Keindahan Islam (9)

4. Agama Islam Dibangun di Atas Prinsip Meraih Kebaikan dan Menolak BahayaAgama Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hamba-hamba-Nya, sehingga dalam memerintahkan dan melarang hamba-hamba-Nya, semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan mereka sendiri.Apakah Maksud dari Agama Islam Dibangun di Atas Meraih Kebaikan dan Menolak Bahaya?Maksud dari pernyataan di atas adalah setiap perkara yang Allah perintahkan, pastilah mengandung kebaikan, manfaat, keuntungan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, dan setiap perkara yang Allah larang, pastilah mengandung keburukan, kerusakkan, dan bahaya.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,الله لم يأمرنا إلا بما فيه صلاحنا، ولم ينهنا إلا عما فيه فسادنا“Allah tidak memerintahkan kita kecuali dengan perintah yang mengandung kebaikan bagi kita, dan tidaklah melarang kita kecuali dari perkara yang mengandung kerusakan/bahaya bagi kita” (Majmu’ul Fatawa (25/282))[1. Dinukil dari: http://majles.alukah.net/t49126/].Dalil-dalil tentang hal di atas, di antaranya yaitu, firman Allah Ta’ala,وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiyaa’: 107).Konsekuensi keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah yang membawa ajaran rahmat adalah ajaran beliau bawa ajaran tersebut mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya dan kerugian.Firman Allah Ta’ala,الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maaidah: 3).Penyempurnaan nikmat dari Allah adalah dengan cara menyempurnakan agama Islam ini, sedangkan kesempurnaan agama Islam terwujud dengan syari’at yang mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya.وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah: 179).Ayat yang agung ini menunjukkan bahwa syari’at qishash yang sepintas lalu nampak keras, sesungguhnya mengandung kasih sayang kepada manusia, karena alasan hukum qishash tersebut diberlakukan dalam Islam untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dengan memberikan efek jera kepada orang yang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan. Dengan demikian jiwa manusia pun akan aman dari pembunuhan yang batil, setidaknya dapat diminimalisir.Setiap Perintah Allah Mengandung Maslahat, dan Setiap yang Dilarang Mengandung BahayaKetahuilah wahai para pembaca, bahwa setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan, baik yang hukumnya sunnah maupun wajib,  mengandung dua kemungkinan, yaitu: Manfaatnya murni. Manfaatnya lebih besar dari kerugiannya (mudharat) yang sifatnya duniawi belaka. Dan setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam larang, baik yang hukumnya makruh maupun haram,  mengandung dua kemungkinan, Mudharat, mafsadat, bahaya, kerugian, atau kerusakan yang murni. Mudharatnya lebih besar dari manfaat yang bersifat duniawi semata.   [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id____🔍 Hadits Tentang Menjaga Lisan, Cerita Nabi Untuk Anak Usia Dini, Do'a Turun Hujan, Thola'al Badru, Download Ceramah Mp3

Keindahan Islam (9)

4. Agama Islam Dibangun di Atas Prinsip Meraih Kebaikan dan Menolak BahayaAgama Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hamba-hamba-Nya, sehingga dalam memerintahkan dan melarang hamba-hamba-Nya, semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan mereka sendiri.Apakah Maksud dari Agama Islam Dibangun di Atas Meraih Kebaikan dan Menolak Bahaya?Maksud dari pernyataan di atas adalah setiap perkara yang Allah perintahkan, pastilah mengandung kebaikan, manfaat, keuntungan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, dan setiap perkara yang Allah larang, pastilah mengandung keburukan, kerusakkan, dan bahaya.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,الله لم يأمرنا إلا بما فيه صلاحنا، ولم ينهنا إلا عما فيه فسادنا“Allah tidak memerintahkan kita kecuali dengan perintah yang mengandung kebaikan bagi kita, dan tidaklah melarang kita kecuali dari perkara yang mengandung kerusakan/bahaya bagi kita” (Majmu’ul Fatawa (25/282))[1. Dinukil dari: http://majles.alukah.net/t49126/].Dalil-dalil tentang hal di atas, di antaranya yaitu, firman Allah Ta’ala,وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiyaa’: 107).Konsekuensi keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah yang membawa ajaran rahmat adalah ajaran beliau bawa ajaran tersebut mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya dan kerugian.Firman Allah Ta’ala,الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maaidah: 3).Penyempurnaan nikmat dari Allah adalah dengan cara menyempurnakan agama Islam ini, sedangkan kesempurnaan agama Islam terwujud dengan syari’at yang mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya.وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah: 179).Ayat yang agung ini menunjukkan bahwa syari’at qishash yang sepintas lalu nampak keras, sesungguhnya mengandung kasih sayang kepada manusia, karena alasan hukum qishash tersebut diberlakukan dalam Islam untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dengan memberikan efek jera kepada orang yang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan. Dengan demikian jiwa manusia pun akan aman dari pembunuhan yang batil, setidaknya dapat diminimalisir.Setiap Perintah Allah Mengandung Maslahat, dan Setiap yang Dilarang Mengandung BahayaKetahuilah wahai para pembaca, bahwa setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan, baik yang hukumnya sunnah maupun wajib,  mengandung dua kemungkinan, yaitu: Manfaatnya murni. Manfaatnya lebih besar dari kerugiannya (mudharat) yang sifatnya duniawi belaka. Dan setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam larang, baik yang hukumnya makruh maupun haram,  mengandung dua kemungkinan, Mudharat, mafsadat, bahaya, kerugian, atau kerusakan yang murni. Mudharatnya lebih besar dari manfaat yang bersifat duniawi semata.   [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id____🔍 Hadits Tentang Menjaga Lisan, Cerita Nabi Untuk Anak Usia Dini, Do'a Turun Hujan, Thola'al Badru, Download Ceramah Mp3
4. Agama Islam Dibangun di Atas Prinsip Meraih Kebaikan dan Menolak BahayaAgama Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hamba-hamba-Nya, sehingga dalam memerintahkan dan melarang hamba-hamba-Nya, semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan mereka sendiri.Apakah Maksud dari Agama Islam Dibangun di Atas Meraih Kebaikan dan Menolak Bahaya?Maksud dari pernyataan di atas adalah setiap perkara yang Allah perintahkan, pastilah mengandung kebaikan, manfaat, keuntungan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, dan setiap perkara yang Allah larang, pastilah mengandung keburukan, kerusakkan, dan bahaya.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,الله لم يأمرنا إلا بما فيه صلاحنا، ولم ينهنا إلا عما فيه فسادنا“Allah tidak memerintahkan kita kecuali dengan perintah yang mengandung kebaikan bagi kita, dan tidaklah melarang kita kecuali dari perkara yang mengandung kerusakan/bahaya bagi kita” (Majmu’ul Fatawa (25/282))[1. Dinukil dari: http://majles.alukah.net/t49126/].Dalil-dalil tentang hal di atas, di antaranya yaitu, firman Allah Ta’ala,وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiyaa’: 107).Konsekuensi keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah yang membawa ajaran rahmat adalah ajaran beliau bawa ajaran tersebut mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya dan kerugian.Firman Allah Ta’ala,الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maaidah: 3).Penyempurnaan nikmat dari Allah adalah dengan cara menyempurnakan agama Islam ini, sedangkan kesempurnaan agama Islam terwujud dengan syari’at yang mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya.وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah: 179).Ayat yang agung ini menunjukkan bahwa syari’at qishash yang sepintas lalu nampak keras, sesungguhnya mengandung kasih sayang kepada manusia, karena alasan hukum qishash tersebut diberlakukan dalam Islam untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dengan memberikan efek jera kepada orang yang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan. Dengan demikian jiwa manusia pun akan aman dari pembunuhan yang batil, setidaknya dapat diminimalisir.Setiap Perintah Allah Mengandung Maslahat, dan Setiap yang Dilarang Mengandung BahayaKetahuilah wahai para pembaca, bahwa setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan, baik yang hukumnya sunnah maupun wajib,  mengandung dua kemungkinan, yaitu: Manfaatnya murni. Manfaatnya lebih besar dari kerugiannya (mudharat) yang sifatnya duniawi belaka. Dan setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam larang, baik yang hukumnya makruh maupun haram,  mengandung dua kemungkinan, Mudharat, mafsadat, bahaya, kerugian, atau kerusakan yang murni. Mudharatnya lebih besar dari manfaat yang bersifat duniawi semata.   [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id____🔍 Hadits Tentang Menjaga Lisan, Cerita Nabi Untuk Anak Usia Dini, Do'a Turun Hujan, Thola'al Badru, Download Ceramah Mp3


