Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN

Sebelum ini kita telah menyampaikan tentang urgensi mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah, terutama dalam berdoa dan berdzikir. Hal ini tentu menuntut kita untuk lebih bersemangat lagi dalam mempelajari sunnah beliau dalam segala amalan. Agar kita bisa meneladaninya dengan lebih baik.Tidak boleh bagi seorang muslim merutinkan suatu doa, wirid atau dzikir khusus, di waktu khusus, atau dengan cara yang khusus, kecuali bila hal itu ada tuntunannya dari Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam. Adapun bila sifatnya ‘kebetulan’ karena kondisi tertentu yang dialami seorang insan, maka tidak mengapa dia berdoa terserah dia, selama tidak menyelisihi syariat.Oleh karena itu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bosan untuk menegur orang-orang yang berdzikir atau berdoa tidak sesuai dengan tuntunan beliau.Nâfi’ rahimahullah menuturkan,[arabic-font]أَنَّ رَجُلاً عَطَسَ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ، فَقَالَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ، وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، قَالَ ابْنُ عُمَرَ: وَأَنَا أَقُولُ: “الحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، وَلَيْسَ هَكَذَا عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَّمَنَا أَنْ نَقُولَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”.[/arabic-font]Suatu hari ada seseorang yang bersin di samping Ibnu Umar lalu ia mengucapkan, “Alhamdulillah was salâmu ‘alâ Rasûlillâh”. Maka Ibnu Umar pun berkomentar, “Aku juga membaca hamdalah dan shalawat. Namun bukan begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami. Beliau mengajarkan pada kami untuk mengucapkan, “Alhamdulillah ‘alâ kulli hâl”. HR. Tirmidziy dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim juga al-Albaniy.Membaca hamdalah dan shalawat adalah sunnah. Namun menggabungkan antara keduanya setelah bersin, tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Oleh karena itu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menegur orang yang melakukan hal tersebut.Padahal, baik bacaan hamdalah maupun bacaan shalawat, keduanya sama-sama ada tuntunannya. Namun karena kedua bacaan itu digabungkan dalam momen yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan itu menjadi tidak benar.Lantas bagaimana dengan orang yang membaca wirid-wirid yang redaksinya sama sekali tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Masih ditambah lagi dengan mengerjakannya menggunakan tata cara yang juga tidak diajarkan beliau!Amalan itu akan dianggap baik, bukan diukur dari banyaknya, tapi dinilai dari sesuai atau tidaknya dengan tuntunan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menegaskan,[arabic-font]”اقْتِصَادٌ فِي سَنَةٍ خَيْرٌ مِنِ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ”[/arabic-font]“Amalan yang sedikit tapi sesuai tuntunan, lebih baik daripada bersemangat (banyak beramal) tapi tidak sesuai tuntunan”. Diriwayatkan oleh ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Kabîr.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Dzulqa’dah 1437 / 29 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4Next Sudah Ditanggung Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN

Sebelum ini kita telah menyampaikan tentang urgensi mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah, terutama dalam berdoa dan berdzikir. Hal ini tentu menuntut kita untuk lebih bersemangat lagi dalam mempelajari sunnah beliau dalam segala amalan. Agar kita bisa meneladaninya dengan lebih baik.Tidak boleh bagi seorang muslim merutinkan suatu doa, wirid atau dzikir khusus, di waktu khusus, atau dengan cara yang khusus, kecuali bila hal itu ada tuntunannya dari Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam. Adapun bila sifatnya ‘kebetulan’ karena kondisi tertentu yang dialami seorang insan, maka tidak mengapa dia berdoa terserah dia, selama tidak menyelisihi syariat.Oleh karena itu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bosan untuk menegur orang-orang yang berdzikir atau berdoa tidak sesuai dengan tuntunan beliau.Nâfi’ rahimahullah menuturkan,[arabic-font]أَنَّ رَجُلاً عَطَسَ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ، فَقَالَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ، وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، قَالَ ابْنُ عُمَرَ: وَأَنَا أَقُولُ: “الحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، وَلَيْسَ هَكَذَا عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَّمَنَا أَنْ نَقُولَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”.[/arabic-font]Suatu hari ada seseorang yang bersin di samping Ibnu Umar lalu ia mengucapkan, “Alhamdulillah was salâmu ‘alâ Rasûlillâh”. Maka Ibnu Umar pun berkomentar, “Aku juga membaca hamdalah dan shalawat. Namun bukan begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami. Beliau mengajarkan pada kami untuk mengucapkan, “Alhamdulillah ‘alâ kulli hâl”. HR. Tirmidziy dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim juga al-Albaniy.Membaca hamdalah dan shalawat adalah sunnah. Namun menggabungkan antara keduanya setelah bersin, tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Oleh karena itu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menegur orang yang melakukan hal tersebut.Padahal, baik bacaan hamdalah maupun bacaan shalawat, keduanya sama-sama ada tuntunannya. Namun karena kedua bacaan itu digabungkan dalam momen yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan itu menjadi tidak benar.Lantas bagaimana dengan orang yang membaca wirid-wirid yang redaksinya sama sekali tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Masih ditambah lagi dengan mengerjakannya menggunakan tata cara yang juga tidak diajarkan beliau!Amalan itu akan dianggap baik, bukan diukur dari banyaknya, tapi dinilai dari sesuai atau tidaknya dengan tuntunan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menegaskan,[arabic-font]”اقْتِصَادٌ فِي سَنَةٍ خَيْرٌ مِنِ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ”[/arabic-font]“Amalan yang sedikit tapi sesuai tuntunan, lebih baik daripada bersemangat (banyak beramal) tapi tidak sesuai tuntunan”. Diriwayatkan oleh ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Kabîr.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Dzulqa’dah 1437 / 29 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4Next Sudah Ditanggung Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Sebelum ini kita telah menyampaikan tentang urgensi mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah, terutama dalam berdoa dan berdzikir. Hal ini tentu menuntut kita untuk lebih bersemangat lagi dalam mempelajari sunnah beliau dalam segala amalan. Agar kita bisa meneladaninya dengan lebih baik.Tidak boleh bagi seorang muslim merutinkan suatu doa, wirid atau dzikir khusus, di waktu khusus, atau dengan cara yang khusus, kecuali bila hal itu ada tuntunannya dari Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam. Adapun bila sifatnya ‘kebetulan’ karena kondisi tertentu yang dialami seorang insan, maka tidak mengapa dia berdoa terserah dia, selama tidak menyelisihi syariat.Oleh karena itu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bosan untuk menegur orang-orang yang berdzikir atau berdoa tidak sesuai dengan tuntunan beliau.Nâfi’ rahimahullah menuturkan,[arabic-font]أَنَّ رَجُلاً عَطَسَ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ، فَقَالَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ، وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، قَالَ ابْنُ عُمَرَ: وَأَنَا أَقُولُ: “الحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، وَلَيْسَ هَكَذَا عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَّمَنَا أَنْ نَقُولَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”.[/arabic-font]Suatu hari ada seseorang yang bersin di samping Ibnu Umar lalu ia mengucapkan, “Alhamdulillah was salâmu ‘alâ Rasûlillâh”. Maka Ibnu Umar pun berkomentar, “Aku juga membaca hamdalah dan shalawat. Namun bukan begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami. Beliau mengajarkan pada kami untuk mengucapkan, “Alhamdulillah ‘alâ kulli hâl”. HR. Tirmidziy dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim juga al-Albaniy.Membaca hamdalah dan shalawat adalah sunnah. Namun menggabungkan antara keduanya setelah bersin, tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Oleh karena itu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menegur orang yang melakukan hal tersebut.Padahal, baik bacaan hamdalah maupun bacaan shalawat, keduanya sama-sama ada tuntunannya. Namun karena kedua bacaan itu digabungkan dalam momen yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan itu menjadi tidak benar.Lantas bagaimana dengan orang yang membaca wirid-wirid yang redaksinya sama sekali tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Masih ditambah lagi dengan mengerjakannya menggunakan tata cara yang juga tidak diajarkan beliau!Amalan itu akan dianggap baik, bukan diukur dari banyaknya, tapi dinilai dari sesuai atau tidaknya dengan tuntunan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menegaskan,[arabic-font]”اقْتِصَادٌ فِي سَنَةٍ خَيْرٌ مِنِ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ”[/arabic-font]“Amalan yang sedikit tapi sesuai tuntunan, lebih baik daripada bersemangat (banyak beramal) tapi tidak sesuai tuntunan”. Diriwayatkan oleh ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Kabîr.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Dzulqa’dah 1437 / 29 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4Next Sudah Ditanggung Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Sebelum ini kita telah menyampaikan tentang urgensi mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah, terutama dalam berdoa dan berdzikir. Hal ini tentu menuntut kita untuk lebih bersemangat lagi dalam mempelajari sunnah beliau dalam segala amalan. Agar kita bisa meneladaninya dengan lebih baik.Tidak boleh bagi seorang muslim merutinkan suatu doa, wirid atau dzikir khusus, di waktu khusus, atau dengan cara yang khusus, kecuali bila hal itu ada tuntunannya dari Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam. Adapun bila sifatnya ‘kebetulan’ karena kondisi tertentu yang dialami seorang insan, maka tidak mengapa dia berdoa terserah dia, selama tidak menyelisihi syariat.Oleh karena itu para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah bosan untuk menegur orang-orang yang berdzikir atau berdoa tidak sesuai dengan tuntunan beliau.Nâfi’ rahimahullah menuturkan,[arabic-font]أَنَّ رَجُلاً عَطَسَ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ، فَقَالَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ، وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، قَالَ ابْنُ عُمَرَ: وَأَنَا أَقُولُ: “الحَمْدُ لِلَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ”، وَلَيْسَ هَكَذَا عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَّمَنَا أَنْ نَقُولَ: “الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”.[/arabic-font]Suatu hari ada seseorang yang bersin di samping Ibnu Umar lalu ia mengucapkan, “Alhamdulillah was salâmu ‘alâ Rasûlillâh”. Maka Ibnu Umar pun berkomentar, “Aku juga membaca hamdalah dan shalawat. Namun bukan begitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami. Beliau mengajarkan pada kami untuk mengucapkan, “Alhamdulillah ‘alâ kulli hâl”. HR. Tirmidziy dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim juga al-Albaniy.Membaca hamdalah dan shalawat adalah sunnah. Namun menggabungkan antara keduanya setelah bersin, tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Oleh karena itu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menegur orang yang melakukan hal tersebut.Padahal, baik bacaan hamdalah maupun bacaan shalawat, keduanya sama-sama ada tuntunannya. Namun karena kedua bacaan itu digabungkan dalam momen yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka amalan itu menjadi tidak benar.Lantas bagaimana dengan orang yang membaca wirid-wirid yang redaksinya sama sekali tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Masih ditambah lagi dengan mengerjakannya menggunakan tata cara yang juga tidak diajarkan beliau!Amalan itu akan dianggap baik, bukan diukur dari banyaknya, tapi dinilai dari sesuai atau tidaknya dengan tuntunan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam.Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menegaskan,[arabic-font]”اقْتِصَادٌ فِي سَنَةٍ خَيْرٌ مِنِ اجْتِهَادٍ فِي بِدْعَةٍ”[/arabic-font]“Amalan yang sedikit tapi sesuai tuntunan, lebih baik daripada bersemangat (banyak beramal) tapi tidak sesuai tuntunan”. Diriwayatkan oleh ath-Thabaraniy dalam al-Mu’jam al-Kabîr.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 26 Dzulqa’dah 1437 / 29 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4Next Sudah Ditanggung Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor ketiga yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor media elektronik dan cetak. Diawali dengan pembahasan tentang radio dan televisi. Selanjutnya adalah: InternetInternet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin triliyunan, isinya memuat bermacam-macam topik.Manfaat atau dampak positif internet antara lain:Sebagai media belajar. Dengan adanya internet akses untuk mencari ilmu agama maupun umum menjadi sangat terbuka. Artikel ilmiah maupun rekaman kajian Islam yang berformat audio maupun video, sangat mudah untuk didapatkan.Media komunikasi, artinya ini merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan. Di mana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain di seluruh dunia.Media mencari informasi dan pertukaran data, artinya dengan menggunakanemail, newsgroup, www atau pun jaringan web-web lainnya para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat, mudah dan murah.Dampak negatif internet:Pemahaman menyimpang. Betapa banyak ideologi dan pemahaman sesat yang dijajakn lewat internet. Dan tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kubangan lumpur kesesatan gara-gara internet.Artinya dalam kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki oleh internet, pornografi pun semakin merajalela. Di internet terdapat banyak gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan terhadap seseorang untuk melakukan tindakan kriminal.Penipuan dan kejahatan. Para penjahat internet ini pun banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk agar mendapatkaan keuntungan. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi on-line dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Banyak sekali perjudian yang beredar di internet. Dengan jaringan yang tersedia, penjudi tidak perlu pergi ketempat khusus untuk memenuhi keinginannya.Perlukah mengenalkan internet kepada anak?Bila tidak ada kebutuhan mendesak, hemat kami anak-anak kecil tidak perlu dikenalkan dengan internet. Namun bila ada hal yang amat mendesak untuk itu maka harus diperhatikan hal-hal berikut:Peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet.Gunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak.Pahamkan kepada anak bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat. Sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Dzulhijjah 1437 / 5 September 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor ketiga yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor media elektronik dan cetak. Diawali dengan pembahasan tentang radio dan televisi. Selanjutnya adalah: InternetInternet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin triliyunan, isinya memuat bermacam-macam topik.Manfaat atau dampak positif internet antara lain:Sebagai media belajar. Dengan adanya internet akses untuk mencari ilmu agama maupun umum menjadi sangat terbuka. Artikel ilmiah maupun rekaman kajian Islam yang berformat audio maupun video, sangat mudah untuk didapatkan.Media komunikasi, artinya ini merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan. Di mana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain di seluruh dunia.Media mencari informasi dan pertukaran data, artinya dengan menggunakanemail, newsgroup, www atau pun jaringan web-web lainnya para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat, mudah dan murah.Dampak negatif internet:Pemahaman menyimpang. Betapa banyak ideologi dan pemahaman sesat yang dijajakn lewat internet. Dan tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kubangan lumpur kesesatan gara-gara internet.Artinya dalam kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki oleh internet, pornografi pun semakin merajalela. Di internet terdapat banyak gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan terhadap seseorang untuk melakukan tindakan kriminal.Penipuan dan kejahatan. Para penjahat internet ini pun banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk agar mendapatkaan keuntungan. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi on-line dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Banyak sekali perjudian yang beredar di internet. Dengan jaringan yang tersedia, penjudi tidak perlu pergi ketempat khusus untuk memenuhi keinginannya.Perlukah mengenalkan internet kepada anak?Bila tidak ada kebutuhan mendesak, hemat kami anak-anak kecil tidak perlu dikenalkan dengan internet. Namun bila ada hal yang amat mendesak untuk itu maka harus diperhatikan hal-hal berikut:Peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet.Gunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak.Pahamkan kepada anak bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat. Sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Dzulhijjah 1437 / 5 September 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor ketiga yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor media elektronik dan cetak. Diawali dengan pembahasan tentang radio dan televisi. Selanjutnya adalah: InternetInternet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin triliyunan, isinya memuat bermacam-macam topik.Manfaat atau dampak positif internet antara lain:Sebagai media belajar. Dengan adanya internet akses untuk mencari ilmu agama maupun umum menjadi sangat terbuka. Artikel ilmiah maupun rekaman kajian Islam yang berformat audio maupun video, sangat mudah untuk didapatkan.Media komunikasi, artinya ini merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan. Di mana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain di seluruh dunia.Media mencari informasi dan pertukaran data, artinya dengan menggunakanemail, newsgroup, www atau pun jaringan web-web lainnya para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat, mudah dan murah.Dampak negatif internet:Pemahaman menyimpang. Betapa banyak ideologi dan pemahaman sesat yang dijajakn lewat internet. Dan tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kubangan lumpur kesesatan gara-gara internet.Artinya dalam kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki oleh internet, pornografi pun semakin merajalela. Di internet terdapat banyak gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan terhadap seseorang untuk melakukan tindakan kriminal.Penipuan dan kejahatan. Para penjahat internet ini pun banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk agar mendapatkaan keuntungan. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi on-line dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Banyak sekali perjudian yang beredar di internet. Dengan jaringan yang tersedia, penjudi tidak perlu pergi ketempat khusus untuk memenuhi keinginannya.Perlukah mengenalkan internet kepada anak?Bila tidak ada kebutuhan mendesak, hemat kami anak-anak kecil tidak perlu dikenalkan dengan internet. Namun bila ada hal yang amat mendesak untuk itu maka harus diperhatikan hal-hal berikut:Peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet.Gunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak.Pahamkan kepada anak bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat. Sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Dzulhijjah 1437 / 5 September 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor ketiga yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor media elektronik dan cetak. Diawali dengan pembahasan tentang radio dan televisi. Selanjutnya adalah: InternetInternet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin triliyunan, isinya memuat bermacam-macam topik.Manfaat atau dampak positif internet antara lain:Sebagai media belajar. Dengan adanya internet akses untuk mencari ilmu agama maupun umum menjadi sangat terbuka. Artikel ilmiah maupun rekaman kajian Islam yang berformat audio maupun video, sangat mudah untuk didapatkan.Media komunikasi, artinya ini merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan. Di mana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain di seluruh dunia.Media mencari informasi dan pertukaran data, artinya dengan menggunakanemail, newsgroup, www atau pun jaringan web-web lainnya para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat, mudah dan murah.Dampak negatif internet:Pemahaman menyimpang. Betapa banyak ideologi dan pemahaman sesat yang dijajakn lewat internet. Dan tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kubangan lumpur kesesatan gara-gara internet.Artinya dalam kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki oleh internet, pornografi pun semakin merajalela. Di internet terdapat banyak gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan terhadap seseorang untuk melakukan tindakan kriminal.Penipuan dan kejahatan. Para penjahat internet ini pun banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk agar mendapatkaan keuntungan. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi on-line dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.Banyak sekali perjudian yang beredar di internet. Dengan jaringan yang tersedia, penjudi tidak perlu pergi ketempat khusus untuk memenuhi keinginannya.Perlukah mengenalkan internet kepada anak?Bila tidak ada kebutuhan mendesak, hemat kami anak-anak kecil tidak perlu dikenalkan dengan internet. Namun bila ada hal yang amat mendesak untuk itu maka harus diperhatikan hal-hal berikut:Peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan internet.Gunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak.Pahamkan kepada anak bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat. Sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 3 Dzulhijjah 1437 / 5 September 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 101 MEWASPADAI DOA DAN DZIKIR YANG TIDAK SESUAI TUNTUNAN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor kedua yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor sekolah.Faktor berikutnya adalah: Media Elektronik dan Cetak.Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anak akan tumbuh menjadi anak sebagaimana yang ia peroleh dari kedua media ini. Radio dan TelevisiDunia telah terbuka lebar bagi kita, dan dunia pun sudah berada di hadapan kita, bahkan di depan mata kita melalui beragam chanel TV. Sarana-sarana informasi, baik melalui beragam radio dan televisi memiliki pengaruh yang sangat berbahaya dalam merusak pendidikan anak.Dari sisi lain, radio dan televisi sebagai sumber berita, wahana penebar wacana baru, menimba ilmu pengetahuan dan menanamkan pola pikir pada anak. Namun kedua media itu juga bisa menjadi sarana efektif dan senjata pemusnah massal para musuh Islam untuk menghancurkan nilai-nilai dasar Islam dan kepribadian islami pada generasi muda. Karena para musuh selalu membuat rencana dan strategi untuk menghancurkan para pemuda Islam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Dalam buku Protokolat, para pemuka Yahudi menyatakan, bila orang Yahudi hendak memiliki negara Yahudi Raya, maka mereka harus mampu merusak generasi muda. Oleh karena itu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjerat generasi muda, terutama anak-anak. Mereka berhasil menebarkan racun kepada generasi muda dan anak-anak melalui tayangan film-film horor atau mistik yang mengandung unsur kekufuran dan kesyirikan. Tujuannya, ialah untuk menanamkan keyakinan dan pemikiran yang rusak pada para pemuda dan anak-anak. Misalnya, seperti film-film yang berjudul atau bertema Manusia Raksasa, Satria Baja Hitam, Xena, Spiderman. Atau seperti halnya film-film nusantara yang kental dengan nilai-nilai yang merusak moral dan lain-lain. Atau film dunia hewan, seperti Ninja Hatori dan Pokemon. Atau film peperangan antara makhluk luar angkasa dengan penduduk bumi, atau manusia planet yang menampilkan orang-orang telanjang yang tidak menutup aurat dan mengajak anak-anak untuk hidup penuh romantis atau berduaan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram. Atau melegalisasi perbuatan zina sehingga mereka melakukan zina dengan mudah, gampang dan bukan suatu aib, serta tidak perlu dihukum. Bahkan dalam pandangan mereka orang yang mampu merebut wanita dari tangan orang lain dianggapnya sebagai pahlawan. Lebih parah lagi, film-film sejenis itu banyak ditayangkan dan cukup banyak diminati oleh kalangan muda dan orang dewasa.Acara televisi seperti itu sangat berbahaya. Ia dapat menghancurkan kepribadian dan akhlak anak, serta merobohkan sendi-sendi akidah yang telah tertanam kokoh. Akibatnya para pemuda-pemudi menjadi generasi yang labil dan lemah, tidak memiliki kepribadian.Ada seorang dokter yang kini aktif di salah satu yayasan. Di sebuah stasiun televisi, dia bercerita bahwa dirinya mulai mencoba merokok sejak kelas 4 SD. Kemudian menenggak minuman keras, menghisap ganja, dan itu terus berlangsung hingga saat kuliah di kedokteran dengan kadar semakin besar. Yang menarik disini, ternyata yang menjadi motivasi sang dokter ini melakukan hal itu, karena ia ingin meniru gaya yang ditampilkan di dalam film koboi, bahwa seorang tokoh koboi kelihatan gagah-berani dengan menenggak minuman keras. Sang dokter juga mengatakan, selama melakukan hal itu tidak ada yang memberi pengajaran atau pun mengingatkannya. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dan waspada terhadap bahaya banyak dari tayangan televisi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Dzulqa’dah 1437 / 22 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor kedua yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor sekolah.Faktor berikutnya adalah: Media Elektronik dan Cetak.Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anak akan tumbuh menjadi anak sebagaimana yang ia peroleh dari kedua media ini. Radio dan TelevisiDunia telah terbuka lebar bagi kita, dan dunia pun sudah berada di hadapan kita, bahkan di depan mata kita melalui beragam chanel TV. Sarana-sarana informasi, baik melalui beragam radio dan televisi memiliki pengaruh yang sangat berbahaya dalam merusak pendidikan anak.Dari sisi lain, radio dan televisi sebagai sumber berita, wahana penebar wacana baru, menimba ilmu pengetahuan dan menanamkan pola pikir pada anak. Namun kedua media itu juga bisa menjadi sarana efektif dan senjata pemusnah massal para musuh Islam untuk menghancurkan nilai-nilai dasar Islam dan kepribadian islami pada generasi muda. Karena para musuh selalu membuat rencana dan strategi untuk menghancurkan para pemuda Islam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Dalam buku Protokolat, para pemuka Yahudi menyatakan, bila orang Yahudi hendak memiliki negara Yahudi Raya, maka mereka harus mampu merusak generasi muda. Oleh karena itu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjerat generasi muda, terutama anak-anak. Mereka berhasil menebarkan racun kepada generasi muda dan anak-anak melalui tayangan film-film horor atau mistik yang mengandung unsur kekufuran dan kesyirikan. Tujuannya, ialah untuk menanamkan keyakinan dan pemikiran yang rusak pada para pemuda dan anak-anak. Misalnya, seperti film-film yang berjudul atau bertema Manusia Raksasa, Satria Baja Hitam, Xena, Spiderman. Atau seperti halnya film-film nusantara yang kental dengan nilai-nilai yang merusak moral dan lain-lain. Atau film dunia hewan, seperti Ninja Hatori dan Pokemon. Atau film peperangan antara makhluk luar angkasa dengan penduduk bumi, atau manusia planet yang menampilkan orang-orang telanjang yang tidak menutup aurat dan mengajak anak-anak untuk hidup penuh romantis atau berduaan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram. Atau melegalisasi perbuatan zina sehingga mereka melakukan zina dengan mudah, gampang dan bukan suatu aib, serta tidak perlu dihukum. Bahkan dalam pandangan mereka orang yang mampu merebut wanita dari tangan orang lain dianggapnya sebagai pahlawan. Lebih parah lagi, film-film sejenis itu banyak ditayangkan dan cukup banyak diminati oleh kalangan muda dan orang dewasa.Acara televisi seperti itu sangat berbahaya. Ia dapat menghancurkan kepribadian dan akhlak anak, serta merobohkan sendi-sendi akidah yang telah tertanam kokoh. Akibatnya para pemuda-pemudi menjadi generasi yang labil dan lemah, tidak memiliki kepribadian.Ada seorang dokter yang kini aktif di salah satu yayasan. Di sebuah stasiun televisi, dia bercerita bahwa dirinya mulai mencoba merokok sejak kelas 4 SD. Kemudian menenggak minuman keras, menghisap ganja, dan itu terus berlangsung hingga saat kuliah di kedokteran dengan kadar semakin besar. Yang menarik disini, ternyata yang menjadi motivasi sang dokter ini melakukan hal itu, karena ia ingin meniru gaya yang ditampilkan di dalam film koboi, bahwa seorang tokoh koboi kelihatan gagah-berani dengan menenggak minuman keras. Sang dokter juga mengatakan, selama melakukan hal itu tidak ada yang memberi pengajaran atau pun mengingatkannya. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dan waspada terhadap bahaya banyak dari tayangan televisi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Dzulqa’dah 1437 / 22 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor kedua yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor sekolah.Faktor berikutnya adalah: Media Elektronik dan Cetak.Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anak akan tumbuh menjadi anak sebagaimana yang ia peroleh dari kedua media ini. Radio dan TelevisiDunia telah terbuka lebar bagi kita, dan dunia pun sudah berada di hadapan kita, bahkan di depan mata kita melalui beragam chanel TV. Sarana-sarana informasi, baik melalui beragam radio dan televisi memiliki pengaruh yang sangat berbahaya dalam merusak pendidikan anak.Dari sisi lain, radio dan televisi sebagai sumber berita, wahana penebar wacana baru, menimba ilmu pengetahuan dan menanamkan pola pikir pada anak. Namun kedua media itu juga bisa menjadi sarana efektif dan senjata pemusnah massal para musuh Islam untuk menghancurkan nilai-nilai dasar Islam dan kepribadian islami pada generasi muda. Karena para musuh selalu membuat rencana dan strategi untuk menghancurkan para pemuda Islam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Dalam buku Protokolat, para pemuka Yahudi menyatakan, bila orang Yahudi hendak memiliki negara Yahudi Raya, maka mereka harus mampu merusak generasi muda. Oleh karena itu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjerat generasi muda, terutama anak-anak. Mereka berhasil menebarkan racun kepada generasi muda dan anak-anak melalui tayangan film-film horor atau mistik yang mengandung unsur kekufuran dan kesyirikan. Tujuannya, ialah untuk menanamkan keyakinan dan pemikiran yang rusak pada para pemuda dan anak-anak. Misalnya, seperti film-film yang berjudul atau bertema Manusia Raksasa, Satria Baja Hitam, Xena, Spiderman. Atau seperti halnya film-film nusantara yang kental dengan nilai-nilai yang merusak moral dan lain-lain. Atau film dunia hewan, seperti Ninja Hatori dan Pokemon. Atau film peperangan antara makhluk luar angkasa dengan penduduk bumi, atau manusia planet yang menampilkan orang-orang telanjang yang tidak menutup aurat dan mengajak anak-anak untuk hidup penuh romantis atau berduaan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram. Atau melegalisasi perbuatan zina sehingga mereka melakukan zina dengan mudah, gampang dan bukan suatu aib, serta tidak perlu dihukum. Bahkan dalam pandangan mereka orang yang mampu merebut wanita dari tangan orang lain dianggapnya sebagai pahlawan. Lebih parah lagi, film-film sejenis itu banyak ditayangkan dan cukup banyak diminati oleh kalangan muda dan orang dewasa.Acara televisi seperti itu sangat berbahaya. Ia dapat menghancurkan kepribadian dan akhlak anak, serta merobohkan sendi-sendi akidah yang telah tertanam kokoh. Akibatnya para pemuda-pemudi menjadi generasi yang labil dan lemah, tidak memiliki kepribadian.Ada seorang dokter yang kini aktif di salah satu yayasan. Di sebuah stasiun televisi, dia bercerita bahwa dirinya mulai mencoba merokok sejak kelas 4 SD. Kemudian menenggak minuman keras, menghisap ganja, dan itu terus berlangsung hingga saat kuliah di kedokteran dengan kadar semakin besar. Yang menarik disini, ternyata yang menjadi motivasi sang dokter ini melakukan hal itu, karena ia ingin meniru gaya yang ditampilkan di dalam film koboi, bahwa seorang tokoh koboi kelihatan gagah-berani dengan menenggak minuman keras. Sang dokter juga mengatakan, selama melakukan hal itu tidak ada yang memberi pengajaran atau pun mengingatkannya. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dan waspada terhadap bahaya banyak dari tayangan televisi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Dzulqa’dah 1437 / 22 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor kedua yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor sekolah.Faktor berikutnya adalah: Media Elektronik dan Cetak.Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Kalau orang tua tidak berhati-hati dan waspada terhadap kedua media ini, maka tidak jarang anak-anak akan tumbuh menjadi anak sebagaimana yang ia peroleh dari kedua media ini. Radio dan TelevisiDunia telah terbuka lebar bagi kita, dan dunia pun sudah berada di hadapan kita, bahkan di depan mata kita melalui beragam chanel TV. Sarana-sarana informasi, baik melalui beragam radio dan televisi memiliki pengaruh yang sangat berbahaya dalam merusak pendidikan anak.Dari sisi lain, radio dan televisi sebagai sumber berita, wahana penebar wacana baru, menimba ilmu pengetahuan dan menanamkan pola pikir pada anak. Namun kedua media itu juga bisa menjadi sarana efektif dan senjata pemusnah massal para musuh Islam untuk menghancurkan nilai-nilai dasar Islam dan kepribadian islami pada generasi muda. Karena para musuh selalu membuat rencana dan strategi untuk menghancurkan para pemuda Islam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Dalam buku Protokolat, para pemuka Yahudi menyatakan, bila orang Yahudi hendak memiliki negara Yahudi Raya, maka mereka harus mampu merusak generasi muda. Oleh karena itu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjerat generasi muda, terutama anak-anak. Mereka berhasil menebarkan racun kepada generasi muda dan anak-anak melalui tayangan film-film horor atau mistik yang mengandung unsur kekufuran dan kesyirikan. Tujuannya, ialah untuk menanamkan keyakinan dan pemikiran yang rusak pada para pemuda dan anak-anak. Misalnya, seperti film-film yang berjudul atau bertema Manusia Raksasa, Satria Baja Hitam, Xena, Spiderman. Atau seperti halnya film-film nusantara yang kental dengan nilai-nilai yang merusak moral dan lain-lain. Atau film dunia hewan, seperti Ninja Hatori dan Pokemon. Atau film peperangan antara makhluk luar angkasa dengan penduduk bumi, atau manusia planet yang menampilkan orang-orang telanjang yang tidak menutup aurat dan mengajak anak-anak untuk hidup penuh romantis atau berduaan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram. Atau melegalisasi perbuatan zina sehingga mereka melakukan zina dengan mudah, gampang dan bukan suatu aib, serta tidak perlu dihukum. Bahkan dalam pandangan mereka orang yang mampu merebut wanita dari tangan orang lain dianggapnya sebagai pahlawan. Lebih parah lagi, film-film sejenis itu banyak ditayangkan dan cukup banyak diminati oleh kalangan muda dan orang dewasa.Acara televisi seperti itu sangat berbahaya. Ia dapat menghancurkan kepribadian dan akhlak anak, serta merobohkan sendi-sendi akidah yang telah tertanam kokoh. Akibatnya para pemuda-pemudi menjadi generasi yang labil dan lemah, tidak memiliki kepribadian.Ada seorang dokter yang kini aktif di salah satu yayasan. Di sebuah stasiun televisi, dia bercerita bahwa dirinya mulai mencoba merokok sejak kelas 4 SD. Kemudian menenggak minuman keras, menghisap ganja, dan itu terus berlangsung hingga saat kuliah di kedokteran dengan kadar semakin besar. Yang menarik disini, ternyata yang menjadi motivasi sang dokter ini melakukan hal itu, karena ia ingin meniru gaya yang ditampilkan di dalam film koboi, bahwa seorang tokoh koboi kelihatan gagah-berani dengan menenggak minuman keras. Sang dokter juga mengatakan, selama melakukan hal itu tidak ada yang memberi pengajaran atau pun mengingatkannya. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dan waspada terhadap bahaya banyak dari tayangan televisi.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 19 Dzulqa’dah 1437 / 22 Agustus 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 78 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor pertama yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor rumah.Faktor berikutnya adalah: Sekolah.Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, tentu saja jika anak Anda sudah pada masa sekolah. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih tempat sekolah untuk anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda.Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda-beda.Karena itu berusahalah mencari sekolah yang siswa-siswanya baik perilakunya. Meskipun mencari sekolah yang perilaku siswanya baik semua, tentu mustahil atau amat sulit. Namun setidaknya kita harus memilih sekolah yang tidak didominasi oleh anak yang nakal. Dengan melihat trakrecord sekolahan tersebut.Begitu juga para pengajar sekolahan harus pula menjadi bahan pertimbangan pemilihan suatu sekolah. Sebab mereka berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya dan kepribadian. Bagaimanakah keadaan mereka? Apakah memiliki komitmen terhadap akidah yang lurus? Atau justru sebagai pengagum berat budaya dan pemikiran barat yang rusak? Apakah para pengajar memiliki pemikiran dan keyakinan yang dibangun berdasarkan nilai agama? Ataukah hanya sekedar pengajar yang menebarkan pemikiran tidak baik, sehingga menghancurkan anak-anak kita?Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran. Yang kerap tanpa memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar dan ditiru. Sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu agama yang sahih sesuai dengan pemahaman ulama salaf dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.Dan tidak kalah penting, dalam membentuk kepribadian anak di sekolah, adalah kurikulum pendidikan. Apakah kurikulum tersebut bersumber dari ajaran Islam, sehingga dapat mendukung untuk menegakkan ajaran Allah dan sunnah Rasul dan ajaran ulama salaf? Ataukah hanya sekedar mementingkan kesuksesan duniawi belaka?Teramat disayangkan ternyata banyak anak yang justru rusak akhlak dan pemikirannya justru saat masuk sekolah. Hal itu terjadi karena banyak faktor. Mungkin karena faktor pertemanan yang salah. Atau guru yang tidak benar. Atau bisa jadi pula gara-gara kurikulum yang kurang memperhatikan sisi pembangunan karakter dan akhlak anak didik.Karena itulah, orang tua tidak bisa berlepas diri hanya dengan alasan bahwa anak sudah dimasukkan ke sekolah. Namun juga harus terus mengikuti perkembangan perilaku anaknya. Selalu mengarahkan mereka. Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Syawal 1437 / 25 Juli 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor pertama yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor rumah.Faktor berikutnya adalah: Sekolah.Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, tentu saja jika anak Anda sudah pada masa sekolah. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih tempat sekolah untuk anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda.Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda-beda.Karena itu berusahalah mencari sekolah yang siswa-siswanya baik perilakunya. Meskipun mencari sekolah yang perilaku siswanya baik semua, tentu mustahil atau amat sulit. Namun setidaknya kita harus memilih sekolah yang tidak didominasi oleh anak yang nakal. Dengan melihat trakrecord sekolahan tersebut.Begitu juga para pengajar sekolahan harus pula menjadi bahan pertimbangan pemilihan suatu sekolah. Sebab mereka berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya dan kepribadian. Bagaimanakah keadaan mereka? Apakah memiliki komitmen terhadap akidah yang lurus? Atau justru sebagai pengagum berat budaya dan pemikiran barat yang rusak? Apakah para pengajar memiliki pemikiran dan keyakinan yang dibangun berdasarkan nilai agama? Ataukah hanya sekedar pengajar yang menebarkan pemikiran tidak baik, sehingga menghancurkan anak-anak kita?Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran. Yang kerap tanpa memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar dan ditiru. Sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu agama yang sahih sesuai dengan pemahaman ulama salaf dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.Dan tidak kalah penting, dalam membentuk kepribadian anak di sekolah, adalah kurikulum pendidikan. Apakah kurikulum tersebut bersumber dari ajaran Islam, sehingga dapat mendukung untuk menegakkan ajaran Allah dan sunnah Rasul dan ajaran ulama salaf? Ataukah hanya sekedar mementingkan kesuksesan duniawi belaka?Teramat disayangkan ternyata banyak anak yang justru rusak akhlak dan pemikirannya justru saat masuk sekolah. Hal itu terjadi karena banyak faktor. Mungkin karena faktor pertemanan yang salah. Atau guru yang tidak benar. Atau bisa jadi pula gara-gara kurikulum yang kurang memperhatikan sisi pembangunan karakter dan akhlak anak didik.Karena itulah, orang tua tidak bisa berlepas diri hanya dengan alasan bahwa anak sudah dimasukkan ke sekolah. Namun juga harus terus mengikuti perkembangan perilaku anaknya. Selalu mengarahkan mereka. Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Syawal 1437 / 25 Juli 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor pertama yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor rumah.Faktor berikutnya adalah: Sekolah.Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, tentu saja jika anak Anda sudah pada masa sekolah. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih tempat sekolah untuk anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda.Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda-beda.Karena itu berusahalah mencari sekolah yang siswa-siswanya baik perilakunya. Meskipun mencari sekolah yang perilaku siswanya baik semua, tentu mustahil atau amat sulit. Namun setidaknya kita harus memilih sekolah yang tidak didominasi oleh anak yang nakal. Dengan melihat trakrecord sekolahan tersebut.Begitu juga para pengajar sekolahan harus pula menjadi bahan pertimbangan pemilihan suatu sekolah. Sebab mereka berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya dan kepribadian. Bagaimanakah keadaan mereka? Apakah memiliki komitmen terhadap akidah yang lurus? Atau justru sebagai pengagum berat budaya dan pemikiran barat yang rusak? Apakah para pengajar memiliki pemikiran dan keyakinan yang dibangun berdasarkan nilai agama? Ataukah hanya sekedar pengajar yang menebarkan pemikiran tidak baik, sehingga menghancurkan anak-anak kita?Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran. Yang kerap tanpa memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar dan ditiru. Sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu agama yang sahih sesuai dengan pemahaman ulama salaf dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.Dan tidak kalah penting, dalam membentuk kepribadian anak di sekolah, adalah kurikulum pendidikan. Apakah kurikulum tersebut bersumber dari ajaran Islam, sehingga dapat mendukung untuk menegakkan ajaran Allah dan sunnah Rasul dan ajaran ulama salaf? Ataukah hanya sekedar mementingkan kesuksesan duniawi belaka?Teramat disayangkan ternyata banyak anak yang justru rusak akhlak dan pemikirannya justru saat masuk sekolah. Hal itu terjadi karena banyak faktor. Mungkin karena faktor pertemanan yang salah. Atau guru yang tidak benar. Atau bisa jadi pula gara-gara kurikulum yang kurang memperhatikan sisi pembangunan karakter dan akhlak anak didik.Karena itulah, orang tua tidak bisa berlepas diri hanya dengan alasan bahwa anak sudah dimasukkan ke sekolah. Namun juga harus terus mengikuti perkembangan perilaku anaknya. Selalu mengarahkan mereka. Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Syawal 1437 / 25 Juli 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas faktor pertama yang mempengaruhi pendidikan anak. Yakni faktor rumah.Faktor berikutnya adalah: Sekolah.Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah keluarga, tentu saja jika anak Anda sudah pada masa sekolah. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar jeli dalam memilih tempat sekolah untuk anak. Jangan gegabah atau asal-asalan. Bagaimanapun, lingkungan sekolah akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak Anda.Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda-beda.Karena itu berusahalah mencari sekolah yang siswa-siswanya baik perilakunya. Meskipun mencari sekolah yang perilaku siswanya baik semua, tentu mustahil atau amat sulit. Namun setidaknya kita harus memilih sekolah yang tidak didominasi oleh anak yang nakal. Dengan melihat trakrecord sekolahan tersebut.Begitu juga para pengajar sekolahan harus pula menjadi bahan pertimbangan pemilihan suatu sekolah. Sebab mereka berasal dari berbagai latar belakang pemikiran, budaya dan kepribadian. Bagaimanakah keadaan mereka? Apakah memiliki komitmen terhadap akidah yang lurus? Atau justru sebagai pengagum berat budaya dan pemikiran barat yang rusak? Apakah para pengajar memiliki pemikiran dan keyakinan yang dibangun berdasarkan nilai agama? Ataukah hanya sekedar pengajar yang menebarkan pemikiran tidak baik, sehingga menghancurkan anak-anak kita?Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran. Yang kerap tanpa memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar dan ditiru. Sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu agama yang sahih sesuai dengan pemahaman ulama salaf dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.Dan tidak kalah penting, dalam membentuk kepribadian anak di sekolah, adalah kurikulum pendidikan. Apakah kurikulum tersebut bersumber dari ajaran Islam, sehingga dapat mendukung untuk menegakkan ajaran Allah dan sunnah Rasul dan ajaran ulama salaf? Ataukah hanya sekedar mementingkan kesuksesan duniawi belaka?Teramat disayangkan ternyata banyak anak yang justru rusak akhlak dan pemikirannya justru saat masuk sekolah. Hal itu terjadi karena banyak faktor. Mungkin karena faktor pertemanan yang salah. Atau guru yang tidak benar. Atau bisa jadi pula gara-gara kurikulum yang kurang memperhatikan sisi pembangunan karakter dan akhlak anak didik.Karena itulah, orang tua tidak bisa berlepas diri hanya dengan alasan bahwa anak sudah dimasukkan ke sekolah. Namun juga harus terus mengikuti perkembangan perilaku anaknya. Selalu mengarahkan mereka. Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 20 Syawal 1437 / 25 Juli 2016 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1Next Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 77 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1

