sana yang berbunyi,Rawi Al-Abdullah dari kota Dayr Al-Zour salah satu saudara kita, ia memiliki serangkaian pertanyaan, dalam pertanyaan pertamanya ia mengatakan,“Banyak orang-orang di desa kami berdebat tentang hukum salat sunah qabliyah sebelum salat Isya. Sebagian dari mereka mengatakan, ‘(Hukumnya) muakkadah (ditekankan).’ Dan yang lain mengatakan, ‘Tidak ditekankan.’ Saya meminta yang mulia Syekh untuk mengklarifikasi masalah ini.”Jawaban:Syekh Binbaz rahimahullah menjawab,(Salat sunah qabliyah sebelum salat Isya) tidaklah muakkadah (ditekankan) dan segala puji hanya untuk Allah Ta’ala. Siapa yang ingin melaksanakannya, maka salatlah. Dan siapa yang tidak ingin melaksanakannya, maka juga tidak apa-apa. (Yaitu salat) antara azan dan ikamah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلَاةٌ، ثَلَاثًا لِمَن شَاءَ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat.” (Beliau mengatakannya) tiga kali. (Lalu bersabda), “Bagi siapa yang menghendakinya.” (HR. Bukhari no. 624 dan Muslim no. 838)Maka, siapa saja yang ingin melaksanakannya, maka laksanakanlah. Jika pun ia tidak ingin, maka tidak apa-apa meninggalkan salat sunah antara azan dan ikamah pada salat Isya maupun Maghrib.Adapun antara azan dan ikamah pada salat zuhur, maka ini termasuk salat sunah yang ditekankan. Hendaknya ia salat empat rakaat dengan 2 salam sebelum salat zuhur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan salat ini dua rakaat dua rakaat dan menjadikannya sebagai sunah rawatib. Empat rakaat sebelum zuhur termasuk sunnah rawatib.Adapun (salat sunah sebelum salat) Asar ,maka (hukumnya) mustahab (disukai nabi), namun tidak ditekankan (untuk rutin dilaksanakan setiap waktu). Di dalam hadis disebutkan,رحِمَ اللَّهُ امرَأً صلَّى قبلَ العصرِ أربعًا“Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum salat asar.” (HR. Abu Dawud no. 1271, Tirmidzi no. 430 dan Ahmad no. 5980)Dan sunahnya dilaksanakan dua rakaat dua rakaat,صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari dan di siang hari itu dua rakaat dua rakaat.” (HR. Al-Hakim dalam kitabnya Ma’rifat Uluum Al-Hadis 235 [1])Hadis di atas disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak perlu berdebat dalam permasalahan ini. Karena ini adalah perkara sunah dan disenangi jika dilakukan, maka sudah selayaknya untuk tidak diperdebatkan. Justru kita hendaknya saling mengingatkan, diskusi di antara sahabat dibarengi dengan menuntut ilmu agar mendapatkan kemanfaatan.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ، بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah). Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah).” (HR. Bukhari no. 627 dan Muslim no. 838)Sehingga jika seseorang salat dua rakaat antara azan Magrib dengan salat Magrib, antara azan Isya dengan salat Isya, antara azan Asar dengan salat Asar ataupun salat empat rakaat di semua waktu tersebut, maka hukumnya tidak mengapa.Adapun salat zuhur, maka memang ada salat sunah rawatib-nya, yaitu berjumlah empat rakaat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak meninggalkan salat sunah sebanyak empat rakaat sebelum Zuhur.” (HR. Bukhari no. 1182 dan Abu Dawud no. 1253)Baca Juga: Memperbanyak Shalat Sunnah sebelum Datangnya Khatib Jum’atMaksudnya adalah dengan dua salam. Adapun setelah Zuhur, maka ada dua rakaat rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika telah mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur, maka lebih utama lagi baginya jika mengerjakan (dua rakaat) setelah zuhur.(Salat sunah rawatib ini, selain empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya) juga dilakukan setelah Isya dua rakaat, setelah Maghrib dua rakaat, dan sebelum salat Subuh dua rakaat. Kesemuanya ini adalah salat sunah rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Totalnya adalah dua belas rakaat yang senantiasa dijaga (dan dikerjakan) oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu:Pertama: Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnyaKedua: Dua rakaat setelah MagribKetiga: Dua rakaat setelah IsyaKeempat: Dua rakaat sebelum salat Subuh(Semuanya) lebih utama jika dikerjakan di rumah, namun jika dikerjakan di masjid maka juga tidak mengapa.Wallahu a’lam bisshowabDiterjemahkan dari acara siaran radio Syekh Binbaz rahimahullahu ta’ala “Nuur Ala Ad-Darbi.” Yang disiarkan oleh Radio Al-Qur’an Al-Kariim Saudi Arabia.Baca Juga:Haruskah Pindah dari Tempat Shalat Wajib Ketika Akan Shalat Sunnah?Hukum Shalat Sunnah Dua Raka’at Ihram***Penulis: Muhammad Idris, LcArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] Sebagaian ulama menyebutkan bahwa hadis ini memiliki illah (cacat/penyakit). Hadis yang sahih dalam masalah ini adalah hadis riwayat Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749 yang berbunyi,صلاةُ الليلِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari itu dua rakaat dua rakaat.”Tanpa tambahan lafaz (صَلَاةُ النَّهَارِ) (salat sunah di siang hari).Hanya saja kita tetap bisa berdalil dengan hadis ini pada permasalahan salat sunah di siang hari, dengan pemahaman menyeluruh terhadap hadis sahih di atas.Nabi hanya mengkhususkan salat sunah malam karena mayoritas salat sunah dilakukan di malam hari, namun hukum hadis ini menyeluruh dan mencakup seluruh salat sunah baik di malam hari maupun di siang hari. Kesemuanya kita laksanakan dua rakaat dua rakaat, bukan empat rakaat empat rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Wallahu a’lam. 🔍 Tawakal, Tentang Surga, Sejarah Hajar Aswat, Cerita Penggugah Iman, Dalil Shalat JumatTags: fatwaFatwa Ulamafikihfikih shalatfikih shalat sunnahfikih ulamakeutamaan shalat sunnahnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat


Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan:Dari Republik Arab Suriah, pesan ini dikirim oleh salah satu saudara dari sana yang berbunyi,Rawi Al-Abdullah dari kota Dayr Al-Zour salah satu saudara kita, ia memiliki serangkaian pertanyaan, dalam pertanyaan pertamanya ia mengatakan,“Banyak orang-orang di desa kami berdebat tentang hukum salat sunah qabliyah sebelum salat Isya. Sebagian dari mereka mengatakan, ‘(Hukumnya) muakkadah (ditekankan).’ Dan yang lain mengatakan, ‘Tidak ditekankan.’ Saya meminta yang mulia Syekh untuk mengklarifikasi masalah ini.”Jawaban:Syekh Binbaz rahimahullah menjawab,(Salat sunah qabliyah sebelum salat Isya) tidaklah muakkadah (ditekankan) dan segala puji hanya untuk Allah Ta’ala. Siapa yang ingin melaksanakannya, maka salatlah. Dan siapa yang tidak ingin melaksanakannya, maka juga tidak apa-apa. (Yaitu salat) antara azan dan ikamah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلَاةٌ، ثَلَاثًا لِمَن شَاءَ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat.” (Beliau mengatakannya) tiga kali. (Lalu bersabda), “Bagi siapa yang menghendakinya.” (HR. Bukhari no. 624 dan Muslim no. 838)Maka, siapa saja yang ingin melaksanakannya, maka laksanakanlah. Jika pun ia tidak ingin, maka tidak apa-apa meninggalkan salat sunah antara azan dan ikamah pada salat Isya maupun Maghrib.Adapun antara azan dan ikamah pada salat zuhur, maka ini termasuk salat sunah yang ditekankan. Hendaknya ia salat empat rakaat dengan 2 salam sebelum salat zuhur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan salat ini dua rakaat dua rakaat dan menjadikannya sebagai sunah rawatib. Empat rakaat sebelum zuhur termasuk sunnah rawatib.Adapun (salat sunah sebelum salat) Asar ,maka (hukumnya) mustahab (disukai nabi), namun tidak ditekankan (untuk rutin dilaksanakan setiap waktu). Di dalam hadis disebutkan,رحِمَ اللَّهُ امرَأً صلَّى قبلَ العصرِ أربعًا“Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum salat asar.” (HR. Abu Dawud no. 1271, Tirmidzi no. 430 dan Ahmad no. 5980)Dan sunahnya dilaksanakan dua rakaat dua rakaat,صَلَاةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari dan di siang hari itu dua rakaat dua rakaat.” (HR. Al-Hakim dalam kitabnya Ma’rifat Uluum Al-Hadis 235 [1])Hadis di atas disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kita tidak perlu berdebat dalam permasalahan ini. Karena ini adalah perkara sunah dan disenangi jika dilakukan, maka sudah selayaknya untuk tidak diperdebatkan. Justru kita hendaknya saling mengingatkan, diskusi di antara sahabat dibarengi dengan menuntut ilmu agar mendapatkan kemanfaatan.Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ، بيْنَ كُلِّ أذانَيْنِ صَلاةٌ“Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah). Di antara dua azan (antara azan dan ikamah) ada salat (sunah).” (HR. Bukhari no. 627 dan Muslim no. 838)Sehingga jika seseorang salat dua rakaat antara azan Magrib dengan salat Magrib, antara azan Isya dengan salat Isya, antara azan Asar dengan salat Asar ataupun salat empat rakaat di semua waktu tersebut, maka hukumnya tidak mengapa.Adapun salat zuhur, maka memang ada salat sunah rawatib-nya, yaitu berjumlah empat rakaat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ لا يَدَعُ أرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak meninggalkan salat sunah sebanyak empat rakaat sebelum Zuhur.” (HR. Bukhari no. 1182 dan Abu Dawud no. 1253)Baca Juga: Memperbanyak Shalat Sunnah sebelum Datangnya Khatib Jum’atMaksudnya adalah dengan dua salam. Adapun setelah Zuhur, maka ada dua rakaat rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika telah mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur, maka lebih utama lagi baginya jika mengerjakan (dua rakaat) setelah zuhur.(Salat sunah rawatib ini, selain empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya) juga dilakukan setelah Isya dua rakaat, setelah Maghrib dua rakaat, dan sebelum salat Subuh dua rakaat. Kesemuanya ini adalah salat sunah rawatib yang senantiasa dijaga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.Totalnya adalah dua belas rakaat yang senantiasa dijaga (dan dikerjakan) oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu:Pertama: Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnyaKedua: Dua rakaat setelah MagribKetiga: Dua rakaat setelah IsyaKeempat: Dua rakaat sebelum salat Subuh(Semuanya) lebih utama jika dikerjakan di rumah, namun jika dikerjakan di masjid maka juga tidak mengapa.Wallahu a’lam bisshowabDiterjemahkan dari acara siaran radio Syekh Binbaz rahimahullahu ta’ala “Nuur Ala Ad-Darbi.” Yang disiarkan oleh Radio Al-Qur’an Al-Kariim Saudi Arabia.Baca Juga:Haruskah Pindah dari Tempat Shalat Wajib Ketika Akan Shalat Sunnah?Hukum Shalat Sunnah Dua Raka’at Ihram***Penulis: Muhammad Idris, LcArtikel: www.muslim.or.id Catatan kaki:[1] Sebagaian ulama menyebutkan bahwa hadis ini memiliki illah (cacat/penyakit). Hadis yang sahih dalam masalah ini adalah hadis riwayat Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749 yang berbunyi,صلاةُ الليلِ مَثْنَى مَثْنَى“Salat (sunah) di malam hari itu dua rakaat dua rakaat.”Tanpa tambahan lafaz (صَلَاةُ النَّهَارِ) (salat sunah di siang hari).Hanya saja kita tetap bisa berdalil dengan hadis ini pada permasalahan salat sunah di siang hari, dengan pemahaman menyeluruh terhadap hadis sahih di atas.Nabi hanya mengkhususkan salat sunah malam karena mayoritas salat sunah dilakukan di malam hari, namun hukum hadis ini menyeluruh dan mencakup seluruh salat sunah baik di malam hari maupun di siang hari. Kesemuanya kita laksanakan dua rakaat dua rakaat, bukan empat rakaat empat rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Wallahu a’lam. 🔍 Tawakal, Tentang Surga, Sejarah Hajar Aswat, Cerita Penggugah Iman, Dalil Shalat JumatTags: fatwaFatwa Ulamafikihfikih shalatfikih shalat sunnahfikih ulamakeutamaan shalat sunnahnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat

Minta Izin Ketika Bertamu dan Adabnya

Para pembaca yang budiman, rahimakumullah. Islam mengajarkan adab dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk adab dalam bertamu. Di antara adab dalam bertamu adalah meminta izin terlebih dahulu untuk bertemu dengan pemilik rumah.Para ulama mengatakan, “Wajib hukumnya untuk meminta izin ketika masuk ke rumah orang lain.” Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا على أهلها“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Ini adalah adab yang syar’i. Allah Ta’ala mengajarkan adab ini kepada orang-orang yang beriman. Yaitu minta izin sebelum masuk ke rumah orang lain. Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman agar tidak masuk ke rumah orang lain hingga mereka meminta izin terlebih dahulu. Yaitu, meminta izin sebelum masuk, kemudian setelah itu mengucapkan salam. Dan hendaknya meminta izin itu sebanyak tiga kali. Jika diizinkan untuk masuk, maka silakan masuk. Jika tidak diizinkan, maka hendaknya kembali pulang. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang sahih, bahwa Abu Musa ketika meminta izin kepada Umar bin Khathab sebanyak tiga kali, Umar tidak mengizinkannya. Lalu Abu Musa pulang.” (Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 10: 204)Yang dimaksud oleh Ibnu Katsir adalah hadis berikut ini. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,الاستئذانُ ثَلاثٌ ، فإن أذنَ لَكَ وإلَّا فارجِعْ“Meminta izin (untuk masuk rumah) itu tiga kali. Jika diizinkan, maka itu yang diinginkan. Jika tidak diizinkan, maka pulanglah.” (HR. Muslim no. 2153)Baca Juga: Orang yang Sudah Tua Namun Kurang Adab, Apakah Tetap Wajib Dihormati?Kemudian dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara adab meminta izin masuk ke rumah orang lain adalah maksimal melakukannya sebanyak tiga kali, tidak lebih dari itu. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أنَّ أَبَا مُوسَى، أَتَى بَابَ عُمَرَ، فَاسْتَأْذَنَ، فَقالَ عُمَرُ وَاحِدَةٌ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّانِيَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثِنْتَانِ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّالِثَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثَلَاثٌ، ثُمَّ انْصَرَفَ فأتْبَعَهُ فَرَدَّهُ، فَقالَ: إنْ كانَ هذا شيئًا حَفِظْتَهُ مِن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَهَا، وإلَّا، فَلأَجْعَلَنَّكَ عِظَةً، قالَ أَبُو سَعِيدٍ: فأتَانَا فَقالَ: أَلَمْ تَعْلَمُوا أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ قالَ: الاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ؟ قالَ: فَجَعَلُوا يَضْحَكُونَ، قالَ: فَقُلتُ: أَتَاكُمْ أَخُوكُمُ المُسْلِمُ قدْ أُفْزِعَ، تَضْحَكُونَ؟ انْطَلِقْ فأنَا شَرِيكُكَ في هذِه العُقُوبَةِ، فأتَاهُ فَقالَ: هذا أَبُو سَعِيدٍ“Suatu hari Abu Musa datang ke rumah Umar (bin Khathab). Lalu, dia meminta izin untuk masuk. Umar lalu berkata, “Satu kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Dua kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Tiga kali.” Akhirnya Abu Musa pulang, karena tidak ada jawaban dari Umar. Lalu, Umar memanggilnya dan berkata, “Jika engkau melakukan demikian karena hadis yang engkau hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, maka itulah yang kita harapkan. Namun, jika tidak, maka aku akan memberikan pelajaran kepadamu!”Abu Sa’id berkata,“Kemudian Abu Musa menemui kami (para sahabat) seraya berkata, “Bukankah kalian juga sudah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, ‘Meminta izin itu hanya tiga kali.’?” Lalu, para sahabat pun tertawa. Abu Musa lalu berkata, “Telah datang saudara kalian sesama muslim yang sedang susah, lalu kalian tertawa?” Lalu, Abu Sa’id berkata, “Ayo kita berangkat bersama wahai Abu Musa, aku akan bersamamu jika Umar menghukummu!” Kemudian Abu Sa’id berkata (kepada Umar), “Ini Abu Sa’id sebagai saksi (bahwa perkataan Abu Musa benar).” (HR. Muslim no. 2153)Dan cara minta izin untuk masuk ke rumah orang lain adalah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, baru mengucapkan permintaan izin untuk masuk. Sebagaimana dalam hadis Rib’a bin Harrasy radhiyallahu’ anhu,أنه استأذن على النبيِّ صلى الله عليه وسلم وهو في بيتٍ فقال ألِجُ فقال النبيُّ صلى الله عليه وسلم لخادمِه: اخرُجْ إلى هذا فعلِّمْه الاستئذانَ ، فقل له: قلْ: السلامُ عليكم أأدخُلُ ؟ فسَمِعَه الرجلُ, فقال: السلامُ عليكم ، أأدخُلُ ؟ فأذن له النبيُّ صلى الله عليه وسلم ، فدخل“Bahwasanya Rib’a bin Harrasy pernah minta izin untuk masuk ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Rib’a mengatakan, “Aku pun langsung masuk ke rumah beliau.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada pembantunya, “Keluarlah dan ajarkan orang ini bagaimana meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain.” Nabi mengatakan, “Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Maka, Rib’a bin Harrasy mendengarkan hal itu, lalu mengucapkan “Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengarkan dan mempersilakan ia masuk.” (HR. Abu Daud no. 5177, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)Sehingga urutan yang dilakukan ketika datang ke rumah orang lain adalah sebagai berikut:Pertama: Mengucapkan salam.Kedua: Meminta izin untuk masuk.Ketiga: Jika diizinkan, maka masuk. Jika tidak ada jawaban, maka mengulang sampai maksimal 3 kali.Keempat: Jika tidak diizinkan atau tidak ada jawaban setelah minta izin 3 kali, maka kembali pulang.Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang merupakan sunah Nabi, bagi orang yang minta izin untuk masuk rumah orang lain hendaknya ia mengucapkan salam, kemudian baru minta izin setelah itu. Yaitu dengan berdiri di depan pintu di posisi yang tidak terlihat oleh orang yang ada di dalam rumah. Kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’, atau ucapan semisalnya. Jika tidak ada yang menjawab, maka diulang kedua kali dan ketiga kali. Jika masih tidak ada yang menjawab, maka hendaknya pulang.” (Al-Majmu’, 4: 618-619)Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, “Orang yang ada di dalam rumah terkadang dalam kondisi sibuk. Maka, jika seseorang hendak bertamu sudah minta izin sebanyak tiga kali, kemudian masih tidak ada jawaban, hendaknya ia pulang. Sehingga ia tidak membuat dirinya terlantar, dan juga tidak mengganggu orang yang ada di dalam rumah. Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’, kemudian ia ulang kedua kalinya. Jika tidak ada jawaban, maka ia ulang ketiga kalinya. Jika masih tidak ada jawaban, maka hendaknya ia pergi (pulang). Karena bisa jadi (jika terus meminta izin), hal ini akan membuat mereka terbebani atau terganggu. Karena terkadang mereka dalam keadaan sibuk. Hadis di atas itu sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan di dalamnya terdapat adab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan manfaatnya sangat besar sekali. Karena jika seseorang terus-terusan memaksa untuk diizinkan masuk, ini akan mengganggu penghuni rumah.” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi rekaman no. 568)Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa BeradabPerhatikan Adab Nadzor Akhwat ***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Nama Hari Kiamat Dan Artinya, Lafal Komat, Koran Islami, Hukum Menguburkan JenazahTags: adabadab bertamuadab Islamadab muslimAkhlakakhlak muliaAqidahbertamumemuliakan tamunasihatnasihat islam

