KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]RODA KEHIDUPANKhutbah Jum’at di Masjid Agung Darussalam Purbalingga, 9 Muharram 1439 H / 29 September 2017 KHUTBAH PERTAMA:إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”.أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.Jama’ah Jum’at rahimakumullah…Mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wasallam.Jama’ah Jum’at yang semoga dimuliakan Allah…Roda kehidupan. Itulah barangkali salah satu ungkapan yang pas untuk menggambarkan perjalanan kita di dunia yang fana ini. Roda yang berputar, kadang di atas dan kadang pula di bawah. Ada kehidupan dan ada kematian. Ada kondisi sehat dan ada kondisi sakit. Ada rasa senang dan adapula rasa susah. Ada kondisi kaya dan ada kondisi miskin. Ada saatnya naik jabatan dan ada saatnya pula turun dari jabatan. Ini semua adalah bagian dari ujian kehidupan.Allah ta’ala berfirman,“وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً”Artinya: “Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. QS. Al-Anbiya’ (21): 35.Beruntunglah para manusia yang sukses dan berhasil melewati berbagai macam ujian yang sangat beragam tersebut dengan baik..Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati…Tidak mudah memang untuk sukses dalam melewati berbagai macam ujian yang amat beragam itu. Ada yang sukses saat diuji dengan kekayaan, namun ternyata ia gagal ketika diuji dengan kemiskinan. Ada pula yang sebaliknya; sukses saat diuji dengan kemiskinan, tetapi gagal ketika diuji dengan kekayaan.Ada yang sukses saat diuji dengan kesehatan, namun gagal ketika diuji dengan sakit. Sebaliknya, ada yang sukses saat diuji dengan sakit, tetapi gagal ketika diuji dengan kesehatan.Ada yang sukses saat mendapat ujian naik jabatan, namun gagal ketika diuji turun jabatan. Adapula yang sebaliknya, sukses saat mendapat ujian turun jabatan, namun gagal ketika diuji naik jabatan.Bagaimanakah gerangan caranya agar kita bisa sukses total dalam menghadapi berbagai macam ujian yang beragam tadi?Faktor pertama dan utama yang diperlukan hamba, adalah taufik dan bantuan dari Allah ta’ala.Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah…Taufik dari Allah adalah karunia yang diberikan-Nya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tidak peduli apakah ia pejabat atau rakyat jelata, pria atau wanita, tua atau muda, bersuku Jawa atau Sunda atau Sumatra. Semua berpeluang untuk mendapatkan karunia istimewa tersebut.Namun, kita semua dituntut untuk berusaha dan berikhtiar dalam mengejar karunia mulia itu. Salah satu bentuknya adalah dengan mengamalkan nasehat Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berikut ini,“تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ”“Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. HR. Al-Hakim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dinyatakan sahih oleh al-Albaniy.Dalam kitab Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam, Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas. Maksud dari mengenali Allah saat lapang adalah: bertakwa kepada-Nya serta menjalankan aturan-Nya. Barang siapa menjalankan hal itu, maka ia telah mengenal Allah. Sehingga ia memiliki hubungan spesial dengan-Nya. Nah, ketika ia mengalami kondisi susah, niscaya saat itu Allah akan mengenalinya. Kedekatannya dengan Allah saat lapang, sangat bermanfaat dalam kondisi susah seperti ini. Ia akan disayang Allah dan dikabulkan permintaannya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…Kondisi lapang, contohnya adalah saat kita sehat, kaya, menduduki jabatan dan yang semisal dengan itu.Sedangkan kondisi susah, contohnya adalah ketika kita sakit, miskin, turun jabatan dan yang semisalnya.Maka, saat kondisi fisik sehat, gunakanlah kesempatan emas itu untuk lebih bersemangat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Tunaikan shalat berjamaah di masjid dan ringan tanganlah dalam membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.Bila itu dilakukan, insyaAllah kita akan dibantu Allah agar kuat dalam menghadapi ujian sakit. Akan terasa ringan dalam menjalani penderitaan itu. Akan dibantu untuk bisa bersabar dalam menanggung ketidaknyamanan. Dan mungkin juga akan segera dikaruniai kesembuhan oleh Allah ta’ala. Itulah antara lain buah dari kepatuhan kita dahulu pada Allah, saat kondisi tubuh kita sedang sehat.Setali tiga uang, saat kondisi rizki sedang lancar. Tunaikanlah zakat harta kita, jangan lupakan saudara-saudara kita kaum fakir-miskin dan dhu’afa. Dukung proyek-proyek kebaikan Islam.Bila itu dijalankan, insyaAllah ketika rizki seret, keimanan kita akan tetap kokoh karena dijaga oleh Allah ‘azza