Bila pada pertemuan sebelumnya dijelaskan tentang urgensi membiasakan anak bermasyarakat, maka pada kesempatan kali ini kita perlu mengetahui bahwa di lingkungan masyarakat itu ada orang-orang rusak yang berbahaya bagi perilaku anak kita. Sehingga kita perlu ekstra waspada.Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga dinasehatkan supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah.Anak merupakan anugerah, karunia dan nikmat Allah yang terbesar yang harus dipelihara, sehingga tidak terkontaminasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, maka wajib untuk membimbing dan mendidik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Wajib mencarikan lingkungan yang bagus dan teman-teman yang istiqamah.Sebagai pendidik, seseorang harus menjadikan kepribadian Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam setiap proses pendidikan. Mengajak mereka untuk mengikuti jejak salafush-shalih serta memberi motivasi anak didik untuk selalu bersanding dengan ulama dan orang-orang shalih. Seorang pendidik juga harus memahami dampak buruk yang disebabkan oleh keteledoran dalam mendidik anak. Ia harus mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi proses pendidikan anak. Yaitu lingkungan rumah, sekolah, media cetak dan elektronik, teman bergaul, sahabat serta pembantu.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK Rumah.Rumah adalah tempat pendidikan pertama kali bagi seorang anak dan merupakan tempat yang paling berpengaruh terhadap pola hidup seorang anak. Anak yang hidup di tengah keluarga yang harmonis, yang selalu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, sunah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditegakkan dan terjaga dari kemungkaran; maka insyaAllah ia akan tumbuh menjadi anak yang taat dan pemberani.Oleh karena itu, setiap orang tua muslim harus memperhatikan kondisi rumahnya. Ciptakan suasana yang Islami, tegakkan sunnah, dan hindarkan dari kemungkaran. Mohonlah pertolongan kepada Allah agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang bertauhid, berakhlakul karimah dan beramal sesuai dengan sunnah Rasulullah serta mengikuti jejak para salafush-shalih.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,[arabic-font]لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتُكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ .[/arabic-font]“Janganlah engkau jadikan rumahmu seperti kuburan; sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah”. HR. Muslim.Dalam hadits ini, terdapat anjuran untuk memperbaiki rumah supaya tidak seperti kuburan dan menjadi sarang setan. Sehingga anak-anak yang tumbuh di dalamnya jauh dari Islam, bahkan kemungkaran setiap saat terjadi di rumahnya dan percekcokan orang tuanya menghiasi hidupnya. Maka tidak disangsikan anak akan tumbuh menjadi anak yang keras dan kasar.Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Ramadhan 1437 / 13 Juni 2016* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari https://almanhaj.or.id/2679-pengaruh-lingkungan-terhadap-pendidikan-anak.html Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKATNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1