Minta Izin Ketika Bertamu dan Adabnya

Para pembaca yang budiman, rahimakumullah. Islam mengajarkan adab dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk adab dalam bertamu. Di antara adab dalam bertamu adalah meminta izin terlebih dahulu untuk bertemu dengan pemilik rumah.Para ulama mengatakan, “Wajib hukumnya untuk meminta izin ketika masuk ke rumah orang lain.” Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا على أهلها“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Ini adalah adab yang syar’i. Allah Ta’ala mengajarkan adab ini kepada orang-orang yang beriman. Yaitu minta izin sebelum masuk ke rumah orang lain. Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman agar tidak masuk ke rumah orang lain hingga mereka meminta izin terlebih dahulu. Yaitu, meminta izin sebelum masuk, kemudian setelah itu mengucapkan salam. Dan hendaknya meminta izin itu sebanyak tiga kali. Jika diizinkan untuk masuk, maka silakan masuk. Jika tidak diizinkan, maka hendaknya kembali pulang. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang sahih, bahwa Abu Musa ketika meminta izin kepada Umar bin Khathab sebanyak tiga kali, Umar tidak mengizinkannya. Lalu Abu Musa pulang.” (Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 10: 204)Yang dimaksud oleh Ibnu Katsir adalah hadis berikut ini. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,الاستئذانُ ثَلاثٌ ، فإن أذنَ لَكَ وإلَّا فارجِعْ“Meminta izin (untuk masuk rumah) itu tiga kali. Jika diizinkan, maka itu yang diinginkan. Jika tidak diizinkan, maka pulanglah.” (HR. Muslim no. 2153)Baca Juga: Orang yang Sudah Tua Namun Kurang Adab, Apakah Tetap Wajib Dihormati?Kemudian dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara adab meminta izin masuk ke rumah orang lain adalah maksimal melakukannya sebanyak tiga kali, tidak lebih dari itu. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أنَّ أَبَا مُوسَى، أَتَى بَابَ عُمَرَ، فَاسْتَأْذَنَ، فَقالَ عُمَرُ وَاحِدَةٌ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّانِيَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثِنْتَانِ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّالِثَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثَلَاثٌ، ثُمَّ انْصَرَفَ فأتْبَعَهُ فَرَدَّهُ، فَقالَ: إنْ كانَ هذا شيئًا حَفِظْتَهُ مِن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَهَا، وإلَّا، فَلأَجْعَلَنَّكَ عِظَةً، قالَ أَبُو سَعِيدٍ: فأتَانَا فَقالَ: أَلَمْ تَعْلَمُوا أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ قالَ: الاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ؟ قالَ: فَجَعَلُوا يَضْحَكُونَ، قالَ: فَقُلتُ: أَتَاكُمْ أَخُوكُمُ المُسْلِمُ قدْ أُفْزِعَ، تَضْحَكُونَ؟ انْطَلِقْ فأنَا شَرِيكُكَ في هذِه العُقُوبَةِ، فأتَاهُ فَقالَ: هذا أَبُو سَعِيدٍ“Suatu hari Abu Musa datang ke rumah Umar (bin Khathab). Lalu, dia meminta izin untuk masuk. Umar lalu berkata, “Satu kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Dua kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Tiga kali.” Akhirnya Abu Musa pulang, karena tidak ada jawaban dari Umar. Lalu, Umar memanggilnya dan berkata, “Jika engkau melakukan demikian karena hadis yang engkau hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, maka itulah yang kita harapkan. Namun, jika tidak, maka aku akan memberikan pelajaran kepadamu!”Abu Sa’id berkata,“Kemudian Abu Musa menemui kami (para sahabat) seraya berkata, “Bukankah kalian juga sudah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, ‘Meminta izin itu hanya tiga kali.’?” Lalu, para sahabat pun tertawa. Abu Musa lalu berkata, “Telah datang saudara kalian sesama muslim yang sedang susah, lalu kalian tertawa?” Lalu, Abu Sa’id berkata, “Ayo kita berangkat bersama wahai Abu Musa, aku akan bersamamu jika Umar menghukummu!” Kemudian Abu Sa’id berkata (kepada Umar), “Ini Abu Sa’id sebagai saksi (bahwa perkataan Abu Musa benar).” (HR. Muslim no. 2153)Dan cara minta izin untuk masuk ke rumah orang lain adalah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, baru mengucapkan permintaan izin untuk masuk. Sebagaimana dalam hadis Rib’a bin Harrasy radhiyallahu’ anhu,أنه استأذن على النبيِّ صلى الله عليه وسلم وهو في بيتٍ فقال ألِجُ فقال النبيُّ صلى الله عليه وسلم لخادمِه: اخرُجْ إلى هذا فعلِّمْه الاستئذانَ ، فقل له: قلْ: السلامُ عليكم أأدخُلُ ؟ فسَمِعَه الرجلُ, فقال: السلامُ عليكم ، أأدخُلُ ؟ فأذن له النبيُّ صلى الله عليه وسلم ، فدخل“Bahwasanya Rib’a bin Harrasy pernah minta izin untuk masuk ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Rib’a mengatakan, “Aku pun langsung masuk ke rumah beliau.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada pembantunya, “Keluarlah dan ajarkan orang ini bagaimana meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain.” Nabi mengatakan, “Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Maka, Rib’a bin Harrasy mendengarkan hal itu, lalu mengucapkan “Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengarkan dan mempersilakan ia masuk.” (HR. Abu Daud no. 5177, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)Sehingga urutan yang dilakukan ketika datang ke rumah orang lain adalah sebagai berikut:Pertama: Mengucapkan salam.Kedua: Meminta izin untuk masuk.Ketiga: Jika diizinkan, maka masuk. Jika tidak ada jawaban, maka mengulang sampai maksimal 3 kali.Keempat: Jika tidak diizinkan atau tidak ada jawaban setelah minta izin 3 kali, maka kembali pulang.Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang merupakan sunah Nabi, bagi orang yang minta izin untuk masuk rumah orang lain hendaknya ia mengucapkan salam, kemudian baru minta izin setelah itu. Yaitu dengan berdiri di depan pintu di posisi yang tidak terlihat oleh orang yang ada di dalam rumah. Kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’, atau ucapan semisalnya. Jika tidak ada yang menjawab, maka diulang kedua kali dan ketiga kali. Jika masih tidak ada yang menjawab, maka hendaknya pulang.” (Al-Majmu’, 4: 618-619)Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, “Orang yang ada di dalam rumah terkadang dalam kondisi sibuk. Maka, jika seseorang hendak bertamu sudah minta izin sebanyak tiga kali, kemudian masih tidak ada jawaban, hendaknya ia pulang. Sehingga ia tidak membuat dirinya terlantar, dan juga tidak mengganggu orang yang ada di dalam rumah. Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’, kemudian ia ulang kedua kalinya. Jika tidak ada jawaban, maka ia ulang ketiga kalinya. Jika masih tidak ada jawaban, maka hendaknya ia pergi (pulang). Karena bisa jadi (jika terus meminta izin), hal ini akan membuat mereka terbebani atau terganggu. Karena terkadang mereka dalam keadaan sibuk. Hadis di atas itu sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan di dalamnya terdapat adab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan manfaatnya sangat besar sekali. Karena jika seseorang terus-terusan memaksa untuk diizinkan masuk, ini akan mengganggu penghuni rumah.” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi rekaman no. 568)Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa BeradabPerhatikan Adab Nadzor Akhwat ***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Nama Hari Kiamat Dan Artinya, Lafal Komat, Koran Islami, Hukum Menguburkan JenazahTags: adabadab bertamuadab Islamadab muslimAkhlakakhlak muliaAqidahbertamumemuliakan tamunasihatnasihat islam
Para pembaca yang budiman, rahimakumullah. Islam mengajarkan adab dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk adab dalam bertamu. Di antara adab dalam bertamu adalah meminta izin terlebih dahulu untuk bertemu dengan pemilik rumah.Para ulama mengatakan, “Wajib hukumnya untuk meminta izin ketika masuk ke rumah orang lain.” Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا على أهلها“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Ini adalah adab yang syar’i. Allah Ta’ala mengajarkan adab ini kepada orang-orang yang beriman. Yaitu minta izin sebelum masuk ke rumah orang lain. Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman agar tidak masuk ke rumah orang lain hingga mereka meminta izin terlebih dahulu. Yaitu, meminta izin sebelum masuk, kemudian setelah itu mengucapkan salam. Dan hendaknya meminta izin itu sebanyak tiga kali. Jika diizinkan untuk masuk, maka silakan masuk. Jika tidak diizinkan, maka hendaknya kembali pulang. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang sahih, bahwa Abu Musa ketika meminta izin kepada Umar bin Khathab sebanyak tiga kali, Umar tidak mengizinkannya. Lalu Abu Musa pulang.” (Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 10: 204)Yang dimaksud oleh Ibnu Katsir adalah hadis berikut ini. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,الاستئذانُ ثَلاثٌ ، فإن أذنَ لَكَ وإلَّا فارجِعْ“Meminta izin (untuk masuk rumah) itu tiga kali. Jika diizinkan, maka itu yang diinginkan. Jika tidak diizinkan, maka pulanglah.” (HR. Muslim no. 2153)Baca Juga: Orang yang Sudah Tua Namun Kurang Adab, Apakah Tetap Wajib Dihormati?Kemudian dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara adab meminta izin masuk ke rumah orang lain adalah maksimal melakukannya sebanyak tiga kali, tidak lebih dari itu. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أنَّ أَبَا مُوسَى، أَتَى بَابَ عُمَرَ، فَاسْتَأْذَنَ، فَقالَ عُمَرُ وَاحِدَةٌ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّانِيَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثِنْتَانِ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّالِثَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثَلَاثٌ، ثُمَّ انْصَرَفَ فأتْبَعَهُ فَرَدَّهُ، فَقالَ: إنْ كانَ هذا شيئًا حَفِظْتَهُ مِن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَهَا، وإلَّا، فَلأَجْعَلَنَّكَ عِظَةً، قالَ أَبُو سَعِيدٍ: فأتَانَا فَقالَ: أَلَمْ تَعْلَمُوا أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ قالَ: الاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ؟ قالَ: فَجَعَلُوا يَضْحَكُونَ، قالَ: فَقُلتُ: أَتَاكُمْ أَخُوكُمُ المُسْلِمُ قدْ أُفْزِعَ، تَضْحَكُونَ؟ انْطَلِقْ فأنَا شَرِيكُكَ في هذِه العُقُوبَةِ، فأتَاهُ فَقالَ: هذا أَبُو سَعِيدٍ“Suatu hari Abu Musa datang ke rumah Umar (bin Khathab). Lalu, dia meminta izin untuk masuk. Umar lalu berkata, “Satu kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Dua kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Tiga kali.” Akhirnya Abu Musa pulang, karena tidak ada jawaban dari Umar. Lalu, Umar memanggilnya dan berkata, “Jika engkau melakukan demikian karena hadis yang engkau hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, maka itulah yang kita harapkan. Namun, jika tidak, maka aku akan memberikan pelajaran kepadamu!”Abu Sa’id berkata,“Kemudian Abu Musa menemui kami (para sahabat) seraya berkata, “Bukankah kalian juga sudah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, ‘Meminta izin itu hanya tiga kali.’?” Lalu, para sahabat pun tertawa. Abu Musa lalu berkata, “Telah datang saudara kalian sesama muslim yang sedang susah, lalu kalian tertawa?” Lalu, Abu Sa’id berkata, “Ayo kita berangkat bersama wahai Abu Musa, aku akan bersamamu jika Umar menghukummu!” Kemudian Abu Sa’id berkata (kepada Umar), “Ini Abu Sa’id sebagai saksi (bahwa perkataan Abu Musa benar).” (HR. Muslim no. 2153)Dan cara minta izin untuk masuk ke rumah orang lain adalah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, baru mengucapkan permintaan izin untuk masuk. Sebagaimana dalam hadis Rib’a bin Harrasy radhiyallahu’ anhu,أنه استأذن على النبيِّ صلى الله عليه وسلم وهو في بيتٍ فقال ألِجُ فقال النبيُّ صلى الله عليه وسلم لخادمِه: اخرُجْ إلى هذا فعلِّمْه الاستئذانَ ، فقل له: قلْ: السلامُ عليكم أأدخُلُ ؟ فسَمِعَه الرجلُ, فقال: السلامُ عليكم ، أأدخُلُ ؟ فأذن له النبيُّ صلى الله عليه وسلم ، فدخل“Bahwasanya Rib’a bin Harrasy pernah minta izin untuk masuk ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Rib’a mengatakan, “Aku pun langsung masuk ke rumah beliau.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada pembantunya, “Keluarlah dan ajarkan orang ini bagaimana meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain.” Nabi mengatakan, “Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Maka, Rib’a bin Harrasy mendengarkan hal itu, lalu mengucapkan “Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengarkan dan mempersilakan ia masuk.” (HR. Abu Daud no. 5177, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)Sehingga urutan yang dilakukan ketika datang ke rumah orang lain adalah sebagai berikut:Pertama: Mengucapkan salam.Kedua: Meminta izin untuk masuk.Ketiga: Jika diizinkan, maka masuk. Jika tidak ada jawaban, maka mengulang sampai maksimal 3 kali.Keempat: Jika tidak diizinkan atau tidak ada jawaban setelah minta izin 3 kali, maka kembali pulang.Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang merupakan sunah Nabi, bagi orang yang minta izin untuk masuk rumah orang lain hendaknya ia mengucapkan salam, kemudian baru minta izin setelah itu. Yaitu dengan berdiri di depan pintu di posisi yang tidak terlihat oleh orang yang ada di dalam rumah. Kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’, atau ucapan semisalnya. Jika tidak ada yang menjawab, maka diulang kedua kali dan ketiga kali. Jika masih tidak ada yang menjawab, maka hendaknya pulang.” (Al-Majmu’, 4: 618-619)Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, “Orang yang ada di dalam rumah terkadang dalam kondisi sibuk. Maka, jika seseorang hendak bertamu sudah minta izin sebanyak tiga kali, kemudian masih tidak ada jawaban, hendaknya ia pulang. Sehingga ia tidak membuat dirinya terlantar, dan juga tidak mengganggu orang yang ada di dalam rumah. Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’, kemudian ia ulang kedua kalinya. Jika tidak ada jawaban, maka ia ulang ketiga kalinya. Jika masih tidak ada jawaban, maka hendaknya ia pergi (pulang). Karena bisa jadi (jika terus meminta izin), hal ini akan membuat mereka terbebani atau terganggu. Karena terkadang mereka dalam keadaan sibuk. Hadis di atas itu sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan di dalamnya terdapat adab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan manfaatnya sangat besar sekali. Karena jika seseorang terus-terusan memaksa untuk diizinkan masuk, ini akan mengganggu penghuni rumah.” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi rekaman no. 568)Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa BeradabPerhatikan Adab Nadzor Akhwat ***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Nama Hari Kiamat Dan Artinya, Lafal Komat, Koran Islami, Hukum Menguburkan JenazahTags: adabadab bertamuadab Islamadab muslimAkhlakakhlak muliaAqidahbertamumemuliakan tamunasihatnasihat islam


