Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA

Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA

Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan)

[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada AllahNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 124: Jangan Termakan Dongeng Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah

Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim yang berdoa, tentu menginginkan permintaannya terkabul. Namun perlu diketahui bahwa agar doa yang kita panjatkan itu dikabulkan, ada syarat-syarat dan etika-etika yang harus kita penuhi. Semua syarat dan etika itu penting. Namun levelnya tidak sama. Ada yang primer dan ada yang sekunder. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.Di antara syarat utama yang wajib dipenuhi, adalah doa tersebut harus ikhlas karena Allah. Yakni doa itu tertuju hanya kepada Allah saja.Allah ta’ala berfirman,“فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ“.Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Walaupun orang-orang kafir membenci hal itu.” QS. Ghafir (40): 14.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berpesan,“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ“.“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu-padu untuk membantumu, keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Dan seandainya mereka bersatu-padu untuk mencelakaimu, niscaya keinginan mereka tidak akan tercapai, kecuali bila Allah telah takdirkan hal itu. Pena takdir telah diangkat dan tinta catatan takdir telah kering”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.‘Auf bin Malik al-Asyja’iy radhiyallahu ‘anhu bertutur, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jumlah kami Sembilan, delapan atau tujuh orang. Beliau bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Saat itu kami baru saja berbaiat kepada beliau. Maka kami pun menjawab, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah?”. Beliau kembali bersabda, “Tidakkah kalian berbaiat kepada Rasulullah?”. Maka kami menjawab lagi, “Bukankah kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah? Kami membaiatmu dalam hal apa?”. Beliau menjawab, “عَلَى أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَتُطِيعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلَا تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا““Kalian harus beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun. Tunaikan shalat lima waktu. Patuhlah”. Lalu beliau membisikkan sebuah kata. “Jangan kalian meminta apapun kepada orang lain”. Sungguh aku menyaksikan komitmen orang-orang tersebut dalam menunaikan baiat janji setia mereka kepada Rasulullah. Ada di antara mereka yang cemetinya terjatuh saat naik tunggangan. Ia tidak meminta orang lain untuk mengambilkannya”. HR. Muslim.Maka, berlatihlah untuk hanya meminta kepada Allah, bukan kepada selain-Nya! Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada TuntunannyaNext [VIDEO]: Khusnul Khotimah? (Bukan Jaminan) Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya

Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Doa adalah salah satu ibadah mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sehingga kewajiban setiap muslim adalah mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat mengamalkannya. Sebab tuntunan beliau adalah yang terbaik, tersempurna dan terbenar.Beliau telah menerangkan sejelas-jelasnya segala hal yang berkaitan dengan doa. Kapan waktu mustajabnya? Di mana tempat yang mustajab? Kondisi seperti apa yang mustajab? Siapa orang-orang yang doanya mustajab? Dan lain sebagainya.Doa untuk segala kondisi yang dibutuhkan setiap insan, juga sudah dijelaskan doanya. Saat dia sedih atau senang, sakit atau sehat, mendapat nikmat atau ditimpa musibah, bepergian atau menetap dan berbagai kondisi lainnya. Saat akan tidur atau bangun tidur, ketika memasuki kamar mandi atau keluar darinya, saat mengenakan pakaian atau melepaskannya, ketika memasuki masjid atau keluar darinya dan masih banyak lagi yang lainnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ…”.“Tidak ada satu nabi pun sebelumku, melainkan wajib mengajarkan kebaikan yang ia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui…”. HR. Muslim (no. 1844) dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu.Maka sungguh amat memprihatinkan keadaan sebagian orang yang disibukkan dengan doa-doa yang tidak ada tuntunannya. Di waktu yang sama, doa-doa yang ada tuntunannya malah ia tinggalkan.Imam ath-Tharthusyiy (w. 520 H) berkata, “Di antara perilaku yang paling aneh, adalah meninggalkan doa-doa yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan para nabi, para wali, para manusia pilihan, dan doa tersebut telah terjamin mustajab. Kemudian memilih berdoa dengan doa-doa para penyair dan penulis biasa. Seakan telah mengamalkan seluruh doa para nabi, lalu merasa perlu untuk menambahinya dengan doa dari selain mereka”.Yang lebih parah lagi, seringkali doa-doa bikinan sendiri itu mengandung kata-kata kufur dan permohonan bantuan kepada selain Allah ta’ala.Setelah menjelaskan tentang pentingnya mencukupkan diri dengan doa-doa yang termaktub dalam al-Qur’an dan Sunnah, Imam al-Qarafiy (w. 684 H) mengingatkan dari doa-doa yang menyimpang.Kata beliau, “Wajib menjauhi doa-doa yang mengandung kekufuran dan yang semisalnya. Sebab akan mendatangkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan kekal di neraka”.Adapun doa yang bersifat umum, tidak terbatas waktu atau tempat, yang tidak ditentukan syariat redaksi doanya, maka tidak mengapa bagi seorang muslim untuk menggunakan redaksi sendiri. Namun dengan syarat, redaksi tersebut tidak mengandung unsur penyimpangan, tidak diyakini memiliki keistimewaan khusus, dan tidak dirutinkan pengamalannya.Akan tetapi dengan tetap memprioritaskan doa yang ada di dalam al-Qur’an dan Sunnah. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 123: Berdoalah Hanya Kepada Allah Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Ketujuh: Orang yang ditimpa kesulitanOrang yang ditimpa kesusahan, lalu dia mau menghiba kepada Allah ta’ala dengan sepenuh hati, ketulusan dan harapan yang sangat tinggi; niscaya doanya tidak akan ditolak. Allah subhanah berfirman,“أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ“Artinya: “Siapakah yang akan mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya dan siapakah yang menghilangkan kesusahan (kalau bukan Allah)?”. QS. An-Naml (27): 62.Dalam Tafsîr al-Qurthubiy dinukil keterangan sebagian ulama tentang ayat di atas, “Allah ta’ala menjamin dikabulkannya doa orang yang ditimpa kesulitan. Dia sendiri yang mengabarkan janji tersebut. Sebab penghibaan dia kepada Allah, muncul dari ketulusan hati dan hilangnya ketergantungan kepada selain Allah. Ketulusan seperti ini memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah…”.Bukankah kita masih mengingat bagaimana kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam, saat beliau dimakan ikan paus? Allah ‘azza wa jalla berfirman,“وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)“Artinya: “(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah. Ia mengira bahwa Kami tidak bisa menekannya. Akhirnya iapun berdoa dalam kegelapan yang sangat (yakni di dalam perut ikan, di dasar lautan dan di malam hari), “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang bersalah)”. Maka Kami pun mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari musibah. Demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. QS. Al-Anbiya’ (21): 87-88.Doa nabi Yunus ini diterangkan dalam hadits yang sahih, bila dibaca oleh seseorang, maka pasti doanya bakal dikabulkan Allah ta’ala.“دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ“.“Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) yang beliau baca saat berada di dalam perut ikan paus, “Lâ ilâha illâ Anta, subhânaka innî kuntu minazh zhôlimîn (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau. Sungguh aku termasuk orang yang zalim)”. Sungguh setiap muslim yang bertawassul dalam doanya dengan bacaan tersebut, pasti Allah akan mengabulkan, apapun hajatnya”. HR. Tirmidziy dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh al-Albaniy. Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 122: Mewaspadai Doa-Doa Yang Tidak Ada Tuntunannya Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2

Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Siapapun boleh berdoa kepada Allah, apapun kondisinya. Namun perlu diketahui bahwa di sana ada manusia-manusia istimewa yang diberi perhatian spesial oleh Allah ta’ala. Sehingga doa mereka lebih cepat untuk dikabulkan oleh-Nya.Pada pertemuan sebelumnya sudah kita jelaskan sebagian dari mereka. Berikut kelanjutannya:Kelima: Muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan diaDoa seperti ini lebih mustajab sebab biasanya lebih ikhlas. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: “وَلَكَ بِمِثْلٍ““Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dia; melainkan malaikat akan berkata, “Dan untukmu juga”. HR. Muslim dari Abu Darda’ radhiyallahu’anhu.Dalam hadits lain disebutkan,عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ“، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ“، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.Keenam: Hamba yang patuh kepada AllahSemakin insan menaati perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wasallam serta menjauhi larangan, maka peluang doa yang dipanjatkannya semakin besar untuk dikabulkan.عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Barang siapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku mengumumkan perang padanya. Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dibanding amalan yang Kuwajibkan atas hamba-Ku. Semakin banyak ia melakukan amalan sunnah, maka Aku semakin mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka pendengarannya akan Kubimbing, penglihatannya akan Kubimbing, tangannya akan Kubimbing dan kakinya juga akan Kubimbing. Bila ia meminta sesuatu pada-Ku niscaya akan Kuberi. Dan bila ia memohon perlindungan pada-Ku niscaya akan Kulindungi”. HR. Bukhari. Bersambung… Post navigation Previous [Video] Gotong Royong Dalam Berumah TanggaNext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 121: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga

[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[Video] Gotong Royong Dalam Berumah Tangga Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 120: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next