4. Agama Islam Dibangun di Atas Prinsip Meraih Kebaikan dan Menolak BahayaAgama Islam adalah agama yang Allah turunkan untuk kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hamba-hamba-Nya, sehingga dalam memerintahkan dan melarang hamba-hamba-Nya, semata-mata demi kebaikan dan kebahagiaan mereka sendiri.Apakah Maksud dari Agama Islam Dibangun di Atas Meraih Kebaikan dan Menolak Bahaya?Maksud dari pernyataan di atas adalah setiap perkara yang Allah perintahkan, pastilah mengandung kebaikan, manfaat, keuntungan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, dan setiap perkara yang Allah larang, pastilah mengandung keburukan, kerusakkan, dan bahaya.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,الله لم يأمرنا إلا بما فيه صلاحنا، ولم ينهنا إلا عما فيه فسادنا“Allah tidak memerintahkan kita kecuali dengan perintah yang mengandung kebaikan bagi kita, dan tidaklah melarang kita kecuali dari perkara yang mengandung kerusakan/bahaya bagi kita” (Majmu’ul Fatawa (25/282))[1. Dinukil dari: http://majles.alukah.net/t49126/].Dalil-dalil tentang hal di atas, di antaranya yaitu, firman Allah Ta’ala,وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiyaa’: 107).Konsekuensi keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan Allah yang membawa ajaran rahmat adalah ajaran beliau bawa ajaran tersebut mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya dan kerugian.Firman Allah Ta’ala,الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al-Maaidah: 3).Penyempurnaan nikmat dari Allah adalah dengan cara menyempurnakan agama Islam ini, sedangkan kesempurnaan agama Islam terwujud dengan syari’at yang mengandung prinsip meraih kebaikan dan menolak bahaya.وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah: 179).Ayat yang agung ini menunjukkan bahwa syari’at qishash yang sepintas lalu nampak keras, sesungguhnya mengandung kasih sayang kepada manusia, karena alasan hukum qishash tersebut diberlakukan dalam Islam untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dengan memberikan efek jera kepada orang yang membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan. Dengan demikian jiwa manusia pun akan aman dari pembunuhan yang batil, setidaknya dapat diminimalisir.Setiap Perintah Allah Mengandung Maslahat, dan Setiap yang Dilarang Mengandung BahayaKetahuilah wahai para pembaca, bahwa setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan, baik yang hukumnya sunnah maupun wajib,  mengandung dua kemungkinan, yaitu: Manfaatnya murni. Manfaatnya lebih besar dari kerugiannya (mudharat) yang sifatnya duniawi belaka. Dan setiap perkara yang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam larang, baik yang hukumnya makruh maupun haram,  mengandung dua kemungkinan, Mudharat, mafsadat, bahaya, kerugian, atau kerusakan yang murni. Mudharatnya lebih besar dari manfaat yang bersifat duniawi semata.   [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id____🔍 Hadits Tentang Menjaga Lisan, Cerita Nabi Untuk Anak Usia Dini, Do'a Turun Hujan, Thola'al Badru, Download Ceramah Mp3

Penerimaan Santriwati Baru SMP Tahfizh Al-Ittiba’ Klaten, Jawa Tengah (Tahun Pelajaran 2017/2018)

INFORMASI PENERIMAAN SANTRIWATI BARU SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ KLATEN JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2017/2018SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ Klaten – Jawa TengahPimpinan: Ustadz MUHAMMAD WASITHO ABU FAWAZ (Pembina Grup WA/BB : MAJLIS HADITS)Menerima PENDAFTARAN SANTRIWATI BARU tahun pembelajaran 2017 / 2018 berbasis messaging apps ( Whatsapp, BBM & Telegram ) dengan ketentuan sebagai berikut :Persyaratan Pendaftaran1). Usia minimal 12 tahun (Lulus SD/MI/sederajat)2). Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000,- melalui transfer ke Bank Muamalat: No. Rek. : 5290003779 a/n : Muhammad Wasitho (Pimpinan Ponpes)3). Mengirimkan bukti transfer dan data sebagai berikut : a). Nama calon santri b). Tempat / tanggal lahir c). No Kartu Keluarga (KK) d). Nama Ayah e). Nomer KTP ayah f). Alamat lengkap g). No telp yg bisa dihubungi setiap saat melaluimessaging apps WhatsApp : 0857 2676 0880 0819 0415 0991 Telegram 0857 2676 0880 BBM 54D803104). Pendaftar wajib mengikuti tes masuk dan wawancaraWaktu Pendaftaran : 1). Pendaftaran : 1 Februari 2017 – 20 Mei 2017 2). Tes Masuk : 11 Februari 2017 dan 20 Mei 2017 3) Pengumuman Kelulusan : 27 Maret 2017 dan 22 Mei 2017 4) Daftar Ulang : Periode 1 : 3-8 April 2017 (pembayaran 30 % Biaya Administrasi) Periode 2 : 22-27 Mei 2017 (Pembayaran 50 % Biaya Administrasi)Materi Tes Masuk : – Baca tulis Al-Qur’an – Kecepatan hafalan – Matematika, IPA, bahasa Inggris – WawancaraPendaftaran DAFTAR ULANGSetelah dinyatakan lulus & diterima sebagai santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ : 1). Membayar Uang Pangkal (min 20%), Uang Buku (min 50%) dan SPP bulan Juli 2017 2). Menandatangani surat perjanjian antara santri & wali santri dengan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ 3). Menyerahkan formulir daftar ulang (diisi lengkap) 4). Pas Foto 3×4 dan 4×6 berwarna @ 4 lembar 5). Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) = 2 lembar 6). Menyerahkan fotocopy Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) = 2 lembar 7). Menyerahkan fotocopy akta kelahiran = 2 lembar 8). Menyerahkan fotocopy rapor 9). Menyerahkan fotokopi Ijazah BIAYA ADMINISTRASI ➖ Uang Pembangunan Gedung : GRATIS ➖ Uang Pangkal : Rp 6.750.000,- ➖ SPP bulan Juli : Rp 900.000 ➖ Uang Buku : Rp 1.250.000 (1 tahun) ➖ Baju Seragam : Rp 700.000 (4 stel) ANAK YATIM GRATIS BEASISWA bagi SANTRIWATI TIDAK MAMPU yang BERPRESTASISantriwati Hafal 30 Juz Al-Qur’an, ber Aqidah dan Manhaj yang lurus, beribadah sesuai tuntunan Nabi, dan ber-Akhlaq Karimah (in syaa Allah) HADIAH UMROH BAGI HAFIZHAH TERBAIK ALAMAT PONDOK PESANTRENKampus 1 : Sebelah Barat POM Bensin Tlogorandu, Juwiring, KlatenKampus 2 (asrama putri) Kwarasan, Juwiring, Klaten*Ruang BELAJAR ber-AC Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telpon, SMS, WA, Telegram : ☎ Hotline 24 jam : 0857 2676 0880 e-mail : ponpesalittiba@gmail.comHOMEPAGE: Http://abufawaz.wordpress.comLihat Poster 1: klik di sini Lihat Poster 2: klik di sini🔍 Sahabat Islam, Kepemimpinan Utsman Bin Affan, Ceramah Menjaga Lisan, Pengertian Ya'juj Dan Ma'juj, Waktu Sholat Isya Sampai Jam Berapa

Penerimaan Santriwati Baru SMP Tahfizh Al-Ittiba’ Klaten, Jawa Tengah (Tahun Pelajaran 2017/2018)