Bila pada pertemuan sebelumnya dijelaskan tentang urgensi membiasakan anak bermasyarakat, maka pada kesempatan kali ini kita perlu mengetahui bahwa di lingkungan masyarakat itu ada orang-orang rusak yang berbahaya bagi perilaku anak kita. Sehingga kita perlu ekstra waspada.Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga dinasehatkan supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah.Anak merupakan anugerah, karunia dan nikmat Allah yang terbesar yang harus dipelihara, sehingga tidak terkontaminasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, maka wajib untuk membimbing dan mendidik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Wajib mencarikan lingkungan yang bagus dan teman-teman yang istiqamah.Sebagai pendidik, seseorang harus menjadikan kepribadian Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam setiap proses pendidikan. Mengajak mereka untuk mengikuti jejak salafush-shalih serta memberi motivasi anak didik untuk selalu bersanding dengan ulama dan orang-orang shalih. Seorang pendidik juga harus memahami dampak buruk yang disebabkan oleh keteledoran dalam mendidik anak. Ia harus mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi proses pendidikan anak. Yaitu lingkungan rumah, sekolah, media cetak dan elektronik, teman bergaul, sahabat serta pembantu.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK Rumah.Rumah adalah tempat pendidikan pertama kali bagi seorang anak dan merupakan tempat yang paling berpengaruh terhadap pola hidup seorang anak. Anak yang hidup di tengah keluarga yang harmonis, yang selalu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, sunah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditegakkan dan terjaga dari kemungkaran; maka insyaAllah ia akan tumbuh menjadi anak yang taat dan pemberani.Oleh karena itu, setiap orang tua muslim harus memperhatikan kondisi rumahnya. Ciptakan suasana yang Islami, tegakkan sunnah, dan hindarkan dari kemungkaran. Mohonlah pertolongan kepada Allah agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang bertauhid, berakhlakul karimah dan beramal sesuai dengan sunnah Rasulullah serta mengikuti jejak para salafush-shalih.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,[arabic-font]لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتُكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ .[/arabic-font]“Janganlah engkau jadikan rumahmu seperti kuburan; sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah”. HR. Muslim.Dalam hadits ini, terdapat anjuran untuk memperbaiki rumah supaya tidak seperti kuburan dan menjadi sarang setan. Sehingga anak-anak yang tumbuh di dalamnya jauh dari Islam, bahkan kemungkaran setiap saat terjadi di rumahnya dan percekcokan orang tuanya menghiasi hidupnya. Maka tidak disangsikan anak akan tumbuh menjadi anak yang keras dan kasar.Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Ramadhan 1437 / 13 Juni 2016* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari https://almanhaj.or.id/2679-pengaruh-lingkungan-terhadap-pendidikan-anak.html Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKATNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Bila pada pertemuan sebelumnya dijelaskan tentang urgensi membiasakan anak bermasyarakat, maka pada kesempatan kali ini kita perlu mengetahui bahwa di lingkungan masyarakat itu ada orang-orang rusak yang berbahaya bagi perilaku anak kita. Sehingga kita perlu ekstra waspada.Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga dinasehatkan supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah.Anak merupakan anugerah, karunia dan nikmat Allah yang terbesar yang harus dipelihara, sehingga tidak terkontaminasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, maka wajib untuk membimbing dan mendidik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Wajib mencarikan lingkungan yang bagus dan teman-teman yang istiqamah.Sebagai pendidik, seseorang harus menjadikan kepribadian Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam setiap proses pendidikan. Mengajak mereka untuk mengikuti jejak salafush-shalih serta memberi motivasi anak didik untuk selalu bersanding dengan ulama dan orang-orang shalih. Seorang pendidik juga harus memahami dampak buruk yang disebabkan oleh keteledoran dalam mendidik anak. Ia harus mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi proses pendidikan anak. Yaitu lingkungan rumah, sekolah, media cetak dan elektronik, teman bergaul, sahabat serta pembantu.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK Rumah.Rumah adalah tempat pendidikan pertama kali bagi seorang anak dan merupakan tempat yang paling berpengaruh terhadap pola hidup seorang anak. Anak yang hidup di tengah keluarga yang harmonis, yang selalu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, sunah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditegakkan dan terjaga dari kemungkaran; maka insyaAllah ia akan tumbuh menjadi anak yang taat dan pemberani.Oleh karena itu, setiap orang tua muslim harus memperhatikan kondisi rumahnya. Ciptakan suasana yang Islami, tegakkan sunnah, dan hindarkan dari kemungkaran. Mohonlah pertolongan kepada Allah agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang bertauhid, berakhlakul karimah dan beramal sesuai dengan sunnah Rasulullah serta mengikuti jejak para salafush-shalih.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,[arabic-font]لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتُكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ .[/arabic-font]“Janganlah engkau jadikan rumahmu seperti kuburan; sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah”. HR. Muslim.Dalam hadits ini, terdapat anjuran untuk memperbaiki rumah supaya tidak seperti kuburan dan menjadi sarang setan. Sehingga anak-anak yang tumbuh di dalamnya jauh dari Islam, bahkan kemungkaran setiap saat terjadi di rumahnya dan percekcokan orang tuanya menghiasi hidupnya. Maka tidak disangsikan anak akan tumbuh menjadi anak yang keras dan kasar.Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Ramadhan 1437 / 13 Juni 2016* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari https://almanhaj.or.id/2679-pengaruh-lingkungan-terhadap-pendidikan-anak.html Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKATNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Bila pada pertemuan sebelumnya dijelaskan tentang urgensi membiasakan anak bermasyarakat, maka pada kesempatan kali ini kita perlu mengetahui bahwa di lingkungan masyarakat itu ada orang-orang rusak yang berbahaya bagi perilaku anak kita. Sehingga kita perlu ekstra waspada.Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga dinasehatkan supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah.Anak merupakan anugerah, karunia dan nikmat Allah yang terbesar yang harus dipelihara, sehingga tidak terkontaminasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, maka wajib untuk membimbing dan mendidik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Wajib mencarikan lingkungan yang bagus dan teman-teman yang istiqamah.Sebagai pendidik, seseorang harus menjadikan kepribadian Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam setiap proses pendidikan. Mengajak mereka untuk mengikuti jejak salafush-shalih serta memberi motivasi anak didik untuk selalu bersanding dengan ulama dan orang-orang shalih. Seorang pendidik juga harus memahami dampak buruk yang disebabkan oleh keteledoran dalam mendidik anak. Ia harus mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi proses pendidikan anak. Yaitu lingkungan rumah, sekolah, media cetak dan elektronik, teman bergaul, sahabat serta pembantu.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN ANAK Rumah.Rumah adalah tempat pendidikan pertama kali bagi seorang anak dan merupakan tempat yang paling berpengaruh terhadap pola hidup seorang anak. Anak yang hidup di tengah keluarga yang harmonis, yang selalu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla, sunah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditegakkan dan terjaga dari kemungkaran; maka insyaAllah ia akan tumbuh menjadi anak yang taat dan pemberani.Oleh karena itu, setiap orang tua muslim harus memperhatikan kondisi rumahnya. Ciptakan suasana yang Islami, tegakkan sunnah, dan hindarkan dari kemungkaran. Mohonlah pertolongan kepada Allah agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang bertauhid, berakhlakul karimah dan beramal sesuai dengan sunnah Rasulullah serta mengikuti jejak para salafush-shalih.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,[arabic-font]لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتُكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ .[/arabic-font]“Janganlah engkau jadikan rumahmu seperti kuburan; sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah”. HR. Muslim.Dalam hadits ini, terdapat anjuran untuk memperbaiki rumah supaya tidak seperti kuburan dan menjadi sarang setan. Sehingga anak-anak yang tumbuh di dalamnya jauh dari Islam, bahkan kemungkaran setiap saat terjadi di rumahnya dan percekcokan orang tuanya menghiasi hidupnya. Maka tidak disangsikan anak akan tumbuh menjadi anak yang keras dan kasar.Bersambung…Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 8 Ramadhan 1437 / 13 Juni 2016* Diringkas oleh Abdullah Zaen dari https://almanhaj.or.id/2679-pengaruh-lingkungan-terhadap-pendidikan-anak.html Post navigation Previous Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKATNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 76 EFEK BURUK LINGKUNGAN RUSAK Bag-2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak mungkin hidup sendiri dan tidak bergaul dengan orang lain. Kurang tepat membelenggu diri tanpa interaksi dengan orang lain, dengan alasan untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dari luar, baik di lingkungan terdekat berupa tetangga maupun di lingkungan yang lebih besar di masyarakat. Demikian pula anak-anak. Bila memang masih ada secercah harapan untuk memperbaiki lingkungan sekitar.Tidak baik anak-anak dikungkung di dalam rumah, tidak boleh bertemu dengan anak-anak yang lain, sekedar dengan alasan agar mereka selamat dari perilaku negatif. Anak-anak perlu dilatih bermasyarakat, dikenalkan dengan orang-orang di sekitarnya, dilatih bagaimana cara bergaul yang benar, dan selalu berlaku baik.Setiap anak harus dilatih untuk menghormati yang lebih tua, menyayangi sesama, membimbing yang lebih muda dan memelihara hak orang lain. Serta melaksanakan adab-adab sosial yang mulia, termasuk kepada makhluk-makhluk Allah yang lain di muka bumi ini.Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ”[/arabic-font]”Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Ia tidak boleh berbuat zalim kepadanya, tidak boleh menterlantarkannya dan tidak boleh menghinanya. Takwa ada di sini”. Beliau menunjuk ke dadanya (hatinya) tiga kali. ”Cukuplah seseorang itu dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim yang lainnya adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.[arabic-font]”لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ”[/arabic-font]”Tidaklah salah seorang di antara kalian itu beriman, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas radhiyallahu ‘anhu.Dalam pendidikan ini, orang tua berkewajiban mengajarkan kepada anak-anaknya tentang hak-hak orang lain terhadapnya, mengajarkan adab-adab sosial kemasyarakatan. Juga membiasakan anak untuk ikut serta melakukan pengawasan dan kritik sosial.Dalam pendidikan sosial ini, setelah dijelaskan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua, diajarkan pula kepada anak tentang bagaimana mereka harus bersikap dengan saudara-saudaranya, dan kepada teman-temannya. Seperti membina hubungan silaturahim, menjaga kehormatan keluarga, menjaga hak-hak saudara, melaksanakan hak-hak teman-temannya, dllDiajarkan pula kepada anak bagaimana bersikap kepada tetangga seperti menghormatinya, berbuat baik kepadanya, melindungi hak-hak tetangga, tidak menyakitinya, dan tidak menyebarkan aibnya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam. (1) Bila engkau berjumpa dengannya; ucapkanlah salam. (2) Bila ia mengundangmu; penuhilah. (3) Bila dia meminta nasehat kepadamu; nasehatilah. (4) Bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah. (5) Bila dia sakit jenguklah. (6) Bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Sya’ban 1437 / 23 Mei 2016 Post navigation Previous PASANGANMU adalah PAKAIANMUNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak mungkin hidup sendiri dan tidak bergaul dengan orang lain. Kurang tepat membelenggu diri tanpa interaksi dengan orang lain, dengan alasan untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dari luar, baik di lingkungan terdekat berupa tetangga maupun di lingkungan yang lebih besar di masyarakat. Demikian pula anak-anak. Bila memang masih ada secercah harapan untuk memperbaiki lingkungan sekitar.Tidak baik anak-anak dikungkung di dalam rumah, tidak boleh bertemu dengan anak-anak yang lain, sekedar dengan alasan agar mereka selamat dari perilaku negatif. Anak-anak perlu dilatih bermasyarakat, dikenalkan dengan orang-orang di sekitarnya, dilatih bagaimana cara bergaul yang benar, dan selalu berlaku baik.Setiap anak harus dilatih untuk menghormati yang lebih tua, menyayangi sesama, membimbing yang lebih muda dan memelihara hak orang lain. Serta melaksanakan adab-adab sosial yang mulia, termasuk kepada makhluk-makhluk Allah yang lain di muka bumi ini.Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ”[/arabic-font]”Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Ia tidak boleh berbuat zalim kepadanya, tidak boleh menterlantarkannya dan tidak boleh menghinanya. Takwa ada di sini”. Beliau menunjuk ke dadanya (hatinya) tiga kali. ”Cukuplah seseorang itu dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim yang lainnya adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.[arabic-font]”لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ”[/arabic-font]”Tidaklah salah seorang di antara kalian itu beriman, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas radhiyallahu ‘anhu.Dalam pendidikan ini, orang tua berkewajiban mengajarkan kepada anak-anaknya tentang hak-hak orang lain terhadapnya, mengajarkan adab-adab sosial kemasyarakatan. Juga membiasakan anak untuk ikut serta melakukan pengawasan dan kritik sosial.Dalam pendidikan sosial ini, setelah dijelaskan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua, diajarkan pula kepada anak tentang bagaimana mereka harus bersikap dengan saudara-saudaranya, dan kepada teman-temannya. Seperti membina hubungan silaturahim, menjaga kehormatan keluarga, menjaga hak-hak saudara, melaksanakan hak-hak teman-temannya, dllDiajarkan pula kepada anak bagaimana bersikap kepada tetangga seperti menghormatinya, berbuat baik kepadanya, melindungi hak-hak tetangga, tidak menyakitinya, dan tidak menyebarkan aibnya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam. (1) Bila engkau berjumpa dengannya; ucapkanlah salam. (2) Bila ia mengundangmu; penuhilah. (3) Bila dia meminta nasehat kepadamu; nasehatilah. (4) Bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah. (5) Bila dia sakit jenguklah. (6) Bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Sya’ban 1437 / 23 Mei 2016 Post navigation Previous PASANGANMU adalah PAKAIANMUNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak mungkin hidup sendiri dan tidak bergaul dengan orang lain. Kurang tepat membelenggu diri tanpa interaksi dengan orang lain, dengan alasan untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dari luar, baik di lingkungan terdekat berupa tetangga maupun di lingkungan yang lebih besar di masyarakat. Demikian pula anak-anak. Bila memang masih ada secercah harapan untuk memperbaiki lingkungan sekitar.Tidak baik anak-anak dikungkung di dalam rumah, tidak boleh bertemu dengan anak-anak yang lain, sekedar dengan alasan agar mereka selamat dari perilaku negatif. Anak-anak perlu dilatih bermasyarakat, dikenalkan dengan orang-orang di sekitarnya, dilatih bagaimana cara bergaul yang benar, dan selalu berlaku baik.Setiap anak harus dilatih untuk menghormati yang lebih tua, menyayangi sesama, membimbing yang lebih muda dan memelihara hak orang lain. Serta melaksanakan adab-adab sosial yang mulia, termasuk kepada makhluk-makhluk Allah yang lain di muka bumi ini.Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ”[/arabic-font]”Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Ia tidak boleh berbuat zalim kepadanya, tidak boleh menterlantarkannya dan tidak boleh menghinanya. Takwa ada di sini”. Beliau menunjuk ke dadanya (hatinya) tiga kali. ”Cukuplah seseorang itu dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim yang lainnya adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.[arabic-font]”لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ”[/arabic-font]”Tidaklah salah seorang di antara kalian itu beriman, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas radhiyallahu ‘anhu.Dalam pendidikan ini, orang tua berkewajiban mengajarkan kepada anak-anaknya tentang hak-hak orang lain terhadapnya, mengajarkan adab-adab sosial kemasyarakatan. Juga membiasakan anak untuk ikut serta melakukan pengawasan dan kritik sosial.Dalam pendidikan sosial ini, setelah dijelaskan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua, diajarkan pula kepada anak tentang bagaimana mereka harus bersikap dengan saudara-saudaranya, dan kepada teman-temannya. Seperti membina hubungan silaturahim, menjaga kehormatan keluarga, menjaga hak-hak saudara, melaksanakan hak-hak teman-temannya, dllDiajarkan pula kepada anak bagaimana bersikap kepada tetangga seperti menghormatinya, berbuat baik kepadanya, melindungi hak-hak tetangga, tidak menyakitinya, dan tidak menyebarkan aibnya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam. (1) Bila engkau berjumpa dengannya; ucapkanlah salam. (2) Bila ia mengundangmu; penuhilah. (3) Bila dia meminta nasehat kepadamu; nasehatilah. (4) Bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah. (5) Bila dia sakit jenguklah. (6) Bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Sya’ban 1437 / 23 Mei 2016 Post navigation Previous PASANGANMU adalah PAKAIANMUNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak mungkin hidup sendiri dan tidak bergaul dengan orang lain. Kurang tepat membelenggu diri tanpa interaksi dengan orang lain, dengan alasan untuk menjaga diri dari pengaruh negatif dari luar, baik di lingkungan terdekat berupa tetangga maupun di lingkungan yang lebih besar di masyarakat. Demikian pula anak-anak. Bila memang masih ada secercah harapan untuk memperbaiki lingkungan sekitar.Tidak baik anak-anak dikungkung di dalam rumah, tidak boleh bertemu dengan anak-anak yang lain, sekedar dengan alasan agar mereka selamat dari perilaku negatif. Anak-anak perlu dilatih bermasyarakat, dikenalkan dengan orang-orang di sekitarnya, dilatih bagaimana cara bergaul yang benar, dan selalu berlaku baik.Setiap anak harus dilatih untuk menghormati yang lebih tua, menyayangi sesama, membimbing yang lebih muda dan memelihara hak orang lain. Serta melaksanakan adab-adab sosial yang mulia, termasuk kepada makhluk-makhluk Allah yang lain di muka bumi ini.Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ”[/arabic-font]”Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Ia tidak boleh berbuat zalim kepadanya, tidak boleh menterlantarkannya dan tidak boleh menghinanya. Takwa ada di sini”. Beliau menunjuk ke dadanya (hatinya) tiga kali. ”Cukuplah seseorang itu dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim yang lainnya adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.[arabic-font]”لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ”[/arabic-font]”Tidaklah salah seorang di antara kalian itu beriman, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas radhiyallahu ‘anhu.Dalam pendidikan ini, orang tua berkewajiban mengajarkan kepada anak-anaknya tentang hak-hak orang lain terhadapnya, mengajarkan adab-adab sosial kemasyarakatan. Juga membiasakan anak untuk ikut serta melakukan pengawasan dan kritik sosial.Dalam pendidikan sosial ini, setelah dijelaskan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua, diajarkan pula kepada anak tentang bagaimana mereka harus bersikap dengan saudara-saudaranya, dan kepada teman-temannya. Seperti membina hubungan silaturahim, menjaga kehormatan keluarga, menjaga hak-hak saudara, melaksanakan hak-hak teman-temannya, dllDiajarkan pula kepada anak bagaimana bersikap kepada tetangga seperti menghormatinya, berbuat baik kepadanya, melindungi hak-hak tetangga, tidak menyakitinya, dan tidak menyebarkan aibnya.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam. (1) Bila engkau berjumpa dengannya; ucapkanlah salam. (2) Bila ia mengundangmu; penuhilah. (3) Bila dia meminta nasehat kepadamu; nasehatilah. (4) Bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah. (5) Bila dia sakit jenguklah. (6) Bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)”. Riwayat Muslim.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Sya’ban 1437 / 23 Mei 2016 Post navigation Previous PASANGANMU adalah PAKAIANMUNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 75 Efek Buruk Lingkungan Rusak bag. 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PASANGANMU adalah PAKAIANMU

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPakaian adalah salah satu kebutuhan primer seorang manusia. Allah ta’ala dalam sebuah firman-Nya mengibaratkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.[arabic-font]”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”[/arabic-font]Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.Tentu ini adalah metafor yang sangat indah dan dalam maknanya. Berikut sedikit penjabarannya:Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat [QS. Al-A’raf (7): 26].Begitu pula pasangan kita berfungsi untuk menutup aurat dan aib kita. Suami dan istri harus saling menutupi aib masing-masing. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga maka kekurangan dan kelemahannya akan sangat diketahui oleh pasangannya. Di sinilah seorang suami harus menutupi aib istrinya dan seorang istri juga harus menutupi aib suaminya. Bukan sebaliknya, justru suami atau istri malah menjadi corong informasi yang menyebabkan aib istri atau suami diketahui oleh tetangganya, teman kerjanya, teman arisannya atau rekan bisnisnya. Begitu pula problematika rumah tangga, tidak perlu dibeberkan kepada orang lain. Kecuali manakala tidak mampu menyelesaikannya, maka meminta bantuan pihak ketiga yang terpercaya.Lazimnya antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh [QS. An-Nahl (16): 81].Sebagaimana pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin, istri merupakan pelindung bagi suaminya dari perbuatan zina, begitu pula sebaliknya. Maka hak hubungan biologis ini harus ditunaikan dengan baik oleh masing-masing pasangan.Pakaian berfungsi sebagai penghias tubuh [QS. Al-A’raf (7): 31].Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya. Pakaian menyesuaikan cuacaBiasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan. Ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis. Tapi kalau udara dingin, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut. Dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya. Pakaian adalah penghangat tubuhSebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan diri dari sifat dingin dan acuh tak acuh.Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Kamis, 28 Syawal 1435 / 25 Agustus 2014 Post navigation Previous Maling PuasaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PASANGANMU adalah PAKAIANMU

