Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 165: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-9)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEMBILAN:Membaca doa berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ”“Ya Allah afiatkanlah tubuhku. Ya Allah afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah afiatkanlah penglihatanku. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau”.Dalil LandasanAbdurrahman bin Abi Bakrah mengisahkan, bahwa dia pernah bertanya kepada ayahnya. Mengapa beliau selalu rutin membaca doa di atas, setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali? Maka beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rutin membaca doa tersebut. Maka akupun ingin mengikuti sunnah beliau”. HR. Abu Dawud dan sanad_nya dinilai _hasan oleh al-Albaniy.Renungan KandunganKesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok hidup manusia. Sehingga aspek ini mendapatkan perhatian spesial dalam ajaran agama kita. Namun, Islam memandang kesehatan secara utuh. Yakni kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga doa-doa yang diajarkan pun mencakup dua sisi ini.Dalam doa di atas kita diajari untuk minta afiat. Dalam bahasa Arab, afiat itu berarti kesehatan yang sempurna. Bukan sehat ala kadarnya.Sehingga para ulama menjelaskan bahwa makna yang dikandung doa ini adalah permohonan agar tubuh kita dihindarkan dari segala jenis penyakit. Bukan hanya penyakit fisik dan psikis, namun juga penyakit rohani. Sehingga tubuh bisa digunakan untuk beribadah dengan baik kepada Allah.Setelah memohon afiat untuk tubuh, kita juga diperintahkan untuk memohon afiat bagi pendengaran telinga dan penglihatan mata. Mengapa kedua panca indra itu disebutkan secara khusus? Padahal sebenarnya telinga dan badan adalah bagian dari tubuh.Sebab keduanya sangat spesial. Dengan telinga kita bisa mendengarkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an. Adapun mata, dengannya kita bisa melihat ayat-ayat Allah dalam makhluk ciptaan-Nya di alam semesta.Lalu doa tersebut dilanjutkan dengan mengucapkan tahlil. Kalimat thayyibah yang mengandung penegasan bahwa satu-satunya yang berhak disembah adalah Allah ta’ala. Seakan mengingatkan kembali pada kita bahwa kesehatan itu hanya sarana bukan tujuan. Sarana untuk mencapai tujuan mulia. Yaitu beribadah dengan baik hanya kepada Allah ‘azza wa jalla.Berikutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari tiga hal. Kekufuran, kefakiran dan azab kubur.1. Kekufuran adalah dosa terbesar. Hukumannya adalah kekekalan azab di neraka. Na’udzu billah min dzalik… Kekufuran ini mencakup kekufuran berupa ucapan, perbuatan maupun keyakinan.2. Kefakiran yang dimaksud di sini menurut sebagian ulama adalah kefakiran total. Yakni kefakiran yang sama sekali tidak mengandung kebaikan. Yang mendorong penderitanya untuk menabrak hal-hal haram.3. Azab kubur. Kita memohon perlindungan dari siksaan yang ada di alam kubur, serta perbuatan dan perilaku yang memicu azab kubur.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 5 Rabi’uts Tsaniy 1441 / 2 Desember 2019AGEN KEBAIKAN REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA=081252100081Facebook https://www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/Telegram https://t.me/ustadzabdullahzaenSoundcloudInstagram instagram.com/ustadzabdullahzaen/Youtube https://www.youtube.com/c/ustadzabdullahzaenma Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 143: MENDENGARKAN PASANGAN ANDANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 144: MENJADI TEMPAT CURHAT YANG NYAMAN BAGI ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KESEBELAS:Membaca dzikir berikut ini setiap pagi tiga kali dan setiap petang tiga kali:“رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا” “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabiku”.Dalil Landasanعَنْ خَادِمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَالَ: “رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا”، حِينَ يُمْسِي ثَلاَثًا، وَحِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثًا؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.Dari pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Barang siapa mengucapkan “Rodhîtu billâhi robbâ, wa bil islâmi dînâ, wa bi muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam nabiyyâ” di sore tiga kali dan di pagi tiga kali; kelak di hari kiamat dia berhak mendapat ridha Allah”. HR. Ahmad. Sanad hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim. Adapun al-Arna’uth menyatakan hadits ini sahih lighairihi.Renungan KandunganSetiap pagi dan petang kita diajari untuk memperbaharui komitmen keimanan kita. Pengakuan kita sebagai hamba Allah ta’ala. Sebagai penganut agama Islam. Serta sebagai pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.Pengakuan dengan lisan saja tentu tidak cukup. Ada konsekuensi yang harus dipenuhi dari pengakuan tersebut.Keridhaan terhadap Allah sebagai TuhanKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah wajib patuh terhadap aturan Allah. Serta menerima ketetapan takdir-Nya. Sungguh sangat aneh bila menyatakan ridha terhadap Allah sebagai tuhan, tapi dalam keseharian justru menolak aturan-aturan-Nya.Keridhaan terhadap Islam sebagai agamaKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah meyakini kebenaran Islam. Juga menerima secara total seluruh ajarannya. Amat kontradiktif orang yang menyatakan ridha Islam sebagai agamanya, namun meragukan Islam sebagai agama satu-satunya yang diterima Allah.Keridhaan terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai NabiKonsekuensi dari pernyataan di atas adalah menerima semua ajaran beliau. Serta berusaha mencontoh tata cara beliau dalam beribadah. Bukan malah membuat tata cara ibadah semau sendiri.Balasan Tak TernilaiManakala seorang insan secara konsisten mempraktekkan dzikir di atas, serta memenuhi konsekuensinya; dia dijanjikan balasan tak ternilai. Yakni keridhaan Allah. Sebuah ganjaran terbesar yang dikaruniakan kepada hamba. Bahkan lebih besar dibanding surga sekalipun!“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga. Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. (Mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”. QS. At-Taubah (9): 72.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 23 Jumadats Tsaniyah 1441 / 17 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 146: BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PELUANG EMAS PAHALA SYAHID

PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASeburuk apapun kondisi saat ini, seorang mukmin akan tetap berlapang dada dan berbesar hati. Sebab dia memiliki panduan hidup dari Rabbul alamin. Hanya orang yang tidak punya pegangan, yang akan terjangkiti kepanikan.Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tha’un (wabah)”.Beliau menjawab,أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ.“Sesungguhnya wabah adalah azab yang ditimpakan Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Namun Dia menjadikan wabah sebagai rahmat untuk kaum mukminin.Saat terjadi wabah, siapapun yang berdiam di rumahnya. Dengan penuh kesabaran dan berharap pahala. Sambil meyakini bahwa dia tidak akan terkena sesuatu, kecuali yang telah ditakdirkan Allah. Orang yang seperti itu, pasti akan mendapatkan pahala orang yang syahid”. HR. Ahmad dan sanad nya dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Hadits di atas menjelaskan empat kriteria yang bila dipenuhi, maka seseorang akan mendapat pahala syahid.Pertama: Berdiam di rumah. Sebagai salah satu upaya agar tidak tertular wabah atau menulari orang lain. Ini tentu sangat selaras dengan himbauan pemerintah supaya kita melakukan social distancing.Kedua: Sabar dan ridha. Tidak banyak mengeluh. Sebab ini adalah ujian dari Allah.Ketiga: Berharap pahala. Pahala menjalankan perintah Allah dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Pahala berdiam di rumah, walaupun terasa jenuh dan bosan.Keempat: Beriman dengan takdir. Bahwa apapun yang terjadi, itu adalah dengan kehendak Allah. Sehingga bila Allah menakdirkan tidak kena wabah, maka tidak mungkin kena. Namun bila terkena, maka itulah yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.Siapapun yang memenuhi empat kriteria di atas, dia akan mendapatkan pahala orang yang syahid. Walaupun ia tidak terjangkiti wabah. Apalagi bila terjangkit dan meninggal. Atau terjangkiti dan bisa sembuh. Semuanya dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pahala syahid. Demikian keterangan yang dibawakan Imam Ibn Hajar rahimahullah dalam kitab beliau Fath al-Bariy (X/204).Wajarlah bila Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa wabah adalah rahmat bagi kaum mukminin.Namun tentu tetap harus dihadapi dengan upaya lahiriah maksimal dan tawakal total kepada Allah ta’ala.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 28 Rajab 1441 / 23 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PELUANG EMAS PAHALA SYAHID

PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASeburuk apapun kondisi saat ini, seorang mukmin akan tetap berlapang dada dan berbesar hati. Sebab dia memiliki panduan hidup dari Rabbul alamin. Hanya orang yang tidak punya pegangan, yang akan terjangkiti kepanikan.Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tha’un (wabah)”.Beliau menjawab,أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ.“Sesungguhnya wabah adalah azab yang ditimpakan Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Namun Dia menjadikan wabah sebagai rahmat untuk kaum mukminin.Saat terjadi wabah, siapapun yang berdiam di rumahnya. Dengan penuh kesabaran dan berharap pahala. Sambil meyakini bahwa dia tidak akan terkena sesuatu, kecuali yang telah ditakdirkan Allah. Orang yang seperti itu, pasti akan mendapatkan pahala orang yang syahid”. HR. Ahmad dan sanad nya dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Hadits di atas menjelaskan empat kriteria yang bila dipenuhi, maka seseorang akan mendapat pahala syahid.Pertama: Berdiam di rumah. Sebagai salah satu upaya agar tidak tertular wabah atau menulari orang lain. Ini tentu sangat selaras dengan himbauan pemerintah supaya kita melakukan social distancing.Kedua: Sabar dan ridha. Tidak banyak mengeluh. Sebab ini adalah ujian dari Allah.Ketiga: Berharap pahala. Pahala menjalankan perintah Allah dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Pahala berdiam di rumah, walaupun terasa jenuh dan bosan.Keempat: Beriman dengan takdir. Bahwa apapun yang terjadi, itu adalah dengan kehendak Allah. Sehingga bila Allah menakdirkan tidak kena wabah, maka tidak mungkin kena. Namun bila terkena, maka itulah yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.Siapapun yang memenuhi empat kriteria di atas, dia akan mendapatkan pahala orang yang syahid. Walaupun ia tidak terjangkiti wabah. Apalagi bila terjangkit dan meninggal. Atau terjangkiti dan bisa sembuh. Semuanya dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pahala syahid. Demikian keterangan yang dibawakan Imam Ibn Hajar rahimahullah dalam kitab beliau Fath al-Bariy (X/204).Wajarlah bila Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa wabah adalah rahmat bagi kaum mukminin.Namun tentu tetap harus dihadapi dengan upaya lahiriah maksimal dan tawakal total kepada Allah ta’ala.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 28 Rajab 1441 / 23 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASeburuk apapun kondisi saat ini, seorang mukmin akan tetap berlapang dada dan berbesar hati. Sebab dia memiliki panduan hidup dari Rabbul alamin. Hanya orang yang tidak punya pegangan, yang akan terjangkiti kepanikan.Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tha’un (wabah)”.Beliau menjawab,أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ.“Sesungguhnya wabah adalah azab yang ditimpakan Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Namun Dia menjadikan wabah sebagai rahmat untuk kaum mukminin.Saat terjadi wabah, siapapun yang berdiam di rumahnya. Dengan penuh kesabaran dan berharap pahala. Sambil meyakini bahwa dia tidak akan terkena sesuatu, kecuali yang telah ditakdirkan Allah. Orang yang seperti itu, pasti akan mendapatkan pahala orang yang syahid”. HR. Ahmad dan sanad nya dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Hadits di atas menjelaskan empat kriteria yang bila dipenuhi, maka seseorang akan mendapat pahala syahid.Pertama: Berdiam di rumah. Sebagai salah satu upaya agar tidak tertular wabah atau menulari orang lain. Ini tentu sangat selaras dengan himbauan pemerintah supaya kita melakukan social distancing.Kedua: Sabar dan ridha. Tidak banyak mengeluh. Sebab ini adalah ujian dari Allah.Ketiga: Berharap pahala. Pahala menjalankan perintah Allah dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Pahala berdiam di rumah, walaupun terasa jenuh dan bosan.Keempat: Beriman dengan takdir. Bahwa apapun yang terjadi, itu adalah dengan kehendak Allah. Sehingga bila Allah menakdirkan tidak kena wabah, maka tidak mungkin kena. Namun bila terkena, maka itulah yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.Siapapun yang memenuhi empat kriteria di atas, dia akan mendapatkan pahala orang yang syahid. Walaupun ia tidak terjangkiti wabah. Apalagi bila terjangkit dan meninggal. Atau terjangkiti dan bisa sembuh. Semuanya dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pahala syahid. Demikian keterangan yang dibawakan Imam Ibn Hajar rahimahullah dalam kitab beliau Fath al-Bariy (X/204).Wajarlah bila Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa wabah adalah rahmat bagi kaum mukminin.Namun tentu tetap harus dihadapi dengan upaya lahiriah maksimal dan tawakal total kepada Allah ta’ala.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 28 Rajab 1441 / 23 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PELUANG EMAS PAHALA SYAHID Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MASeburuk apapun kondisi saat ini, seorang mukmin akan tetap berlapang dada dan berbesar hati. Sebab dia memiliki panduan hidup dari Rabbul alamin. Hanya orang yang tidak punya pegangan, yang akan terjangkiti kepanikan.Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tha’un (wabah)”.Beliau menjawab,أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ.“Sesungguhnya wabah adalah azab yang ditimpakan Allah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Namun Dia menjadikan wabah sebagai rahmat untuk kaum mukminin.Saat terjadi wabah, siapapun yang berdiam di rumahnya. Dengan penuh kesabaran dan berharap pahala. Sambil meyakini bahwa dia tidak akan terkena sesuatu, kecuali yang telah ditakdirkan Allah. Orang yang seperti itu, pasti akan mendapatkan pahala orang yang syahid”. HR. Ahmad dan sanad nya dinilai sahih oleh al-Arna’uth.Hadits di atas menjelaskan empat kriteria yang bila dipenuhi, maka seseorang akan mendapat pahala syahid.Pertama: Berdiam di rumah. Sebagai salah satu upaya agar tidak tertular wabah atau menulari orang lain. Ini tentu sangat selaras dengan himbauan pemerintah supaya kita melakukan social distancing.Kedua: Sabar dan ridha. Tidak banyak mengeluh. Sebab ini adalah ujian dari Allah.Ketiga: Berharap pahala. Pahala menjalankan perintah Allah dan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Pahala berdiam di rumah, walaupun terasa jenuh dan bosan.Keempat: Beriman dengan takdir. Bahwa apapun yang terjadi, itu adalah dengan kehendak Allah. Sehingga bila Allah menakdirkan tidak kena wabah, maka tidak mungkin kena. Namun bila terkena, maka itulah yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.Siapapun yang memenuhi empat kriteria di atas, dia akan mendapatkan pahala orang yang syahid. Walaupun ia tidak terjangkiti wabah. Apalagi bila terjangkit dan meninggal. Atau terjangkiti dan bisa sembuh. Semuanya dijanjikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pahala syahid. Demikian keterangan yang dibawakan Imam Ibn Hajar rahimahullah dalam kitab beliau Fath al-Bariy (X/204).Wajarlah bila Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa wabah adalah rahmat bagi kaum mukminin.Namun tentu tetap harus dihadapi dengan upaya lahiriah maksimal dan tawakal total kepada Allah ta’ala.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 28 Rajab 1441 / 23 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 167: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-11)Next PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaSinematografi, dll. KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini market TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Surat keterangan sehat dari dokterFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari https://tunasilmu.com)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama di tahun pertama. Adapun selanjutnya, santri diberi keleluasaan untuk memilih berasrama atau tidak. Terutama bagi yang telah berkeluarga. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 6 April 2020 – Sabtu, 20 Juni 2020 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 23 Juni 2020 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 24 Juni 2020Daftar ulang : Rabu, 24 Juni 2020Orientasi santri baru : Kamis, 25 Juni 2020 – Sabtu, 4 Juli 2020Awal belajar : Senin, 6 Juli 2020 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 081319839320Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat!Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN  Post navigation Previous PELUANG EMAS PAHALA SYAHIDNext MENGHADAPI TAKDIR DENGAN TAKDIR Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’I TAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 M

PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaSinematografi, dll. KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini market TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Surat keterangan sehat dari dokterFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari https://tunasilmu.com)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama di tahun pertama. Adapun selanjutnya, santri diberi keleluasaan untuk memilih berasrama atau tidak. Terutama bagi yang telah berkeluarga. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 6 April 2020 – Sabtu, 20 Juni 2020 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 23 Juni 2020 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 24 Juni 2020Daftar ulang : Rabu, 24 Juni 2020Orientasi santri baru : Kamis, 25 Juni 2020 – Sabtu, 4 Juli 2020Awal belajar : Senin, 6 Juli 2020 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 081319839320Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat!Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN  Post navigation Previous PELUANG EMAS PAHALA SYAHIDNext MENGHADAPI TAKDIR DENGAN TAKDIR Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaSinematografi, dll. KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini market TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Surat keterangan sehat dari dokterFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari https://tunasilmu.com)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama di tahun pertama. Adapun selanjutnya, santri diberi keleluasaan untuk memilih berasrama atau tidak. Terutama bagi yang telah berkeluarga. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 6 April 2020 – Sabtu, 20 Juni 2020 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 23 Juni 2020 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 24 Juni 2020Daftar ulang : Rabu, 24 Juni 2020Orientasi santri baru : Kamis, 25 Juni 2020 – Sabtu, 4 Juli 2020Awal belajar : Senin, 6 Juli 2020 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 081319839320Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat!Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN  Post navigation Previous PELUANG EMAS PAHALA SYAHIDNext MENGHADAPI TAKDIR DENGAN TAKDIR Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