Para pembaca yang budiman, rahimakumullah. Islam mengajarkan adab dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk adab dalam bertamu. Di antara adab dalam bertamu adalah meminta izin terlebih dahulu untuk bertemu dengan pemilik rumah.Para ulama mengatakan, “Wajib hukumnya untuk meminta izin ketika masuk ke rumah orang lain.” Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا على أهلها“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Ini adalah adab yang syar’i. Allah Ta’ala mengajarkan adab ini kepada orang-orang yang beriman. Yaitu minta izin sebelum masuk ke rumah orang lain. Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman agar tidak masuk ke rumah orang lain hingga mereka meminta izin terlebih dahulu. Yaitu, meminta izin sebelum masuk, kemudian setelah itu mengucapkan salam. Dan hendaknya meminta izin itu sebanyak tiga kali. Jika diizinkan untuk masuk, maka silakan masuk. Jika tidak diizinkan, maka hendaknya kembali pulang. Sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang sahih, bahwa Abu Musa ketika meminta izin kepada Umar bin Khathab sebanyak tiga kali, Umar tidak mengizinkannya. Lalu Abu Musa pulang.” (Tafsir Al-Qur’anil Azhim, 10: 204)Yang dimaksud oleh Ibnu Katsir adalah hadis berikut ini. Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,الاستئذانُ ثَلاثٌ ، فإن أذنَ لَكَ وإلَّا فارجِعْ“Meminta izin (untuk masuk rumah) itu tiga kali. Jika diizinkan, maka itu yang diinginkan. Jika tidak diizinkan, maka pulanglah.” (HR. Muslim no. 2153)Baca Juga: Orang yang Sudah Tua Namun Kurang Adab, Apakah Tetap Wajib Dihormati?Kemudian dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara adab meminta izin masuk ke rumah orang lain adalah maksimal melakukannya sebanyak tiga kali, tidak lebih dari itu. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أنَّ أَبَا مُوسَى، أَتَى بَابَ عُمَرَ، فَاسْتَأْذَنَ، فَقالَ عُمَرُ وَاحِدَةٌ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّانِيَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثِنْتَانِ، ثُمَّ اسْتَأْذَنَ الثَّالِثَةَ، فَقالَ عُمَرُ: ثَلَاثٌ، ثُمَّ انْصَرَفَ فأتْبَعَهُ فَرَدَّهُ، فَقالَ: إنْ كانَ هذا شيئًا حَفِظْتَهُ مِن رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ فَهَا، وإلَّا، فَلأَجْعَلَنَّكَ عِظَةً، قالَ أَبُو سَعِيدٍ: فأتَانَا فَقالَ: أَلَمْ تَعْلَمُوا أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ قالَ: الاسْتِئْذَانُ ثَلَاثٌ؟ قالَ: فَجَعَلُوا يَضْحَكُونَ، قالَ: فَقُلتُ: أَتَاكُمْ أَخُوكُمُ المُسْلِمُ قدْ أُفْزِعَ، تَضْحَكُونَ؟ انْطَلِقْ فأنَا شَرِيكُكَ في هذِه العُقُوبَةِ، فأتَاهُ فَقالَ: هذا أَبُو سَعِيدٍ“Suatu hari Abu Musa datang ke rumah Umar (bin Khathab). Lalu, dia meminta izin untuk masuk. Umar lalu berkata, “Satu kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Dua kali.” Abu Musa meminta izin lagi, lalu Umar berkata, “Tiga kali.” Akhirnya Abu Musa pulang, karena tidak ada jawaban dari Umar. Lalu, Umar memanggilnya dan berkata, “Jika engkau melakukan demikian karena hadis yang engkau hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, maka itulah yang kita harapkan. Namun, jika tidak, maka aku akan memberikan pelajaran kepadamu!”Abu Sa’id berkata,“Kemudian Abu Musa menemui kami (para sahabat) seraya berkata, “Bukankah kalian juga sudah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, ‘Meminta izin itu hanya tiga kali.’?” Lalu, para sahabat pun tertawa. Abu Musa lalu berkata, “Telah datang saudara kalian sesama muslim yang sedang susah, lalu kalian tertawa?” Lalu, Abu Sa’id berkata, “Ayo kita berangkat bersama wahai Abu Musa, aku akan bersamamu jika Umar menghukummu!” Kemudian Abu Sa’id berkata (kepada Umar), “Ini Abu Sa’id sebagai saksi (bahwa perkataan Abu Musa benar).” (HR. Muslim no. 2153)Dan cara minta izin untuk masuk ke rumah orang lain adalah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu, baru mengucapkan permintaan izin untuk masuk. Sebagaimana dalam hadis Rib’a bin Harrasy radhiyallahu’ anhu,أنه استأذن على النبيِّ صلى الله عليه وسلم وهو في بيتٍ فقال ألِجُ فقال النبيُّ صلى الله عليه وسلم لخادمِه: اخرُجْ إلى هذا فعلِّمْه الاستئذانَ ، فقل له: قلْ: السلامُ عليكم أأدخُلُ ؟ فسَمِعَه الرجلُ, فقال: السلامُ عليكم ، أأدخُلُ ؟ فأذن له النبيُّ صلى الله عليه وسلم ، فدخل“Bahwasanya Rib’a bin Harrasy pernah minta izin untuk masuk ke rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Rib’a mengatakan, “Aku pun langsung masuk ke rumah beliau.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada pembantunya, “Keluarlah dan ajarkan orang ini bagaimana meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain.” Nabi mengatakan, “Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Maka, Rib’a bin Harrasy mendengarkan hal itu, lalu mengucapkan “Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?” Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendengarkan dan mempersilakan ia masuk.” (HR. Abu Daud no. 5177, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)Sehingga urutan yang dilakukan ketika datang ke rumah orang lain adalah sebagai berikut:Pertama: Mengucapkan salam.Kedua: Meminta izin untuk masuk.Ketiga: Jika diizinkan, maka masuk. Jika tidak ada jawaban, maka mengulang sampai maksimal 3 kali.Keempat: Jika tidak diizinkan atau tidak ada jawaban setelah minta izin 3 kali, maka kembali pulang.Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang merupakan sunah Nabi, bagi orang yang minta izin untuk masuk rumah orang lain hendaknya ia mengucapkan salam, kemudian baru minta izin setelah itu. Yaitu dengan berdiri di depan pintu di posisi yang tidak terlihat oleh orang yang ada di dalam rumah. Kemudian mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk?’, atau ucapan semisalnya. Jika tidak ada yang menjawab, maka diulang kedua kali dan ketiga kali. Jika masih tidak ada yang menjawab, maka hendaknya pulang.” (Al-Majmu’, 4: 618-619)Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, “Orang yang ada di dalam rumah terkadang dalam kondisi sibuk. Maka, jika seseorang hendak bertamu sudah minta izin sebanyak tiga kali, kemudian masih tidak ada jawaban, hendaknya ia pulang. Sehingga ia tidak membuat dirinya terlantar, dan juga tidak mengganggu orang yang ada di dalam rumah. Hendaknya ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum’, kemudian ia ulang kedua kalinya. Jika tidak ada jawaban, maka ia ulang ketiga kalinya. Jika masih tidak ada jawaban, maka hendaknya ia pergi (pulang). Karena bisa jadi (jika terus meminta izin), hal ini akan membuat mereka terbebani atau terganggu. Karena terkadang mereka dalam keadaan sibuk. Hadis di atas itu sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan di dalamnya terdapat adab yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan manfaatnya sangat besar sekali. Karena jika seseorang terus-terusan memaksa untuk diizinkan masuk, ini akan mengganggu penghuni rumah.” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi rekaman no. 568)Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Agar Aku Sukses Menuntut Ilmu (Bag. 10): Berilmu Jangan Lupa BeradabPerhatikan Adab Nadzor Akhwat ***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Nama Hari Kiamat Dan Artinya, Lafal Komat, Koran Islami, Hukum Menguburkan JenazahTags: adabadab bertamuadab Islamadab muslimAkhlakakhlak muliaAqidahbertamumemuliakan tamunasihatnasihat islam

Peringatan Keras untuk Pendakwah & Guru – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Disebutkan juga dalam Musnadnya, hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Pada malam Isra Mikraj, aku melalui suatu kaum yang bibir mereka dipotongdengan gunting-gunting dari api. Lalu aku bertanya, “Siapa mereka itu?”Para malaikat menjawab, “Para khatib dari umatmu ketika di dunia.Dahulu mereka memerintahkan kebaikan kepada orang-orang, tapi lupa terhadap diri mereka sendiri.Tidakkah mereka berpikir?” Hadis ini juga mengandung peringatan,khususnya bagi para khatib, pemberi nasihat, dan guru.Peringatan bagi orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, tetapiia menyelisihi apa yang ia larang dari mereka. Oleh sebab itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Mengapa kamu menyuruh orang lainuntuk melakukan kebaikan, sedangkan kalian melupakan diri sendiri, padahal kalian membaca al-Kitab? Maka tidakkah kalian berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44) Juga firman Allah tentang Nabi Syu’aib ‘alaihis salam yang berkata, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Hud: 88)Serta yang disebutkan pula dalam awal surat ash-Shaff,“(Wahai orang-orang yang beriman), mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah saat kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. ash-Shaff: 2 – 3)Tiga ayat ini—sebagaimana yang disebutkan dari beberapa ulama salaf—wajib bagi setiap orang yang majuuntuk berkhutbah, berdakwah, dan mengajar, untuk mengecamkannya di depan mata mereka. Mengecamkannya di depan mata mereka (meresapkannya ke dalam pikiran dan hati).Karena salah satu siksaan yang ada pada hari kiamat adalah siksaan bagi para khatib dari umat Nabi Muhammad ‘alaihis shalatu wassalam yang memerintahkan kebaikan,tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri. Padahal mereka membaca al-Quran.Demikian. ==== فِي مُسْنَدِهِ أَيْضًا مِنْ حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالُوا خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ أَفَلَا يَعْقِلُونَ؟ وَهَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا فِيهِ هَذَا الْوَعِيدُ لِلْخُطَبَاءِ خَاصَّةً وَالْوُعَّاظِ وَالْمُعَلِّمِيْنَ فِيهِ وَعِيدٌ لِمَنْ كَانَ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ لَكِنْ يُخَالِفُ النَّاسَ إِلَى مَا يَنْهَاهُمْ عَنْهُ وَلِهَذَا قَوْلُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ؟ وَمَا ذَكَرَهُ اللهُ عَنْ نَبِيِّهِ شُعَيْبٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ وَمَا جَاءَ أَيْضًا فِي أَوَّلِ سُورَةِ الصَّفِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ هَذِهِ الْآيَاتُ الثَّلَاثُ يَعْنِي كَمَا جَاءَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مَنْ تَصَدَّرَ لِلْخَطَابَةِ وَالدَّعْوَةِ وَالتَّعْلِيمِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ فَإِنَّ مِنَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُقُوبَاتٌ لِخُطَبَاءَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ نَعَم KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Peringatan Keras untuk Pendakwah & Guru – Syaikh Abdurrazzaq al-Badr #NasehatUlama

Disebutkan juga dalam Musnadnya, hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Pada malam Isra Mikraj, aku melalui suatu kaum yang bibir mereka dipotongdengan gunting-gunting dari api. Lalu aku bertanya, “Siapa mereka itu?”Para malaikat menjawab, “Para khatib dari umatmu ketika di dunia.Dahulu mereka memerintahkan kebaikan kepada orang-orang, tapi lupa terhadap diri mereka sendiri.Tidakkah mereka berpikir?” Hadis ini juga mengandung peringatan,khususnya bagi para khatib, pemberi nasihat, dan guru.Peringatan bagi orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, tetapiia menyelisihi apa yang ia larang dari mereka. Oleh sebab itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Mengapa kamu menyuruh orang lainuntuk melakukan kebaikan, sedangkan kalian melupakan diri sendiri, padahal kalian membaca al-Kitab? Maka tidakkah kalian berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44) Juga firman Allah tentang Nabi Syu’aib ‘alaihis salam yang berkata, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Hud: 88)Serta yang disebutkan pula dalam awal surat ash-Shaff,“(Wahai orang-orang yang beriman), mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah saat kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. ash-Shaff: 2 – 3)Tiga ayat ini—sebagaimana yang disebutkan dari beberapa ulama salaf—wajib bagi setiap orang yang majuuntuk berkhutbah, berdakwah, dan mengajar, untuk mengecamkannya di depan mata mereka. Mengecamkannya di depan mata mereka (meresapkannya ke dalam pikiran dan hati).Karena salah satu siksaan yang ada pada hari kiamat adalah siksaan bagi para khatib dari umat Nabi Muhammad ‘alaihis shalatu wassalam yang memerintahkan kebaikan,tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri. Padahal mereka membaca al-Quran.Demikian. ==== فِي مُسْنَدِهِ أَيْضًا مِنْ حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالُوا خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ أَفَلَا يَعْقِلُونَ؟ وَهَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا فِيهِ هَذَا الْوَعِيدُ لِلْخُطَبَاءِ خَاصَّةً وَالْوُعَّاظِ وَالْمُعَلِّمِيْنَ فِيهِ وَعِيدٌ لِمَنْ كَانَ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ لَكِنْ يُخَالِفُ النَّاسَ إِلَى مَا يَنْهَاهُمْ عَنْهُ وَلِهَذَا قَوْلُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ؟ وَمَا ذَكَرَهُ اللهُ عَنْ نَبِيِّهِ شُعَيْبٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ وَمَا جَاءَ أَيْضًا فِي أَوَّلِ سُورَةِ الصَّفِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ هَذِهِ الْآيَاتُ الثَّلَاثُ يَعْنِي كَمَا جَاءَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مَنْ تَصَدَّرَ لِلْخَطَابَةِ وَالدَّعْوَةِ وَالتَّعْلِيمِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ فَإِنَّ مِنَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُقُوبَاتٌ لِخُطَبَاءَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ نَعَم KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Disebutkan juga dalam Musnadnya, hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Pada malam Isra Mikraj, aku melalui suatu kaum yang bibir mereka dipotongdengan gunting-gunting dari api. Lalu aku bertanya, “Siapa mereka itu?”Para malaikat menjawab, “Para khatib dari umatmu ketika di dunia.Dahulu mereka memerintahkan kebaikan kepada orang-orang, tapi lupa terhadap diri mereka sendiri.Tidakkah mereka berpikir?” Hadis ini juga mengandung peringatan,khususnya bagi para khatib, pemberi nasihat, dan guru.Peringatan bagi orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, tetapiia menyelisihi apa yang ia larang dari mereka. Oleh sebab itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Mengapa kamu menyuruh orang lainuntuk melakukan kebaikan, sedangkan kalian melupakan diri sendiri, padahal kalian membaca al-Kitab? Maka tidakkah kalian berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44) Juga firman Allah tentang Nabi Syu’aib ‘alaihis salam yang berkata, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Hud: 88)Serta yang disebutkan pula dalam awal surat ash-Shaff,“(Wahai orang-orang yang beriman), mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah saat kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. ash-Shaff: 2 – 3)Tiga ayat ini—sebagaimana yang disebutkan dari beberapa ulama salaf—wajib bagi setiap orang yang majuuntuk berkhutbah, berdakwah, dan mengajar, untuk mengecamkannya di depan mata mereka. Mengecamkannya di depan mata mereka (meresapkannya ke dalam pikiran dan hati).Karena salah satu siksaan yang ada pada hari kiamat adalah siksaan bagi para khatib dari umat Nabi Muhammad ‘alaihis shalatu wassalam yang memerintahkan kebaikan,tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri. Padahal mereka membaca al-Quran.Demikian. ==== فِي مُسْنَدِهِ أَيْضًا مِنْ حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالُوا خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ أَفَلَا يَعْقِلُونَ؟ وَهَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا فِيهِ هَذَا الْوَعِيدُ لِلْخُطَبَاءِ خَاصَّةً وَالْوُعَّاظِ وَالْمُعَلِّمِيْنَ فِيهِ وَعِيدٌ لِمَنْ كَانَ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ لَكِنْ يُخَالِفُ النَّاسَ إِلَى مَا يَنْهَاهُمْ عَنْهُ وَلِهَذَا قَوْلُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ؟ وَمَا ذَكَرَهُ اللهُ عَنْ نَبِيِّهِ شُعَيْبٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ وَمَا جَاءَ أَيْضًا فِي أَوَّلِ سُورَةِ الصَّفِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ هَذِهِ الْآيَاتُ الثَّلَاثُ يَعْنِي كَمَا جَاءَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مَنْ تَصَدَّرَ لِلْخَطَابَةِ وَالدَّعْوَةِ وَالتَّعْلِيمِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ فَإِنَّ مِنَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُقُوبَاتٌ لِخُطَبَاءَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ نَعَم KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Disebutkan juga dalam Musnadnya, hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Pada malam Isra Mikraj, aku melalui suatu kaum yang bibir mereka dipotongdengan gunting-gunting dari api. Lalu aku bertanya, “Siapa mereka itu?”Para malaikat menjawab, “Para khatib dari umatmu ketika di dunia.Dahulu mereka memerintahkan kebaikan kepada orang-orang, tapi lupa terhadap diri mereka sendiri.Tidakkah mereka berpikir?” Hadis ini juga mengandung peringatan,khususnya bagi para khatib, pemberi nasihat, dan guru.Peringatan bagi orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, tetapiia menyelisihi apa yang ia larang dari mereka. Oleh sebab itulah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Mengapa kamu menyuruh orang lainuntuk melakukan kebaikan, sedangkan kalian melupakan diri sendiri, padahal kalian membaca al-Kitab? Maka tidakkah kalian berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44) Juga firman Allah tentang Nabi Syu’aib ‘alaihis salam yang berkata, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Hud: 88)Serta yang disebutkan pula dalam awal surat ash-Shaff,“(Wahai orang-orang yang beriman), mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah saat kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. ash-Shaff: 2 – 3)Tiga ayat ini—sebagaimana yang disebutkan dari beberapa ulama salaf—wajib bagi setiap orang yang majuuntuk berkhutbah, berdakwah, dan mengajar, untuk mengecamkannya di depan mata mereka. Mengecamkannya di depan mata mereka (meresapkannya ke dalam pikiran dan hati).Karena salah satu siksaan yang ada pada hari kiamat adalah siksaan bagi para khatib dari umat Nabi Muhammad ‘alaihis shalatu wassalam yang memerintahkan kebaikan,tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri. Padahal mereka membaca al-Quran.Demikian. ==== فِي مُسْنَدِهِ أَيْضًا مِنْ حَدِيثِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالُوا خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ أَفَلَا يَعْقِلُونَ؟ وَهَذَا الْحَدِيثُ أَيْضًا فِيهِ هَذَا الْوَعِيدُ لِلْخُطَبَاءِ خَاصَّةً وَالْوُعَّاظِ وَالْمُعَلِّمِيْنَ فِيهِ وَعِيدٌ لِمَنْ كَانَ يَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ لَكِنْ يُخَالِفُ النَّاسَ إِلَى مَا يَنْهَاهُمْ عَنْهُ وَلِهَذَا قَوْلُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ؟ وَمَا ذَكَرَهُ اللهُ عَنْ نَبِيِّهِ شُعَيْبٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ وَمَا جَاءَ أَيْضًا فِي أَوَّلِ سُورَةِ الصَّفِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ هَذِهِ الْآيَاتُ الثَّلَاثُ يَعْنِي كَمَا جَاءَ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مَنْ تَصَدَّرَ لِلْخَطَابَةِ وَالدَّعْوَةِ وَالتَّعْلِيمِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ أَنْ يَجْعَلَهَا نَصْبَ عَيْنَيْهِ فَإِنَّ مِنَ الْعُقُوبَاتِ الَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُقُوبَاتٌ لِخُطَبَاءَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ نَعَم KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Empat Dalil Keberkahan al-Quran – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah,agar mereka menadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29) Mari kita perhatikan bersama ayat ini, wahai saudara-saudara! Ayat ini sering kita temui, dan kita semua menghafalnya.Tuhan kita ‘Azza wa Jalla memulainya dengan menyebutkan sifat kitab ini (al-Quran) bahwa ia penuh berkah. Sifat ini disebutkan dalam al-Quran al-Karim—menurut yang saya ingat—dalam empat ayat:[PERTAMA]Dalam ayat ini (surah Shad ayat 29 yang sudah disebutkan sebelumnya). [KEDUA]Lalu ayat di surat al-Anbiya, “Dan ini (al-Quran) adalah suatu peringatan penuh berkah yang Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiya: 50) [KETIGA & KEEMPAT]Serta dua ayat di surat al-An’am, “Dan ini adalah Kitab (al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah.” (QS. al-An’am: 92 dan 155). Perhatikanlah saudara-saudara, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan keberkahannya mutlak tanpa terikat dengan sesuatu pun.Ayat 92 surat al-An’am, “Dan ini (al-Quran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya …”Ia penuh berkah, wahai saudara-saudara!Keberkahannya tidak terikat dengan apa pun, mengapa? Agar ia tetap bersifat mutlak. Keberkahan bagi hatimu.Keberkahan bagimu pada agamamu, pada rumahmu, pada keluargamu,pada duniamu, dan pada akhiratmu.Keberkahan yang terus menyertai manusia hingga ia masuk surga. Kita memohon kepada Allah agar menjadi penghuni surga. ==== كَمَا قَالَ عَزَّ وَجَلَّ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ تَأَمَّلُوْا مَعِيْ هَذِهِ الْآيَةَ الْعَظِيمَةَ يَا إِخْوَانُ الَّتِي تَمُرُّ بِنَا كَثِيرًا وَكُلُّنَا يَحْفَظُهَا صَدَرَهَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ بِوَصْفِ هَذَا الْكِتَابِ بِأَنَّهُ مُبَارَكٌ قَدْ وَرَدَ هَذَا الْوَصْفُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ فِيمَا يَحْضُرُنِي فِي أَرْبَعِ آيَاتٍ هَذِهِ الْآيَةُ وَآيَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُوْنَ وَآيَتَانِ فِي الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ وَتَأَمَّلُوا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ كَيْفَ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَطْلَقَ الْبَرَكَةَ وَلَمْ يُقَيِّدْهَا آيَةُ الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ مُبَارَكٌ يَا إِخْوَةُ مَا قُيِّدَتِ الْبَرَكَةُ بِشَيْءٍ لِمَاذَا؟ لِتَبْقَى مُطْلَقَةً بَرَكَةٌ عَلَى قَلْبِكَ عَلَيْكَ فِي دِينِكَ فِي بَيْتِكَ فِي أَهْلِكَ فِي دُنْيَاكَ فِي آخِرَتِكَ بَرَكَةٌ تَسْتَمِرُّ مَعَ الْإِنْسَانِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ أَهْلِهَا KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Empat Dalil Keberkahan al-Quran – Syaikh Muhammad al-Ma’yuf #NasehatUlama