INFORMASI PENERIMAAN SANTRIWATI BARU SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ KLATEN JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2017/2018SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ Klaten – Jawa TengahPimpinan: Ustadz MUHAMMAD WASITHO ABU FAWAZ (Pembina Grup WA/BB : MAJLIS HADITS)Menerima PENDAFTARAN SANTRIWATI BARU tahun pembelajaran 2017 / 2018 berbasis messaging apps ( Whatsapp, BBM & Telegram ) dengan ketentuan sebagai berikut :Persyaratan Pendaftaran1). Usia minimal 12 tahun (Lulus SD/MI/sederajat)2). Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000,- melalui transfer ke Bank Muamalat: No. Rek. : 5290003779 a/n : Muhammad Wasitho (Pimpinan Ponpes)3). Mengirimkan bukti transfer dan data sebagai berikut : a). Nama calon santri b). Tempat / tanggal lahir c). No Kartu Keluarga (KK) d). Nama Ayah e). Nomer KTP ayah f). Alamat lengkap g). No telp yg bisa dihubungi setiap saat melaluimessaging apps WhatsApp : 0857 2676 0880 0819 0415 0991 Telegram 0857 2676 0880 BBM 54D803104). Pendaftar wajib mengikuti tes masuk dan wawancaraWaktu Pendaftaran : 1). Pendaftaran : 1 Februari 2017 – 20 Mei 2017 2). Tes Masuk : 11 Februari 2017 dan 20 Mei 2017 3) Pengumuman Kelulusan : 27 Maret 2017 dan 22 Mei 2017 4) Daftar Ulang : Periode 1 : 3-8 April 2017 (pembayaran 30 % Biaya Administrasi) Periode 2 : 22-27 Mei 2017 (Pembayaran 50 % Biaya Administrasi)Materi Tes Masuk : – Baca tulis Al-Qur’an – Kecepatan hafalan – Matematika, IPA, bahasa Inggris – WawancaraPendaftaran DAFTAR ULANGSetelah dinyatakan lulus & diterima sebagai santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ : 1). Membayar Uang Pangkal (min 20%), Uang Buku (min 50%) dan SPP bulan Juli 2017 2). Menandatangani surat perjanjian antara santri & wali santri dengan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ 3). Menyerahkan formulir daftar ulang (diisi lengkap) 4). Pas Foto 3×4 dan 4×6 berwarna @ 4 lembar 5). Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) = 2 lembar 6). Menyerahkan fotocopy Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) = 2 lembar 7). Menyerahkan fotocopy akta kelahiran = 2 lembar 8). Menyerahkan fotocopy rapor 9). Menyerahkan fotokopi Ijazah BIAYA ADMINISTRASI ➖ Uang Pembangunan Gedung : GRATIS ➖ Uang Pangkal : Rp 6.750.000,- ➖ SPP bulan Juli : Rp 900.000 ➖ Uang Buku : Rp 1.250.000 (1 tahun) ➖ Baju Seragam : Rp 700.000 (4 stel) ANAK YATIM GRATIS BEASISWA bagi SANTRIWATI TIDAK MAMPU yang BERPRESTASISantriwati Hafal 30 Juz Al-Qur’an, ber Aqidah dan Manhaj yang lurus, beribadah sesuai tuntunan Nabi, dan ber-Akhlaq Karimah (in syaa Allah) HADIAH UMROH BAGI HAFIZHAH TERBAIK ALAMAT PONDOK PESANTRENKampus 1 : Sebelah Barat POM Bensin Tlogorandu, Juwiring, KlatenKampus 2 (asrama putri) Kwarasan, Juwiring, Klaten*Ruang BELAJAR ber-AC Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telpon, SMS, WA, Telegram : ☎ Hotline 24 jam : 0857 2676 0880 e-mail : ponpesalittiba@gmail.comHOMEPAGE: Http://abufawaz.wordpress.comLihat Poster 1: klik di sini Lihat Poster 2: klik di sini🔍 Sahabat Islam, Kepemimpinan Utsman Bin Affan, Ceramah Menjaga Lisan, Pengertian Ya'juj Dan Ma'juj, Waktu Sholat Isya Sampai Jam Berapa
INFORMASI PENERIMAAN SANTRIWATI BARU SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ KLATEN JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2017/2018SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ Klaten – Jawa TengahPimpinan: Ustadz MUHAMMAD WASITHO ABU FAWAZ (Pembina Grup WA/BB : MAJLIS HADITS)Menerima PENDAFTARAN SANTRIWATI BARU tahun pembelajaran 2017 / 2018 berbasis messaging apps ( Whatsapp, BBM & Telegram ) dengan ketentuan sebagai berikut :Persyaratan Pendaftaran1). Usia minimal 12 tahun (Lulus SD/MI/sederajat)2). Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000,- melalui transfer ke Bank Muamalat: No. Rek. : 5290003779 a/n : Muhammad Wasitho (Pimpinan Ponpes)3). Mengirimkan bukti transfer dan data sebagai berikut : a). Nama calon santri b). Tempat / tanggal lahir c). No Kartu Keluarga (KK) d). Nama Ayah e). Nomer KTP ayah f). Alamat lengkap g). No telp yg bisa dihubungi setiap saat melaluimessaging apps WhatsApp : 0857 2676 0880 0819 0415 0991 Telegram 0857 2676 0880 BBM 54D803104). Pendaftar wajib mengikuti tes masuk dan wawancaraWaktu Pendaftaran : 1). Pendaftaran : 1 Februari 2017 – 20 Mei 2017 2). Tes Masuk : 11 Februari 2017 dan 20 Mei 2017 3) Pengumuman Kelulusan : 27 Maret 2017 dan 22 Mei 2017 4) Daftar Ulang : Periode 1 : 3-8 April 2017 (pembayaran 30 % Biaya Administrasi) Periode 2 : 22-27 Mei 2017 (Pembayaran 50 % Biaya Administrasi)Materi Tes Masuk : – Baca tulis Al-Qur’an – Kecepatan hafalan – Matematika, IPA, bahasa Inggris – WawancaraPendaftaran DAFTAR ULANGSetelah dinyatakan lulus & diterima sebagai santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ : 1). Membayar Uang Pangkal (min 20%), Uang Buku (min 50%) dan SPP bulan Juli 2017 2). Menandatangani surat perjanjian antara santri & wali santri dengan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ 3). Menyerahkan formulir daftar ulang (diisi lengkap) 4). Pas Foto 3×4 dan 4×6 berwarna @ 4 lembar 5). Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) = 2 lembar 6). Menyerahkan fotocopy Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) = 2 lembar 7). Menyerahkan fotocopy akta kelahiran = 2 lembar 8). Menyerahkan fotocopy rapor 9). Menyerahkan fotokopi Ijazah BIAYA ADMINISTRASI ➖ Uang Pembangunan Gedung : GRATIS ➖ Uang Pangkal : Rp 6.750.000,- ➖ SPP bulan Juli : Rp 900.000 ➖ Uang Buku : Rp 1.250.000 (1 tahun) ➖ Baju Seragam : Rp 700.000 (4 stel) ANAK YATIM GRATIS BEASISWA bagi SANTRIWATI TIDAK MAMPU yang BERPRESTASISantriwati Hafal 30 Juz Al-Qur’an, ber Aqidah dan Manhaj yang lurus, beribadah sesuai tuntunan Nabi, dan ber-Akhlaq Karimah (in syaa Allah) HADIAH UMROH BAGI HAFIZHAH TERBAIK ALAMAT PONDOK PESANTRENKampus 1 : Sebelah Barat POM Bensin Tlogorandu, Juwiring, KlatenKampus 2 (asrama putri) Kwarasan, Juwiring, Klaten*Ruang BELAJAR ber-AC Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telpon, SMS, WA, Telegram : ☎ Hotline 24 jam : 0857 2676 0880 e-mail : ponpesalittiba@gmail.comHOMEPAGE: Http://abufawaz.wordpress.comLihat Poster 1: klik di sini Lihat Poster 2: klik di sini🔍 Sahabat Islam, Kepemimpinan Utsman Bin Affan, Ceramah Menjaga Lisan, Pengertian Ya'juj Dan Ma'juj, Waktu Sholat Isya Sampai Jam Berapa


INFORMASI PENERIMAAN SANTRIWATI BARU SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ KLATEN JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2017/2018SMP TAHFIZH AL-ITTIBA’ PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ Klaten – Jawa TengahPimpinan: Ustadz MUHAMMAD WASITHO ABU FAWAZ (Pembina Grup WA/BB : MAJLIS HADITS)Menerima PENDAFTARAN SANTRIWATI BARU tahun pembelajaran 2017 / 2018 berbasis messaging apps ( Whatsapp, BBM & Telegram ) dengan ketentuan sebagai berikut :Persyaratan Pendaftaran1). Usia minimal 12 tahun (Lulus SD/MI/sederajat)2). Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 300.000,- melalui transfer ke Bank Muamalat: No. Rek. : 5290003779 a/n : Muhammad Wasitho (Pimpinan Ponpes)3). Mengirimkan bukti transfer dan data sebagai berikut : a). Nama calon santri b). Tempat / tanggal lahir c). No Kartu Keluarga (KK) d). Nama Ayah e). Nomer KTP ayah f). Alamat lengkap g). No telp yg bisa dihubungi setiap saat melaluimessaging apps WhatsApp : 0857 2676 0880 0819 0415 0991 Telegram 0857 2676 0880 BBM 54D803104). Pendaftar wajib mengikuti tes masuk dan wawancaraWaktu Pendaftaran : 1). Pendaftaran : 1 Februari 2017 – 20 Mei 2017 2). Tes Masuk : 11 Februari 2017 dan 20 Mei 2017 3) Pengumuman Kelulusan : 27 Maret 2017 dan 22 Mei 2017 4) Daftar Ulang : Periode 1 : 3-8 April 2017 (pembayaran 30 % Biaya Administrasi) Periode 2 : 22-27 Mei 2017 (Pembayaran 50 % Biaya Administrasi)Materi Tes Masuk : – Baca tulis Al-Qur’an – Kecepatan hafalan – Matematika, IPA, bahasa Inggris – WawancaraPendaftaran DAFTAR ULANGSetelah dinyatakan lulus & diterima sebagai santriwati Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ : 1). Membayar Uang Pangkal (min 20%), Uang Buku (min 50%) dan SPP bulan Juli 2017 2). Menandatangani surat perjanjian antara santri & wali santri dengan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ 3). Menyerahkan formulir daftar ulang (diisi lengkap) 4). Pas Foto 3×4 dan 4×6 berwarna @ 4 lembar 5). Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) = 2 lembar 6). Menyerahkan fotocopy Kartu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) = 2 lembar 7). Menyerahkan fotocopy akta kelahiran = 2 lembar 8). Menyerahkan fotocopy rapor 9). Menyerahkan fotokopi Ijazah BIAYA ADMINISTRASI ➖ Uang Pembangunan Gedung : GRATIS ➖ Uang Pangkal : Rp 6.750.000,- ➖ SPP bulan Juli : Rp 900.000 ➖ Uang Buku : Rp 1.250.000 (1 tahun) ➖ Baju Seragam : Rp 700.000 (4 stel) ANAK YATIM GRATIS BEASISWA bagi SANTRIWATI TIDAK MAMPU yang BERPRESTASISantriwati Hafal 30 Juz Al-Qur’an, ber Aqidah dan Manhaj yang lurus, beribadah sesuai tuntunan Nabi, dan ber-Akhlaq Karimah (in syaa Allah) HADIAH UMROH BAGI HAFIZHAH TERBAIK ALAMAT PONDOK PESANTRENKampus 1 : Sebelah Barat POM Bensin Tlogorandu, Juwiring, KlatenKampus 2 (asrama putri) Kwarasan, Juwiring, Klaten*Ruang BELAJAR ber-AC Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telpon, SMS, WA, Telegram : ☎ Hotline 24 jam : 0857 2676 0880 e-mail : ponpesalittiba@gmail.comHOMEPAGE: Http://abufawaz.wordpress.comLihat Poster 1: klik di sini Lihat Poster 2: klik di sini🔍 Sahabat Islam, Kepemimpinan Utsman Bin Affan, Ceramah Menjaga Lisan, Pengertian Ya'juj Dan Ma'juj, Waktu Sholat Isya Sampai Jam Berapa