PENERIMAAN SANTRI BARU ANGKATAN KESEPULUH PROGRAM PENGKADERAN DA’ITAHUN AKADEMIK: 1441/1442 H – 2020/2021 MPROLOGAnda ingin menjadi pewaris para nabi? Jadilah ulama! Niscaya Anda akan menjadi pewaris mereka. Yang mewarisi ilmu, akhlaq dan semangat dakwahnya.Pondok Pesantren “Tunas Ilmu”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga dengan SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No: AHU-3926.AH.01.04.Tahun 2010, melalui program pendidikan intensif selama 3 tahun dan praktek dakwah lapangan selama 1 tahun, berkomitmen tinggi mengantarkan Anda menuju gerbang impian indah tersebut. MATERI PELAJARAN Dengan mengikuti program intensif ini, Anda akan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan materi lainnya.Di antaranya:AkidahTafsirHaditsFiqihSirah NabawiyyahBahasa ArabMetode BerdakwahWirausahaSinematografi, dll. KOMPETENSI LULUSANInsyaAllah lulusan program ini akan memiliki kompetensi berikut:Lancar berbahasa Arab, aktif dan pasifMenguasai berbagai disiplin ilmu agamaMahir berceramah dalam bahasa Arab dan IndonesiaTerampil menulis artikel ilmiahMampu mendakwahkan Islam dengan hikmahMemiliki ketrampilan berwirausaha FASILITAS PENDIDIKANMasjidRuang belajarAsramaPerpustakaan dengan ribuan koleksi kitab ArabSarana olahraga (lapangan futsal dll)Mini market TENAGA PENGAJAR:Pengajar terdiri dari para alumni S1 dan S2 Universitas Islam Madinah, Yaman, ‘Unaizah-Arab Saudi, LIPIA Jakarta dan lain-lain. INFORMASI PENDAFTARANSYARAT-SYARAT:PriaFoto copy ijazah SMU/sederajat dan NEMSalinan akta kelahiranSurat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlakuRekomendasi dari seorang ustadz/da’i/lembaga dakwah yang dikenalPas foto terbaru 2×3 dan 4×6 (@ dua lembar)Surat keterangan sehat dari dokterFoto copy KTP yang masih berlakuSurat izin dari orang tuaMengisi formulir pendaftaran (bisa didownload dari https://tunasilmu.com)Bersedia mengikuti tata tertib pesantren. KUOTA JUMLAH SANTRIKarena pertimbangan efesiensi pembelajaran, total santri yang akan diterima adalah 20 orang saja. Santri wajib berasrama di tahun pertama. Adapun selanjutnya, santri diberi keleluasaan untuk memilih berasrama atau tidak. Terutama bagi yang telah berkeluarga. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARANPendaftaran dibuka pada Senin, 6 April 2020 – Sabtu, 20 Juni 2020 (ditutup manakala kuota telah terpenuhi).Bertempat di Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Ds. Kedungwuluh RT/RW: 8/2 Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga 53371 Jawa Tengah.Atau berkas-berkas persyaratan dikirim via pos ke alamat tersebut (cap pos). SELEKSI, PENGUMUMAN, DAFTAR ULANG & MULAI BELAJARUjian seleksi : Selasa, 23 Juni 2020 Pukul 07.00 WIB tepat hingga selesai. (Bagi calon santri yang tidak hadir, dianggap telah mengundurkan diri).Pengumuman : Rabu, 24 Juni 2020Daftar ulang : Rabu, 24 Juni 2020Orientasi santri baru : Kamis, 25 Juni 2020 – Sabtu, 4 Juli 2020Awal belajar : Senin, 6 Juli 2020 MATERI UJIANWawancaraMembaca al-Qur’anMateri dasar agama BIAYA STUDI DAN PENDAFTARANBiaya Pendaftaran :PendaftaranRp. 20.000Perlengkapan (sekali selama belajar, untuk santri berasrama)Rp. 100.000SPP / bulanRp. 50.000Uang makan / bulan (khusus bagi santri berasrama)Rp. 200.000Uang GedungGratisTotal (untuk santri berasrama)Rp. 370.000Total (untuk santri non asrama)Rp. 70.000Biaya Setiap Bulan :Santri berasrama (SPP & uang makan)Rp. 250.000Santri non asrama (SPP)Rp. 50.000 INFORMASI:Telp : (0281) 6597674Hp : 081319839320Website : https://tunasilmu.comEmail : [email protected]Segera daftarkan diri Anda atau putra-putri Anda, sebelum terlambat!Beasiswa bagi Santri yang Kurang Mampu dan Berprestasi DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN  Post navigation Previous PELUANG EMAS PAHALA SYAHIDNext MENGHADAPI TAKDIR DENGAN TAKDIR Related Posts PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI: ANGKATAN KESEMBILAN – TAHUN AJARAN 1440-1441 H / 2019-2020 MInformasi / By tunasilmu PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MInformasi / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)

Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Dzikir pagi dan petang amat beragam bacaannya. Antara lain:BACAAN KEDUABELAS: Membaca kalimat tahlil setiap pagi dan setiap petang.Adapun mengenai jumlahnya, maka boleh dibaca satu kali, atau sepuluh kali setiap pagi dan sore. Atau seratus kali di pagi hari.Redaksi tahlilnya adalah sebagai berikut:“لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ“ “Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu”.Dalil LandasanDzikir tersebut dibaca minimal satu kali di pagi hari dan satu kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“؛ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ. وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ““Barang siapa di pagi hari membaca “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka ia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan seorang budak keturunan Nabi Ismail. Dia juga akan dikaruniai sepuluh pahala, dihapuskan sepuluh dosanya, diangkat derajatnya sepuluh tingkat, serta diberi perlindungan dari setan hingga sore hari. Bila ia membacanya di sore hari, maka ia juga akan mendapatkan ganjaran serupa hingga esok hari”. HR. Abu Dawud dari Abu Ayyasy radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albaniy.Lebih baik lagi jika dzikir ini dibaca sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di waktu sore.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ قَالَ: “لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“، مَنْ قَالَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ حِينَ يُصْبِحُ؛ كُتِبَ لَهُ بِهَا مِئَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهَا مِئَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ عَدْلَ رَقَبَةٍ، وَحُفِظَ بِهَا يَوْمَئِذٍ حَتَّى يُمْسِيَ. وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي؛ كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ“.“Barang siapa di pagi hari membaca sepuluh kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; akan dituliskan baginya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, mendapatkan pahala seperti memerdekakan budak, serta hari itu akan dijaga hingga sore hari. Barang siapa yang membacanya sebanyak itu di sore hari; maka ia akan memperoleh ganjaran serupa”. HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Isnadnya dinyatakan sahih oleh Ahmad Syakir dan al-Arna’uth.Paling afdhal bila dzikir tersebut dibaca seratus kali. Tidak harus dibaca di pagi hari. Kapanpun boleh. Namun jika dibaca di pagi hari lebih baik. Agar kita mendapatkan perlindungan sejak dini.Dalam hadits sahih diterangkan,“مَنْ قَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ؛ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ. وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ“.“Barang siapa dalam sehari membaca seratus kali: “Lâ ilâha illallôhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr”; maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus pahala, dihapuskan seratus dosanya, serta mendapat perlindungan dari setan hingga sore hari. Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hadits, “Tidak ada seorangpun yang bisa memperoleh pahala lebih dari itu, kecuali bila ia membacanya lebih banyak dari jumlah tersebut”, menunjukkan bolehnya membaca dzikir tersebut lebih dari seratus kali. Barang siapa melakukan hal itu, maka pahala yang diraihnya pun akan lebih banyak pula.Renungan KandunganHadits-hadits di atas memberikan pelajaran, betapa istimewanya bacaan tahlil. Kalimat tauhid. Dzikir paling utama dari sekian banyak dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.Di awal bacaan tahlil, kita berikrar bahwa satu-satunya yang berhak diibadahi dan disembah hanyalah Allah ta’ala. Tidak ada satupun yang pantas disembah kecuali Dia. Tak ada sekutu bagi-Nya.Mengapa demikian?Sebab kerajaan alam semesta ini hanya milik Allah. Tidak ada selain Dia yang memilikinya. Walaupun hanya secuil. Adapun yang dimiliki raja-raja dunia, sejatinya itupun pemberian dari Allah. Kapanpun bisa dicabut oleh-Nya. Sehingga tidak ada cerita raja dunia berkuasa selama-lamanya. Pasti kekuasaannya akan berakhir. Cepat atau lambat.Karena itulah kita memuji Allah ta’ala. Atas segala keagungan yang dimiliki-Nya. Juga atas segala karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.Lalu di akhir dzikir mulia tersebut, kita mengakui kemahakuasaan Allah. Kita menyatakan bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Sehingga seharusnya dalam segala permasalahan, kita kembalikan kepada Allah. Karena di tangan-Nya lah segala urusan dan keputusan.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 7 Rajab 1441 / 2 Maret 2020 Post navigation Previous SERIUS MEMINTA MAAFNext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Comments are closed.Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA

Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMA

Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Banyak orangtua bekerja yang disibukkan dan dibuat stres dengan tuntutan pekerjaan dan karier. Belum lagi kekhawatiran orangtua mengenai kondisi keuangan yang memberikan tekanan tersendiri bagi keluarga.Bagaimanapun kondisinya, adalah tugas orangtua untuk tetap membangun kedekatan dengan anak-anaknya. Menciptakan hubungan emosi positif yang bermanfaat dan berdampak besar bagi anak.Langkah-langkah berikut bisa dijalankan untuk membangun kedekatan dengan anak di tengah kesibukan:Pertama: Sesibuk apapun Anda, sediakan waktu bersama anak. Walaupun hanya setengah jam sehari.Kedua: Bersama anak tidak sama dengan berada di dekat anak. Banyak orangtua hadir 24 jam sehari di dekat anak. Namun ternyata tidak bersama anak, barang 5 menit sekalipun.Bersama anak berarti Anda benar-benar berdua dengan anak. Tidak ‘bertiga’ dengan HP, televisi atau kompor. Tidak ‘berempat’ dengan komputer dan pekerjaan.Bersama anak berarti Anda berbicara dengan anak, bukan sekedar berbicara kepada anak. Namun Anda aktif mendengarkan anak berbicara. Bersama dengannya. Anda tersenyum, tertawa, menangis, mewarnai, menempel, bercerita, ‘mengacak-acak’ atau beres-beres kamar, dan lain-lain.Ketiga: Jika Anda sering meninggalkan anak untuk bekerja, jangan pernah ‘menebus kesalahan’ dengan menawarkan banyak hal (permainan, kue atau hadiah) kepada anak, lebih dari yang dia butuhkan. Sebab mungkin dia tidak memerlukannya. Hadiah berlebihan dan memenuhi segala permintaannya, tidak baik untuk masa depan anak.Keempat: Sebelum tidur, tatap matanya, cium keningnya dan doakan kebaikan untuknya. Tidak mengapa, Anda memperdengarkan isi doa tersebut.Kelima: Mulailah setiap pagi dengan kemesraan bersama anak Anda. Buat dia tersenyum atau tertawa saat bertemu dengannya. Ketika Anda berinteraksi dengan anak, pada saat lelah sekalipun, sungguh Anda akan merasakan kebahagiaan sejati.Keenam: Bekerja sama dengan pasangan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak. Bisa melalui cerita atau yang lainnya. Saling bergantian antara ayah dan bunda.Ketujuh: Sentuhan Anda bisa menjadi obat mujarab bagi anak. Jangan pelit menyentuh mereka. Tepukan ringan, usapan di kepala, rangkulan tiba-tiba, hingga pelukan erat, insyaAllah bisa menenangkan mereka. Ayah dan bunda bisa memberikan pelukan bersama sekaligus pada anak. Bahagia rasanya. Jangan hanya menunggu momen perdamaian setelah ada masalah. Sudah seharusnya pelukan dan sentuhan itu diberikan gratis.Kedelapan: Ketika listrik mati, suasana redup dan syahdu yang dihasilkan cahaya lilin dapat membantu Anda menjangkau anak-anak yang kurang sentuhan. Adakalanya, kesibukan orangtua dan remaja menjauhkan satu sama lain secara fisik. Ajaklah semua anggota keluarga berkumpul di satu tempat. Peluk mereka, buat permainan yang mendorong kedekatan fisik. Gunakan cerita-cerita yang sedikit mencekam yang disesuaikan dengan usia anak terkecil. Misalnya tentang tema kematian, siksa neraka dan yang semisal. Tentunya bukan cerita horor yang fiktif.Jika momen tidak terencana ini berhasil dan membuat anak-anak ketagihan, Anda bisa sengaja mengatur kegiatan dalam keremangan ini.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 2 Jumada Tsaniyah 1441 / 27 Januari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Doa dan Dzikir No 168: BACAAN DZIKIR PAGI-PETANG (Bagian-12)Next Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAK

Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Komunikasi baik orang tua dengan anak adalah yang melibatkan pertukaran kata-kata, gagasan dan perasaan. Komunikasi adalah apa yang kita katakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi itu melibatkan niat (tulus atau bulus), wajah (cemberut atau tersenyum), tindakan (tamparan atau pelukan) dan tentu kata-kata (ramah atau ketus).Dampak Komunikasi Positif dan NegatifKomunikasi yang baik akan menciptakan hubungan yang hangat, kerja sama dan perasaan dihargai. Dari komunikasi yang efektif dengan orangtua, anak-anak akan mendapatkan inspirasi untuk melakukan apa yang diharapkan. Bisa memecahkan masalah mereka sendiri. Serta menumbuhkan konsep diri yang positif.Sebaliknya, komunikasi yang buruk menciptakan anak-anak yang enggan mendengarkan orang lain. Memunculkan konflik dan pertengkaran. Serta menumbuhkan perasaan tidak dihargai. Contoh Praktek Komunikasi BaikAl-Qur’an menukilkan untuk kita contoh komunikasi ideal ayah-anak. Yaitu antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan putra beliau; Nabi Ismail ‘alaihissalam. Allah ta’ala mengisahkan,“فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”Artinya: “Tatkala anak itu telah dewasa, Ibrahim berkata padanya, “Wahai anakku sungguh aku telah bermimpi menyembelih dirimu. Apa gerangan pendapatmu mengenai mimpi tersebut?”. Ia menjawab, ‘Wahai ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. Ash-Shaffat (37): 102.Dalam dialog ini, terlihat Nabi Ibrahim sangat menyayangi anaknya dan memberi kesempatan untuk bertukar pikiran. Sifat kasih sayang itu tergambar dari pilihan kata yang digunakannya ketika menyeru buah hatinya, “Ya bunayya (wahai anakku)”. Penggunakan kata “Ya bunayya” merupakan panggilan penuh kasih sayang kepada anaknya.Di antara tujuan yang ingin dicapai Ibrahim dalam proses komunikasi adalah kerelaan Ismail untuk ‘dikorbankan’. Selain itu, Ibrahim berharap Ismail mengetahui bahwa ‘penyembelihan’ itu sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Dua target yang ingin dicapai Ibrahim dalam komunikasi itu ternyata berhasil dicapai.Hal itu disebabkan, antara lain karena adanya kesamaan pola keimanan antara keduanya. Juga kepercayaan tinggi Ismail terhadap ayahnya, yang muncul dari keteladanan Ibrahim.Ismail percaya betul bahwa ayahnya tidak mempunyai kepentingan pribadi, kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan pemahaman seperti itu, Ismail juga harus mengerjakan perintah Allah. Karena Ismail juga mengakui dirinya sebagai hamba Allah.Makanya, jangankan mengajak untuk kebaikan yang menguntungkan secara lahiriah, ketika diajak untuk mengorbankan nyawa sekali pun, sang anak pun rela tanpa banyak protes.Dua Faktor Penting KomunikasiJadi, dalam berkomunikasi, sekurang-kurangnya ada dua faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama: Niat yang tulus. Kedua: Ungkapan yang baik.Yuk berkomunikasi baik dengan anak!@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 30 Jumadats Tsaniyah 1441 / 24 Februari 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 145: DEKAT BELUM TENTU BERSAMANext Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER? Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?

Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Tak ada di antara kita yang mau dijuluki sebagai orang tua otoriter. Sebab itu identik dengan kesewenang-wenangan. Namun disadari atau tidak, bisa jadi pola kita dalam mendidik anak, ternyata mencerminkan sikap otoriter. Misalnya:Menganggap anak-anak selalumasih kecil terus. Tidak tahu apa-apa. Sehingga tidak perlu dilibatkan dalam segala aktifitas. Lalu menganggap bahwa pendapat orang tua pasti benar dan terbaik. Karena didasari kematangan, pengalaman dan pengetahuan.Selalu ingin solusi instan. Sehingga tidak memberi kesempatan pada anak untuk menjalani proses.Percaya bahwa orang tua yang berhasil adalah yang ditakuti anak-anaknya.Merasa memiliki kekuasaan untuk berbuat, berbicara dan memutuskan apa pun bagi anak. Dengan dalih “demi kebaikan anak”.Ketahuilah bahwa status kita sebagai orang tua tidak otomatis membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Begitu pula status anak, tidak menjadikannya objek yang tidak berdaya. Anak juga memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri. Komunikasi orang tua dengan anak akan berjalan baik bila kedua pihak sama-sama terlibat dan dihargai.Sekalipun anak-anak masih kecil, mereka memiliki potensi untuk berkembang dalam segala bidang. Baik fisik maupun mentalnya. Sehingga kematangan, pengalaman dan pengetahuan orangtua seyogyanya digunakan secara bijak untuk membimbing anak, bukan mendiktenya. Dengan demikian, orang tua bisa membantu putra putrinya tumbuh optimal dan tidak menghambat potensi mereka.Sejak dini, sebaiknya anak-anak dilibatkan dalam aktifitas kehidupan di rumah. Diberi kesempatan memilih, berbicara, berpendapat, serta mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Orang tua bijak berusaha selalu memperbarui cara melibatkan anak, sesuai dengan tahapan perkembangannya.Contoh: secara sederhana anak-anak batita dibolehkan memilih satu dari dua baju terbaik untuk dikenakan pada acara resmi. Anak-anak balita dipersilahkan memilih buku dari beberapa buku yang Anda rekomendasikan. Anak-anak SD mungkin sudah bisa diberi kebebasan memilih, apakah uang tabungannya hendak digunakan sebagian atau disimpan terus. Jika dari awal anak mendapatkan hak memilih dan menerima konsekuensi dari pilihannya, semakin besar insyaAllah dia akan semakin mampu menangani pilihan-pilihan dalam hidupnya.Rasa percaya diri dan keterampilan hidup akan tumbuh sejalan dengan setiap pengalaman yang mendukung. Sebaliknya, orang tua yang tak pernah melibatkan anak, hal ini bisa ‘membunuh’ potensinya dan menjadikannya bergantung selamanya kepada orang tua.Solusi instan terhadap masalah-masalah anak yang ditetapkan orang tua, bisa ‘merampok’ kesempatan anak untuk mengalami dan merasakan hidup sebenarnya. Tanpa proses trial and error (coba dan gagal), anak sulit memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah yang menimpanya atau masalah yang dibuatnya sendiri. Lebih ringan melihat anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang sakunya, ketimbang kelak dia melakukan kesalahan dengan uang negara. Hanya karena dia tidak pernah ‘berproses’ sejak kecil.Mari kita perhatikan contoh berikut ini:Ari (7 tahun) meminjam buku cerita di perpustakaan. Ternyata, buku itu hilang saat harus dikembalikan ke perpustakaan. Ari marah-marah, lalu menuduh adik dan kakaknya menyembunyikan buku itu.Orang tua otoriter akan berkomentar, “Jangan menuduh sembarangan! Paling kamu sendiri yang lalai menghilangkannya!”. (Solusi instan guna menghentikan perdebatan Ari dengan saudara-saudaranya). Atau, “Sudahlah, tidak perlu ribut. Nanti Bunda belikan buku penggantinya”. (Solusi instan untuk masalah Ari).Orang tua salih bersikap bijak. Mengajukan pertanyaan yang melibatkan Ari, agar berpikir, berempati dan mencari solusi.“Kapan terakhir Ari memegang buku itu?” atau “Di mana kamu menyimpannya terakhir kali?”.“Kalau kamu dituduh menyembunyikan barang yang bukan milikmu, bagaimana perasaanmu?”.“Bagaimana caranya agar kamu mendapat bantuan dari Adik dan Kakak untuk menemukan buku itu?”.“Jika buku itu benar-benar hilang, apa rencanamu untuk mendapatkan penggantinya?”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 14 Rajab 1441 / 9 Maret 2020 Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak – No: 146 BERKOMUNIKASI BAIK DENGAN ANAKNext PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Related Posts Serial Fiqih Pendidikan Anak No 2: ANAK, SEBUAH NIKMAT BESARBelajar Islam / By tunasilmu Serial Fiqih Pendidikan Anak No 3: ANAK, PERHIASAN SEKALIGUS UJIANBelajar Islam / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia

Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download PDF Materi Kajian Tips Hidup Bahagia Post navigation Previous Serial Fiqih Pendidikan Anak No 147: ORANG TUA KOQ OTORITER?Next ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN

ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


ANTARA WAHYU DAN EKSPERIMEN Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MAPerkembangan dunia kedokteran di abad ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dibanding masa klasik, yang segala sesuatunya serba manual. Sehingga penanganan penyakit membutuhkan waktu yang cukup lama. Adapun sekarang, diagnosa bisa dilakukan dengan cepat dan akurasinya lumayan tinggi. Begitu pula pengobatannya.Lompatan teknologi kedokteran ini merupakan karunia Allah yang wajib disyukuri.Alhamdulillah, Islam bukan agama yang anti teknologi. Bahkan sangat mendukung pengembangannya. Terlebih bila bermanfaat untuk maslahat umat manusia.Tidak Melulu MedisDalam agama kita, penanganan sebuah permasalahan menggunakan dua pendekatan:Pertama: Pendekatan syar’iKedua: Pendekatan materiTerkait penanganan wabah covid-19, contoh sarana syar’inya adalah: taubat, tawakal, doa, dzikir dan yang semisal. Dalil-dalil al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa berbagai langkah tersebut bila dijalankan, akan mencegah dan mengakhiri bencana. Dengan izin Allah.Sedangkan usaha materi lahiriahnya adalah: mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker, menciptakan vaksin dan yang serupa.Tidak ada kontradiksi antara dua pendekatan itu. Justru bisa direalisasikan seiring sejalan.Namun, dari dua pendekatan tersebut, yang efeknya lebih dahsyat adalah pendekatan syar’i.Mengapa demikian?Karena langkah-langkah syar’i itu bersumber dari wahyu Allah ta’ala. Al-Qur’an dan Hadits. Yang tidak mungkin dan tidak pernah keliru.Allah ta’ala menegaskan,الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَArtinya: “Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau termasuk golongan yang meragukannya”. QS. Al-Baqarah (2): 147.Sedangkan upaya-upaya lahiriah, dasarnya adalah eksperimen manusia. ‘Ijtihad’ yang berpeluang untuk keliru. Hal ini diakui, bahkan oleh para ahli sekalipun. Walau prosentase kekeliruannya bisa besar atau kecil. Namun peluang salah itu tetap ada.Jadi, prioritaskanlah pendekatan syar’i. Namun jangan tinggalkan langkah-langkah lahiriah.Yakinlah, bahwa Allah akan segera mengakhiri masa-masa sulit ini!Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak serius dan lalai”. HR. Tirmidziy dan dinilai hasan oleh al-Albaniy.Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Ahad, 4 Sya’ban 1441 / 29 Maret 2020 Post navigation Previous PDF Materi Kajian Tips Hidup BahagiaNext POSITIVE THINKING Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Generasi Milenial Ideal

Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealDownload Disini Post navigation Previous POSITIVE THINKINGNext Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Ujian Online Peserta Test Masuk Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.Para Pendaftar / Calon Santri Pondok Pesantren Tunas Ilmu hafizhakumullahBerhubung grafik wabah virus Covid-19 masih belum menunjukkan pertanda menurun, maka ujian seleksi penerimaan santri di Pondok Pesantren Tunas Ilmu pada Selasa, 23 Juni 2020 insyaAllah akan dilaksanakan secara ONLINE.Dengan teknis sebagai berikut:1. Ujian Tertulis, dilaksanakan melalui Google Form2. Ujian Lisan, meliputi wawancara dan membaca al-Qur’an dilaksanakan melalui video call WhatsApp/LINEAdapun Kegiatan Belajar Mengajar bagi para santri yang lulus ujian seleksi, maka akan diawali manakala situasi dan kondisi telah memungkinkan.Hal tersebut di atas dilakukan dalam rangka mencegah mafsadat yang lebih besar.Demikian agar menjadi perhatian bersama.Wassalamu‘alaikum warahmatullah wabarakatuhPurbalingga, 14 Syawal 1441 HUst. Abdullah Zaen, Lc., MA (Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu) Post navigation Previous Materi PDF Kajian Generasi Milenial IdealNext PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 M Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUAS

Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUAS

Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Khutbah Jum’at di Masjid Agung Purbalingga, 24 Dzulhijjah 1441 / 14 Agustus 2020 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Marilah kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala secara serius. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Beribadah dalam Islam bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Namun juga harus memperhatikan efeknya terhadap sekitar kita. Poin penting ini kadang dilupakan oleh sebagian kalangan.Mari kita bersama menyimak hadits berikut ini:Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“اعْتَكَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ، فَسَمِعَهُمْ يَجْهَرُونَ بِالْقِرَاءَةِ، فَكَشَفَ السِّتْرَ، وَقَالَ: «أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ، فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ»“Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di masjid, beliau mendengar para sahabat membaca al-Qur’an dengan suara keras. Maka beliaupun membuka tirai seraya bersabda, “Ketahuilah bahwa semua kalian sedang bermunajat kepada Allah. Janganlah saling mengganggu sesama kalian. Jangan pula saling keras-kerasan bacaan”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Khuzaimah serta al-Albaniy.Mengangkat suara saat membaca al-Qur’an memiliki banyak manfaat. Di antaranya: membuat hati lebih berkonsentrasi, membangkitkan semangat, telinga ikut fokus untuk mendengarkan, bisa mengusir rasa kantuk, dan berbagai manfaat lainnya.Namun jika situasi dan kondisinya tidak mendukung, maka mengangkat suara bacaan al-Qur’an justru dilarang. Contohnya bilamana mengganggu orang lain. Terutama yang sedang menjalankan ibadah. Seperti shalat misalnya.Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Di masa pandemi seperti ini, banyak ibadah yang tidak bisa kita jalankan dengan sempurna. Bahkan ibadah yang merupakan tiang agama sekalipun. Yaitu shalat lima waktu.Saat wabah sedang memuncak, kita terpaksa menunaikan shalat lima waktu di rumah. Manakala agak mereda, kita bisa kembali menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Namun dengan berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli.Contohnya keharusan membawa sajadah sendiri, mengenakan masker dan menjaga jarak antar jamaah. Akibatnya kita tidak bisa menjalankan sunnah merapatkan shaf sebagaimana biasanya. Juga tidak bisa membuka wajah seperti lazimnya.Mau tidak mau ini harus dijalankan. Walaupun ada perasaan kurang puas di dalam hati kita. Karena tidak bisa maksimal dalam menjalankan tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.Namun ingat, bahwa beribadah itu bukan sekedar mengejar kepuasan pribadi. Tapi juga harus mempertimbangkan dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.Sikap abai terhadap berbagai protokol kesehatan tersebut di atas, bukan hanya mengganggu orang lain. Bahkan bisa membahayakan nyawa mereka.Bisa-bisa bukan pahala yang diraih. Malah justru dosa yang didapatkan.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan,“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ““Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain”. HR. Ibn Majah dan isnadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.KHUTBAH KEDUA:الْحَمْدُ للهِ وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، إلى يوم القيامة، أما بعد؛Sidang Jum’at yang kami hormati…Mari berusaha menekan ego kita masing-masing. Dengan bersabar menghadapi kekurangnyamanan manakala harus mengenakan masker saat keluar rumah. Menjaga jarak dengan orang lain. Tidak berjabat tangan. Dan berbagai protokol kesehatan lainnya.Lebih baik agak sulit bernapas, daripada hilang napas.Ingatlah bahwa menjaga keselamatan bersama juga merupakan amal salih yang mulia. Sebagaimana yang telah dipesankan Ilahi Rabbi,“وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا“Artinya: “Barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang manusia, maka seakan-akan ia telah menyelamatkan nyawa seluruh manusia”. QS. Al-Ma’idah (5): 32.  هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”. اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهابربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1441 / 17 Juli 2020 Post navigation Previous PENGUMUMAN KELULUSAN CALON SANTRI PROGRAM PENGKADERAN DA’I – PONDOK PESANTREN “TUNAS ILMU” PURBALINGGA ANGKATAN KESEPULUH – TAHUN AJARAN 1441-1442 H / 2020-2021 MNext Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Materi PDF Kajian Memuliakan Ilmu – Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Download Materi Kajian Post navigation Previous Khutbah Jumat: BUKAN SEKEDAR PUASNext MUKMIN SEJATI SENANTIASA PEDULI Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next