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah,agar mereka menadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29) Mari kita perhatikan bersama ayat ini, wahai saudara-saudara! Ayat ini sering kita temui, dan kita semua menghafalnya.Tuhan kita ‘Azza wa Jalla memulainya dengan menyebutkan sifat kitab ini (al-Quran) bahwa ia penuh berkah. Sifat ini disebutkan dalam al-Quran al-Karim—menurut yang saya ingat—dalam empat ayat:[PERTAMA]Dalam ayat ini (surah Shad ayat 29 yang sudah disebutkan sebelumnya). [KEDUA]Lalu ayat di surat al-Anbiya, “Dan ini (al-Quran) adalah suatu peringatan penuh berkah yang Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiya: 50) [KETIGA & KEEMPAT]Serta dua ayat di surat al-An’am, “Dan ini adalah Kitab (al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah.” (QS. al-An’am: 92 dan 155). Perhatikanlah saudara-saudara, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan keberkahannya mutlak tanpa terikat dengan sesuatu pun.Ayat 92 surat al-An’am, “Dan ini (al-Quran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya …”Ia penuh berkah, wahai saudara-saudara!Keberkahannya tidak terikat dengan apa pun, mengapa? Agar ia tetap bersifat mutlak. Keberkahan bagi hatimu.Keberkahan bagimu pada agamamu, pada rumahmu, pada keluargamu,pada duniamu, dan pada akhiratmu.Keberkahan yang terus menyertai manusia hingga ia masuk surga. Kita memohon kepada Allah agar menjadi penghuni surga. ==== كَمَا قَالَ عَزَّ وَجَلَّ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ تَأَمَّلُوْا مَعِيْ هَذِهِ الْآيَةَ الْعَظِيمَةَ يَا إِخْوَانُ الَّتِي تَمُرُّ بِنَا كَثِيرًا وَكُلُّنَا يَحْفَظُهَا صَدَرَهَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ بِوَصْفِ هَذَا الْكِتَابِ بِأَنَّهُ مُبَارَكٌ قَدْ وَرَدَ هَذَا الْوَصْفُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ فِيمَا يَحْضُرُنِي فِي أَرْبَعِ آيَاتٍ هَذِهِ الْآيَةُ وَآيَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُوْنَ وَآيَتَانِ فِي الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ وَتَأَمَّلُوا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ كَيْفَ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَطْلَقَ الْبَرَكَةَ وَلَمْ يُقَيِّدْهَا آيَةُ الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ مُبَارَكٌ يَا إِخْوَةُ مَا قُيِّدَتِ الْبَرَكَةُ بِشَيْءٍ لِمَاذَا؟ لِتَبْقَى مُطْلَقَةً بَرَكَةٌ عَلَى قَلْبِكَ عَلَيْكَ فِي دِينِكَ فِي بَيْتِكَ فِي أَهْلِكَ فِي دُنْيَاكَ فِي آخِرَتِكَ بَرَكَةٌ تَسْتَمِرُّ مَعَ الْإِنْسَانِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ أَهْلِهَا KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah,agar mereka menadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29) Mari kita perhatikan bersama ayat ini, wahai saudara-saudara! Ayat ini sering kita temui, dan kita semua menghafalnya.Tuhan kita ‘Azza wa Jalla memulainya dengan menyebutkan sifat kitab ini (al-Quran) bahwa ia penuh berkah. Sifat ini disebutkan dalam al-Quran al-Karim—menurut yang saya ingat—dalam empat ayat:[PERTAMA]Dalam ayat ini (surah Shad ayat 29 yang sudah disebutkan sebelumnya). [KEDUA]Lalu ayat di surat al-Anbiya, “Dan ini (al-Quran) adalah suatu peringatan penuh berkah yang Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiya: 50) [KETIGA & KEEMPAT]Serta dua ayat di surat al-An’am, “Dan ini adalah Kitab (al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah.” (QS. al-An’am: 92 dan 155). Perhatikanlah saudara-saudara, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan keberkahannya mutlak tanpa terikat dengan sesuatu pun.Ayat 92 surat al-An’am, “Dan ini (al-Quran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya …”Ia penuh berkah, wahai saudara-saudara!Keberkahannya tidak terikat dengan apa pun, mengapa? Agar ia tetap bersifat mutlak. Keberkahan bagi hatimu.Keberkahan bagimu pada agamamu, pada rumahmu, pada keluargamu,pada duniamu, dan pada akhiratmu.Keberkahan yang terus menyertai manusia hingga ia masuk surga. Kita memohon kepada Allah agar menjadi penghuni surga. ==== كَمَا قَالَ عَزَّ وَجَلَّ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ تَأَمَّلُوْا مَعِيْ هَذِهِ الْآيَةَ الْعَظِيمَةَ يَا إِخْوَانُ الَّتِي تَمُرُّ بِنَا كَثِيرًا وَكُلُّنَا يَحْفَظُهَا صَدَرَهَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ بِوَصْفِ هَذَا الْكِتَابِ بِأَنَّهُ مُبَارَكٌ قَدْ وَرَدَ هَذَا الْوَصْفُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ فِيمَا يَحْضُرُنِي فِي أَرْبَعِ آيَاتٍ هَذِهِ الْآيَةُ وَآيَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُوْنَ وَآيَتَانِ فِي الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ وَتَأَمَّلُوا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ كَيْفَ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَطْلَقَ الْبَرَكَةَ وَلَمْ يُقَيِّدْهَا آيَةُ الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ مُبَارَكٌ يَا إِخْوَةُ مَا قُيِّدَتِ الْبَرَكَةُ بِشَيْءٍ لِمَاذَا؟ لِتَبْقَى مُطْلَقَةً بَرَكَةٌ عَلَى قَلْبِكَ عَلَيْكَ فِي دِينِكَ فِي بَيْتِكَ فِي أَهْلِكَ فِي دُنْيَاكَ فِي آخِرَتِكَ بَرَكَةٌ تَسْتَمِرُّ مَعَ الْإِنْسَانِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ أَهْلِهَا KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah,agar mereka menadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran.” (QS. Shad: 29) Mari kita perhatikan bersama ayat ini, wahai saudara-saudara! Ayat ini sering kita temui, dan kita semua menghafalnya.Tuhan kita ‘Azza wa Jalla memulainya dengan menyebutkan sifat kitab ini (al-Quran) bahwa ia penuh berkah. Sifat ini disebutkan dalam al-Quran al-Karim—menurut yang saya ingat—dalam empat ayat:[PERTAMA]Dalam ayat ini (surah Shad ayat 29 yang sudah disebutkan sebelumnya). [KEDUA]Lalu ayat di surat al-Anbiya, “Dan ini (al-Quran) adalah suatu peringatan penuh berkah yang Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiya: 50) [KETIGA & KEEMPAT]Serta dua ayat di surat al-An’am, “Dan ini adalah Kitab (al-Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah.” (QS. al-An’am: 92 dan 155). Perhatikanlah saudara-saudara, bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan keberkahannya mutlak tanpa terikat dengan sesuatu pun.Ayat 92 surat al-An’am, “Dan ini (al-Quran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya …”Ia penuh berkah, wahai saudara-saudara!Keberkahannya tidak terikat dengan apa pun, mengapa? Agar ia tetap bersifat mutlak. Keberkahan bagi hatimu.Keberkahan bagimu pada agamamu, pada rumahmu, pada keluargamu,pada duniamu, dan pada akhiratmu.Keberkahan yang terus menyertai manusia hingga ia masuk surga. Kita memohon kepada Allah agar menjadi penghuni surga. ==== كَمَا قَالَ عَزَّ وَجَلَّ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ تَأَمَّلُوْا مَعِيْ هَذِهِ الْآيَةَ الْعَظِيمَةَ يَا إِخْوَانُ الَّتِي تَمُرُّ بِنَا كَثِيرًا وَكُلُّنَا يَحْفَظُهَا صَدَرَهَا رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ بِوَصْفِ هَذَا الْكِتَابِ بِأَنَّهُ مُبَارَكٌ قَدْ وَرَدَ هَذَا الْوَصْفُ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ فِيمَا يَحْضُرُنِي فِي أَرْبَعِ آيَاتٍ هَذِهِ الْآيَةُ وَآيَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُوْنَ وَآيَتَانِ فِي الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ وَتَأَمَّلُوا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ كَيْفَ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَطْلَقَ الْبَرَكَةَ وَلَمْ يُقَيِّدْهَا آيَةُ الْأَنْعَامِ وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ مُبَارَكٌ يَا إِخْوَةُ مَا قُيِّدَتِ الْبَرَكَةُ بِشَيْءٍ لِمَاذَا؟ لِتَبْقَى مُطْلَقَةً بَرَكَةٌ عَلَى قَلْبِكَ عَلَيْكَ فِي دِينِكَ فِي بَيْتِكَ فِي أَهْلِكَ فِي دُنْيَاكَ فِي آخِرَتِكَ بَرَكَةٌ تَسْتَمِرُّ مَعَ الْإِنْسَانِ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ أَهْلِهَا KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Doa Untuk Orang yang Sakit

Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman. Abai terhadapnya adalah bentuk kesombongan seorang hamba di hadapan Rabbnya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60)Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan,هذا من لطفه بعباده، ونعمته العظيمة، حيث دعاهم إلى ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وأمرهم بدعائه، دعاء العبادة، ودعاء المسألة، ووعدهم أن يستجيب لهم، وتوعد من استكبر عنها“Ini adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya dan nikmat-Nya yang teramat agung. Yang mana Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk urusan agama dan dunia mereka. Mereka diperintahkan untuk berdoa, baik doa ibadah (karena semua ibadah hakikatnya adalah doa, pent.) maupun doa mas’alah (doa permintaan, pent.). Dan Allah menjanjikan terkabulnya doa untuk mereka, bahkan mengancam orang-orang yang sombong dari meminta kepada-Nya.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 740)Dan disunahkan bagi seorang muslim untuk mendoakan kesembuhan untuk saudaranya yang tengah sakit. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu ketika menjelaskan bab ‘Maa Yud’aa bihi Lil Mariidh’, beliau menjelaskan,فهذه الأحاديث تدل على شرعية الدعاء للمريض ورقيته إذا زاره أخوه“Hadis-hadis di atas menunjukkan sunah mendoakan orang yang tengah sakit bagi mereka yang menjenguknya.”Di antara doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk orang yang tengah sakit adalah sebagai berikut: Daftar Isi sembunyikan 1. Pertama 2. Kedua 3. Ketiga 4. Keempat 5. Kelima 6. Keenam PertamaDiriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى الإنسان الشيء منه، أو كانت به قرحة أو جرح، قال النبي صلى الله عليه وسلم، بأصبعه هكذا، )ووضع سفيان بن عيينة الراوي سبابته بالأرض ثم رفعها( وقال: “بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا”“Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada sahabat yang datang mengadu sebuah penyakit atau luka, beliau melakukan hal ini dengan jari telunjuknya dan berdoa (Sufyan bin Uyainah selaku rawi hadis mempraktikkan dengan membasahi telunjuknya dan mengusapkannya ke tanah, kemudian berdoa),بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربناBismillahi, Turbatu Ardhina, Biriiqati ba’dhina, Yusyfaa bihi saqiimuna, Biidzni Rabbina(Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami).” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,“Hal ini bisa menjadi sebab kesembuhan dengan dua kondisi: (1) Diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan menyembuhkan dengan cara ini; (2) Yang sakit pun menerima disertai keimanan bahwa hal tersebut akan menjadi sebab kesembuhannya.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 4: 478)KeduaHadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض أهله يمسح بيده اليمنى ويقول اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi kerabatnya yang sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanan sembari berdoa,اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًاAllahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama(Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.)” (HR. Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191)KetigaHadis yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya doa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam panjatkan ketika mengunjungi Sa’ad adalah,اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًاAllahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan(Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad).” (HR. Muslim no. 1628)Kita diperkenankan mengganti lafaz (Sa’ad) dengan nama orang yang tengah kita kunjungi.KeempatHadis yang diriwayatkan dari Abu Abdillah Utsman bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, tatkala beliau mengeluh sakit kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengatakan,ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل بسم الله ثلاثا وقل سبع مرات أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر“Letakkan tanganmu di tempat yang sakit, kemudian bacalah doa ini sebanyak tujuh kali,أَعُوذُ بعزة الله وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُA’udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru(Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan).” (HR. Muslim no. 2202)KelimaHadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,من عاد مريضا لم يحضره أجله فقال عنده سبع مرات أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك إلا عافاه الله من ذلك المرض“Siapa saja yang mengunjungi orang yang tengah sakit selama belum datang ajalnya, kemudian mengucapkan doa ini tujuh kali,أسأَلُ اللهَ العَظيمَ رَبَّ العَرشِ العَظيمِ أنْ يَشفيَكَAs’alullaha al adziim, Rabbal arsyil adziim, an yasyfiyaka(Aku memohon kepada Allah yang Mahaagung, Rabb arsy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu)melainkan Allah akan memberikan kesembuhan untuk orang tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 3156 dan At-Tirmidzi no. 2008. Dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani rahimahullahu)KeenamHadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi orang sakit beliau sering mengatakan,لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُLaa ba’sa, thahuur insyaallah(Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah).” (HR. Bukhari no. 3616)Lafaz yang keenam ini bukan merupakan doa, melainkan bentuk pemberitahuan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sakit yang didera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuni dosa-dosanya atas izin Allah.Semoga Allah mudahkan lisan kita untuk mengangkat tangan berdoa, baik untuk diri kita maupun saudara-saudara kita sesama muslim. AamiinBaca juga: Ayat Seribu Dinar—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Berdebat Dengan Orang Bodoh, Ayat Tentang Wanita Sholehah, Arti Ujub Dalam Islam, Orang Ke MasjidTags: adabadab IslamAkhlakakhlak muslimAqidahdo'adoa ketika sakitdoa untuk orang sakitkeutamaan doanasihatnasihat islamorang sakitsakit

Doa Untuk Orang yang Sakit

Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman. Abai terhadapnya adalah bentuk kesombongan seorang hamba di hadapan Rabbnya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60)Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan,هذا من لطفه بعباده، ونعمته العظيمة، حيث دعاهم إلى ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وأمرهم بدعائه، دعاء العبادة، ودعاء المسألة، ووعدهم أن يستجيب لهم، وتوعد من استكبر عنها“Ini adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya dan nikmat-Nya yang teramat agung. Yang mana Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk urusan agama dan dunia mereka. Mereka diperintahkan untuk berdoa, baik doa ibadah (karena semua ibadah hakikatnya adalah doa, pent.) maupun doa mas’alah (doa permintaan, pent.). Dan Allah menjanjikan terkabulnya doa untuk mereka, bahkan mengancam orang-orang yang sombong dari meminta kepada-Nya.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 740)Dan disunahkan bagi seorang muslim untuk mendoakan kesembuhan untuk saudaranya yang tengah sakit. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu ketika menjelaskan bab ‘Maa Yud’aa bihi Lil Mariidh’, beliau menjelaskan,فهذه الأحاديث تدل على شرعية الدعاء للمريض ورقيته إذا زاره أخوه“Hadis-hadis di atas menunjukkan sunah mendoakan orang yang tengah sakit bagi mereka yang menjenguknya.”Di antara doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk orang yang tengah sakit adalah sebagai berikut: Daftar Isi sembunyikan 1. Pertama 2. Kedua 3. Ketiga 4. Keempat 5. Kelima 6. Keenam PertamaDiriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى الإنسان الشيء منه، أو كانت به قرحة أو جرح، قال النبي صلى الله عليه وسلم، بأصبعه هكذا، )ووضع سفيان بن عيينة الراوي سبابته بالأرض ثم رفعها( وقال: “بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا”“Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada sahabat yang datang mengadu sebuah penyakit atau luka, beliau melakukan hal ini dengan jari telunjuknya dan berdoa (Sufyan bin Uyainah selaku rawi hadis mempraktikkan dengan membasahi telunjuknya dan mengusapkannya ke tanah, kemudian berdoa),بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربناBismillahi, Turbatu Ardhina, Biriiqati ba’dhina, Yusyfaa bihi saqiimuna, Biidzni Rabbina(Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami).” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,“Hal ini bisa menjadi sebab kesembuhan dengan dua kondisi: (1) Diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan menyembuhkan dengan cara ini; (2) Yang sakit pun menerima disertai keimanan bahwa hal tersebut akan menjadi sebab kesembuhannya.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 4: 478)KeduaHadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض أهله يمسح بيده اليمنى ويقول اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi kerabatnya yang sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanan sembari berdoa,اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًاAllahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama(Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.)” (HR. Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191)KetigaHadis yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya doa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam panjatkan ketika mengunjungi Sa’ad adalah,اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًاAllahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan(Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad).” (HR. Muslim no. 1628)Kita diperkenankan mengganti lafaz (Sa’ad) dengan nama orang yang tengah kita kunjungi.KeempatHadis yang diriwayatkan dari Abu Abdillah Utsman bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, tatkala beliau mengeluh sakit kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengatakan,ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل بسم الله ثلاثا وقل سبع مرات أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر“Letakkan tanganmu di tempat yang sakit, kemudian bacalah doa ini sebanyak tujuh kali,أَعُوذُ بعزة الله وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُA’udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru(Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan).” (HR. Muslim no. 2202)KelimaHadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,من عاد مريضا لم يحضره أجله فقال عنده سبع مرات أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك إلا عافاه الله من ذلك المرض“Siapa saja yang mengunjungi orang yang tengah sakit selama belum datang ajalnya, kemudian mengucapkan doa ini tujuh kali,أسأَلُ اللهَ العَظيمَ رَبَّ العَرشِ العَظيمِ أنْ يَشفيَكَAs’alullaha al adziim, Rabbal arsyil adziim, an yasyfiyaka(Aku memohon kepada Allah yang Mahaagung, Rabb arsy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu)melainkan Allah akan memberikan kesembuhan untuk orang tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 3156 dan At-Tirmidzi no. 2008. Dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani rahimahullahu)KeenamHadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi orang sakit beliau sering mengatakan,لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُLaa ba’sa, thahuur insyaallah(Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah).” (HR. Bukhari no. 3616)Lafaz yang keenam ini bukan merupakan doa, melainkan bentuk pemberitahuan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sakit yang didera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuni dosa-dosanya atas izin Allah.Semoga Allah mudahkan lisan kita untuk mengangkat tangan berdoa, baik untuk diri kita maupun saudara-saudara kita sesama muslim. AamiinBaca juga: Ayat Seribu Dinar—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Berdebat Dengan Orang Bodoh, Ayat Tentang Wanita Sholehah, Arti Ujub Dalam Islam, Orang Ke MasjidTags: adabadab IslamAkhlakakhlak muslimAqidahdo'adoa ketika sakitdoa untuk orang sakitkeutamaan doanasihatnasihat islamorang sakitsakit
Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman. Abai terhadapnya adalah bentuk kesombongan seorang hamba di hadapan Rabbnya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60)Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan,هذا من لطفه بعباده، ونعمته العظيمة، حيث دعاهم إلى ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وأمرهم بدعائه، دعاء العبادة، ودعاء المسألة، ووعدهم أن يستجيب لهم، وتوعد من استكبر عنها“Ini adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya dan nikmat-Nya yang teramat agung. Yang mana Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk urusan agama dan dunia mereka. Mereka diperintahkan untuk berdoa, baik doa ibadah (karena semua ibadah hakikatnya adalah doa, pent.) maupun doa mas’alah (doa permintaan, pent.). Dan Allah menjanjikan terkabulnya doa untuk mereka, bahkan mengancam orang-orang yang sombong dari meminta kepada-Nya.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 740)Dan disunahkan bagi seorang muslim untuk mendoakan kesembuhan untuk saudaranya yang tengah sakit. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu ketika menjelaskan bab ‘Maa Yud’aa bihi Lil Mariidh’, beliau menjelaskan,فهذه الأحاديث تدل على شرعية الدعاء للمريض ورقيته إذا زاره أخوه“Hadis-hadis di atas menunjukkan sunah mendoakan orang yang tengah sakit bagi mereka yang menjenguknya.”Di antara doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk orang yang tengah sakit adalah sebagai berikut: Daftar Isi sembunyikan 1. Pertama 2. Kedua 3. Ketiga 4. Keempat 5. Kelima 6. Keenam PertamaDiriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى الإنسان الشيء منه، أو كانت به قرحة أو جرح، قال النبي صلى الله عليه وسلم، بأصبعه هكذا، )ووضع سفيان بن عيينة الراوي سبابته بالأرض ثم رفعها( وقال: “بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا”“Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada sahabat yang datang mengadu sebuah penyakit atau luka, beliau melakukan hal ini dengan jari telunjuknya dan berdoa (Sufyan bin Uyainah selaku rawi hadis mempraktikkan dengan membasahi telunjuknya dan mengusapkannya ke tanah, kemudian berdoa),بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربناBismillahi, Turbatu Ardhina, Biriiqati ba’dhina, Yusyfaa bihi saqiimuna, Biidzni Rabbina(Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami).” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,“Hal ini bisa menjadi sebab kesembuhan dengan dua kondisi: (1) Diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan menyembuhkan dengan cara ini; (2) Yang sakit pun menerima disertai keimanan bahwa hal tersebut akan menjadi sebab kesembuhannya.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 4: 478)KeduaHadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض أهله يمسح بيده اليمنى ويقول اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi kerabatnya yang sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanan sembari berdoa,اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًاAllahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama(Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.)” (HR. Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191)KetigaHadis yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya doa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam panjatkan ketika mengunjungi Sa’ad adalah,اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًاAllahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan(Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad).” (HR. Muslim no. 1628)Kita diperkenankan mengganti lafaz (Sa’ad) dengan nama orang yang tengah kita kunjungi.KeempatHadis yang diriwayatkan dari Abu Abdillah Utsman bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, tatkala beliau mengeluh sakit kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengatakan,ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل بسم الله ثلاثا وقل سبع مرات أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر“Letakkan tanganmu di tempat yang sakit, kemudian bacalah doa ini sebanyak tujuh kali,أَعُوذُ بعزة الله وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُA’udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru(Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan).” (HR. Muslim no. 2202)KelimaHadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,من عاد مريضا لم يحضره أجله فقال عنده سبع مرات أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك إلا عافاه الله من ذلك المرض“Siapa saja yang mengunjungi orang yang tengah sakit selama belum datang ajalnya, kemudian mengucapkan doa ini tujuh kali,أسأَلُ اللهَ العَظيمَ رَبَّ العَرشِ العَظيمِ أنْ يَشفيَكَAs’alullaha al adziim, Rabbal arsyil adziim, an yasyfiyaka(Aku memohon kepada Allah yang Mahaagung, Rabb arsy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu)melainkan Allah akan memberikan kesembuhan untuk orang tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 3156 dan At-Tirmidzi no. 2008. Dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani rahimahullahu)KeenamHadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi orang sakit beliau sering mengatakan,لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُLaa ba’sa, thahuur insyaallah(Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah).” (HR. Bukhari no. 3616)Lafaz yang keenam ini bukan merupakan doa, melainkan bentuk pemberitahuan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sakit yang didera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuni dosa-dosanya atas izin Allah.Semoga Allah mudahkan lisan kita untuk mengangkat tangan berdoa, baik untuk diri kita maupun saudara-saudara kita sesama muslim. AamiinBaca juga: Ayat Seribu Dinar—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Berdebat Dengan Orang Bodoh, Ayat Tentang Wanita Sholehah, Arti Ujub Dalam Islam, Orang Ke MasjidTags: adabadab IslamAkhlakakhlak muslimAqidahdo'adoa ketika sakitdoa untuk orang sakitkeutamaan doanasihatnasihat islamorang sakitsakit


Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman. Abai terhadapnya adalah bentuk kesombongan seorang hamba di hadapan Rabbnya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60)Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu mengatakan,هذا من لطفه بعباده، ونعمته العظيمة، حيث دعاهم إلى ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وأمرهم بدعائه، دعاء العبادة، ودعاء المسألة، ووعدهم أن يستجيب لهم، وتوعد من استكبر عنها“Ini adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya dan nikmat-Nya yang teramat agung. Yang mana Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk urusan agama dan dunia mereka. Mereka diperintahkan untuk berdoa, baik doa ibadah (karena semua ibadah hakikatnya adalah doa, pent.) maupun doa mas’alah (doa permintaan, pent.). Dan Allah menjanjikan terkabulnya doa untuk mereka, bahkan mengancam orang-orang yang sombong dari meminta kepada-Nya.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 740)Dan disunahkan bagi seorang muslim untuk mendoakan kesembuhan untuk saudaranya yang tengah sakit. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullahu ketika menjelaskan bab ‘Maa Yud’aa bihi Lil Mariidh’, beliau menjelaskan,فهذه الأحاديث تدل على شرعية الدعاء للمريض ورقيته إذا زاره أخوه“Hadis-hadis di atas menunjukkan sunah mendoakan orang yang tengah sakit bagi mereka yang menjenguknya.”Di antara doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk orang yang tengah sakit adalah sebagai berikut: Daftar Isi sembunyikan 1. Pertama 2. Kedua 3. Ketiga 4. Keempat 5. Kelima 6. Keenam PertamaDiriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا اشتكى الإنسان الشيء منه، أو كانت به قرحة أو جرح، قال النبي صلى الله عليه وسلم، بأصبعه هكذا، )ووضع سفيان بن عيينة الراوي سبابته بالأرض ثم رفعها( وقال: “بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا”“Bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada sahabat yang datang mengadu sebuah penyakit atau luka, beliau melakukan hal ini dengan jari telunjuknya dan berdoa (Sufyan bin Uyainah selaku rawi hadis mempraktikkan dengan membasahi telunjuknya dan mengusapkannya ke tanah, kemudian berdoa),بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربناBismillahi, Turbatu Ardhina, Biriiqati ba’dhina, Yusyfaa bihi saqiimuna, Biidzni Rabbina(Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami).” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,“Hal ini bisa menjadi sebab kesembuhan dengan dua kondisi: (1) Diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah Subhanahu Wata’ala akan menyembuhkan dengan cara ini; (2) Yang sakit pun menerima disertai keimanan bahwa hal tersebut akan menjadi sebab kesembuhannya.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 4: 478)KeduaHadis yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعود بعض أهله يمسح بيده اليمنى ويقول اللهم رب الناس أذهب البأس واشف أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi kerabatnya yang sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanan sembari berdoa,اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًاAllahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama(Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.)” (HR. Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191)KetigaHadis yang diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya doa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam panjatkan ketika mengunjungi Sa’ad adalah,اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًاAllahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan, Allahummasyfi sa’dan(Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad, Ya Allah berilah kesembuhan kepada Saad).” (HR. Muslim no. 1628)Kita diperkenankan mengganti lafaz (Sa’ad) dengan nama orang yang tengah kita kunjungi.KeempatHadis yang diriwayatkan dari Abu Abdillah Utsman bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, tatkala beliau mengeluh sakit kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengatakan,ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل بسم الله ثلاثا وقل سبع مرات أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر“Letakkan tanganmu di tempat yang sakit, kemudian bacalah doa ini sebanyak tujuh kali,أَعُوذُ بعزة الله وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُA’udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru(Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan).” (HR. Muslim no. 2202)KelimaHadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,من عاد مريضا لم يحضره أجله فقال عنده سبع مرات أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك إلا عافاه الله من ذلك المرض“Siapa saja yang mengunjungi orang yang tengah sakit selama belum datang ajalnya, kemudian mengucapkan doa ini tujuh kali,أسأَلُ اللهَ العَظيمَ رَبَّ العَرشِ العَظيمِ أنْ يَشفيَكَAs’alullaha al adziim, Rabbal arsyil adziim, an yasyfiyaka(Aku memohon kepada Allah yang Mahaagung, Rabb arsy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu)melainkan Allah akan memberikan kesembuhan untuk orang tersebut.” (HR. Abu Dawud no. 3156 dan At-Tirmidzi no. 2008. Dan dihasankan oleh Syekh Al-Albani rahimahullahu)KeenamHadis yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengunjungi orang sakit beliau sering mengatakan,لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُLaa ba’sa, thahuur insyaallah(Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah).” (HR. Bukhari no. 3616)Lafaz yang keenam ini bukan merupakan doa, melainkan bentuk pemberitahuan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sakit yang didera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuni dosa-dosanya atas izin Allah.Semoga Allah mudahkan lisan kita untuk mengangkat tangan berdoa, baik untuk diri kita maupun saudara-saudara kita sesama muslim. AamiinBaca juga: Ayat Seribu Dinar—Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.Artikel: Muslim.or.id🔍 Keutamaan Puasa Arafah, Berdebat Dengan Orang Bodoh, Ayat Tentang Wanita Sholehah, Arti Ujub Dalam Islam, Orang Ke MasjidTags: adabadab IslamAkhlakakhlak muslimAqidahdo'adoa ketika sakitdoa untuk orang sakitkeutamaan doanasihatnasihat islamorang sakitsakit

Tata Cara Shalat Gerhana Secara Ringkas dan Cukup Jelas

Gerhana itu di antara tanda kuasa Allah. Bagaimana tata cara shalat gerhana yang ringkas dan jelas? Berikut bahasannya.   Daftar Isi tutup 1. Seputar Shalat Gerhana 2. Tiga Cara Shalat Gerhana 3. Tata Cara Shalat Gerhana 3.1. Referensi:   Seputar Shalat Gerhana Hukum shalat gerhana (shalat kusuf untuk gerhana matahari dan shalat khusuf untuk gerhana bulan) adalah SUNNAH MU’AKKAD. Hukum shalat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, musafir, mukim, merdeka, maupun budak. Jumlah rakaat shalat gerhana adalah dua rakaat di mana ketika takbiratul ihram berniat dengan niat shalat kusuf atau khusuf.   Tiga Cara Shalat Gerhana Pertama: Paling ringan (aqolluha), dikerjakan dua rakaat seperti dua rakaat sunnah Shubuh atau Zhuhur, Kedua: Pertengahan (adnal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, sifatnya tidak lama, membaca surah dan membaca tasbih sama dengan dua rakaat sunnah Shubuh, Ketiga: Paling lama (a’laal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, dengan memperpanjang (memperlama shalat) dalam bacaan surah dan bacaan tasbih, di mana: berdiri pertama membaca surah Al-Baqarah, berdiri kedua membaca 200 ayat, berdiri ketiga membaca 150 ayat, dan berdiri keempat membaca 100 ayat, lalu jumlah tasbih pada rukuk pertama seperti lamanya membaca 100 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk kedua seperti lamanya membaca 80 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk ketiga seperti lamanya membaca 70 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk keempat seperti lamanya membaca 50 ayat dari surah Al-Baqarah, lalu sujud diperlama seperti lamanya rukuk sebelumnya, maka sujud pertama kadarnya seperti lamanya membaca 100 ayat seperti rukuk pertama, sujud kedua kadarnya seperti lamanya membaca 80 ayat, sujud ketiga kadarnya seperti lamanya membaca 70 ayat, dan sujud keempat seperti lamanya membaca 50 ayat. Catatan: Iktidal dan duduk antara dua sujud tidak diperlama.   Tata Cara Shalat Gerhana Takbiratul ihram berbarengan dengan niat shalat kusuf atau khusuf. Membaca doa iftitah. Membaca ta’awudz. Membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah Al-Baqarah. Rukuk (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 200 ayat. Rukuk (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Bangkit ke rakaat kedua, membaca ta’awudz, surah Al-Fatihah. Membaca surah 150 ayat. Rukuk (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 100 ayat. Rukuk (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Tahiyat akhir dan shalawat. Salam.   Baca juga: Panduan Shalat Gerhana Lengkap dengan Dalil    Catatan: Untuk shalat gerhana matahari, bacaan surah dengan sirr (cukup didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari tenggelam dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan jahr. Untuk shalat gerhana bulan, bacaan surah dengan jahr (lebih dari didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari telah terbit dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan sirr. Shalat gerhana dianggap telah terlewatkan ketika gerhana telah usai yaitu dengan lepasnya lingkaran matahari atau bulan. Ketika gerhana telah usai, tetapi shalat gerhana masih berlangsung, shalat tersebut dilanjutkan hingga sempurna. Setelah shalat gerhana disunnahkan mengadakan khutbah dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Id (shalat hari raya) dengan memenuhi rukun, syarat, dan sunnahnya. Namun, shalat gerhana ini tidak didahului dengan ucapan takbir (tidak seperti shalat Id) karena tidak ada riwayat mengenai ucapan takbir ini dalam shalat gerhana. Isi khutbah gerhana adalah memotivasi untuk bertaubat dan berbuat baik.   Referensi: Mu’nis Al-Jaliis bi Syarh Al-Yaquut An-Nafiis li Al-‘Allaamah Ahmad bin ‘Umar Asy-Syathiri. Cetakan pertama, Tahun 1442 H. Syaikh Musthafa bin Ahmad bin ‘Abdin Nabi Abu Hamzah Asy-Syafi’i. Penerbit Daar Adh-Dhiyaa’. 1:246-248.   Baca juga: Gerhana Tidak Terlihat Berarti Tidak Ada Shalat Gerhana Tata Cara Shalat Gerhana Boleh Shalat Gerhana Seorang Diri Amalan Saat Terjadi Gerhana Khutbah Shalat Gerhana dari Syaikh Shalih Al-Fauzan   Semoga menjadi catatan ilmu yang manfaat.   – Disusun saat perjalanan Panggang – Jogja, 13 Rabiul Akhir 1444 H, 8 November 2022 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal  Artikel Rumaysho.Com Tagscara shalat gerhana shalat gerhana tata cara shalat gerhana

Tata Cara Shalat Gerhana Secara Ringkas dan Cukup Jelas

Gerhana itu di antara tanda kuasa Allah. Bagaimana tata cara shalat gerhana yang ringkas dan jelas? Berikut bahasannya.   Daftar Isi tutup 1. Seputar Shalat Gerhana 2. Tiga Cara Shalat Gerhana 3. Tata Cara Shalat Gerhana 3.1. Referensi:   Seputar Shalat Gerhana Hukum shalat gerhana (shalat kusuf untuk gerhana matahari dan shalat khusuf untuk gerhana bulan) adalah SUNNAH MU’AKKAD. Hukum shalat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, musafir, mukim, merdeka, maupun budak. Jumlah rakaat shalat gerhana adalah dua rakaat di mana ketika takbiratul ihram berniat dengan niat shalat kusuf atau khusuf.   Tiga Cara Shalat Gerhana Pertama: Paling ringan (aqolluha), dikerjakan dua rakaat seperti dua rakaat sunnah Shubuh atau Zhuhur, Kedua: Pertengahan (adnal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, sifatnya tidak lama, membaca surah dan membaca tasbih sama dengan dua rakaat sunnah Shubuh, Ketiga: Paling lama (a’laal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, dengan memperpanjang (memperlama shalat) dalam bacaan surah dan bacaan tasbih, di mana: berdiri pertama membaca surah Al-Baqarah, berdiri kedua membaca 200 ayat, berdiri ketiga membaca 150 ayat, dan berdiri keempat membaca 100 ayat, lalu jumlah tasbih pada rukuk pertama seperti lamanya membaca 100 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk kedua seperti lamanya membaca 80 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk ketiga seperti lamanya membaca 70 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk keempat seperti lamanya membaca 50 ayat dari surah Al-Baqarah, lalu sujud diperlama seperti lamanya rukuk sebelumnya, maka sujud pertama kadarnya seperti lamanya membaca 100 ayat seperti rukuk pertama, sujud kedua kadarnya seperti lamanya membaca 80 ayat, sujud ketiga kadarnya seperti lamanya membaca 70 ayat, dan sujud keempat seperti lamanya membaca 50 ayat. Catatan: Iktidal dan duduk antara dua sujud tidak diperlama.   Tata Cara Shalat Gerhana Takbiratul ihram berbarengan dengan niat shalat kusuf atau khusuf. Membaca doa iftitah. Membaca ta’awudz. Membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah Al-Baqarah. Rukuk (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 200 ayat. Rukuk (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Bangkit ke rakaat kedua, membaca ta’awudz, surah Al-Fatihah. Membaca surah 150 ayat. Rukuk (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 100 ayat. Rukuk (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Tahiyat akhir dan shalawat. Salam.   Baca juga: Panduan Shalat Gerhana Lengkap dengan Dalil    Catatan: Untuk shalat gerhana matahari, bacaan surah dengan sirr (cukup didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari tenggelam dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan jahr. Untuk shalat gerhana bulan, bacaan surah dengan jahr (lebih dari didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari telah terbit dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan sirr. Shalat gerhana dianggap telah terlewatkan ketika gerhana telah usai yaitu dengan lepasnya lingkaran matahari atau bulan. Ketika gerhana telah usai, tetapi shalat gerhana masih berlangsung, shalat tersebut dilanjutkan hingga sempurna. Setelah shalat gerhana disunnahkan mengadakan khutbah dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Id (shalat hari raya) dengan memenuhi rukun, syarat, dan sunnahnya. Namun, shalat gerhana ini tidak didahului dengan ucapan takbir (tidak seperti shalat Id) karena tidak ada riwayat mengenai ucapan takbir ini dalam shalat gerhana. Isi khutbah gerhana adalah memotivasi untuk bertaubat dan berbuat baik.   Referensi: Mu’nis Al-Jaliis bi Syarh Al-Yaquut An-Nafiis li Al-‘Allaamah Ahmad bin ‘Umar Asy-Syathiri. Cetakan pertama, Tahun 1442 H. Syaikh Musthafa bin Ahmad bin ‘Abdin Nabi Abu Hamzah Asy-Syafi’i. Penerbit Daar Adh-Dhiyaa’. 1:246-248.   Baca juga: Gerhana Tidak Terlihat Berarti Tidak Ada Shalat Gerhana Tata Cara Shalat Gerhana Boleh Shalat Gerhana Seorang Diri Amalan Saat Terjadi Gerhana Khutbah Shalat Gerhana dari Syaikh Shalih Al-Fauzan   Semoga menjadi catatan ilmu yang manfaat.   – Disusun saat perjalanan Panggang – Jogja, 13 Rabiul Akhir 1444 H, 8 November 2022 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal  Artikel Rumaysho.Com Tagscara shalat gerhana shalat gerhana tata cara shalat gerhana
Gerhana itu di antara tanda kuasa Allah. Bagaimana tata cara shalat gerhana yang ringkas dan jelas? Berikut bahasannya.   Daftar Isi tutup 1. Seputar Shalat Gerhana 2. Tiga Cara Shalat Gerhana 3. Tata Cara Shalat Gerhana 3.1. Referensi:   Seputar Shalat Gerhana Hukum shalat gerhana (shalat kusuf untuk gerhana matahari dan shalat khusuf untuk gerhana bulan) adalah SUNNAH MU’AKKAD. Hukum shalat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, musafir, mukim, merdeka, maupun budak. Jumlah rakaat shalat gerhana adalah dua rakaat di mana ketika takbiratul ihram berniat dengan niat shalat kusuf atau khusuf.   Tiga Cara Shalat Gerhana Pertama: Paling ringan (aqolluha), dikerjakan dua rakaat seperti dua rakaat sunnah Shubuh atau Zhuhur, Kedua: Pertengahan (adnal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, sifatnya tidak lama, membaca surah dan membaca tasbih sama dengan dua rakaat sunnah Shubuh, Ketiga: Paling lama (a’laal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, dengan memperpanjang (memperlama shalat) dalam bacaan surah dan bacaan tasbih, di mana: berdiri pertama membaca surah Al-Baqarah, berdiri kedua membaca 200 ayat, berdiri ketiga membaca 150 ayat, dan berdiri keempat membaca 100 ayat, lalu jumlah tasbih pada rukuk pertama seperti lamanya membaca 100 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk kedua seperti lamanya membaca 80 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk ketiga seperti lamanya membaca 70 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk keempat seperti lamanya membaca 50 ayat dari surah Al-Baqarah, lalu sujud diperlama seperti lamanya rukuk sebelumnya, maka sujud pertama kadarnya seperti lamanya membaca 100 ayat seperti rukuk pertama, sujud kedua kadarnya seperti lamanya membaca 80 ayat, sujud ketiga kadarnya seperti lamanya membaca 70 ayat, dan sujud keempat seperti lamanya membaca 50 ayat. Catatan: Iktidal dan duduk antara dua sujud tidak diperlama.   Tata Cara Shalat Gerhana Takbiratul ihram berbarengan dengan niat shalat kusuf atau khusuf. Membaca doa iftitah. Membaca ta’awudz. Membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah Al-Baqarah. Rukuk (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 200 ayat. Rukuk (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Bangkit ke rakaat kedua, membaca ta’awudz, surah Al-Fatihah. Membaca surah 150 ayat. Rukuk (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 100 ayat. Rukuk (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Tahiyat akhir dan shalawat. Salam.   Baca juga: Panduan Shalat Gerhana Lengkap dengan Dalil    Catatan: Untuk shalat gerhana matahari, bacaan surah dengan sirr (cukup didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari tenggelam dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan jahr. Untuk shalat gerhana bulan, bacaan surah dengan jahr (lebih dari didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari telah terbit dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan sirr. Shalat gerhana dianggap telah terlewatkan ketika gerhana telah usai yaitu dengan lepasnya lingkaran matahari atau bulan. Ketika gerhana telah usai, tetapi shalat gerhana masih berlangsung, shalat tersebut dilanjutkan hingga sempurna. Setelah shalat gerhana disunnahkan mengadakan khutbah dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Id (shalat hari raya) dengan memenuhi rukun, syarat, dan sunnahnya. Namun, shalat gerhana ini tidak didahului dengan ucapan takbir (tidak seperti shalat Id) karena tidak ada riwayat mengenai ucapan takbir ini dalam shalat gerhana. Isi khutbah gerhana adalah memotivasi untuk bertaubat dan berbuat baik.   Referensi: Mu’nis Al-Jaliis bi Syarh Al-Yaquut An-Nafiis li Al-‘Allaamah Ahmad bin ‘Umar Asy-Syathiri. Cetakan pertama, Tahun 1442 H. Syaikh Musthafa bin Ahmad bin ‘Abdin Nabi Abu Hamzah Asy-Syafi’i. Penerbit Daar Adh-Dhiyaa’. 1:246-248.   Baca juga: Gerhana Tidak Terlihat Berarti Tidak Ada Shalat Gerhana Tata Cara Shalat Gerhana Boleh Shalat Gerhana Seorang Diri Amalan Saat Terjadi Gerhana Khutbah Shalat Gerhana dari Syaikh Shalih Al-Fauzan   Semoga menjadi catatan ilmu yang manfaat.   – Disusun saat perjalanan Panggang – Jogja, 13 Rabiul Akhir 1444 H, 8 November 2022 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal  Artikel Rumaysho.Com Tagscara shalat gerhana shalat gerhana tata cara shalat gerhana