Kajian Umum Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA (Yogyakarta, 11-12 Februari 2017)

🔊 Hadirilah Kajian Umum Bersama Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. (Pengajar di Masjid Nabawi Saudi Arabia) #1 📝 Mewaspadai Riya Terselubung 🕰 Sabtu, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 11 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Syaikh Jamilurrahman, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta 📲 CP : 0813.2725.5897#2 📝 Nikmat Keamanan Sebuah Negeri 🕰 Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 08.30 – 11.30 WIB 🕌 Masjid Kampus UGM 📲 CP : 0813.6414.6373#3 📝 Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam 🕰 Ahad, 16 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Agung Sleman, Yogyakarta 📲 CP : 0857.2590.4600🌐 Disiarkan langsung oleh www.RadioMuslim.com✏ Gratis untuk Putra & Putri📚 Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) Kampoeng Santri Bregodo Airsofter Mataram (BAM) Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM)📚 Bekerja sama dengan : Takmir Masjid Kampus UGM Takmir Masjid Agung Sleman Takmir Masjid JamilurrahmanLihat Poster: klik di sini🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Kajian Umum Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA (Yogyakarta, 11-12 Februari 2017)

🔊 Hadirilah Kajian Umum Bersama Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. (Pengajar di Masjid Nabawi Saudi Arabia) #1 📝 Mewaspadai Riya Terselubung 🕰 Sabtu, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 11 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Syaikh Jamilurrahman, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta 📲 CP : 0813.2725.5897#2 📝 Nikmat Keamanan Sebuah Negeri 🕰 Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 08.30 – 11.30 WIB 🕌 Masjid Kampus UGM 📲 CP : 0813.6414.6373#3 📝 Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam 🕰 Ahad, 16 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Agung Sleman, Yogyakarta 📲 CP : 0857.2590.4600🌐 Disiarkan langsung oleh www.RadioMuslim.com✏ Gratis untuk Putra & Putri📚 Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) Kampoeng Santri Bregodo Airsofter Mataram (BAM) Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM)📚 Bekerja sama dengan : Takmir Masjid Kampus UGM Takmir Masjid Agung Sleman Takmir Masjid JamilurrahmanLihat Poster: klik di sini🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender
🔊 Hadirilah Kajian Umum Bersama Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. (Pengajar di Masjid Nabawi Saudi Arabia) #1 📝 Mewaspadai Riya Terselubung 🕰 Sabtu, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 11 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Syaikh Jamilurrahman, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta 📲 CP : 0813.2725.5897#2 📝 Nikmat Keamanan Sebuah Negeri 🕰 Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 08.30 – 11.30 WIB 🕌 Masjid Kampus UGM 📲 CP : 0813.6414.6373#3 📝 Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam 🕰 Ahad, 16 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Agung Sleman, Yogyakarta 📲 CP : 0857.2590.4600🌐 Disiarkan langsung oleh www.RadioMuslim.com✏ Gratis untuk Putra & Putri📚 Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) Kampoeng Santri Bregodo Airsofter Mataram (BAM) Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM)📚 Bekerja sama dengan : Takmir Masjid Kampus UGM Takmir Masjid Agung Sleman Takmir Masjid JamilurrahmanLihat Poster: klik di sini🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender


🔊 Hadirilah Kajian Umum Bersama Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. (Pengajar di Masjid Nabawi Saudi Arabia) #1 📝 Mewaspadai Riya Terselubung 🕰 Sabtu, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 11 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Syaikh Jamilurrahman, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta 📲 CP : 0813.2725.5897#2 📝 Nikmat Keamanan Sebuah Negeri 🕰 Ahad, 15 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 08.30 – 11.30 WIB 🕌 Masjid Kampus UGM 📲 CP : 0813.6414.6373#3 📝 Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam 🕰 Ahad, 16 Jumadal Awwal 1438 H / 12 Februari 2017 18.00 – selesai WIB 🕌 Masjid Agung Sleman, Yogyakarta 📲 CP : 0857.2590.4600🌐 Disiarkan langsung oleh www.RadioMuslim.com✏ Gratis untuk Putra & Putri📚 Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) Kampoeng Santri Bregodo Airsofter Mataram (BAM) Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM)📚 Bekerja sama dengan : Takmir Masjid Kampus UGM Takmir Masjid Agung Sleman Takmir Masjid JamilurrahmanLihat Poster: klik di sini🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Masjid Liang Ambon untuk Tahap Kali Ini Membutuhkan Dana 100 Juta Rupiah

Darush Sholihin mengembangkan sayapnya pula hingga Indonesia Timur. Kali ini sedang membangun masjid binaan Pesantren Al-Anshor. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi. Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam Rumbara sendiri sedang membina puluhan santri muallaf di daerah Liang tersebut, yang dulunya adalah korban kerusuhan dan rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Saat ini keadaan masjid sampai pada tembok masjid dan sedang terkendala dana. Darush Sholihin sudah menyalurkan bantuan sebesar 157 juta rupiah, dari total rencana anggaran sebesar 700 juta rupiah. Bulan ini, DS butuh transfer lagi 100 juta rupiah.   Yuk Turut Donasi! Bagi yang berminat menyalurkan donasi untuk masjid lewat Yayasan Darush Sholihin binaan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Renovasi Masjid # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Contoh: Masjid Binaan DS # Muslim # Godean Yogyakarta # BSM # 6 Februari 2017 # 1.000.000. Info donasi : 0811267791 DONASI ANDA AKAN MEMPERKUAT IMAN MEREKA PARA MUALLAF. — Info DarushSholihin.Com dan Rumaysho.Com Tagsrenovasi masjid

Masjid Liang Ambon untuk Tahap Kali Ini Membutuhkan Dana 100 Juta Rupiah

Darush Sholihin mengembangkan sayapnya pula hingga Indonesia Timur. Kali ini sedang membangun masjid binaan Pesantren Al-Anshor. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi. Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam Rumbara sendiri sedang membina puluhan santri muallaf di daerah Liang tersebut, yang dulunya adalah korban kerusuhan dan rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Saat ini keadaan masjid sampai pada tembok masjid dan sedang terkendala dana. Darush Sholihin sudah menyalurkan bantuan sebesar 157 juta rupiah, dari total rencana anggaran sebesar 700 juta rupiah. Bulan ini, DS butuh transfer lagi 100 juta rupiah.   Yuk Turut Donasi! Bagi yang berminat menyalurkan donasi untuk masjid lewat Yayasan Darush Sholihin binaan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Renovasi Masjid # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Contoh: Masjid Binaan DS # Muslim # Godean Yogyakarta # BSM # 6 Februari 2017 # 1.000.000. Info donasi : 0811267791 DONASI ANDA AKAN MEMPERKUAT IMAN MEREKA PARA MUALLAF. — Info DarushSholihin.Com dan Rumaysho.Com Tagsrenovasi masjid
Darush Sholihin mengembangkan sayapnya pula hingga Indonesia Timur. Kali ini sedang membangun masjid binaan Pesantren Al-Anshor. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi. Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam Rumbara sendiri sedang membina puluhan santri muallaf di daerah Liang tersebut, yang dulunya adalah korban kerusuhan dan rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Saat ini keadaan masjid sampai pada tembok masjid dan sedang terkendala dana. Darush Sholihin sudah menyalurkan bantuan sebesar 157 juta rupiah, dari total rencana anggaran sebesar 700 juta rupiah. Bulan ini, DS butuh transfer lagi 100 juta rupiah.   Yuk Turut Donasi! Bagi yang berminat menyalurkan donasi untuk masjid lewat Yayasan Darush Sholihin binaan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Renovasi Masjid # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Contoh: Masjid Binaan DS # Muslim # Godean Yogyakarta # BSM # 6 Februari 2017 # 1.000.000. Info donasi : 0811267791 DONASI ANDA AKAN MEMPERKUAT IMAN MEREKA PARA MUALLAF. — Info DarushSholihin.Com dan Rumaysho.Com Tagsrenovasi masjid