wa jalla. Rizki yang sedikit akan tetap mencukupi kebutuhan kita, karena diberkahi oleh Allah. Dan mungkin badai ujian ekonomi tersebut akan segera berakhir. Itulah antara lain buah dari ketaatan kita dahulu pada Allah saat rizki sedang lancar.Tidak jauh berbeda, manakala kita menduduki kursi jabatan. Pergunakanlah kesempatan emas itu untuk mematuhi dan menjalankan aturan-aturan Allah, bukan justru melanggarnya. Adakanlah kegiatan-kegiatan yang tidak menabrak aturan agama. Berusahalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru memperkaya diri sendiri dan kroni-kroni. Imbangkanlah pembangunan fisik dan mental, jasmani dan rohani. Jangan timpang antara keduanya.Apabila seluruh kebaikan itu ditunaikan, insyaAllah saat turun dari kursi jabatan, kita akan tetap disegani dan dihormati oleh rakyat dan bawahan. Akan ikhlas dalam menjalani ketetapan Tuhan. Serta yang paling istimewa dari itu semua, insyaAllah akan meraih keridhaan dari Allah Yang Maha Rahman. Itulah antara lain buah manis dari kepatuhan kita kepada Allah, saat dahulu sedang menduduki kursi jabatan. أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. KHUTBAH KEDUA: الْحَمْدُ للهِ “غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ”، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَ نِدَّ لَهُ سُبْحَانَهُ وَلاَ شَبِيْهَ وَلاَ مَثِيْلَ وَلاَ نَظِيْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ تَابِعٍ مُسْتَنِيْرٍ.Sidang Jum’at yang kami hormati…Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita bahwa hakikat kekuasaan dan kemuliaan itu adalah milik Allah ‘azza wa jalla. Dia yang memberi jabatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang mencabut jabatan dari siapa pun yang dikehendaki-Nya.“قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ”Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau lah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. Ali Imran (3): 26.Maka, jangan sampai karunia Allah berupa kekuasaan itu, justru digunakan untuk melanggar aturan Sang Pemberi karunia kekuasaan tersebut, yakni Allah subhanahu wa ta’ala.. هذا؛ وصلوا وسلموا –رحمكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرينربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيمربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاباللهم نج إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكاناللهم اشدد وطأتك على كفار بورما الظالمين، وعلى جيوش بشار المجرمين ومن حالفهم من الروس والصين وإيران واليهود الظالمين، يا عزيز يا جباراللهم اجعلها عليهم سنين كسني يوسفربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب الناروصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدينوآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين. أقيموا الصلاة… @ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Dzulqa’dah 1438 / 18 Agustus 2017khutbah menarik lainnya: tunasilmu.com Post navigation Previous ANAK DAN PENDIDIKAN SEKSUAL Bag-5Next Update Pembangunan Masjid November 2017 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid November 2017

Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Update Pembangunan Masjid November 2017

Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Update Pembangunan Masjid November 2017 Post navigation Previous KHUTBAH JUM’AT -RODA KEHIDUPAN-Next GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

GRIYA QUR’AN TUNAS ILMU

Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Post navigation Previous Update Pembangunan Masjid November 2017Next Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous GRIYA QUR’AN TUNAS ILMUNext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Amanah Allah – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Kesholihan Orang Tua Adalah Modal Utama – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Anak Adalah Anugrah Sekaligus Ujian – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MA Post navigation Previous Kajian Fiqih Pendidikan Anak: Jangan Biarkan Setan Menyentuh Anakmu – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas dalil larangan melampaui batas dalam berdoa. Juga beberapa contohnya. Berikut pembahasan tentang contoh lain dari praktek melampaui batas:Kelima: Kurang sopan dalam berdoaBila dalam kehidupan keseharian dengan sesama, kita selalu berusaha menjaga etika, seharusnya dalam berinteraksi dengan Allah ta’ala kita harus lebih menjaga etika. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, dalam berdoa pun kita perlu beretika. Terkadang orang tidak sadar bahwa dia telah berlaku kurang sopan dalam berdoa. Misalnya dia berdoa dalam kondisi yang kurang layak, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan kemuliaan doa dan Allah yang sedang kita mintai.Contoh sikap kurang sopan dalam berdoa:Mengangkat suara terlalu keras saat berdoaSebab aslinya dalam berdoa kita dianjurkan untuk melirihkan suara. Allah ta’ala berpesan,“ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ“Artinya: “Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. QS. Al-A’raf (7): 55. Imam Ibn al-Munayyir rahimahullah (w. 683 H) berkata, “Digandengkannya perintah untuk merendahkan diri dengan perintah untuk bersuara lirih; sudah cukup untuk menerangkan keharusan melirihkan suara dalam berdoa. Sebab ketidaklirihan dalam berdoa menunjukkan kekurangrendahan diri dalam berdoa. Doa tanpa diiringi sikap merendah dan kekhusyuan, sedikit manfaatnya. Begitu pula doa yang tidak lirih dan tidak disertai ketenangan”.Allah ta’ala menutup ayat di atas dengan pernyataan bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Sebagian ulama salaf menjelaskan bahwa salah satu potret melampaui batas dalam berdoa adalah mengangkat suara berlebihan saat berdoa.Imam Ibnu Juraij rahimahullah (w. 150 H) menjelaskan, “Termasuk praktek melampaui batas dalam berdoa adalah: meninggikan suara dan berteriak dalam berdoa”.Merendahkan suara dalam berdoa mencerminkan nilai-nilai positif. Di antaranya: (1) Etika ini menunjukkan keimanan yang lebih besar, karena ia meyakini bahwa Allah mendengar suara lirih dan dekat dengannya. (2) Cara ini lebih beradab dan sopan. Jika Allah ta’ala mendengar suara yang pelan, maka tidak sepantasnya berada di hadapan-Nya kecuali dengan suara yang rendah. (3) Lebih mendatangkan keikhlasan. Sebab doa dengan suara keras membuat orang lain terganggu dan terpancing perhatiannya kepada suara-suara keras tadi. (4) Cara ini membantu untuk konsisten dan terus berdoa. Karena bibir tidak merasa bosan dan anggota tubuh tidak penat. (5) Cara ini membantu hati untuk lebih konsentrasi dengan apa yang diucapkan lisan.Tidak merendahkan diri dalam berdoaKetika berdoa seharusnya kita menunjukkan sikap butuh, tunduk, merendahkan diri dan lemah di hadapan Allah ta’ala. Itulah etika yang seharusnya kita praktekkan. Saat sikap tersebut tidak kita indahkan, maka kita akan terjerumus ke praktek melampaui batas dalam berdoa.Imam Ibn Taimiyyah rahimahullah (w. 728 H) menerangkan, “Di antara praktek melampaui batas dalam berdoa adalah ketika seseorang berdoa tanpa merendahkan diri. Perilaku seperti ini menunjukkan sikap ketidakbutuhannya kepada Allah. Dan ini merupakan salah satu praktek terparah melampaui batas dalam berdoa. Siapapun yang saat berdoa tidak bersikap merasa butuh, merendah dan takut, maka dia telah melampaui batas”.@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 28 Jumadal Akhir 1438 / 27 Maret 2017 Post navigation Previous Kajian Fikih Pendidikan Anak: Karakter Pendidi Sukses Bagian 2 – Ustadz Abdullah Zaen, MANext Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1

Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Alangkah berbeda Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah justru ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.Maka kita tidak perlu heran jika Allah ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘azza wa jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah ta’ala berfirman,“ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ“Artinya: “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. QS. Ghafir (40): 60.Berdoa Di Waktu Yang TepatAslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Di antara waktu-waktu tersebut adalah:1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhirAllah ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Makanya salah satu ciri orang yang bertakwa adalah:“وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون“Artinya: “Ketika waktu sahur, mereka berdoa memohon ampunan”. QS. Adz Dzariyat (51): 18.Waktu sahur menurut sebagian ulama adalah akhir malam menjelang waktu subuh. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa waktu sahur dimulai dari sepertiga malam terakhir hingga terbitnya fajar. Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,“يَنْزِلُ رَبُّناَ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيْرِ، فَيَقُوْلُ: “مَنْ يَدْعُوْنيِ فَأَسْتَجِيْبُ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنيِ فَأَغْفِر لَهُ؟“.“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “Adakah yang berdoa pada-Ku; niscaya akan Kukabulkan? Adakah yang meminta pada-Ku; niscaya akan Kuberi? Adakah yang beristighfar pada-Ku, niscaya akan Kuampuni?”