Gerhana itu di antara tanda kuasa Allah. Bagaimana tata cara shalat gerhana yang ringkas dan jelas? Berikut bahasannya.   Daftar Isi tutup 1. Seputar Shalat Gerhana 2. Tiga Cara Shalat Gerhana 3. Tata Cara Shalat Gerhana 3.1. Referensi:   Seputar Shalat Gerhana Hukum shalat gerhana (shalat kusuf untuk gerhana matahari dan shalat khusuf untuk gerhana bulan) adalah SUNNAH MU’AKKAD. Hukum shalat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, musafir, mukim, merdeka, maupun budak. Jumlah rakaat shalat gerhana adalah dua rakaat di mana ketika takbiratul ihram berniat dengan niat shalat kusuf atau khusuf.   Tiga Cara Shalat Gerhana Pertama: Paling ringan (aqolluha), dikerjakan dua rakaat seperti dua rakaat sunnah Shubuh atau Zhuhur, Kedua: Pertengahan (adnal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, sifatnya tidak lama, membaca surah dan membaca tasbih sama dengan dua rakaat sunnah Shubuh, Ketiga: Paling lama (a’laal kamaal), dikerjakan dua rakaat dengan tiap rakaat ada dua kali rukuk dan dua kali berdiri, dengan memperpanjang (memperlama shalat) dalam bacaan surah dan bacaan tasbih, di mana: berdiri pertama membaca surah Al-Baqarah, berdiri kedua membaca 200 ayat, berdiri ketiga membaca 150 ayat, dan berdiri keempat membaca 100 ayat, lalu jumlah tasbih pada rukuk pertama seperti lamanya membaca 100 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk kedua seperti lamanya membaca 80 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk ketiga seperti lamanya membaca 70 ayat dari surah Al-Baqarah, rukuk keempat seperti lamanya membaca 50 ayat dari surah Al-Baqarah, lalu sujud diperlama seperti lamanya rukuk sebelumnya, maka sujud pertama kadarnya seperti lamanya membaca 100 ayat seperti rukuk pertama, sujud kedua kadarnya seperti lamanya membaca 80 ayat, sujud ketiga kadarnya seperti lamanya membaca 70 ayat, dan sujud keempat seperti lamanya membaca 50 ayat. Catatan: Iktidal dan duduk antara dua sujud tidak diperlama.   Tata Cara Shalat Gerhana Takbiratul ihram berbarengan dengan niat shalat kusuf atau khusuf. Membaca doa iftitah. Membaca ta’awudz. Membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah Al-Baqarah. Rukuk (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 200 ayat. Rukuk (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (pertama) lamanya seperti membaca 100 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (kedua) lamanya seperti membaca 80 ayat. Bangkit ke rakaat kedua, membaca ta’awudz, surah Al-Fatihah. Membaca surah 150 ayat. Rukuk (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Bangkit dari rukuk, kemudian membaca ta’awudz, lalu membaca surah Al-Fatihah. Membaca surah 100 ayat. Rukuk (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Iktidal (tidak lama). Sujud (ketiga) lamanya seperti membaca 70 ayat. Duduk antara dua sujud (tidak lama). Sujud (keempat) lamanya seperti membaca 50 ayat. Tahiyat akhir dan shalawat. Salam.   Baca juga: Panduan Shalat Gerhana Lengkap dengan Dalil    Catatan: Untuk shalat gerhana matahari, bacaan surah dengan sirr (cukup didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari tenggelam dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan jahr. Untuk shalat gerhana bulan, bacaan surah dengan jahr (lebih dari didengar oleh orang yang shalat) kecuali matahari telah terbit dan masih shalat, maka dilanjutkan bacaan surah dengan sirr. Shalat gerhana dianggap telah terlewatkan ketika gerhana telah usai yaitu dengan lepasnya lingkaran matahari atau bulan. Ketika gerhana telah usai, tetapi shalat gerhana masih berlangsung, shalat tersebut dilanjutkan hingga sempurna. Setelah shalat gerhana disunnahkan mengadakan khutbah dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Id (shalat hari raya) dengan memenuhi rukun, syarat, dan sunnahnya. Namun, shalat gerhana ini tidak didahului dengan ucapan takbir (tidak seperti shalat Id) karena tidak ada riwayat mengenai ucapan takbir ini dalam shalat gerhana. Isi khutbah gerhana adalah memotivasi untuk bertaubat dan berbuat baik.   Referensi: Mu’nis Al-Jaliis bi Syarh Al-Yaquut An-Nafiis li Al-‘Allaamah Ahmad bin ‘Umar Asy-Syathiri. Cetakan pertama, Tahun 1442 H. Syaikh Musthafa bin Ahmad bin ‘Abdin Nabi Abu Hamzah Asy-Syafi’i. Penerbit Daar Adh-Dhiyaa’. 1:246-248.   Baca juga: Gerhana Tidak Terlihat Berarti Tidak Ada Shalat Gerhana Tata Cara Shalat Gerhana Boleh Shalat Gerhana Seorang Diri Amalan Saat Terjadi Gerhana Khutbah Shalat Gerhana dari Syaikh Shalih Al-Fauzan   Semoga menjadi catatan ilmu yang manfaat.   – Disusun saat perjalanan Panggang – Jogja, 13 Rabiul Akhir 1444 H, 8 November 2022 Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal  Artikel Rumaysho.Com Tagscara shalat gerhana shalat gerhana tata cara shalat gerhana

Laporan Produksi Yufid Bulan Oktober 2022

Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Tidak terasa sudah 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 690 juta kali.  Selain di platform YouTube, Yufid juga memiliki situs web yang menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website di bawah naungan Yufid Network, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mulai tahun 2022, Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa setia Yufid dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.539Jumlah Subscribers :  3.651.897Total Tayangan Video (Total Views) :  589.103.780 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 8.113.244 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 1.021.209,5 JamPenambahan Subscribers : 32.613 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 133 video. Channel YouTube YUFID EDU (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1773Jumlah Subscribers : 275.924Total Tayangan Video (Total Views) :  18.614.786 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Rentang Oktober (Views/Month) : 173.634 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 8.982,6 JamPenambahan Subscribers : 1.943 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 53 video. Channel YouTube YUFID KIDS (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 72Jumlah Subscribers : 298.791Total Tayangan Video (Total Views) : 82.636.146 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 2.729.219 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 172.390,5 JamPenambahan Subscribers : 7.544 Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.187Total Tayangan Video (Total Views) : 419.078 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 3.167 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 647,2 JamPenambahan Subscribers : 36 Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 354Jumlah Subscribers : 27.800Total Tayangan Video (Total Views) : 1.139.801 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 19.225 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 400 Instagram Yufid TV (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 3.005Total Pengikut : 1.127.372Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.542 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 63 konten. Instagram Yufid Network (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 3.027Total Pengikut : 489.256Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 3.567 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 26 video. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  Website KonsultasiSyariah.com (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com merupakan sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan As-Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.820 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1746 audio dan rata-rata menghasilkan 28 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 14 artikel.  Website KisahMuslim.com (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website KhotbahJumat.com (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah shalat Jumat, terdapat 1177 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat. Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website PengusahaMuslim.com (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel.  Website Kajian.net (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan September 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh. Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Oktober 2022 ini saja telah didengarkan 46.036 kali dan telah di download sebanyak 2.367 file audio.  Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.920.324 kata dengan rata-rata produksi per bulan 40 ribu kata.  Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan September 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 77.407 kata.  Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.877 artikel dengan total durasi audio 141 jam dengan rata-rata perekaman 18 artikel per bulan, dan audio yang direkam sebulan terakhir bulan Oktober 2022 yaitu 76 artikel dengan jumlah durasi 8,5 jam.  Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Sidratul Muntaha, Jual Beli Di Masjid, Arti Mimpi Bertemu Kekasih, Surat Waqiah Pembuka Rezeki, Roh Manusia Sebelum Lahir, Sholat Jama Qoshor Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 178 QRIS donasi Yufid

Laporan Produksi Yufid Bulan Oktober 2022

Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Tidak terasa sudah 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 690 juta kali.  Selain di platform YouTube, Yufid juga memiliki situs web yang menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website di bawah naungan Yufid Network, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mulai tahun 2022, Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa setia Yufid dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.539Jumlah Subscribers :  3.651.897Total Tayangan Video (Total Views) :  589.103.780 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 8.113.244 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 1.021.209,5 JamPenambahan Subscribers : 32.613 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 133 video. Channel YouTube YUFID EDU (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1773Jumlah Subscribers : 275.924Total Tayangan Video (Total Views) :  18.614.786 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Rentang Oktober (Views/Month) : 173.634 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 8.982,6 JamPenambahan Subscribers : 1.943 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 53 video. Channel YouTube YUFID KIDS (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 72Jumlah Subscribers : 298.791Total Tayangan Video (Total Views) : 82.636.146 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 2.729.219 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 172.390,5 JamPenambahan Subscribers : 7.544 Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.187Total Tayangan Video (Total Views) : 419.078 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 3.167 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 647,2 JamPenambahan Subscribers : 36 Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 354Jumlah Subscribers : 27.800Total Tayangan Video (Total Views) : 1.139.801 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 19.225 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 400 Instagram Yufid TV (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 3.005Total Pengikut : 1.127.372Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.542 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 63 konten. Instagram Yufid Network (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 3.027Total Pengikut : 489.256Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 3.567 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 26 video. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  Website KonsultasiSyariah.com (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com merupakan sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan As-Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.820 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1746 audio dan rata-rata menghasilkan 28 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 14 artikel.  Website KisahMuslim.com (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website KhotbahJumat.com (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah shalat Jumat, terdapat 1177 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat. Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website PengusahaMuslim.com (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel.  Website Kajian.net (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan September 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh. Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Oktober 2022 ini saja telah didengarkan 46.036 kali dan telah di download sebanyak 2.367 file audio.  Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.920.324 kata dengan rata-rata produksi per bulan 40 ribu kata.  Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan September 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 77.407 kata.  Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.877 artikel dengan total durasi audio 141 jam dengan rata-rata perekaman 18 artikel per bulan, dan audio yang direkam sebulan terakhir bulan Oktober 2022 yaitu 76 artikel dengan jumlah durasi 8,5 jam.  Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Sidratul Muntaha, Jual Beli Di Masjid, Arti Mimpi Bertemu Kekasih, Surat Waqiah Pembuka Rezeki, Roh Manusia Sebelum Lahir, Sholat Jama Qoshor Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 178 QRIS donasi Yufid
Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Tidak terasa sudah 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 690 juta kali.  Selain di platform YouTube, Yufid juga memiliki situs web yang menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website di bawah naungan Yufid Network, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mulai tahun 2022, Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa setia Yufid dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.539Jumlah Subscribers :  3.651.897Total Tayangan Video (Total Views) :  589.103.780 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 8.113.244 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 1.021.209,5 JamPenambahan Subscribers : 32.613 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 133 video. Channel YouTube YUFID EDU (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1773Jumlah Subscribers : 275.924Total Tayangan Video (Total Views) :  18.614.786 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Rentang Oktober (Views/Month) : 173.634 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 8.982,6 JamPenambahan Subscribers : 1.943 Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 53 video. Channel YouTube YUFID KIDS (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 72Jumlah Subscribers : 298.791Total Tayangan Video (Total Views) : 82.636.146 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 2.729.219 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 172.390,5 JamPenambahan Subscribers : 7.544 Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.187Total Tayangan Video (Total Views) : 419.078 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 3.167 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 647,2 JamPenambahan Subscribers : 36 Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 354Jumlah Subscribers : 27.800Total Tayangan Video (Total Views) : 1.139.801 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 19.225 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 400 Instagram Yufid TV (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 3.005Total Pengikut : 1.127.372Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.542 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 63 konten. Instagram Yufid Network (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 3.027Total Pengikut : 489.256Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 3.567 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 26 video. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  Website KonsultasiSyariah.com (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com merupakan sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan As-Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.820 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1746 audio dan rata-rata menghasilkan 28 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 14 artikel.  Website KisahMuslim.com (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website KhotbahJumat.com (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah shalat Jumat, terdapat 1177 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat. Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website PengusahaMuslim.com (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel.  Website Kajian.net (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan September 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh. Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Oktober 2022 ini saja telah didengarkan 46.036 kali dan telah di download sebanyak 2.367 file audio.  Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.920.324 kata dengan rata-rata produksi per bulan 40 ribu kata.  Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan September 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 77.407 kata.  Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.877 artikel dengan total durasi audio 141 jam dengan rata-rata perekaman 18 artikel per bulan, dan audio yang direkam sebulan terakhir bulan Oktober 2022 yaitu 76 artikel dengan jumlah durasi 8,5 jam.  Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Sidratul Muntaha, Jual Beli Di Masjid, Arti Mimpi Bertemu Kekasih, Surat Waqiah Pembuka Rezeki, Roh Manusia Sebelum Lahir, Sholat Jama Qoshor Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 178 QRIS donasi Yufid