Darush Sholihin mengembangkan sayapnya pula hingga Indonesia Timur. Kali ini sedang membangun masjid binaan Pesantren Al-Anshor. Masjid Pesantren Al-Anshor, terletak di pinggir jalan besar Ambon – Liang, di sekitarnya jauh dari masjid lainnya, juga manfaat untuk warga Ambon yang ingin menuju Pelabuhan kapal feri. Padahal Liang juga termasuk daerah yang padat dengan masyarakat muslim. Rencana masjid berukuran: 15×15 meter persegi. Pesantren Al-Anshor binaan Ustadz Abu Imam Rumbara sendiri sedang membina puluhan santri muallaf di daerah Liang tersebut, yang dulunya adalah korban kerusuhan dan rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Saat ini keadaan masjid sampai pada tembok masjid dan sedang terkendala dana. Darush Sholihin sudah menyalurkan bantuan sebesar 157 juta rupiah, dari total rencana anggaran sebesar 700 juta rupiah. Bulan ini, DS butuh transfer lagi 100 juta rupiah.   Yuk Turut Donasi! Bagi yang berminat menyalurkan donasi untuk masjid lewat Yayasan Darush Sholihin binaan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, silakan mentransfer via Rekening khusus Donasi Masjid: BCA 895009 3791 atas nama Muhammad Abduh Tuasikal BSM 7098637286 atas nama Yayasan Darush Sholihin Gunungkidul BRI 697501000453505 atas nama Yayasan Darush Sholihin *Kode bank BCA 014, BSM 451, BRI 002 Konfirmasi via SMS/ WA ke 082313950500 dengan format: Renovasi Masjid # Nama Donatur # Alamat # Bank Tujuan Transfer # Tgl Transfer # Besar Donasi. Contoh: Masjid Binaan DS # Muslim # Godean Yogyakarta # BSM # 6 Februari 2017 # 1.000.000. Info donasi : 0811267791 DONASI ANDA AKAN MEMPERKUAT IMAN MEREKA PARA MUALLAF. — Info DarushSholihin.Com dan Rumaysho.Com Tagsrenovasi masjid

Petuah Nabi: Persatuan itu Rahmat, Perpecahan itu Azab

Petuah berikut yang pernah disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, persatuan itu rahmat. Perpecahan itu azab. عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْمِنْبَرِ « مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ ». Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan petuah di mimbar, “Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia akan sulit mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak mau berterima kasih pada manusia, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur. Enggan menyebutnya adalah bentuk kufur. Bersatu dalam satu jama’ah adalah rahmat. Sedangkan perpecahan adalah azab.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan, perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667) Beberapa catatan kaki dari hadits di atas dari Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Al-Imam Ahmad: Siapa yang sulit mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit mempraktikan syukur yang hakiki secara keseluruhan. Boleh menyebut-nyebut nikmat yang telah Allah beri asal bukan dalam rangka menyombongkan diri. Bersepakat dan bersatu ketika terlihat seperti satu jama’ah itu lebih baik, daripada berpecah belah. Perkataan yang masyhur di tengah-tengah kita “ikhtilaf (perbedaan) umatku adalah rahmat”, tidak diketahui ada hadits yang lafazhnya semacam itu. Semoga bermanfaat.   Referensi: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391. — Disusun saat hujan mengguyur DS Panggang, bada Maghrib, 11 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsperpecahan perpecahan umat persatuan

Petuah Nabi: Persatuan itu Rahmat, Perpecahan itu Azab

Petuah berikut yang pernah disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, persatuan itu rahmat. Perpecahan itu azab. عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْمِنْبَرِ « مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ ». Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan petuah di mimbar, “Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia akan sulit mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak mau berterima kasih pada manusia, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur. Enggan menyebutnya adalah bentuk kufur. Bersatu dalam satu jama’ah adalah rahmat. Sedangkan perpecahan adalah azab.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan, perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667) Beberapa catatan kaki dari hadits di atas dari Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Al-Imam Ahmad: Siapa yang sulit mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit mempraktikan syukur yang hakiki secara keseluruhan. Boleh menyebut-nyebut nikmat yang telah Allah beri asal bukan dalam rangka menyombongkan diri. Bersepakat dan bersatu ketika terlihat seperti satu jama’ah itu lebih baik, daripada berpecah belah. Perkataan yang masyhur di tengah-tengah kita “ikhtilaf (perbedaan) umatku adalah rahmat”, tidak diketahui ada hadits yang lafazhnya semacam itu. Semoga bermanfaat.   Referensi: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391. — Disusun saat hujan mengguyur DS Panggang, bada Maghrib, 11 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsperpecahan perpecahan umat persatuan
Petuah berikut yang pernah disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, persatuan itu rahmat. Perpecahan itu azab. عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْمِنْبَرِ « مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ ». Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan petuah di mimbar, “Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia akan sulit mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak mau berterima kasih pada manusia, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur. Enggan menyebutnya adalah bentuk kufur. Bersatu dalam satu jama’ah adalah rahmat. Sedangkan perpecahan adalah azab.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan, perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667) Beberapa catatan kaki dari hadits di atas dari Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Al-Imam Ahmad: Siapa yang sulit mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit mempraktikan syukur yang hakiki secara keseluruhan. Boleh menyebut-nyebut nikmat yang telah Allah beri asal bukan dalam rangka menyombongkan diri. Bersepakat dan bersatu ketika terlihat seperti satu jama’ah itu lebih baik, daripada berpecah belah. Perkataan yang masyhur di tengah-tengah kita “ikhtilaf (perbedaan) umatku adalah rahmat”, tidak diketahui ada hadits yang lafazhnya semacam itu. Semoga bermanfaat.   Referensi: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391. — Disusun saat hujan mengguyur DS Panggang, bada Maghrib, 11 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsperpecahan perpecahan umat persatuan


Petuah berikut yang pernah disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, persatuan itu rahmat. Perpecahan itu azab. عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْمِنْبَرِ « مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ ». Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan petuah di mimbar, “Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia akan sulit mensyukuri yang banyak. Siapa yang tidak mau berterima kasih pada manusia, berarti ia tidak bersyukur pada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah bentuk syukur. Enggan menyebutnya adalah bentuk kufur. Bersatu dalam satu jama’ah adalah rahmat. Sedangkan perpecahan adalah azab.” (HR. Ahmad, 4: 278. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan, perawinya tsiqah sebagaimana disebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667) Beberapa catatan kaki dari hadits di atas dari Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Al-Imam Ahmad: Siapa yang sulit mensyukuri yang sedikit, maka ia sulit mempraktikan syukur yang hakiki secara keseluruhan. Boleh menyebut-nyebut nikmat yang telah Allah beri asal bukan dalam rangka menyombongkan diri. Bersepakat dan bersatu ketika terlihat seperti satu jama’ah itu lebih baik, daripada berpecah belah. Perkataan yang masyhur di tengah-tengah kita “ikhtilaf (perbedaan) umatku adalah rahmat”, tidak diketahui ada hadits yang lafazhnya semacam itu. Semoga bermanfaat.   Referensi: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391. — Disusun saat hujan mengguyur DS Panggang, bada Maghrib, 11 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsperpecahan perpecahan umat persatuan

Malas Wudhu Ganti Tayamum Karena Dingin

Ini alasan sebagian orang untuk tayamum yaitu karena dingin, beralih saja deh dari wudhu ke tayamum. Padahal sebenarnya malas menggunakan air di saat dingin seperti musim hujan saat ini. Perlu dipahami bahwa ada sebab utama yang membolehkan tayamum yaitu: (1) karena tidak mendapati air, (2) khawatir menggunakan air. (Ad-Daror Al-Mudhiyyah, hlm. 103) Baca selengkapnya di sini : Panduan Tayamum (1), Kapan Kita Boleh Tayamum?   Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kanalnya (@almunajjid) menyatakan, 📝 لا يصح التيمم مع وجود الماء أو القدرة على الوصول إليه بلا مشقة، ومن التساهل المذموم في أوقات البرد المبادرة إلى التيمم أثناء رحلات البر مع إمكانية استعمال الماء أو تسخينه، وإنما يباح التيمم لمن فقد الماء أو كان بعيدا عنه، أو كان قليلا يكفي لشربه، أو عجز عن استعماله لمرض ونحوه. ‏‎✿┈┈┈┈••┈┈┈✿‏ Tayamum tidaklah sah ketika masih terdapat air atau mampu untuk mencari air tanpa ada kesulitan apa pun. Di antara bentuk bergampang-gampangan yang tercela adalah memilih tayamum di saat dingin padahal mampu untuk menggunakan air atau dengan cara menghangatkan air. Ingat, yang dibolehkan untuk tayamum hanyalah mereka yang tidak mendapatkan air atau jauh dari air, atau air yang ada hanya cukup untuk minum, atau tidak mampunya menggunakan air karena sakit atau semisal itu. Semoga bermanfaat. — @ Garuda menuju Soeta Jakarta, Senin pagi, 9 Jumadal Ula 1438 H ✏️ Muhammad Abduh Tuasikal Artikel RumayshoCom Tagsbersuci tayammum tayamum wudhu