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 13 Rajab 1438 / 10 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 113: Melampaui Batas Dalam Berdoa Bagian 5Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya: SaatberpuasaRasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ: وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ“.“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak. Doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Doa pemimpin yang adil. Dan doa orang yang terzhalimi. Doanya diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Lalu Allah berfirman, “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolongmu, walaupun nanti setelah beberapa waktu”. HR. Tirmidziy dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dan dinyatakan hasan oleh Tirmidziy juga Ibn al-Akhdhar. Di waktu antara adzan dengan iqamatعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ“.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban juga Ibn Khuzaimah. Saat turun hujanDari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ، الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَتَحْتَ الْمَطَرِ“.“Dua doa yang tidak akan ditolak. Doa ketika adzan dan saat turun hujan”. HR. Al-Hakim dan isnadnya dinilai sahih oleh beliau.Sebab waktu turunnya hujan adalah saat dicurahkannya rahmat Allah ke muka bumi ini.Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 27 Rajab 1438 / 24 April 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 114: Waktu-waktu Terkabulnya Doa Bagian 1Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:5. Di hari Jum’atAbu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: “فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ“، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا“.“Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sedang membicarakan mengenai hari Jumat, beliau bersabda, “Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa memohon pada Allah saat itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang betapa singkatnya waktu tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim.Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau Fathul Bâriy ketika menjelaskan hadits ini, menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 2 pendapat yang terkuat.Pendapat pertama: Yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at. Berdasarkan hadits:“هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ“ “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai”. HR. Muslim.Pendapat kedua: Yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:“يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ –يُرِيدُ سَاعَةً– لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْر““Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah azza wa jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar”. HR. Abu Dawud dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Albani.Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”.Akan lebih baik lagi bila seseorang memperbanyak doa di sepanjang hari Jum’at, tidak hanya pada beberapa waktu tertentu saja. Wallahu a’lam. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 11 Sya’ban 1438 / 8 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 115: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 2Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:6. Saat sujudRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ““Kondisi terdekat hamba dari Rabbnya adalah saat ia sujud. Maka perbanyaklah berdoa saat itu”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.Di lain kesempatan beliau menjelaskan,“أَلاَ وَإِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا، فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ عَزَّ وَجَلَّ، وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ؛ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ““Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca al-Qur’an saat ruku’ atau sujud. Adapun ketika ruku’ maka agungkanlah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan saat sujud maka maksimalkanlah untuk berdoa. Karena berpeluang besar untuk dikabulkan”. HR. Muslim dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma.Bagaimana bila kita membaca doa-doa yang disebutkan dalam al-Qur’an saat sujud? Apakah itu diperbolehkan?Bila diniatkan dari bacaan tersebut adalah doa, bukan tilawah al-Qur’an; maka tidak mengapa. Demikian keterangan dari sebagian ulama. Selesai tahiyat shalat sebelum salamRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,“إِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ “. “Bila salah seorang dari kalian duduk saat shalat, maka hendaklah ia membaca “Attahiyyâtu lillâh, wash sholawâtu wath thoyyibât. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warohmatullôhi wabarokâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shôlihîn”. Bila ia ucapkan itu maka akan mencakup seluruh hamba Allah yang salih baik di langit atau di bumi. “Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosûluh”. Kemudian silahkan dia memilih doa yang diinginkannya”. HR. Muslim dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Bersambung…@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 25 Sya’ban 1438 / 22 Mei 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 116: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 3Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu

Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 118: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 5

Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu


Aslinya, kapan pun kita ingin berdoa tidak mengapa, selama di waktu itu kita diperbolehkan untuk berdoa. Namun ada beberapa waktu spesial yang dijanjikan Allah ta’ala, bahwa berdoa saat itu akan lebih berpeluang untuk dikabulkan.Pada pertemuan lalu kita telah membahas sebagian dari waktu-waktu tersebut. Berikut kelanjutannya:8. Di malam lailatul qadarعَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قُلْتُ: “يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟“ قَالَ: قُولِي: “اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي“.Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bila aku mengetahui kapan lailatul qadr tiba, doa apakah yang seyogyanya aku baca?”. Beliau menjawab, “Bacalah, “Allôhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf. Maka maafkanlah aku)”. HR. Tirmdiziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan sahih. Ketika terbangun di malam hari dan membaca doa sesuai tuntunanDari ‘Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ“ ثُمَّ قَالَ: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي“ أَوْ دَعَا؛ اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى؛ قُبِلَتْ صَلَاتُهُ“.“Barang siapa yang terbangun di malam hari, kemudian dia membaca “Lâ ilâha illallôh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qodîr. Alhamdulillâh, wa subhânallôh, wa lâ ilâha illallôh, wallôhu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh (Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah. Maha suci Allah. Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah. Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)”. Lalu dia berkata, “Ya Allah ampuni aku” atau berdoa; niscaya akan dikabulkan. Dan bila dia berwudhu lalu menunaikan shalat, maka shalatnya akan diterima”. HR. Bukhari. Saat ayam jantan berkokokعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًاDari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Bila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah karunia Allah. Sesungguhnya saat itu dia melihat malaikat. Dan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Sungguh saat itu dia melihat setan”. HR. Bukhari dan Muslim.Dan masih ada waktu-waktu mustajab lainnya..@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 10 Ramadhan 1438 / 5 Juni 2017 Post navigation Previous Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No 117: Waktu-Waktu Terkabulnya Doa Bagian 4Next Silsilah Fiqih Doa dan Dzikir No – 119: Orang-Orang Yang Doanya Terkabul Bagian 1 Related Posts Berdakwah Dengan Akhlak MuliaUncategorized / By tunasilmu Tafsir Surat An-nas ayat 1Uncategorized / By tunasilmu Informasi / Artikel TerbaruBuku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam BerdakwahSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 216 – Doa Masuk Masjid Bagian-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 215 – Doa Pergi Ke MasjidSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 214 – Doa Setelah Berwudhu Bag-2 (selesai)Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 213 – Doa Setelah Berwudhu Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 212 – Adakah Doa Saat Berwudhu?Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 211 – Doa Sebelum BerwudhuSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 210 – Adab Buang Hajat Bag-2Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 209 Adab Buang Hajat Bag-1Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 208 Doa Keluar ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 207 – Doa Masuk ToiletSerial Fiqih Doa dan Dzikir No: 206 – Doa Masuk Rumah Bag-3Serial Fiqih Pendidikan Anak No: 202 – Menanamkan Sifat Amanah Pada AnakPenerimaan Santri Baru Angkatan Kelima Belas Program Pengkaderan Da’I Dan Tahfidz Plus “Bersanad” Tahun Akademik: 1447 H / 2025-2026 MPuskesmas Kalimanah Gelar Penyuluhan TBC Di Ponpes Tunas Ilmu
Prev     Next