Yufid adalah tim kreatif yang berada di bawah naungan Yayasan Yufid Network, sebuah yayasan non-profit yang memiliki misi membuat dan menyediakan konten pendidikan dan dakwah secara gratis untuk semua kalangan masyarakat. Tidak terasa sudah 12 tahun, dengan izin Allah, Yufid telah ikut andil dalam perkembangan dakwah Islam, terutama di dunia digital. Yufid mempunyai beberapa channel di YouTube, yaitu Yufid.TV, Yufid EDU, dan Yufid Kids, yang hingga saat ini sudah ada lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) video yang sudah dipublikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh umat muslim di dunia secara GRATIS. Total subscribers dari channel-channel tersebut juga telah mencapai lebih dari 4 juta subscribers, dan seluruh video yang ada telah ditonton sebanyak 690 juta kali.  Selain di platform YouTube, Yufid juga memiliki situs web yang menyediakan hampir 10.000 (sepuluh ribu) artikel yang tersebar di berbagai website di bawah naungan Yufid Network, seperti KonsultasiSyariah.com, KisahMuslim.com, KhotbahJumat.com, kajian.net, dll. Semua pencapaian ini adalah karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mulai tahun 2022, Tim Yufid mencoba memberikan sebuah laporan produktivitas bulanan agar para pemirsa setia Yufid dapat mengetahui berbagai project dan perkembangan produksi dari Yufid itu sendiri, karena sejatinya Yufid merupakan sebuah wadah kreativitas yang dimiliki bersama.  Channel YouTube YUFID.TV (https://www.youtube.com/yufid) Jumlah Video : 15.539Jumlah Subscribers :  3.651.897Total Tayangan Video (Total Views) :  589.103.780 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 110 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 8.113.244 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 1.021.209,5 JamPenambahan Subscribers : 32.613 <img decoding="async" src="https://yufid.org/wp-content/uploads/2022/11/1.png" alt="" class="wp-image-208" width="512" height="384"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid.TV telah mempublikasikan 133 video. Channel YouTube YUFID EDU (https://www.youtube.com/yufidedu) Jumlah Video : 1773Jumlah Subscribers : 275.924Total Tayangan Video (Total Views) :  18.614.786 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 16 videoTayangan Rentang Oktober (Views/Month) : 173.634 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 8.982,6 JamPenambahan Subscribers : 1.943 <img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/V0g_K8JD6lgqrPi0Sn6f8Y-ycXQjbn59wm6FaEvOIkdqyepQxcXxJ-JeHi7E2jDYYSwh9V-3SvTWHiciPbqiwsw6CugYmmPinozZm979C4IMuW0_3Poz_Kp7w_-6MtLbrfhu1V5v5Dk6He1vVWk4UkxjMLGp8r_XRL58hyXD15UpxV4EJXooU_SprlI1sA" alt="" width="512" height="384"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 channel Yufid EDU telah mempublikasikan 53 video. Channel YouTube YUFID KIDS (https://www.youtube.com/yufidkids) Jumlah Video : 72Jumlah Subscribers : 298.791Total Tayangan Video (Total Views) : 82.636.146 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 1 videoTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 2.729.219 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 172.390,5 JamPenambahan Subscribers : 7.544 <img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/zzf8vcDH1Ax0jd_-Pd1B3E_O-XsFtm0WlosMJyRTb2g3TR5K7d1_CZtdDupewazUd6vl1-h1u79qk5tdNeP71NB-_0p4pVHp3WMogUZ6rRj_2d9tLoWvyF1W74yEbIAkzPkJfcBeXYERTAlTdJN0uS0zwZuS38x3IXlsxTErqdHLpoP9V-jSQwsYzSEaCQ" alt="" width="512" height="384"/>Untuk memproduksi video Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  4. Channel YouTube Dunia Mengaji (https://www.youtube.com/channel/UCY17jHxhMDhFhBYKNr7aCew) Channel Dunia Mengaji adalah untuk menampung video-video yang secara kualitas pengambilan gambar dan kualitas gambar jauh di bawah standar Yufid.TV, agar konten dakwah tetap bisa dinikmati oleh pemirsa. Jumlah Video : 272Jumlah Subscribers : 4.187Total Tayangan Video (Total Views) : 419.078 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 3 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 3.167 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) : 647,2 JamPenambahan Subscribers : 36 Channel YouTube العلم نور (https://www.youtube.com/channel/UCLFxhG3-8bloS720P9YXKcQ) Jumlah Video : 354Jumlah Subscribers : 27.800Total Tayangan Video (Total Views) : 1.139.801 kali ditontonRata-rata Produksi Perbulan : 7 video/bulanTayangan Video Rentang Oktober (Views/Month) : 19.225 kali ditontonJam Tayang Video Rentang Oktober (Watch time/Month) :  JamPenambahan Subscribers Perbulan : 400 Instagram Yufid TV (https://www.instagram.com/yufid.tv/) Total Konten : 3.005Total Pengikut : 1.127.372Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 8.542 Yufid TV mulai memanfaatkan media instagram sejak tahun 2015. Sejak tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten perbulannya. <img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/O2EIObmsd0_J61mrGeW6WoAhG1x_x3Tr2XpTYSKkifA7Ed2I82R67jEArV25HtpTI3qNmsXuZOiTzSSQBDNlzzjoh_mvI3oPilWmKpk_fDWY9EXdTqDUsebEnfIt7kX0AES7LfRWDO1HfTfo3T8RiYG2nAHZVjrNnNltZghxOv8DUtIhSMKR0Hhmrmj4MA" alt="" width="512" height="384"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 akun Instagram Yufid TV telah memposting 63 konten. Instagram Yufid Network (https://www.instagram.com/yufid/) Total Konten : 3.027Total Pengikut : 489.256Rata-Rata Produksi : 46 Konten/bulanPenambahan Follower : 3.567 Pertama kali Yufid memanfaatkan media instagram memiliki nama Yufid Network yaitu sejak tahun 2013, sebelum akhirnya di buatlah akun Yufid.TV agar lebih dikenal seiring dengan berkembangnya channel YouTube Yufid.TV. Mulai tahun 2022, instagram Yufid.TV dan Yufid Network insya Allah akan memposting konten setiap hari minimal 2 postingan, jadi rata-rata dari kedua akun tersebut dapat memproduksi yaitu 60 konten per bulannya.  Video Nasehat Ulama Salah satu project yang dikerjakan oleh tim Yufid.TV yaitu video Nasehat Ulama. Video pendek namun penuh dengan faedah berisi penggalan-penggalan nasehat yang disampaikan ulama-ulama terkemuka. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/kipMkMnewBgEG8yeVVPIRwDJl9bVRyPjjlMK3Pl5MpKrHMM0nmdyVY05w7s8HblkRkCvl8K4VD5wdlzq3cvDlaTTMcA881vBdOjjTofCxR7T5mRu_eeB3lMvbOijU4hQFbtEmmrJLbfEIoPk2QekUCiYP_oGJc8i88xr0n8cBzOd5ZI7GHImxI-rRMvBcQ" alt="" width="512" height="384"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022 video Nasehat Ulama telah dipublikasikan sebanyak 26 video. Video Motion Graphic & Yufid Kids Project unggulan lainnya dari Yufid.TV yaitu pembuatan video animasi motion graphic dan video Yufid Kids. Project motion graphic Yufid.TV memproduksi video-video berkualitas yang memadukan antara pemilihan tema yang tepat berupa potongan-potongan nasehat dari para ustadz atau ceramah-ceramah pendek yang diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik. Sedangkan video Yufid Kids mengemas materi-materi pendidikan untuk anak yang disajikan dengan gambar animasi anak sehingga membuat anak-anak kita lebih bersemangat dalam mempelajarinya. <img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/B3RA8ZzbMVs7PvqxxDL_priJGOauXgOdxndM06I0tm7J8eMHJJY5-ane3ieUhBmCksI067BpKrMbP4ZZyhfVN-UczaOL0utBq-qxgd3M3sKE3eckqFiwbI-nZXMCiMUIfEwA-kDVfH67CedjnwG5DcNepQ4MMfZB_b2KY7MJlTPRaDcjdjtcpZbnbBRBFA" alt="" width="512" height="384"/>Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, video Motion Graphic dan Yufid Kids telah mempublikasikan 1 video.  Untuk memproduksi video Motion Graphic dan Yufid Kids membutuhkan waktu yang lebih panjang dan pekerjaan yang lebih kompleks, namun sejak awal produksi hingga video dipublikasikan tim tetap bekerja setiap harinya.  Website KonsultasiSyariah.com (https://konsultasisyariah.com/) KonsultasiSyariah.com merupakan sebuah website yang menyajikan berbagai tanya jawab seputar permasalahan agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan kasus dan jawaban dipaparkan secara jelas dan ilmiah, berdasarkan dalil Al-Quran dan As-Sunnah serta keterangan para ulama. Hingga saat ini, website tersebut telah menuliskan 4.820 artikel yang berisi materi-materi permasalahan agama yang telah dijawab oleh para asatidz. Artikel dalam website KonsultasiSyariah.com juga kami tuangkan ke dalam bentuk audio visual dengan teknik typography dan dibantu oleh pengisi suara (voice over) yang telah memproduksi 1746 audio dan rata-rata menghasilkan 28 audio per bulan yang siap dimasukkan ke dalam project video Poster Dakwah Yufid.TV di YouTube.  Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KonsultasiSyariah.com telah mempublikasikan 14 artikel.  Website KisahMuslim.com (https://kisahmuslim.com/) KisahMuslim.com berisi kumpulan kisah para Nabi dan Rasul, kisah para sahabat Nabi, kisah orang-orang shalih terdahulu, biografi ulama, dan berbagai kisah yang penuh hikmah. Dalam website tersebut sudah ada 1054 artikel yang banyak kita ambil pelajarannya.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website KisahMuslim.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website KhotbahJumat.com (https://khotbahjumat.com/) KhotbahJumat.com berisi materi-materi khutbah yang bisa kita gunakan untuk mengisi khotbah pada ibadah shalat Jumat, terdapat 1177 artikel hingga saat ini, yang sangat bermanfaat untuk para khatib dan da’i yang mengisi khutbah jumat. Dalam sebulan terakhir yaitu bulan Oktober 2022, website KhotbahJumat.com telah mempublikasikan 5 artikel.  Website PengusahaMuslim.com (https://pengusahamuslim.com/) PengusahaMuslim.com merupakan sebuah website yang mengupas seluk beluk dunia usaha dan bisnis guna membantu terbentuknya pengusaha muslim baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat Islam dan memajukan perekonomian Indonesia. Terdapat 2470 artikel dalam website tersebut yang dapat membantu Anda menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak hanya di dunia, namun kesuksesan tersebut abadi hingga ke negeri akhirat.  Pada produksi terakhir bulan Agustus 2022, website PengusahaMuslim.com telah mempublikasikan 4 artikel.  Website Kajian.net (https://kajian.net/) Kajian.net adalah situs koleksi audio ceramah berbahasa Indonesia terlengkap dari ustadz-ustadz Ahlussunnah wal Jamaah, audio bacaan doa dan hadits berformat mp3, serta software islami dan e-Book kitab-kitab para ulama besar.  Total audio yang tersedia dalam website kajian.net hingga bulan September 2022 yaitu 22.001 file mp3.  Website Kajian.net bercita-cita sebagai gudang podcast kumpulan audio MP3 ceramah terlengkap yang dapat di download secara gratis dengan harapan dapat memudahkan Anda belajar hukum agama Islam dan aqidah Islam yang benar berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman salafush sholeh. Kami juga rutin mengupload audio MP3 seluruh kajian Yufid ke platform SoundCloud, Anda dapat mengaksesnya melalui https://soundcloud.com/kajiannet, yang pada bulan Oktober 2022 ini saja telah didengarkan 46.036 kali dan telah di download sebanyak 2.367 file audio.  Project Terjemahan Project ini bertujuan menerjemahkan konten dakwah, baik itu artikel, buku, dan ceramah para ulama. Konten dakwah yang aslinya berbahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, konten yang sudah diterjemahkan tersebut diolah kembali menjadi konten video, mp3, e-book, dan artikel di website.  Sejak memulai project ini pada tahun 2018, tim penerjemah Yufid telah menerjemahkan 1.920.324 kata dengan rata-rata produksi per bulan 40 ribu kata.  Dalam 1 bulan terakhir yaitu bulan September 2022, project terjemahan ini telah memproduksi 77.407 kata.  Perekaman Artikel Menjadi Audio Program ini adalah merekam seluruh artikel yang dipublikasikan di website-website Yufid seperti KonsultasiSyariah.com dan KisahMuslim.com ke dalam bentuk audio. Program ini bertujuan untuk memudahkan kaum muslimin mengakses konten dakwah dalam bentuk audio, terutama bagi mereka yang sibuk sehingga tidak ada kesempatan untuk membaca artikel. Mereka dapat mendengarkan audio yang sudah Yufid rekam sambil mereka beraktivitas, semisal di kendaraan, sambil bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Total artikel yang sudah direkam menjadi audio sejak pertama dimulai program ini tahun 2017 yaitu 1.877 artikel dengan total durasi audio 141 jam dengan rata-rata perekaman 18 artikel per bulan, dan audio yang direkam sebulan terakhir bulan Oktober 2022 yaitu 76 artikel dengan jumlah durasi 8,5 jam.  Pengelolaan Server Yufid mengelola tujuh server yang di dalamnya berisi website-website dakwah, ada server khusus untuk website Yufid, website yang telah dijelaskan pada point-point diatas hanya sebagian kecil dari website yang kami kelola, yaitu berjumlah 29 website dalam satu server tersebut. Selain itu terdapat juga website para ulama yang diletakkan di server yang berbeda dari server Yufid, ada pula website-website dakwah, streaming radio dll. Dari ketujuh server yang Yufid kelola kurang lebih terdapat 107 website yang masih aktif hingga saat ini. 🔍 Sidratul Muntaha, Jual Beli Di Masjid, Arti Mimpi Bertemu Kekasih, Surat Waqiah Pembuka Rezeki, Roh Manusia Sebelum Lahir, Sholat Jama Qoshor Visited 2 times, 1 visit(s) today Post Views: 178 <img class="aligncenter wp-image-43307" src="https://i0.wp.com/konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2023/10/qris-donasi-yufid-resized.jpeg" alt="QRIS donasi Yufid" width="741" height="1024" />

Peringatan Untuk Qari dan Pemegang Sanad al-Quran – Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama

Mengambil ijazah sanad al-Quran adalah hal yang bagus, baik itu dalam bentuk tertulis maupun lisan.Tujuannya adalah agar kamu berusaha untuk mempelajari al-Quran dengan cara yang benar. Adapun jika ia mengambil ijazah, tapi tetap saja membaca seperti ini: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iiiiiiiiiin.”Ia tidak boleh membacanya seperti ini. Berapa huruf Ya’ (ي) yang ia baca?Berapa Ya’ (ي) yang ia baca pada “Nasta’iin (نَسْتَعِينُ)”? Padahal huruf Ya’ ada berapa?Hanya ada satu huruf Ya’ (ي).Hukumnya di sini boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat, karena ia mad ‘aridh lissukun. Tapi jika ada orang yang membacanya dengan huruf Ya’ (ي) banyak sekali, maka meskipun ia punya ijazah sanad, itu tidak berguna baginya.Maksud dari ijazah bukanlah agar kamu dapat mengatakan, “Aku sudah talaqqi dari Syaikh Fulan.” Namun maksudnya adalah agar kamu membaca al-Quran, sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andai ada orang yang membaca al-Quran seperti bacaan Rasul, meski tidak punya ijazah,maka ia lebih baik daripada sepenuh bumi orang yang punya banyak ijazah,tetapi ia membaca al-Quran dengan cara yang tidak sesuai dengan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ==== وَأَمَّا أَخْذُ الْإِجَازَةِ فَهَذَا حَسَنٌ سَوَاءٌ كَانَتْ كِتَابَةً أَوْ كَانَتْ مَلْفُوْظَةً الْمَقْصُودُ أَنْ تَحْرِصَ عَلَى تَلَقِّي الْقُرْآنِ عَلَى الْوَجْهِ الصَّحِيحِ أَمَّا يَأْخُذُ إِجَازَةً وَيَأْتِي وَيَقْرَأُ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ هَذَا مَا يَجُوزُ أَنْ يَقْرَأَهَا هَكَذَا كَمْ يَاءً قَرَأَ هَذَا؟ كَمْ يَاءً قَرَأَ نَسْتَعِينُ؟ كَمْ فِيهَا يَاءً؟ يَاءٌ وَاحِدَةٌ وَفِيهَا إِمَّا الْقَصْرُ وَإِمَّا التَّوَسُّطُ وَإِمَّا الْمَدُّ لِأَنَّهَا عَارِضٌ لِلسُّكُونِ لَكِنْ يَأْتِي الْإِنْسَانُ وَيَضَعُ عِدَّةَ يَاءَاتٍ هَذَا لَوْ مَعَهُ إِجَازَةٌ مَا تَنْفَعُهُ لَيْسَ الْمَقْصُودُ بِالْإِجَازَةِ أَنْ تَقُولَ أَنَا قَرَأْتُ عَلَى الشَّيْخِ الْفُلَانِيِّ الْمَقْصُودُ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ كَمَا قَرَأَهُ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجُلٌ يَقْرَأُهُ كَذَلِكَ لَا إِجَازَةَ مَعَهُ خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِمَّنْ مَعَهُمْ إِجَازَاتٌ وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ عَلَى غَيْرِ مَا قَرَأَهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Peringatan Untuk Qari dan Pemegang Sanad al-Quran – Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama

Mengambil ijazah sanad al-Quran adalah hal yang bagus, baik itu dalam bentuk tertulis maupun lisan.Tujuannya adalah agar kamu berusaha untuk mempelajari al-Quran dengan cara yang benar. Adapun jika ia mengambil ijazah, tapi tetap saja membaca seperti ini: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iiiiiiiiiin.”Ia tidak boleh membacanya seperti ini. Berapa huruf Ya’ (ي) yang ia baca?Berapa Ya’ (ي) yang ia baca pada “Nasta’iin (نَسْتَعِينُ)”? Padahal huruf Ya’ ada berapa?Hanya ada satu huruf Ya’ (ي).Hukumnya di sini boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat, karena ia mad ‘aridh lissukun. Tapi jika ada orang yang membacanya dengan huruf Ya’ (ي) banyak sekali, maka meskipun ia punya ijazah sanad, itu tidak berguna baginya.Maksud dari ijazah bukanlah agar kamu dapat mengatakan, “Aku sudah talaqqi dari Syaikh Fulan.” Namun maksudnya adalah agar kamu membaca al-Quran, sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andai ada orang yang membaca al-Quran seperti bacaan Rasul, meski tidak punya ijazah,maka ia lebih baik daripada sepenuh bumi orang yang punya banyak ijazah,tetapi ia membaca al-Quran dengan cara yang tidak sesuai dengan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ==== وَأَمَّا أَخْذُ الْإِجَازَةِ فَهَذَا حَسَنٌ سَوَاءٌ كَانَتْ كِتَابَةً أَوْ كَانَتْ مَلْفُوْظَةً الْمَقْصُودُ أَنْ تَحْرِصَ عَلَى تَلَقِّي الْقُرْآنِ عَلَى الْوَجْهِ الصَّحِيحِ أَمَّا يَأْخُذُ إِجَازَةً وَيَأْتِي وَيَقْرَأُ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ هَذَا مَا يَجُوزُ أَنْ يَقْرَأَهَا هَكَذَا كَمْ يَاءً قَرَأَ هَذَا؟ كَمْ يَاءً قَرَأَ نَسْتَعِينُ؟ كَمْ فِيهَا يَاءً؟ يَاءٌ وَاحِدَةٌ وَفِيهَا إِمَّا الْقَصْرُ وَإِمَّا التَّوَسُّطُ وَإِمَّا الْمَدُّ لِأَنَّهَا عَارِضٌ لِلسُّكُونِ لَكِنْ يَأْتِي الْإِنْسَانُ وَيَضَعُ عِدَّةَ يَاءَاتٍ هَذَا لَوْ مَعَهُ إِجَازَةٌ مَا تَنْفَعُهُ لَيْسَ الْمَقْصُودُ بِالْإِجَازَةِ أَنْ تَقُولَ أَنَا قَرَأْتُ عَلَى الشَّيْخِ الْفُلَانِيِّ الْمَقْصُودُ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ كَمَا قَرَأَهُ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجُلٌ يَقْرَأُهُ كَذَلِكَ لَا إِجَازَةَ مَعَهُ خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِمَّنْ مَعَهُمْ إِجَازَاتٌ وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ عَلَى غَيْرِ مَا قَرَأَهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28
Mengambil ijazah sanad al-Quran adalah hal yang bagus, baik itu dalam bentuk tertulis maupun lisan.Tujuannya adalah agar kamu berusaha untuk mempelajari al-Quran dengan cara yang benar. Adapun jika ia mengambil ijazah, tapi tetap saja membaca seperti ini: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iiiiiiiiiin.”Ia tidak boleh membacanya seperti ini. Berapa huruf Ya’ (ي) yang ia baca?Berapa Ya’ (ي) yang ia baca pada “Nasta’iin (نَسْتَعِينُ)”? Padahal huruf Ya’ ada berapa?Hanya ada satu huruf Ya’ (ي).Hukumnya di sini boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat, karena ia mad ‘aridh lissukun. Tapi jika ada orang yang membacanya dengan huruf Ya’ (ي) banyak sekali, maka meskipun ia punya ijazah sanad, itu tidak berguna baginya.Maksud dari ijazah bukanlah agar kamu dapat mengatakan, “Aku sudah talaqqi dari Syaikh Fulan.” Namun maksudnya adalah agar kamu membaca al-Quran, sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andai ada orang yang membaca al-Quran seperti bacaan Rasul, meski tidak punya ijazah,maka ia lebih baik daripada sepenuh bumi orang yang punya banyak ijazah,tetapi ia membaca al-Quran dengan cara yang tidak sesuai dengan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ==== وَأَمَّا أَخْذُ الْإِجَازَةِ فَهَذَا حَسَنٌ سَوَاءٌ كَانَتْ كِتَابَةً أَوْ كَانَتْ مَلْفُوْظَةً الْمَقْصُودُ أَنْ تَحْرِصَ عَلَى تَلَقِّي الْقُرْآنِ عَلَى الْوَجْهِ الصَّحِيحِ أَمَّا يَأْخُذُ إِجَازَةً وَيَأْتِي وَيَقْرَأُ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ هَذَا مَا يَجُوزُ أَنْ يَقْرَأَهَا هَكَذَا كَمْ يَاءً قَرَأَ هَذَا؟ كَمْ يَاءً قَرَأَ نَسْتَعِينُ؟ كَمْ فِيهَا يَاءً؟ يَاءٌ وَاحِدَةٌ وَفِيهَا إِمَّا الْقَصْرُ وَإِمَّا التَّوَسُّطُ وَإِمَّا الْمَدُّ لِأَنَّهَا عَارِضٌ لِلسُّكُونِ لَكِنْ يَأْتِي الْإِنْسَانُ وَيَضَعُ عِدَّةَ يَاءَاتٍ هَذَا لَوْ مَعَهُ إِجَازَةٌ مَا تَنْفَعُهُ لَيْسَ الْمَقْصُودُ بِالْإِجَازَةِ أَنْ تَقُولَ أَنَا قَرَأْتُ عَلَى الشَّيْخِ الْفُلَانِيِّ الْمَقْصُودُ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ كَمَا قَرَأَهُ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجُلٌ يَقْرَأُهُ كَذَلِكَ لَا إِجَازَةَ مَعَهُ خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِمَّنْ مَعَهُمْ إِجَازَاتٌ وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ عَلَى غَيْرِ مَا قَرَأَهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