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPakaian adalah salah satu kebutuhan primer seorang manusia. Allah ta’ala dalam sebuah firman-Nya mengibaratkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.[arabic-font]”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”[/arabic-font]Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.Tentu ini adalah metafor yang sangat indah dan dalam maknanya. Berikut sedikit penjabarannya:Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat [QS. Al-A’raf (7): 26].Begitu pula pasangan kita berfungsi untuk menutup aurat dan aib kita. Suami dan istri harus saling menutupi aib masing-masing. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga maka kekurangan dan kelemahannya akan sangat diketahui oleh pasangannya. Di sinilah seorang suami harus menutupi aib istrinya dan seorang istri juga harus menutupi aib suaminya. Bukan sebaliknya, justru suami atau istri malah menjadi corong informasi yang menyebabkan aib istri atau suami diketahui oleh tetangganya, teman kerjanya, teman arisannya atau rekan bisnisnya. Begitu pula problematika rumah tangga, tidak perlu dibeberkan kepada orang lain. Kecuali manakala tidak mampu menyelesaikannya, maka meminta bantuan pihak ketiga yang terpercaya.Lazimnya antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh [QS. An-Nahl (16): 81].Sebagaimana pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin, istri merupakan pelindung bagi suaminya dari perbuatan zina, begitu pula sebaliknya. Maka hak hubungan biologis ini harus ditunaikan dengan baik oleh masing-masing pasangan.Pakaian berfungsi sebagai penghias tubuh [QS. Al-A’raf (7): 31].Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya. Pakaian menyesuaikan cuacaBiasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan. Ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis. Tapi kalau udara dingin, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut. Dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya. Pakaian adalah penghangat tubuhSebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan diri dari sifat dingin dan acuh tak acuh.Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Kamis, 28 Syawal 1435 / 25 Agustus 2014 Post navigation Previous Maling PuasaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPakaian adalah salah satu kebutuhan primer seorang manusia. Allah ta’ala dalam sebuah firman-Nya mengibaratkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.[arabic-font]”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”[/arabic-font]Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.Tentu ini adalah metafor yang sangat indah dan dalam maknanya. Berikut sedikit penjabarannya:Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat [QS. Al-A’raf (7): 26].Begitu pula pasangan kita berfungsi untuk menutup aurat dan aib kita. Suami dan istri harus saling menutupi aib masing-masing. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga maka kekurangan dan kelemahannya akan sangat diketahui oleh pasangannya. Di sinilah seorang suami harus menutupi aib istrinya dan seorang istri juga harus menutupi aib suaminya. Bukan sebaliknya, justru suami atau istri malah menjadi corong informasi yang menyebabkan aib istri atau suami diketahui oleh tetangganya, teman kerjanya, teman arisannya atau rekan bisnisnya. Begitu pula problematika rumah tangga, tidak perlu dibeberkan kepada orang lain. Kecuali manakala tidak mampu menyelesaikannya, maka meminta bantuan pihak ketiga yang terpercaya.Lazimnya antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh [QS. An-Nahl (16): 81].Sebagaimana pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin, istri merupakan pelindung bagi suaminya dari perbuatan zina, begitu pula sebaliknya. Maka hak hubungan biologis ini harus ditunaikan dengan baik oleh masing-masing pasangan.Pakaian berfungsi sebagai penghias tubuh [QS. Al-A’raf (7): 31].Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya. Pakaian menyesuaikan cuacaBiasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan. Ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis. Tapi kalau udara dingin, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut. Dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya. Pakaian adalah penghangat tubuhSebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan diri dari sifat dingin dan acuh tak acuh.Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Kamis, 28 Syawal 1435 / 25 Agustus 2014 Post navigation Previous Maling PuasaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPakaian adalah salah satu kebutuhan primer seorang manusia. Allah ta’ala dalam sebuah firman-Nya mengibaratkan suami sebagai pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami.[arabic-font]”هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ”[/arabic-font]Artinya: “Istri-istri adalah pakaian untuk kalian. Demikian pula kalian merupakan pakaian untuk mereka”. QS. Al-Baqarah (2): 187.Tentu ini adalah metafor yang sangat indah dan dalam maknanya. Berikut sedikit penjabarannya:Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat [QS. Al-A’raf (7): 26].Begitu pula pasangan kita berfungsi untuk menutup aurat dan aib kita. Suami dan istri harus saling menutupi aib masing-masing. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga maka kekurangan dan kelemahannya akan sangat diketahui oleh pasangannya. Di sinilah seorang suami harus menutupi aib istrinya dan seorang istri juga harus menutupi aib suaminya. Bukan sebaliknya, justru suami atau istri malah menjadi corong informasi yang menyebabkan aib istri atau suami diketahui oleh tetangganya, teman kerjanya, teman arisannya atau rekan bisnisnya. Begitu pula problematika rumah tangga, tidak perlu dibeberkan kepada orang lain. Kecuali manakala tidak mampu menyelesaikannya, maka meminta bantuan pihak ketiga yang terpercaya.Lazimnya antara manusia dan pakaiannya tidak ada pemisah, begitu juga suami istri hubungan satu sama lain harus erat dan tidak ada orang asing yang ikut campur dalam urusannya.Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh [QS. An-Nahl (16): 81].Sebagaimana pakaian melindungi manusia dari panas dan dingin, istri merupakan pelindung bagi suaminya dari perbuatan zina, begitu pula sebaliknya. Maka hak hubungan biologis ini harus ditunaikan dengan baik oleh masing-masing pasangan.Pakaian berfungsi sebagai penghias tubuh [QS. Al-A’raf (7): 31].Dengan pakaian penampilan seorang insan akan semakin terlihat indah. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengannya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya. Dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya. Pakaian menyesuaikan cuacaBiasanya seseorang menggunakan pakaian sesuai dengan musim atau udara yang ia rasakan. Ketika hawa panas manusia akan memakai baju yang agak tipis. Tapi kalau udara dingin, mereka akan menggunakan pakaian yang tebal. Begitu juga dengan hubungan suami istri, ketika suami dalam keadaan marah maka istri harus menghadapinya dengan lemah lembut. Dan ketika istri dalam keadaan capek maka suami harus mengobati rasa capeknya. Pakaian adalah penghangat tubuhSebagaimana pakaian dapat menghangatkan tubuh manusia, maka suami harus bisa memberi kehangatan pada keluarganya dan menjauhkan diri dari sifat dingin dan acuh tak acuh.Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Kamis, 28 Syawal 1435 / 25 Agustus 2014 Post navigation Previous Maling PuasaNext Silsilah Fiqih Pendidikan Anak – No: 74 MENDIDIK ANAK BERMASYARAKAT Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Maling Puasa

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASelama ini kita sering mendengar keterangan bahwa setan-setan di bulan Ramadhan itu dibelenggu. Namun timbul pertanyaan, “Mengapa masih ada maksiat dan kejahatan di bulan mulia ini?”.Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,[arabic-font]”إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ”[/arabic-font]“Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka dibelenggulah para setan dan jin-jin jahat”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah dan al-Albany.Teks hadits di atas menunjukkan bahwa yang dibelenggu adalah sebagian setan saja. Tidak semuanya. Sehingga wajar saja, bila tetap ada kejahatan di bulan Ramadhan. Walaupun alhamdulillah tidak sebanyak di luar Ramadhan. Terlebih lagi masih ada pemicu-pemicu kejahatan lainnya. Seperti hawa nafsu dan setan manusia.[1]Nah, di antara setan manusia yang begitu gencarnya menggoda kaum mukminin adalah para maling puasa! Bila para maling biasa mereka mencuri uang, kendaraan, perhiasan dan semisalnya. Maka para maling puasa ini mereka mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga dibanding barang-barang di atas. Yakni mereka mencuri PAHALA puasa. Bila pahala puasa telah ludes, maka yang akan didapat hanyalah lapar dan dahaga. Dalam hadits sahih dijelaskan,[arabic-font]”رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”.[/arabic-font] “Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan dari puasanya: rasa lapar dan dahaga”. HR. Imam Ahmad dan dinilai sahih oleh Imam Ibnu Khuzaimah juga Syaikh al-Albani.Alangkah jahatnya para maling puasa itu! Siapakah mereka? Apa ciri-cirinya? Sehingga kita bisa lebih mewaspadai kedatangannya sekaligus menjauhinya.Sebenarnya para maling itu banyak. Di antara yang teramat jahat dan korbannya paling banyak adalah sebuah barang kotak persegi empat. Benda itu bernama TELEVISI![2] Ya, sebuah kotak ‘ajaib’ yang kalau dia terjatuh atau sedikit lecet, banyak orang merasa sedih dan sewot. Tapi tanpa disadarinya, ternyata dia telah mencuri pahala puasa kita!Lihat saja seabreg acara tidak bermutu yang ditayangkan di dalamnya. Sinetron yang menampilkan sesuatu yang berbau kebencian, permusuhan dan keangkuhan. Atau kisah cengeng percintaan. Tayangan-tayangan gosip yang memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami. Semua dikemas dalam format acara semenarik mungkin. Supaya rating acara tersebut melonjak naik, lalu lembaran-lembaran duit memenuhi kantong para pemilik stasiun itu. Tanpa peduli kerusakan parah yang ditimbulkannya. La haula wa la quwwata illa billah…Maka perlu ada KEPUTUSAN BERANI untuk mematikan sarana perusak tersebut. Minimal di bulan suci ini. Syukur selama-lamanya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 Sya’ban 1437 H / 25 Maret 2016=============================[1] Lihat: Tanwîr al-Hawâlik karya as-Suyuthy (I/290).[2] Maksudnya stasiun-stasiun televisi umum. Bukan yang murni stasiun televisi dakwah, yang hanya menyiarkan pengajian keagamaan atau tilawah al-Qur’an. Post navigation Previous Berdo’a Harus IkhlasNext PASANGANMU adalah PAKAIANMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Maling Puasa

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASelama ini kita sering mendengar keterangan bahwa setan-setan di bulan Ramadhan itu dibelenggu. Namun timbul pertanyaan, “Mengapa masih ada maksiat dan kejahatan di bulan mulia ini?”.Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,[arabic-font]”إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ”[/arabic-font]“Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka dibelenggulah para setan dan jin-jin jahat”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah dan al-Albany.Teks hadits di atas menunjukkan bahwa yang dibelenggu adalah sebagian setan saja. Tidak semuanya. Sehingga wajar saja, bila tetap ada kejahatan di bulan Ramadhan. Walaupun alhamdulillah tidak sebanyak di luar Ramadhan. Terlebih lagi masih ada pemicu-pemicu kejahatan lainnya. Seperti hawa nafsu dan setan manusia.[1]Nah, di antara setan manusia yang begitu gencarnya menggoda kaum mukminin adalah para maling puasa! Bila para maling biasa mereka mencuri uang, kendaraan, perhiasan dan semisalnya. Maka para maling puasa ini mereka mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga dibanding barang-barang di atas. Yakni mereka mencuri PAHALA puasa. Bila pahala puasa telah ludes, maka yang akan didapat hanyalah lapar dan dahaga. Dalam hadits sahih dijelaskan,[arabic-font]”رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”.[/arabic-font] “Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan dari puasanya: rasa lapar dan dahaga”. HR. Imam Ahmad dan dinilai sahih oleh Imam Ibnu Khuzaimah juga Syaikh al-Albani.Alangkah jahatnya para maling puasa itu! Siapakah mereka? Apa ciri-cirinya? Sehingga kita bisa lebih mewaspadai kedatangannya sekaligus menjauhinya.Sebenarnya para maling itu banyak. Di antara yang teramat jahat dan korbannya paling banyak adalah sebuah barang kotak persegi empat. Benda itu bernama TELEVISI![2] Ya, sebuah kotak ‘ajaib’ yang kalau dia terjatuh atau sedikit lecet, banyak orang merasa sedih dan sewot. Tapi tanpa disadarinya, ternyata dia telah mencuri pahala puasa kita!Lihat saja seabreg acara tidak bermutu yang ditayangkan di dalamnya. Sinetron yang menampilkan sesuatu yang berbau kebencian, permusuhan dan keangkuhan. Atau kisah cengeng percintaan. Tayangan-tayangan gosip yang memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami. Semua dikemas dalam format acara semenarik mungkin. Supaya rating acara tersebut melonjak naik, lalu lembaran-lembaran duit memenuhi kantong para pemilik stasiun itu. Tanpa peduli kerusakan parah yang ditimbulkannya. La haula wa la quwwata illa billah…Maka perlu ada KEPUTUSAN BERANI untuk mematikan sarana perusak tersebut. Minimal di bulan suci ini. Syukur selama-lamanya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 Sya’ban 1437 H / 25 Maret 2016=============================[1] Lihat: Tanwîr al-Hawâlik karya as-Suyuthy (I/290).[2] Maksudnya stasiun-stasiun televisi umum. Bukan yang murni stasiun televisi dakwah, yang hanya menyiarkan pengajian keagamaan atau tilawah al-Qur’an. Post navigation Previous Berdo’a Harus IkhlasNext PASANGANMU adalah PAKAIANMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASelama ini kita sering mendengar keterangan bahwa setan-setan di bulan Ramadhan itu dibelenggu. Namun timbul pertanyaan, “Mengapa masih ada maksiat dan kejahatan di bulan mulia ini?”.Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,[arabic-font]”إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ”[/arabic-font]“Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka dibelenggulah para setan dan jin-jin jahat”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah dan al-Albany.Teks hadits di atas menunjukkan bahwa yang dibelenggu adalah sebagian setan saja. Tidak semuanya. Sehingga wajar saja, bila tetap ada kejahatan di bulan Ramadhan. Walaupun alhamdulillah tidak sebanyak di luar Ramadhan. Terlebih lagi masih ada pemicu-pemicu kejahatan lainnya. Seperti hawa nafsu dan setan manusia.[1]Nah, di antara setan manusia yang begitu gencarnya menggoda kaum mukminin adalah para maling puasa! Bila para maling biasa mereka mencuri uang, kendaraan, perhiasan dan semisalnya. Maka para maling puasa ini mereka mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga dibanding barang-barang di atas. Yakni mereka mencuri PAHALA puasa. Bila pahala puasa telah ludes, maka yang akan didapat hanyalah lapar dan dahaga. Dalam hadits sahih dijelaskan,[arabic-font]”رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”.[/arabic-font] “Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan dari puasanya: rasa lapar dan dahaga”. HR. Imam Ahmad dan dinilai sahih oleh Imam Ibnu Khuzaimah juga Syaikh al-Albani.Alangkah jahatnya para maling puasa itu! Siapakah mereka? Apa ciri-cirinya? Sehingga kita bisa lebih mewaspadai kedatangannya sekaligus menjauhinya.Sebenarnya para maling itu banyak. Di antara yang teramat jahat dan korbannya paling banyak adalah sebuah barang kotak persegi empat. Benda itu bernama TELEVISI![2] Ya, sebuah kotak ‘ajaib’ yang kalau dia terjatuh atau sedikit lecet, banyak orang merasa sedih dan sewot. Tapi tanpa disadarinya, ternyata dia telah mencuri pahala puasa kita!Lihat saja seabreg acara tidak bermutu yang ditayangkan di dalamnya. Sinetron yang menampilkan sesuatu yang berbau kebencian, permusuhan dan keangkuhan. Atau kisah cengeng percintaan. Tayangan-tayangan gosip yang memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami. Semua dikemas dalam format acara semenarik mungkin. Supaya rating acara tersebut melonjak naik, lalu lembaran-lembaran duit memenuhi kantong para pemilik stasiun itu. Tanpa peduli kerusakan parah yang ditimbulkannya. La haula wa la quwwata illa billah…Maka perlu ada KEPUTUSAN BERANI untuk mematikan sarana perusak tersebut. Minimal di bulan suci ini. Syukur selama-lamanya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 Sya’ban 1437 H / 25 Maret 2016=============================[1] Lihat: Tanwîr al-Hawâlik karya as-Suyuthy (I/290).[2] Maksudnya stasiun-stasiun televisi umum. Bukan yang murni stasiun televisi dakwah, yang hanya menyiarkan pengajian keagamaan atau tilawah al-Qur’an. Post navigation Previous Berdo’a Harus IkhlasNext PASANGANMU adalah PAKAIANMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASelama ini kita sering mendengar keterangan bahwa setan-setan di bulan Ramadhan itu dibelenggu. Namun timbul pertanyaan, “Mengapa masih ada maksiat dan kejahatan di bulan mulia ini?”.Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini,[arabic-font]”إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ”[/arabic-font]“Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan, maka dibelenggulah para setan dan jin-jin jahat”. HR. Tirmidzy dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah dan al-Albany.Teks hadits di atas menunjukkan bahwa yang dibelenggu adalah sebagian setan saja. Tidak semuanya. Sehingga wajar saja, bila tetap ada kejahatan di bulan Ramadhan. Walaupun alhamdulillah tidak sebanyak di luar Ramadhan. Terlebih lagi masih ada pemicu-pemicu kejahatan lainnya. Seperti hawa nafsu dan setan manusia.[1]Nah, di antara setan manusia yang begitu gencarnya menggoda kaum mukminin adalah para maling puasa! Bila para maling biasa mereka mencuri uang, kendaraan, perhiasan dan semisalnya. Maka para maling puasa ini mereka mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga dibanding barang-barang di atas. Yakni mereka mencuri PAHALA puasa. Bila pahala puasa telah ludes, maka yang akan didapat hanyalah lapar dan dahaga. Dalam hadits sahih dijelaskan,[arabic-font]”رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ”.[/arabic-font] “Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan dari puasanya: rasa lapar dan dahaga”. HR. Imam Ahmad dan dinilai sahih oleh Imam Ibnu Khuzaimah juga Syaikh al-Albani.Alangkah jahatnya para maling puasa itu! Siapakah mereka? Apa ciri-cirinya? Sehingga kita bisa lebih mewaspadai kedatangannya sekaligus menjauhinya.Sebenarnya para maling itu banyak. Di antara yang teramat jahat dan korbannya paling banyak adalah sebuah barang kotak persegi empat. Benda itu bernama TELEVISI![2] Ya, sebuah kotak ‘ajaib’ yang kalau dia terjatuh atau sedikit lecet, banyak orang merasa sedih dan sewot. Tapi tanpa disadarinya, ternyata dia telah mencuri pahala puasa kita!Lihat saja seabreg acara tidak bermutu yang ditayangkan di dalamnya. Sinetron yang menampilkan sesuatu yang berbau kebencian, permusuhan dan keangkuhan. Atau kisah cengeng percintaan. Tayangan-tayangan gosip yang memuat cerita perilaku bebas, perselingkuhan atau pergunjingan konflik keluarga, yang jauh dari nilai-nilai islami. Semua dikemas dalam format acara semenarik mungkin. Supaya rating acara tersebut melonjak naik, lalu lembaran-lembaran duit memenuhi kantong para pemilik stasiun itu. Tanpa peduli kerusakan parah yang ditimbulkannya. La haula wa la quwwata illa billah…Maka perlu ada KEPUTUSAN BERANI untuk mematikan sarana perusak tersebut. Minimal di bulan suci ini. Syukur selama-lamanya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Jum’at, 27 Sya’ban 1437 H / 25 Maret 2016=============================[1] Lihat: Tanwîr al-Hawâlik karya as-Suyuthy (I/290).[2] Maksudnya stasiun-stasiun televisi umum. Bukan yang murni stasiun televisi dakwah, yang hanya menyiarkan pengajian keagamaan atau tilawah al-Qur’an. Post navigation Previous Berdo’a Harus IkhlasNext PASANGANMU adalah PAKAIANMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Berdo’a Harus Ikhlas