Malas Wudhu Ganti Tayamum Karena Dingin

Ini alasan sebagian orang untuk tayamum yaitu karena dingin, beralih saja deh dari wudhu ke tayamum. Padahal sebenarnya malas menggunakan air di saat dingin seperti musim hujan saat ini. Perlu dipahami bahwa ada sebab utama yang membolehkan tayamum yaitu: (1) karena tidak mendapati air, (2) khawatir menggunakan air. (Ad-Daror Al-Mudhiyyah, hlm. 103) Baca selengkapnya di sini : Panduan Tayamum (1), Kapan Kita Boleh Tayamum?   Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kanalnya (@almunajjid) menyatakan, 📝 لا يصح التيمم مع وجود الماء أو القدرة على الوصول إليه بلا مشقة، ومن التساهل المذموم في أوقات البرد المبادرة إلى التيمم أثناء رحلات البر مع إمكانية استعمال الماء أو تسخينه، وإنما يباح التيمم لمن فقد الماء أو كان بعيدا عنه، أو كان قليلا يكفي لشربه، أو عجز عن استعماله لمرض ونحوه. ‏‎✿┈┈┈┈••┈┈┈✿‏ Tayamum tidaklah sah ketika masih terdapat air atau mampu untuk mencari air tanpa ada kesulitan apa pun. Di antara bentuk bergampang-gampangan yang tercela adalah memilih tayamum di saat dingin padahal mampu untuk menggunakan air atau dengan cara menghangatkan air. Ingat, yang dibolehkan untuk tayamum hanyalah mereka yang tidak mendapatkan air atau jauh dari air, atau air yang ada hanya cukup untuk minum, atau tidak mampunya menggunakan air karena sakit atau semisal itu. Semoga bermanfaat. — @ Garuda menuju Soeta Jakarta, Senin pagi, 9 Jumadal Ula 1438 H ✏️ Muhammad Abduh Tuasikal Artikel RumayshoCom Tagsbersuci tayammum tayamum wudhu
Ini alasan sebagian orang untuk tayamum yaitu karena dingin, beralih saja deh dari wudhu ke tayamum. Padahal sebenarnya malas menggunakan air di saat dingin seperti musim hujan saat ini. Perlu dipahami bahwa ada sebab utama yang membolehkan tayamum yaitu: (1) karena tidak mendapati air, (2) khawatir menggunakan air. (Ad-Daror Al-Mudhiyyah, hlm. 103) Baca selengkapnya di sini : Panduan Tayamum (1), Kapan Kita Boleh Tayamum?   Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kanalnya (@almunajjid) menyatakan, 📝 لا يصح التيمم مع وجود الماء أو القدرة على الوصول إليه بلا مشقة، ومن التساهل المذموم في أوقات البرد المبادرة إلى التيمم أثناء رحلات البر مع إمكانية استعمال الماء أو تسخينه، وإنما يباح التيمم لمن فقد الماء أو كان بعيدا عنه، أو كان قليلا يكفي لشربه، أو عجز عن استعماله لمرض ونحوه. ‏‎✿┈┈┈┈••┈┈┈✿‏ Tayamum tidaklah sah ketika masih terdapat air atau mampu untuk mencari air tanpa ada kesulitan apa pun. Di antara bentuk bergampang-gampangan yang tercela adalah memilih tayamum di saat dingin padahal mampu untuk menggunakan air atau dengan cara menghangatkan air. Ingat, yang dibolehkan untuk tayamum hanyalah mereka yang tidak mendapatkan air atau jauh dari air, atau air yang ada hanya cukup untuk minum, atau tidak mampunya menggunakan air karena sakit atau semisal itu. Semoga bermanfaat. — @ Garuda menuju Soeta Jakarta, Senin pagi, 9 Jumadal Ula 1438 H ✏️ Muhammad Abduh Tuasikal Artikel RumayshoCom Tagsbersuci tayammum tayamum wudhu


Ini alasan sebagian orang untuk tayamum yaitu karena dingin, beralih saja deh dari wudhu ke tayamum. Padahal sebenarnya malas menggunakan air di saat dingin seperti musim hujan saat ini. Perlu dipahami bahwa ada sebab utama yang membolehkan tayamum yaitu: (1) karena tidak mendapati air, (2) khawatir menggunakan air. (Ad-Daror Al-Mudhiyyah, hlm. 103) Baca selengkapnya di sini : Panduan Tayamum (1), Kapan Kita Boleh Tayamum?   Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam kanalnya (@almunajjid) menyatakan, 📝 لا يصح التيمم مع وجود الماء أو القدرة على الوصول إليه بلا مشقة، ومن التساهل المذموم في أوقات البرد المبادرة إلى التيمم أثناء رحلات البر مع إمكانية استعمال الماء أو تسخينه، وإنما يباح التيمم لمن فقد الماء أو كان بعيدا عنه، أو كان قليلا يكفي لشربه، أو عجز عن استعماله لمرض ونحوه. ‏‎✿┈┈┈┈••┈┈┈✿‏ Tayamum tidaklah sah ketika masih terdapat air atau mampu untuk mencari air tanpa ada kesulitan apa pun. Di antara bentuk bergampang-gampangan yang tercela adalah memilih tayamum di saat dingin padahal mampu untuk menggunakan air atau dengan cara menghangatkan air. Ingat, yang dibolehkan untuk tayamum hanyalah mereka yang tidak mendapatkan air atau jauh dari air, atau air yang ada hanya cukup untuk minum, atau tidak mampunya menggunakan air karena sakit atau semisal itu. Semoga bermanfaat. — @ Garuda menuju Soeta Jakarta, Senin pagi, 9 Jumadal Ula 1438 H ✏️ Muhammad Abduh Tuasikal Artikel RumayshoCom Tagsbersuci tayammum tayamum wudhu

Keindahan Islam (8)

3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam

Keindahan Islam (8)

3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam
3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam


3. Islam adalah agama yang mudahAllah Ta’ala berfirman,وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ini suatu kesulitan/keberatan” (QS. Al-Hajj: 78).لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185).Agama Islam ini dibangun di atas kelembutan, kasih sayang, dan kemudahan, oleh karena itulah ciri khas agama Islam ini adalah mudah dipahami dan mudah diamalkan. Perlu diketahui, ditinjau dari kemampuan seorang hamba dalam melakukannya, suatu perkara itu terbagi menjadi dua, yaitu: Perkara di Luar Kemampuan Seorang Hamba, maka Allah Ta’ala tidak membebani seorang hamba untuk melakukan perkara jenis ini. Perkara yang Berada di Dalam Kemampuan Seorang Hamba, maka untuk perkara jenis ini, masih terbagi menjadi dua macam, yaitu: – Allah Ta’ala Tidak Memerintahkan Sebagian Perkara Jenis Ini, padahal hamba-Nya mampu melakukannya. Hal ini merupakan wujud kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, seperti perkara-perkara yang hukum asalnya mubah yang mampu dilakukan oleh hamba-Nya, perkara tersebut tidaklah disunnahkan dan tidaklah diwajibkan.– Allah Ta’ala Memerintahkan Sebagian Lainnya dari Perkara Jenis Ini kepada Hamba-Nya, karena memang hikmah Allah menuntut seorang hamba untuk melakukannya, baik itu hukumnya sunnah maupun wajib, demi tercapai tujuan hidupnya dan bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.Allah Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan ketentraman hamba-Nya akan terwujud dengan melakukan perkara tersebut. Jadi, sesungguhnya diperintahkannya perkara jenis ini, bukanlah karena Allah membutuhkan ketaatan hamba-Nya, tidaklah demikian. Allah tidak membutuhkan makhluk-Nya sedikit pun, justru makhluk-Nya lah yang tidak pernah terlepas dari membutuhkan Allah walau sesaatpun.Meski demikian, untuk perkara yang berada didalam kemampuan seorang hamba ini, jika dalam pelaksanaannya seorang hamba menemui kesulitan atau keberatan di luar kewajaran, maka Allah pun tetap menyayangi hamba-Nya dengan memberikan keringanan dan kemudahan, dengan dua bentuk berikut ini, yaitu:a) Peringanan dan Pemudahan, dengan tetap diperintahkan melakukan, namun tidak dalam bentuk sempurna seperti pada asalnya ketika tidak muncul kesulitan atau keberatan di luar kewajaran.Contohnya: Tayammum ketika berat menggunakan air, duduk ketika tidak mampu berdiri dalam shalat, meringkas shalat dalam safar, serta menjamak dua shalat fardhu dalam keadaan sulit melakukan keduanya dalam waktunya masing-masing, b) Pengguguran Totalitas, sama sekali tidak diperintahkan ketika itu. Contohnya: pengguguran kewajiban, seperti gugurnya kewajiban shalat jum’at karena ada halangan, serta gugurnya kewajiban ibadah haji dan umrah jika tidak mampu.Inilah agama Islam yang sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia, karena di antara manusia ada yang mendapatkan keadaan-keadaan yang sulit atau berat, seperti sakit, keadaan terpaksa, lupa, safar, tidak tahu, kekurangan, dan keadaan sulit yang lainnya.Maka jika seorang hamba menemukan keadaan-keadaan tersebut di luar kewajaran, maka dalam Islam terdapat solusi yang mudah dan ringan. Kemudahan dan keringanan dalam Islam ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan bukti bahwa Allah menurunkan agama Islam bukan untuk memberatkan dan menyulitkan hamba-Nya, namun justru demi kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Jadi, sesungguhnya hamba-Nya lah yang membutuhkan ajaran agama Islam tersebut agar tercapai tujuan hidupnya dan bahagia di dunia dan akherat. [Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Asal Mula Syiah, Perbedaan Hadis Dan Alquran, Apa Yang Dimaksud Dengan Doa, Menjemput Hidayah, Puasa Weton Menurut Islam