Mengambil ijazah sanad al-Quran adalah hal yang bagus, baik itu dalam bentuk tertulis maupun lisan.Tujuannya adalah agar kamu berusaha untuk mempelajari al-Quran dengan cara yang benar. Adapun jika ia mengambil ijazah, tapi tetap saja membaca seperti ini: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iiiiiiiiiin.”Ia tidak boleh membacanya seperti ini. Berapa huruf Ya’ (ي) yang ia baca?Berapa Ya’ (ي) yang ia baca pada “Nasta’iin (نَسْتَعِينُ)”? Padahal huruf Ya’ ada berapa?Hanya ada satu huruf Ya’ (ي).Hukumnya di sini boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat, karena ia mad ‘aridh lissukun. Tapi jika ada orang yang membacanya dengan huruf Ya’ (ي) banyak sekali, maka meskipun ia punya ijazah sanad, itu tidak berguna baginya.Maksud dari ijazah bukanlah agar kamu dapat mengatakan, “Aku sudah talaqqi dari Syaikh Fulan.” Namun maksudnya adalah agar kamu membaca al-Quran, sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Andai ada orang yang membaca al-Quran seperti bacaan Rasul, meski tidak punya ijazah,maka ia lebih baik daripada sepenuh bumi orang yang punya banyak ijazah,tetapi ia membaca al-Quran dengan cara yang tidak sesuai dengan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ==== وَأَمَّا أَخْذُ الْإِجَازَةِ فَهَذَا حَسَنٌ سَوَاءٌ كَانَتْ كِتَابَةً أَوْ كَانَتْ مَلْفُوْظَةً الْمَقْصُودُ أَنْ تَحْرِصَ عَلَى تَلَقِّي الْقُرْآنِ عَلَى الْوَجْهِ الصَّحِيحِ أَمَّا يَأْخُذُ إِجَازَةً وَيَأْتِي وَيَقْرَأُ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ هَذَا مَا يَجُوزُ أَنْ يَقْرَأَهَا هَكَذَا كَمْ يَاءً قَرَأَ هَذَا؟ كَمْ يَاءً قَرَأَ نَسْتَعِينُ؟ كَمْ فِيهَا يَاءً؟ يَاءٌ وَاحِدَةٌ وَفِيهَا إِمَّا الْقَصْرُ وَإِمَّا التَّوَسُّطُ وَإِمَّا الْمَدُّ لِأَنَّهَا عَارِضٌ لِلسُّكُونِ لَكِنْ يَأْتِي الْإِنْسَانُ وَيَضَعُ عِدَّةَ يَاءَاتٍ هَذَا لَوْ مَعَهُ إِجَازَةٌ مَا تَنْفَعُهُ لَيْسَ الْمَقْصُودُ بِالْإِجَازَةِ أَنْ تَقُولَ أَنَا قَرَأْتُ عَلَى الشَّيْخِ الْفُلَانِيِّ الْمَقْصُودُ أَنْ تَقْرَأَ الْقُرْآنَ كَمَا قَرَأَهُ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَجُلٌ يَقْرَأُهُ كَذَلِكَ لَا إِجَازَةَ مَعَهُ خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِمَّنْ مَعَهُمْ إِجَازَاتٌ وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ عَلَى غَيْرِ مَا قَرَأَهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Perbedaan Cara Duduk dan Sujud bagi Wanita

Para pembaca rahimakumullah, perlu diketahui bahwa pada asalnya, tata cara salat laki-laki dan wanita itu sama. Namun, ada perbedaan pada beberapa bagian saja. Salah satunya pada tata cara duduk dan sujud.Ketika sujud, kita dianjurkan untuk melebarkan anggota-anggota badan. Sebagaimana dalam hadis dari Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ’anhu, ia berkata,أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا صلَّى فرَّج بين يديهِ، حتى يبدوَ بياضُ إبْطَيه“Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam salat, beliau melebarkan kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau.” (HR. Bukhari no. 390 dan Muslim no. 495)Demikian pula dalam dalam hadis dari Al-Barra bin Azib radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,إذا سجَدْتَ فضَعْ كفَّيْكَ وارفَعْ مِرْفَقَيْكَ“Jika engkau sujud, maka letakkan kedua tanganmu di lantai dan angkat sikumu.” (HR. Muslim no. 494)Namun, anjuran ini khusus bagi laki-laki!Adapun bagi wanita, dianjurkan untuk tidak melebarkan tangan dan dianjurkan merapatkan tangannya ke badan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi berikut ini,عن ابن عباس أنه سئل عن صلاة المرأة فقال: تجتمع وتحتفز“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang salatnya wanita. Beliau lalu menjawab, ‘Hendaknya mereka merapatkan dan mendekatkan anggota-anggota badannya.'” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 2/124/2791, sanadnya hasan)عن نافع عن ابن عمر أنه سئل كيف كن النساء يصلين على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال: كن يتربعن ثم أمرن أن يحتفزن“Dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah ditanya bagaimana dahulu para sahabiyah salat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar menjawab, ‘Mereka duduk merapatkan kakinya dan mereka diperintahkan untuk merapatkan anggota badannya ketika sujud.'” (HR. Abu Hanifah dalam Musnad-nya, sanadnya sahih)Baca Juga: Perbanyaklah Bersujud kepada AllahIni juga yang dipahami Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah, beliau mengatakan,إذا سجدت المرأة فلتضمّ فخذيها ولتضع بطنها عليهما“Jika wanita sujud, maka hendaknya ia merapatkan pahanya dan mendekatkan pahanya dengan badannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 1/303/290)Tujuan ini semua agar aurat wanita lebih terjaga dan agar tidak menjadi fitnah (godaan). Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan,الأصل أن يثبت في حق المرأة من أحكام الصلاة ما ثبت للرجال ، لأن الخطاب يشملها غير أنها خالفته في ترك التجافي ، لأنها عورة ، فاستحب لها جَمْع نفسها ليكون أستر لها ، فإنه لا يؤمن أن يبدو منها شيء حال التجافي“Hukum asalnya, hukum salat yang berlaku bagi wanita itu sama dengan apa yang berlaku bagi laki-laki. Karena yang dituju oleh dalil itu juga mencakup wanita. Kecuali, perbedaan bagi wanita ialah mereka dianjurkan untuk tidak melebarkan anggota badan. Karena wanita adalah aurat. Maka dianjurkan untuk merapatkan anggota-anggota badannya, agar lebih tertutup auratnya. Karena ada resiko tersingkap bagian auratnya ketika ia melebarkan anggota-anggota badannya.” (Al-Mughni, 1: 632).Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Hukum Menjawab Salam ketika Sedang SujudApakah Dahi Wajib Menempel Langsung Ke Lantai Ketika Sujud?***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Dukhan, Nasehat Ulama Tentang Kematian, Bukti Syiah Sesat, Calon Suami Idaman Menurut Islam, Solat AsharTags: cara shalatfikihfikih shalatgerakan shalatkeutamaan shalatkewajiban shalatnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat

Perbedaan Cara Duduk dan Sujud bagi Wanita

Para pembaca rahimakumullah, perlu diketahui bahwa pada asalnya, tata cara salat laki-laki dan wanita itu sama. Namun, ada perbedaan pada beberapa bagian saja. Salah satunya pada tata cara duduk dan sujud.Ketika sujud, kita dianjurkan untuk melebarkan anggota-anggota badan. Sebagaimana dalam hadis dari Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ’anhu, ia berkata,أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا صلَّى فرَّج بين يديهِ، حتى يبدوَ بياضُ إبْطَيه“Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam salat, beliau melebarkan kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau.” (HR. Bukhari no. 390 dan Muslim no. 495)Demikian pula dalam dalam hadis dari Al-Barra bin Azib radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,إذا سجَدْتَ فضَعْ كفَّيْكَ وارفَعْ مِرْفَقَيْكَ“Jika engkau sujud, maka letakkan kedua tanganmu di lantai dan angkat sikumu.” (HR. Muslim no. 494)Namun, anjuran ini khusus bagi laki-laki!Adapun bagi wanita, dianjurkan untuk tidak melebarkan tangan dan dianjurkan merapatkan tangannya ke badan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi berikut ini,عن ابن عباس أنه سئل عن صلاة المرأة فقال: تجتمع وتحتفز“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang salatnya wanita. Beliau lalu menjawab, ‘Hendaknya mereka merapatkan dan mendekatkan anggota-anggota badannya.'” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 2/124/2791, sanadnya hasan)عن نافع عن ابن عمر أنه سئل كيف كن النساء يصلين على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال: كن يتربعن ثم أمرن أن يحتفزن“Dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah ditanya bagaimana dahulu para sahabiyah salat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar menjawab, ‘Mereka duduk merapatkan kakinya dan mereka diperintahkan untuk merapatkan anggota badannya ketika sujud.'” (HR. Abu Hanifah dalam Musnad-nya, sanadnya sahih)Baca Juga: Perbanyaklah Bersujud kepada AllahIni juga yang dipahami Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah, beliau mengatakan,إذا سجدت المرأة فلتضمّ فخذيها ولتضع بطنها عليهما“Jika wanita sujud, maka hendaknya ia merapatkan pahanya dan mendekatkan pahanya dengan badannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 1/303/290)Tujuan ini semua agar aurat wanita lebih terjaga dan agar tidak menjadi fitnah (godaan). Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan,الأصل أن يثبت في حق المرأة من أحكام الصلاة ما ثبت للرجال ، لأن الخطاب يشملها غير أنها خالفته في ترك التجافي ، لأنها عورة ، فاستحب لها جَمْع نفسها ليكون أستر لها ، فإنه لا يؤمن أن يبدو منها شيء حال التجافي“Hukum asalnya, hukum salat yang berlaku bagi wanita itu sama dengan apa yang berlaku bagi laki-laki. Karena yang dituju oleh dalil itu juga mencakup wanita. Kecuali, perbedaan bagi wanita ialah mereka dianjurkan untuk tidak melebarkan anggota badan. Karena wanita adalah aurat. Maka dianjurkan untuk merapatkan anggota-anggota badannya, agar lebih tertutup auratnya. Karena ada resiko tersingkap bagian auratnya ketika ia melebarkan anggota-anggota badannya.” (Al-Mughni, 1: 632).Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Hukum Menjawab Salam ketika Sedang SujudApakah Dahi Wajib Menempel Langsung Ke Lantai Ketika Sujud?***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Dukhan, Nasehat Ulama Tentang Kematian, Bukti Syiah Sesat, Calon Suami Idaman Menurut Islam, Solat AsharTags: cara shalatfikihfikih shalatgerakan shalatkeutamaan shalatkewajiban shalatnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat
Para pembaca rahimakumullah, perlu diketahui bahwa pada asalnya, tata cara salat laki-laki dan wanita itu sama. Namun, ada perbedaan pada beberapa bagian saja. Salah satunya pada tata cara duduk dan sujud.Ketika sujud, kita dianjurkan untuk melebarkan anggota-anggota badan. Sebagaimana dalam hadis dari Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ’anhu, ia berkata,أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا صلَّى فرَّج بين يديهِ، حتى يبدوَ بياضُ إبْطَيه“Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam salat, beliau melebarkan kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau.” (HR. Bukhari no. 390 dan Muslim no. 495)Demikian pula dalam dalam hadis dari Al-Barra bin Azib radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,إذا سجَدْتَ فضَعْ كفَّيْكَ وارفَعْ مِرْفَقَيْكَ“Jika engkau sujud, maka letakkan kedua tanganmu di lantai dan angkat sikumu.” (HR. Muslim no. 494)Namun, anjuran ini khusus bagi laki-laki!Adapun bagi wanita, dianjurkan untuk tidak melebarkan tangan dan dianjurkan merapatkan tangannya ke badan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi berikut ini,عن ابن عباس أنه سئل عن صلاة المرأة فقال: تجتمع وتحتفز“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang salatnya wanita. Beliau lalu menjawab, ‘Hendaknya mereka merapatkan dan mendekatkan anggota-anggota badannya.'” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 2/124/2791, sanadnya hasan)عن نافع عن ابن عمر أنه سئل كيف كن النساء يصلين على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال: كن يتربعن ثم أمرن أن يحتفزن“Dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah ditanya bagaimana dahulu para sahabiyah salat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar menjawab, ‘Mereka duduk merapatkan kakinya dan mereka diperintahkan untuk merapatkan anggota badannya ketika sujud.'” (HR. Abu Hanifah dalam Musnad-nya, sanadnya sahih)Baca Juga: Perbanyaklah Bersujud kepada AllahIni juga yang dipahami Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah, beliau mengatakan,إذا سجدت المرأة فلتضمّ فخذيها ولتضع بطنها عليهما“Jika wanita sujud, maka hendaknya ia merapatkan pahanya dan mendekatkan pahanya dengan badannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 1/303/290)Tujuan ini semua agar aurat wanita lebih terjaga dan agar tidak menjadi fitnah (godaan). Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan,الأصل أن يثبت في حق المرأة من أحكام الصلاة ما ثبت للرجال ، لأن الخطاب يشملها غير أنها خالفته في ترك التجافي ، لأنها عورة ، فاستحب لها جَمْع نفسها ليكون أستر لها ، فإنه لا يؤمن أن يبدو منها شيء حال التجافي“Hukum asalnya, hukum salat yang berlaku bagi wanita itu sama dengan apa yang berlaku bagi laki-laki. Karena yang dituju oleh dalil itu juga mencakup wanita. Kecuali, perbedaan bagi wanita ialah mereka dianjurkan untuk tidak melebarkan anggota badan. Karena wanita adalah aurat. Maka dianjurkan untuk merapatkan anggota-anggota badannya, agar lebih tertutup auratnya. Karena ada resiko tersingkap bagian auratnya ketika ia melebarkan anggota-anggota badannya.” (Al-Mughni, 1: 632).Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Hukum Menjawab Salam ketika Sedang SujudApakah Dahi Wajib Menempel Langsung Ke Lantai Ketika Sujud?***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Dukhan, Nasehat Ulama Tentang Kematian, Bukti Syiah Sesat, Calon Suami Idaman Menurut Islam, Solat AsharTags: cara shalatfikihfikih shalatgerakan shalatkeutamaan shalatkewajiban shalatnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat


Para pembaca rahimakumullah, perlu diketahui bahwa pada asalnya, tata cara salat laki-laki dan wanita itu sama. Namun, ada perbedaan pada beberapa bagian saja. Salah satunya pada tata cara duduk dan sujud.Ketika sujud, kita dianjurkan untuk melebarkan anggota-anggota badan. Sebagaimana dalam hadis dari Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ’anhu, ia berkata,أن النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا صلَّى فرَّج بين يديهِ، حتى يبدوَ بياضُ إبْطَيه“Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam salat, beliau melebarkan kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau.” (HR. Bukhari no. 390 dan Muslim no. 495)Demikian pula dalam dalam hadis dari Al-Barra bin Azib radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,إذا سجَدْتَ فضَعْ كفَّيْكَ وارفَعْ مِرْفَقَيْكَ“Jika engkau sujud, maka letakkan kedua tanganmu di lantai dan angkat sikumu.” (HR. Muslim no. 494)Namun, anjuran ini khusus bagi laki-laki!Adapun bagi wanita, dianjurkan untuk tidak melebarkan tangan dan dianjurkan merapatkan tangannya ke badan. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat dari para sahabat Nabi berikut ini,عن ابن عباس أنه سئل عن صلاة المرأة فقال: تجتمع وتحتفز“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau ditanya tentang salatnya wanita. Beliau lalu menjawab, ‘Hendaknya mereka merapatkan dan mendekatkan anggota-anggota badannya.'” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 2/124/2791, sanadnya hasan)عن نافع عن ابن عمر أنه سئل كيف كن النساء يصلين على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال: كن يتربعن ثم أمرن أن يحتفزن“Dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah ditanya bagaimana dahulu para sahabiyah salat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ibnu Umar menjawab, ‘Mereka duduk merapatkan kakinya dan mereka diperintahkan untuk merapatkan anggota badannya ketika sujud.'” (HR. Abu Hanifah dalam Musnad-nya, sanadnya sahih)Baca Juga: Perbanyaklah Bersujud kepada AllahIni juga yang dipahami Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah, beliau mengatakan,إذا سجدت المرأة فلتضمّ فخذيها ولتضع بطنها عليهما“Jika wanita sujud, maka hendaknya ia merapatkan pahanya dan mendekatkan pahanya dengan badannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 1/303/290)Tujuan ini semua agar aurat wanita lebih terjaga dan agar tidak menjadi fitnah (godaan). Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan,الأصل أن يثبت في حق المرأة من أحكام الصلاة ما ثبت للرجال ، لأن الخطاب يشملها غير أنها خالفته في ترك التجافي ، لأنها عورة ، فاستحب لها جَمْع نفسها ليكون أستر لها ، فإنه لا يؤمن أن يبدو منها شيء حال التجافي“Hukum asalnya, hukum salat yang berlaku bagi wanita itu sama dengan apa yang berlaku bagi laki-laki. Karena yang dituju oleh dalil itu juga mencakup wanita. Kecuali, perbedaan bagi wanita ialah mereka dianjurkan untuk tidak melebarkan anggota badan. Karena wanita adalah aurat. Maka dianjurkan untuk merapatkan anggota-anggota badannya, agar lebih tertutup auratnya. Karena ada resiko tersingkap bagian auratnya ketika ia melebarkan anggota-anggota badannya.” (Al-Mughni, 1: 632).Wallahu a’lam, semoga Allah Ta’ala memberi taufik.Baca Juga:Hukum Menjawab Salam ketika Sedang SujudApakah Dahi Wajib Menempel Langsung Ke Lantai Ketika Sujud?***Penulis: Yulian PurnamaArtikel: www.muslim.or.id🔍 Dukhan, Nasehat Ulama Tentang Kematian, Bukti Syiah Sesat, Calon Suami Idaman Menurut Islam, Solat AsharTags: cara shalatfikihfikih shalatgerakan shalatkeutamaan shalatkewajiban shalatnasihatnasihat islampanduan shalatshalat sunnahshalat wajibtata cara shalattuntunan shalat
Prev     Next