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 99Ikhlas dalam berdoa maksudnya adalah: bahwa doa yang kita panjatkan harus tertuju murni kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Bukan kepada selain-Nya.Sebab;Pertama: Doa adalah ibadahSedangkan ibadah itu harus ditujukan dan dipersembahkan kepada Allah ta’ala semata. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa doa itu ibadah. Di antaranya:Firman Allah ta’ala,[arabic-font]”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”[/arabic-font] Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,[arabic-font]”الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”[/arabic-font]“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.Kedua: Perintah agar memurnikan doa untuk Allah sajaSelain telah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dalam beberapa kesempatan bahkan Allah ‘azza wa jalla juga secara tegas memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya saja. Dia berfirman,[arabic-font]”هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.[/arabic-font]Artinya: “Dialah yang Maha hidup, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka berdoalah kepada-Nya dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam”. QS. Al-Mu’min / Ghafir (40): 65.Ketiga: Peringatan agar tidak berdoa kepada selain Allah Tidak cukup hanya memerintahkan para hamba agar berdoa kepada-Nya, Allah jalla wa ‘ala juga dengan tegas melarang untuk berdoa kepada selain-Nya,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا”[/arabic-font]Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun bersama Allah”. QS. Al-Jinn (72): 18.Sebab selain Allah tidak memiliki apa-apa. Dia berfirman,[arabic-font]”قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ”[/arabic-font]Artinya: “Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah. Mereka tidak memiliki sebesar zarrah pun di langit dan di bumi”. QS. Saba’ (34): 22.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Ramadhan 1437 /20 Juni 2016* Diringkas dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkar karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr (II/39-43) oleh Abdullah Zaen, Lc., MA. Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8Next Maling Puasa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Berdo’a Harus Ikhlas

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 99Ikhlas dalam berdoa maksudnya adalah: bahwa doa yang kita panjatkan harus tertuju murni kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Bukan kepada selain-Nya.Sebab;Pertama: Doa adalah ibadahSedangkan ibadah itu harus ditujukan dan dipersembahkan kepada Allah ta’ala semata. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa doa itu ibadah. Di antaranya:Firman Allah ta’ala,[arabic-font]”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”[/arabic-font] Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,[arabic-font]”الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”[/arabic-font]“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.Kedua: Perintah agar memurnikan doa untuk Allah sajaSelain telah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dalam beberapa kesempatan bahkan Allah ‘azza wa jalla juga secara tegas memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya saja. Dia berfirman,[arabic-font]”هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.[/arabic-font]Artinya: “Dialah yang Maha hidup, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka berdoalah kepada-Nya dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam”. QS. Al-Mu’min / Ghafir (40): 65.Ketiga: Peringatan agar tidak berdoa kepada selain Allah Tidak cukup hanya memerintahkan para hamba agar berdoa kepada-Nya, Allah jalla wa ‘ala juga dengan tegas melarang untuk berdoa kepada selain-Nya,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا”[/arabic-font]Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun bersama Allah”. QS. Al-Jinn (72): 18.Sebab selain Allah tidak memiliki apa-apa. Dia berfirman,[arabic-font]”قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ”[/arabic-font]Artinya: “Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah. Mereka tidak memiliki sebesar zarrah pun di langit dan di bumi”. QS. Saba’ (34): 22.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Ramadhan 1437 /20 Juni 2016* Diringkas dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkar karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr (II/39-43) oleh Abdullah Zaen, Lc., MA. Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8Next Maling Puasa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 99Ikhlas dalam berdoa maksudnya adalah: bahwa doa yang kita panjatkan harus tertuju murni kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Bukan kepada selain-Nya.Sebab;Pertama: Doa adalah ibadahSedangkan ibadah itu harus ditujukan dan dipersembahkan kepada Allah ta’ala semata. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa doa itu ibadah. Di antaranya:Firman Allah ta’ala,[arabic-font]”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”[/arabic-font] Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,[arabic-font]”الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”[/arabic-font]“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.Kedua: Perintah agar memurnikan doa untuk Allah sajaSelain telah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dalam beberapa kesempatan bahkan Allah ‘azza wa jalla juga secara tegas memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya saja. Dia berfirman,[arabic-font]”هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.[/arabic-font]Artinya: “Dialah yang Maha hidup, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka berdoalah kepada-Nya dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam”. QS. Al-Mu’min / Ghafir (40): 65.Ketiga: Peringatan agar tidak berdoa kepada selain Allah Tidak cukup hanya memerintahkan para hamba agar berdoa kepada-Nya, Allah jalla wa ‘ala juga dengan tegas melarang untuk berdoa kepada selain-Nya,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا”[/arabic-font]Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun bersama Allah”. QS. Al-Jinn (72): 18.Sebab selain Allah tidak memiliki apa-apa. Dia berfirman,[arabic-font]”قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ”[/arabic-font]Artinya: “Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah. Mereka tidak memiliki sebesar zarrah pun di langit dan di bumi”. QS. Saba’ (34): 22.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Ramadhan 1437 /20 Juni 2016* Diringkas dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkar karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr (II/39-43) oleh Abdullah Zaen, Lc., MA. Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8Next Maling Puasa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 99Ikhlas dalam berdoa maksudnya adalah: bahwa doa yang kita panjatkan harus tertuju murni kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja. Bukan kepada selain-Nya.Sebab;Pertama: Doa adalah ibadahSedangkan ibadah itu harus ditujukan dan dipersembahkan kepada Allah ta’ala semata. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa doa itu ibadah. Di antaranya:Firman Allah ta’ala,[arabic-font]”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”[/arabic-font] Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,[arabic-font]”الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”[/arabic-font]“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.Kedua: Perintah agar memurnikan doa untuk Allah sajaSelain telah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dalam beberapa kesempatan bahkan Allah ‘azza wa jalla juga secara tegas memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya saja. Dia berfirman,[arabic-font]”هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.[/arabic-font]Artinya: “Dialah yang Maha hidup, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka berdoalah kepada-Nya dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam”. QS. Al-Mu’min / Ghafir (40): 65.Ketiga: Peringatan agar tidak berdoa kepada selain Allah Tidak cukup hanya memerintahkan para hamba agar berdoa kepada-Nya, Allah jalla wa ‘ala juga dengan tegas melarang untuk berdoa kepada selain-Nya,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا”[/arabic-font]Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun bersama Allah”. QS. Al-Jinn (72): 18.Sebab selain Allah tidak memiliki apa-apa. Dia berfirman,[arabic-font]”قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ”[/arabic-font]Artinya: “Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah. Mereka tidak memiliki sebesar zarrah pun di langit dan di bumi”. QS. Saba’ (34): 22.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 15 Ramadhan 1437 /20 Juni 2016* Diringkas dari kitab Fiqh al-Ad’iyyah wa al-Adzkar karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr (II/39-43) oleh Abdullah Zaen, Lc., MA. Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8Next Maling Puasa Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 98Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas bahwa sebab kesepuluh terkabulnya doa adalah bertawassul. Saat itu telah dijelaskan makna tawassul dan dua contoh cara tawassul yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Berikut contoh lainnya:Ketiga: Bertawassul dengan doanya orang shalih yang masih hidup, hadir dan mampu.Maksudnya adalah meminta bantuan kepadanya agar mendoakan kita.Dalil disyariatkannya tawassul jenis ini, antara lain firman Allah ta’ala,[arabic-font]”قَالُوا يَاأَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ . قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”[/arabic-font] Artinya: “Mereka (anak-anak Nabi Ya’qub) berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah. Dia (Ya’qub) menjawab, “Aku akan memohonkan ampunan kepada Rabbku untuk kalian. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. QS. Yusuf (12): 97-98.Dalam ayat di atas diceritakan bagaimana putra-putra Nabi Ya’qub bertawassul dengan doa ayah mereka. Yakni mereka memohon kepadanya agar mendoakan mereka, supaya Allah berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.Adapun dalil dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya apa yang dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, “Ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, sedangkan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah. Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, hewan ternak telah binasa dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami!”. Anas berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا”.[/arabic-font]“Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan”.Anas melanjutkan kisahnya, “Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun.” Anas berkata, “Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar dan hujan pun turun.” Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari.” Anas berkata selanjutnya, “Kemudian pada Jumat berikutnya, ada seorang lelaki lagi yang masuk dari pintu yang sama sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbahnya. Kemudian orang itu menghadap beliau sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalanpun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan!” Anas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ”[/arabic-font]“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah dia di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” Anas berkata, “Maka hujan berhenti. Kami lalu keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari.” (HR. Bukhari dan Muslim).@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Ramadhan 1437 / 6 Juni 2016 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7Next Berdo’a Harus Ikhlas Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 98Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas bahwa sebab kesepuluh terkabulnya doa adalah bertawassul. Saat itu telah dijelaskan makna tawassul dan dua contoh cara tawassul yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Berikut contoh lainnya:Ketiga: Bertawassul dengan doanya orang shalih yang masih hidup, hadir dan mampu.Maksudnya adalah meminta bantuan kepadanya agar mendoakan kita.Dalil disyariatkannya tawassul jenis ini, antara lain firman Allah ta’ala,[arabic-font]”قَالُوا يَاأَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ . قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”[/arabic-font] Artinya: “Mereka (anak-anak Nabi Ya’qub) berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah. Dia (Ya’qub) menjawab, “Aku akan memohonkan ampunan kepada Rabbku untuk kalian. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. QS. Yusuf (12): 97-98.Dalam ayat di atas diceritakan bagaimana putra-putra Nabi Ya’qub bertawassul dengan doa ayah mereka. Yakni mereka memohon kepadanya agar mendoakan mereka, supaya Allah berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.Adapun dalil dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya apa yang dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, “Ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, sedangkan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah. Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, hewan ternak telah binasa dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami!”. Anas berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا”.[/arabic-font]“Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan”.Anas melanjutkan kisahnya, “Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun.” Anas berkata, “Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar dan hujan pun turun.” Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari.” Anas berkata selanjutnya, “Kemudian pada Jumat berikutnya, ada seorang lelaki lagi yang masuk dari pintu yang sama sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbahnya. Kemudian orang itu menghadap beliau sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalanpun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan!” Anas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ”[/arabic-font]“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah dia di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” Anas berkata, “Maka hujan berhenti. Kami lalu keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari.” (HR. Bukhari dan Muslim).@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Ramadhan 1437 / 6 Juni 2016 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7Next Berdo’a Harus Ikhlas Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 98Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas bahwa sebab kesepuluh terkabulnya doa adalah bertawassul. Saat itu telah dijelaskan makna tawassul dan dua contoh cara tawassul yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Berikut contoh lainnya:Ketiga: Bertawassul dengan doanya orang shalih yang masih hidup, hadir dan mampu.Maksudnya adalah meminta bantuan kepadanya agar mendoakan kita.Dalil disyariatkannya tawassul jenis ini, antara lain firman Allah ta’ala,[arabic-font]”قَالُوا يَاأَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ . قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”[/arabic-font] Artinya: “Mereka (anak-anak Nabi Ya’qub) berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah. Dia (Ya’qub) menjawab, “Aku akan memohonkan ampunan kepada Rabbku untuk kalian. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. QS. Yusuf (12): 97-98.Dalam ayat di atas diceritakan bagaimana putra-putra Nabi Ya’qub bertawassul dengan doa ayah mereka. Yakni mereka memohon kepadanya agar mendoakan mereka, supaya Allah berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.Adapun dalil dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya apa yang dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, “Ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, sedangkan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah. Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, hewan ternak telah binasa dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami!”. Anas berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا”.[/arabic-font]“Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan”.Anas melanjutkan kisahnya, “Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun.” Anas berkata, “Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar dan hujan pun turun.” Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari.” Anas berkata selanjutnya, “Kemudian pada Jumat berikutnya, ada seorang lelaki lagi yang masuk dari pintu yang sama sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbahnya. Kemudian orang itu menghadap beliau sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalanpun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan!” Anas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ”[/arabic-font]“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah dia di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” Anas berkata, “Maka hujan berhenti. Kami lalu keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari.” (HR. Bukhari dan Muslim).@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Ramadhan 1437 / 6 Juni 2016 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7Next Berdo’a Harus Ikhlas Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 98Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas bahwa sebab kesepuluh terkabulnya doa adalah bertawassul. Saat itu telah dijelaskan makna tawassul dan dua contoh cara tawassul yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan Sunnah. Berikut contoh lainnya:Ketiga: Bertawassul dengan doanya orang shalih yang masih hidup, hadir dan mampu.Maksudnya adalah meminta bantuan kepadanya agar mendoakan kita.Dalil disyariatkannya tawassul jenis ini, antara lain firman Allah ta’ala,[arabic-font]”قَالُوا يَاأَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ . قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ”[/arabic-font] Artinya: “Mereka (anak-anak Nabi Ya’qub) berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah. Dia (Ya’qub) menjawab, “Aku akan memohonkan ampunan kepada Rabbku untuk kalian. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”. QS. Yusuf (12): 97-98.Dalam ayat di atas diceritakan bagaimana putra-putra Nabi Ya’qub bertawassul dengan doa ayah mereka. Yakni mereka memohon kepadanya agar mendoakan mereka, supaya Allah berkenan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.Adapun dalil dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya apa yang dituturkan Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, “Ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, sedangkan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbah. Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, hewan ternak telah binasa dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami!”. Anas berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا”.[/arabic-font]“Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan”.Anas melanjutkan kisahnya, “Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan baik yang tebal maupun yang tipis. Juga tidak ada antara tempat kami dan bukit itu rumah atau bangunan satupun.” Anas berkata, “Tiba-tiba dari bukit itu tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan itupun menyebar dan hujan pun turun.” Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari.” Anas berkata selanjutnya, “Kemudian pada Jumat berikutnya, ada seorang lelaki lagi yang masuk dari pintu yang sama sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berdiri menyampaikan khutbahnya. Kemudian orang itu menghadap beliau sambil berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalanpun terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menahan hujan!” Anas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, [arabic-font]”اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ”[/arabic-font]“Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami. Ya Allah turunkanlah dia di atas bukit-bukit, gunung-gunung, bendungan air (danau), dataran tinggi, jurang-jurang yang dalam serta pada tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.” Anas berkata, “Maka hujan berhenti. Kami lalu keluar berjalan-jalan di bawah sinar matahari.” (HR. Bukhari dan Muslim).@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 1 Ramadhan 1437 / 6 Juni 2016 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7Next Berdo’a Harus Ikhlas Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 97Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesepuluh: Bertawassul ketika berdoaTawassul adalah menggunakan wasîlah (sarana) agar doa atau ibadah bisa lebih diterima dan dikabulkan.Wasîlah secara bahasa berarti segala hal yang dapat mendekatkan kepada sesuatu. (Ash-Shihâh V/1841).Sedang menurut istilah syari’at, wasîlah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah ta’ala. Yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari VIII/403 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Di antara dalil tawassul adalah firman Allah ta’ala,[arabic-font]”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ”[/arabic-font]Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasîlah (sarana) untuk mendekatkan diri kepadaNya. Serta berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung.” QS. Al-Maidah (5): 35.Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menafsirkan ayat di atas, ”Makna wasîlah dalam ayat tersebut adalah qurbah (peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).”Penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Mujahid, Ibnu Wa’il, al-Hasan, Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid dan yang lainnya. Qatadah menjelaskan makna ayat tersebut, ”Mendekatlah kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amalan yang diridhai-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari VIII/403-404 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Cara tawassul yang benarDi antara cara tawassul yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan Sunnah:Pertama: Bertawassul dengan menyebut asma’ul husna dan sifat-sifat Allah, yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a. Sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Al-A’raf (7): 180.Poin ini telah kita bahas dalam Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96.Kedua: Bertawassul dengan amal shalihSebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits sahih yang mengisahkan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalih mereka. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya berupa menjaga hak buruh. Orang kedua bertawassul dengan kebaktian kepada kedua orang tuanya. Sedangkan orang ketiga bertawassul dengan rasa takutnya kepada Allah ta’ala, sehingga membatalkan perbuatan zina yang hendak dia lakukan. Akhirnya Allah ta’ala membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, hingga mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dengan selamat. (HR. Muslim).Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1437 / 16 Mei 2016 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari https://muslimah.or.id/946-memahami-tawassul.htm Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 97Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesepuluh: Bertawassul ketika berdoaTawassul adalah menggunakan wasîlah (sarana) agar doa atau ibadah bisa lebih diterima dan dikabulkan.Wasîlah secara bahasa berarti segala hal yang dapat mendekatkan kepada sesuatu. (Ash-Shihâh V/1841).Sedang menurut istilah syari’at, wasîlah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah ta’ala. Yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari VIII/403 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Di antara dalil tawassul adalah firman Allah ta’ala,[arabic-font]”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ”[/arabic-font]Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasîlah (sarana) untuk mendekatkan diri kepadaNya. Serta berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung.” QS. Al-Maidah (5): 35.Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menafsirkan ayat di atas, ”Makna wasîlah dalam ayat tersebut adalah qurbah (peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).”Penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Mujahid, Ibnu Wa’il, al-Hasan, Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid dan yang lainnya. Qatadah menjelaskan makna ayat tersebut, ”Mendekatlah kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amalan yang diridhai-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari VIII/403-404 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Cara tawassul yang benarDi antara cara tawassul yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan Sunnah:Pertama: Bertawassul dengan menyebut asma’ul husna dan sifat-sifat Allah, yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a. Sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Al-A’raf (7): 180.Poin ini telah kita bahas dalam Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96.Kedua: Bertawassul dengan amal shalihSebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits sahih yang mengisahkan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalih mereka. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya berupa menjaga hak buruh. Orang kedua bertawassul dengan kebaktian kepada kedua orang tuanya. Sedangkan orang ketiga bertawassul dengan rasa takutnya kepada Allah ta’ala, sehingga membatalkan perbuatan zina yang hendak dia lakukan. Akhirnya Allah ta’ala membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, hingga mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dengan selamat. (HR. Muslim).Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1437 / 16 Mei 2016 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari https://muslimah.or.id/946-memahami-tawassul.htm Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 97Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesepuluh: Bertawassul ketika berdoaTawassul adalah menggunakan wasîlah (sarana) agar doa atau ibadah bisa lebih diterima dan dikabulkan.Wasîlah secara bahasa berarti segala hal yang dapat mendekatkan kepada sesuatu. (Ash-Shihâh V/1841).Sedang menurut istilah syari’at, wasîlah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah ta’ala. Yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari VIII/403 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Di antara dalil tawassul adalah firman Allah ta’ala,[arabic-font]”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ”[/arabic-font]Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasîlah (sarana) untuk mendekatkan diri kepadaNya. Serta berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung.” QS. Al-Maidah (5): 35.Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menafsirkan ayat di atas, ”Makna wasîlah dalam ayat tersebut adalah qurbah (peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).”Penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Mujahid, Ibnu Wa’il, al-Hasan, Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid dan yang lainnya. Qatadah menjelaskan makna ayat tersebut, ”Mendekatlah kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amalan yang diridhai-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari VIII/403-404 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Cara tawassul yang benarDi antara cara tawassul yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan Sunnah:Pertama: Bertawassul dengan menyebut asma’ul husna dan sifat-sifat Allah, yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a. Sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Al-A’raf (7): 180.Poin ini telah kita bahas dalam Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96.Kedua: Bertawassul dengan amal shalihSebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits sahih yang mengisahkan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalih mereka. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya berupa menjaga hak buruh. Orang kedua bertawassul dengan kebaktian kepada kedua orang tuanya. Sedangkan orang ketiga bertawassul dengan rasa takutnya kepada Allah ta’ala, sehingga membatalkan perbuatan zina yang hendak dia lakukan. Akhirnya Allah ta’ala membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, hingga mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dengan selamat. (HR. Muslim).Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1437 / 16 Mei 2016 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari https://muslimah.or.id/946-memahami-tawassul.htm Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 97Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesepuluh: Bertawassul ketika berdoaTawassul adalah menggunakan wasîlah (sarana) agar doa atau ibadah bisa lebih diterima dan dikabulkan.Wasîlah secara bahasa berarti segala hal yang dapat mendekatkan kepada sesuatu. (Ash-Shihâh V/1841).Sedang menurut istilah syari’at, wasîlah yang diperintahkan dalam al-Qur’an adalah segala hal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah ta’ala. Yaitu berupa amal ketaatan yang disyariatkan. (Tafsir Ath-Thabari VIII/403 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Di antara dalil tawassul adalah firman Allah ta’ala,[arabic-font]”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ”[/arabic-font]Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasîlah (sarana) untuk mendekatkan diri kepadaNya. Serta berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung.” QS. Al-Maidah (5): 35.Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma menafsirkan ayat di atas, ”Makna wasîlah dalam ayat tersebut adalah qurbah (peribadatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).”Penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Mujahid, Ibnu Wa’il, al-Hasan, Abdullah bin Katsir, as-Suddi, Ibnu Zaid dan yang lainnya. Qatadah menjelaskan makna ayat tersebut, ”Mendekatlah kepada Allah dengan mentaati-Nya dan mengerjakan amalan yang diridhai-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari VIII/403-404 dan Tafsir Ibnu Katsir III/103).Cara tawassul yang benarDi antara cara tawassul yang dicontohkan dalam al-Qur’an dan Sunnah:Pertama: Bertawassul dengan menyebut asma’ul husna dan sifat-sifat Allah, yang sesuai dengan hajatnya ketika berdo’a. Sebagaimana diperintahkan Allah dalam QS. Al-A’raf (7): 180.Poin ini telah kita bahas dalam Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96.Kedua: Bertawassul dengan amal shalihSebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits sahih yang mengisahkan tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalih mereka. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya berupa menjaga hak buruh. Orang kedua bertawassul dengan kebaktian kepada kedua orang tuanya. Sedangkan orang ketiga bertawassul dengan rasa takutnya kepada Allah ta’ala, sehingga membatalkan perbuatan zina yang hendak dia lakukan. Akhirnya Allah ta’ala membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, hingga mereka bertiga pun akhirnya bisa keluar dengan selamat. (HR. Muslim).Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Sya’ban 1437 / 16 Mei 2016 Diringkas oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari https://muslimah.or.id/946-memahami-tawassul.htm Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 8 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesembilan: Mengawali doa dengan menyebut nama Allah yang muliaAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا”[/arabic-font] Artinya: “Allah memiliki nama-nama yang mulia; maka berdoalah kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama itu”. QS. Al-A’raf (7): 180.Ayat ini mengajarkan pada kita salah satu etika penting dalam berdoa. Yakni mengawali doa dengan menyebut nama-nama Allah. Adab ini biasa diistilahkan dengan tawassul menggunakan asma’ul husna. Yang maknanya adalah menjadikan nama-nama Allah sebagai perantara dalam berdoa.Etika ini amat penting. Sebab selain memang diperintahkan agama, juga menunjukkan kesopanan seorang hamba dalam meminta kepada Rabbnya. Bila minta kepada manusia saja, kita memperhatikan tata krama, dengan tidak langsung minta saat bertemu. Namun diawali dengan pujian kepadanya. Sungguh Allah ta’ala jauh lebih berhak untuk di’sikapi’ dengan etika yang mulia.Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya dalam doa-doa beliau. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,[arabic-font]قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ: ” مَا يَمْنَعُكِ أَنْ تَسْمَعِي مَا أُوصِيكِ بِهِ، أَنْ تَقُولِي إِذَا أَصْبَحْتِ وَإِذَا أَمْسَيْتِ: “يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ “[/arabic-font]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Fathimah, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak apa yang akan kuwasiatkan padamu. Ucapkanlah setiap pagi dan sore, “Ya Hayyu ya Qayyûm, bi rohmatika astaghîts, ashlih lî sya’nî kullah. Wa lâ takilnî ilâ nafsî thorfata ‘ain” (Wahai Yang Maha hidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya. Perbaikilah seluruh keadaanku. Dan janganlah Kau jadikan aku bergantung kepada diriku walaupun hanya sekejap mata)”. HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra. Al-Hakim menilai hadits ini sahih.Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengawali doanya dengan menyebutkan dua nama Allah yang mulia. Yaitu al-Hayyu dan al-Qayyum. Baru setelah itu beliau meminta kepada-Nya agar diperbaiki urusannya.Sebagaimana telah maklum bahwa nama-nama Allah itu amatlah banyak. Maka satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan asma’ul husna saat berdoa adalah: sesuaikan nama Allah yang Anda pakai dengan isi doamu. Bila Anda meminta ampunan; maka gunakanlah nama al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun) sebagai awalannya. Bila Anda meminta rahmat, maka awalilah doa Anda dengan nama ar-Rahmân dan ar-Rahîm. Demikian keterangan yang disampaikan Imam al-Qurthuby dalam kitab tafsir beliau, saat menafsirkan makna QS. Al-A’raf (7): 180 tersebut di atas.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Rajab 1437 / 2 Mei 2016 Disarikan oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://ar.islamway.net/article/20225/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D8%B3%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%AC%D8%A7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-1-3 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesembilan: Mengawali doa dengan menyebut nama Allah yang muliaAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا”[/arabic-font] Artinya: “Allah memiliki nama-nama yang mulia; maka berdoalah kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama itu”. QS. Al-A’raf (7): 180.Ayat ini mengajarkan pada kita salah satu etika penting dalam berdoa. Yakni mengawali doa dengan menyebut nama-nama Allah. Adab ini biasa diistilahkan dengan tawassul menggunakan asma’ul husna. Yang maknanya adalah menjadikan nama-nama Allah sebagai perantara dalam berdoa.Etika ini amat penting. Sebab selain memang diperintahkan agama, juga menunjukkan kesopanan seorang hamba dalam meminta kepada Rabbnya. Bila minta kepada manusia saja, kita memperhatikan tata krama, dengan tidak langsung minta saat bertemu. Namun diawali dengan pujian kepadanya. Sungguh Allah ta’ala jauh lebih berhak untuk di’sikapi’ dengan etika yang mulia.Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya dalam doa-doa beliau. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,[arabic-font]قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ: ” مَا يَمْنَعُكِ أَنْ تَسْمَعِي مَا أُوصِيكِ بِهِ، أَنْ تَقُولِي إِذَا أَصْبَحْتِ وَإِذَا أَمْسَيْتِ: “يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ “[/arabic-font]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Fathimah, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak apa yang akan kuwasiatkan padamu. Ucapkanlah setiap pagi dan sore, “Ya Hayyu ya Qayyûm, bi rohmatika astaghîts, ashlih lî sya’nî kullah. Wa lâ takilnî ilâ nafsî thorfata ‘ain” (Wahai Yang Maha hidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya. Perbaikilah seluruh keadaanku. Dan janganlah Kau jadikan aku bergantung kepada diriku walaupun hanya sekejap mata)”. HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra. Al-Hakim menilai hadits ini sahih.Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengawali doanya dengan menyebutkan dua nama Allah yang mulia. Yaitu al-Hayyu dan al-Qayyum. Baru setelah itu beliau meminta kepada-Nya agar diperbaiki urusannya.Sebagaimana telah maklum bahwa nama-nama Allah itu amatlah banyak. Maka satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan asma’ul husna saat berdoa adalah: sesuaikan nama Allah yang Anda pakai dengan isi doamu. Bila Anda meminta ampunan; maka gunakanlah nama al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun) sebagai awalannya. Bila Anda meminta rahmat, maka awalilah doa Anda dengan nama ar-Rahmân dan ar-Rahîm. Demikian keterangan yang disampaikan Imam al-Qurthuby dalam kitab tafsir beliau, saat menafsirkan makna QS. Al-A’raf (7): 180 tersebut di atas.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Rajab 1437 / 2 Mei 2016 Disarikan oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://ar.islamway.net/article/20225/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D8%B3%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%AC%D8%A7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-1-3 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesembilan: Mengawali doa dengan menyebut nama Allah yang muliaAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا”[/arabic-font] Artinya: “Allah memiliki nama-nama yang mulia; maka berdoalah kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama itu”. QS. Al-A’raf (7): 180.Ayat ini mengajarkan pada kita salah satu etika penting dalam berdoa. Yakni mengawali doa dengan menyebut nama-nama Allah. Adab ini biasa diistilahkan dengan tawassul menggunakan asma’ul husna. Yang maknanya adalah menjadikan nama-nama Allah sebagai perantara dalam berdoa.Etika ini amat penting. Sebab selain memang diperintahkan agama, juga menunjukkan kesopanan seorang hamba dalam meminta kepada Rabbnya. Bila minta kepada manusia saja, kita memperhatikan tata krama, dengan tidak langsung minta saat bertemu. Namun diawali dengan pujian kepadanya. Sungguh Allah ta’ala jauh lebih berhak untuk di’sikapi’ dengan etika yang mulia.Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya dalam doa-doa beliau. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,[arabic-font]قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ: ” مَا يَمْنَعُكِ أَنْ تَسْمَعِي مَا أُوصِيكِ بِهِ، أَنْ تَقُولِي إِذَا أَصْبَحْتِ وَإِذَا أَمْسَيْتِ: “يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ “[/arabic-font]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Fathimah, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak apa yang akan kuwasiatkan padamu. Ucapkanlah setiap pagi dan sore, “Ya Hayyu ya Qayyûm, bi rohmatika astaghîts, ashlih lî sya’nî kullah. Wa lâ takilnî ilâ nafsî thorfata ‘ain” (Wahai Yang Maha hidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya. Perbaikilah seluruh keadaanku. Dan janganlah Kau jadikan aku bergantung kepada diriku walaupun hanya sekejap mata)”. HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra. Al-Hakim menilai hadits ini sahih.Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengawali doanya dengan menyebutkan dua nama Allah yang mulia. Yaitu al-Hayyu dan al-Qayyum. Baru setelah itu beliau meminta kepada-Nya agar diperbaiki urusannya.Sebagaimana telah maklum bahwa nama-nama Allah itu amatlah banyak. Maka satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan asma’ul husna saat berdoa adalah: sesuaikan nama Allah yang Anda pakai dengan isi doamu. Bila Anda meminta ampunan; maka gunakanlah nama al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun) sebagai awalannya. Bila Anda meminta rahmat, maka awalilah doa Anda dengan nama ar-Rahmân dan ar-Rahîm. Demikian keterangan yang disampaikan Imam al-Qurthuby dalam kitab tafsir beliau, saat menafsirkan makna QS. Al-A’raf (7): 180 tersebut di atas.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Rajab 1437 / 2 Mei 2016 Disarikan oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://ar.islamway.net/article/20225/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D8%B3%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%AC%D8%A7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-1-3 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No: 96Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kesembilan: Mengawali doa dengan menyebut nama Allah yang muliaAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا”[/arabic-font] Artinya: “Allah memiliki nama-nama yang mulia; maka berdoalah kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama itu”. QS. Al-A’raf (7): 180.Ayat ini mengajarkan pada kita salah satu etika penting dalam berdoa. Yakni mengawali doa dengan menyebut nama-nama Allah. Adab ini biasa diistilahkan dengan tawassul menggunakan asma’ul husna. Yang maknanya adalah menjadikan nama-nama Allah sebagai perantara dalam berdoa.Etika ini amat penting. Sebab selain memang diperintahkan agama, juga menunjukkan kesopanan seorang hamba dalam meminta kepada Rabbnya. Bila minta kepada manusia saja, kita memperhatikan tata krama, dengan tidak langsung minta saat bertemu. Namun diawali dengan pujian kepadanya. Sungguh Allah ta’ala jauh lebih berhak untuk di’sikapi’ dengan etika yang mulia.Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkannya dalam doa-doa beliau. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,[arabic-font]قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ: ” مَا يَمْنَعُكِ أَنْ تَسْمَعِي مَا أُوصِيكِ بِهِ، أَنْ تَقُولِي إِذَا أَصْبَحْتِ وَإِذَا أَمْسَيْتِ: “يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ “[/arabic-font]Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Fathimah, “Apa yang menghalangimu untuk menyimak apa yang akan kuwasiatkan padamu. Ucapkanlah setiap pagi dan sore, “Ya Hayyu ya Qayyûm, bi rohmatika astaghîts, ashlih lî sya’nî kullah. Wa lâ takilnî ilâ nafsî thorfata ‘ain” (Wahai Yang Maha hidup dan Yang Maha mengurusi makhluk-Nya. Perbaikilah seluruh keadaanku. Dan janganlah Kau jadikan aku bergantung kepada diriku walaupun hanya sekejap mata)”. HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra. Al-Hakim menilai hadits ini sahih.Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengawali doanya dengan menyebutkan dua nama Allah yang mulia. Yaitu al-Hayyu dan al-Qayyum. Baru setelah itu beliau meminta kepada-Nya agar diperbaiki urusannya.Sebagaimana telah maklum bahwa nama-nama Allah itu amatlah banyak. Maka satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam menggunakan asma’ul husna saat berdoa adalah: sesuaikan nama Allah yang Anda pakai dengan isi doamu. Bila Anda meminta ampunan; maka gunakanlah nama al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun) sebagai awalannya. Bila Anda meminta rahmat, maka awalilah doa Anda dengan nama ar-Rahmân dan ar-Rahîm. Demikian keterangan yang disampaikan Imam al-Qurthuby dalam kitab tafsir beliau, saat menafsirkan makna QS. Al-A’raf (7): 180 tersebut di atas.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 24 Rajab 1437 / 2 Mei 2016 Disarikan oleh Abdullah Zaen, Lc., MA dari http://ar.islamway.net/article/20225/%D9%85%D9%86-%D8%A3%D8%B3%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%AC%D8%A7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-1-3 Post navigation Previous Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 7 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5

Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kedelapan: Memperbanyak dzikir dan mengingat AllahAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا”[/arabic-font]Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. QS. Al-Ahzab (33): 35.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”ثَلاثَةٌ لا يَردُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ؛ الذَّاكر الله كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالإِمَامُ الْمُقْسِط”[/arabic-font]“Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak Allah. (1) Orang yang banyak berdzikir. (2) Doanya orang yang dizalimi. (3) Penguasa yang adil”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinilai hasan oleh al-Albany.Adh-Dhahhak bin Qais menasehatkan, “Hendaklah kalian senantiasa berdzikir mengingat Allah saat kondisi lapang; niscaya Allah akan mengingat kalian saat kondisi susah. Lihatlah Nabi Yunus ‘alaihis salam. Beliau selalu rajin berdzikir kepada Allah. Saat beliau dimakan ikan paus, Allah berfirman,[arabic-font]”فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ”[/arabic-font]“Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ”[/arabic-font]“Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.Rasyid bin Sa’ad menuturkan, “Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Nasehatilah aku!”.Beliau menjawab,[arabic-font]”اذْكُرِ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ يَذْكُرُكِ فِي الضَّرَّاءِ”[/arabic-font]“Ingatlah Allah saat kondisimu lapang, niscaya Allah akan mengingatmu saat engkau susah”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam az-Zuhd.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Rajab 1437 / 18 April 2016 Post navigation Previous “Mati Lampu”Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5

Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kedelapan: Memperbanyak dzikir dan mengingat AllahAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا”[/arabic-font]Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. QS. Al-Ahzab (33): 35.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”ثَلاثَةٌ لا يَردُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ؛ الذَّاكر الله كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالإِمَامُ الْمُقْسِط”[/arabic-font]“Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak Allah. (1) Orang yang banyak berdzikir. (2) Doanya orang yang dizalimi. (3) Penguasa yang adil”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinilai hasan oleh al-Albany.Adh-Dhahhak bin Qais menasehatkan, “Hendaklah kalian senantiasa berdzikir mengingat Allah saat kondisi lapang; niscaya Allah akan mengingat kalian saat kondisi susah. Lihatlah Nabi Yunus ‘alaihis salam. Beliau selalu rajin berdzikir kepada Allah. Saat beliau dimakan ikan paus, Allah berfirman,[arabic-font]”فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ”[/arabic-font]“Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ”[/arabic-font]“Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.Rasyid bin Sa’ad menuturkan, “Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Nasehatilah aku!”.Beliau menjawab,[arabic-font]”اذْكُرِ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ يَذْكُرُكِ فِي الضَّرَّاءِ”[/arabic-font]“Ingatlah Allah saat kondisimu lapang, niscaya Allah akan mengingatmu saat engkau susah”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam az-Zuhd.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Rajab 1437 / 18 April 2016 Post navigation Previous “Mati Lampu”Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kedelapan: Memperbanyak dzikir dan mengingat AllahAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا”[/arabic-font]Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. QS. Al-Ahzab (33): 35.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”ثَلاثَةٌ لا يَردُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ؛ الذَّاكر الله كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالإِمَامُ الْمُقْسِط”[/arabic-font]“Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak Allah. (1) Orang yang banyak berdzikir. (2) Doanya orang yang dizalimi. (3) Penguasa yang adil”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinilai hasan oleh al-Albany.Adh-Dhahhak bin Qais menasehatkan, “Hendaklah kalian senantiasa berdzikir mengingat Allah saat kondisi lapang; niscaya Allah akan mengingat kalian saat kondisi susah. Lihatlah Nabi Yunus ‘alaihis salam. Beliau selalu rajin berdzikir kepada Allah. Saat beliau dimakan ikan paus, Allah berfirman,[arabic-font]”فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ”[/arabic-font]“Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ”[/arabic-font]“Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.Rasyid bin Sa’ad menuturkan, “Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Nasehatilah aku!”.Beliau menjawab,[arabic-font]”اذْكُرِ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ يَذْكُرُكِ فِي الضَّرَّاءِ”[/arabic-font]“Ingatlah Allah saat kondisimu lapang, niscaya Allah akan mengingatmu saat engkau susah”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam az-Zuhd.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Rajab 1437 / 18 April 2016 Post navigation Previous “Mati Lampu”Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Di antara sebab-sebab terkabulnya doa:Kedelapan: Memperbanyak dzikir dan mengingat AllahAllah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا”[/arabic-font]Artinya: “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. QS. Al-Ahzab (33): 35.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,[arabic-font]”ثَلاثَةٌ لا يَردُّ اللهُ دُعَاءَهُمْ؛ الذَّاكر الله كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالإِمَامُ الْمُقْسِط”[/arabic-font]“Ada tiga orang yang doanya tidak akan ditolak Allah. (1) Orang yang banyak berdzikir. (2) Doanya orang yang dizalimi. (3) Penguasa yang adil”. HR. Al-Baihaqy dalam Syu’ab al-Iman dan dinilai hasan oleh al-Albany.Adh-Dhahhak bin Qais menasehatkan, “Hendaklah kalian senantiasa berdzikir mengingat Allah saat kondisi lapang; niscaya Allah akan mengingat kalian saat kondisi susah. Lihatlah Nabi Yunus ‘alaihis salam. Beliau selalu rajin berdzikir kepada Allah. Saat beliau dimakan ikan paus, Allah berfirman,[arabic-font]”فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ . لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ”[/arabic-font]“Sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap berada di perut (ikan itu) sampai hari kiamat”. QS. Ash-Shaffat (37): 143-144.Bandingkan dengan Fir’aun yang jahat dan lalai dari berdzikir kepada Allah. Saat dia tenggelam dan berkata, “Sekarang aku beriman”, Allah menimpali,[arabic-font][arabic-font][/arabic-font]”آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ”[/arabic-font]“Mengapa baru sekarang (kamu beriman)?! Padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan”. QS. Yunus (10): 91.Rasyid bin Sa’ad menuturkan, “Suatu hari ada seseorang yang datang kepada Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu seraya berkata, “Nasehatilah aku!”.Beliau menjawab,[arabic-font]”اذْكُرِ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ يَذْكُرُكِ فِي الضَّرَّاءِ”[/arabic-font]“Ingatlah Allah saat kondisimu lapang, niscaya Allah akan mengingatmu saat engkau susah”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam az-Zuhd.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Rajab 1437 / 18 April 2016 Post navigation Previous “Mati Lampu”Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 6 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

“Mati Lampu”

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPernahkah anda tiba-tiba mengalami mati lampu? Pet! Apa yang anda rasakan saat itu? Gelap gulita. Tidak tahu mana arah. Grayap-grayap, meraba-raba. Anda sulit membedakan mana makanan dan mana kotoran. Mana kucing dan mana anjing. Mana kopi dan mana terigu. Mana gula dan mana garam.Anda berjalan dengan sangat pelan karena takut menabrak meja dan kursi atau tembok.Keinginan terbesarBanyak keinginan manusia di dunia ini. Namun saat mati lampu, saya yakin keinginan terbesar kita adalah agar lampu menyala kembali. Atau minimal kita akan mencari secercah cahaya. Lilin, senter, HP, atau yang lainnya. Untuk menyinari kegelapan yang terasa sangat mengganggu.Jadi, cahaya adalah kebutuhan pokok manusia.Cahaya HakikiNamun tahukah Anda, bahwa di sana ada cahaya yang jauh lebih penting dibanding cahaya lampu atau lilin? Sebab lampu itu hanya kita butuhkan di malam hari saja. Ketahuilah bahwa di sana ada cahaya yang kita butuhkan siang dan malam, sejak kita lahir hingga kita meninggal dunia. Bahkan saat kita di kuburan kelak dan di alam akhirat.Apakah cahaya itu? Cahaya tersebut tidak lain adalah ilmu agama yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah disertai lentera bimbingan para ulama. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا”[/arabic-font]Artinya: “Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang”. QS. An-Nisa’ (4): 174.Maksud dari cahaya dalam ayat di atas adalah al-Qur’an. Demikian keterangan Imam ath-Thabariy.Ilmu agama adalah kebutuhan primer setiap insan. Bahkan menurut Imam Ahmad bin Hambal, kebutuhan kita terhadap ilmu agama lebih besar dibanding kehidupan kita terhadap makan dan minum. Sebab dalam sehari semalam, paling-paling kita membutuhkan makan dan minum, dua atau tiga kali saja. Sedangkan ilmu selalu kita butuhkan setiap saat. Tapi realitanya dalam keseharian, waktu kita lebih banyak dialokasikan untuk mencari makan dan minum dibanding untuk mencari ilmu agama.Ilmu agama inilah yang akan menerangi kehidupan kita. Membantu kita untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Yang bermanfaat dan yang berbahaya. Yang halal dan yang haram. Membedakan tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, juga maksiat dan ibadah.Cahaya ini pula yang akan membimbing kita menuju surga Allah di tengah kegelapan hari kiamat kelak. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ…”[/arabic-font]Artinya: “Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. (Yaitu) surga-surga…”. QS. Al-Hadid (57): 12.Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa cahaya orang yang beriman kelak akan berbeda-beda. Ada yang sebesar gunung. Ada yang sebesar pohon kurma. Ada yang sebesar orang yang sedang berdiri. Dan adapula yang cahayanya di jempol dia. Terkadang menyala dan kadang pula padam.Maka mari kita terus belajar ilmu agama, agar cahaya kita semakin terang benderang!@ Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1437 / 10 Juni 2016 Post navigation Previous Cita-Cita Tertinggi (Serial Khotbah Jum’at)Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

“Mati Lampu”

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPernahkah anda tiba-tiba mengalami mati lampu? Pet! Apa yang anda rasakan saat itu? Gelap gulita. Tidak tahu mana arah. Grayap-grayap, meraba-raba. Anda sulit membedakan mana makanan dan mana kotoran. Mana kucing dan mana anjing. Mana kopi dan mana terigu. Mana gula dan mana garam.Anda berjalan dengan sangat pelan karena takut menabrak meja dan kursi atau tembok.Keinginan terbesarBanyak keinginan manusia di dunia ini. Namun saat mati lampu, saya yakin keinginan terbesar kita adalah agar lampu menyala kembali. Atau minimal kita akan mencari secercah cahaya. Lilin, senter, HP, atau yang lainnya. Untuk menyinari kegelapan yang terasa sangat mengganggu.Jadi, cahaya adalah kebutuhan pokok manusia.Cahaya HakikiNamun tahukah Anda, bahwa di sana ada cahaya yang jauh lebih penting dibanding cahaya lampu atau lilin? Sebab lampu itu hanya kita butuhkan di malam hari saja. Ketahuilah bahwa di sana ada cahaya yang kita butuhkan siang dan malam, sejak kita lahir hingga kita meninggal dunia. Bahkan saat kita di kuburan kelak dan di alam akhirat.Apakah cahaya itu? Cahaya tersebut tidak lain adalah ilmu agama yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah disertai lentera bimbingan para ulama. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا”[/arabic-font]Artinya: “Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang”. QS. An-Nisa’ (4): 174.Maksud dari cahaya dalam ayat di atas adalah al-Qur’an. Demikian keterangan Imam ath-Thabariy.Ilmu agama adalah kebutuhan primer setiap insan. Bahkan menurut Imam Ahmad bin Hambal, kebutuhan kita terhadap ilmu agama lebih besar dibanding kehidupan kita terhadap makan dan minum. Sebab dalam sehari semalam, paling-paling kita membutuhkan makan dan minum, dua atau tiga kali saja. Sedangkan ilmu selalu kita butuhkan setiap saat. Tapi realitanya dalam keseharian, waktu kita lebih banyak dialokasikan untuk mencari makan dan minum dibanding untuk mencari ilmu agama.Ilmu agama inilah yang akan menerangi kehidupan kita. Membantu kita untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Yang bermanfaat dan yang berbahaya. Yang halal dan yang haram. Membedakan tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, juga maksiat dan ibadah.Cahaya ini pula yang akan membimbing kita menuju surga Allah di tengah kegelapan hari kiamat kelak. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ…”[/arabic-font]Artinya: “Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. (Yaitu) surga-surga…”. QS. Al-Hadid (57): 12.Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa cahaya orang yang beriman kelak akan berbeda-beda. Ada yang sebesar gunung. Ada yang sebesar pohon kurma. Ada yang sebesar orang yang sedang berdiri. Dan adapula yang cahayanya di jempol dia. Terkadang menyala dan kadang pula padam.Maka mari kita terus belajar ilmu agama, agar cahaya kita semakin terang benderang!@ Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1437 / 10 Juni 2016 Post navigation Previous Cita-Cita Tertinggi (Serial Khotbah Jum’at)Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPernahkah anda tiba-tiba mengalami mati lampu? Pet! Apa yang anda rasakan saat itu? Gelap gulita. Tidak tahu mana arah. Grayap-grayap, meraba-raba. Anda sulit membedakan mana makanan dan mana kotoran. Mana kucing dan mana anjing. Mana kopi dan mana terigu. Mana gula dan mana garam.Anda berjalan dengan sangat pelan karena takut menabrak meja dan kursi atau tembok.Keinginan terbesarBanyak keinginan manusia di dunia ini. Namun saat mati lampu, saya yakin keinginan terbesar kita adalah agar lampu menyala kembali. Atau minimal kita akan mencari secercah cahaya. Lilin, senter, HP, atau yang lainnya. Untuk menyinari kegelapan yang terasa sangat mengganggu.Jadi, cahaya adalah kebutuhan pokok manusia.Cahaya HakikiNamun tahukah Anda, bahwa di sana ada cahaya yang jauh lebih penting dibanding cahaya lampu atau lilin? Sebab lampu itu hanya kita butuhkan di malam hari saja. Ketahuilah bahwa di sana ada cahaya yang kita butuhkan siang dan malam, sejak kita lahir hingga kita meninggal dunia. Bahkan saat kita di kuburan kelak dan di alam akhirat.Apakah cahaya itu? Cahaya tersebut tidak lain adalah ilmu agama yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah disertai lentera bimbingan para ulama. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا”[/arabic-font]Artinya: “Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang”. QS. An-Nisa’ (4): 174.Maksud dari cahaya dalam ayat di atas adalah al-Qur’an. Demikian keterangan Imam ath-Thabariy.Ilmu agama adalah kebutuhan primer setiap insan. Bahkan menurut Imam Ahmad bin Hambal, kebutuhan kita terhadap ilmu agama lebih besar dibanding kehidupan kita terhadap makan dan minum. Sebab dalam sehari semalam, paling-paling kita membutuhkan makan dan minum, dua atau tiga kali saja. Sedangkan ilmu selalu kita butuhkan setiap saat. Tapi realitanya dalam keseharian, waktu kita lebih banyak dialokasikan untuk mencari makan dan minum dibanding untuk mencari ilmu agama.Ilmu agama inilah yang akan menerangi kehidupan kita. Membantu kita untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Yang bermanfaat dan yang berbahaya. Yang halal dan yang haram. Membedakan tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, juga maksiat dan ibadah.Cahaya ini pula yang akan membimbing kita menuju surga Allah di tengah kegelapan hari kiamat kelak. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ…”[/arabic-font]Artinya: “Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. (Yaitu) surga-surga…”. QS. Al-Hadid (57): 12.Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa cahaya orang yang beriman kelak akan berbeda-beda. Ada yang sebesar gunung. Ada yang sebesar pohon kurma. Ada yang sebesar orang yang sedang berdiri. Dan adapula yang cahayanya di jempol dia. Terkadang menyala dan kadang pula padam.Maka mari kita terus belajar ilmu agama, agar cahaya kita semakin terang benderang!@ Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1437 / 10 Juni 2016 Post navigation Previous Cita-Cita Tertinggi (Serial Khotbah Jum’at)Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MAPernahkah anda tiba-tiba mengalami mati lampu? Pet! Apa yang anda rasakan saat itu? Gelap gulita. Tidak tahu mana arah. Grayap-grayap, meraba-raba. Anda sulit membedakan mana makanan dan mana kotoran. Mana kucing dan mana anjing. Mana kopi dan mana terigu. Mana gula dan mana garam.Anda berjalan dengan sangat pelan karena takut menabrak meja dan kursi atau tembok.Keinginan terbesarBanyak keinginan manusia di dunia ini. Namun saat mati lampu, saya yakin keinginan terbesar kita adalah agar lampu menyala kembali. Atau minimal kita akan mencari secercah cahaya. Lilin, senter, HP, atau yang lainnya. Untuk menyinari kegelapan yang terasa sangat mengganggu.Jadi, cahaya adalah kebutuhan pokok manusia.Cahaya HakikiNamun tahukah Anda, bahwa di sana ada cahaya yang jauh lebih penting dibanding cahaya lampu atau lilin? Sebab lampu itu hanya kita butuhkan di malam hari saja. Ketahuilah bahwa di sana ada cahaya yang kita butuhkan siang dan malam, sejak kita lahir hingga kita meninggal dunia. Bahkan saat kita di kuburan kelak dan di alam akhirat.Apakah cahaya itu? Cahaya tersebut tidak lain adalah ilmu agama yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah disertai lentera bimbingan para ulama. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا”[/arabic-font]Artinya: “Telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang”. QS. An-Nisa’ (4): 174.Maksud dari cahaya dalam ayat di atas adalah al-Qur’an. Demikian keterangan Imam ath-Thabariy.Ilmu agama adalah kebutuhan primer setiap insan. Bahkan menurut Imam Ahmad bin Hambal, kebutuhan kita terhadap ilmu agama lebih besar dibanding kehidupan kita terhadap makan dan minum. Sebab dalam sehari semalam, paling-paling kita membutuhkan makan dan minum, dua atau tiga kali saja. Sedangkan ilmu selalu kita butuhkan setiap saat. Tapi realitanya dalam keseharian, waktu kita lebih banyak dialokasikan untuk mencari makan dan minum dibanding untuk mencari ilmu agama.Ilmu agama inilah yang akan menerangi kehidupan kita. Membantu kita untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Yang bermanfaat dan yang berbahaya. Yang halal dan yang haram. Membedakan tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah, juga maksiat dan ibadah.Cahaya ini pula yang akan membimbing kita menuju surga Allah di tengah kegelapan hari kiamat kelak. Allah ta’ala berfirman,[arabic-font]”يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ…”[/arabic-font]Artinya: “Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian. (Yaitu) surga-surga…”. QS. Al-Hadid (57): 12.Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa cahaya orang yang beriman kelak akan berbeda-beda. Ada yang sebesar gunung. Ada yang sebesar pohon kurma. Ada yang sebesar orang yang sedang berdiri. Dan adapula yang cahayanya di jempol dia. Terkadang menyala dan kadang pula padam.Maka mari kita terus belajar ilmu agama, agar cahaya kita semakin terang benderang!@ Pesantren Tunas Ilmu, Kedungwuluh Purbalingga, 5 Ramadhan 1437 / 10 Juni 2016 Post navigation Previous Cita-Cita Tertinggi (Serial Khotbah Jum’at)Next Sebab Terkabulnya Do’a bag. 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next