Jihad Yang Paling Mendasar

Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam

Jihad Yang Paling Mendasar

Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam
Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam


Saudaraku.. Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling dasar. Tak mungkin kita dapat menjihadi musuh bila kita tak mampu menjihadi hawa nafsu sendiri.Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih doriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).Simaklah faidah indah yang disampaikan oleh ibnu Qayyim ketika menjelaskan surat Al Ankabut ayat 69. Allah Ta’ala berfirman:وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami.” (Al Ankabut: 69).Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah menjihadi diri sendiri, menjihadi hawa nafsu, menjihadi setan dan menjihadi dunia. Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridloanNya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.Al Junaid berkata, “(Maknanya) Dan orang orang yang menjihadi hawa nafsunya di jalan Kami dengan cara bertaubat, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan ikhlas. Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah” (Fawaidul Fawaid hal. 177).***Penulis: Ust. Badrusalam, Lc.Artikel Muslim.or.id🔍 Macam Macam Adab, Kenapa Indonesia Tidak Memakai Hukum Islam, Futuh Makkah, Wasaq, Apakah Pacaran Itu Boleh Dalam Islam

Tetaplah Menjaga Akhlak Saat Berbeda Pendapat

Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Tetaplah Menjaga Akhlak Saat Berbeda Pendapat

Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender
Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender


Ingatlah bahwa orang yg paling sempurna imannya adalah orang yg paling baik akhlaknya (HR. Abu Dawud: 4682).Syeikh Abdul Aziz bin Baz –rohimahulloh– mengatakan:“Apabila dalil telah tegak dalam suatu masalah, maka wajib hukumnya mengambil pendapat yang sesuai dengan dalil tersebut, baik dalil dari Kitabullah ataupun dari sunah Rasul –shallallahu alaihi wasallam-, meskipun pendapat itu menyelisihi imam besar, bahkan walaupun menyelisihi sebagian sahabat.Karena Allah menfirmankan (yang artinya):“Jika kalian berselisih dalam suatu masalah, maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan RasulNya“.Allah –subhanah– TIDAK mengatakan: “kembalikanlah kepada orang ini dan orang itu”.Akan tetapi, sudah seharusnya ada langkah memastikan kabar yang sampai kepada kita, serta menghormati dan menjaga adab terhadap para ulama.Jika seseorang menemukan pendapat yang lemah dari salah satu imam, atau ulama, atau ahli hadits yang tepercaya; (harusnya dia ingat bahwa) hal itu tidak menurunkan kedudukan mereka.Harusnya dia menghormati para ulama, menjaga adab terhadap mereka dan mengatakan perkataan yg baik, serta tidak mencela dan merendahkan mereka.Tapi seharusnya dia menjelaskan yang benar beserta dalilnya, sekaligus mendoakan kebaikan utk ulama tersebut, juga mendoakan agar dirahmati dan diampuni.Beginilah harusnya akhlak seorang ulama terhadap ulama lainnya, (yaitu) menghormati para ulama karena kedudukan mereka, dan mengerti akan keagungan, keutamaan, dan kemuliaan mereka”.Majmu’ Fatawa Ibnu Baz***Penulis: Ust. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.Artikel Muslim.or.id🔍 Muslimah.or.id, Ayat Alquran Tentang Orang Kafir, Kriteria Jodoh Menurut Islam, Nur Allah Dan Nur Muhammad, Hadits Tentang Gender

Laporan Donasi YPIA Periode Bulan Januari 2017

Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum

Laporan Donasi YPIA Periode Bulan Januari 2017

Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum
Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum


Segala puji bagi Allah ta’ala atas limpahan rahmat dan hidayah dari-Nya. Kami mengucapkan jazakumullohu khairan atas partisipasi dan kepercayaan para donatur yang dalam menyalurkan donasinya untuk dakwah melalui Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari.Semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan memudahkan urusan kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Barakallahu fiikumBerikut ini kami laporkan pemasukan donasi melalui YPIA Bulan Januari 2017. Semoga bantuan dari kaum muslimin sekalian memberikan manfaat yang besar bagi dakwah Islam yang Haq.Kami mohon maaf, apabila ada penulisan nama ataupun donasi yang belum terlaporkan dalam laporan ini, bisa dikonfirmasikan kepada bidang donasi Dakwah YPIA. Jazakumullohu khairan.Kami juga memohon maaf, untuk rincian lebih lengkapnya bisa mendownload file yang kami sertakan di bawah tabel ini, sekaligus rincian donasi pulsa, karena banyaknya donatur pada Bulan Januari 2017Adapun Rekap Donasi Bulan Januari 2017  sebagai berikut: No. Alokasi Donasi Jumlah (Rp) Valas 1 Buletin Jum’at At-Tauhid 5.205.071 – 2 Forum Kegiatan Kemuslimahan Al-Atsari 600.000 – 3 Kampus Tahfizh 1.682.000 – 4 Ma’had Al-‘Ilmi 5.113.000 – 5 Pendidikan 250.000 – 6 Peduli Muslim – Suriah 250.000 USD 100 7 Peduli Muslim – Operasional 100.000 – 8 Radio Muslim 1.000.000 – 9 SDIT Yaa Bunayya 6.100.000 – 10 SMS Tausiyah 50.000 – 11 Operasional / Umum 5.000.123 – 12 Website 4.350.000 USD 100 13 Donasi Pulsa 3.727.000 – LINK DOWNLOAD: KLIK DI SINIBagi kaum muslimin yang hendak membantu donasi dalam syi’ar dakwah Islam, bisa disalurkan ke rekening  YPIA berikut ini:REKENING DONASI YPIA: Bank BNI Syariah Yogyakarta atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 024 1913 801. Bank Muamalat atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta. Nomor rekening: 5350002594 Bank Syariah Mandiri atas nama YPIA Yogyakarta. Nomor rekening: 703 157 1329. CIMB Niaga Syariah atas nama Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari. Nomor rekening: 508.01.00028.00.0. Rekening paypal: donasi@muslim.or.id Western union an Muhammad Akmalul Khuluk d/a Kauman GM 1/241 RT/RW 049/013 kel. Ngupasan kec. Gondomanan Yogyakarta Indonesia 55122 (harap segera menginformasikan Nomor Transaksi Pengiriman Uang (MTCN) setelah pengiriman ke: 0857-4722-3366)Konfirmasi donasi :Setiap donatur yang telah menyalurkan bantuan donasi dakwah dimohon mengkonfirmasikan donasi yang telah dikirimkan ke nomor Donasi Dakwah & Sosial YPIA berikut ini:HP: 0857-4722-3366 ( SMS, Telpon, Whatsapp dan Telegram)PIN BBM Tambahan: 7E51c4a4.PIN BBM: 73db10e1 (kontak Penuh)Dengan format konfirmasi sebagai berikut:Nama#Alamat#email#BesarDonasi#TanggalTransfer#Rekening#Tujuan Donasi#Contoh:Abdullah#Jl. Slamet Riyadi, no. 100, Solo.#500.000#12 Januari 2012#Muamalat#Buletin At Tauhid🔍 Hadits Tentang Azab Kubur, Bid Ah Menurut Islam, Cara Sunat Wanita, Tanggal Turunnya Al Quran, Kultum Singkat Tentang Senyum

Keindahan Islam (7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib

Keindahan Islam (7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib
Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib


Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam Mengajak Manusia untuk Mengesakan AllahRasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam yang mengetahui berbagai macam kesyirikan yang terjadi di tengah-tengah umat ketika itu tidaklah tinggal diam. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mendakwahi mereka dan menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, menjelaskan tentang dakwah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi was sallam, قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ“Katakanlah, ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Dia–lah yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (QS. Al-A’raaf: 158).كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ“(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (QS.Ibrahim: 1).وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS.Al-Bayyinah: 5).يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” (QS.Al-Baqarah: 21).وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS.Al-Israa`: 23).Ironisnya, kaum musyrikin yang menyembah selain Allah itu mengakui bahwa Allah lah satu-satunya Sang Pencipta, Yang Maha Memberi rezeki, sebagaimana firman-Nya,قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab, ‘Allah.’ Maka katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?’” (QS. Yunus: 31).Namun, mereka menyembah selain Allah dengan keyakinan mereka bahwa sesembahan selain Allah itu sebagai perantara antara mereka dengan-Nya dalam beribadah, sebagaimana firman-Nya,وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ“Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah perantara kami di sisi Allah’ (QS. Yunus: 18).Dengan demikian, nampak sekali bahwa hadirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa agama Islam di tengah-tengah masyarakat yang seperti itu, benar-benar mengeluarkan manusia dari berbagai macam bentuk kegelapan -terutama kegelapan syirik- kepada cahaya tauhid dan ketaatan kepada Allah.[Bersambung]***Penulis: Ust. Sa’id Abu UkasyahArtikel Muslim.or.id🔍 Majelis Ilmu Adalah, Kultum Singkat Tentang Qurban, Dayus Menurut Islam, Batas Sholat Dhuha, Pertanyaan Tentang Shalat Wajib

Fatwa Ulama: Hukum Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik

Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt

Fatwa Ulama: Hukum Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik

Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt
Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt


Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) adalah akad sewa barang dalam jangka waktu tertentu yang diikuti dengan kepemilikan dari barang yang disewa. Misalnya seseorang melakukan akad IMBT untuk sebuah rumah, ia membayar uang sewa selama 20 tahun, lalu setelah 20 tahun rumah tersebut menjadi miliknya.Berikut ini fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan tentang akad IMBT:Soal:الإيجار المنتهي بالتمليك في شراء السيارات، انتشر حاليًا وهيئة كبار العلماء تحرم هذا الشئ أرجو كلمة توجيهية، بارك الله فيك؟Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik untuk membeli mobil tersebar dimana-mana, padahal Hai’ah Kibaril Ulama mengharamkan hal ini. Saya meminta bimbingan anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi anda.Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:مافيه شك إنه صدر من هيئة كبار العلماء تحريم هذا المعاملة وهي الإيجار المنتهي بالتمليك فيجب العمل بهذا القرار وعدم مخالفته، وﻻينظر إلى من أباحه من بعض المتعالمين والمتساهلين، فهذا الفتوى هي المعتمدة لأنها صدرت من جهة مخصوصة أو جهة مكلفة بالفتوى، أمَّا الذي لم يكلف بالفتوى وليس مرجعًا للفتوى ليس من حقه أن يُفتى في مثل هذا اﻷمور وأن يوقع الناس في الحرج“Tidak ragu lagi bahwa Hai’ah Kibaril Ulama telah memfatwakan haramnya akad muamalah ini, yaituIjarah Muntahiyah Bit Tamlik. Maka wajib mengamalkan fatwa tersebut dan hendaknya tidak menyelisihinya. Dan jangan terpengaruh fatwa sebagian orang yang membolehkannya dari orang-orang yang menjadi praktisi hal tersebut dan orang-orang bermudah-mudahan dalam hal ini. Fatwa Hai’ah Kibaril Ulama ini adalah fatwa yang menjadi pegangan dalam masalah ini, karena ia dikeluarkan dari orang-orang yang kompeten dalam berfatwa. Adapun orang-orang yang tidak berkompeten untuk berfatwa dan bukan rujukan dalam fatwa maka ia tidak berhak untuk memberikan fatwa dalam masalah semisal ini atau fatwa yang membuat orang resah”Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16048***Penerjemah: Yulian PurnamaArtikel Muslim.or.id🔍 Pengertian Nifaq, Hadits Tentang Menghormati Orang Yang Lebih Tua, Nasehat Untuk Laki Laki, Fiqhul Islam, Amalan Yang Tidak Diterima Allah Swt

Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat

Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang

Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat

Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang
Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang


Inilah bahayanya kalau seorang muslimah buka-buka aurat.   Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan islam yang Allah anugerahkan. Begitu pula Allah masih menjaga diri kita, istri dan anak kita dari musibah yang menimpa agama. Kita memohon pada Allah supaya nikmat-nikmat tersebut tetap terus terjaga. Moga kita dapat mensyukuri nikmat yang ada tadi dengan terus meningkatkan ketakwaan pada Allah.   Allah Ta’ala memerintah untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)   Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman.   Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah … Sekarang kita sering melihat wanita buka-bukaan aurat. Kebanyakan wanita muslimah tidak mengetahui bahwa menutup aurat itu wajib. Ada yang sudah mengetahui namun masih bergampang-gampangan dalam membuka aurat di depan umum. Salah satu hadits yang memperingatkan tentang dosa membuka aurat bagi wanita adalah hadits berikut ini.   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim, no. 2128).   Lihatlah dosa bagi wanita yang buka-buka aurat, yaitu tidak akan mencium bau surga padahal bau surga dapat dicium dari jarak yang amat jauh. Perbuatan ini termasuk dosa besar karena mendapatkan ancaman keras seperti itu.   Ada tiga sifat yang disebutkan dalam hadits ini.   (1)  Wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di antara tafsirannya adalah wanita yang menutup sebagian tubuhnya dan menyingkap sebagian lainnya. Contoh, pakai kerudung, namun rambutnya terlihat. Contoh lagi, pakai gamis, namun kakinya masih terlihat. Ada juga yang sengaja keluar rumah tanpa memakai jilbab sama sekali. Padahal aurat wanita menurut kebanyakan ulama adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kaki dan rambut kepala masih termasuk aurat yang wajib ditutup. Ada juga tafsiran lainnya, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badannya. Ini bisa terjadi juga dalam shalat, saat menggunakan rukuh atau mungkena yang tipis, tanpa mengenakan gamis atau jubah lagi di dalamnya.   (2) Wanita yang maa-ilaat wa mumiilaat (berlenggak-lenggok) Di antara maksud sifat kedua ini, maa-ilaat adalah berjalan sambil memakai wangi-wangian dan mumilaat yaitu berjalan sambil menggoyangkan kedua pundaknya atau bahunya.   (3) Wanita yang kepalanya seperti punuk unta yang miring Maksudnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut di atas kepalanya seakan-akan memakai serban (sorban). Contohnya seperti wanita yang memakai sanggul atau konde. (Penjelasan di atas diambil dari Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi).   Berikut ada beberapa syarat penting untuk pakaian wanita muslimah yang mesti dipenuhi. Syarat pertama: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki. Syarat kedua: bukan pakaian yang bertujuan berhias diri.   Allah Ta’ala berfirman, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33). Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri) ala jahiliyyah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183)   Syarat ketiga: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.   Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5129; Abu Daud, no. 4173; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 414. Sanad hadits ini hasan kata Al-Hafizh Abu Thahir)   Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.   Semoga Allah memberi taufik dan hidayah pada kita semua. Demikian khutbah pertama ini. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ Khutbah Kedua   الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ   Amma ba’du Ma’asyirol muslimin jama’ah shalat Jumat rahimani wa rahimakumullah …   Di khutbah kedua ini kami ingin ingatkan untuk para suami yang hadir … Jangan biarkan istri dan anak perempuan kita buka-buka aurat. Ingatlah hadits laki-laki dayyut berikut dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’ –sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, di mana beliau bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad, 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)   Adapun maksud ad-dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya dan ia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu. Contoh laki-laki yang punya sifat dayyuts: Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu birahi para pria. Suami tidak ambil peduli kalau istrinya berada di luar rumah, walau cuma di depan rumah, sedang makan atau menjemur pakaian, dengan menampakkan rambutnya. Hati-hatilah dengan laki-laki tipe dayyuts.   Semoga menjadi renungan bagi para suami, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6).   Moga Allah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Moga istri dan anak perempuan kita bisa dibimbing sehingga memiliki akhlak yang luhur dan juga dapat dijauhkan dari sifat dayyuts dan hal-hal yang dapat mengantarkan pada zina. Demikian khutbah kami untuk Jumat kali ini.   إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ — Naskah Khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Al-Adha, Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, Jum’at Wage, 6 Jumadal Ula 1438 H (3 Februari 2017) Download Khutbah Jumat: Petaka bagi Muslimah yang Buka Aurat — Disusun di DS Panggang, Jumat, 6 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsbuka aurat jilbab telanjang

Sudah Paham Riba, Namun Terus Makan Riba

Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba

Sudah Paham Riba, Namun Terus Makan Riba

Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba
Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba


Bagi yang bertaubat dari riba, tinggalkanlah sisa riba. Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 277-278 إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ , يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277-278) Kalau pelaku riba dikatakan tidak merasa cukup dengan halal yang Allah berikan akhirnya mendapatkan siksa yang pedih, selanjutnya untuk orang beriman diberikan balasan atas ketaatan dan syukur mereka dengan diwujudkan pada kebaikan berupa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berbagai karamah nantinya akan diberikan. Merekalah di hari kiamat akan termasuk golongan orang-orang yang beriman. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 285) Lalu Allah perintahkan untuk meninggalkan riba yang belum dipungut. Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Tinggalkanlah tambahan dalam pokok utang setelah peringatan pada ayat di atas.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) Ini juga peringatan -kata Ibnu Katsir- bagi yang sudah memahami bahaya riba namun terus-terusan dalam riba. Ada kisah tentang ayat 278 tersebut mengenai Bani ‘Amr bin ‘Umair dari Tsaqif dan Bani Al-Mughirah dari Bani Makhzum. Di antara mereka punya permasalah utang riba jahiliyyah. Ketika Islam datang dan mereka masuk dalam Islam, Tsaqif menuntut utang ribanya untuk diambil dari Bani Al-Mughirah. Mereka pun berembuk, lalu Bani Al-Mughirah mengatakan, “Kami tidak akan menunaikan riba dalam Islam dengan cara Islam.” ‘Atab bin Usaid selaku Naib Makkah (penanggung jawab kota Makkah) mencatat masalah tersebut dan melaporkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas turunlah surat Al-Baqarah ayat 278 untuk bertaubat dari riba dan meninggalkan riba yang belum dipungut. Akhirnya riba itu seluruhnya ditinggalkan. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 286) — Disusun di DS Panggang, Kamis, 5 Jumadal Ula 1438 H Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store di sini. Follow Us : Facebook Muhammad Abduh Tuasikal | Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Twitter @RumayshoCom | Instagram @RumayshoCom | Channel Telegram @RumayshoCom | Channel Telegram @TanyaRumayshoCom Tagsriba
Prev     Next